"Kau tidak perlu khawatir tentang penyakit mu itu, kau memiliki teman Kyu... yaitu aku. Ya aku juga memiliki penyakit itu" ucap Siwon dengan enteng dan berhasil membuat Kyuhyun menjatuhkan buku hariannya.
.
.
.
Is This A Love Story?
.
.
.
Kyuhyun POV
Aku menatap Siwon dengan tidak percaya. Bagaimana bisa... orang yang terlihat... sangat kuat seperti dia ini memiliki penyakit yang parah seperti aku? Aku menundukkan kepala ku dan sedikit melirik ke arah buku harian ku yang tadi terjatuh. Aku tertawa miris saat mengetahui nya dan kembali menatap wajah Siwon yang sedang mengernyit heran.
"Kau? Punya penyakit itu? HAHAHAHA!" ucap ku remeh dan Siwon seperti nya sedikit kesal karena perkataanku barusan.
"Kenapa? Kau tak percaya Kyu? Asal kau tau saja ya.. aku sudah punya penyakit ini sejak lahir!"
"Dan apakah aku perlu tau itu?!" bentak ku keras karena aku sangat tidak ingin mengetahui kenapa bisa Siwon sampai mempunya penyakit itu karena jika saja Siwon tidak memberitahu ku tentang penyakit nya itu pasti dia masih terlihat... sempurna di mata ku namun sekarang tidak lagi.
Siwon kemudian terdiam setelah mendapatkan bentakan dari ku. Aku menundukkan kepala ku lagi dan tangan kanan ku berusaha menggapai buku harian ku yang tak sengaja ku jatuhkan tadi. Aku membuka buku itu dan tepat terbuka di halaman yang sangat tidak ingin aku baca... tentang curahan hati ku mengenai mantan ke kasih ku di Paris. Aku sedikit memaksakan senyum saat bayangan nya terlintas di benak ku. Kira-kira bagaimana kabar nya sekarang?
"Maaf kan aku karena memberitahu mu tentang penyakit ku." Aku mendongakan kepala ku dan menatap Siwon yang mengalihkan wajah nya dari tatapan ku.
"Ani seharus nya aku yang minta maaf karena tiba-tiba membentak mu" ucap ku tersenyum lembut dan dapat kulihat Siwon yang melirik ku dari ujung mata nya. Siwon kemudian berjalan mendekati ku kemudian duduk di samping ku. Aku tersentak kaget saat tiba-tiba saja Siwon menggenggam tangan kanan ku. Aku menatap mata nya yang memancarkan keseriusan.
"Kita bisa melewati segala rintangan walaupun ada penyakit ini yang menghalangi Kyu." Siwon kemudian mengeluarkan killer smile nya sambil memperkuat genggamanan tangan nya.
"Kenapa? Kau pikir aku tidak bisa melewati rintangan huh?" dengus ku kesal karena perkataan nya barusan seperti merendahkan ku. "Dengar ya! Cho Kyuhyun adalah namja paling kuat yang bisa melewati segala rintangan!" ucap ku dan Siwon terkekeh kecil mendengar ku. Sebelah tangan nya yang tidak menggenggam tanganku terangkat untuk mengelus rambut ku.
DEG DEG
A-apa ini?! Wajah ku terasa memanas dan jantung ku juga berdebar-debar karena elusan tangan Siwon di kepala ku. Aku memejamkan mata ku untuk merasakan tangan besar nya yang mengelus rambut ku itu.
"Aku tau kau pasti bisa menghadapi segala rintangan Kyu."
"Maukah kau..." Aku menghentikkan ucapan ku sebentar dan membuka mata ku kemudian menatap mata Siwon yang bening itu. "Terus bersama ku hyung? Kita hadapi semua rintangan walaupun penyakit ini menghalangi kita. Maukah kau hyung?" tanya ku serius dan Siwon sedikit terbelalak kaget saat mendengar pertanyaan ku tadi namun tatapan itu langsung berubah menjadi tatapan yang sangat menghanyutkan ku.
"Tentu.. kita berjuang bersama Kyu."
Aku tersenyum lembut mendengar jawaban nya dan tiba-tiba saja Siwon pun memeluk ku dengan erat. Seketika rasa hangat menjalar di tubuh ku lagi. Aku memejamkan mata ku dan membalas pelukan nya dan semakin berpelukan erat seperti... kami tidak ingin berpisah.
End of Kyuhyun POV
Siwon dan Kyuhyun berpelukan cukup lama sampai-sampai mereka tidak mengetahui kalau sedari tadi ada seseorang yang memperhatikkan dari luar dengan senyuman nya yang indah itu. Siapalagi kalau bukan Ahra. Ahra berjalan kembali ke kamar nya setelah melihat kelakuan teman Kyuhyun yang sangat baik dan perhatian terhadap adik nya. Namun untung nya Ahra belum mengetahui... kalau marga Siwon adalah Choi.
.
.
.
Changmin menatap pemandangan indah yang tersaji di villa itu. Pepohonan yang terus terlintas lewat mata. Hijau, asri dan dapat mendamaikan semua perasaan orang yang melihat nya namun tidak dengan Changmin. Hati nya terus saja tidak bisa merasakan perasaan damai itu. Changmin kembali menghembuskan nafas saat melihat Seohyun datang dengan dua gelas teh hangat di tangan nya.
"Silahkan diminum oppa" Seohyun kemudian meletakkan gelas teh itu di depan wajah Changmin dan menyesap teh yang satu nya. Rasa hangat langsung menjalar di lidah Seohyun tapi Seohyun hampir saja tersedak saat tiba-tiba saja Changmin menggenggam tangan kiri nya yang berada di atas meja. Seohyun menatap bingung Changmin yang sedari tadi hanya menundukkan kepala nya, tidak berminat untuk meminum teh buatan nya.
"O-oppa?"
"Seohyun-ah... aku telah menyakiti orang yang kusayangi" ucap Changmin sambil menatap Seohyun. Betapa terkejut nya Seohyun saat tiba-tiba saja mata indah Changmin meneteskan air mata.
'Apa dia menyakiti Kyuhyun?' batin Seohyun bingung. Dia ingin sekali segera mengetahui bagaimana wajah Kyuhyun sampai-sampai dapat membuat Changmin keluar dari karakter asli nya. Bahkan membuat Changmin sedih.
"Oppa menyakiti... Kyuhyun kah?" tanya Seohyun dan dijawab dengan anggukan oleh Changmin. Seohyun menghela nafas sebentar sebelum melontarkan pertanyaan lagi. "Memang nya apa yang oppa lakukan pada Kyuhyun?"
"A-aku juga tidak tau.. tiba-tiba saja dia... nafas nya..." Seohyun menatap Changmin bingung karena dia tidak mengerti apa yang baru saja Changmin katakan. Seohyun tidak bergeming saat tangisan Changmin kembali terdengar, isakan tangis itu membuat Seohyun tidak kuat. Seohyun kemudian berdiri dan mendekati Changmin. Perlahan kedua tangan Seohyun terangkat membelai kepala Changmin dan memeluk nya.
"Sssttt... jangan menangis oppa, Kyuhyun pasti baik-baik saja dia kan kuat."
"Tidak... dia tidak baik-baik."
"Bukan nya oppa yang pernah bilang pada ku bahwa oppa sangat menyukai sifat Kyuhyun yang tegar dan kuat itu. Jadi bisa dipastikan bahwa Kyuhyun baik-baik saja" ujar Seohyun lembut untuk menenangkan Changmin. Kepala Changmin kemudian terangkat untuk menatap wajah Seohyun yang sangat dekat dengan wajah nya. Jantung Changmin berdetak lebih kencang saat melihat senyuman Seohyun. Entah kenapa tiba-tiba Changmin melakukan ini, tangan nya bergerak ke belakang badan Seohyun dan membalas pelukan nya.
"Ya... Kyuhyun memang kuat."
Seohyun sedikit tersentak atas perlakuan Changmin sekarang tapi biarkan ego nya keluar untuk sementara. Dia ingin memeluk Changmin erat, mengeluarkan semua rasa sayang nya pada orang yang dia kasihi ini. Seohyun berharap bahwa dia adalah Kyuhyun yang dicintai oleh Changmin tapi nasib berkata lain. Dia hanyalah Seohyun yang ditakdirkan sebagai teman dekat Changmin dan bukan untuk dicintai karena itu Seohyun menginginkan momen ini lebih lama agar dia dapat merasakan bagaimana rasa nya berpelukan dengan orang yang dicintai.
.
.
.
Skip Time
Keesokan Harinya
Kyuhyun berjalan masuk ke dalam kuliahan nya dengan sedikit resah karena semua orang sedang menatap nya saat ini, Kyuhyun juga tidak tau kenapa orang-orang sedari tadi melihat nya mungkin karena dirinya sedang berjalan berduaan dengan Siwon. Siwon sedari tadi hanya diam sambil berjalan masuk bersama Kyuhyun dan telinga nya bisa mendengar bisikan-bisikan beberapa murid yang di lewati nya tadi.
"Wah lihat mereka! Siswa baru itu sangat imut!"
"Apakah mereka pasangan? Benar-benar cocok!"
"Aku iri dengan dia karena bisa sedekat itu dengan Siwon!"
Siwon menanggapi semua itu hanya dengan tersenyum dan sesekali menatap Kyuhyun yang dari tadi resah. Siwon kemudian berhenti dan mengacak rambut Kyuhyun.
"Wae hem?" tanya Siwon lembut melihat Kyuhyun yang sedari tadi resah.
"Aku hanya berpikir kenapa merek-"
"KYU!"
Kyuhyun dan Siwon kemudian berbalik ke belakang dan dapat melihat Changmin yang berlari ke arah mereka. Changmin mengatur nafas nya setelah sampai di depan kedua orang itu lalu tatapan Siwon dan Changmin pun bertemu tak lama kemudian.
"Oh ku rasa aku harus pergi duluan ke kelas ku. Kita bertemu lagi nanti Kyu." Siwon segera meninggalkan mereka berdua setelah mengerti apa arti tatapan Changmin pada nya barusan. Suasana pun berubah menjadi sangat canggung setelah kepergian Siwon tadi dan Changmin pun memberanikan diri untuk berbicara duluan.
"Eum.. apakah kau sudah baikan?" tanya Changmin bingung harus memulai pembicaraan dari mana.
"Ya.. aku sudah baikan" jawab Kyuhyun datar tanpa menatap Changmin. 'Aku tidak akan bisa pernah baikan Changmin' batin Kyuhyun sedih.
"Kyu... a-aku minta maaf aku tidak tau kalau jadi nya akan begitu kemarin. Aku sungguh-sungguh minta maaf" ucap Changmin sambil memelas pada Kyuhyun dan Kyuhyun hanya bisa menatap jijik ke arah Changmin karena wajah Changmin benar-benar jelek saat sedang memelas seperti itu.
"Tenang saja Changmin aku sudah memaafkan mu" ucap Kyuhyun dan tersenyum lembut. Changmin pun menghembuskan nafas lega sambil mengelus-elus dada nya. Setidaknya perasaan nya bisa sedikit tenang.
"Kalau begitu, ayo Changmin kita ke kelas." Kyuhyun mulai berjalan meninggalkan Changmin sebelum langkah nya kembali terhenti karena pertanyaan Changmin.
"Sebenar nya kau punya penyakit apa Kyu?" Kyuhyun tercekat saat Changmin menanyakannya. Kyuhyun berusaha bersikap senormal mungkin dan tidak panik kemudian dia membalikkan tubuh nya dan melihat ke arah Changmin yang sedang menatap menyelidik ke arah nya.
"Hanya penyakit ringan. Ayo Min kita bisa terlambat" jawab Kyuhyun tenang dan kembali berjalan memasuki kelas nya.
'Aku tau kau berbohong Kyu.'
.
.
.
Siwon sedikit kebingungan sekarang. Kenapa? Karena sekarang dia sedang membantu dosen nya untuk memeriksa jawaban ulangan murid nya dan daritadi juga handphone nya tidak bisa berhenti berbunyi. Siwon ingin sekali mengangkat nya namun masih banyak yang harus di kerjakannya tapi suara handphone nya juga pasti mengganggu dosen nya.
"Siwon-ssi lebih baik anda angkat dulu telepon anda mungkin saja penting." Siwon membungkuk sebentar untuk izin keluar mengangkat telepon nya. Siwon merogoh saku celana nya dan melihat siapa yang terus saja memanggil nya. Siwon kemudian menyentuh tombol hijau di handphone nya.
'WONIE~~' Terdengar suara manja dari sana dan Siwon hanya bisa menghela nafas nya kalau sudah berhadapan dengan sifat manja nya.
"Ada apa Bummie?"
'Wonie kenapa belum pulang? Bummie kangen!'
"Bummie... jika kau menelpon ku hanya untuk mengucapkan itu aku benar-benar sudah membuang waktu ku! Aku sedang sibuk Bummie!" bentak Siwon pada Kibum.
'Ma-maaf Wonie bukan untuk itu bummie menelpon Wonnie hehe... masalah nya persediaan makanan kita sudah habis. Jadi Wonnie mau kan antarkan aku belanja hari ini?'
"Hah habis? Maaf Bummie tapi aku sedang sibuk dan akan pulang malam jadi tidak bisa mengatarkan mu. Kau belanja saja sendirian oke?"
'MWO? SENDIRIAN? TIDAK MAU!' Siwon harus sedikit menjauhkan handphone nya dari telinga nya saat Kibum berteriak tadi.
"Ayolah Bummie~" Siwon terpaksa harus sedikit memelas agar Kibum mau keluar sendiri untuk berbelanja.
'POKOK NYA BUMMIE TIDAK MAU BELANJA SENDIRIAN!'
Siwon kembali menghembuskan nafas nya berat. Siwon memang tidak bisa melawan jika Kibum sudah manja seperti ini. Tapi sayang Siwon sedang sibuk jadi nya tidak bisa menemani Kibum. Siwon memutar kepala nya untuk mendapatkan ide bagaimana agar Kibum mau berbelanja tanpa nya. Dan ide itu tiba-tiba saja terlintas saat melihat Kyuhyun yang berlari ke arah kantin.
"Bummie.. mau tidak kalau berbelanja nya dengan Kyuhyun?" tanya Siwon sambil berharap semoga Kibum mau.
'Eh Kyuhyun? Boleh! Aku mau asal tidak sendirian! Memang nya Kyuhyun mau?'
"Tentu dia mau. Ya sudah aku tutup dulu ya telepon nya Bummie."
PIK
Sambungan telepon itu pun terputus. Akhirnya Kibum tidak merengek agar Siwon mau menemani nya belanja. Siwon terpaksa harus memaksa Kyuhyun agar nanti mau menemani Kibum berbelanja. Siwon kemudian berjalan ke arah kantin namun sebelum sampai di kantin, handphone Siwon kembali berbunyi. Siwon melihat siapa penelpon nya dengan tidak percaya dan dengan terpaksa Siwon harus mengangkat nya.
"Yeoboseyo..."
"..."
"Ah jinjja? Baiklah malam ini akan ku jemput kau di bandara."
Jawab Siwon mengakhiri telepon nya dan kembali berjalan menuju ke kantin. Siwon berjalan dengan cepat ke arah Kyuhyun yang sedang menikmati makan siang nya. Siwon tersenyum penuh arti ke arah Kyuhyun sedangkan Kyuhyun menatap nya dengan sangat bingung.
.
.
.
Skip Time
At The Supermarket
Kyuhyun mengembungkan pipi nya kesal karena sudah hampir lima belas menit Kyuhyun menunggu Kibum namun tanda-tanda Kibum akan datang belum juga muncul. Kepala Kyuhyun terus bergerak ke arah kiri dan kanan untuk melihat siapa yang dari tadi terus berlalu-lalang dan akhirnya mata nya dapat menangkap sosok Kibum yang tengah berlari ke arah nya.
"Kyu! Hah.. hah... maaf aku terlambat" ucap Kibum tersenyum dan dengan tampang tidak bersalah.
"Ah tidak apa-apa kok lagipula aku juga belum terlalu lama menunggu" ucap Kyuhyun terpaksa berbohong walaupun hati nya sedikit kesal.
"Sekali lagi maaf ya hehe.. Kenapa kau mau menemaini ku berbelanja Kyu?"
"A-ah... karena aku tidak ada kerjaan jadi ya aku mau saja menemani mu berbelanja."
"Benarkah? Baik sekali hehe..."
Kyuhyun tersenyum kecut dan masuk ke dalam supermarket itu bersama Kibum. Walaupun alasan nya sebenar nya bukanlah itu.
Flashback
Sekarang Kyuhyun dengan tenang nya sedang menikmati makan siang nya saat tiba-tiba saja Kyuhyun merasakan seseorang yang sedang menatap nya dari jauh. Saat Kyuhyun melihat ke arah kanan terlihat Siwon yang berjalan sambil tersenyum aneh ke arah nya. Siwon kemudian mengambil duduk di depan Kyuhyun dan terus menatap Kyuhyun intens.
"A-ada apa hyung?" tanya Kyuhyun was-was.
"Kyu~ Boleh hyung minta tolong tidak?"
"Tolong apa hyung?"
"Itu kau mau tidak nanti malam menemani Kibum berbelanja. Aku ingin sekali menemani nya berbelanja namun aku harus harus membantu dosen. Kau mau ya Kyu?" tanya Siwon dan mengeluarkan puppy eyes nya. Kyuhyun hampir tersedak jika tidak segera minum karena melihat wajah Siwon barusan.
"Menemani nya? Tidak. Aku ingin istirahat hyung.. badan ku pegal semua" jawab Kyuhyun malas. Entah kenapa Kyuhyun merasa cemburu saat Siwon mengucapkan nama Kibum.
"Ayolah Kyu~ Hyung akan mengikuti apapun yang kau mau jika kau menemani Kibum! Sekali ini saja Kyu sekali~" Siwon kemudian memegang tangan Kyuhyun dengan erat dan membuat Kyuhyun tersentak. Kyuhyun menatap tangan nya yang sedang di pegang oleh Siwon dan kembali menatap pada Siwon yang masih setia menunggu jawaban nya.
"Ba-baiklah aku akan menemani nya tapi ingat janji mu hyung! Kau harus mengikuti apapun yang aku inginkan!" Kyuhyun kemudian menarik tangan nya dari genggaman Siwon dengan cepat. Namun hal selanjutnya yang dilakukan Siwon membuat nya berhasil membelalakan mata nya.
"YAYYY! TERIMA KASIH KYU!" teriak Siwon keras dan memeluk Kyuhyun erat.
DEG DEG
Jantung Kyuhyun tiba-tiba saja berdetak lebih kencang dan wajah nya pun mulai memerah. Kyuhyun kemudian melepas paksa pelukan Siwon dan menatap ke sekeliling kantin yang menatap mereka berdua dengan bingung.
"PABBO! APA YANG KAU LAKUKAN HYUNG?! MENJAUH DARI KU! KAU MENGGANGGU KETENANGAN KU!" teriak Kyuhyun di seluruh penjuru kantin. Siwon hanya bisa menutup telinga nya dan berlari meninggalkan Kyuhyun yang wajah nya sedang memerah namun sebelum benar-benar akan meninggalkan kantin, Siwon berbalik sebentar dan menatap Kyuhyun.
"Ingat malam ini kau harus temani dia!" Dan Siwon hampir saja mendapat lemparan saus dari Kyuhyun.
End Of Flashback
Kyuhyun sekarang tengah menjalankan troli belanjaan Kibum dengan malas. Karena dari tadi Kyuhyun hanya diam, menjalankan troli dan sesekali menjawab pertanyaan Kibum. Ya seperti sekarang ini.
"Kyu, menurut mu aku harus beli sabun yang warna hijau ini atau yang warna kuning?" tanya Kibum sambil mengamati dengan serius kedua sabun yang ada di tangan nya.
"Yang kuning saja" jawab Kyuhyun malas.
"Kuning? Tapi aku mau yang warna hijau... hem aku beli saja kedua nya!" Kibum kemudian memasukkan kedua sabun itu ke atas troli dan Kyuhyun hampir saja memukul kepala nya sendiri karena jawaban akhir Kibum pasti akan mengambil-dua duanya-saja.
Mereka berdua pun berjalan ke arah tempat minuman dan Kibum pun kembali asik memilih dan melihat mana minuman yang akan di belinya.
"Eum.. Kyu bisakah kau ambil soda di tempat sebelah sana." Kibum tersenyum manis ke arah Kyuhyun dan Kyuhyun pun hanya bisa memutarkan kedua bola mata nya bosan dan berjalan ke arah stand soda yang tadi di tunjuk Kibum. Setelah mengambil soda itu Kyuhyun pun berbalik namun malang nya tubuh Kyuhyun bertabrakan dengan seorang yeoja.
"Ah mian! Aku tadi tidak melihat mu" ucap Kyuhyun cepat-cepat dan membantu yeoja itu berdiri kembali.
"Tidak apa-apa lagi pula aku juga tadi tidak melihat mu" jawab yeoja itu sambil tersenyum manis dan memasukkan kembali barang belanjaan nya yang tadi tercecer ke dalam kantung plastik di bantu oleh Kyuhyun. Yeoja itu terus saja menatap Kyuhyun karena merasa familiar dengan wajahnya, Kyuhyun yang sedari di tatap seperti itu pun merasa gelisah.
"Apa ada yang salah dengan wajah ku?" tanya Kyuhyun dan membuat yeoja itu tersentak karena kegiatan menatap wajah Kyuhyun ketahuan.
"Ani hanya saja... aku merasa familiar dengan wajah mu." Yeoja itu memasukkan belanjaan terakhirnya ke dalam kantung plastik dan kembali berdiri bersamaan dengan Kyuhyun yang baru saja mengambil soda nya yang terjatuh.
"Terima kasih banyak... nama ku Seohyun" ucap yeoja itu-Seohyun- sambil mengangkat tangan nya untuk bersalaman. Kyuhyun menggapai tangan yeoja itu dan bersalaman.
"Aku Cho Kyuhyun."
Seohyun pun refleks kembali menjatuhkan belanjaan nya saat mendengar siapa nama orang yang baru saja ditabrak nya.
.
.
.
At Incheon Airport
Siwon menatap pesawat terakhir yang baru saja landing di Incheon itu. Sudah hampir satu jam dia menunggu ke datangan seseorang namun belum juga terlihat batang hidung nya oleh Siwon. Karena merasa bosan, Siwon kemudian memakai kembali earphone nya untuk mendengarkan lagu kesenangan nya. Namun setelah itu Siwon merasakan seseorang duduk di samping nya, Siwon mengalihkan pandangan nya ke samping dan menatap orang itu yang sedang tersenyum lebar ke arahnya.
"Hyung..." ucap namja itu dan membuka tangan nya lebar-lebar. Siwon terkekeh kecil melihat tingkah namja yang semakin bertambah tampan itu dan kemudian mereka saling berpelukan satu sama lain.
"Kau sudah besar... Minho-ah" ucap Siwon dan mengacak rambut Minho namun tangan Minho langsung menjauhkan tangan besar hyung nya itu dari kepala nya.
"Hyung jangan lakukan itu! Rambut ku bisa berantakan." Minho pun mengambil sisir di tas nya dan menyisir rambut nya kembali agar terlihat rapi.
"Hahaha... mian ne. Ayo kita segera ke mobil dan biarkan aku saja yang membawa ini" Siwon kemudian mengambil tas Minho dan membawa nya menuju ke mobil.
"Ngomong-ngomong apakah kau senang saat berada di Perancis?" tanya Siwon dan membuat Minho menghentikkan langkah nya. "Wae Minho?" Siwon menatap bingung Minho yang tiba-tiba saja mengehentikkan langkah nya.
"Ani... Tentu saja aku senang hehe" jawab Minho kembali melanjutkan langkah nya dan masuk ke dalam mobil.
"Oh iya kita mampir ke supermarket sebentar ya.. aku mau menjemput Kibum."
Minho menganggukan kepala nya mendengar perkataan hyung nya barusan. Minho mengambil earphone nya dan melihat ke wallpaper handphone nya. Minho tersenyum kecil melihat itu... dua orang namja yang saling berpelukan sambil tersenyum lebar dengan background menara Eiffel di belakang nya.
Minho melihat lebih teliti namja yang berpelukan dengan nya itu... Rambut ikal coklat, mata indah, hindung mancung, pipi chubby dan bibir merah cherry nya itu. Minho semakin tidak bisa melupakan kenangan nya yang sudah dijalinnya dulu dengan sang mantan kekasih. Minho melirik ke arah jendela di samping nya yang hanya memperlihatkan kegelapan dan beberapa lampu di kota Seoul. Lagi-lagi Minho melihat ke arah wallpaper handphone nya sebelum memutar lagu yang sedang ingin di dengar nya. Minho pun menyandarkan kepala nya kebelakang dan memejamkan matanya. Menerawang akan kenangan nya dulu di Peranci dengan namja chubby itu.
'Aku sekarang berada di Seoul namun seperti nya hati ku masih ada di Perancis... apakah kau masih berada di Perancis... Kyuhyun?'
.
.
.
TBC
Nahloh... Kok tiba-tiba ada Minho? Wkwkw Minho ciapa Kiyu yaachhh? *alay tiba-tiba
Hahaha kaya nya mulai chap ini mulai bakal banyak permasalahan yang dateng *kaya nya ya bre~ Doa akan aja semoga muncul!
Ya ampun masih pada inget ga sama cerita ini? Udah lama ga update pasti pada lupa ya?! SEMOGA MASIH PADA INGET )
I NEED ALL OF YOUR REVIEW~ IF I GET MUCH REVIEW I WILL WRITE NEXT CHAPTER FASTER AS I CAN u,u
Gatau mau ngomong apa lagi._. Ya sudahlah~
REVIEW DI TUNGGU HUHUHU...
LOVE!
