Hai Minna san.

Lama tak berjumpa.. apa kabar? Apakah kalian masih mengharapkan kelanjutan fic Saya. Maaf ya.. karena pekerjaan yang numpuk, di tambah kuliah yang makin kesini makin banyak tugas. Dan sedikit lagi UAS Jadi Saya belum sempat nengok ke FFn. Tapi bukan berati Saya meninggalkan fic yang saya buat.

Langsung saja ya.

Chapter 3

The Independence Day.

Naruto created by Masashi Kishimoto

Pairing : Naruto U. & Sasuke U.

Genre : Friendship/Adventure/Mystery/Supernatural

Rated : T

Warning : AU, OOC, Typo, abal, gaje. Alur kesalahan yang tidak disengaja, Dll.

-Don't Like Don't Read-

Naruto dan Hinata kini telah sampai di perbatasan negara Hi, untuk dapat ke penyihir selatan ia butuh ke negara tetangga yaitu Suna. Setelah 3 hari perjalanan dengan kudanya, ia sudah tak bisa pergi lebih jauh dari ini karena negara Hi, dibatasi dengan Pagar yang menjulang tinggi.

Waktu pun tidak terasa. Sekarang yang di nanti nanti telah muncul, yaitu malam gerhana bulan. "Naruto, gerhana bulan telah tiba, untuk dapat memiliki kekuatanku, kau harus menjadi bagian dari keluargaku. Dan yang harus kau lakukan adalah menikahiku. Itulah perjanjiannya. Sekarang kau harus berjanji, dan di saksikan gerhana bulan. Untuk menikahiku, apa kau bersedia?"

Naruto kaget dengan pernyataan Hinata"apakah itu satu satunya cara? Aku kan masih di bawah umur?"

"cepatlah Naruto, sebelum gerhana bulan menghilang."

"Aku.. tapi apa kau yakin dan percaya kepadaku bahwa aku orang yang baik untukmu?"

"aku percaya, aku melihatnya dimatamu."

"ba- baiklah, aku bersedia, Wahai pencipta, Pemilik gerhana bulan. Dengan ini Aku mantapkan hatiku untuk menikahi Hinata, aku siap. Menjaga, melindungi, menafkahkan serta mengayominya. Secara lahir maupun batin. Apakah itu cukup?"

"ya, Sekarang Satukan telapak tanganmu di telapak tanganku."Naruto pun mengikuti kata kata Hinata" dengan ini Aku akan memberikan seluruh kekuatanku padamu, Uzumaki Naruto" Hinata kemudian mencium bibir Naruto. Menyalurkan seluruh energi dari mulutnya. Hingga kemudian Naruto berkeringat, kaget, antara resah dan senang. Sedikit demi sedikit pikiran mereka menyatu. Naruto kini mampu membaca masa lalu Hinata. Ia mulai merasakan kekuatan aneh yang ada disekitarnya. Merasakan kebencian , merasakan hawa negatif. Dan merasakan keberadaan semua orang dari hawanya(cakra).

"Naruto, kini kau telah memiliki kekuatanku. Aku ingin memberi tahumu satu hal. Dengan kekuatan ini kau akan mampu merasakan apa saja di sekitarmu, dari perasaan dendam. Marah. Keberadaan penyihir, orang orang jahat, teman teman, keluargamu. Dan terutama Aku, untuk itu jagalah orang orang yang kau sayangi, dan Kau juga harus melindungiku, karena. Bila aku terancam dan mati kau juga akan mati. Karena dengan perjanjian ini, maka otomatis kau terikat olehku, kecuali Bila memang ini kehendak pencipta, barulah kau terbebas dari kematian yang kualami. Atau sebaliknya bila kau mati, maka aku akan mati. Naruto, kini tugasku telah selesai, aku akan kembali ke kerajaanku di timur."

"kenapa, kenapa kita tidak bersama? Apakah kau akan membiarkanku sendiri.?"

"Naruto, aku hanya akan menjadi beban buatmu bila aku mengikutimu, dan lagi aku tidak bisa mengikutimu ke istana penyihir selatan, karena bila itu terjadi, seluruh kekuatanku akan musnah."

"itu berarti kekuatanku juga akan musnah ketika disana."

"Tidak Naruto, itu karena penyihir timur belum mati, yaitu aku, bila aku mati, maka kau lah yang berada di posisiku sekarang. Maka saat kau kesana kekuatanmu akan musnah. Tapi itu tak akan terjadi, karena aku yakin kau akan selalu melindungiku. Benarkan Naruto?"

"owh, iya. Iya. Hehe.. kau kan istriku. Calon istriku. Aku pasti akan melindungimu"

"kalau begitu aku pergi." Hinata pun kini mengucapkan suatu mantra dan tiba tiba datanglah burung rajawali yaang hendak akan membawanya.

"tunggu.. apa yang harus kulakukan sekarang?"

"kau harus kembali ke kerajaan, selamatkanlah temanmu.. bawa ia pergi ke tempat penyihir selatan. Sakura itu suka dengan pemuda tampan, karena kau telah menjadi milikku aku tidak ingin kau terpikat kepadanya. Bila kau ingin menanyakan suatu hal yang penting. Kau bisa menanyakan kepadaku melalui telepati, ingat, pikiran kita terhubung satu sama lain."

"apakah artinya kau dapat membaca pikiranku? baiklah, aku mengerti. sampai ketemu lagi,"

"tidak, kita tidak dapat membaca pikiran masing- masing, terhubung bukan berarti dapat membaca pikiran. Akan ada saatnya saat pikiran kita menyatu. Kau akan langsung dapat menteleport dirimu kepadaku. Atau sebaliknya"

"apa maksudnya"

"nanti kau juga akan tahu, dahh.." Hinata pun pergi dan meninggalkan tanda tanya buat Naruto.

'apa maksudnya?, ha, aku capek, bagaimana cara tercepat menyelamatkan Sasuke.' Iya merasakan begitu banyak hawa negatif yang mendekat,'apa itu pasukan kerajaan?, yasudah. Aku akan menyerahkan diri agar lebih cepat sampai kesana.'inner Naruto

Di tempat lain panglima Deidara bersama dengan prajuritnya hanya berjarak 1 km dari Naruto. Naruto dan Deidara bisa mencium keberadaan mereka masing masing. Naruto mencium hawa kegelapan Deidara dan Prajuritnya. sedangkan Deidara mencium bau darah Naruto."percepat laju kita. Sudah hampir sampai" Deidara melihat banyak prajurit yang sangat lelah, bahkan jatuh. Deidara pun langsung meledakkan tubuh tubuh prajurit yang lemah"Aku tidak butuh prajurit yang lemah, kalau kalian tidak ingin mati, ikuti perintahku."

"baik panglima" semua serempak karena ketakutan.

Deidara tahu, dia hanya mencium darah Naruto. Dan tidak merasakan keberadaan sang penyihir. Dan lagi kenapa dia tidak menjauh dan malah berhenti. "Apa dia sengaja, atau dia menyerah"

Akhirnya Deidara melihat Naruto yang tengah mengangkat kedua tangannya tanda menyerah."apakah hanya ini yang bisa kau lakukan, berlari jauh dan menyerah. Kemana perginya sang Putri? Cepat katakan."

"aku tidak tau, saat Aku menyandranya, Aku sempat di buat pingsan olehnya dan dia sudah tidak ada." Naruto berbohong tapi Deidara tidak mudah percaya.

"apakah kau telah membunuhnya, aku merasakan ada kekuatan penyihir di dalam darahmu?"

'hahk, sial. Bagaimana aku menyembunyikan kekuatan ini' Naruto terdiam sambil memikirkan sesuatu."tadinya aku memang ingin membunuhnya, tapi tidak jadi karena Aku kalah duluan olehnya".

Gerhana bulan telah hilang setengah jam yang lalu. Waktu kini telah menunjukan jam 2 malam."Prajurit tangkap dia, butuh 3 hari untuk sampai ke istana. Cepat."

"baik Panglima" Prajurit telah menangkap Naruto. dan Naruto hanya diam saja mengikuti apa yang diinginkan Deidara dan Prajuritnya. Ia masih sibuk memikirkan apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Sedangkan prajurit mengirim pesan ke kerajaan melalui burung elangnya. Kalau Naruto telah tertangkap.

Suasana berganti ke kerajaan.

Sudah 3 hari Sasuke berusaha melepaskan borgol dan rantai yang membelenggunya. Ia begitu kurus kering, karena tidak sudi memakan makanan yang di berikan penjaga.

Tubuhnya semakin hari semakin lusuh, lukanya semakin banyak karena di gigit oleh hewan hewan melata. Hanya air lah yang masuk kedalam kerongkongnnya."apakah Aku akan mati disini." Sasuke pun roboh setelah berusaha sekuat tenaga untuk berdiri. Kini duduk pun ia sudah tak sanggup. Matanya tengah tertutup"tidak, jangan tidur dulu Sasuke, atau Kau tidak akan bangun lagi." Ia memotifasi dirinya sendiri.

Tiba tiba ia memegang sesuatu seperti kawat, Sasuke pun berusaha untuk duduk dan mulai pokus lagi membuka gembok dan rantainya. Sepuluh menit telah berlalu. Dan ia berhasil membuka gembok yang ada di tangannya."akhirnya berhasil," harapan yang tadinya sirna kini kembali muncul. Ia akhirnya mulai optimis kembali. Kemudian kini ia mulai membuka rantai yang mengikat kakinya,"cepat.. terbukalah."

Sasuke kesal, ia terus membukanya dan perjuangannya kini tidak sia sia."berhasil".

Kini ia hanya menunggu Penjaga lewat dan mengelabuinya." Semoga Aku bisa keluar dari penjara ini, dan menyusul Naruto untuk membuat rencana. Naruto tunggu aku."

)))ooOInDePenDEndEnCe DayOoo(((

Di dalam istana Tobi masih memikirkan sang Putri, ia tidak bisa membunuhnya di karenakan ia mempunyai perasaan kepada sang Putri, Ia masih memikirkan saat bersama putri. "Hinata cepatlah kembali. Aku sangat rindu kepadamu. Setelah kedua anak itu mati, kau dan aku akan jadi penguasa selamanya, kita akan menguasai dunia bersama. Aku yang menggerakan prajuritku, kau yang memberi petunjuk arah"

)))ooOIndependence DayOoo(((

Penjaga yang ditunggu tunggu Sasuke pun akhirnya melewatinya'akh itu dia' Sasuke pun berpura pura. Akting dimulai"hai penjaga. Tolong Aku mau buang air sebentar, sudah gitu aku pun sudah tidak sanggup lagi dengan luka dan kotoran yang menempel di tubuhku, apa kau ingin Aku mati sebelum di eksekusi, bila itu terjadi, kau pasti akan mati juga oleh raja. Karena tidak menjaga tahanan khusus sepertiku sampai mati."

Penjaga yang ternyata bodoh itu pun terdiam"apakah memang itu yang akan terjadi?"prajurit satu bertanya ke prajurit kedua.

"mungkin saja, aku tidak mau mati muda. Lebih baik kita ikuti kata-katanya. Itu karena anak satu lagi belum di temukan."

"yasudah, ikuti kami, tapi bila kau berbohong, kami tak akan segang membunuhmu."

"iya penjaga, aku tidak bohong."

Akhirnya penjaga membuka sellnya, tapi penjaga itu belum tau kalau rantai dan borgol yang sedang mengikat Sasuke sudah terlepas. Penjaga itu pun masuk, tanpa pikir panjang Sasuke pun mengadu kepala penjaga tersebut ke tembok sell, hingga pingsan. Sasuke pun memakai pakaian sang penjaga. Tidak lupa ia mengikat penjaga dengan borgol dan rantai, dan mulutnya di ikat dengan baju dan celana bekas darinya. Ia kini mulai berjalan keluar. Dan sudah mulai melewati pintu penjara bagian bawah. Kemudian Ia kini berada di sell para orang tua. Tapi karena ia tidak ingin ada yang tau, akhirnya ia tetap melannjutkan perjalanannya. Hingga akhirnya ia berhasil melalui pintu terakhir. Tinggal 200 meter lagi, namun tiba tiba ada penjaga yang memanggilnya. "hei, mau kemana kau?"

Sasuke membatu."aku... aku mau buang air kecil sebentar" Sasuke pun lari keluar gerbang sambil pura pura tidak tahan untuk buang air.

"hoii, jangan lama lama. Aku mendapat kabar dari burung hantu yang di kirim panglima deidara,katanya dia berhasil menangkap pemuda buronan itu, sebentar lagi akan di diakan pesta."

Saat sudah sampai melewati gerbang. Sasuke langsung berhenti dan kaget,'Naruto? apakah hanya sampai segitu akan menyelamatkanmu bagaimana pun caranya, tapi sekarang aku harus pergi, sebelum penjaga mengetahuinya' akhirnya Sasuke pun pergi.

1 jam kemudian Di sekitar sell, penjaga mulai berkeliling lagi, namun kali ini ia mendapati ada 2 penjaga yang meminta tolong di dalam sell, akhirnya penjaga itu melepaskan ikatan yang menyumpal 2 orang penjaga itu, "hai, apa yang terjadi"

"tahanan kabur, kita harus mencarinya." Akhirnya kerajaan pun ramai, hal itu sampai di telinga paduka Tobi.

"APA?... kenapa kalian begitu bodoh. Aku tidak akan mentolelir kesalahan walau pun sedikit." Akhirnya tobi memanggil jubi untuk mengambil kedua nyawa prajurit yang ceroboh tersebut,

"yang mulia, maafkan kami..."

"akhhhh..."kedua prajurit tersebut pun mati, meninggalkan jasad tulang yang berbungkus kulit, begitu kurus dan kering. Dan yang lainnya hanya bergidik ngeri melihat kejadian itu, bahkan ada yang sampai muntah.

"Bila kalian masih lalai aku tak akan segan menjadikan kalian seperti dia, sekarang menyebar dan cari, Kabuto, sekarang kau yang memimpin. Cari sampai ketemu. Sebentar lagi tawanan yang satu lagi akan sampai. Aku ingin saat Deidara dan tawanannya tiba, kalian harus sudah menangkapnya, sekarang aku tidak perduli. Bawa dia hidup atau mati."

Kabuto dan para prajurit tersisa mengucapkan dengan suara lantang"baik yang mulia paduka"

Sekarang mereka telah bubar, dan menyisakan Tobi yang geram, "sial... dua bocah saja, membuat aku pusing. Apakah aku yang harus turun tangan. Boneka boneka bodoh"

Panglima Deidara sedikit lagi akan sampai di kerajaan, tepatnya tinggal setengah hari perjalan lagi, tiba tiba burung dari kerajaan sampai kepadanya yang membicarakan tentang Sasuke yang kabur, Naruto memang dari tadi merasakan keberadaan Sasuke semakin menjauh dari kerajaan tapi dia hanya diam saja, tetapi sekarang kalau perjalannya harus seperti ini, ia yakin Sasuke makin menjauh darinya, akhirnya ia memberontak, borgol yang membelenggu tangannya dan kakinya yang dirantai, ia mencoba untuk melepaskannya, akhirnya. Ia memikirkan kata kata hinata, kalau dia bisa bertelepati ke Hinata'aku akan mencobanya'

Iya memejamkan matanya, merasakan keberadaan Hinata, dan mulai berbicara kepadanya melalui pikiran. 'Hinata.. Hinata.. apa kau mendengarku?'

Hinata yang ada di kerajaannya yang sepi itu pun mendengar naruto'iya naruto. Ada apa? Sepertinya kau ada masalah.'

'aku ingin melepas ikatan yang ada di kaki dan tanganku, apa dengan kekuatanmu itu aku bisa melepasnya?'

'kau hanya harus meyakini dengan kata katamu bahwa ikatan itu akan terlepas, pasti akan terlepas, dan tak perlu ucapkan mantra'

'baiklah akan aku coba'

'wahai borgol dan rantai terlepaslah' ia pun mengencangkan tenaganya "akkkhhh.." akhirnya borgol itu pun kemudian ia mencoba memukul prajurit yang ada di kanan dan kirinya' hingga prajurit itu pun pinsan. Dan kemudian ia menarik rantai yang ada dikakinya hingga putus, dan kemudian ia mengambil pedang yang ada ditangan prajurit. Deidara pun turun dan dengan kekuatannya itu ia bisa meledakan seseorang, tapi Naruto kemudian menangkis mantra itu dengan mantramya. Hingga ledakan itu tak berfungsi untuknya . Deidara pun turun dari kudanya sambil mencabut pedang yang ada di tangannya. "prajurit, serbu dia"

Naruto di kelilingi prajurit yang banyaknya mencapai seribu tersebut, dengan pedangnya, iya menebas semua yang mendekat. Banyak prajurit yang berguguran, kini Naruto memegang kedua pedang dan semakin lihai membasmi para prajurit, Deidara yang geram pun akhirnya berlari kearah Naruto sambil menghunuskan pedang. "sial,, mati kau..."

Tapi Naruto mngetahuinya, dan menepis pedang Deidara, dan kemudian Naruto lah yang menusuk jantung Deidara dengan pedang yang satunya,

Deidara beerteriak"akhhhhhh,,," namun dia hanya tertawa.. "hahha.. kau tak akan bisa membunuhku dengan ini. "Deidara mencabut pedang itu dan mematahkannya,

"sial.. ternyata benar." 'hinata bagaimana ini, tolong aku.' Naruto pun mengambil kudanya yang ada di tangan prajurit. Ia menebas prajurit tersebut dan naik ke kudanya, 'wahai kuda menurtlah, dan larilah dengan kencang. 'kuda itu pun berlari dengan kencang, dan pergi menjauh, tapi ada salah satu tombak yang terlempar tepat kearah punggungnya. Saat tombak itu mengenai punggungnya, ia pun tersadar dari pikirannya barusan'hakh apa itu, apa kah aku bisa membaca waktu masa depan. Akan kucoba kalau begitu,' Naruto pun mengikuti apa yang tadi terlintas di pikirannya tersebut, dan memang seperti apa yang ada di pikirannya tadi, ia berhasil melakukannya, sampai akhirnya tombak yang mengarah kepadanya, ia pun menangkapnya, dan akan melemparkan lagi kearah Deidara, tapi kali ini Deidara melakukan mantra untuk meledakan Naruto, tapi Naruto menagkisnya dengan mantranya dan ia arahkan ke tombaknya, hingga tombak itu menyalah dan barulah ia melemparkannya hingga mengenai tangan kanan Deidara dan putus, "akhhh,, " Naruto pun kini lari, dengan kecepatan kuda yang dua kali lipat lebih cepat dari biasanya..

Naruto menuju kearah Sasuke, dengan kecepatan penuh. Ia mengejar Sasuke. Ia merasakan bahwa Sasuke dalam bahaya" Sasuke berlarilah, ada ribuan prajurit yang mengejarmu. Tinggal sedikit lagi."

Di sisi Sasuke, Sasuke terus berlari kearah timur.. Sasuke sangat lelah. Ia pun roboh. "sial, tubuhku... jangan pinsan." Sasuke pun berusaha bangkit walau berkali kali jatuh, tubuhnya sudah mati rasa. Ia mengingat akan perkataannya kalau ia akan meyelamatkan Naruto, ia pun menangis'apa sampai disinisaja perjuangan kami,' namun ia sadar kalau ia tidak boleh menyerah. Akhirnya Ia pun menghapus air matanya dan mencoba untuk bangkit."akhhhhhhh,,,, " Ia berusaha bangkit lagi dan akhirnya berhasil, Ia pun berlari lagi.

Kabuto yang mengejarnya, hanya berjalan sengaja memperlambat itu. Ia memang tidak mengetahui apa yang di bicarakan Sasuke, Naruto atau Hinata atau lainnya. Tapi ia merasakan keberadaan mereka. Serta kekuatan yang dimiliki masing masing, dengan insting iblis ular yang melekat padanya.

Sasuke terus berlari, Ia tidak memperdulikan kakinya yang telah penuh darah, dan tubuhnya yang penuh luka, ia memang berlari tanpa alas kaki, itulah sebabnya kakinya penuh darah, Naruto makin mendekati Sasuke,, beberapa jam lagi, Aku haraf Aku masih sempat mengejarnya, semua panglima kini telah mendapat kabar dari burung bahwa Naruto telah tertangkap, tapi ia belum dapat kabar lagi kalau Naruto dan Sasuke yang telah melarikan diri.

)))ooOInDEPenDEnCe DayOoo(((

Deidara sangat jauh tertinggal, sudah begitu ia hanya menggunakan satu tangannya. Dan yang satu lagi ia bawa agar disambung saat bertemu panglima Kakuzu. Sampai akhirnya sudah 11 jam terlewati dan ia belum mampu mengejarnya, bahkan bau darah dari Naruto sudah tak lagi tercium olehnya. "sial, aku kehilangan jejak, cari sampai ketemu dan jangan balik ke istana sebelum menangkapnya, atau kita semua akan mati.".

Dari arah timur panglima Kisame dan panglima lainnya telah mendapat kabar bahwa Sasuke kabur, akhirnya ia memutar balik ke arah kerajaan, dan kini Sasuke terkepung dari dua arah, Sasuke terjepit, dan kini iya sudah tidak bisa kabur, depan dan belakang ia telah di penuhi prajurit, panglima Kisame dan senopati Kabuto beserta beberapa ribu prajurit, Sasuke pun terduduk, ia tertawa penuh kesedihan,"tak kusangka, inilah akhir perjalananku"

"jadi kau ingin melarikan diri dari kami, asal kau tau, bau darahmu sangat menyengat di hidungku, prajurit tangkap dia,"

3 orang prajurit datang kearah Sasuke, namun tiba tiba dari arah samping ada kuda yang sangat cepat menuju ke arah Sasuke, para prajurit pun di suruh untuk memanah pemuda itu, namun gagal, karena ia bisa menghindar dari panah tersebut, dan kini sampai lah ia di hadapan Sasuke"Sasuke... lihat lah, Aku datang, dan pegang tanganku," Sasuke yang tadinya menundukan wajahnya mendengar suara Naruto ia pun mendongakan wajahnya dan memegang tangan Naruto yang telah mengulurkan tangannya kepada Sasuke, dan kini Sasuke pun duduk di belakang Naruto, dan ia melarikan diri, Kabuto hanya menyeringai, sedangkan Kisame mengeluarkan mantra berupa bayangan ikan hiu yang akan memakan kekuatan seseorang yang di sentuhnya hingga mati, tapi Naruto berhasil melakukan mantra proteck, sehingga, sesuatu yang dilakukan Kisame, menjadi sia sia,"Dengar kalian semua, aku akan kembali lagi ke istana untuk menghancurkan kalian..."akhirnya ia pun pergi.

Sasuke tertawa namun ia menjitak kepala Naruto,"kukira kau tertangkap lagi, syukurlah, dan kau punya hutang kepadaku karena datang telat untuk menolongku." Sasuke pun jatuh pinsan.

"maafkan aku Sasuke.. cepatlah kau bangun aku sangat membutuhkanmu kawanku."Naruto pun kemudian menambah kecepatan kudanya,,

" Sebaiknya aku ke arah pedang totsuka terlebih dahulu, karena tidak jauh dari sini."

BERSAMBUNG

Hahk, mudah mudahan kalian menyukainya, dan untuk fic saya yang satu lagi, Saya masih memikirkan jalan ceritanya, Saya akui lebih mudah membuat fic dengan cerita berbeda, dari pada mengikuti komik, dan merubah jalan cerita komik. Masashi, pinjamkanlah kecerdasanmu, hakh.

Di akhir cerita saya akan menghubungkan lagi jalan cerita tentang sejarah indonesia, semoga berhasil.

Sekarang waktunya Sesi jawaban untuk para reviewers.

Fuyuki Fujisaki : udah tau kan kekuatan Naruto, untuk sasu menyusul di chapter depan.

Riuda : 80% udah betul

JumawanBluez : silahkan dan terima kasih, nih udah panjang belum?

Haruno Saomi : udah tau kan dari ceritanya.

Ajie bagas 9, uzumaki hyuuga 18, guest : terima kasih, nih udah update.

Untuk semua Reviewers dan silent readers : Terima Kasih karena mau mampir membaca dan mereview. Jangan lupa Review lagi yak,,

See You

And

W...