Judul : Arranged Marriage
Cast : Yewook & Other Cast seiring jalannya cerita
Rate : T
Genre : Romance, Drama, etc
.
.
Selamat membaca...
.
.
.
"Kenapa kau bisa berfikir seperti itu...?"
"Karena..."
.
.
.
Chapter 3
.
.
"Karena kau punya masalah yang sama dengannya. Kau ingat masalah yang menyusahkanmu akhir-akhir ini...? Perjodohanmu itu. Bukankah jika kau menerima permintaan Yesung Oppa, secara tidak langsung hal itu akan membantumu menghindari perjodohanmu."
"Eh, iya ya... Kenapa aku tidak terpikirkan sampai ke situ ya...?"
"Itu karena kau Pabbo, PABBOYA..."
"Ya', KAU...!" Ryeowook pun mendaratkan kembali jitakannya di kepala Sungmin.
"Ya', Appo...! Kenapa kau suka sekali menjitak kepalaku, Eoh..?!"
"Salahmu sendiri mengatakan kalau aku Pabbo. Hmmm..., tapi, Gomawo... Berkatmu aku bisa mengatasi masalahku." Sambil senyam-senyum gaje. #Gila kali y...? Plaakkk...!
Mereka kembali melanjutkan makan. Tidak lama kemudian bel yang menandakan jam istirahat berakhir berbunyi. Mereka pun kembali ke kelas.
.
.
Teng, teng, teng...
Bel pulang berbunyi.
.
"Wookie, aku pulang dulu, Ne. Kau kan ada janji dengan Yesung Oppa. Phay...!" kata Sungmin sambil melambai kepada Ryeowook.
"Ne, phay...!" jawabnya.
Sepeninggal Sungmin, Ryeowook berjalan menuju kelas Yesung. Ia menunggu kelas Yesung sudah kosong baru Ia masuk ke kelas Yesung. Ryeowook mengedarkan pandangannya ke dalam kelas dan pandangannya terhenti pada bangku yang paling belakang. Di sana ada Yesung duduk. Dia tersenyum dan melambai pada Ryeowook.
"Wookie, sini...!" kata Yesung sambil tersenyum.
" Ne..." Ryeowook pun tersenyum dan menghampirinya.
Ia duduk di kursi yang ada di samping Yesung. Entah kenapa perasaan aneh kemarin datang lagi. Tapi Ia berusaha menutupinya.
"Eottohke...? Apa kau menerimanya...?" tanya Yesung memulai pembicaraan.
"Mmmm..., Ne... Tapi dengan satu syarat..." jawab Ryeowook.
"Apa itu...?"
"Kau juga harus membantuku. Kita memiliki masalah yang sama."
"Masalah yang sama...? Maksudmu...?"
"Aku..., Aku..., juga di jodohkan oleh orang tuaku..."
"Mwo...? Kau juga dijodohkan...? Haha..."
"Ya' Oppa...! Kenapa kau tertawa...!" poutin bibir.
"Tidak ku sangka, ternyata kau juga bernasib sama sepertiku. Haha..."
"Ah, sudah, sudah. Oppa setuju tidak...?"
"Oke, aku setuju..."
"Deal..?" Ryeowook mengulurkan tangannya.
"Deal..." Yesung membalas menjabat tangannya. "Mmmm, boleh aku minta nomor Handphone-mu...?"
"Untuk apa...?"
"Ya untuk menghubungimu. Appa-ku bisa kapan saja menyuruhku membawa Yeojachingu-ku."
"Owh, ne..., ini..." Ryeowook menuliskan nomor Handphone-nya di kertas lalu memberikannya pada Yesung. "Oppa, aku pulang dulu, ne... Phay" menunduk kemudian melangkah pulang.
"Ne..., phay..."
~ Normal POV End ~
.
.
~Ryeowook POV~
Aigooo..., apa-apaan itu tadi. Kenapa jantungku berdegup kencang ketika didekat Yesung Oppa. Rasanya aku ingin cepat-cepat pergi menjauh darinya agar dia tidak membuatku salah tingkah. Hei, tunggu, ada apa ini...? Sungguh aneh. Aku tidak pernah merasakan hal yang seperti ini sebelumnya. Apakah ini yang namanya cinta...?. Hueee...! Aku harus menepis pikiran gila itu dari kepalaku. Tidak mungkin itu terjadi.
Huft..., sampai juga di rumah.
"Aku pulang...!"
"Hmmm, kau sudah pulang, Wookie," sahut Eomma.
"Ne, Eomma..."
"Wookie, cepat ganti bajumu. Eomma ingin membicarakan sesuatu denganmu." Eomma tersenyum. Aku tidak mengerti arti dari senyumannya itu.
"Ne, aku ganti baju dulu."
.
.
.
"Eomma ingin membicarakan apa...?" tanyaku ketika sampai di ruang tengah.
"Duduklah. Mmmm, begini, tentang perjodohanmu. Eomma sudah membicarakan masalah itu dengan Appa-mu," Eomma memulai pembicaraannya. Mood-ku langsung berubah buruk setelah mendengar tentang "Perjodohan" itu. Semoga saja kabar baik."Kata Appa-mu, dia tidak mungkin dengan mudahnya membatalkan perjodohan itu. Itu adalah perjanjian Appa-mu dengan temannya semasa kuliah dulu."
"Tapi Eomma, kenapa aku yang harus jadi korban perjanjian itu...? Aku tidak mau," potongku. "Lagi pula..., aku..., sudah memiliki Namjachingu..." wajahku rasanya sudah meleleh kita aku mengucapkan kalimat itu, malu.
"Hah..? Anak Eomma sudah memiliki Namjachingu...? Sejak kapan...? Kenapa kau tidak memberitahu Eomma...? Aigooo..., tenyata Si Tomboy Wookie sudah dewasa. Haha..." Sudah ku tebak, Eomma pasti berkomentar panjang lebar.
"Eomma...! Aku sudah kelas XII...! Aku sudah dewasa...!" sahutku sambil menahan malu. Aku sudah tidak tahu lagi sudah semerah apa wajahku sekarang.
"Ne, Eomma tau. Kapan-kapan kau ajak dia ke rumah, perkenalkan dengan Eomma, ne...?"
Astaga, Eomma sangat senang sekali mendengar aku sudah memiliki Namjachingu. Terbesit rasa bersalah dihatiku karena telah membohongi Eomma-ku sendiri. Tapi mau bagaimana lagi, aku harus bisa keluar dari masalah ini.
"Ne, Eomma..." jawabku lemas.
"Chagi..., Mmmm..., masalah perjodohanmu itu mau tidak mau harus tetap berlanjut. Eomma merasa sangat senang kau memiliki Namjachingu. Tapi..., Eomma tidak bisa membatalkan perjodohan itu. Itu adalah keputusan Appa-mu."
"Tapi Eomma..."
"Appa-mu bilang, kau temui dulu Namja yang akan dijodohkan denganmu itu. Dia anak yang baik. Kalian jalani saja dulu hubungan ini. Siapa tahu kau berubah pikiran dan memilih Namja itu menjadi Namjachingu-mu. Kalau pun tidak, ya kita lihat saja nanti."
"Eomma..."rengekku.
"Chagi, apa kau tidak kasihan dengan Appa-mu yang sibuk mengurus perusahaan kita di Jepang sana...? Apa kau tega menambah beban pikirannya...?" Eomma menggenggam tanganku. Hah..., kalau sudah seperti ini aku sudah tidak dapat menolak. "Ne, Eomma... Akan ku coba..." Aku hanya bisa menghela nafas.
"Gomawo, Chagi... Kau memang anak Eomma." Eomma memelukku.
"Eomma, aku ke kamar dulu. Aku ingin istirahat."
"Ne. Apa kau tidak makan dulu...?"
"Aku masih kenyang. Eomma bangunkan saja aku saat makan malam nanti."
"Ne..., istirahatlah..."
Aku melangkah dengan gontai menuju kamarku. Sesampainya di sana, aku langsung menutup pintu kamarku dan menghempaskan tubuhku di tempat tidur. Uwaaa...! Ingin rasanya aku berteriak sekeras-kerasnya. Masalah ini benar-benar membuatku gila...! Kenapa harus dijodohkan...? Kenapa harus aku...? Huh, kenapa juga Appa bisa memiliki perjanjian konyol seperti itu dengan teman kuliahnya. Benar-benar menyebalkan..!
Haaaahh... Lebih baik aku tidur saja.
~Ryeowook POV End~
.
.
~Yesung POV~
Akhirnya, masalah ini ada jalan keluarnya. Untung saja Wookie mau menerimanya. Dari awal aku sudah mengira, dia tidak akan menolakku. Yeoja mana yang bisa menolak orang sepertiku, tampan dan populer. #Pede tingkat dewa...*Author : Ah, Oppa, lu lebay deh.. Bias : Suka-suka gue donk. Masalah buat lu..? Plakkk...! Abaikan.
Tiba di rumah aku sudah melihat Appa duduk di ruang tengah. Hmmm, pasti menungguku.
"Yesung, Appa mau bicara." Tebakkanku tepat, kan..?
"Appa mau membicarakan apa...?" tanyaku. Pasti masalah perjodohanku.
"Tentang perjodohanmu." Wah, tebakanku benar lagi.
"Hmmm, ada apa Appa...?" kataku sambil duduk di sofa.
"Besok, temui Yeoja yang akan dijodohkan denganmu itu di Cafe kita. Kami sudah lama merencanakan pertemuan ini. Tapi hanya kau dan dia saja yang bertemu. Kami tidak sempat untuk ikut."
"Appa, kan sudah ku bilang. Aku sudah memiliki Yeojachingu. Dengan begitu perjodohan ini batal," tolakku.
"Appa tidak percaya."
"Benar, Appa... Aku memiliki Yeojachingu..."
"Oke, jika benar, kau bawa Yeojachingu-mu itu ke rumah lusa."
"Ne, Appa."
"Tapi besok kau tetap harus menemui Yeoja yang dijodohkan padamu itu di Cafe kita, Arraseo..?
"Tapi Appa, aku ada janji dengan teman-temanku besok..."
"Tidak ada tapi-tapian...!"
"Hmmh... Ne, Arraseo..." jawabku seraya meninggalkan Appa di ruang tengah dan melangkah ke kamarku. Sesampainya di kamar, langsung ku lemparkan tasku di meja belajar dan menghempaskan tubuhku di tempat tidur. Benar-benar orang tua egois...! Sama sekali tidak memikirkan perasaanku. Bagaiman bisa dia menjodohkanku tanpa persetujuan dariku. Benar-benar menyebalkan...!
Tiba-tiba sesuatu terlintas dipikiranku. Muncul di saat yang tepat. Haha...
~Yesung POV End~
.
.
Hari ini adalah hari minggu. Ryeowook berencana akan berdiam diri di kamar dan membaca komik koleksinya. Tapi ternyata Eomma-nya malah menyuruh Ryeowook ke suatu tempat. Benar-benar menyebalkan, pikir nya.
.
.
~Ryeowook POV~
Aku pun melangkahkan kakiku ke tempat yang di beritahu Eomma, sebuah Cafe bernama "Sapphire Blue". Eomma bilang aku akan bertemu dengan Namja yang akan dijodohkan denganku di sana. Aisshh..., hal ini benar-benar membuat mood-ku berubah 100% menjadi buruk. Padahal aku berencana bersenang-senang dengan komikku di kamar. Tapi..., hah..., menyebalkan.
Akhirnya sampai juga di Cafe itu. Walau sudah cukup lama tinggal di sini, aku tidak pernah ke Cafe ini. Padahal jaraknya tidak terlalu jauh, hanya beberapa ratus meter dari rumahku. Karena aku jarang keluar rumah, ya begitulah, aku tidak terlalu mengenal daerah tempat tinggalku.
Aku berjalan masuk ke dalam Cafe itu. Cafe yang bagus. Warna Cafe itu biru yang sangat menyejukkan, sesuai dengan namanya. Aku melangkah menuju meja bernomor 13 yang sudah dipesankan untukku. Ku pikir Namja itu sudah menungguku. Tapi ternyata, tidak ada. Huh, pakai acara terlambat segala. Sudahlah, mending aku memesan Cappucino kesukaanku.
"Maaf, apa kau anak dari Tuan Youngwoon...?"
Seseorang tiba-tiba bicara padaku. Aku masih tetap menyeruput Cappucino ku tanpa menoleh kepadanya.
"Ne..."
"Owh, kalau begitu, berarti kau adalah Yeoja yang akan di jodohkan denganku..."
Uhuk...! Namja ini membuatku tersedak. Apa katanya...? Di jodohkan dengannya...? Aku menoleh ke Namja itu. Astaga, apa aku tidak salah lihat...?
" Donghae Oppa...?"
.
.
.
TBC
Ok, Chapter 3'x udah Update...
Gomawo buat yg udh nyempetin utk Review...
Owh Ne, Mianhae Author gx bisa bikin Chapter'x panjang2, coz ini FF terlintas begitu aja di pikiran Author...
Jadi, ini FF apa adanya yg ada di pikiran Author...
Di tambah lagi Author sedang Ujian, maklum anak kelas XII...
Maka dari itu, rajin2lah nge-Review, biar Author semangat utk lanjutin FF ini...
Do'ain juga Athor bisa Lulus US, Ne...
Tunggu Update Chapter berikutnya, Ne...!
