"Kibummie."

Dua namja yang sama-sama tampan ini terdiam mari kita lihat sang namja yang baru saja memeluk Choi Siwon. Kulit seputih salju, bibir yang dapat menyunggingkan killer smile, mata yang indah, rambut yang halus dan masih banyak lagi kesempurnaanya jika dipadu dengan namja yang tengah dipeluknya mereka tidak akan pernah terkalahkan kesempurnaannya.

"Eum hyung... Kibum ingin jalan-jalan, mau temani Bumie kan?" tanya Kibum kepada Siwon dengan nada yang sangat manja sambil mengeratkan pelukannya.

"Tapi hyung lelah bumie" jawab Siwon sambil melepaskan pelukan Kibum dan memutarkan badannya menghadap Kibum yang sedang mengembungkan pipinya kesal yang sangatlah imut. Siwon terkikik geli melihat tingkah Kibum yang tidak berubah-rubah.

"Kalau Kibum pijat mau?" tanya Kibum lagi dengan mata berbinar-binar yang tidak dapat Siwon tolak. Siwon kemudian membalikan lagi badannya dan dapat dirasakannya pijatan-pijatan kecil dipunggung nya. Pijatan Kibum memang tidak terlalu terasa namun Siwon merasakan kalau lelahnya sedikit hilang. "Sudah tidak lelah lagi?"

"Sedikit" jawab Siwon dan kemudian dia tidak merasakan pijatan Kibum lagi. Kibum kemudian merangkak ke samping Siwon dan menatap wajah Siwon lekat.

"Jadi mau kan temani Bumie?" tanya Kibum lagi dengan aegyo nya yang dapat membuat siapapun yang melihat nya pasti tersenyum-senyum sendiri seperti Siwon.

"Ne tapi nanti malam ya hyung masih lelah" jawab Siwon kemudian mengacak-acak rambut Kibum gemas. Kibum meloncat-loncat kecil karena tawarannya akhirnya di terima Siwon.

"Ya sudah hyung tidur sana" suruh Kibum masih sambil meloncat-loncat kesenangan tapi loncatan terakhirnya malah mendarat tepat di atas tubuh Siwon yang sudah tertidur. Kibum melihat tubuhnya yang sedang dipeluk dengan erat oleh Siwon mungkin dia terjatuh karena tadi tubuhnya ditarik oleh Siwon.

"H-hyung..." ucap Kibum dengan nafas yang sedikit tercekat mungkin karena jarak wajahnya dengan wajah Siwon yang sangat dekat dan Kibum juga dapat merasakan detak jantung Siwon.

"Ssshhh... temani hyung tidur dulu ya" ucap Siwon sambil menempelkan jari telunjuknya dibibir Kibum kemudian mengelus-elus pelan rambut Kibum.

Senyuman tak mampu ditahan oleh Kibum dari dulu dia memang menyukai sentuhan-sentuhan lembut Siwon kepadanya. Bukan hanya menyukai tapi seperti sudah mengidolakan bahkan karena terlalu mengidolakan Siwon, Kibum sampai-sampai tidak boleh mengijinkan Siwon dekat-dekat dengan orang lain selain dirinya. Egois? Ya memang karena... Kibum punya satu alasan kenapa dia tidak ingin kehilangan Siwon. Kibum sudah terlalu takut... untuk kehilangan lagi. Dan lama-kelamaan Kibum juga merasakan kantuk mulai menyerangnya sebelum dia tertidur dia melihat-lihat wajah Siwon yang sudah tertidur duluan, benar-benar SEMPURNA! Dan pastinya makin membuat Kibum tidak ingin melepaskan Siwon. Mata indah Kibum pun akhirnya terpejam.. dia ingin terus seperti ini selamanya.

.

.

.

"HYAAAA! TERUS TERUS!"

Terdengar bunyi teriak-teriakan aneh dari kamar seorang namja manis yang sudah sering kita kenal bernama Kyuhyun. Aneh? Ckckck... jangan berpikiran yang aneh-aneh dulu! Namja manis itu berteriak-teriak karena hampir saja dikalahkan Changmin dalam urusan game. Dasar duo namja penggila game ya...

Terdengar keras juga bunyi stik game yang terus berbunyi dengan keras. Hm... mari kita lihat apa yang sedang mereka mainkan.

DOR DOR DOR

Ternyata hanya game perang-perangan...

"Ingat Min! Jika kau kalah kau harus traktir aku!" ucap Kyuhyun masih fokus dengan layar kaca didepannya ini.

"Heh... yang akan kalah itu kau!" ucap Changmin tidak mau kalah dan terus saja menekan-nekan tombol di stik itu dengan sangat keras dan kasar. Mungkin saja tombol itu lama-kelamaan akan menjadi rusak.

TOK TOK TOK

Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar pintu kamar Kyuhyun itu.

"Kyunie boleh aku masuk?" tanya Ahra dengan lembut namun merasa tidak akan dijawab Ahra pun masuk tanpa izin pemilik kamarnya toh yang punya kamarnya itu adiknya bukan orang lain.

Ahra hanya dapat tersenyum dan sweetdrop saat melihat kedua namja yang sudah dewasa itu masih saja serius dalam bermain.

'Sejak kecil sampai sekarang memang tidak ada rubahnya ya...' pikir Ahra dalam batin.

Dengan perlahan Ahra berjalan mendekati sahabat sejati itu sambil membawa nampan berisi cemilan-cemilan kecil untuk mereka. Ahra kemudian berjongkok disamping Changmin yang sama sekali tidak dihiraukan oleh Changmin kemudian Ahra meletakkan nampan itu didepan lalu menepuk pundak Changmin pelan.

"Minnie, ini ada cemilan untuk kalian" ucap Ahra sambil tersenyum ke arah Changmin. Changmin pun menoleh dan langsung mendapatkan senyum bak malaikat dari Ahra.

"Ahh... baik akan kami makan" ucap Changmin mengambil satu buah cookies dari atas nampan tanpa beralih pandangan dari Ahra.

PLAYER TWO GAME OVER

"YAAAAYYYY! AKU MENANG!" ucap Kyuhyun gembira sambil menggoncang-goncangkan tubuh Changmin. Changmin yang sedang memakan cookies dan digoyang-goyangkan oleh Kyuhyun hanya dapat terbatuk-batuk.

"Kyuhumph... berhemptih..." ucap Changmin dengan aneh karena masih digoyangkan oleh Kyuhyun dengan sangat kasar.

"Kyunie sudah hentikan kasihan kan Minnie" ucap Ahra sambil melerai Kyuhyun yang terus menggoncang-goncangkan Changmin lalu Ahra mengambil air putih yang sudah disediakannya di atas nampan dan memberikannya pada Changmin yang langsung saja diteguk Changmin.

"Humph... Noona ini perhatian nya pada Changmin terus bukan aku.. o-oh! Jangan-jangan Noona suka Changmin ya?" selidik Kyuhyun sambil mengibas-ngibaskan poni nya lucu dan malah dihadiahi pukulan kecil di kepala Kyuhyun oleh Changmin.

"Jangan asal bicara deh" ucap Changmin dengan muka yang dibuat sebal. 'Yang aku sukai itu kan kamu dasar evil bodoh' batin Changmin melanjutkan ucapannya yang barusan.

"Yasudah Ahra mau kekamar dulu ya... jangan berantem terus" ucap Ahra sambil mencubit kedua pipi chubby Kyuhyun dengan gemas.

"A-aw sakit Noona!" ucap Kyuhyun dan Ahra pun melepaskan cubitan pipinya dan berlari meninggalkan kamar adiknya ini sebelum dikutuk(?). "Minnie~ Traktir~" ucap Kyuhyun manja sambil bergelayut ditangan Changmin yang pastinya membuat Changmin risau sekaligus ehem... senang.

"Baik baik.. kau mau ditraktir apa hem?" ucap Changmin sambil mengalihkan wajahnya dari Kyuhyun yang tinggal beberapa centi lagi. Entahlah, Kyuhyun daritadi terus mendekatkan wajahnya pada Changmin tapi bukan bermaksud untuk mencium Changmin ya. Changmin terus menjauh dari wajah Kyuhyun yang terus mendekat dan...

PUK

"Kau demam Min?" tanya Kyuhyun polos yang malah membuat wajah Changmin sudah seperti kepiting rebus sekarang. Puk tadi hanyalah bunyi tangan Kyuhyun yang menyentuh dahi Changmin dengan kasar karena daritadi Kyuhyun kira Changmin demam karena wajahnya terus memerah. Aish Cho Kyuhyun ini... dia benar-benar polos.

"Ti-tidak! Sudahlah ayo kita ke mall saja" jawab Changmin dan buru-buru berlari ke ruang tamu dibawah. Changmin melihat wajahnya di cermin yang ada diruang tamu itu.. oh lihatlah! Wajahnya benar-benar sudah memerah sempurna. Changmin langsung saja menutup kedua wajahnya dan merosotkan tubuhnya di dinding sana.

DEG DEG DEG

Selalu saja begini jika dekat dengan Kyuhyun hatinya tidak bisa diajak berkompromi. Changmin ingin sekali segera menyatakan cintanya pada Kyuhyun tapi ya ada tiga faktor. Kesatu, Changmin tidak tau waktu yang tepat untuk menembak Kyuhyun. Kedua, Changmin bingung harus bagaimana cara dia menembak Kyuhyun nanti dan yang ketiga.. Changmin takut ditolak oleh Kyuhyun. Oleh karena itu Changmin hanya dapat menahan perasaannya ini tapi Changmin tau suatu saat dia akan bisa mengungkapkannya.

"Minnie~"

Changmin menoleh kearah sumber suara disebelah kanan nya dan... hidungnya bersentuhan dengan hidung Kyuhyun. Changmin kembali terdiam saat melihat ciptaan indah Tuhan yang satu. Hidung yang mancung, bibirnya yang menggoda, kulit putih pucatnya dan matanya yang sangat lucu itu.

'TERLALU DEKAT!' batin Changmin berteriak-teriak senang dan takut.

"Fuuuuhhhhh..." Dan tiba-tiba saja Kyuhyun meniupkan angin yang keluar dari bibirnya dan hembusan itu tepat mengenai bibir Changmin yang membuat Changmin merinding.

"HYAAAA! APA YANG KAU LAKUKAN?! CEPAT GANTI BAJU! KAU MAU KU TRAKTIR TIDAK?!" ucap Changmin keras sambil beranjak berdiri dan berjalan mundur satu langkah. Kalau sudah begini juga lama-lama Changmin jadi takut... takut kalau Kyuhyun akhirnya menyadari kalau dia mencitainya.

"Aih... tidak perlu berteriak juga Minnie" jawab Kyuhyun sambil memputkan bibirnya yang akan segera membuat wajah Changmin kembali memerah. Kyuhyun beranjak berdiri dan berjalan menuju ke kamarnya untuk ganti baju. Changmin hanya bisa mengelus-ngelus dadanya yang dari tadi terus deg-degan.

'Selamat...'

.

.

.

Di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Seoul ini dapat kita lihat banyak sekali kerumunan orang tapi kita fokus saja pada dua orang namja yang sedang berjalan berdampingan. Mereka benar-benar terlihat sempurna jika sedang berjalan bersama. Wajah yang diatas kapasitas kegantengan seorang namja biasa mereka lewati. Banyak sekali yeoja-yeoja yang daritadi tidak mengalihkan perhatiannya dari kedua namja itu bahkan ada yang hampir pingsan. Hm?

"Jadi ada yang ingin kau beli tidak?" tanya Siwon sambil memperlihatkan senyum lesung pipi nya yang indah kepada namja disampingnya.

"Hem... entahlah. Aku juga bingung hyung" jawab Kibum sambil terus memperhatikan lesung pipi Siwon. Terpesona lebih tepatnya.

"Mau lihat-lihat toko aksesoris disana?" tanya Siwon tapi sebelum mendapat persetujuan dari Kibum, Siwon langsung saja menarik tangan Kibum ke sana.

Toko aksesoris ini banyak sekali menjual pernak-pernik lucu untuk handphone, ada juga boneka-boneka lucu, topi-topi dan masih banyak lagi tapi kalau diperhatikan lagi.. toko aksesoris ini terlalu girly untuk dimasuki dua orang namja yang ganteng nya berlebihan ini. Kibum hanya bisa cengo saat Siwon mengajaknya kesini.

"Untuk apa Siwonie membawa ku kesini?" tanya Kibum masih bingung.

"Entahlah.. kita lihat-lihat saja" jawab Siwon lalu menarik lengan Kibum ke tempat-tempat aksesoris lucu disana. Ada banyak boneka lucu berjejeran disana mulai dari boneka kucing, beruang dan...

"Wonie lihat deh! Boneka kuda ini lucu seperti mu..." ucap Kibum sambil mengambil sebuah boneka kuda berwarna coklat berukuran sedang dan memperlihatkannya tepat didepan wajah Siwon. Siwon hanya bisa sweetdrop melihatnya. Siwon pun memputkan bibirnya untuk berpura-pura kesal namun malah mendapat cekikikan lucu dari Kibum dan salah satu pekerja yang sempat melihat Siwon mempoutkan bibirnya. Siwon hanya dapat tersenyum malu sambil menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.

"Jangan boneka kuda deh Bummie nanti aku merasa tersaingi nanti" ucap Siwon jahil sambil mencubit pipi kiri Kibum yang malah membuat Kibum makin cekikikan, Siwon mengambil boneka itu dari Kibum dan mengembalikannya lagi ke tempatnya. "Lucuan boneka ini loh Bummie" ucap Siwon ingin mengambil boneka kucing namun tiba-tiba saja boneka itu terjatuh. Siwon langsung berjongkok untuk mengambil boneka itu dan...

Grep

Bukannya memegang boneka kucing itu Siwon malah memegang tangan seseorang yang begitu halus saat dipegangnya. Siwon menengadahkan kepalanya dan...

"Eh Siwon?"

Siwon Pov

Aku langsung melihat kearah orang yang kupegang tanganya dan...

"Eh Siwon?" tanya orang itu yang ternyata adalah Kyuhyun. Aku tidak segera melepaskan genggaman tanganku ini aku malah sibuk terpesona dengan keimutannya saat ini. Apa-apaan ini... ini... terlalu imut! Lihat saja pipinya yang chubby tunggu bukan itu yang membuatnya terlihat sangat-sangat imut saat ini melainkan... Bondu telinga kucing yang sedang dipakainya itu yang membuatku melting! Aigoooo... dia itu namja atau yeoja sih? Manis sekali.

"E..ehem... Siwon..." ucapnya lucu sambil memperhatikanku dengan matanya yang lucu itu.

"Ya?" tanyaku sambil memperlihat lesung pipi ku yang katanya dapat membuat orang yang melihatnya meleleh.

"Tanganmu..." jawab Kyuhyun dan membuatku langsung menarik tanganku. Kau bodoh Choi Siwon! Kenapa kau sampai lupa kalau kau daritadi memegang tangannya! Aku terlalu terpesona sepertinya. Aku langsung saja berdiri dan bukannya membantu Kyuhyun soalnya dia malah langsung mengambil boneka kucing yang tadi sempat terjatuh dan memeluknya erat seperti kalau hanya dia yang boleh memiliki boneka itu. Aigooo!

"Kyu, kau mau membe-eh Siwon?"

Tiba-tiba saja muncul seseorang ke samping Kyuhyun em.. siapa ya dia? Oh ya namanya Changmin. Aku hanya membalas sapaanya tadi itu dengan senyum saja. Sapaan atau pertanyaan aku tidak peduli. Ya... aku sedikit kecewa saat tau kalau Kyuhyun datang dengan Changmin.

"Tadi Siwon ingin membeli boneka ini ya?" tanya Kyuhyun sambil memperlihatkan tatapan seperti anak kucing yang sedang kehujanan. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku agar rasa deg-degan ku dapat segera menghilang.

"Ti-tidak... aku tidak ingin membelinya" jawabku sambil tersenyum kaku mungkin karena jantungku yang terus berdetak tidak karuan.

"Yay! Minnie aku ingin ini!" ucap Kyuhyun girang sambil meloncat-loncat didepan Changmin dan... telinga kucing yang dipakai nya sedikit melambai-lambai ke arah depan yang makin membuat kesan manis padanya. Kulihat ada sedikit semburat merah dipipi Changmin... eh jangan-jangan...

"Eum... Wonie~" ucap seseorang dibelakangku. Astaga! Aku melupakan Kibum!

"Wae bummie?" tanya aku tersenyum lembut ke arah Kibum. Kibum kemudian berjalan kesampingku lalu menatap Changmin dan Kyuhyun dengan Kibum. Aku hanya mengangguk-anggukan kepalaku tanda mengerti. "Ehem..." aku berdehem dengan cukup keras.

"Miuuuuu~" ucap Kyuhyun kemudian menatapku dan Kibum.

"A-apa?" tanya Kibum bingung mendengar suara Kyuhyun tadi.

"Perkenalkan Changmin Kyu... ini Kibum" ucapku cepat sebelum ada salah paham hanya karena suara Kyuhyun yang seperti menirukan suara anak kucing tadi.

"Anyeong.. Kibum imnida" ucap Kibum memperkenalkan diri sambil membungkukan badannya.

"Changmin imnida" ucap Changmin dan bersalaman dengan Kibum sedangkan Kyuhyun...

"Anyeong~ Kyuhyun imnida! Bbuing bbuing~" ucap Kyuhyun memperkenalkan diri sambil melakukan hal terlucu yang pernah kulihat! Sumpah :p Aku melirik Kibum yang hanya bisa sweetdrop melihat tingkah laku Kyuhyun barusan.

"E-em Kibum kau lapar tidak?" tanya ku pada Kibum yang masih sibuk memperhatikan Kyuhyun.

"Boleh" jawab Kibum singkat.

"Kalian berdua mau ikut tidak?" tawarku pada mereka yang sebenarnya aku hanya ingin mengajak Kyuhyun saja hehehe...

"Tidak perlu Siwon-ah lagipula aku dan Kyuhyun sudah-"

"Ayo! Aku juga lapar!" ucap Kyuhyun memotong ucapan Changmin barusan. Changmin malah melongo mendengar ucapan Kyuhyun barusan.

"Baiklah tapi kami bayar ini dulu ya" ucap Changmin sambil menarik Kyuhyun ke arah kasir sedangkan aku dan Kibum berjalan keluar toko itu untuk menunggu mereka yang sedang mengantri di kasir.

"Em hyung orang yang namanya Kyuhyun itu..." ucap Kibum lalu berhenti sebentar lalu menatap Kyuhyun dengan intens. Pasti jawaban Kibum adalah orang yang aneh dan sok akrab. "... Lucu ya!" lanjut Kibum sambil tersenyum gemas ke arah Kyuhyun yang sedang membayar. Ah syukurlah jawabannya tidak terlalu menyakitkan...

Siwon Pov End

.

.

.

Bersambung

.

.

.

Lah Wait! Kok jadi romantis sih-_- Biarinlah saya buat chapter-chapter depan ajadeh yang hurt nya hehehe... Oiya apa kabar nih reader? Merindukan saya?;3 Engga? Yaudah sih-_-

Maaf ya kalau saya update ff selalu lama soalnya saya... males ngetiknya~ *digapok reader* Canda deng sebenarnya gaada inspirasi sih hehehe... HAPPY NEW YEAR READER! Mumpung masih tanggal satu nih._.v

Oiya readers! Tolong yang sudah baca fic "Vampire Or Werewolf"... review ya review! Karena reviewnya dikit huweeeeee *nangis dipojokan(?)

Kayanya disini my BabyKyunie terlalu hiper sama manis ya wkwkwk._.

Yaudah deh segitu aja dulu tunggu aja chap selanjutnya~

Paypay! SparWonKyu!