Mata Siwon langsung terbelalak kaget saat melihat bercak darah di tulisan itu yang membuat kalimat terakhirnya tidak dapat terlalu dilihat karena darah yang menutupinya. Namun bukan Siwon namanya kalau tidak dapat melihat lebih detail lagi... Siwon masih dapat melihat kalimat terakhir di tulisan itu...
Uh... aku harus pergi ternyata penyakit jantungku kembali...
Siwon Pov
Aku terbelalak kaget saat melihat kalimat yang tertutupi darah itu. Ja-jadi... yang waktu aku lihat ternyata benar... obat untuk meringankan sakit di jantung. Berarti... aku dan Kyuhyun... memiliki penyakit yang sama? A-aku harus tidur! Ini terlalu... ARGH!
Siwon Pov End
Dengan cepat Siwon menutup buku catatan itu dan langsung menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya. Ia terlalu kaget karena ternyata namja yang menurut dia terlihat sangat energik itu... memiliki penyakit mematikan yang sama dengan dirinya.
.
.
.
"WONIE!"
Kibum terus saja berteriak-teriak saat dirasa nya kalau Siwon dari tadi belum bangun juga, dia jadi kesal sendiri bisa-bisa sarapan untuk mereka berdua bisa dingin dan Siwon pun dapat terlambat ke kuliahannya. Kibum dengan kasar menarik selimut yang sedari tadi menyelimuti badan Siwon dan Kibum dapat melihat sebuah buku yang dipegang oleh Siwon karena penasaran perlahan tangan Kibum ingin menggapai buku itu namun...
PLAK
"AW!"
"Jangan sentuh..." gumam Siwon masih dengan memejamkan mata nya. Kibum mengembungkan pipi nya kesal karena dari tadi ternyata Siwon sudah bangun dan hanya ingin menjahili Kibum saja.
"Wonie bangun! Nanti kau bisa terlambat dan sarapan nya sudah dingin" pinta Kibum lagi sambil mengguncang-guncangkan tubuh Siwon. Beberapa detik Siwon tidak berkutik sampai akhirnya terdengar isakan kecil dari Kibum. "Hiks.. Wonie tak mau mendengarkan Bummie lagi..." dan seketika mata Siwon pun langsung terbuka dan terduduk di depan Kibum.
"Heh... kau menjahili ku ternyata" geram Siwon saat melihat ternyata Kibum hanya berakting agar Siwon cepat bangun. Kibum pun hanya menampilkan smirk andalannya.
"Siapa suruh kau tidak bangun-bangun..."
"Memang nya sekarang jam berapa sih?" tanya Siwon dan dengan malas melihat ke arah jam di samping nya dan berhasil membuat Siwon membelalakan mata nya. "MWO?! Sudah jam segini! Kenapa kau tidak membangunkan ku Bummie!" teriak Siwon dan segera berlari menuju kamar mandi sampai-sampai dia membanting pintu kamar mandi nya.
BLAM
"Haish... tampan tapi sayang nya bodoh" gumam Kibum sambil bersweet drop ria saat mendengar apa yang baru saja di katakan Siwon.
.
.
.
Beralih ke kediaman Cho sekarang, dari tadi Cho Ahra terus saja terlihat bingung dengan sikap adiknya Cho Kyuhyun yang sejak bangun pagi tadi seperti kehilangan selera untuk menjalani hari nya hari ini dan saat sarapan seperti sekarang pun makanannya banyak yang berhamburan kemana-mana.
"Kyu, jangan makan seperti itu kau jadi mengurangi selera makan Noona" saran Ahra sambil menaruh kembali makanan yang hampir saja masuk ke dalam mulut nya jika saja kelakuan adik nya tidak seperti ini.
"Mian Noona..." jawab Kyuhyun lemas dan meminum air putih yang sudah di sediakan Ahra. Kyuhyun pun menghela nafasnya sebelum akhirnya kembali melamun.
"Kyu sebenarnya ada masalah apa?"
"A-ani tidak ada masalah kok..."
"Jangan bo-"
TING TONG
Ahra sedikit menghela nafas saat perkataannya barusan tadi tidak dapat diselesaikan karena bunyi bel dari pintu rumahnya yang berbunyi dan dengan malas Ahra pergi membukakan pintu rumahnya dan tampaklah sesosok namja tinggi yang tengah tersenyum ke arah Ahra.
"Pagi Noona..." sapa Changmin dengan senyum cerahnya.
"Pagi Changmin, mau menjemput Kyuhyun ya?" tanya Ahra sambil membalas senyum Changmin.
"Ne Noona, aku ingin mengajak Kyuhyun berangkat bersama ke kampus" jawab Changmin sambil menganggukan kepala nya sedikit.
"Baiklah, kalau begitu tunggu sebentar ya.. Noona panggilkan Kyuhyun dulu" dan dengan itu Ahra meninggalkan Changmin di depan pintu rumah dan beranjak menuju ke ruang makan. Di sana masih terlihat Kyuhyun yang masih asyik melamun tanpa menghiraukan adanya kehadiran Ahra, Ahra pun mendekati Kyuhyun dan menepuk pundak Kyuhyun pelan. "Kyu.. ada Changmin di depan..."
Kyuhyun tidak membalas apapun pada Ahra dan langsung beranjak meninggalkan Ahra. Sepertinya mood Kyuhyun benar-benar sudah hancur sekarang, Changmin pun sedikit heran saat melihat wajah kusut Kyuhyun saat di depan. Changmin sedikit mengacak rambut Kyuhyun, berniat untuk jahil namun Kyuhyun malah memberikan deathglare nya pada Changmin.
"Wah wah.. apa yang terjadi dengan evil ini huh?" tanya Changmin sambil berjalan keluar rumah kediaman Cho.
"Tidak..." jawab Kyuhyun singkat dan tiba-tiba saja Kyuhyun berhenti dan menatap Changmin heran. Changmin yang ditatap seperti itu pun ikut heran.
"Apa?"
"Kau menjemput ku dengan... itu?!" tanya Kyuhyun dan sedikit menatap bingung pada "Kendaraan" yang dibawa Changmin untuk menjemput dirinya. Kyuhyun pikir, Changmin akan membawa kendaraan mewah.. mungkin seperti Limosin, Motor Ninja dan yang lain. Kyuhyun hanya tidak habis pikir kalau Changmin yang termasuk orang kaya.. mengajak seorang Cho Kyuhyun pergi ke kampus dengan membawa.. SEPEDA?!
"Wae? Bukankah kita jadi lebih bisa merasakan angin segar?" ucap Changmin agar Kyuhyun mau naik sepeda bersamanya well... sebenarnya Changmin memiliki maksud tersendiri membawa sepeda ke tempat Kyuhyun.
"Kau ini sungguh pelit."
Kyuhyun segera naik ke belakang Changmin dan dengan semangat Changmin langsung mengayuh sepeda nya. Ide jail Changmin pun muncul, perlahan Changmin memperkuat kayuhan sepeda nya dan tanpa di sadari Kyuhyun yang kaget hanya bisa memeluk Changmin dengan .. inilah sebenarnya modus Changmin, dia sengaja membawa sepeda untuk menjemput Kyuhyun kemudian mengayuh nya dengan Changmin hanya agar dia dapat merasakan pelukan Kyuhyun.
"Hyaaaaa! Shim Changmin pelan-pelan!" teriak Kyuhyun dan semakin mengeratkan pelukan nya. Changmin hanya dapat tersenyum lebar dan semakin mempercepat kayuhan sepeda nya. Hingga sampai lah Changmin di jalanan yang sangat menurun.
"Wow... Kyu lihat betapa curamnya turunan ini!" ucap Changmin dan sedikit melihat sampai mana jalan turunan itu berhenti. Kyuhyun dengan berat langkah berjalan menjauhi sepeda Changmin untuk mendapatkan sedikit ketenangan paska shock tadi.
"Kau... GILA! Bisakah kau mengayuh lebih pelan?! Cih..."
"Iya maaf hehe... sebaiknya kau lihat ke sini" ucap Changmin dan menyuruh Kyuhyun untuk datang ke samping nya. Kyuhyun pun melangkahkan kaki nya menuju samping Changmin dan mengikuti arah pandang Changmin. GLEK. Kyuhyun langsung menelan ludahnya saat melihat betapa jauh nya jalan turunan ini. Kyuhyun bahkan berjalan mundur satu langkah karena melihat nya.
"Wae?" tanya Changmin bingung melihat gelagat Kyuhyun yang aneh saat melihat jalanan ini.
"E-eum itu... apakah kita akan melewati jalan ini? Bagaimana kalau kita lewat jalan yang lain saja?" saran Kyuhyun pada Changmin. Kyuhyun hanya tak ingin melewati jalan itu karena dia sudah memiliki feeling kalau dia lewat jalan ini... suatu yang buruk akan terjadi.
"Kenapa? Masa seorang Cho Kyuhyun takut dengan jalanan seperti ini? Hahahaha..." tawa Changmin keras padahal bukan karena alasan itu Kyuhyun tidak mau melewati jalan itu.
"Si... siapa bilang aku takut?! Cho Kyuhyun tak pernah takut pada apapun!" sergah Kyuhyun dan dia langsung menyesali apa yang baru saja di ucapkan nya.
"Baiklah kalau begitu kita harus lewat jalan ini! Hanya orang berpenyakitan yang tidak mau lewat jalan ini" jelas Changmin dan segera menaiki sepeda nya tanpa mengetahui bahwa perkataannya barusan baru saja menyindir seseorang. Dengan langkah berat Kyuhyun kembali duduk di belakang Changmin dan memeluk Changmin dengan sangat sangat erat melebihi yang tadi. Changmin merasa sedikit aneh dengan pelukan Kyuhyun yang terlalu erat itu namun Changmin mengabaikan nya dan mulai mengayuh sepeda nya. Perlahan sepeda itu mulai menurun dan mulai turun dengan sangat cepat.
"WOOHOO!" teriak Changmin kegirangan saat merasakan angin yang menerpa wajah nya. Sedangkan dia tidak mengetahui kalau Kyuhyun sedang mengalami ketakutan dan akhirnya Kyuhyun tak kuat lagi.
"Ugh... SHIM CHANGMIN BERHENTI!" teriak Kyuhyun sambil memperat pelukan nya pada Changmin namun Changmin masih menghiraukan teriakan Kyuhyun tadi.
"CHANGMIN BERHEN-UHUK UHUK UHUK..."
Changmin merasa kalau pelukan Kyuhyun mulai mengendur dan tidak ada teriakan-teriakan bising dari Kyuhyun. Dengan cepat Changmin langsung memberhentikan sepeda nya dan menghadap belakang. Betapa terkejutnya Changmin saat melihat wajah Kyuhyun yang sangat pucat dan nafas nya yang memburu dengan cepat.
"Astaga Kyu! Apa yang terjadi?!" panik Changmin dan segera menidurkan Kyuhyun di jalanan dengan kepala Kyuhyun di atas pangkuan nya.
"Eunghah... o-obat di t-tas ku Changmin..." ucap Kyuhyun dengan susah payah. Changmin yang panik segera menggeledah tas Kyuhyun namun Changmin tidak menemukan satu obat pun yang dia lihat di tas Kyuhyun hanya buku buku dan buku.
"Obat apa? Tidak ada obat apapun di tas mu" ucap Changmin sambil menatap Kyuhyun dengan tatapan khawatir.
'Sial... berarti obat nya ketinggalan di rumah...' gerutu Kyuhyun dalam hati.
Kyuhyun tiba-tiba saja menggeleng-gelengkan kepala nya dan menunjuk-nunjuk ke arah lain seperti nya dia sedang menunjuk ke arah rumah nya. Changmin pertama nya tidak mengerti dengan bahasa isyarat Kyuhyun namun saat melihat dada Kyuhyun yang terus naik turun dengan cepat membuat Changmin semakin panik dan Changmin langsung menggendong Kyuhyun ala bridal style kembali ke rumah nya, bahkan Changmin sampai meninggalkan sepeda nya dijalanan. Dia tidak peduli jika saat kembali nanti sepeda nya sudah tidak ada atau menghilang karena sekarang yang sedang dia pikirkan hanya keadaan Kyuhyun. Dengan langkah cepat Changmin terus berlari ke arah kediaman Kyuhyun dan Changmin sedikit tersenyum lega saat dapat melihat rumah Kyuhyun. Changmin langsung saja mengetuk-ngetuk pintu rumah itu dengan keras.
"Ahra Noona! Ahra Noona! Cepat buka pintu nya! Kyuhyun dalam keadaan gawat!" teriak Changmin dengan keras dari luar sambil terus mengetuk-ngetuk pintu rumah itu dengan keras.
"Aish Changminnie ada apa... ASTAGA! Apa yang terjadi pada Kyuhyun?!" tanya Ahra panik saat melihat keadaan Kyuhyun yang ada di gendongan Changmin.
"Noona lebih baik kita bawa Kyuhyun masuk dulu."
"Ah ne, kau benar. Bawa dia ke kamarnya" suruh Ahra dan segera berlari menuju kamar Kyuhyun di ikuti dengan Changmin di belakang nya setelah berada di dalam kamar Kyuhyun, Changmin langsung saja menidurkan Kyuhyun di atas ranjang nya.
"Noo... noona o-obat ku" ucap Kyuhyun dengan terbata kepada Ahra dan dengan cepat Ahra membuka lemari yang berada di samping ranjang Kyuhyun dan mengeluarkan obat nya. Ahra langsung saja menyuruh Kyuhyun meminum obat nya dan memberikan Kyuhyun segelas air putih yang sudah disiapakan nya sedari tadi.
"Sebaik nya kau istirahat sekarang ne Kyu..." ucap Ahra sambil mengelus rambut Kyuhyun dengan lembut. Kyuhyun pun memejamkan mata nya dan obat nya mulai bereaksi karena napas Kyuhyun yang sudah mulai teratur. Ahra langsung mendekati Changmin dan membawa Changmin turun ke bawah.
"A-aw Noona! Pelan-pelan saja menarik tangan ku" protes Changmin saat Ahra menarik tangan nya dengan kasar.
"Changmin... kau harus menjelaskan pada ku apa yang terjadi dengan Kyuhyun?" tanya Ahra setelah mereka berada di ruang tamu, mereka hanya tidak ingin mengganggu Kyuhyun yang sedang beristirahat.
"Aku hanya membawa nya bersepeda..." jawab Changmin namun Ahra masih saja memelototi Changmin sehingga Changmin menghela nafas dan melanjutkan kata-kata nya tadi. "Dan aku juga mengajak Kyuhyun melewati jalan turunan yang sangat curam."
"Dengan cepat kah?"
"Y-ya" jawab Changmin sambil menundukkan kepala nya dan tiba-tiba saja...
PLAK
Ahra menampar Changmin dengan keras. Changmin kemudian memegang bekas tamparan Ahra yang mulai memerah dan menatap Ahra dengan pandangan tidak percaya dan juga tatapan yang meminta penjelasan.
"Changmin, apa kau ingin mencelakakan Kyuhyun?!" teriak Ahra tepat di depan wajah Changmin.
"A-apa? Tidak Noona, aku tidak berniat mencelakakan Kyuhyun. Dia tiba-tiba saja menjadi begitu" sergah Changmin karena merasa tidak bersalah.
"Apa maksud mu?! Apa kau tidak tau kalau Kyuhyun punya..." Ahra langsung saja menutup mulut nya saat dia hampir saja membongkar rahasia Kyuhyun. Changmin yang melihat itu langsung merasakan sesuatu yang aneh.
"Changmin bukankah kau harus pergi kuliah?"
"Ta-tapi Noona bagaimana dengan Kyu..."
"Pergi Changmin."
"Tapi Noo-"
"KUBILANG PERGI CHANGMIN! KUMOHON AKU TIDAK INGIN MELIHAT WAJAH MU HARI INI!" teriak Ahra dengan terengah-engah. Changmin sampai mundur satu langkah karena teriakan Ahra yang tidak diduga nya.
"Baiklah" jawab Changmin lemas dan mulai berjalan keluar dari kediaman itu tapi sebelum Changmin benar-benar pergi, dia sempat membalikkan badannya dan menghadap Ahra sebentar. "Tolong sampaikan maaf ku pada Kyuhyun" ucap Changmin sambil pergi keluar dari kediaman Cho itu.
BRAK
Changmin menutup pintu kediaman Cho itu dengan keras dan kasar kemudian berjalan dengan tidak semangat menuju kampus untunglah keberuntungan masih berada di pihak Changmin karena sepeda yang tadi ditinggalkan nya tidak hilang dan masih tergeletak dengan manis nya di atas jalanan tadi. Changmin kembali melanjutkan perjalanan nya menuju kampus dengan sepeda nya.
Sedangkan hanya dapat mematung di tempat nya, tangan indah nya perlahan merogoh saku jeans nya dan mengambil handphone nya. Lalu menghubungi nomor seseorang dan menunggu orang itu untuk menjawab panggilan Ahra.
"Dokter... sa-saya rasa penyakit Kyuhyun akan datang kembali hiks..."
TUT
Ahra tidak mampu lagi melanjutkan kata-kata nya kemudian memutuskan panggilan itu. Kaki nya tidak dapat menopang berat badannya dan Ahra pun terduduk di lantai. Perlahan air mata nya mengalir mengingat keadaan adik nya yang tersayang.
'Hiks... kenapa? Kenapa harus Kyuhyun yang mempunyai penyakit itu? Kenapa tidak aku Tuhan?!' isak Ahra dalam hati nya dan semakin menangis dengan keras tanpa mengetahui kalau sedari tadi ada yang mendengarkan semua pertengkarannya dengan Changmin dan pembicaraan Ahra tadi dengan dokter nya.
.
.
.
At The SM University
Seorang pria tampan terus menunggu kehadiran seseorang di depan pintu gerbang kampus nya. Dia bahkan tidak sadar kalau sebentar lagi kelas nya akan segera di mulai. Selama menunggu di depan gerbang, banyak beberapa yeoja yang terus mengerling genit dan mencari perhatian kepada nya namun hanya dia diamkan saja. Tiba-tiba saja dia melihat seseorang dari kejauhan yang seperti nya dia kenal yang sedang membawa sepeda di sampingnya.
'Itu kan Changmin... bukankah dia selalu berangkat bersama Kyuhyun?' tanya Siwon dalam hati dan melihat kebelakang Changmin mungkin saja Kyuhyun tertinggal di belakang nya namun dia tidak melihat Kyuhyun sama sekali. Siwon kemudian mendekati Changmin dan Changmin sedikit bingung saat Siwon datang ke arahnya.
"Permisi Changmin tapi apa anda melihat Kyuhyun?" tanya Siwon sopan sambil melirik ke sekitar Changmin namun tetap dia tidak menemukan Kyuhyun.
"Dia tidak datang hari ini karena... dia sedang tidak enak badan. Memang nya kenapa Siwon-ssi?" tanya Changmin balik dengan nada dingin dan Siwon akui kalau dia tidak menyukai nya.
"Aku ada urusan penting dengan Kyuhyun."
"Urusan apa itu?"
"Apakah kau harus mengetahui nya juga?"
"Ya, karena apapun yang Kyuhyun lakukan aku harus mengetahui nya bahkan hal sekecil apapun aku harus tau" ucap Changmin dengan tatapan kosong dan membuat Siwon sedikit shock. Siwon tidak bisa membalas perkataan Changmin dan berjalan meninggalkan Changmin namun dia berbalik sebentar untuk mengatakan sesuatu.
"Bisakah pulang kuliah nanti kau mengantarkan ku ke rumah Kyuhyun?" tanya Siwon dan dia dapat melihat kalau Changmin sedikit mengangguk lalu Siwon pun kemudian melanjutkan jalan nya tadi yang sempat terhenti sedangkan Changmin mengepalkan tangan nya keras karena dia seperti merasakan api yang membakar hati nya.
'Apakah kau menyukai nya Siwon-ssi?'
.
.
.
SKIP TIME
Tak terasa kalau waktu ternyata cepat berlalu di Universitas SM. Semua murid mulai berhamburan keluar dari kelas nya dan bersiap-siap untuk pulang. Di samping gerbang masuk dan keluar universitas SM terdapat sebuah pohon beringin besar, terlihat seorang namja tampan berlesung pipi tengah bersandar di pohon itu. Dia sedang menunggu kehadiran seseorang yang sungguh lama datang nya, sambil menunggu orang itu datang Siwon kembali membaca buku harian Kyuhyun... terutama di bagian darah yang menempel di kertas itu.
'Tak kusangka... kita memiliki penyakit yang sama Cho Kyuhyun.'
Tak lama kemudian, Siwon dapat melihat Changmin mulai datang menghampiri nya. Siwon kemudian menutup buku harian Kyuhyun dan memasukkannya kembali ke dalam tas nya. Changmin sedikit mengernyit heran saat terlihat Siwon memasukkan sebuah buku kembali ke tas nya dengan gerak-gerik panik.
"Buku apa itu?" tanya Changmin heran dan menatap Siwon dengan tatapan tidak suka.
"Bukan urusan mu dan jangan menatap ku seperti itu Changmin-ah" ucap Siwon dengan nada tidak suka kemudian berjalan keluar dari universitas di dampingi Changmin.
Mereka berdua berjalan berdampingan dengan aura hitam yang saling keluar dari tubuh masing-masing. Seperti nya mereka sedang tidak dalam mood yang baik dan seperti nya juga tidak menyukai satu sama lain. Changmin sedikit melirik ke arah Siwon dan kembali melihat ke arah sepeda nya yang di bawa di samping nya sedari tadi. Setelah mereka menempuh beberapa kilometer dengan hanya berjalan dan mereka juga tidak merasa lelah, akhirnya mereka sampai di depan kediaman keluarga Cho.
"Ini rumah nya" ucap Changmin dan menaiki sepeda nya.
"Kau tidak mau masuk?" tanya Siwon dan Changmin terdiam sebentar dengan kepala yang menunduk lalu menatap Siwon dengan mimik wajah tidak bersemangat.
"Tidak, tolong sampaikan salam ku pada Kyuhyun" ucap Changmin dan mulai mengayuh sepeda nya menjauh dari kediaman Cho itu. Dia tidak ingin berlama-lama di sana karena mungkin hati nya akan merasakan sakit lagi. Siwon tidak peduli dengan sikap Changmin yang menyebalkan barusan dan berjalan mendekat menuju pintu luar kediama Cho.
TOK TOK TOK
"Tunggu sebentar..."
Terdengar sahutan dari dalam, tak lama terbukalah pintu itu dan menampakkan sesosok yeoja manis yang tampaknya bingung dengan kedatangan Siwon.
"Anyyeong... Saya Siwon teman kampus Kyuhyun. Saya berniat ingin menjenguk nya karena saya dengan kalau Kyuhyun sedang sakit sekarang" ucap Siwon memperkenalkan diri sambil menampakkan lesung pipi nya yang menawan. Ahra tersenyum membalas senyuman Siwon tadi dan mempersilahkan Siwon untuk masuk.
"Kyuhyun sedang berada di kamar nya dilantai dua sekarang, mau saya ambilkan minum Siwon-ssi?" tanya Ahra lembut namun Siwon segera menolaknya dengan halus. Siwon segera menaiki tangga menuju lantai dua setelah Ahra meminta ijin untuk keluar sebentar karena ada keperluan mendadak. Siwon tidak perlu bersusah payah untuk mencari kamar Kyuhyun karena di pintu itu sudah terpampang tulisan 'Gyu Room' di luarnya. Siwon perlahan mengetuk pintu itu, tidak ada sahutan. Siwon mencoba lagi dan akhirnya terdengarlah sahutan dari dalam.
"Masuklah..." ucap suara lembut dari dalam dan dengan perlahan Siwon membuka pintu kamar itu. Betapa terkejutnya Siwon saat melihat keadaan Kyuhyun sekarang, tertidur di atas ranjang nya dengan kulit pucat dan selang infus di samping nya. Kyuhyun sedikit terkejut saat melihat siapa tamu yang datang... dia kira Changmin lah yang menjadi tamu nya sekarang.
"Ah... Siwon hyung ada urusan apa datang kemari?" tanya Kyuhyun sedikit malu. Kyuhyun sendiri tidak tau mengapa tiba-tiba saja jantung nya berdetak menjadi lebih cepat.
"Aku hanya ingin mengembalikkan ini" jawab Siwon sambil merogoh-rogoh tas nya dan mengeluarkan buku harian Kyuhyun. Kyuhyun langsung membulatkan mata nya dan membuka mulut nya dengan lebar saat melihat apa yang ingin Siwon kembalikan... buku harian nya.
"Da-dari mana kau mendapatkan ini hyung?" tanya Kyuhyun tak percaya dan mengambil nya dengan kasar dari Siwon. Siwon sedikit terkejut dengan perubahan sikap Kyuhyun namun dia mencoba untuk bersikap tenang.
"Aku menemukkan nya terjatuh di lantai kemarin aku ingin mengembalikan nya langsung pada mu tapi aku tak dapat menemukan mu" jawab Siwon sedikit berbohong yah tidak sedikit.
"Terima kasih sudah mengembalikan nya hyung... apakah hyung membaca isi nya?"
DEG
Pertanyaan yang keluar dari mulut Kyuhyun tadi dapat membekukan tubuh Siwon seketika. Siwon sedikit ragu untuk menjawab itu namun Siwon berani dan menatap Kyuhyun untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun barusan.
"Ne, maaf kan aku karena membaca nya Kyu..." jawab Siwon dan Kyuhyun kembali menatap Siwon dengan tatapan tidak percaya berarti Siwon sudah mengetahui penyakit yang selama ini Kyuhyun sembunyikan. Kyuhyun ingin sekali berteriak kepada Siwon tapi niat nya gagal sudah saat Siwon melanjutkan perkataan nya barusan. "Kau tidak perlu khawatir tentang penyakit mu itu, kau memiliki teman Kyu... yaitu aku. Ya aku juga memiliki penyakit itu" ucap Siwon dengan enteng dan berhasil membuat Kyuhyun menjatuhkan buku hariannya.
.
.
.
Bersambung
.
.
.
DAFUQ~ (?)
Hay hay readers... mian ne kalau saya update jadi nya lama banget... biasalah lagi sibuk mempersiapkan UN mah ya jadi nya begini._.
Wah wah wah... Siwon dan Kyuhyun udah saling mengetahui penyakit masing-masing nih... hem.. gimana ya kelanjutannya? *pusing sendiri* dan juga konflik antara Changmin dan Siwon masih akan berlanjut hehehe... masih bingung ya Kibum siapa nya Siwon? Haha... saya aja bingung Kibum siapa nya Siwon-_- *plak
Tenang aja kok readers pokok nya nanti saya bakal ngungkapin siapakah Kibum sebenar nya di chapter yang akan datang hehehe~
Mungkin segitu aja cuap cuap dari author tercinta *cuih* pokok nya saya membutuh kan review dari reader-reader yang sudah membaca FF ini karena saya sedikit merasa kecewa saat melihat tweet di TL saya "Lebih enak jadi silent readers" dan saya curiga di FF ini juga banyak yang begitu~~ ;))
Jadi saya membutuh review dari reader-reader tercinta dan juga saya butuh doa agar saya dapat mengerjakan TO, US dan juga UN dengan tenang dan mendapatkan jawaban yang benar ya... and just info, seperti nya saya kan update lama lagi mian mian! *bow
Oke pay pay readers! BIG LOVE GYU CHANNEL!
