Falling for you
By. Lee HyeRi
.
Disclaimer : Semua chara disini milik Tuhan YME dan milik diri mereka masing-masing.
Rated : M
Main pairing : KyuMin (Kyuhyun x Sungmin)
Genre : Romance, Hurt/comfort
Summary : CH.5! "Kau masih marah karena kejadian malam itu? kita berdua mabuk, Min. Aku juga tidak menyangka kita akhirnya berbuat seperti itu," kali ini Kyuhyun melakukan pembelaan atas kejadian di Pulau Jeju. "Seharusnya tidak ada seks untuk pernikahan palsu," KyuMin slight HaeMin. WARNING: Yaoi, MPREG.
.
.
a/n : Mianhae fic ini update-nya lama. Bingung mau lanjutin fic yang mana dulu sih... :D
hum... semoga kalian suka.
Happy reading~~
.
===000===
Chapter 5
"Kau benar-benar yakin tidak ingin aku antar pulang?" tanya Donghae dengan sedikit menatap kesal pada Sungmin yang berada di sebelahnya.
Mereka baru saja selesai berbelanja. Sebenarnya Donghae hanya menemani Sungmin untuk membeli sebuah ponsel baru. Seperti alasan yang Sungmin katakan pada Donghae bahwa ponselnya rusak, karena itulah sepulang bekerja mereka memutuskan untuk membeli ponsel baru agar komunikasi di antara mereka bisa lancar dan tidak menimbulkan kesalahpahaman lagi.
"Aku naik taksi saja. Tidak enak kalau Eomma-nya Kyuhyun melihatku pulang bersamamu. Dia pasti akan bertanya macam-macam,"
"Huhhh," Donghae mengerucutkan bibirnya. Dia terlihat tidak senang dengan alasan yang diberikan oleh kekasihnya itu.
"Hae-baby, jangan marah yaaa~" rayu Sungmin dengan aegyo-nya.
Namja penyuka warna pink itu mencoba untuk membujuk Donghae agar tidak marah padanya.
"Ck," decak Donghae. Dia masih menunjukan muka cemberutnya pada Sungmin.
"Haeee~" rayu Sungmin lagi –masih dengan sikap aegyo-nya- sambil menarik-narik ujung lengan kemeja Donghae dengan manja.
"Aishh... kau ini," Donghae yang tidak bisa bertahan dengan ke-aegyo-an kekasihnya itu pun akhirnya luluh. Selalu saja seperti ini. Sungmin selalu punya cara sendiri untuk bisa membuat Donghae tidak marah padanya.
Kali ini Sungmin tersenyum senang melihat kekasihnya tidak menunjukan wajah cemberutnya lagi. Dia begitu menyukai saat-saat seperti ini. Saat dimana dia dan kekasihnya bisa menghabiskan waktu bersama seperti dulu. Namun dia sepenuhnya sadar kalau hidupnya sekarang tidaklah sesederhana itu. Banyak hal rumit yang akan dia hadapi nantinya. Dan Sungmin sendiri sudah menyiapkan diri untuk menghadapi itu semua. Meski dirinya tak sepenuhnya yakin pada jalan hidupnya sekarang.
"Sini, cium aku dulu," kata Donghae sambil menatap jahil pada Sungmin.
"Ne," ucap Sungmin sambil mengecup pipi kiri Donghae.
"Yah! Kenapa disitu?"
Sungmin terkikik geli melihat wajah protes dari kekasihnya.
"Lalu dimana?" tanya Sungmin dengan muka polos yang sengaja dibuat-buat.
"Aishh, my naughty bunny," ucap Donghae sambil meraih tengkuk Sungmin dan membawa namja itu ke dalam sebuah ciuman panjang.
.
===000===
.
Sungmin hanya terdiam di dalam taksi. Sesekali dia menatap jalanan yang dilaluinya. Sesampainya di rumah keluarga Cho nanti, dia sudah bukan lagi Lee Sungmin yang menjadi kekasihnya Lee Donghae, melainkan Cho Sungmin yang menjadi 'istri' Cho Kyuhyun.
Namja manis itu duduk, menyandarkan punggungnya dengan nyaman. Dia menghela nafas pelan sambil memejamkan matanya.
Tiba-tiba dia teringat sesuatu.
'Celaka! Aku lupa membawa berkas-berkas itu!' gumam Sungmin dalam hati.
Sungmin melihat arlojinya dengan pandangan kesal. Ini sudah jam 9.34 malam dan dia baru saja memberitahu sopir taksi untuk memutar balik arah menuju kantornya. Dia meruntuki dirinya sendiri karena dengan cerobohnya lupa membawa berkas-berkas penting yang harus secepatnya diselesaikan.
Sesampainya di kantor, Sungmin buru-buru menuju ruang kerjanya di lantai 6 –setelah terlebih dahulu menyapa satpam di depan kantor.
Namja manis itu berjalan sedikit cepat saat sampai di lorong dekat ruang kerja Kyuhyun. Setelah sampai di ujung ruangan, dia begitu terkejut melihat Kyuhyun yang tertidur di sebuah sofa dekat ruang kerjanya.
'Ya ampun... bagaimana bisa seorang calon pewaris perusahaan tidur di tempat seperti ini,' gumam Sungmin dalam hati sambil melangkah mendekati Kyuhyun.
"Kyuhyun-sshi," panggil Sungmin untuk membangunkan suaminya.
Sungmin terlihat khawatir saat melihat tubuh Kyuhyun berkeringat dan terlihat kedinginan. Perlahan, namja manis itu menyentuh dahi Kyuhyun untuk memeriksa suhu tubuhnya.
"Aish... dia demam! Bagaimana ini?" Sungmin terlihat bingung.
Dia melepas jas yang dipakainya dan menyelimutkannya ke tubuh Kyuhyun agar namja itu tidak begitu kedinginan.
"Ngh," Kyuhyun agak sedikit menggeliat. Sepertinya dia merasakan kehadiran orang lain di dekatnya.
Perlahan dia membuka matanya. Dia menatap bingung melihat Sungmin yang kini berada di dekatnya. Setengah sadar, Kyuhyun mendengar Sungmin mengatakan, "Tunggu sebentar ya. Aku ke ruang kerjaku dulu,"
.
Kemudian Sungmin buru-buru ke ruang kerjanya untuk mengambil berkas-berkas yang tertinggal. Bagaimanapun juga dia masih ingat tujuannya kemari untuk apa.
Tak lama, Sungmin kembali ke tempat Kyuhyun tertidur tadi. Dia mengambil ponselnya dan menelpon sopir Kyuhyun untuk menjemput mereka berdua sekarang juga.
.
===000===
.
"Aishh, kau berat sekali!" keluh Sungmin saat dia memapah tubuh Kyuhyun menuju kamar mereka.
"Maaf merepotkanmu," Kyuhyun hanya menggumam lirih.
Susah payah, akhirnya Sungmin bisa merebahkan tubuh Kyuhyun ke ranjang. Dia melepas sepatu Kyuhyun dan mengganti baju Kyuhyun yang basah karena keringat dinginnya.
Entah kenapa saat melepas baju yang dipakai oleh Kyuhyun, dia mengingat kejadian malam itu di Pulau Jeju. Wajah Sungmin mendadak terasa panas mengingatnya. Buru-buru dia menghilangkan pikiran itu sambil terus membuka kancing kemeja Kyuhyun.
Sungmin memakaikan piama untuk Kyuhyun yang masih setengah sadar karena demam tinggi. Walaupun namja manis itu harus menahan malu saat membuka celana Kyuhyun. Dia hanya mengganti baju dan celananya saja –tanpa berniat mengganti underwear tentunya. Namun itu saja sudah membuat Sungmin malu setengah mati.
"Huft... akhirnya selesai," gumam Sungmin saat selesai mengganti baju Kyuhyun dan menyelimuti tubuh namja itu dengan selimut tebal.
Kemudian namja manis itu beranjak ke dapur untuk menyiapkan alat kompres. Dia buru-buru kembali ke kamar dan meletakan baskom kecil itu di meja samping tempat tidurnya.
Namja manis itu menghela nafas pelan sambil memeras handuk kecil yang ada di dalam baskom kecil itu. Diletakannya handuk kecil itu di dahi Kyuhyun.
"Dengar, aku hanya baik seperti ini karena kau sedang sakit. Jadi jangan berpikir aku sudah memaafkanmu!" kata Sungmin dengan bibir yang dikerucutkan.
Dia tidak tahu Kyuhyun mendengarnya atau tidak. Namja penyuka pink itu hanya ingin mengatakannya saja.
.
.
Beberapa saat kemudian, Kyuhyun pun terbangun dari tidurnya. Kepalanya benar-benar terasa pusing. Tubuhnya lemas. Dia merasa ada sesuatu di dahinya. Sebuah handuk kecil. Dia baru sadar kalau dirinya demam.
"Sungmin," panggilnya lirih. Namun tidak ada Sungmin di kamar itu.
Sejenak, Kyuhyun menjadi ragu apa benar Sungmin yang membawanya pulang.
Clek!
Kyuhyun mendengar pintu kamar dibuka. Sungmin masuk sambil membawa nampan yang berisi semangkuk bubur, segelas air putih dan sebungkus obat.
"Kau sudah sadar?" tanya Sungmin sambil duduk di pinggir ranjang. Dia memegang dahi Kyuhyun untuk memeriksa suhu tubuhnya sekarang. Masih demam.
Kyuhyun hanya terdiam sambil menatap Sungmin dengan pandangan yang sulit untuk diartikan. Dia melirik jam dinding di kamarnya. Ini sudah lebih dari pukul 1 dini hari, dan Sungmin masih dengan baik hati mengurusnya.
"Makanlah, setelah itu minum obatnya," kata Sungmin sambil menyodorkan semangkuk bubur pada Kyuhyun.
Kyuhyun hanya terdiam –dan lagi-lagi masih menatap Sungmin.
"Kau tidak mau makan?" tanya Sungmin.
Kyuhyun mengangguk pelan.
"Aishh, kau harus makan. Ayo cepat makan!" kata Sungmin dengan sedikit memaksa.
"Suapi aku," ucap Kyuhyun lirih.
Kedua alis Sungmin bertaut dan menatap tidak suka dengan apa yang baru saja Kyuhyun ucapkan.
"Yah! Aku sudah repot-repot memasakannya untukmu dan kau masih menyuruhku menyuapimu? Tidakkah kau berpikir kau sungguh keterlaluan, Cho Kyuhyun?" omel Sungmin.
Kyuhyun terdiam sambil sesekali melirik bubur yang telah dimasakan oleh Sungmin. Dia terlalu pusing untuk menanggapi omelan 'istri'nya itu.
"Aishh, baiklah! Kali ini saja!" kata Sungmin sambil meraih mangkuk bubur itu dan duduk di pinggir ranjang untuk menyuapi suaminya yang sedang demam.
.
.
.
Kyuhyun terbangun lagi dari tidurnya. Tubuhnya masih terasa tidak enak dan itu membuatnya susah untuk tidur nyenyak. Padahal tadi begitu dia selesai makan dan minum obat, dia langsung bisa tertidur. Namun sekarang rasanya sangat pusing, bahkan dia mencoba untuk tertidur lagi pun tidak bisa.
Setelah beberapa saat dia baru menyadari bahwa dia sendirian di ranjang. Sebuah pertanyaan tentang 'Dimana Sungmin?' timbul dibenaknya.
Perlahan dia bangun untuk duduk bersandar di ranjang.
Betapa terkejutnya Kyuhyun melihat Sungmin tidur di lantai kamar dengan beralaskan selimut. Meski selimut itu tebal, Kyuhyun tahu benar bahwa itu tidak cukup hangat untuk 'istri'nya.
"Nghh..." Sungmin menggumam pelan dalam tidurnya. Terlihat dia menekuk kedua lututnya ke dada untuk mengurangi rasa dingin yang dirasakannya.
Entah kenapa Kyuhyun tersenyum melihat hal itu. Dia mengangkat tubuh Sungmin dan memindahkan namja manis itu ke ranjang.
"Bodoh. Kau bisa demam juga kalau tidur di bawah," kata Kyuhyun yang makin tersenyum saat merasakan tubuh Sungmin kini makin merapat padanya.
"Kau kedinginan ya," bisik Kyuhyun sambil menyelimuti tubuhnya dan tubuh Sungmin dengan selimut besar.
"Nghh..." Sungmin menggumam lagi dalam tidurnya.
Namja manis itu kembali merapatkan diri pada Kyuhyun dan memeluk erat tubuh suaminya tanpa sadar.
.
===000===
.
"Ng~ mmhh..." Sungmin sedikit terbangun dari tidurnya sambil menyembunyikan wajahnya di dada Kyuhyun dan merapatkan tubuhnya untuk mencari kehangatan.
"Pagi, sayang," goda Kyuhyun.
"Huh?" Sungmin yang masih setengah mengantuk hanya menatap bingung sambil mengerjapkan kedua matanya.
"Sampai kapan kau akan terus memelukku? Apa semalaman tidak cukup, eh?" ledek Kyuhyun lagi.
"HAH?" seketika Sungmin tersadar kalau dirinya berada di atas ranjang bersama Kyuhyun. Memeluknya. Erat. Dan Kyuhyun bilang semalaman.
"A-apa yang terjadi? Bukannya aku tidur di bawah? Yah! Apa yang kau lakukan padaku semalam?" tanya Sungmin sambil melepaskan tubuh Kyuhyun dari pelukannya. Namja manis itu masih tetap tiduran di sebelah Kyuhyun sambil menatap kesal pada suaminya seakan ingin mengintrogasi mengenai apa saja yang terjadi semalam.
"Kau tidak ingat?" tanya Kyuhyun dengan senyum nakalnya.
"Ingat... apa?"
"Saat malam, kau tiba-tiba naik ke ranjang dan menyerangku. Aku yang sedang demam tidak bisa melawanmu. Dan kau melakukannya dengan sangat baik, sayang. Lebih nikmat dari saat di Pulau- mmpp-" Sungmin langsung menutup mulut suaminya dengan kedua tangannya.
"Hentikan omong kosongmu! Dasar mesum!" Sungmin mengerucutkan bibirnya. Jelas dia tahu Kyuhyun hanya membual. Karena yang dia rasakan saat kejadian di Pulau Jeju adalah rasa sakit sekaligus nikmat yang baru pertama kali dia rasakan. Berbeda dengan sekarang, dia tidak merasakan apapun. Tentu saja dia tahu kalau mereka semalam tidak melakukan apapun.
"Aku bicara yang sebenarnya loh, sayang," goda Kyuhyun lagi sambil mendekat ke tubuh Sungmin yang masih terbaring di sebelahnya.
"Bohong!" ucap Sungmin sambil bergeser menjauh dari tubuh suaminya.
"Kau tidak percaya padaku?" tanya Kyuhyun lagi sambil terus mendekati tubuh Sungmin.
"S-sangat tidak percaya!" jawab Sungmin dengan sedikit gugup.
Namja aegyo itu sudah berada di ujung ranjang dan Kyuhyun masih terus berusaha mendekati tubuhnya.
"Sungmin-ah..." bisik Kyuhyun di telinga Sungmin.
"GAAHHH!" Sungmin yang berusaha menghindar dari Kyuhyun pun terjatuh dari ranjang dengan bagian pantatnya yang menyentuh lantai terlebih dahulu.
"Hahahaha," Kyuhyun hanya bisa tertawa senang melihat wajah 'istri'nya yang terlihat kesal karena terjatuh dari tempat tidur.
"Kau benar-benar menyebalkan, Cho Kyuhyun!" maki Sungmin sambil mengelus-elus bagian pantatnya yang sakit.
.
===000===
.
"OMO? Kyunnie, Eomma benar-benar tidak tahu kalau semalam kau sakit. Aigooo, lihat wajahmu sekarang, masih pucat begini," eomma-nya Kyuhyun langsung menyambar kedua pipi anaknya begitu dia melihat Kyuhyun keluar dari kamar. Wanita setengah baya itu terlihat begitu khawatir pada putra tunggalnya.
"Aku sudah tidak apa-apa, Eomma. Sungmin sudah merawatku semalam," ucap Kyuhyun sambil sekilas melirik Sungmin yang berada di sebelahnya.
"Benarkah?" tanya Nyonya Cho sambil menatap anak dan menantunya secara bergantian.
Kyuhyun hanya mengangguk untuk meng'iya'kan.
Eomma Kyuhyun kemudian tersenyum lembut menatap Sungmin. Dia mendekat pada Sungmin dan menggenggam erat kedua tangan menantu manisnya itu.
"Sungminnie, Eomma benar-benar beruntung punya menantu sepertimu. Leganya melihat Kyunnie sekarang sudah ada yang mengurus," kata Nyonya Cho dengan senyum tulusnya.
Sungmin hanya balas tersenyum meski ada rasa getir di hatinya saat ibu mertuanya mengatakan hal itu. Rasanya sangat tidak nyaman karena semua pernikahan ini hanya pura-pura. Entah kenapa dia merasa takut jika semuanya terbongkar dan kedua orang tua Kyuhyun menjadi membencinya. Sungmin benar-benar tidak ingin hal itu terjadi.
"Maaf ya Sungmin, kalau nantinya Kyuhyun akan sering merepotkanmu. Dia gampang sakit. Eomma harap kau bisa bersabar saat mengurusnya," jelas Nyonya Cho sambil menatap serius pada Sungmin.
"I-iya Eomma, itu tidak seberapa," jawab Sungmin dengan sedikit ragu. Dia sudah tidak bisa lagi berpura-pura. Rasanya sangat tidak nyaman saat membohongi orang-orang yang telah begitu baik hati padanya. Bagaimanapun juga Sungmin bukan orang yang tega menyakiti hati siapapun –termasuk orang tua Kyuhyun yang telah begitu menyayanginya.
"Aish, Minnie memang baik hati," kata ibu mertua Sungmin sambil mencubit gemas pipi kiri namja manis itu.
Sungmin hanya tersenyum meski hatinya merasakan perasaan lain. Entah kenapa sekarang dia merasakan perasaan bersalah karena pernikahan pura-pura ini. Menipu orang-orang dengan sebuah pernikahan palsu, bukanlah hal yang baik. Sungmin sadar dengan semua itu.
"Ayo cepat, kita sarapan dulu!" ajak Nyonya Cho.
.
.
"Aww!" Sungmin agak meringis nyeri saat duduk di kursi makan. Bagian bawah tubuhnya –terutama pantatnya masih terasa sakit karena jatuh dari tempat tidur gara-gara Kyuhyun tadi pagi. Namja manis itu melempar pandangan kesal pada suaminya yang telah membuatnya seperti ini.
"Yah! Cho Kyuhyun! Kau sedang demam masih sempat-sempatnya berhubungan dengan 'istri'mu? Lihat dia, duduk saja susah. Kasihan Minnie," ibu mertua Sungmin menatap namja aegyo itu dengan iba.
"A-aniyo Eomma. Bukan karena itu. Aku hanya terja-" Sungmin mencoba menjelaskan.
"Aku hanya ingin Eomma cepat punya cucu. Apa itu salah?" tanya Kyuhyun yang menyela kata-kata Sungmin sehingga namja manis itu gagal menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Mata Sungmin melebar saat melihat suaminya kini mengedip nakal ke arahnya.
'Oh, Tuhan... apa yang dia lakukan? Mereka pasti salah paham!' jerit Sungmin dalam hati sambil melempar death glare-nya pada Kyuhyun.
"Yeobooo~ lihat anak kita. Dia benar-benar mengerti kalau kita ingin cepat menimang cucu!" eomma-nya Kyuhyun justru terlihat begitu senang dengan hal itu.
Sungmin hanya bisa menatap tidak percaya pada apa yang ada di hadapannya. Cho Kyuhyun telah sukses membuat kedua orang tuanya salah paham dan itu membuat namja manis itu malu.
"Berusahalah terus Kyu! Appa juga begitu dulu. Haha..." kini appa-nya Kyuhyun juga terlihat senang mendengarnya.
"Tentu, Appa. Aku akan lebih berusaha," ucap Kyuhyun dengan seringainya.
"Aishh..." Sungmin hanya mampu mendengus pelan mendengar obrolan keluarga evil itu.
.
===000===
.
"Jadi kau tidak berangkat ke kantor hari ini?" kata Donghae dari seberang telepon ponsel Sungmin.
"Iya, Hae. Kyuhyun sakit dan Eomma-nya juga melarangku untuk berangkat kerja,"
"Kau sudah benar-benar seperti 'istri'nya saja," cibir Donghae.
"Hae... bukan seperti itu," Sungmin mencoba menjelaskan.
"Sudahlah, aku tidak mau berdebat lagi! Sampai jumpa besok," ucap Donghae sambil menutup teleponnya tanpa menunggu Sungmin berkata apapun.
"Aishh... Hae," Sungmin hanya bisa menatap miris pada ponsel barunya yang semalam dia beli bersama kekasihnya.
Rasanya tidak adil. Baru semalam dia bisa berbahagia bersama kekasihnya, tetapi kini mereka harus berdebat lagi. Sungmin sudah tidak tahu lagi harus bagaimana. Dia sudah tidak mengerti lagi hubungannya dengan Donghae akan seperti apa nantinya. Dia tidak bisa menebak apapun yang akan terjadi berikutnya. Terlalu banyak hal yang tidak terduga yang selalu saja terjadi.
.
.
"Kyuhyun!" panggil Sungmin ketika dia memasuki kamar mereka.
"Apa?" balas Kyuhyun yang sedang asik bermain game. Dia tidak mempedulikan Sungmin yang mendekat ke arahnya. Pandangannya masih saja asik dengan game di hadapannya.
"Aku ingin bicara!" ucap Sungmin dengan tegas.
"Aku sibuk," Kyuhyun masih saja asik dengan game-nya yang sepertinya sudah masuk ke level tinggi sehingga dia bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari layar sedikit pun.
Merasa kesal karena tidak dipedulikan, Sungmin meraih kabel komputer yang sedang dipakai oleh Kyuhyun dan mencabutnya dari saklar listrik. Seketika layar yang semenjak tadi ditatap oleh Kyuhyun menjadi hitam.
"Yah! Apa yang kau lakukan?" bentak Kyuhyun karena dia paling tidak suka acara main game-nya diganggu,
"Aku bilang aku ingin bicara!" Sungmin balas membentak Kyuhyun dengan suara yang sedikit meninggi.
"Tapi kau tidak perlu melepas kabel komputerku 'kan?"
"Aku tidak peduli dengan game bodohmu, Cho Kyuhyun! Dan lagipula kau itu sedang sakit! Mana bisa kau bolos kerja hanya untuk main game bodoh seperti itu!" omel Sungmin.
"Aishh, kau sudah mulai cerewet. Seperti ibu-ibu saja," cibir Kyuhyun lirih.
"Apa kau bilang?" tanya Sungmin dengan nada tidak suka.
"Aishh... sudahlah. Kau mau bicara apa tadi?" tanya Kyuhyun sambil beralih duduk dipinggir ranjang.
Sungmin menghela nafas pelan sambil ikut duduk di sebelah suaminya.
"Ini tentang kakekmu," kata Sungmin dengan sedikit pelan.
"Eh? Dia? Ada apalagi dengan si tua itu?"
Mata Sungmin agak melebar mendengar kata-kata tidak sopan dari Kyuhyun. Dia mengambil bantal dan memukulkannya ke tubuh suaminya.
"Yah! Kenapa kau memukulku?" tanya Kyuhyun yang heran kenapa Sungmin tiba-tiba memukulnya dengan bantal.
"Kau benar-benar tidak sopan pada kakek!" omel Sungmin lagi.
"Aish, sudahlah. Yang jelas sekarang katakan ada masalah apa?" tanya Kyuhyun dengan nada penasaran.
"Kakek meminta pernikahan kita selama satu tahun," tutur Sungmin dengan nada serius.
"Benarkah?" tanya Kyuhyun yang kini juga terlihat serius.
Sungmin mengangguk pelan.
"Itu saja?" tanya Kyuhyun lagi.
Dan lagi-lagi Sungmin hanya mengangguk pelan.
"Lalu apa masalahnya?" tanya Kyuhyun dengan nada pabbo-nya.
Sungmin memutar bola matanya kesal. Dia mulai emosi karena Kyuhyun tidak juga mengerti dengan maksud ucapannya.
"Yah! Kau ini bagaimana sih? Perjanjian pernikahan kita hanya tiga bulan, Cho Kyuhyun! Kau itu pikun atau apa?" kata Sungmin dengan sedikit emosi.
"Perpanjang saja perjanjiannya. Apa susahnya? Atau kalau kau mau benar-benar jadi istriku juga tidak masalah. Aku suka servismu-"
"Yah! Kau memukulku lagi!" lanjut Kyuhyun yang tadi kata-katanya terhenti gara-gara Sungmin memukulnya dengan bantal lagi.
"Aku sedang tidak ingin bercanda, Tuan Cho!" ucap Sungmin dengan nada kesal.
"Aku juga sedang tidak bercanda, Nyonya Cho!" balas Kyuhyun dengan santai.
"Aku bukan 'Nyonya Cho'!" bentak Sungmin.
"Jelas kau 'Nyonya Cho'!"
"Aish, aku malas bicara denganmu!" teriak Sungmin sambil keluar dari kamar itu dengan wajah kesal.
Sementara Kyuhyun malah tersenyum melihat wajah kesal 'istri'nya. Entah kenapa dia suka melihat Sungmin saat kesal dan mengomel padanya. Saat seperti itu, dimata Kyuhyun, Sungmin terlihat benar-benar menjadi 'istri'nya.
.
===000===
.
.
2 bulan kemudian
.
Kyuhyun hanya terdiam sambil menatap heran pada tumpukan pekerjaan di hadapannya. Sudah dua bulan sejak hari itu –saat dia tidak masuk kerja karena sakit. Dan kini pekerjaannya makin menumpuk tanpa berkurang sedikit pun.
Entah kenapa dia sama sekali tidak berniat untuk bekerja hari ini. Dia masih memikirkan perjanjian pernikahannya dengan Sungmin yang akan berakhir beberapa hari lagi.
Sebenarnya Kyuhyun tidak begitu keberatan dengan permintaan kakeknya yang meminta pernikahan ini untuk satu tahun. Tapi sepertinya Kyuhyun sadar kalau Sungmin pasti tidak mau dengan hal itu.
Tapi, jika tidak begitu, bagaimana cara untuk bercerai dengan Sungmin dalam waktu beberapa hari ini? Orang tuanya pasti akan sangat terkejut. Begitu pun orang tua Kyuhyun yang telah begitu menyayangi Sungmin seperti anak mereka sendiri.
Kyuhyun benar-benar bingung sekarang. Dia tidak pernah berpikir jika nantinya akan sulit untuk bercerai dengan Sungmin. Dalam hatinya, entah kenapa dia merasa begitu enggan untuk menceraikan namja manis itu.
Dia masih dalam pikiran kalutnya ketika ponselnya berbunyi. Dengan malas, Kyuhyun mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal itu.
"Apa? S-sungmin?" mata Kyuhyun melebar saat mendengar si penelpon mengatakan bahwa 'istri'nya pingsan dan kini berada di ruang kesehatan.
Kantor perusahaan milik keluarga Kyuhyun memang memiliki ruang kesehatan yang digunakan untuk merawat karyawan yang tiba-tiba sakit atau pun karyawan yang mengurus asuransi jaminan kesehatan dari perusahaan.
"Baiklah, saya segera ke sana," ucap Kyuhyun sambil mengakhiri teleponnya. Dia mengambil jasnya dan buru-buru menuju ruang kesehatan.
.
.
Kyuhyun berjalan terburu-buru menuju ruangan tempat Sungmin berada. Namun langkahnya terhenti ketika melihat Donghae ada di sebelah 'istri'nya yang kini terbaring lemah di ranjang pasien. Kyuhyun bisa melihat ada raut wajah khawatir yang terpancar jelas dari kekasih Sungmin itu. Sejenak Kyuhyun merasa bodoh telah datang kemari. Jelas Sungmin sudah mempunyai Donghae di sisinya. Sungmin tidak membutuhkannya.
Perlahan, Kyuhyun beranjak dari tempat itu.
"Kyuhyun-sshi, Anda mau kemana?" tanya seseorang yang tiba-tiba saja memanggil Kyuhyun.
Kyuhyun menoleh dan melihat seorang yeoja paruh baya yang hampir berusia seperti ibunya kini tersenyum lembut padanya. Yeoja itu adalah seorang dokter di sini.
"Ah, aku lihat 'istri'ku sudah sadar, jadi aku-"
"Dia memang sudah sadar, tapi saya baru saja memeriksanya. Dan ada hal yang perlu saya sampaikan mengenai keadaan Sungmin-sshi sekarang. Bisakah Anda ikut ke ruang kerja saya?"
"Eh? Baiklah,"
.
.
"Selamat, Kyuhyun-sshi... 'istri' Anda hamil," ucap dokter itu dengan senyuman yang begitu lebar selayaknya mengabarkan sebuah kabar bahagia.
Namun apa yang diucapkan oleh dokter itu malah membuat Kyuhyun terkejut setengah mati. Seketika tubuh namja itu terasa membeku. Rasanya dia tidak percaya pada apa yang baru saja dia dengar.
Dia menatap dokter itu dengan pandangan bingung sambil bola matanya bergerak-gerak gelisah untuk mencari kepastian.
Bagaimana ini? Bagaimana dia bisa menceraikan Sungmin jika terjadi hal seperti ini pada namja manis itu. Kyuhyun benar-benar tidak menyangka ini bisa terjadi.
"Kenapa Anda kelihatan tidak senang dengan kabar ini?" tanya dokter itu lagi.
"Ah, bukan begitu. Aku hanya terkejut. Aku bahkan terlalu senang sekarang," ucap Kyuhyun dengan wajah yang malah terlihat panik.
"Begitu ya. Kalau begitu Anda bisa menemui 'istri' Anda sekarang. Sebaiknya Anda membawa Sungmin-sshi pulang ke rumah. Jangan biarkan dia bekerja terlalu keras,"
"N-ne," ucap Kyuhyun yang masih terlihat bingung.
.
TBC
===000===
a/n : Fic ini sudah mulai masuk ke inti cerita di chapter mendatang. Perlukah saya menambah karakter? Misal memasukan Hyuk atau siapa pun yang menurutmu cocok masuk di fic ini. Bagaimana menurut kalian? Perlu atau tidak? :D
.
Special thanks to :
Cho Kyuri, aiueo, widiwMin, Myblackfairy, Parkyoonha EvilPrincess, minmin, ar13n, MegaKyu, AraPidooy, , Viivii-ken, cholee kyumin, PumpkinChoi, 960120, Aiko Okinawa, 33ppoppo33, Rima KyuMin Elf, someone, Enno KimLee, lastdec, winter boy, RimaaHanHyoKyung, ikkimassu, KyuMinnie, Meong, Yuminnie, cutesmileKMS, icha22madhen, Shywona489, dita0307sunggie, minnieGalz, Mrs. KJW, yukiLoveSungmin, drianinna, Aurinz soona, Kyuminisreal, grimmjowmin, fishy861015, wiChan
.
.
Mind to review?
