AU,homin
Author : meee :3
Genre: romance,mpreg,angst,R 17
Warn : bittersweet ending,mental disorder,,twin!Taekai as Homin children,genderswitch Leeteuk and Taemin
Warn again (?) : full angst for all part 2
Summary : Jung Yunho memacari Changmin, adik sahabatnya mereka yang berjalan 6 bulan sudah di setujui orang tua kedua berjanji akan membawa hubungan mereka ke jenjang pernikahan setelah Changmin lulus kuliah. Changmin adalah mahasiswa teladan berumur 17 tahun yang berhasil mendapatkan beasiwa ke berubah ketika ia mengetahui dirinya yang didapatkannya terancam melayang,dan Yunho juga lari dari tanggung jawab. ia memutuskan Changmin karena menolak aborsi,dan kabur ke jeju. selanjutnya selama beberapa bulan ia di jeju,Yunho sering melakukan one night stand dengan wanita random. ia sadar tak ada orang sesempurna Changmin. tak ada masakan seenak buatan Changmin,dan banyak hal yang membuat ia tak bisa melupakan ingin kembali kepada Changmin,namun keluarga Changmin yang sudah sakit hati karena anaknya dihamili tak mengijinkan ia menemui Changmin lagi.
.
.
.
.
Berminggu-minggu, Changmin telah berusaha menghubungi dan menemui Yunho berkali-kali semenjak hari dimana Yunho menolak kehamilannya. Bagaimanapun dia tahu, Yunho mencintainya, anak ini adalah buah cinta mereka. Jadi seharusnya Yunho menerima kehadiran anak ini dengan gembira sepertinya. Dia harus berusaha untuk membuat Yunho menerima anak ini.
Changmin sendiri memang sangat terkejut dengan kenyataan yang terjadi pada dirinya. Well, siapa yang tak terkejut dengan kenyataan, seorang namja, bisa mengandung? Changmin pun telah memeriksakan dirinya sekali lagi ke dokter kandungan di rumah sakit berbeda dengan uang sakunya. Dan hasilnya, tetap sama. Dia tetap dinyatakan telah mengandung satu bulan.
Akan tetapi, kenyataan menjadi semakin pahit saat Yunho tak juga berinisiatif baik untuk menerima anak mereka. Yunho malah terus menghindari Changmin. Terakhir kali Changmin bertemu Yunho, Yunho mengajaknya secara paksa ke klinik aborsi. Setelah sebelumnya Yunho sering menerornya dengan mengirimkan SMS berisi "gugurkan atau putus". Hanya pesan itu saja,tak ada menanyakan kabar,sudah makan atau belum, dan kata cinta dari namja mengabaikan semua spam pesan Yunho. ia masih berharap banyak Yunho akan berubah dan mengakui anak yang ia kandung.
.
.
Flashback
Changmin baru saja selesai mengerjakan beberapa tugas kuliahnya di ruang tamu,dengan ditemani sepiring nasi kare pemberian temannya. Ia sendirian di rumah seperti biasa. Sesekali mengusap lembut perutnya yang masih rata dengan penuh sayang. Walaupun hamil muda begini,semangatnya untuk belajar dan mendapat nilai tertinggi di kelasnya tetap membara. Fisika dan sains memang sudah menjadi separuh hidupnya. Sejak SMA entah berapa kali ia memenangkan lomba sains baik tingkat sekolah ataupun luar sekolah. Sebelum lulus ia mendapatkan nilai ujian tertinggi di sekolahnya. Karena itulah ,guru-guru Changmin di SMA T,sekolahnya bekerjasama dengan Universitas Seoul memberikan beasiswa langsung kepada Changmin. Ia diberikan kesempatan berkuliah tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun selama belajar disana.
…
Ponselnya berdering,Yunho menelponnya. Tersungging senyum bahagia Changmin,setelah hampir seminggu lebih lamanya Yunho menghilang tanpa jejak. Ia berharap kali ini Yunho memberi respon baik dan merubah keputusannya untuk menggugurkan darah daging mereka.
" bersiaplah-siaplah ku ajak ke suatu tempat. Ku jemput. Ini mau sampai"
Yunho mengakhiri panggilannya.
Changmin tersenyum sejenak,dan membereskan buku-buku ke kamarnya. ia segera berganti baju kaos hitam dan cardigan krem kesayangannya. Kemudian mengunci pintu dan menunggu Yunho menjemputnya. Beberapa menit kemudian, terlihat mobil Yunho dari kejauhan baru memasuki halaman rumahnya,tak lama sang pemilik mobil keluar. Wajahnya masam,dingin,acuh, tak ada kehangatan sama sekali. Kemanakah Jung Yunho yang dulu ia kenal?,Changmin langsung mendapat firasat buruk dengan ekspresi Yunho itu. Dengan segera,ia cepat-cepat membuka pintu rumahnya. Namun Yunho melihatnya,dan dengan sigap mencegah, menarik tangan Changmin menuju mobilnya. Lalu menyuruh agar jangan keluar. Changmin (erpaksamenuruti (walau sebenarnya dalam hati ia takut),hingga Yunho masuk dan duduk di kursi driver. Ia masih acuh dengan Changmin,tak menjawab pertanyaan kemana mereka akan pergi. Hingga beberapa mereka meninggalkan halaman rumah Changmin. Hingga akhirnya muncul pertanyaan Changmin yang ia lontarkan dalam keadaan setengah emosi,
"JUNG YUNHO,kita mau kemana?. Kau masih punya mulut atau tidak sih?"
"kau sungguh mau tahu?. klinik aborsi. Aku sudah memikirkannya selama seminggu,dan akhirnya kemarin baru menemukan klinik yang tepat. Kita harus kesana,cepat sebelum ketahuan appa dan Ummamu" Yunho tetap mengemudi,tanpa melihat mata Changmin.
"Yun,kau sudah tak berhak mencampuri hudupku. Kupikir aku bisa tenang dan bebas selama seminggu ini. Kupikir kita sudah berakhir!"
Yunho meminggirkan mobilnya secara mendadak.
"Aku masih berhak,Changmin! .karena aku masih pacarmu dan kita masih terikat hubungan. Kubilang kemarin-kemarin,aku LEBIH mendukung beasiswa itu. Pokoknya kau harus berangkat,turuti apa kataku"
Yunho baru memanggilnya dengan panggilan"Changmin" saja?". Tak salah dengarkah?
"Hah?,pacar?. Kau masih berani menyebut dirimu seperti itu di saat kau seminggu bersembunyi layaknya seorang pengecut dan muncul seenaknya tanpa rasa bersalah. dan tiba-tiba lalu memaksa ke klinik aborsi. Aku yang mengandungnya !,bahkan aku hamilpun ini karena salahmu. ku harap,tak pernah bertemu denganmu jika sudah tau dari awal kau sebajingan ini. Kau tak berhak lagi menga…"
PLAK
Yunho menamparnya tepat di pipi. Hati dan telinga Yunho sudah panas mendengar segala makian dari Changmin. Emosi memang membutakan mata,telinga,dan hati dan hati seseorang.terlebih lagi seperti yang terjadi pada Yunho dan Changmin saat ini.
Yunho menamparnya. Kata kata ketus Changmin barusan membuat Yunho kalap..
Mata Changmin mulai berkaca-kaca. Ini bukan Yunho yang ia Kenal . kemana Yunho yang dulu penuh dengan kelembutan?.
"aku tetap tak mau. Lagipula ini anak kita,ini anugrah. Aku lebih baik menyuruhmu membunuhku sekarang daripada harus menggugurkan dia. Terserah apa katamu,aku mencintai bayi ini lebih dari apapun. Ini nyawa,oppa. Kau egois bila terus menyuruhku untuk aborsi. "
"kau keras kepala sekali ya rupanya,childish! !. Masih ingat isi pesanku beberapa hari yang lalu?. Aku mati-matian mendukung beasiswa itu sejak awal,dan .." Yunho semakin emosi sekarang..
Changmin membuka mulutnya,berniat bicara...tetapi di interupsi Yunho
"Changmin, Aku lelah menghadapimu. lets just end this"
"baiklah jika itu yang kau mau. aku juga lelah denganmu. Mungkin jika makin dipaksakan,semakin aku stress di buatmu. Kumohon jangan pernah kembali ke hidupku lagi,jangan ganggu keluargaku. ku harap kau temukan kebahagiaan sendiri setelah ini. Urusan kita selesai"
Changmin keluar dari mobil Yunho,namja yang baru saja berstatus menjadi mantannya. Ia memang sengaja tak menunjukkan kesedihannya. Kuat di luar namun hatinya rapuh di dalam.
Yunho langsung pergi meninggalkan Changmin sendirian di pinggir jalan. Dengan langkah putus asa,ia berjalan pulang menuju rumahnya. Patah hati,kecewa, semua perasaannya bercampur menjadi satu.
TBC
Author note : INI APA-APAAN T.T .okay see you in next update
