Chapter 6 : sleeping over? ( III )

Lynn: Balas review!

To Kyoura Kagamine : woah... jangan dulu! Wah? Beneran? Makasih! Yup! Memang bener Rin dari jaman dulu dan ya... Rin harus di bunuh sama dan ya lagi! Hehe kalau soal itu lihat aja ceritanya okee? Hehe itu juga rahasia negara gitu... oke makasih atas review nya!

To Rani Konako : Jangan dulu! Adegan maafhentaimaaf nya nunggu dulu sampai ke masa lalunya Rin! Karena Rin nggak mungkin bisa melakukan itu dengan . oh ya? Makasih ata reviewnya minna~

Lynn: yup selesai! Sekarang, Lenny~

Len : ya?

Lynn : belakangan ini aku melakukan riset tersendiri tentang diri mu Len.

Len : Lalu?

Lynn : dan... ternyata baik dengan baju mu di act 1 dan act 2 lalu di project diva hampir semua baju mu melebar ke bawah. Dan itu artinya... ahempantatahem mu lebih besar dari dada mu. Dan bentuk badan mu seharusnya di miliki oleh seorang wanita, atau kau jangan-jangan...

Len : ap.. apa! *langsung ngeluarin pistol dari yandelenka dan menembak Lynn

Lynn : Kyaaa! * kabur dan di ikuti Len yang terus menembaki Lynn

Rue : Karena Lynn nggak bisa ngebacain disclaimer maka aku yang membaca :

DISCLAIMER : LYNN NGGAK AKAN PUNYA VOCALOID.

WARNING : ADA OC, GAJE, TYPO, MISS TYPO, DLL.

DON'T LIKE? DON'T READ!

AUTHOR BUTA RATE

Rue : selamat membaca


"Eh? !"

.

.

.


Len POV


"Selamat pagi!" seru ku asal.

"Oh! Selamat pagi Len!" seru Dell membalas sapaan ku.

"Yo! Met pagi Len! Met pagi... Rin?" balas Kaito sambil melihat bagian bawah ku alias Rin.

"Sel... mph! Mat... hmp! Pah... hmp! Gih! Hik..." balas Rin sambil menahan tawa?

"Rinrin! Pagi! Eh? Kamu kenapa?" tanya Miku sambil menunduk.

"A... hmp! Hihi... ku! Bah... hik! Bahik! Saj... jah! Hmp! Puh..." jawab Rin tersengal dan mencoba untuk berdiri. Sebenarnya sejak tadi, yah lebih tepatnya ketika aku bangun tidur aku terus menyeret Rin dari kamar tidur ku, ke kantin dan ke kelas. Rin terus ku seret dalam keadaan terduduk dan menghadap belakang. Sehingga tangan kanan ku terasa sakit.

"Bruk!"

"Aduh!" seru ku kesakitan.

"Eh? Rin!" seru Miku kaget melihat Rin jatuh dengan tubuh yang terus bergetar menahan tawa?

"Rin kamu kenapa? !" seru Miku lagi panik.

"Ak ak ku... puh! Hmp!" jawab Rin aneh.

"Hei-hei Rin kamu kenapa?" tanya Kaito ikut-ikut.

"Sepertinya Rin makan jamur beracun nih..." ujar Dell asal sambil memperhatikan Rin yang membungkuk sehingga terlihat seperti bola di lantai sambil memegangi perutnya yang sepertinya sakit. Sementara tangan kirinya melayang bersama tangan kananku

"APA! ? RIN! KAMU MAKAN JAMUR BERACUN! ?" seru Miku panik + kaget.

"Ah... aku... ti... tih... dak! Uhuk! Per... nah! Makan! Uhuk! Jamur ber... uhuk! Ak... ku... nggak... TAHAN! HMP! HYAHAHAHAHAHAHAHA!" jerit Rin sambil tertawa lepas. Err, mungkin terlalu lepas.

Sambil berguling-guling, terpaksa aku mengikutinya. Sambil terus memandanginya aneh. Begitu pula Miku, Kaito dan Dell.

"HYAHAHAHAHAHA!" tawa Rin lagi lebih keras. Untunglah baru ada aku, Miku, Kaito dan Dell di kelas.


Rin POV


"Ah... aku... ti... tih... dak! Uhuk! Per... nah! Makan! Uhuk! Jamur ber... uhuk! Ak... ku... nggak... TAHAN! HMP! HYAHAHAHAHAHAHAHA!" jerit ku tak tertahankan sambil berguling-guling di lantai yang dingin.

"HYAHAHAHAHAHA!" tawa ku lagi lebih keras.

"Rin! Kamu kenapa! ?" tanya Miku khawatir. Karena kasihan aku memaksakan diri ku untuk bisa duduk. Dengan tangan yang terus bergetar karena menahan tawa. Ku keluarkan hp ku dari saku dan sambil menahan tawa sekuat tenaga.

Ku tekan tombol hp ku dengan cepat menuju folder yang ada video tadi malam yang di rekam oleh Ru-sensei. Sementara aku hanya bisa menahan tawa.

Ku serahkan hp ku ke Miku yang di kelilingi oleh Dell di kiri Miku dan Kaito di kanan Miku.

"Ini apa Rin?" tanya Miku.

"MPH! MAINKAN SAJA! HYAAHAHAHA! UHUK!" jerit ku sambil terbatuk-batuk.

"?" tanda tanya pun muncul di luar kepala Len, Miku, Kaito dan Dell.


Normal POV


Flashback


"EH? !"

"Srek srek"

"Kenapa dengan anak itu! ?" seru Rin kaget. Sambil melihat pinggul Len yang bergoyang-goyang.

"... Rin, pinjam hp mu" ujar Rue.

"Untuk apa?" tanya Rin sambil menyerahkan hpnya ke Ru-sensei. Ru-sensei pun segera merekam gerakan-gerakan pinggul Len yang eksotis?

"Merekam Len, ssst!" seru Ru-sensei sambil mengisyaratkan Rin diam dengan jari telunjuknya di mulutnya. Rin pun hanya mengikuti perintah Ru-sensei. Karena bingung Rin pun melihat Len yang menari-nari dengan eksotis? Tiba-tiba...

"PRETTY CURE A! PRETTY CURE A! PRETTY CURE A! PRETTY CURE A! PRETTY CURE A! PRETTY CURE A! PRETTY CURE A! PRETTY CURE A! PRETTY CURE A! PRETTY CURE A!" jerit (nyanyi) Len tanpa sadar.

"EH? ! Len... ia MENDENGKUR! ?" seru Rin kaget.

"SSST!" seru Ru-sensei sambil mengisyaratkan Rin dengan gerakannya tadi.

Namun Len bukannya terbangun dari seruan Rin dan Ru-sensei ia justru makin menggila.

"PRETTY CURE A! PRETTY CURE A! PRETTY CURE A! PRETTY CURE A! PRETTY CURE A! PRETTY CURE A! PRETTY CURE A! PRETTY CURE A! PRETTY CURE A! PRETTY CURE A!" jerit (nyanyi) Len lebih keras. Selain itu badan Len juga bergoyang-goyang lebih eksotis! Bukan hanya pinggul Len yang bergoyang-goyang ke kanan dan ke kiri, tangan Len juga bergoyang-goyang (?) mengikuti gerakan pinggul Len. Sementara itu mulut Rin menganga lebar dan Ru-sensei sendiri terlihat biasa saja sambil terus merekam kejadian ini. Tiba-tiba...

"Brak!" Len tiba-tiba berdiri di kasurnya sehingga Rin sedikit tertarik lengan kirinya, sementara Ru-sensei sendiri mengikuti gerakan Rin agar terlihat Rin yang merekamnya.

"PRETTY CURE A! PRETTY CURE A! PRETTY CURE A!" jerit (nyanyi) Len lagi sambil bergoyang-goyang, namun Len masih tidak sadar. Sementara itu Rin harus berusaha sekuat tenaga agar tidak tertawa. Namun, Len makin tidak terkendali. Len menari dengan pinggul yang berputar-putar seperti bor sementara lengan kirinya terangkat ke atas dan telapak tangan Len berputar-putar seperti sedang mengulek.

"Apa yang... Puh! Hmp!" seru Rin tertahan karena ingat akan ucapan Ru-sensei.

"Ha... Rin maaf" bisik Ru-sensei pelan dan menjentikan jarinya. Sehingga seluruh tubuh Rin membatu dan mulutnya tertutup rapat. Kecuali kaki.

"Ru-sensei..." bisik Rin dengan memaksa mulutnya untuk berbicara.

"Maaf Rin untuk sementara ini kau kuikat dengan sihir" bisik Ru-sensei. Rin pun hanya bisa diam setelah itu dan melihat gerakan-gerakan eksotis Len yang dilakukannya tanpa sadar. Rin sangat ingin tertawa saat itu namun tidak bisa, selain sihir Ru-sensei yang membuatnya tidak bisa bergerak dan berbicara, Rin juga ingin menjaga imegnya di depan Ru-sensei.

Gerakan-gerakan Len pun makin lama makin menggila, sehingga ruangan yang dingin jadi terasa panas.

"PRETTY CURE A! PRETTY CURE A!" jerit (nyanyi) Len sambil berputar-putar di atas kasur sehingga Rin pun mengikutinya berputar-putar. Dan Ru-sensei pun mengikuti gerakan Rin.

"PRETTY CURE A!" jerit (nyanyi) Len mengakhiri tarian serta nyanyiannya yang dilakukannya tanpa sadar tadi selama kurang lebih sepuluh menit. Dan terjatuhlah Len ke kasurnya dan tertidur kembali dengan mulut yang terbuka. Untunglah katika Len jatuh, ia terjatuh ke tempatnya semula sebelum menari. Sehingga Rin pun terjatuh ke sofa panjang yang ditarik/seret/dorong oleh Rin dan Len sebelum mereka tidur.

"Terima kasih" ucap Len dengan gaya seorang Roma Irama yang mengangkat lengan kirinya dan...

"Bruk!"

"Tik"

"Nih Rin, nanti perlihatkan pada Miku dan yang lainnya ya?" ujar Ru-sensei sambil menyerahkan hp Rin yang sudah tertutup.

"... Tunggu dulu, sepertinya harus di back-up nih. Pindahkan ke hp mu yang satunya" perintah Ru-sensei. Tubuh Rin yang tadinya membatu bergerak sendiri sesuai dengan perintah Ru-sensei.

Setelah video itu di back-up di hp Rin yang satunya~

"Baiklah... selanjutnya kau harus berusaha sendiri menahan semua tawa mu" ucap Ru-sensei, Ru-sensei pun menjentikan jarinya dan segera menghilang yang kemudian di gantikan oleh debu.

"Mft! Mft! Hmp! Hik!" rintih Rin menahan tawa sambil memukul-mukul sofa malang Len.

Pagi harinya~

"Kriiiing!" seru jam alarm milik Len.

"Huam!" seru Len sambil menguap. Dan ia-pun mengangkat tubuhnya agar duduk di kasur.

"Hei Rin sudah pagi!" seru Len asal, sambil melihat Rin yang memunggunginya. Namun ketika Rin mendengar suara Len ia mulai merintih. Namun buka karena kesakitan.

"?"


End of flashback


"?"

"..."

"..."

"..."

"HYAHAHAHAHA! UHUK-UHUK! HAHAHAHA!" tawa Rin masih terdengar.

"Hei... kalian apa yang kalian tonton?" tanya Len bingung. Dell pun mengambil hp Rin dari tangan Miku yang membatu. Dan segera menyerahkannya pada Len yang kebingungan.

"Len... kamu... pss!" ucap tertatahan Dell yang di sambut tawa Miku dan Kaito.

"Kyahahahahaha!"

"Gyahahahahaha!"

"Ps... hmp! Hahahahahaha!" tawa mereka bertiga-pun pecah meninggalkan Len yang kebingungan. Len pun melihat hp Rin dan memainkan video yang tadi di tonton oleh miku, Kaito dan Dell.

"Pretty cure A! Pretty cure A! Pretty cure A!" seru Len dari hp Rin. Seketika itu muka Len memerah. Semerah buah apel yang baru saja di petik dari pohonnya dan...

"Brak!" Len membanting hp Rin keras-keras.

"BERHENTI TERTAWA!" teriak Len marah. Namun Rin, Miku, Kaito dan Dell tidak bisa berhenti tertawa, membuat Len makin memerah karena marah.

"HENTIKAN!" teriak Len lagi yang membuat beberapa siswa datang karena teriakan Len dan tawa Rin, Miku, Kaito dan Dell. Ternyata bukan hanya siswa yang datang, beberapa guru juga berdatangan.

"Kagamine-kun! Ada apa dengan Yuzune-san, Hatsune-san, Shion-kun dan Honne-kun? !" tanya Gakupo-sensei. Namun Len tidak mereseponnya. Ia justru berteriak agar Rin, Miku, Kaito dan Dell berhenti tertawa.

"HENTIKAN! BERHENTI TERTAWA!" teriak Len lagi.

"Ya ampun... ya sudah, kalau seperti ini sepertinya susah sensei..." ujar Luka-sensei pada Gakupo-sensei, Kiyoteru-sensei, dan Kasane Ted dan Teto-sensei.

"Terpaksa... aku, Kiyoteru-san dan Kasane Ted-san akan menggendong Hatsune-san, Shion-kun dan Honne-kun ke UKS!" seru Gakupo-sensei pada Kiyoteru-sensei, dan Kasane Ted-sensei.

"Hai" jawab mereka berdua.

"Lalu Yuzune-san bagaimana?" tanya Kasane Teto-sensei.

"Yah... karena tangan kanan Kagamine-kun dan tangan kiri Yuzune-san ter lem jadi... KAGAMINE-KUN! KAU HARUS MENGGENDONG YUZUNE-SAN KE UKS! SEKARANG!" bentak Gakupo-sensei lantang, membuat Len yang tadinya berteriak-teriak agar Rin, Miku, Kaito dan Dell berhenti tertawa berhenti, dan segera mengangguk.


Singkat cerita~


Rin, Miku, Kaito dan Dell dalam keadaan masih tertawa keras akhirnya di bawa ke UKS dan segera di periksa oleh Kasane Teto-sensei. Namun, dugaan Teto-sensei yang mengira mereka makan semacam jamur beracun salah. Sehingga Teto-sensei terpaksa menyerah dan meninggalkan UKS seperti tidak pernah terjadi apa-apa (Lynn : guru kesehatan macam apa itu! ?) namun di dalam UKS masih terdengar tawa mereka berempat. Sementara Len sendiri sudah menyerah untuk meminta mereka berhenti tertawa. Sehingga ia hanya duduk disamping kiri kasur UKS yang di tempati Rin yang tertawa.

Setelah 1 jam tertawa~

"Uhuk-uhuk! A-aku ng-nggak kuat tertawa lagi..." keluh Miku dengan suara serak.

"Si... uhuk! Siapa... uhuk! Sangka... kalau... si... hebat... Len... Kagamine... suka... menyanyikan... lagu... anime... perempuan... itu..." ujar Kaito terputus-putus.

"Ya... maksudku... PRETTY CURE A! Gyahahahaha!" ejek Dell sambil tertawa lagi bersama dengan Rin, Miku, dan Kaito. Sementara Len hanya bisa memandang Dell marah.

"Kyahahahaha! Aduh! Perutku! Uhuk! Ha... ha... Rin... kasihan sekali kau..." ujar Miku.

"Yah... k-kau benar Miku... sumber... tertawaku tepat di... Hyahahahaha!" ledak Rin yang di sambut tatapan kasihan Miku, Kaito dan Dell. Sementara Len sudah berkeringat menahan marah. Tiba-tiba...

"Hentikan! Sudah cukup! Memangnya salah aku suka dengan anime itu! ?" bentak Len sambil berdiri. Sehingga kursi yang Len duduki terdorong ke belakakang dan terbanting.

"Ya!" jawab Rin, Miku, Kaito dan Dell bersamaan.

"Ukh!"

"Kau... uhuk! Sudah... empat belas uhuk! Tapi... suka anime macam itu... selain itu... uhuk! Itu untuk anak kecil perempuan... uhuk!" ucap Dell terbatuk-batuk. Entah karena marah atau atau apa Len berlari ke kasur Dell dengan kecepatan inhuman dan menggenggam kerah Dell dengan tangan kanannya.

"Dell! Kamu..."

Tunggu, tangan kanannya? Len pun menengok ke belakang dan benar saja tangan kanannya sudah terlepas dari tangan kiri Rin! Sepertinya lem itu mengendur dan lepas karena keringat kemarahan Len tadi.

"HORE! TERLEPAS! AKU TERLEPAS DARI RIN!" teriak Len senang setengah mati sambil melompat-lompat.

"Hei! Siapa yang berteriak!" seru Ted-sensei marah. Serempak Rin, Miku, Kaito dan Dell menunjuk Len yang masih berteriak kegirangan.

"Kagamine-kun hentikan teriakan mu itu!" perintah Ted-sensei namun. Bukannya diam Len justru...

"Bruk!"

"Kagamine-kun! Apa-apaan itu! ?" seru Ted-sensei marah sambil melihat punggung Len yang tadi menabraknya berlari pergi masih sambil berteriak kesenangan.

"Horeeeeee!" seru Len kegirangan. Tiba-tiba sekelabakan bayang-bayang masa lalu melintas di benak Len yang sedang berlari.


Flashback


"Hyahahaha! Nee-san coba tangkap aku!" seru Len senang sambil berlari, tiba-tiba ada seutas akar pohon yang bergerak dan menangkap kaki kecil Len. Sehingga...

"Bruk!"

"Itai!"

"Kena kau..." ucap seseorang sambil menyentuh kepala Len kecil yang jatuh karena akar pohon tadi. Segera setelah itu Len berdiri dengan kesal di tambah dengan muka merengut.

"Nee-san curang! Nee-san pakai sihir!" seru Len kecil marah.

"... habisnya, tadi kamu tidak bilang 'tidak boleh pakai sihir' sih" jawab orang itu yang ternyata perempuan berambut pirang lurus panjang sampai pinggang dan di kucir setengah.

"Ukh!" seru Len kecil kesal karena kalah.

"Nee-san harus mengajari ku sihir!" seru Len kecil lagi.

"..."

"? Kenapa Nee-san?" tanya Len kecil.

"Maaf Len kau harus menunggu dulu untuk bisa belajar sihir" jawab perempuan itu lemah.

"?"


End of flashback


"Eh? Apa itu tadi?" tanya Len pada dirinya sendiri.

"Sihir?"

"..."

"... ah sudah lah! Yang penting... aku terbebas dari RIN! HORE!" seru Len senang. Namun di bagian hatinya yang terdalam terdapat sedikit rasa kesal karena secepat itu tangan mereka berpisah, lagi.

Skip time~ makan malam.

"Ayo Rin, Miku kita ke kantin!" ajak Gumi. Namun hanya Miku yang bangun dan duduk di pinggir kasur UKS.

Sementara Kaito dan Dell sudah keluar dari UKS satu jam yang lalu karena tawa mereka sudah berhenti dan perut mereka sudah tidak terasa sakit lagi akibat terlalu banyak tertawa. Namun suara mereka berempat menjadi serak.

"I... iya..." jawab Miku lemah.

"Rin? Kamu tidak makan malam?" tanya Meiko yang juga ikut ke UKS, dan tentu saja Haku juga ikut.

"Ti... dak... pe... rut... ku... ma... sih... sa... kit..." jawab Rin terputus-putus sedikit berbohong.

"Oh baik lah kalau begitu, Miku sebenarnya kalian kenapa sih? Tawa kalian sampai terdengar ke kelas ku lo tadi pagi. Padahal kelas ku jaraknya lumayan jauh dari kelas kalian" tanya Meiko pada Miku.

"Be... sok... se... te... lah uhuk! Serak ku! Hilang..." jawab Miku sedikit terputus-putus dan turun dari kasur UKS. Lalu berjalan ke pintu UKS.

"Rin tidak apa-apa sendirian di UKS?" tanya Haku khawatir. Sementara Rin hanya bisa mengangguk saja.

"Baiklah kalau begitu. Nanti satu jam lagi, aku akan bawakan kamu makanan" kata Meiko sambil sedikit memapah Miku yang hampir terjatuh.

"Ya... terima kasih..." jawab Rin lemah dan pintu UKS pun di tutup.

"Tap... tap... tap..." bunyi langkah kaki yang bergema di lorong sekolah itu mulai menghilang.

"Ru-sensei..." panggil Rin lemah sambil mencoba untuk duduk.

"Ya?" jawab Ru-sensei sambil melayang santai.

"Jadi, ini ya? Masa depan yang kau lihat?" tanya Rin masih lemah.

"Ya, tapi tenang saja kegembiraan mu bukan hanya ini" jawab Ru-sensei saambil melayang dan meletakkan ke dua tangannya di belakang kepalanya dan merebahkan tubuhnya yang sedikit transparan ke salah satu kasur UKS.

"Hah? Maksud mu Len akan menarikan tarian super norak itu lagi?" tanya Rin lagi masih lemah.

"Tidak, bukan itu, lagi pula aku senang melihat mu bisa tertawa dan tersenyum lagi" jawab Ru-sensei misterius.

"Lagipula ada beberapa orang yang ingin melihat mu tersenyum lagi walau orang itu tak terlalu mengingatnya. Iya kan?" kata Ru-sensei sambil melirik ke luar UKS namun tidak memalingkan mukanya sehingga membuat Rin bingung.

"?"

Sementara itu di luar UKS ada sesosok bayangan misterius yang sepertinya sudah mendengar percakapan antara Rin dan Ru-sensei sedari tadi. Karena merasa ketahuan sosok bayangan misterius itu segera berbalik dan meninggalkan UKS dengan diam-diam.

Namun sepertinya Rin sama sekali tidak menyadarinya. Hanya Ru-sensei yang mengetahui siapa sosok itu.

"Ups... sepertinya teman mu Meiko dan Gumi akan datang. Baiklah sampai jumpa" kata Ru-sensei tiba-tiba dan menghilanglah Ru-sensei yang di gantikan oleh abu yang bertebangan, padahal di UKS tak ada jendela yang di buka.

5 menit kemudian~

"Rin! Ini makan malam mu! Dan ini ada jeruk ekstra untuk mu!" seru Meiko yang di ikuti oleh Gumi yang mengekor.

"Terima kasih" jawab Rin.

"Tidak perlu berterima kasih! Kita kan teman!" seru Gumi.

"Iya itu benar!" tambah Meiko.

"Lalu Miku dan Haku ke mana?" tanya Rin.

"Haku mengantarkan Miku ke kamarnya. Karena sepertinya Miku masih sedikit lemah" jawab Gumi di barengi anggukan Meiko.

"Oh... begitu" ucap Rin sambil memakan makanan yang di bawakan Meiko dan Gumi. Setelah makan mereka bertiga pun pergi dari UKS dan ke kamar masing-masing untuk tidur.

Esok paginya~


05.30 a.m


Di depan gerbang Crypton Middle School terdapat sesosok seorang anak kecil yang berdiri tepat di depan gerbang sekolah. Anak kecil itu memakai tas sekolah dasar bewarna merah. Selain itu anak itu terlihat sedikit kesal. Ke dua tangan anak kecil itu terlipat di depan dadanya. Dan anak kecil itu mendengus.

"Huh! Akhirnya sampai juga. Tunggu saja pembalasan ku" guman anak kecil itu sambil menyeringai mengerikan yang mungkin tak pernah di lakukan oleh anak seusianya.

Bersambung...

Lynn : oke chapter 6 selesai minna~ *bisik-bisik

Rue : kamu ngapain Lynn?

Lynn : Kyaa! Rue! Eh? Kyaaa! Maaf Len! *di kejar Len (lagi)

Len : Tunggu! Bukan hanya kau mengatakan aku ini tidak normal secara tidak langsung kau juga membuka aib ku! * sambil menembaki Lynn dengan senjata yang ada di New Millenium

Lynn : Kyaaa! Maaf! Rue! Tolong! Dimana ke stundere-an mu ketika aku membutuhkannya! ?

Rin, Miku, Kaito dan Dell : HAHAHAHAHAHA! * sambil berguling-guling

Rue : ... yah, karena Lynn sudah berkorban nulis ini sambil menghindari tembakan senjata Len tolong di hargai dengan R & R ya...

BOOMM!

Lynn : Kyaaa! * terpental ke langit ke tujuh

Rue : oh... Dadah Lynn *sambil melambaikan tangan