Judul : Arranged Marriage

Cast : Yewook & Other Cast seiring jalannya cerita

Rate : T

Genre : Romance, Drama, etc

.

.

Selamat membaca...

.

.

.

"Tentu saja, Appa. Waeyo...?"

"Haha... Dia adalah..."

.

.

.

Chapter 5

.

.

.

"Haha... Dia adalah Yeoja yang akan di jodohkan denganmu Yesung..."

1 detik..., 2 detik..., 3 detik... Ku coba untuk mencerna perkataan Appa dan...

"Mwo...?! Apa yang Appa katakan...?!"

"Haha... Yesung..., Yesung... Sekarang Appa tahu, kemarin kau tidak ke Cafe seperti yang Appa perintahkan kepadamu, kan...? Kau pergi kemana, eoh...?"

Astaga...! Aku benar-benar terkejut dengan semua ini...!

"A, ak, aku..., aku pergi bersama teman-temanku..."

"Sudah Apa duga, kau pasti seperti itu. Haha..."

Hah..! Tamat riwayatku...!

~Yesung POV End~

.

.

.

~Ryeowook POV~

.

Mwo...?! Yang di jodohkan denganku adalah Yesung Oppa...?! Tunggu, tunggu..., bukankah yang dijodohkan denganku itu Donghae Oppa...? Lalu kenapa Appa Yesung Oppa bisa berkata seperti itu...? Arrgghhh...! Aku benar-benar pusing...!

"Tunggu, Mianhae sebelumnya Abeoji, mungkin Abeoji salah orang. Yang di jodohkan denganku itu seseorang bernama Donghae Oppa..." Oopps...! Apa yang ku katakan tadi...? Bukankah dengan perkataanku tadi secara tidak langsung aku mengatakan bahwa aku dan Yesung Oppa berbohong tentang hubungan kami. Aigoo... Ketahuan...!

"Ckckck... Yesung, coba kau jelaskan sekarang..." Ku lihat Appa Yesung Oppa menyeringai.

"Ng, itu..., mm..., sebenarnya..., aku kemarin meminta Donghae untuk menggantikanku bertemu dengannya..."

.

.

`-`-`Flashback`-`-`

.

.

"Yeoboseyo...?"

"Yeoboseyo... Ada apa Yesung...?"

"Eottohke...?"

"Owh, masalah Yeoja itu...? Beres, sudah ku atasi. Kebetulan aku mengenalnya dan dia juga mengenalku..."

"Owh..., begitu... Gomawo, untuk bantuanmu..."

"Cheonma..."

"Ne, phay..."

"Phay..."

.

.

`-`-`Flashback End`-`-`

.

.

Mwo...?! Yesung Oppa menyuruh Donghae Oppa berpura-pura sebagai orang yang dijodohkan denganku...? Oke, aku benar-benar syok sekarang.

"Ja, jadi..., yang di jodohkan denganku itu adalah... Yesung Oppa...?" tanyaku seperti orang bodoh untuk meyakinkan diriku.

"Ne, Wookie. Dan melihat kalian sudah pacaran, tampaknya perjodohan ini akan tetap berlanjut..."

"Ta, tapi Appa... Kami..., kami tidak..."

"Tidak apa Yesung...?"

"Kami..., kami tidak pacaran Appa... Ka, kami hanya... berpura-pura..." Ku lihat Yesung Oppa menunduk. Aigoo..., masalah ini semakin rumit.

"Haha... Gwaenchana. Yang pasti perjodohan ini tetap berlanjut."

"Tapi Appa..."

"Tidak ada tapi-tapian Yesung. Kau sudah terlalu sering membantah Appa."

"Hmmhh..." terdengar helaan nafas Yesung Oppa yang berat. Sepertinya ia sangat tertekan. "Baiklah Appa..." jawabnya pasrah lebih tepatnya terpaksa.

Entah kenapa sedikit terbesit rasa sakit yang aneh di dadaku melihat Yesung Oppa seperti itu. Aku tidak tahu kenapa...

Tuhan..., apa lagi yang kau rencanakan untukku...?

.

~Ryeowook POV End~


~Normal POV~

.

Setelah kejadian yang tak terduga itu, Yesung mengantarkan Ryeowook pulang ke rumahnya. Sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam, sibuk dengan pikiran mereka sendiri. Terkejut, heran, dan bingung, tergambar jelas di wajah keduanya.

Tidak lama kemudian, mereka tiba di rumah Ryeoowook.

Yesung pun membukakan pintu mobil untuk Ryeowook.

"A, aku benar-benar tidak menyangka semua ini akan seperti ini..." Ujar Yesung

"Aku juga..." jawab Ryeowook. " Ternyata kau adalah Namja yang selama ini dijodohkan denganku..."

"Dan kau adalah Yeoja yang dijodohkan denganku. Aku bingung dengan orang tua kita, bisa-bisanya mereka melakukan hal ini tanpa persetujuan kita."

"Eomma ku bilang, ini adalah perjanjian mereka semasa kuliah dulu. Dan tampaknya kita tidak bisa lepas dari perjodohan ini..."

"Hmmh, sepertinya begitu... Mm, Wookie, aku harus pulang. Gomawo, untuk bantuanmu..."

"Ne, bantuan yang sia-sia sepertinya..." jawab Ryeowook seraya berusaha untuk tersenyum.

"Hehe..., baiklah, aku pulang dulu... Phay"

"Phay..."

.

Yesung pun melaju dengan mobilnya setelah sebelumnya melambai kepada Ryeowook. Setelah mobil itu menghilang, Ryeowook melangkahkan kakinya dengan gontai menuju rumahnya.

Teet...Teet...

"Tunggu sebentar...!" teriak seseorang dari dalam rumah yang tidak lain adalah Eommanya. "Chagi, kau sudah pulang... Aigoo..., kenapa wajahmu kusut seperti itu...?"

"Aniyo Eomma..."cicit Ryeowook.

"Duduklah, ceritakan pada Eomma..." kata Eomma Ryeowook seraya menuntunnya ke sofa. "Apa yang terjadi Wookie...?"

"Hmmh..."

"Kau kenapa...? Owh, ne, sebelum Eomma lupa, kau mengatakan nama Namjachingu-mu itu adalah Yesung, kan...? Sebenarnya nama Namja yang di jodohkan padamu itu adalah Yesung, tepatnya Kim Yesung..."

"Hmmh... Itulah masalahnya, Eomma..."

"Mwo...? Eomma tidak mengerti..."

Ryeowook akhirnya menceritakan semuanya, dari pertama kali ia bertemu Yesung, tentang rencana Yesung, dan tentang perjanjian mereka.

"Aigoo, apa yang kalian lakukan... Eomma benar-benar tidak menyangka kau akan seperti itu Wookie..., membohongi Eomma..."

"Mianhae Eomma, aku tidak bermaksud seperti itu... Aku hanya tidak ingin dijodohkan..."

"Hmmm, Ne, baiklah... Eomma memaafkanmu. Ini juga bukan sepenuhnya kesalahanmu. Jangan kau ulangi, ne..."

"Ne, Eomma... Gomawo..."

"Sekarang istirahatlah... Kau pasti lelah. Tapi sebelumnya jangan lupa ganti bajumu, sikat gigi, bla bla bla dan bla bla bla serta jangan lupa bla bla bla..." #Dan Author juga bla bla bla...! *plakk...!

"Aigoo Eomma... Aku tahu, sudah ku bilang aku bukan anak kecil..." ujar Ryeowook seraya menuju kamarnya.

"Haha... Bagi Eomma kau tetap Si Aegyo Eomma...! Hehe..." teriak Eomma Ryeowook.

"Aishh... Eomma, berhenti memanggilku dengan panggilan itu...! Aku tidak suka...!" balas Ryeowook sambil berteriak.

"Haha... Baiklah... Tapi, untuk berikutnya Eomma tidak bisa berjanji untuk tidak memanggilmu seperti itu...!"

"Eommaaaaaa...!"

"Haha..."

.

~Normal POV End~


~Yesung POV~

.

Hah..., aku harus kemana sekarang...? Jika pulang ke rumah, Appa pasti bertanya macam-macam kepadaku. Ah, aku ke rumah Donghae saja.

.

"Yeoboseyo..?"

"Yeoboseyo, ada apa Yesung...?"

"Apa kau ada di apartement-mu...?"
"Ne..., Waeyo...?"

"Aku akan ke sana. Pikiranku sedang kacau sekarang"

"Yang benar saja, jam berapa sekarang ini...?!"

"Aku sudah di depan apartement-mu..."
"Mwo...?! Aisshh...! Baiklah...!"

.

Tut, tut, tuut...

.

.

Teeettt..., teeettt...

Aisshh, lama sekali dia membuka pintu.

"Ne, ne...! Tunggu sebentar...!"

Ceklek...

"Masuklah..."
Ku lihat Donghae tampak begitu kusut. Ku tebak ia pasti sudah tidur tadi.

"Apa kau sudah tidur...?" tanyaku seraya duduk di sofa.

"Seperti yang kau lihat..." jawabnya malas dan menghempaskankan pantat ke sofa.

"Mianhae mengganggumu..."

"Aku harap kau punya cerita yang tepat untuk alasan mengapa kau membangunkanku dan ke rumahku pada jam seperti ini..."

"Aku akan cerita, tapi sebelumnya buatkan aku segelas Cappucino dahulu..."
"Aisshh...! Bocah ini, kau kira aku pembantumu, Eoh...?!"

"Sudahlah, buatkan saja. Jika tidak, aku tidak akan cerita..."

"Aisshhh, Ne, ne...!"

Haha, sekali-sekali mengerjai Donghae tidak apa-apa, kan..?

"Ini..." cepat juga ia membuat Cappucino. "Sekarang ceritakan..."

"Haaaahhhh... Tentang perjodohanku..."kataku memulai bercerita setelah menyeruput Cappucino buatan Donghae.

"Apa yeng terjadi...?"

"Appa-ku sudah mengetahuinya..."

"Maksudmu...?"

"Ne, tentang aku berbohong padanya bahwa aku memiliki Yeojachingu dan tentang aku yang menyuruhmu menggantikanku bertemu Yeoja itu..."

"Mwo...?! Tapi..., kenapa bisa...?" ku lihat ia meneguk Cappucinno-nya.

"Karena... Yeoja yang di jodohkan denganku itu ternyata adalah... Ryeowook..., Kim Ryewook..."

"Mwo...?!"

Bruussshhhh...! Ku rasakan wajahku hangat oleh Cappucino yang menyembur dari mulut Donghae.

"Ya'...! Apa yang kau lakukan Lee Donghae...! Aisshh...! Kau lihat sekarang, baju dan wajah tampanku kotor karena perbuatanmu...!"

"Aaa... Mianhae... Tunggu, tampan...? Hoeeeekkkk..." Ku lihat ia memasang wajah ingin muntah. Sialan...!

"Aissh...! Minjam bajumu...! Aku tidak mungkin pulang dengan keadaan seperti ini..."

"Kau lihat sendiri di lemariku, Haha..."

"Sialan kau...!"

Ku bongkar isi lemari pakaian Donghae, dan akhirnya ku temukan baju yang cocok denganku.

"Sekarang ceritakan padaku bagaimana bisa semua menjadi seperti ini..." ujar Donghae ketika aku kembali mendudukan diriku di sofa.

"Yah, seperti yang kau ketahui, malam ini aku mengajak Wookie ke rumahku untuk memperkenalkannya kepada Appa sebagai Yeojachingu-ku. Tetapi ternyata semua tidak seperti yang ku perkirakan. Argghhh...! Aku sendiri bingung kenapa bisa kebetulan seperti ini..." ku acak rambutku sebagai pelampiasan rasa kesal.

"Haha, bukankah itu berarti kalian benar berjodoh..."

"Hah..., tapi aku tidak suka di jodohkan..."

"Hei, lihat sisi baiknya, Wookie itu cantik walaupun yah... bisa di bilang dia itu berpenampilan seperti Namja alias tomboy, ia anak orang terpandang sama sepertimu, dan ia anak yang baik. Percayalah, aku sangat mengenalnya. Coba kau pikir, apa kurangnya dia..."

"Tapi Hae, aku tidak suka padanya..."

"Maksudmu...?"

"Aku tidak memiliki perasaan padanya..."

"Ah, itu masalah mudah. Jalani saja dulu. Rasa itu akan muncul dengan sendirinya."

"Hae, seperti yang kau tau, aku sulit untuk suka dengan Yeoja. Kau lihat saja sampai sekarang aku masih belum memiliki Yeojachingu. Aku tidak yakin rasa itu akan muncul begitu saja..."

"Hei, jangan pesimis seperti itu. Sudah ku bilang jalani saja dulu."

"Ya ku akui, kalau aku..." Apa ku beritahu saja tentang yang ku rasakan tadi saat menjemput Wookie...?

"Mwo...?"

"Ah, sudahlah tidak penting..." Tapi, sudahlah, dia malah akan mengejekku nanti.

"Ya', kau suka sekali menggantung perkataanmu...!"

"Sudahlah, lupakan saja."

"Ne, ne..."

Haahhh..., apa yang akan ku lakukan untuk berikutnya...? Aku sangat bingung. Otak ku benar-benar tidak bisa dia ajak kompromi sekarang. Aku...

"Aku tahu bagaimana cara membuat kau menyukai Wookie..." Tiba-tiba ku dengar suara Donghae yang mengalihkan pikiranku.

"Mwo...? Eottohkke...?"

"Rahasia..." ku lihat seringai terpampang jelas di wajahnya.

"Ya' kau...! Apa maksudmu rahasia...?! Beritahu aku...!"

"Kalau ku beritahu padamu ini tidak akan berhasil. Yang pasti, untuk ke depannya kau pasti akan selalu bersama Wookie karena perjodohan ini."

"Kalau itu aku tahu. Sudahlah, beritahu saja rencanamu itu..."

"Never...! Haha...!"

Eommo...! Bocah ini sungguh menyebalkan...!

.

~Yesung POV End~


~Someone POV~

.

Every single day I try jeongmal geoui da wasseo...

We get closer to a good time siryeondeure say goodbye...

.

"Yeoboseyo... Ada apa Appa...?"

". . . . . . . ."

"Mwo...?! Pindah ke Korea...?! Untuk apa Appa...?! Jangan mengada-ada..."

". . . . . . . ."

"Mwo..?! Untuk mengurus bocah yang sudah sebesar itu...?! Yang benar saja... Sekolahku di sini bagaimana...?"

". . . . . . . ."

"Besok pagi...?! Eommo... Kenapa tergesa-gesa sekali...?"

". . . . . . . ."

"Tapi Appa..."

". . . . . . . ."

"Huh, ne, ne... Appaku tersayang...!"

". . . . . . . ."

"Ne, phay..."

.

Tut, tut, tuut...

.

~Someone POV End~


~Normal POV~

.

Yesung akhirnya pulang ke rumahnya setelah berkunjung ke rumah Donghae.

"Aku pulang..."

"Duduklah. Appa ingin bicara denganmu..."

"Ada apa Appa...?"

"Untuk memastikan kau berhubungan baik dengan Wookie, Appa menyuruh Dongsaeng-mu pulang ke Korea dan pindah ke sekolahmu, untuk mengawasimu..."

"Mwo...?! Appa..., yang benar saja..."

"Appa sudah membelikannya tiket penerbangan ke Seoul untuk penerbangan pertama. Besok hari minggu, pagi-pagi kau jemput dia di Bandara..."

"Aaaa... Appa..., kenapa Appa berlebihan sekali...? Ini malah akan menjadi bahan bocah itu untuk memperolokku..."
"Itu karena kau tidak bisa di percaya, Yesung. Sudahlah, Appa tidak ingin dengar bantahanmu."

Laksanakan saja apa yang Appa minta. Itu untuk kebaikanmu juga..."

"Huh, kebaikkanku...? Yang benar untuk perjanjian konyol Appa itu..."

"Dasar kau...!"

"Sudahlah Appa, aku ingin istirahat..."

"Ne, istirahatlah... Besok pagi kau harus menjemput Dongsaengmu itu..."

.

~Normal POV End~

.

.

.

~Yesung POV~

.

Kenapa Appa bersusah-susah menyuruh bocah itu pulang ke sini untuk mengawasiku...? Yang ada di malah memperolokku nanti. Haaahh..., aku tidak mengerti dengan pikiran Appa. Dia tidak perlu menyuruh anak itu untuk mengawasiku. Bukan kah dia sendiri tahu, bahwa bagaimana pun aku mengindar, aku tetap tidak bisa lepas dari perjodohan konyol ini. Arrghhh...! Bocah itu hanya menambah masalahku saja...!

"Awas saja kalau kau menambah masalahku, ..."

.

.

.

TBC


Author udah menuhin janji buat Update chapter 5 ini, walau pun bukan Update kilat...

2 minggu terakhir ini adalah masa-masa berat bagi Author...

Curhat dikit yah...

Baru selesai UAS, Appa Author sakit & masuk k RS...

Seminggu kemudian, beliau pulang ke rumah karena udah aga' baikkan...

Eh, pas malamnya, Eomma Author malah di tabrak motor lagi, untung aja gx parah, hanya luka lecet+lebam aja...

Pikiran Author jadi kacau banget, makanya baru bisa Update sekarang...

Gomawo yang udah Review, karena Review kalian lah Author usahain untuk lanjutin FF ini...

Review yang banyak lagi ne, biar Author semangat untuk lanjutin chapter2 berikutnya...

.

Owh ne, kira2 siapa yang menjadi Dongsaeng'x Yeppa...?

Ada yang bisa menebak gx...?

Ayo, coba tebak... ^^

.

.

Miss Evil