Tittle : LONELY (다시 혼자서만)

Author : ExoPlanet

Cast : Xiumin (EXO) dan Baekhyun (EXO), Chanyeol (EXO) dan lain-lain :D

Genre : Drama, Romance, Angst

Rate : T

Warning : THIS STORY IS BOY X BOY! DONT LIKE DONT READ ! BAKALAN BANYAK TYPO, JADI WASPADALAH! AND YOU YOU YOU YANG BACA FF INI, JANGAN JADI SILENT READERS! ARA! OKEY! HAPPY READING ^^

Namja yang sedang bersama baekhyun hanya terbengong kaget dengan apa yang dilakukan baekhyun kepadanya. Namja tersebut bertanya-tanya dalam hati. "Mengapa ia tiba-tiba terlamun saat melihat aku tersenyum tadi? dan mengapa ia tiba-tiba pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun saat aku membuyarkan lamunannya?" Namja tersebut hanya menggaruk tengkuknya yang memang tidak gatal. Namja tersebut hanya memandangi punggung baekhyun yang semakin menjauh, mengecil dan akhirnya menghilang.

Baekhyun sengaja mempercepat langkah kakinya menuju villa yang ia tempati untuk 3 hari kedepan. Selama perjalanan menuju villa, pikiran baekhyun masih saja kacau. Ia sangat bingung kenapa kakinya tiba-tiba reflek meninggalkan namja yang sudah berjasa menolongnya tadi. Bukan mengatakan terimakasih lagi atau apalah untuk sekedar basa-basi, tapi ia malah pergi meninggalkannya tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Chapter 2

LONELY (다시 혼자서만)

"Aku pulang..." Ucap baekhyun memasuki villa agar semua keluarganya tahu bahwa ia sudah selesai berjalan-jalan.

"Ya! Sudah kembali? Cepat sekali?" Ucap minseok melihat kedatangan baekhyun yang begitu cepat. Awalnya minseok berpikir baekhyun akan jalan-jalan sampai nanti sore atau malam. Itu karena minseok sangat paham jika baekhyun sangat menyukai pulau jeju. Tapi apa yang ia pikirkan justru sebaliknya. Baekhyun hanya pergi selama 2 jam.

"..Euhm.. iya oppa. aku capek. Nanti malam saja aku jalan-jalan lagi." Jawab baekhyun dengan memasuki kamarnya dan segera menutup pintu kamarnya dengan wajah cemberut.

"Kau kenapa baekhyunaa?" Tanya minseok menghampiri kamar baekhyun dan bebicara dibalik pintu kamar baekhyun yang telah tertutup.

"Aku tak apa-apa hyung. aku hanya terlalu capek. Aku mau istirahat dulu." Ucap baekhyun sedikit berteriak dari dalam kamarnya agar minseok yang berada dibalik pintu kamarnya dapat mendengarkan apa yang ia katakan.

"Baiklah. Kalau ada masalah beritahu aku. Jangan kau pendam sendiri. Ara?" Ucap minseok merespon perkataan baekhyun.

"Arasseo." Jawab baekhyun singkat.

Didalam kamar baekhyun langsung meletakkan kameranya diatas kamar tidurnya. Menaruhnya dengan sembarangan. Ia kemudian melangkahkan kakinya menuju jendela yang berada diujung kamarnya. Ia membuka kaca jendela itu. udara dingin sekarang telah memasuki kamarnya. kamarnya sekarang menjadi lebih dingin. Dari balik jendela, baekhyun dapat melihat sungai tempat ia bermain tadi. tempat dimana ada seseorang yang menolongnya. Tempat dimana jantungnya berdetak dengan sangat kencang untuk pertama kalinya. Tempat dimana ia telah mengacuhkan seseorang yang telah berjasa menolongnya. Ia memandangi sungai tersebut dengan mata sendu.

"Ada apa denganku? Kenapa aku mengacuhkannya tadi? kenapa aku tak bisa menghentikan langkahku yang meminta untuk segera meninggalkannya? Dan ada apa dengan jantungku ini? Dan bagaimana dia bisa secepat itu menolongku? Padahal tadi tak ada seseorangpun dibelakangku? Bagaimana bisa?" Ucap baekhyun dengan suara sangat lirih dan jemari tangan kanannya yang melukis dengan abstrak diatas kaca jendelanya.

Baekhyun kembali menghampiri tempat tidurnya. Ia masih tetap berdiri disebelah tempat tidurnya dengan memperhatikan kameranya yang tergeletak diatas kasurnya. Ia perlahan memungut kamera tersebut. Ia membaringkan tubuhnya diatas kasurnya yang empuk dan menyalakan kameranya. Ia memandangi gambar-gambar yang telah ia abadikan dalam kameranya tersebut. Foto pemandangan selama perjalanan ke pulau jeju dan foto pemandangan diimana ia jalan-jalan tadi. tentu saja disana ada foto sungai dan rekamannya disungai tadi.

Baekhyun memutar rekamannya tadi. ia sedikit tertawa melihat apa yang telah ia lakukan. Ia tertawa melihat tingkahnya saat menapaki bebatuan satu persatu. Sampai akhirnya baekhyun menapak batu yang keempat dan ia terpeleset. Kameranya tanpa sengaja menghadap keatas. baekhyun bisa melihat dengan jelas wajah namja yang telah menolongnya tadi. Dari raut wajah namja tersebut, terlihat jika namja tersebut amat sangat menghawatirkannya.

Deg~

Jantung baekhyun kembali berdetak kencang. Baekhyun menghentikan rekaman itu dan perlahan tangannya menyentuh dadanya yang masih berdetak kencang.

"Kau pemicu semua ini." Ucap baekhyun dengan memandangi wajah namja yang terpampang dilayar kameranya.

"Siapapun kau, gomawo. Jeongmal gomawo." Ucap baekhyun dengan senyuman tipis diwajahnya.

Keesokan Paginya..

"Pagi eomma.. pagi appa.. pagi oppa.." Ucap baekhyun dengan semangat diawal pagi hari kedua mereka dipulau jeju.

"Uwah.. sudah baikan nih?" Ucap minseok dengan senyuman smirk khasnya.

"Yak hyung! Kapan aku seperti itu eoh?" Ucap baekhyun cemberut dengan menyenggol lengan minseok.

"Kemarin wajahmu cemberut saat pulang dari jalan-jalan. Mengakulah kau." Ucap minseok meremehkan baekhyun.

"Eomma.. hyung nih!" Ucap baekhyun merajuk kepada eommanya.

"Minseok.. berhentilah menjahili adikmu." Ucap eomma menengahi pertengakaran mereka.

"Ah eomma. Aku tak berniat menjahili. Tapi itu semua fakta eomma. FAKTA." Ucap minseok dengan menjulurkan lidah kearah baekhyun.

"Ah sudahlah. Jangan bertengkar lagi. Kita sedang liburan sekarang." Ucap appa dengan sedikit marah melihat mpertengkaran baekhyun dan minseok.

"Iya appa.." Ucap baekhyun dan minseok bersamaan dengan menundukkan kedua kepala mereka.

"Oh ya! Appa, eomma.. karena ini masih pagi. Aku ingin jalan-jalan. Boleh ya?" Ucap baekhyun mengalihkan topik untuk berjalan-jalan pagi.

"Iya.. pergilah." Jawab eomma dengan senyuman yang membuatnya semakin cantik dipagi hari ini.

"jangan boleh eomma. Nanti dia akan pulang dengan wajah yang ditekuk lagi seperti kemarin." Ucap minseok menjahili danhae.

"Yak hyung! jangan mulai." Ucap baekhyun menanggapi ucapan kejahilan hyungnya.

"Kenapa harus sekarang sih? Masih terlalu pagi baekhyun." Ucap minseok menyarankan.

"Aku sangat menyukai udara pagi yang menyegarkan seperti ini. Bebas tanpa polusi dan dapat meningkatkan moodku. Sudahlah aku pergi dulu. Dah eomma, dah appa." Ucap baekhyun menjelaskan dan kemudian bergegas keluar villa.

Baekhyun segera melangkahkan kakinya menuju tempat diamana kakinya kan berhenti nanti. Udara pagi dipulau jeju benar-benar sejuk. Dingin dan sedikit lembab. Baekhyun berjalan dipinggiran jalan dengan tangan kirinya menyapu rerumputan yang masih basah oleh air embun. Setiap kesegaran bahkan dapat ia rasakan disela-sela pori-pori jemarinya.

Mata elangnya kemudian menangkap sebuah taman dengan kolam ikan yang ada ditengahnya. Taman yang begitu indah dan asri. Taman tersebut agak sepi karena saat ini memang masih pagi. Sekitar jam 6 pagi KST. Kakinya yang lelah seakan mengajaknya untuk menghampiri taman tersebut dan mengistirahatkan badanya yang lelah. Sambil mengirup udara pagi yang masih terisolasi dari polusi.

Baekhyun duduk kursi taman dengan memegangi bunga mawar merah yang ada disebelah tempat duduknya yang masih banyak embun yang terdapat dikopaknya. Kemudian ia mengambil kameranya dan memulai untuk mengabadikan pemandangan apa yang telah ia lihat. Jemari telunjuknya dengan pasti menekan tombol kamera tersebut. Senyuman terus saja mengembang dipipinya. Sampai pada akhirnya ia melihat seorang namja yang muncul dari layar kameranya. Dari wajahnya baekhyun merasa telah mengenal namja tersebut. Tapi siapa? Karena penasaran, baekhyun melihat namja tersebut langsung dengan kedua matanya. Alangkah tak percayanya baekhyun, namja tersebut adalah orang yang telah menolongnya saat disungai kemarin.

Deg~

Danhae merasakan seperti ada dentuman keras didadanya saat melihat mata namja tersebut. Reflek baekhyun membalikkan tubuhnya sesegera mungkin dengan tangannya yang menggenggam memegangi dadanya yang masih berdetak tak karuan.

Saat baekhyun ingin melangkahkan kakinya untuk menghindari namja tersebut, sebuah tangan telah menepuk pundaknya yang membuatnya kaget setengah mati. Karena merasa sudah ketahuan, baekhyun pun membalikkan badannya untuk mengahada namja tersebut.

"Hai." Ucap namja tersebut dengan tersenyum manis kepada baekhyun.

"Oh..Hai." Ucap baekhyun mencoba tersenyum tetap terkesan dipaksakan.

"Kau tak senang melihatku?" Tanya namja tersebut sedikit memajukan wajahnya kearah wajah baekhyun. karena namja tersebut memang lebih tinggi dari baekhyun.

"Anigo. Anigo." Jawab baekhyun cepat dan memundurkan langkahnya agar wajah namja tersebut tak terlalu dekat dengan wajahnya.

"Lalu kenapa kau tersenyum seperti itu?" Tanya namja itu menganggapi jawaban baekhyun.

"Aku.. aku.. ya. Aku terheran dan sedikit terkejut tadi. bagaimana kau bisa mengenaliku? Padahal kita baru pertama kali bertemu." Ucap baekhyun salah tingkah.

"Oh jadi begitu. Tentu saja aku mengingatmu. Kau sangat mudah untuk dikenali. Itu karena kameramu. Aku mengingatmu karena kameramu itu." Ucap namja tersebut dengan menunjuk kamera yang tengah digenggam baekhyun.

Baekhyun hanya termanggut-manggut mendengar jawaban namja tersebut. Ia sangat bersyukur karena ia tak terlalu terlihat gugup didepan namja tersebut tadi.

"Apa yang kau lakukan disini?" Ucap namja tersebut mengawali pembicaraan.

"Aku sedang berjalan-jalan. Kau sendiri?" Jawab baekhyun santai dan kembali bertanya.

"Sama denganmu. Aku sangat menyukai udara pagi yang menyegarkan seperti ini. Bebas tanpa polusi dan dapat meningkatkan moodku." Ucap namja tersebut dengan memejamkan matanya dan tersenyum menyesap dalam-dalam udara pagi yang memang sangat menyegarkan ini.

Deg~

"Bagaimana bisa? Bagaimana namja ini mengatakan kata-kata yang sama persis denganku? Apakah dia?" batin baekhyun mendengar apa yang telah namja tersebut katakan. Baekhyun sangat terkejut mendengar jawaban itu. jawaban yang benar-benar sama. Tidak ada satu katapun yang terlewatkan.

-TBC-

Annyeong !

Author ExoPlanet kembali dengan chapter 2 yeay! *applause*

Gimana nih readers ceritanya?

Author berbaik hati nih ngelanjutin nih FF walaupun gak ada yang review

Sedih banget tau!

maaf karena aku potong ceritanya sampek segitu doang *innocent*

Terus review ya biar update chapternya cepet. Semakin banyak yang review makan akan semakin cepat update the next chapter..

Wait for the next chapter

Gamsahamnida :D *bow*