Tittle : LONELY (다시 혼자서만)

Author : ExoPlanet

Cast : Baekhyun (EXO), Chanyeol (EXO) dan lain-lain :D

Genre : Drama, Romance, Angst

Rate : T

Warning : THIS STORY IS BOY X BOY! DONT LIKE DONT READ ! BAKALAN BANYAK TYPO, JADI WASPADALAH! AND YOU YOU YOU YANG BACA FF INI, JANGAN JADI SILENT READERS! ARA! OKEY!

HAPPY READING ^^

"selamat tinggal. Chanyeol.. Aku sangat senang dapat bertemu denganmu.." Ucap baekhyun kemudian.

"Aku juga senang bertemu denganmu baekhyunaa.. suatu hari nanti kita akan bertemu lagi. Sekarang cepat pulang. Keluargamu pasti akan sangat mengkhawatirkanmu jika terlalu lama disini." Ucap chanyeol dengan senyuman yang tak bisa baekhyun lihat.

Baekhyun mengangguk tanda mengerti dan segera melepaskan pelukannya. baekhyun segera kembali kevilla dengan mempercepat langkah kakinya. Dibelakang baekhyun, chanyeol hanya melihat punggung baekhyun yang semakin menjauh dan akhirnya menghilang.

"kau meninggalkanku lagi... baekhyun..." Ucap chanyeol lirih dengan wajah sendu dan segera meninggalkan taman tersebut.

LONELY (다시 혼자서만)

Chapter 4

Sesampainya divilla, baekhyun dikejutkan dengan aktivitas keluarganya yang sangat sibuk. baekhyun sangat bingung karena ruang tamu villa yang tengah ia tempati saat ini terdapat 4 koper yang telah terbuka, dengan berbagai macam pakaian yang berserakan dimana-mana.

"Hyung... ada apa ini?" Tanya baekhyun dengan tatapan bingung.

"cepat pack baju-bajumu sekarang. Aku sudah menyiapkan kopermu." Jelas minseok tanpa berhenti mempack baju-bajunya kedalam koper.

"Kenapa harus sekarang? Bukannya kita pulang besok sore?" Tanya baekhyun bingung.

"Aniyo nae dongsaeng.. kita akan kembali keseoul sekarang. 2 jam lagi kita berangkat kebandara." Jelas minseok dengan senyuman agar baekhyun tidak kaget dan bingung dengan situasi saat ini.

"Tapi kenapa harus sekarang hyung? aku masih mau berlama-lama disini. Padahal baru saja aku merasakan kebersamaan dengan kalian secara utuh. Kenapa harus berakhir sekarang sih?" Tanya baekhyun dengan air mata yang telah menggenang dipelupuk matanya dan akan segera jatuh jika baekhyun mengedipkan matanya.

"Appa dan eomma ada pekerjaan mendadak baekhyun.. jadi harus pulang sekarang. Mereka akan naik pesawat ke China. Sementara kita akan naik pesawat ke seoul.. sudahlah.. jangan menangis.." Jelas minseok dengan mendekati baekhyun dan kemudian memeluknya agar baekhyun tak terlalu bersedih. Minseok juga mengelus surai rambut coklat baekhyun pelan agar baekhyun semakin tenang. Dan tanpa sepengetahuan baekhyun, minseok juga meneteskan air mata karena terlarut dalam kesedihan yang dirasakan baekhyun saat ini.

Dengan berat hati, baekhyun segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Memungut semua barang-barang yang telah ia tata dengan rapi sebelumnya. Baekhyun juga sempat memandang sejenak dibalik jendela kamarnya dan menuliskan sesuatu disana. baekhyun kemudian keluar dari kamarnya dengan membawa berbagai macam perlengkapannya. Barang-barang miliknya dan segera mempacking kedalam koper yang telah disiapkan oleh minseok.

Mereka telah berada dalam mobil menuju bandara. Selama perjalanan baekhyun hanya memandang keluar kaca mobil dengan sesekali menangis dalam diam. Tapi eomma, appa dan minseok tahu baekhyun sedang menangis dalam diam sekarang.

"Chagiya..." Panggil eomma baekhyun.

"Uhm.. ne eomma?" Tanya baekhyun dengan sebelumnya telah menghapus air matanya agar ia tak tampak bersedih didepan eommanya dan seluruh anggota keluarganya.

"baekhyun sedang menangis?" Tanya eomma melihat raut wajah baekhyun yang jelas terlihat sedih.

"Menangis? Aniyo. Baekhyun gak menangis kok." Ucap baekhyun berbohong dengan memamerkan senyumannya yang terkesan memaksa.

"Baiklah.. baekhyun gak boleh sedih ya?" Ucap eomma kemudian.

"Ara. Eomma jangan khawatirkan itu.." Jawab baekhyun dengan senyuman lagi.

Sesampainya dibandara, minseok dan baekhyun mengantarkan kepergian eomma dan appanya ke pesawat yang akan terbang ke China. Mereka memang ada klien yang meminta untuk ditemui langsung dinegaranya, China. Karena klien tersebut merupakan klien yang penting dan berpengaruh untuk usaha keluarga mereka, maka mereka menyetujui apa yang telah diajukan klien tersebut.

"Eomma.. hati-hati ya? Jangan lupa makan eomma.." Ucap baekhyun dengan memeluk eommanya.

"Maafkan eomma dan appa ne?" Ucap eomma dengan air mata yang memenuhi pelupuk matanya tetapi belum terjatuh dipipinya. Namun masih memeluk baekhyun.

"Kenapa eomma minta maaf?" Tanya baekhyun berlagak bingung.

"Maaf karena eomma dan appa merusak liburanmu.. maaf karena eomma dan appa mengakhiri kebersamaan kita.." Jelas eomma dengan air mata yang berlinang dipipinya.

"Ah.. eomma jangan seperti itu.. lagipula keinginanku sudah terwujud untuk liburan bersama kan? yah walaupun hanya sekejap. Tapi aku bahagia eomma.." Ucap baekhyun dengan menangis yang tak diketahui eommanya.

"Nanti saat eomma dan appa telah pergi baekhyun harus akur dengan hyungmu ya? Jangan lupa makan.. jangan bersedih dan jangan menangis lagi. Ara?" Amanat eomma kepada baekhyun. baekhyun membalas amanat eommanya dengan anggukan mantab. baekhyun dan eommanya kini tengah menangis dalam pelukan masing-masing.

"Appa.. hati-hati.. jaga diri appa baik-baik." Ucap minseok.

"Iya.. kau juga jaga adikmu baik-baik. Jangan buat dongsaengmu bersedih lagi ara?" Ucap appa dengan memeluk minseok yang lebih pendek beberapa senti darinya.

Mereka berdua telah melepaskan pelukan masing-masing. Eomma dengan baekhyun dan appa dengan minseok. baekhyun dan minseok melambaikan tangan seiring perjalanan appa dan eommanya masuk kedalam pesawat. Baekhyun tak sanggup menahan kesedihannya. Ia terus-menerus mengeluarkan air matanya. Baekhyun pun tak tahu apa alasan ia terus menangis seperti ini. Padahal ini sudah sering terjadi. Mengantarkan kepergian orangtuanya dibandara. Minseok melihat baekhyun yang tengah membungkam mulutnya agar suara tangisannya tak keluar. Minseok amat sangat tak tega melihat dongsaengnya menangis seperti itu. belum pernah minseok melihat baekhyun menangis seperti itu. Minseok langsung meraih tubuh baekhyun yang berdiri disampingnya. Minseok memeluk tubuh baekhyun dan merasakan baekhyun tengah terisak didalam pelukannya.

Sesampaianya diseoul baekhyun baekhyun langsung menuju kamarnya. Ia tak berselera untuk berbicara dengan siapapun. Bahkan pertanyaan minseok yang biasanya dengan antusias ia jawab, kali ini ia tak mempunyai selera itu lagi.

"Baekhyunaa?" Panggil minseok dibalik pintu kamar baekhyun dengan mengetuk pintu itu sesekali.

"Ada apa hyung?" Tanya baekhyun dengan membuka pintu kamarnya.

"Setelah ini hyung akan pergi. Hyung ada latihan di S.M Ent. Baekhyun mau ikut?" Tawar minseok ramah.

Sementara baekhyun hanya menanggapi tawaran minseok dengan gelengan kepala dan menunduk kebawah melihat lantai yang semakin dingin saat ia pijak.

"Benar baekhyun gak ikut? Daripada baekhyun dirumah sendirian? Disana ada teman-teman hyung yang akan menghiburmu.." Tawar minseok lagi.

"Gomawo hyung.. tapi saat ini baekhyun capek. baekhyun mau istirahat. hyung pergi saja. Setelah selesai latihan, hyung segeralah pulang. Jangan mampir kemana-mana agar aku tak sendirian terlalu lama dirumah." Tolak baekhyun halus dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.

Minseok kemudian meninggalkan baekhyun dan segera berangkat ke gedung S.M Entertainment untuk latihan dengan rekannya yang lain menggunakan mobilnya. Dari dalam kamar, baekhyun mendekati jendela yang ada dipojok kamarnya. baekhyun melihat kepergian minseok dengan tatapan sendu.

"Kenapa aku selalu ditinggal sendiri? Kebersamaan yang baru saja aku rasakan kenapa cepat sekali berakhir? Apa aku dilahirkan untuk menjalani hidup ini sendirian? Chanyeol.. aku merindukanmu.. kau yang selalu menemaniku saat aku sendiri.. aku merindukanmu.." Ucap baekhyun dengan air mata yang menetes dari pelupuk matanya.

Baekhyun hanya menghabiskan waktu didalam kamarnya. Tak ada niatan dalam hati baekhyun untuk berjalan-jalan keluar rumah atau sekedar keluar kamar. Baginya sama saja ia keluar karena tak akan ada seseorang yang akan menemaninya.

Tak terasa telah 1 minggu semenjak mereka pulang dari pulau jeju. Satu minggu juga bagi orangtuanya untuk pergi ke china. Kabarnya, orang tua mereka akan pulang keseoul siang ini. Baekhyun sangat antusias menunggu kedatangan mereka. Minseok juga sudah membatalkan semua janjinya dan jadwalnya hari ini untuk menyambut kedatangan orangtua mereka.

"Kok hyung tumben gak latihan? Biasanya jam segini udah ngilang.." Tanya baekhyun penasaran sambil berlalu kedapur untuk mengambil minum.

"Hyung sengaja membatalkan semua janji dan kegiatan hyung hari ini.. siang ini eomma dan appa pulang. Jadi kita harus sambut mereka." Jawab minseok dengan mendudukkan dirinya disofa dan menyalakan televisi.

"mereka sudah naik pesawat belum ya hyung?" Tanya baekhyun gak sabaran.

"mereka naik pesawat dari jam 10 tadi. sekarang sudah jam 2 siang. Mungkin sebentar lagi mereka akan sampai." Jawab minseok dengan menekan-nekan tombol remote tersebut mencari acara TV yang akan menghilangkan kejenuhannya karena tak melakukan aktivitas apapun.

Sampai akhirnya minseok menemukan sebuah stasiun TV menayangkan berita kecelakaan pesawat. Minseok dengan antusias melihat tayangan berita tersebut.

"saya melaporkan langsung dari tempat kejadian. Ya bisa kita lihat dibelakang saya terdapat bangkai pesawat yang telah jatuh tepatnya pada pukul 13.55 tadi. diduga pesawat yang berpenumpang sekitar 188 penumpang dengan 2 pilot dan 5 orang pramugari dengan penerbangan dari Beijing, China menuju Seoul, Korea Selatan ini jatuh diduga karena adanya kebocoran bahan bakar yang menyebabkan pesawat terbakar dan akhirnya jatuh. Dan menurut hasil pemeriksaan tim sar, semua penumpang pesawat telah tewas. Korban telah dipindahkan seluruhnya di Rumah Sakit pusat di seoul, dan sedang menunggu sanak keluarga dari korban untuk mengidentifikasi mereka a dan segera membawa mereka pulang dan memakamkannya. Sekian laporan dari saya. terimakasih. Saya melaporkan langsung dari Seoul."

"Hyung? apa tidak sebaiknya kita menjemput appa dan eomma dibandara? Aku merindukan mereka." Tanya baekhyun dengan nada merajuk.

"..." Minseok hanya diam tidak menjawab pertanyaan baekhyun. Minseok masih tidak percaya dengan berita yang ada ditelevisi.

"Hyung? Hyung? Hyung mendengarkanku kan?" Panggil baekhyun bertubi-tubi dan mendekati minseok yang nampak bengong didepan televisi.

"..." Sementara minseok masih tetap saja diam. Matanya perlahan memerah.

-TBC-

Annyeong !

Author ExoPlanet kembali dengan "LONELY' chapter 4 loh.. *proud*

Aigooo.. kesedihan apa lagi ini.. *nangis gak jelas*

Jadi gimana reader? Bagus gak ceritanya? *anticipate*

Maaf ya kalo ceritanya tak buat segini dulu. Maaf juga kalo ceritanya Gak jelas and banyak typo bertebaran -_- maklum saya masih amatir dan belum sepro You Young Jin ahjussi -_- *nyengir* *peace*

Ini cerita asli dari pikiranku sendiri kok. Suer!

Gomawo banget ya yang udah REVIEW and LIKE ff ini ^^

Semoga kebaikan anda dibalas oleh yang maha kuasa *amin*

Jangan lupa review lagi ya!.. karena review membuat author semakin bersemangat ngelanjutin cerita loh..

Semakin banyak review maka ff ini akan semakin cepat dilanjutin..

Please Wait for the next chapter

Gamsahamnida ^^ *bow*