Update! Update!
Ngomong-ngomong untuk yang lupa ini class-nya:
Aisha: Void Princess
Raven: Blade Master
Rena: Wind Sneaker
Elsword: Lord Knight
Eve: Code: Empress
Eve udah ada class karena ada adegan dia nunjukkin apa classnya. Sementara Chung masih belum jelas karena perannya juga ga jelas.
Ngomong-ngomong chapter 1 juga ada beberapa yang diubah, sebenernya bukan ceritanya sih tapi penulisannya. Biar Raven kesannya Raven banget, gaya bicaranya aku ubah.
Chapter 2: Why Seris and Rena are Different
Jam 6. Sudah ada kegiatan di kediaman El Search Party. Aisha sengaja meminta Raven untuk bangun lebih awal agar bisa membuat rencana soal mendekati Rena. Tapi bagi mereka yang tidak tahu rencana mereka berdua keheranan. Pagi-pagi mau latihan bareng katanya. Dari tipe bertarung pun mereka sudah sangat berbeda: Raven menggunakan pedang dan mementingkan kekuatan fisik sementara Aisha menggunakan staff dan mementingkan kekuatan sihir.
"Hee… jadi aku masak untuk 4 orang, nih?" kata Rena kepada Eve yang sudah bangun sambil mengenakan celemek kesayangannya yang berwarna hijau, bermotif bunga-bunga di bagian bawahnya. Sebelum ia mengeluarkan sekeranjang sayuran, Eve mendatanginya, memegangi keranjang sayuran Rena dan menukarnya dengan sebuah piring terbuat dari Styrofoam: berisi beberapa daging sapi yang dibungkus plastik.
"Tumben tidak ada yang membangunkanku," Chung turun dari lantai 2, matanya masih tertutup-tutup. Ia berhati-hati menuruni tangga sambil menggaruk badannya. "Lho, pantas tidak ada. Aisha kemana?"
"Pergi berlatih dengan Raven katanya. Chung, tolong bangunkan Els, ya."
"Siap~"
Chung berbalik dan kembali menaiki tangga. Sebelum sampai ke langkah ketiga, matanya langsung terbuka. Ia berteriak, "kencan?!"
Kemudian seperti tak mengucapkan apapun sebelumnya Chung melanjutkan langkahnya tanpa mengatakan apapun lagi, menuju kamar Elsword sambil sesekali menguap.
Sementara itu, Aisha dan Raven di Noah's Grave di jam yang sama.
Setelah sedikit memanaskan badan dan membasmi para monster di field menjengkelkan itu, mereka pun beristirahat. Untuk mengisi waktu Raven membersihkan pedangnya, masih belum jelas tangan mana yang megang mana yang bersihin. Aisha lalu mengeluarkan secarik kertas… yang sudah jadi gumpalan… dan basah… dari mulut Angkor.
Raven memandang jijik.
Aisha menawari dengan nada usil, "mau megang?" dan Raven langsung menolak.
Dibukanya gumpalan kertas itu, berisi daftar-daftar. Tulisan paling besar di kertas itu adalah "hal-hal yang harus dilakukan untuk mendekati Rena" isinya ada 7. Raven membaca dari atas ke bawah secara seksama.
"Hmm hmm," pria yang matanya berwarna terang itu manggut-manggut.
"Tapi aku masih bingung, deh," kata Aisha. "Raven kan pernah bertunangan. Kok tiba-tiba jadi minta bantuan cinta sama aku."
Raven tersenyum.
"Aku tunangan hanya sekali dan itu satu-satunya saat aku merasakan cinta. Aku memang pernah bilang Rena mirip Seris, sih, tapi mereka benar-benar berbeda. Dan aku menyukai Rena bukan karena dia mirip Seris, kalau kau penasaran. Makanya butuh hal yang berbeda pula untuk mendekatinya."
Kali ini Aisha yang manggut-manggut.
Dia kembali membaca daftar di kertasnya kemudian berteriak dengan semangat.
"Kalau gitu kita mulai dari nomor 1, ya!"
Raven masih tersenyum, kali ini lebih lebar. Mengiyakan Aisha. Yang disenyumin ikut tersenyum.
Senyum mereka berdua terhenti ketika tiba-tiba ada monster yang spawn dan menjatuhkan Aisha ke air.
Jeburrr!
Hal-hal yang harus dilakukan untuk mendekati Rena nomor 1: dukung aktivitasnya sebagai pemakan sayuran-only.
"Kau tidak perlu jadi vegetarian juga, tapi cukup mendukung Rena yang hanya makan sayuran karena budaya elf juga bisa jadi daya tarik. Jadi cobalah bantu Rena pada hal yang kecil dulu!" kata Aisha di flashback.
Raven yang baru pulang mengagetkan Rena. Selain tidak berjaket dia juga membawa dua kantong kertas berisi... sayuran! Banyak sayuran! Hijau-hijau! Rena dibuat sumringah oleh warna ini.
"A-Apa ini? Uwaah."
"K-Kupikir kau kepikiran tentang menu baru jadi kubawakan banyak bahan untuk eksperimen..."
Rena dengan antusias menerima kantong kertas tersebut. Sambil tersenyum semangat dia bertanya, "habis kau mandi mau membantuku, Raven?"
"Tentu saja."
Pria itu melihat sekitar. Kediaman El Search Party sangat sepi.
"Elsword, Chung, dan Eve mana?"
"Eve sedang mengurus perbaikan rutin Oberon dan Ophelia. Chung sedang pergi ke Hamel. Kalau Els... sedang di kamar. Ngomong-ngomong kau sendiri kenapa tidak memakai jaket? Dan mana Aisha?"
Yang ditanya sedang berada pada pertemuan tak terduga bernama takdir... atau semata adalah kebetulan. Di saat Aisha sampai ke lantai dua menuju kamarnya, Elsword baru saja membuka pintu kamarnya, baru saja menyiapkan diri untuk menghadiri rapat pada knight di Velder.
Pemuda berusia 16 tahun itu memandang gadis berkuncir dua itu dengan tatapan aneh.
"Apa-apaan jaketnya Raven ada padamu? Kau mau sok lucu?"
Aisha memang memiliki tubuh yang kecil untuk ukuran gadis berusia 18 tahun. Apalagi dia memakai jaketnya Raven yang notabene Raven punya badan yang besar. Memakai jaketnya Aisha seperti tak memakai apapun di balik jaket tersebut, tangannya juga tak terlihat karena lengan jaket Raven yang kepanjangan.
"A-Apa?!" Aisha dibuat marah, "aku tadi jatuh ke air di Noah's Grave dan Raven memberikan jaketnya untukku supaya tidak kedinginan! Tidak seperti kau yang akan tertawa terbahak-bahak kalau hal yang sama terjadi padaku!"
"Tentu saja! Aisha kalau jatuh pasti wajahnya lucu! Hahahaha!"
"Grrr sudah jadi knight tinggi tapi sifatmu tidak berubah, ya! Akan kupastikan pada diriku sendiri aku tidak akan jatuh cinta pada pemuda sepertimu! Mendingan aku ngefans Raven seumur hidup! Weee! Mati ngejomblo sana!"
Aisha kemudian masuk ke kamar dan membanting pintu kamarnya. Elsword juga sama dibuat kesalnya. Tapi dia kemudian masuk ke dalam kamar Aisha, sangat mengagetkan gadis yang baru akan membuka jaket Raven itu.
Elsword berjalan ke hadapan Aisha, kemudian membuka jaket Raven dan meletakkanya di kasur. Aisha yang saking kagetnya tidak melakukan apapun dan menunggu Elsword beraksi.
Ia kemudian membuka armornya, beberapa saat kemudian kaosnya. Di balik kaos Elsword ada sebuah kaos lagi yang berwarna hitam. Ia lalu memakaikan bajunya ke dalam tubuh Aisha, lalu pergi tanpa berkata-kata.
Walaupun tidak sebesar milik Raven, tapi kaos Elsword juga kebesaran di tubuh Aisha. Masih hangat karena bekas dipakai dan... bau Elsword. Tidak ada bau keringat karena baru dipakai. Ketauan banget Elsword baru mandi.
Sementara Elsword terdengar tengah menjelaskan hal yang terjadi pada amor dan kaosnya kepada Rena di lantai 1, Aisha yang sangat kaget dengan aksi Elsword yang tiba-tiba duduk perlahan di kasur. Wajahnya memerah tak bisa dihentikan.
"A... APAAN SIH?!"
Bersambung
Pendek orz
Gara-gara Wedding System release di server ID aku jadi sibuk main lol. Sibuk nikah, sibuk ngejalanin misi yang harus masuk dungeon 30 kali sama suami virtual juga. Makanya ceritanya sempet ga lanjut. Sekalinya lanjut pendek banget orz. Pairing udah keliatan sih dan jelas bukan Raven x Aisha karena mereka sebenernya cocok sebagai adik kakak. Kalaupun romance pairing aku lebih prefer Void Princess sama Reckless Fist, sih, hehe.
Nanti kalau ada waktu aku gambarin gimana rumah El Search Party menurut pikiranku, dalam bentuk simpel obviously OTL
Review, pls (´・_・`) atau mungkin saran untuk cerita? (´・_・`)
