Judul : Arranged Marriage

Cast : Yewook & Other Cast seiring jalannya cerita

Rate : T

Genre : Romance, Drama, etc

.

.

.

Selamat membaca...

.

.

.

Aku menoleh ke Namja itu. Astaga, apa aku tidak salah lihat...?

" Donghae Oppa...?"

.

.

.

Chapter 4

.

.

.

"Eh, jadi kau, Wookie..."

"Tunggu, tunggu... Jadi, yang akan di jodohkan dengan aku itu Oppa...?" Aku masih tidak percaya dengan apa yang ku lihat sekarang. "Semoga bukan..." harapku di dalam hati.

Tapi sayangnya yang ku lihat adalah anggukkan Donghae Oppa seraya tersenyum dan duduk di kursi yang ada di depanku.

Matilah aku...! Benarkah ini...? Aku sungguh tidak menyangka orang yang akan dijodohkan dengan ku itu adalah Donghae Oppa, teman ku dari kecil. Dia pernah pindah ke Cina, tapi kemudian pindah lagi kembali ke sini. Aduh..., Bagaimana ini...? Dialah satu-satunya Namja yang pernah ku panggil dengan Oppa karena dia sudah ku anggap seperti kakak ku sendiri. Tapi itu sudah lama sekali, sewaktu aku masih kecil.

Hia..., ini semakin membuatku sulit untuk menolak perjodohan ini. Karena..., aku memiliki hutang budi kepadanya...

.

.

`-`-`Flashback`-`-`

.

.

"Oppa..., aku mau eshcrim..."

"Mau eshcrim...? Beli dimana...?"

"Icu, di cana Oppa..." Menunjuk ke seberang jalan.

"Oh, ne... Tunggu dulu ne, Oppa pakai cepatu dulu. Ka... Wookie...! Wookie...! Tunggu Oppa...! Wookie...! Awas...!"

"Mwo Oppa...?"

.

Ckkiiiittttt...

Brukk...

.

"Hei, anak kecil...! Hati-hati...! Hampir saja ku tabrak kau...! Untung temanmu itu menarikmu... Huh, menyusahkan saja. Dasar anak kecil...!"

.

"Wookie, Gwaenchanayo...?"

"Hiks, Oppa..., kakiku cakit... Huweee...!"

"Mana, cini oppa lihat..."

"Ini, hiks..."

"Owh, hanya luka cedikit koq. Puh, puh...! Cekarang cudah tidak cakit lagi kan...?"

"Ne, Oppa... Gomawo..."

"Cheonma..."

.

.

`-`-`Flashback End`-`-`

.

.

"Aigoo... Bagaimana ini bisa terjadi...? Aisshhh...!" kataku pelan sembari mengacak rambut pendekku.

"Wookie, Gwaenchanayo...?" Uwa, Donghae Oppa melihat tingkah anehku tadi.

"Eh, ah, Ne... Hehe..." Astaga, senyumku seperti apa barusan...?

"Mmm, jadi..."

"Jadi...?"

"Jadi, apa kau mau meneruskan perjodohan ini atau tidak...?"

Aduh, aku harus jawab apa...? Arrggghhh...! Ini semakin sulit saja...!

"Mmm..., itu..., ng..."

"Jawab saja, Wookie..."

"Ng..., jujur Oppa, sebenarnya..., aku menolak perjodohan ini. Aku tidak mau dijodoh-jodohkan..." jawabku ragu.

"Owh, begitu ya..." Ku lihat Donghae Oppa tersenyum. "Sayang sekali ya..."

"Ma, maksud Oppa...?"

"Ah, Aniyo... Lupakan saja..." Dia tersenyum lagi. Aku tahu, ada sesuatu di balik senyumnya itu.

"Owh, ne..."

"Bagaimana keadaan orang tuamu...? Sudah, em... 3 tahun aku tidak pernah kerumahmu lagi... Itu pun pas aku baru pindah dari Cina..."

Entah berapa lama aku berbicara dengan Donghae Oppa, yang ku tahu ketika kami pulang langit sudah berwarna oranye menandakan hari sudah sore. Aku terbawa suasana juga ketika berbicara, Ah, mungkin lebih tepat bercanda dengannnya. Sudah lama kami tidak bertemu karena ia sibuk dengan kuliahnya yang ada di Kota sebelah. Dan aku sibuk dengan sekolahku.

Aku pun melangkah pulang dengan pikiran yang semakin kusut, memikirkan perjodohanku. Baiklah, masalahku berrtambah sekarang.

.

~Ryeowook POV End~


~Yesung POV~

.

"Aku pulang...!"

"Eottohke..? Kau sudah bertemu dengan Yeoja itu, kan...?"

Aisshh...,baru saja aku tiba, Appa sudah bertanya seperti itu. Benar-benar orang tua yang tidak berperasaan.

"Owh..., Ne... Dia..., Dia... baik, cantik..." jawabku seadanya. Ah, Appa sungguh membuat mood-ku berubah buruk.

"Ha, sudah Appa bilang, temui dulu Yeoja itu, kau pasti menyukainya. Appa tidak akan salah pilih untuk anak Appa sendiri. Hahaha...!"

Aigoo... tawanya itu..., membuatku merinding saja... Hiii...!

" Tapi Appa, kan sudah ku bilang aku sudah punya Yeojachingu..."

"Huh, Baiklah. Lusa, bawa Yeojachingu-mu itu ke rumah. Appa ingin melihatnya."

"Ne, Appa..."

Ku tinggalkan Appa di ruang tamu. Sesampainya di kamar, langsung ku hempaskan tubuhku di tempat tidurku. Hah... Hari yang melelahkan... Tiba-tiba aku teringat sesuatu.

"Yeobseyo...?"

"..."

"Eottohke...?"

"..."

"Owh..., begitu... Gomawo, untuk bantuanmu..."

"..."

"Ne, phay..."

Tut, tut, tuutt...

Ha... untung saja dia bisa mengatasinya. Owh, iya, aku harus menghubungi Wookie.

"Yeobseyo..."

"..."

"Besok kita bertemu di taman samping sekolah kita, Ne...? Ada yang ingin ku bicarakan."

"..."

"Ok, sampai bertemu besok..."

"..."

"Phay..."

Bagus, sedikit demi sedikit masalah ini bisa ku atasi. Lihat saja Appa, perjodohan ini pasti batal. Haha...

.

~Yesung POV End~


~Normal POV~

.

Keesokan harinya...

.

"Aisshhh... Bagaimana bisa aku kesiangan seperti ini...? Ini pasti gara-gara aku tidak bisa tidur semalam." Kata Ryeowook, berlari menuju gerbang sekolah.

"Hah, sudah di tutup...? Gawat..." ujarnya lagi seraya mengacak rambut.

"Owh, iya. Di belakang UKS kan ada lubang kecil di tembok sekolah. Haha..., aku lewat sana saja..."

Ryeowook pun berlari ke samping sekolah, mencari lubang yang bisa ia lewati untuk masuk ke sekolah.

"Ah, aman..."

Setelah berhasil, ia langsung berlari menuju kelas. "Aissshhh..., aku terlambat 10 menit. Semoga Park Sonsaengnim belum masuk."

"Annyeong... Ng, Park Sonsaengnim..." Huee, mati aku, pikirnya.

"Annyeong... Kim Ryeowook...? Kau terlambat...?"

"Nen, ne, Park Sonsaengnim... Mianhamnida, tidak akan ku ulangi..."

"Kau boleh masuk setelah kau membersihkan UKS...! Arrasseo...?!"

"Ta, tapi..."

"Tidak ada tapi-tapian...! Kerjakan sekarang...!"

"Ne..."

.

.

Dengan kepala tertunduk, Ryeowook pun berjalan ke UKS. Sesampainya di sana yang ia temukan adalah...

"Eommo...? Ini UKS atau tempat pembuangan akhir...? Kotor sekali...!" Ia pun melangkah dengan gontai mengambil sapu di pojok ruangan dan mulai menyapu.

"Aisshh...! Kemana orang yang piket UKS hari ini...? Kenapa bisa sampai sekotor ini...? Hari ini adalah hari yang sial untukku. Ughh...!" Katanya seraya menghentak-hentakkan kaki ke lantai.

Tiba-tiba...

"Hei, kau bisa tidak jangan berisik...?! Kau membuat kepalaku semakin pusing...!" Terdengar suara dari tempat tidur yang tertutup oleh tirai.

"Ah, eh, Mi, Mianhae... Aku tidak tahu kalau ada orang di sini." Sepertinya aku mengenal suara Namja itu, pikirnyaa.

Ryeowook meneruskan pekerjaannya. Setelah selesai, ia teringat dengan orang yang tadi menyuruhnya jangan berisik. "Siapa dia...? Kasar sekali..."

Ia berjalan menuju tempat tidur yang tertutup tirai tadi. Dengan ragu disibaknya tirai itu dan...

"Ha...? Yesung Oppa...? Apa dia sakit...?" kata Ryeowook setengah berbisik setelah melihat Yesung terbaring di tempat tidur dengan mata terpejam. Sepertinya dia tertidur, pikirnya. Ia pun mendekat dengan maksud ingin merasakan kening Yesung.

Deg. Perasaan aneh itu timbul lagi. Apa ini...?, batin Ryeowook. Kenapa dadaku berdebar seperti ini...? Aisshh...

Dengan ragu, Ia punmeraba kening Yesung. Belum sempat tangannya menyentuh kening Yesung, tiba-tiba...

"Ya'...! Kau mau apa...? Eh, Wookie...?"

"Eh, Oppa... Aku..., aku... itu, tadi ada nyamuk di keningmu, iya nyamuk... Hehe..." kata Ryeowook berbohong.

"Owh..." jawab Yesung dengan ber'Owh' ria." Sedang apa kau di sini...?"

"Aku..., aku terlambat... Park Songsaengnim menghukumku, membersihkan UKS..." jawabnya dengan menunduk.

"Haha..., kasihan sekali... Haha..."

"Oppa...! Jangan tertawa...!" cicit Ryeowook dengan wajah yang mungkin sudah semerah kepiting rebus #Wah enak nih, Author mau donk...! *Napa Lu, Thor..?! *Napa Lu...? Gx terima lu muka lu gue makan...?! ( lempar panci..! ) *plakk...! abaikan."Oppa sendiri kenapa di sini...?"

"Kepala ku sedikit pusing, ya aku beristirahat di sini..."

"Owh... Mmm, itu..., Ng..., yang kemarin Oppa beritahu padaku itu..."

"Owh, ne..., kebetulan kau di sini. Begini, Appa ku bilang Dia ingin bertemu dengan Yeojachingu-ku besok. Aku harap kau bisa."

"Mmm, ne, aku bisa. Jam berapa...?"

"Jam 19.00 malam. Alamatmu dimana...? Besok ku jemput..."

"Kompleks perumahan EverLasting Friend, no 15..."

"Oke, besok bersiap-siaplah..."

"Ne, Oppa..."

.

~Normal POV End~


~Ryeowook POV~

.

Sudah jam 18.45, 15 menit lagi Yesung Oppa menjemputku. Aigoo...! Kenapa aku menjadi gugup seperti ini...?

"Chagi, kau mau kemana...?" tanya Eomma melihatku berpakaian rapi.

"Itu , Ng... Aku..." Aduh, aku harus jawab apa...? " Aku..., Aku mau kencan dengan Namjachingu-ku, Eomma. Ya, Kencan..."

"Owh, kencan... MWO...?! KENCAN...?! DENGAN PAKAIAN SEPERTI ITU...?!" Aigoo...! Aku benar terkejut dengan teriakan Eomma.

"Nen, ne... Memang ada yang salah, Eomma...?"

"Eommo... Aisshh...! Kau ini Yeoja, Wookie...! Jika kau berpakaian seperti itu, bisa-bisa jika orang melihat kalian berdua, pasti mengira kalian adalah Namja... Aigoo... Sini...!"

Hyaa...! Eomma, menarikku ke kamarnya.

Astaga, baju apa ini...? Aku tidak pernah memakai baju ini. Ini apa lagi, bedak..? Lip gloss..? Dll...? Eommo...! Aku tidak pernah menggunakan semua ini...!

"Nah... Sudah selesai..." kata Eomma sambil menepuk-nepuk tangannya.

"Eomma, apa-apaan ini...? Aku tidak pernah menggunakan semua ini. Penampilanku pasti aneh sekarang..." poutin bibir.

"Kau lihat saja di cermin..."

Dengan ragu ku hampiri cermin Eomma yang sangat besar itu dan...

Eommo...! Itu siapa...? Itu aku...? Tapi berbeda sekali... Yang di cermin itu, cantik sekali... Aku bahkan tidak mengenal diriku sendiri yang sedang menggunakan dress putih selutut milik Eomma.

"Eo, Eomma..., i, itu..."

Ku lihat Eomma tersenyum, "Kau itu cantik, Chagi... Hanya saja selama ini kau tidak menyadarinya. Di tambah lagi dengan dandananmu yang seperti Namja itu di setiap hari. Aigoo... Eomma sendiri tidak mengerti kenapa kau bisa Tomboy seperti itu. Ckckck..."

"Hehe... Gomawo, Eomma..." Ku peluk Eomma, orang yang sangat ku sayangi ini.

"Ne, Cheonma, Chagi..."

Tit, tiiit...!

"Ah, Yesung Oppa..." Ku lepaskan pelukan Eomma dan segera memakai sepatu high heels milik Eomma.

"Tunggu, Wookie...!. Siapa katamu tadi...?"

"Yesung Oppa...! Eomma, aku pergi dulu ne...! Phay...!" kataku lagi.

"Tunggu, Yesung...? Jangan-jangan..., Wookie...! Namja itu adalah..."

Aku tidak lagi mendengar apa yang Eomma katakan, karena pintu rumah sudah ku tutup.

Ku hampiri Yesung Oppa yang sudah berdiri di samping mobilnya. Dia..., tampan sekali dengan setelan jas hitam seperti itu. #Bayangin pas Yesung berfoto dgn Jongjin. Dapat ku rasakan dadaku terasa berdebar-debar.

Hei, kenapa dia menatapku seperti itu...?

.

~Ryeowook POV END~

.

.

~Yesung POV~

.

Astaga, apakah yang ku lihat ini benar...? Aku tidak salah rumah kan...? Ku lihat lagi nomor rumahnya. Betul nomor 15. Tapi kenapa yang keluar adalah Yeoja secantik ini...?

"Wookie...?" tanyaku untuk memastikan.

"Ne..." jawabnya dengan wajah yang errr, imut.

Aigoo, ternyata itu benar dia. Hei, kenapa jantungku bedetak cepat seperti ini...? Hah..., sudah sudah...! Jangan sampai aku berpikiran yang aneh-aneh.

Ku bukakan pintu untuknya. Setelah ia masuk, aku pun langsung masuk ke mobil dan duduk di kursi kemudi.

Lihat saja Appa... Kau pasti membatalkan perjodohan ini. Haha...

.

~Yesung POV END~


~Normal POV~

.

Setelah asyik dengan kegiatan "Ayo memandangi wajah cantik di depanmu", Yesung mengemudikan mobil menuju rumahnya dengan jantung yang berdebar aneh. Ia pun tidak berani menatap Yeoja yang ada di sampingnya itu.

"Apa-apaan ini...?" pikirnya.

Tidak lama kemudian, mereka tiba di rumah Yesung.

Yesung membawa Ryeowook ke ruang tengah dan duduk di sana.

"Tunggu sebentar, ne...? Aku akan memenggil Appa-ku dulu..." kata Yesung seraya tersenyum kikuk.

"Ne..." jawab Ryeowook tak kalah gugupnya.

Yesung pun menaiki tangga menuju lantai dua. Tidak lama kemudian, ia kembali dan duduk di samping Ryeowook.

"Jangan gugup seperti itu, santai saja..." ujarnya yang melihat wajah gugup Ryeowook.

"Ne..."

Tak, tak, tak...

Ryeowook mengalihkan pandangan ke arah tangga. Terlihat seorang Namja paruh baya seusia Appa-nya menuruni tangga dan menghampiri mereka.

Appa Yesung duduk di kursi utama di depan mereka berdua. Terlihat ia tersenyum, eh, tepatnya menyeringai. Hei,apa mataku yang bermasalah atau aku memang melihat Appa Yesung Oppa tersenyum aneh ke arahku...? Kenapa Appa Yesung Oppa tersenyum seperti itu...?, pikir Ryeowook.

"Jadi, ini Yeojachingu-mu, Yesung...?" tanya Appa Yesung kepada Yesung.

"Ne, Appa..."

.

~Normal POV End~

.

.

~Yesung POV~

.

"Ne, Appa..."

"Hahaha...!" Eh, kenapa Appa tertawa...?

"Appa...? Kenapa Appa tertawa...?" tanyaku seraya mengkerutkan dahiku.

"Haha...! Kau tahu siapa Yeoja ini...?" tanya Appa dengan tawa yang masih keluar dari mulutnya.

"Ani, Appa... Siapa dia...?." Sungguh, aku tidak mengerti dengan apa yang Appa katakan.

"Apa kau benar-benar sudah bertemu dengan Yeoja yang dijodohkan padamu, Yesung...?"

"Tentu saja, Appa. Waeyo...?"

"Haha... Dia adalah..."

.

.

.

TBC


Chapter 4 udah Update...

Author baru selesai US, jadi baru sempat Update...

Owh, ya untuk chapter berikutnya mungkin agak sedikit lama, soalnya beberapa minggu ke depan Author akan lebih fokus untuk UN...

Tapi kalau Review-nya banyak, mungkin Author akan mempertimbangkan untuk Update secepatnya...

Gomawo buat yang setia Review...

Untuk Silent Reader, jangan lupa Review ne kalau mau update cepat...

Chapter2 berikutnya akan lebih banyak hal seru lho...!

.

.

Miss Evil