Hem, minna..

Saya akui, semakin kesini. Fanfiction mulai sepi pembaca. Atau memang fic saya yang gaje ini yang kurang diminati pembaca. Yasudahlah. Untuk yang sudah membaca terima kasih yah.. terutama buat fajar jabrik, bad luck raihan, Bromery, Guest, fuyuki fujisaki, qory magfiroh, Nabila, gek, azzaqiyy, andre uchiha, ajie bagas 9 Dan silent reader sekalian.

Saya kasih bocoran sedikit. Cerita ini saya buat mengikuti sejarah Indonesia, hanya saja di bagian awal dan akhir nanti, tapi jalan ceritanya saya buat berbeda, pokoknya sesuai genre lah. dan mulai kelihatan disini pairing yang sesungguhnya.

The Independence Day.

Naruto created by Masashi Kishimoto

Pairing : Naruto.U & Sasuke U.

Genre : Friendship/Adventure/Mystery/Supernatural

Rated : T

Warning : , AU, OOC, Typo, abal, gaje. Alur kesalahan yang tidak disengaja, Dll.

-Don't Like Don't Read-

Sasuke dan Naruto sedang tertidur pulas, Mereka tampak sangat lelah, Mereka lelah bersembunyi selama 16 hari, Mereka begitu lelah dengan penjajahan yang terjadi. Mereka tampak menikmati tidurnya. namun mereka lupa, kejahatan selalu mengelilingi mereka. Awan kelabu masih menutupi siang malam Mereka. Mereka begitu lelah. Hingga Mereka lupa bahwa Prajurit yang di pimpin Panglima Kakuzu telah sampai di pinggir hutan. Panglima yang tak pernah putus tubuhnya, Panglima yang bila terpotong, akan bersatu lagi bagian tubuhnya. Panglima kegelapan. Salah satu dari 7 Panglima yang dulunya adalah Raja Raja yang terkutuk. Raja yang mengingkari janjinya. Raja yang terikat oleh sang Iblis. Raja yang hanya bisa mati bila ditikam jantungnya. Mereka hanya patuh terhadap tuannya. Tobi sang pengikut Iblis penguasa kegelapan.. "perlebar jarak, setiap 2 Orang menyisir 10 meter. Jangan sampai mereka lolos." Kakuzu memerintahkan dan tak pernah ada yang berani membangkang.

"baik Panglima" Prajurit pun semuanya patuh.

Panglima Kakuzu memberi perintah kepada 200 Orang Prajurit yang ia bawa. Para prajurit pun menyebar dan memasuki hutan. Hutan yang juga terkutuk untuk Mereka. Hutan kematian. Yang di ciptakan oleh darah darah nenek moyang pribumi. Hutan yang dibuat untuk memendam tulang tulang para penghianat.

Beruntung bagi Sasuke dan gelapnya malam, para prajurit tidak sadar. Bahwa begitu banyak jebakan yang siap memangsa mereka. satu persatu dari mereka terkena jebakan hutan tersebut. Ada yang tertimpa kayu besar, Ada yang terkena jebakan ke lumpur tanpa dasar. Ada juga yang terkena bom. Tombak. Bahkan ada yang di makan binatang buas..

"hyaaa…"

"kyaaa…"

"aaaakhh.."

Duarrr…

Bunyi ledakan tersebut terdengar di telinga Sasuke. Sasuke pun kaget dan membangunkan Naruto.

"Naruto, bangun.. sepertinya para prajurit telah mengetahui keberadaan kita. Ayo Kita pergi.."Sasuke menggoyangkan badan Naruto.

"hahhk, Aku baru tidur beberapa menit. Bagaimana Mereka bisa tau?" Naruto heran.

"Kau sudah tidur 2 jam bodoh, Aku juga tidak tau, tapi sepertinya tidak ada siapa pun yang tau kita kemari.."

Naruto mengingat ingat dengan keras. Apa yang di katakan orang tuanya dulu."aku ingat, Raja sialan itu mempunyai seorang penyihir, aku tidak heran kalau Mereka tau kita disini. Ayo pergi. Prajurit sepertinya telah mengepung dari arah barat. Arah kita tadi masuk. Kita harus pergi ke arah timur."

Sasuke kaget dengan otak Naruto yang berubah pintar"waw… hebat. Tapi aku tidak setuju kalau kita ke barat. Bukan kita. Tapi kau yang akan kesana."

"kenapa? Rencana apa yang sedang kau pikirkan?"Naruto bingung.

"selama masih ada penyihir itu kita pasti akan terus terlacak."Sasuke mencoba menjelaskan namun Naruto semakin bingung.

Ada sesuatu yang mengganjal di pikiran Sasuke.'sehebat apa penyihir itu sehingga iya tau keberadaan kita.'inner Sasuke.

"lantas, apa yang harus kita lakukan. Dan kenapa aku saja yang pergi, dan kau kemana?"

Sasuke menimang nimang apa yang menjadi ganjalan di pikirannya. "Aku akan menyerahkan diri,"

"hahk, apa Kau sudah gila? Apa kau ingin mati, apa yang ada dipikiranmu hakh,,." Naruto marah, ia bingung, kemudian keheningan pun terjadi. Lama. suara prajurit pun sudah mulai terdengar.

"bila kau pergi, aku tidak yakin bisa bertahan dari semua ini" Naruto mengatakannya sambil merenung.

Sasuke pun merasa bersalah, namun apa yang ia pikirkan harus tetap terlaksana. "cepat pergi, kumohon, Naruto. Aku percaya kau mampu melewati semua ini. jika sampai matahari terbenam besok aku tidak kembali. Berarti tandanya aku sudah mati. Tapi setidaknya Aku akan berusaha membunuh penyihir itu agar mereka tidak tau keberadaanmu lagi.. Sekarang kau pergilah. Aku yakin Kau lah Anak yang diramalkan. Bukan Aku. Cepat pergi…"

Prajurit kini tinggal 118 orang dan sudah mendekati mereka berdua. Naruto masih diam. "tunggu apa lagi, cepat laariii…".

Kini Prajurit telah mengepung Sasuke. Sementara Naruto dengan berat hati telah pergi jauh ."akhirnya, Kau tak akan bisa lari lagi. Cepat tangkap dia" Sasuke pun tertangkap."kalau Aku tidak di perintah untuk tidak membawamu hidup hidup, Aku akan membunuhmu sekarang juga.."

Prajurit telah membawa Sasuke sementara Naruto telah pergi jauh dari mereka.'untunglah si bodoh itu mengerti'inner Sasuke.

Kakuzu dan prajuritnya telah keluar dari hutan kematian. Sementara Naruto yang sedang berlari menjauh. Terngiang-ngiang wajah sahabatnya itu."aku tak bisa, aku harus menolong Sasuke" Naruto pun berbalik arah dan mengikuti Sasuke.

Di perjalanan, Naruto melihat banyak Prajurit yang terbunuh.

-OOooOO—

Disisi lain, Kakuzu menyeringai. Kakuzu memang tidak tau keberadaan Naruto. namun Ia merasakan bau darah pun membuat siasat. "Prajurit, sebagian bawa dia ke Paduka Raja. Sebagian lagi ikut Aku. Sepertinya yang satu lagi tidak jauh dari sini".

Sasuke yang mendengar berita tersebut pun khawatir.'apa?jangan sampai Naruto tertangkap'inner Sasuke."dia sudah mati terkena ranjau, percuma kau mencarinya."Sasuke coba membohongi Kakuzu.

"baiklah kalau begitu."Kakuzu pun percaya. Ia pun melanjutkan perjalanannya. 'kau coba membodohiku, tapi Aku tau, temanmu sedang mengikutimu'inner Kakuzu. Iya pun memberi isyarat tangan kepada Prajuritnya. Kemudian ada 3 orang Prajurit yang memisahkan diri.

-OOooooOO—

Kakuzu telah sampai di istana Raja. Sedang Naruto di luar sedang mengintip di belakang di belakangnya ada 3 orang Prajurit yang ternyata adalah Prajurit yang memisahkan diri tadi.

"kau tak bisa kabur"Prajurit tersebut telah menodongkan tombak ke punggung Naruto.

'sial'inner Naruto. "oke, baiklah. Aku akan ikut kalian." Naruto pun berbalik ke arah Prajurit tersebut. Kemudian Ia menepis tombak tersebut dan lari.. namun bukannya pergi Ia malah masuk ke dalam istana,

"sial, ayo kejar"Prajurit pun mengejar Naruto.

Naruto terus berlari tak tentu arah, melewati pintu apapun yang di laluinya.

-OOoooOO—

Sasuke yang kini di tahan pun bertemu Raja"hakh, jadi kau bocah itu. Kalau saja Hinata tidak menyuruhku membunuhmu diwaktu yang tepat. Aku akan memenggalmu sekarang juga"

'siapa Hinata, dan kapan waktu yang tepat.'inner Sasuke.

Ia di cambuk. "Cetarr..".. "cetarr.."

"akhhh.."Sasuke berteriak kesakitan.

"besok pagi Kau akan kugantung di alun alun bersama temanmu. Sekarang bawa dia ke penjara bawah tanah"

"baik yang mulia" 8 orang Prajurit sekaligus membawa Sasuke ke penjara.

"panglima Kakuzu, mana yang satu lagi huh?"Tobi berteriak membuat Kakuzu ketakutan.

"tidak akan lama lagi yang mulia. "

"waktumu tinggal 8 jam dari sekarang. Kalau kau gagal. Aku tak akan segan segan membunuhmu. Mengembalikanmu menjadi tanah."

"baik yang mulia" Kakuzu pun membungkuk dan pergi.

-OOooOO—

Sasuke yang di bawa ke penjara bawah tanah pun melewati sel para Orangtua termasuk Ayah, ibu dan kakaknya..

"haus.."

"tolong.."

"air.." suara para rintihan orang tua membuat Sasuke sedih.

"Sasuke kun.."Ibunya memanggil.

"Sasuke.."Kakak dan Ayahnya pun ikut memanggil.

"Tousan, Kaasan.. Nii-san." Sasuke geram. Ia marah. Melihat Ayah dan Kakaknya penuh luka. Dan ibunya yang kurus kering."sialan Kau.. Tobi… Aku akan membunuhmu… ayo Kita berduel.." teriakan Sasuke yang telah terborgol tangannya dan di rantai kakinya tidak di dengarkan oleh Prajurit. Mereka malah mencambuk Sasuke,"jalan"

"cetaar.."

"akhh"teriakan Sasuke menggema. Mereka terus membawa Sasuke ke sel yang paling gelap di istana tersebut. Dan Ia tidak bisa apa apa.

"bersenang senanglah.. hahaha…" Prajurit pun pergi.

"Sial, ternyata aku tak bisa menganggap remeh Raja sialan itu. Kerajaan ini pun sepertinya begitu suram. Penuh dengan hawa kegelapan,bahkkan burung pun tak berani hinggap di atapnya"

Sementara Naruto kini sudah sampai di depan pintu kamar. Ia pun masuk untuk bersembunyi. Namun ia kaget. Karena di dalamnya ada seorang wanita yang sangat cantik."siapa kau nona?"

"aku Hinata. Dan siapa namamu?" Hinata pun sepintas terlihat bayangan masa depan Naruto.

"kau Hinata? Penyihir itu, tidak mungkin?" Naruto bingung. ia tahu bahwa nama penyihir yang mengikuti tobi bernama hinata adalah dari Orangtuanya. "Kenapa penyihir wajahnya begitu cantik, biasanyakan nenek tua yang seram membawa tongkat."

"apa Aku terlihat seperti itu?"Hinata bertanya kepada Naruto.

"tidak,.." keheningan terjadi. Lama Naruto mengingat yang di katakana Sasuke "kau tak boleh hidup. Kau harus mati." Naruto pun mencekik Hinata. Namun Hinata hanya diam. Ia terus memandang mata Naruto.

Seakan terpana akan pandangan Hinata."aku tak bisa," akhirnya Naruto melepaskannya.

"Tok tok tok" suara ketukan pintu berbunyi. Naruto panik.

"tenanglah, bersembunyilah di balik tirai itu." Hinata menyuruh Naruto namun Naruto tetap tak bergeming."percayalah".

Akhirnya naruto percaya"ba.. baiklah"

"masuk." Hinata menyuruh prajurit untuk masuk.

"permisi yang mulia Putri Hinata. Apakah ada seseorang pemuda yang masuk kesini?"

"tidak ada yang masuk ke kamarku, sekarang pergilah."Hinata menyuruh Prajurit untuk keluar.

Prajurit tersebut pun mengangguk,"baik, kami permisi yang mulia" Mereka pun keluar.

"sekarang keluarlah, Kau sudah aman" Hinata pun menyuruh Naruto keluar.

"terima kasih telah menolongku. Tapi kenapa?, kenapa Kau memberi tahu keberadaan Kami tapi kau malah menyelamatkan Kami?" Naruto bingung.

"memang itu yang ku ingin kan. Aku ingin kau kemari untuk membawaku pergi," Hinata menyuruh Naruto membawanya.

"kenapa Kau ingin pergi? Apa Kau sadar karena kesalahanmu, bagus lah. Tapi Aku tidak akan pergi sebelum temanku selamat."

"itu sangat sulit, Aku hanya bisa menyembunyikan hawa keberadaanmu dari para Panglima dan Raja. Namun itu tak akan bertahan lama. Kekuatanku hampir habis. Sihirku pun melemah." Hinata khawatir akan keadaan ini.

"kenapa mereka bisa mengetahui keberadaanku, padahal Kau sebagai Penyihirnya ada bersamaku? Bagaimana Kau memberi tahu mereka?" Naruto pun kembali curiga.

"akan kuceritakan, tapi setelah kita berhasil keluar dari sini."Hinata pun memegang tangan Naruto, membuat Naruto yang di penuhi rasa curiga hilang begitu saja.

"baiklah, tapi bagaimana dengan temanku?" Naruto kembali bertanya.

"dia tidak akan di bunuh sebelum aku menyuruh sang Raja. Karena dia begitu percaya kata-kataku."Hinata meyakinkan Naruto.

"kalau begitu ayo kita pergi, tapi.."

"tapi apa lagi.?"

"bagaimana cara Kita melewati banyak Prajurit.?"

"cepat jalan, Aku akan menghilangkan keberadaan kita dari pandangan mereka sebelum kekuatanku habis. Cepat"

Naruto pun berlari bersama Hinata. Hinata membuat beberapa Prajurit tertidur dengan sihirnya.

Satu satunya orang yang tau keberadaan mereka hanyalah Kabuto. Senopati kerajaan. 'bagus, kalau ia pergi, akan dengan mudah aku membunuh Tobi dan menduduki singgasanya,' batin Kabuto.

Naruto bersama Hinata telah melewati banyak prajurit."sedikit lagi".dan akhirnya setelah 15 menit, mereka pun berhasil keluar. Mereka terus berlari. Naruto pun mengambil kuda yang sedang dicancang di depan gerbang istana. Ia pergi begitu jauh. "maafkan Aku Sasuke, Aku berjanji akan kembali lagi dan menyelamatkanmu". Naruto pun menghapus air matanya dan meneruskan perjalanannya.

-OOoooOO—

Di kerajaan, Tobi kini masuk ke kamar Hinata, namun Ia tak menemukan keberadaan Hinata. "Kemana Kau pergi, tak mungkin. . apa Dia menghianatiku. Sialan…" Tobi marah, Ia menghancurkan apa saja di ruangan itu. Membuat Senopati Kabuto pun datang.

"ada apa yang mulia Raja?" Kabuto kemudian menanyakannya.

Tobi masih berteriak. "cari dia sampai ketemu. Aku akan membunuh siapa saja yang membawanya pergi". Tobi marah tapi di satu sisi Kabuto menyeringai.

"baik yang mulia akan kami laksanakan." Kabuto pun pergi.

Ia berkumpul. kini Kabuto memberi perintah."semuanya dengarkan Aku, yang mulia Putri Hinata hilang. Aku ingin kalian menyebar ke 4 penjuru dan temukan Putri Hinata. Ini perintah dari yang mulia raja. "

"perintah dari yang mulia raja akan kaki laksanakan" semuanya pun pergi dan menyebar ke 4 penjuru, di mana ada sebanyak 7000 prajurit, dimana setiap 1000 prajurit di komandoi oleh panglima.

4 jam telah ia lalui dan terus melaju membawa mereka melewati beberapa kilo meter dari tempat ia semula, sampailah mereka kini di balik bukit. Akhirnya Naruto pun berhenti, "aku sudah sangat lelah"

Naruto pun turun dari kudanya diikuti dengan Hinata ke bawah pepohonan, kini sang pajar pun telah muncul, "Aku penasaran dengan ceritamu tadi, cepat beritahu Aku,".

"tapi minumlah dulu sejenak." Tiba tiba keluar air dari cabang pepohonan di dekat Naruto.

"terima kasih," Naruto pun meminumnya. "sekarang ceritakanlah."

"baiklah"

-Hinata's Pov—

Tobi, adalah seorang yang bersekutu dengan Jubi, sang iblis kegelapan. Untuk membuat dia abadi dan mempunyai kekuatan tiada tara, ia harus membunuh penyihir penjaga 4 penjuru, 2 diantara telah mati di tangannya, yaitu Ino, penyihir barat, dan Tenten penyihir utara. dengan bantuan 7 panglima kegelapan, panglima tersebut sebenarnya adalah raja-raja terdahulu yang sama seperti Tobi, bersekutu dengan Jubi, namun 7 panglima tersebut gagal membunuh para penyihir. Itu karena ketujuh panglima tersebut tidak tau keberadaan penyihir tersebut, dan apabila terancam. Penyihir tersebut dapat menurunkan seluruh kekuatan sihirnya kepada anaknya.

Dan Tobi mengetahui cara tersebut, dengan bersekutu dengan Kabuto yang bersekutu dengan iblis ular. Kabuto dapat merasakan keberadaan para penyihir sama sepertiku, namun ia tidak bisa merasakan keberadaan seseorang selain penyihir,Kabuto berbeda dengan Tobi, Kabuto tidak mempunyai tanggungan kepada iblis Ular, Ia bisa hidup abadi, namun dengan mengambil tubuh orang lain. Sedangkan Tobi, ia belum sempurna, itu karena ia belum menuntaskan tugasnya membunuh penyihir termasuk aku. mereka semua tidak akan bisa mati dengan mudah. dan bila ingin membunuh mereka semua, kau harus menikam jantungnya. Tapi tidak sembarang pedang. kau harus membunuhnya dengan pedang totsuka atau dengan pedang kusanagi,. Kabuto sangat ingin berkuasa, ia pun berniat ingin membunuh Tobi, tapi itu tak bisa Ia lakukan, karena Ia harus berhadapan dengan tahu Ia mengetahui kita yang berniat untuk pergi, namun ia tidak memberitahukannya. Itu dilakukan untuk mempermudah jalannya berkuasa.

-Normal Pov-

"aku bingung. Intinya aku ingin mengetahui bagaimana cara kita membunuh mereka semua. Dan satu lagi, kenapa ia tidak membunuhmu.?"Naruto menyela perkataan Hinata

"pertama kita harus mencari pedang totsuka. Dan pedang kusanagi. Pedang totsuka bersembunyi di lembah akhir. Tidak jauh dari sini, namun pedang itu di jaga semacam segel pelindung, hanya orang yang ditakdirkan yang dapat memegangnya, mencabutnya bahkan memilikinya, sedangkan pedang kusanagi, pedang itu berada di penyihir selatan. Sakura, penyihir yang paling kuat, penyihir yang bahkan dengan 2 kekuatan penyihir yang dimiliki tobi, ia belum dapat mengalahkan Sakura. Itu karena pedang kusanagi miliknya dan karena memang kekuatannya berbeda dari para penyihir yang lain termasuk Aku."Hinata menjawab pertanyaan Naruto sampai akhirnya Hinata merasakan keberadaan para Prajurit yang sudah hampir sampai ke tempat mereka"gawat Naruto. Kita harus pergi lagi sebelum prajurit dan panglima Deidara kesini. Ayo"

"hai kau belum menjawab pertanyaanku. Owh ayolah. aku lelah sekali, baiklah." Naruto pun mengambil kudanya. Setelah Hinata naik. Naruto pun menjalankan kudanya.

"Naruto, ada yang harus kau tahu. Kau tidak akan mengetahui keberadaan kedua pedang itu jika kau tidak mempunyai kekuatanku."

"apakah kau akan memberikan kekuatanmu kepadaku? Bukankah kau bilang hanya keluarga dari sang penyihirlah yang dapat diwariskan kekuatannya. Kita lanjutkan perbincangan kita nanti dan Kau harus menjawab pertanyaanku. Tapi setelah kita berhasil pergi."

"emmp." Hanya kata itulah yang dijawab oleh Hinata

Di dalam kerajaan. Prajurit hampir semuanya pergi mencari penyihir Hinata dan Naruto. Dan ditempat Sasuke berada. Di penjara bawah tanah yang gelap itu . Sasuke pun mulai tak bisa diam. Tangannya di borgol, kakinya dirantai. Dan kini, Ia di temani oleh hewan hewan melata seperti tikus dan sebagainya yang sedang menggigitinya. "akhhh… binatang sialan" ia terus menggerakan tubuhnya di tempat. Itu agar hewan tersebut tak mendekatinya.

Namun tiba tiba prajurit patroli pun melewati selnya sambil berbincang dengan prajurit lainnya.

"hei. Kau tau, Raja sedang marah besar" prajurit satu mengatakan kepada prajurit kedua.

"iya, aku juga tahu. Itu karena penyihir Hinata melarikan diri, atau di bawa kabur oleh seseorang buronan anak pribumi."

"bagaimana kau tau, ia dibawa oleh anak pribumi"

"tadi malam, prajurit di divisi panglima Kakuzu mengikutinya hingga kesini. berniat ingin menangkapnya, Anak itu malah masuk ke dalam istana, prajurit mencarinya, namun tidak ketemu. tapi selang berapa lama. Prajurit dari arah pintu putri hinata hingga pintu gerbang malah tak sadarkan diri. Dan kau tau, siapa lagi kalau bukan sihir putri Hinata yang melakukannya. Dan lagi, apa kau tidak tau, ketiga prajurit itu telah di tembak mati oleh panglima Kakuzu. Karena ia gagal dalam menjalankan tugas. Putri hinata hilang dan juga anak itu"

Sasuke yang berada dalam sel pun mendengarnya. 'apa itu Naruto, aku harus memastikannya'."hai Prajurit. Boleh Aku tahu ciri Anak itu. Anggaplah Aku meminta sebuah kenang kenangan berupa info sebelum Aku mati"

"hakh, kenapa kau bocah, nikmatilah hidupmu yang tinggal sedikit lagi itu." Prajurit kesatu mengatakan kepada Sasuke namun yang satu lagi meminta maaf.

"hai, sudahlah, kasihan dia. Kaki minta maaf. Baiklah kami akan memberi tahumu. Yang jelas Kami tidak tahu bocah itu seperti apa, namun yang kudengar rambut bocah itu berwarna kuning."

"jangan Kau ladeni dia. Kita lanjutkan saja ke sel orang tua lemah yang ada disana."

"terima kasih tuan atas infonya"Sasuke bingung.'kenapa kau tidak membunuhnya Naruto, akh, Aku tahu maksudmu.' Sasuke menyeringai"Aku tahu, kau memang jenius. Kau memang anak yang diramalkan Naruto".

Sasuke tidak tahu bahwa kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang dipikirkannya.

BERSAMBUNG

.aduh, badanku pada pegel, capek. Mohon maaf kalau ceritanya saya stop disini dulu.

Revieww kalian akan sangat membantu saya dalam melanjutkan cerita ini. Jadi saya harap. Sisihkanlah waktu 15 detik untuk membuat review..

Kritik dan sarannya saya terima dengan senang hati. Agar menjadi pelajaran untuk saya kedepannya.

Sampai ketemu lagi.

See You.