Gaara menatap kedua teman nya dengan tajam, kemudian dia menghela nafas berat, "Ke-uangan kita sudah sangat menipis, uang hasil ngerampok? lusa kemarin, ku buat bayar untuk 'SPP' kita bertiga bulan ini.
"Jadi kita akan beraksi secepatnya". Tanya Sasuke datar.
Tiba tiba suasana di kantin itu berubah menjadi meja rapat, Gaara nampak menyatukan buku buku jarinya bak bos bos yang memikirkan jalan nya perusaha'an?.
"Ya, waktu kemarin kita pergi ke tempat jual beli perhiasan, Aku tak sengaja melihat rumah yang cukup besar, Dan kemungkinan rumah itu hanya di huni satu atau dua orang", jelas Gaara panjang lebar.
"Baiklah kami mengerti". Jawab NaruSasu kompak.
"Rapat di tutup?". Ucap Gaara. Dan seketika ruangan rapat tergantikan oleh suasana kantin yang ramai.
Naruto tmpak bingung."Barusan kok bisa jadi ruang rapat ya". Tanya Naruto gak penting sambil garuk garuk kepala.
"Hn, aku memakai 'Genjutsu' Dobe". Jawab sasuke datar sedatar penggaris.
'-_-
'-_-
BY DontPink
Disclaimer : mashasi kishimoto
Rate 'T'
Ganre : Humor, Friendship, Romance (Dikit)
Saat mereka sedang asik asik nya makan di kantin tiba tiba ada yang se'enak jidat ikut Nimbrung. Mereka bertiga langsung menoleh dan tampaklah Seorang siswi berambut merah muda yang lagi duduk di tempat mereka dan dua lainya berdiri di belakang nya, si rambut indigo nampak malu malu (tapi mau) Dan yang berambut pirang nampak tersenyum cenggung.
Sasuke mengangkat satu alis nya melihat tiga cewek di samping mereka. "Hn, ada apa". Tanya Sasuke dingin.
"Um..ano kami mau bilang terimasih karna sudah menolong kami bertiga kemarin". Jawab si pinky.
"Oh jadi kalian yang kemarin itu ya". Jawab Gaara sambil menatap tajam cewek berambut pirang dan indigo, kemudian dia berbisik ke Naruto "Dua cewek yang di belakang bohay? juga". Bisik nya penuh kebejatan?
"Tak masalah". Jawab sasuke acuh tak acuh sambil menyeruput jus tomat nya.
"Perkenalkan aku Sakura Haruno dan yang berembut pirang ini Yamanaka Ino, dan yang terakir Hyuuga Hinata.
"Aku Uzumaki Naruto, Salam kenal Sakura-chan, Ino, Hinata". Jawab Naruto sok akrab.
"Aku Sabaku No Gaara". Jawab Gaara (sok) cuek, padahal dia masih menatap dua gadis bohay yang di belakang Sakura bak lelaki hidung belang?.
"Uchiha Sasuke". Masih acuh tak acuh dan tentu (sok) cool.
"Apa kami boleh gabung di sini". Tanya Ino, soalnya dia capek berdiri terus, dan hanya di jawab dengan anggukan oleh ketiga nya,
Ino dan Hinata langsung ikut nimbrung, lalu memesan minuman pada ibu kantin" Jadi kalian tinggal di mana" tanya Ino sambil menatap ketiga nya, sementara Hinata Malu Malu kucing.
"Kami tinggal di perumahan Dekat gedung Hokage Nomer 249". Jawab Gaara lancar.
"Jadi kalian tinggal bersama". Tanya Sakura sangat penasaran dengan para cowok 'yang menurut nya' baik itu.
"Ya kami tinggal bersama cukup lama Sakura-chan". Jawab naruto dengan mulut penuh makanan.
"Telan dulu Naru, baru ngomong". Kata Ino dengan sedikit terkikik.
Sasuke tampak memperhatikan gadis indigo yang dari tadi diam dengan kepala menunduk."mungkin dia tipe pemalu", batin Sasuke.
"Apa kalian Maho?." Tanya Sakura kurang ajar. Sasuke langsung tersedak minumanya,
"kami masih normal Sakura-chan". Jawab Naruto. Sasuke mentap tajam cewek pinky itu yang ngomong ngawur itu,
"Hehe..habis kalian seperti ada hubungan apa gitu". Sakura ketawa garing sambil garuk garuk tengkuk nya.
"Karna kami memang bersahabat". Jawab Gaara dengan nada sedikit marah, dia gak terima di bilang Maho?.
"Hn, kenapa teman mu bernama Hyuuga itu diam saja". Tanya Sasuke penasaran. Sementara Hinata yang namanya di sebut makin menundukkan kepala malu.
"Hinata memang gadis pemalu Sasuke-kun". Jawab Ino, sasuke hanya mengangguk mengerti.
Tak terasa mereka mengobrol cukup lama hingga tanda bel istirahat telah berakhir.
"Kami masuk dulu Naruto, Gaara, Saseke-kun". Kata si pinky sambil berdiri dan berjalan ke kelas nya.
"Seperti Nya aku tertarik dengan salah satu cewek bohay itu". Kata Gaara kepada kedua teman nya, Naruto dan Sasuke berpandangan sebentar sebelum mereka angkat bahu.
Bel pulang sekolah telah berdering. Murid murid mulai berhamburan keluar. Tampak Naruto Sasuke dan Gaara berjalan keluar dari gerbang KHS, mereka lalu menuju ke halte bus dan duduk menunggu bus datang.?!
Banyak orang yang juga sedang menunggu bus di halte yang sama dengan mereka. Tiba tiba ada cewek bohay? Berjalan melintasi mereka dan tanpa sengaja ponsel nya jatuh, cewek itu lalu membungkuk untuk mengambil ponsel nya.
Dan cewek itu hanya memakai rok mini, Otomatis clana dalam nya kelihatan, pas di depan Sasuke Naruto dan Gaara, si otak udang nampak meneteskan air liur karna melihat paha mulus itu, Si cowok stoic Gaara langsung memegang hidung nya dengan darah yang terus mengembas keluar. Sasuke langsung memalingkan wajah nya karna takut dosa?.
"Ba..bagaimana ya kalau tangan ku meraba paha mulus itu". Batin naruto penuh kemesuman dengan wajah memerah dan setetes darah keluar dari lubang hidung nya.
Cewek bohay yang sadar di perhatikan langsung menegok dan mendapati dua remaja yang mengintip nya, si cewek langsung mendekati Naruto dan Gaara Lalu..?
:
:
'PLAKK..?!
'PLAKK..?!
Cewek itu langsung ngacir ninggalin bekas tamparan di kedua pipi cowok mesum itu.
"Hn, mangkanya jangan seenaknya mengintip orang". Kata Sasuke dengan nada bijak.
"kalo ada rejeki? di depan mata ya harus di embat teme". Kata Naruto ngawur tingkat tinggi
"Aduh, padahal aku kan tidak sengaja melihat nya". Kata Gaara sambil mengelus pipi.
Bus yang di tunggu telah datang, mereka lalu masuk berbondong bondong kedalam bus, menuju rumah tercinta.
Di flat kecil itu tampak tiga sekawan sedang main Domino?. Wajah Sasuke nampak penuh codet sepidol. Gaara yang gak punya alis itu jadi punya karna di codet seenak jidat. Dan di jidat Naruto ada tulisan angka '87'?.(Artinya orang gila)
TOK..TOK..TOK..?!
Tampak ada yang mengetuk pintu dari luar, Naruto lalu menuju kearah pintu untuk melihat siapa yang bertamu jam 6 sore begini, pintu terbuka dan tampaklah tiga cewek berdiri di depan pintu sambil tersenyum hangat. Lalu mereka melihat angka di jidat Naruto dan..
HAHAHAHAHA.."Cewek blonde nampak ngakak lihat tulisan angka di jidat itu.
Pfffttt,,hihihi, ."Gadis musim semi itu nampak menahan tawa.
Sementar si gadis indigo menutup mulut nya rapat. Naruto nampak garuk garuk kepala binggung.
"Ayo masuk, maaf rumah nya berantakan". Kata naruto mempersilahkan tiga cewek cantik itu masuk.
Gaara dan Sasuke menengok mendapati ada cewek. Langsung ambil langkah seribu ke kamar mandi buat menghilangkan codet Di wajah mereka. biyar tampak keren?
Gaara yang sudah menghilangkan codet di alisnya itu langsung menghampiri tamu cewek 'pertamanya' itu.
"Naru ambilkan minuman dingin", perintah Gaara seenak alis nya yang hilang. Dia langsung mendudukkan diri di karpet yang sebelum nya di pakai main domino itu. Maklum gak punya sofa?!
"Jadi ada keperluan apa kalian ke sini". Tanya Gaara menyelidik.
"Kami hanya ingin bermain saja Gaara, dan kami mebawakan makanan juga buat kalian loh". Kata ino sedikit alay, sambil mengangkat keranjang yang isinya makanan.
Naruto yang kembali sambil membawa minuman bersoda dan mendengar kata 'Makanan' itu langsung nimbrung sambil berkata."Ayo di hajar makanan nya, tunggu apalagi". Katanya tak punya malu.
"Tunggu Sasuke-kun dulu Naru". Kata Ino sambil membuka semua isi dalam wadah makanan itu.
Sasuke yang baru keluar dari kamar mandi sambil berjalan (sok) cool dan langsung duduk di samping sang Lady Hyuuga.
Hinata mengangkat kepala nya dan mendapati Sasuke yang duduk di sebelah nya dan menatap nya membuat wajah Hinata memerah karna malu. Sasuke mengkerutkan kening binggung.
"Ayo di makan" . Ajak Sakura semangat.
Naruto langsung menerjang sang makanan yang tak berdosa itu dengan membabi buta.
"Kalo makan pelan pelan Naru". Kata Gaara gak nyadar dia juga sangat membabi buta.
"Wahh, makanan ini enak sekali, apa kalian yang membuat nya". Tanya Naruto heboh.
"Yah kami bertiga yang memasak loh". Kata Sakura dan Ino kompak, Sementara Hinata hanya tersenyum lembut, Membuat Sasuke yang tak sengaja melihat senyuman itu jadi menghentikan makan nya.
"Si Hyuuga kalau tersenyum sangat manis". Batin Sasuke mulai tingkat tinggi.
"Ahh~kenyang sekalii". Kata si blonde sambil memegangi perut nya. Membuat tiga cewek di situ ketawa kecil melihat kelakuan Naruto yang menurut mereka sangat 'Bodoh' itu.
Ino lalu membereskan semua peralatan makan yang sudah tak tersisa karna serangan 'beruk' dan 'panda' yang sangat membabi buta itu. "Di mana dapur nya" tanya nya.
"Biar ku bantu". Kata Gaara sambil mengambil piring piring yang berserakan itu lalu menuju dapur di ikuti Ino. Mereka lalu mencuci piring piring dan peralatan makan berdua. Keduanya nampak cenggung sampai Ino membuka suara.
"jadi kalian di sini hanya bertiga". Tanya ino penasaran soal nya tak melihat orang lain lagi.
"Ya begitulah, kami hanya bertiga seperti yang kau lihat". Jawab nya datar.
Ino mengangguk mengerti "Lalu orang tua mu apa sering berkunjung kesini". Tanyanya lagi sambil memandang Gaara,
Gaara nampak menghentikan mencuci nya, dia diam sambil menatap lurus kedepan, seketika pandangan nya menjadi dingin penuh emosi. Ino yang melihat raut wajah cowok stoic itu berubah dia menjadi was was, jika dia salah bertanya.
"Tidak pernah". Jawab Gaara dingin. Dengan tangan meremas spons yang di gunakan mencuci itu. Ino nampak mulai bertanya tanya dalam hati, apa yang membuat raut wajah Gaara berubah.
Gaara yang sempat melirik Ino yang sepertinya merasa bersalah itu, merasa tak enak, dia lalu menatap mata Si cewek blonde itu dengan tatapan yang sudah seperti Semula. Ino bisa menangkap kesedihan dimata cowok stoic itu.
"Hey ino, ini sudah selesai". Kata Gaara sambil menepuk bahu si cewek blonde itu. "Ayo kembali". Ajak nya
"A-ah yaa". Jawab nya gugup
Dan mereka kembali berkumpul bercanda gurau, tampak Sasuke dan Hinata saling mengobrol ringan. Dan empat lain nya memainkan domino?.
"Hey jangan curang kau Naruto". Kata Sakura marah sambil mengepalkan tangan karna si 'Beruk' main curang.
"Aku tidak curang Sakura-chan". Kata si 'beruk' sambil melirik takut takut, Dia takut kena bogem mentah dari gadis musim semi itu.
"Sakura-chan apa warna 'celana' dalam mu". Tanya naruto penuh kebodohan dan kemesuman tentunya. Dan tampak lah perempatan muncul di jidat sakura. Wajah nya merah padam nahan marah..
'BUAAKKKGGGHHHH...?!
"DASAR BAKA NO HENTAI". teriak Sakura ngos ngosan karna habis membogem cowok Blonde itu. Sakura langsung kembali duduk sambil menyilangkan tangan di depan dada.
Sementara naruto tepar dengan mulut berbusa. Sasuke nampak menepuk jidat frustasi melihat kelakuan sohib 'Sinting'nya itu. Yang lain nampak tak peduli dengan naruto yang tepar itu.?!
Suasana di flat kecil itu nampak sedikit berbeda dari biyasanya.!?
"Kami pulang, sudah malam". Pamit Sakura mewakili dua temanya.
"Biyar kami antar". Sahut sasuke membuat kedua teman nya mengkerutkan kening 'dimana sifat sok cuek nya' batin kedua nya heran.
"Ada apa, kenapa kalian menatap ku seperti itu eh". Ucap Sasuke sambil mendelik ke arah dua sohib nya yang menurut Sasuke sinting?. Naruto dan Gaara langsung bersiul siul gak peduli,
"Tidak usah, nanti merepotkan lagi pula jarak nya tidak jauh kok dari sini".jawab Ino meyakinkan.
"I-iya ti-tidak perlu repot repot Sasuke-kun". Kata Hinata sambil tersenyum lembut ke Sasuke. Sasuke menjadi salah tingkah mendapat senyum sehangat 'matahari' itu. membuat nya merasa aneh.
"Ya sudah, kami pulang dulu jaa". Kata Sakura dan Ino sambil melambaikan tangan.
"Hati hati di jalan". Kata si 'beruk' sambil balas melambai. Kemudian dia menatap sasuke yang lagi memandang langit malam itu. Naruto angkat bahu dan beralih menatap Gaara, seketika naruto sweatdrop dengan mulut menganga.
Gaara balas menatap Naruto dengan santai sambil 'Mengupil'?, dia mengangkat alis nya yang hilang itu melihat Naruto menganga Dan melihat Sasuke yang lagi asik asik Menatap langit malam itu, dia kemudian angkat bahu sambil masuk rumah gak peduli.?!
'BLAMM..?!
"Bagaimana Situasi di sekitar". Tanya si pantat ayam itu kepada dua shohib nya.
"Hn, aman..Ayo jalan". Komando Gaara,
Mereka berjalan mengendap ngendap di depan rumah 'incaran' itu sambil sesekali mnengok kiri kanan waspada. Setelah berhasail masuk ke halaman, mereka langsung mencari jendela yang siap di 'congkel'. Setelah menemukan jendela yang pas buat masuk mereka lalu mengeluarkan 'sarung' buluk nya Dan langsung memakainya seperti Ninja Ninjaan.
"Mana peralatan buat mbobol sasuke". Minta Gaara. Sasuke langsung mengeluarkan Linggis dari dalam 'Kantong' nya.(kok muat).
Gaara langsung menancapkan linggis laknat itu di selipan jendela. Dengan sekali hentak jendela pun dapat di masuki. Sasuke nampak menyeringai senang. Mereka lalu masuk ke dalam rumah besar itu. Mereka tak tau kalau di depan pagar ada tulisan 'Senju' rumah kepala sekolah mereka?.
Mereka berjalan mengendap ngendap menuju kamar yang siap di obarak abrik itu. Saat akan melewati kamar mandi mereka mendengar seperti ada orang mandi di dalam. Gaara menhentikan langkah mereka.
"Ada apa Gaara". Tanya naruto pelan. Gaara menatap naruto sejenak sebelum berkata.
"Apa kita tidak mengintip? dulu siapa yang mandi, kalo yang mandi cewek bohay? Kan lumayan". Kata Gaara panjang lebar, dia sampai lupa apa tujuan kemari.
'BLETAKK..!?
'BLETAKK..!?
"ADAOOWW..
Teriak Gaara Dan Naruto karna di jitak sasuke tanpa perasaan. Sasuke tampak menatap tajam kedua sohib nya itu.
"Apa kalian lupa tujuan kemari, eh". Tanya Sasuke dengan nada marah.
"Oh iya, hampir saja aku lupa Sas". Jawab Gaara sambil menepuk jidat nya.
"SIAPA DI SANA".Teriak wanita dari dalam kamar mandi, karna mendengar suara jitakan maut Sasuke.
SasuNaruGaara saling berpandangan sebentar lalu mereka mendobrak pintu kamar mandi itu dengan tidak elit nya.
'BRAKK..!
"KYAAAHHH.." teriak wanita berambut pirang berdada besar sambil menutupi asal tubuhnya dengan handuk, dia melihat tiga orang yang memakai sarung buluk menutupi wajah nya itu.
SasuNaruGaara menganga ketika melihat wanita yang ada di dalam kamar mandi tak lain tak bukan adalah Tsunade Senju kepala sekolah KHS.
Gaara yang sadar itu langsung menodongkan linggis karatan itu ke arah Tsunade sambil berkata "Angkat tangan atau mati".
Karna Tsunade takut langsung saja dia angkat tangan. Dan otomatis handuk nya merosot dengan indah nya.
'-_-
'-_-
'-_-
'CROOOT !
SasuNaruGaara Langsung mimisan tingkat tinggi, darah merembas lewat sarung buluk yang menutupi hidung mereka. "Benar benar menantang" batin mereka bertiga. Linggis yang di pegang Gaara nampak bergetar hebat.
Sasuke yang masih bisa mengusai diri itu langsung maju dan memukul tengkuk sang kepala sekolah hingga pingsan. Sasuke langsung mengajak kedua sohib nya menyelesaikan 'misi' ini.
Mereka bertiga nampak ngos ngosan sambil terus memegangi hidung nya karna tak kuat melihat bayang bayang tubuh bohay sang kepala sekolah. mereka sudah berdiri di depan kamar yang bertiliskan 'Tsunade'
"Biyar aku yang masuk". Kata Gaara sambil membuka pintu dan masuk ke kamar Sang kepala sekolah.
Cowok stoic itu langsung membuka laci dan tambak uang segebok. langsung saja dia mengantongi uang segebok itu lalu keluar dari kamar dan dia melihat SasuNaru nampak bersandar di dinding dengan nafas ngos ngosan.
Mereka langsung kabur lewat jendela membiyarkan sang kepala sekolah terkapar tak berdaya di kamar mandi.
Sasuke nampak bersandar di tiang listrik di tepi jalan bersama dua sohib nya itu. "Sial, mataku ternodai" kata sasuke gak masuk akal.
"Ternyata tubuh Tsunade-sama sangat bohay".kata Gaara sambil membenturkan kepalanya ke tiang listrik frustasi campur seneng.
Sementara naruto jongkok sambil menunduk dengan tidak elit nya. Mensukuri nasip 'keberuntungan' nya bisa melihat badan bohay sang kepala sekolah.
"Ayo kita ke 'Bar' menjernihkan pikiran dulu". Usul Gaara.
"Ide yang bagus" . Jawab SasuNaru kompak.
Mereka lalu menuju 'bar' dengan wajah bahagia. Melupakan segala yang membebani hati kecil mereka. Tiga sahabat siap menyongsong hari esok..
-TBC-
Mungkin chapter depan bakalan mengisahkan Flashback trio sahabat ini.
Reviews.
Kuraki Shuiha# haha makasih.
# entah kenapa ide ini muncul begitu saja, makasih ya
zukito# tapi entantah kenapa Gaara cocok banget di buat
ultimatekuuga# sip makasih bray.
Hime Hoshi# mungkin sasuhina gaaino :-D
42# sipp..
