TRUST MY LOVE

"NAE SARANG EUL-MIDYEO"

Present

Main Pairing : Kyuhyun X Sungmin/KYUMIN/

Slight : Yesung X Ryeowook/YEWOOK/

Rated : T to M

Genre : Romance, Friendship

Warn : Boy X Boy, Yaoi, Boys Love, Typo(s), Boring

Disclaim : This Cast isn't Mine. But This plot is mine!

~Don't Like Don't read~


Annyeong~!

Hye kembali… ^^

Ternyata lumayan yang penasaran akan cerita ini.. hehe =)

Jeongmal Gomawo buat Readerdeul yang telah tertarik akan ceita ini… *Bow..

Okee…

Enjoy Reading~!


TMŁ

" Aku akan memainkan sebuah drama dari naskah yang kau buat…" lanjut Kyuhyun dengan tersenyum senang.

Tunggu,… naskah yang ku tulis? Yang mana? Aku hanya bisa mengernyit bingung mendengar perkataannya.

"yang mana?" Tanya ku bingung.

"yang berjudul One Night Love.." lanjutnya lagi.

DEG

Tubuhku membeku. Aku hanya bisa mematung mendengarnya mengucapkan judul sebuah karya yang aku tulis, memang khusus di minta oleh seorang sutradara terkenal. Tapi….

Tidak.. aku tidak mau Kyuhyun memainkan drama itu.. Aku tidak mau!

"Bagaimana? Bagus kan.. aku benar-benar se—"perkataan Kyuhyun langsung ku potong begitu saja.

'ANDWE! KAU TIDAK BOLEH MEMAINKAN ITU KYU.. TIDAK BOLEH!" Teriakku dengan sangat keras membuat Kyuhyun terlonjak kaget. Aku tidak peduli.. Aku benar-benar tak menginginkan namja chingu ku memainkan drama itu..

Drama itu terlalu….

Chapter 2~!

TMŁ

Kyuhyun terlonjak kaget saat Sungmin berteriak begitu keras. Ia sampai mundur beberapa langkah. Sungguh ia tak pernah melihat namjachingu nya ini berteriak sekeras itu, bahkan di saat Sungmin marah pun, sungmin tidak akan berteriak dan justru lebih mendiamkan dirinya.

Kyuhyun mengernyit bingung, ia menatap Sungmin dengan tatapan penuh Tanya. Sedangkan Sungmin? Ia masih menagtur nafasnya yang memburu akibat berteriak dashyat seperti itu.

"MinnieMin, Gwenchanayo?" Tanya Kyuhyun dengan hati-hati.

Diam…

Sungmin hanya diam menggingit bibir bawahnya sambil memandang Kyuhyun dengan tatapan kesal, takut, dan entahlah tak bisa di artikan. Yang pasti raut wajahnya mulai berubah menahan tangis.

"Minnie Hyung…" panggil Kyuhyun lagi sambil menepuk pundak sungmin.

"Kyu.. Jangan terima tawaran itu.. Jebal.." ucap Sungmin sambil mengeluarkan jurus aegyo nya.

'Omona.. sebenarnya ada apa?' batin Kyuhyun yang tak pernah sanggup menghadapi Sungmin yang tengah ber aegyo ria.

"Min, waeyo? Sebenarnya ada apa?" Tanya Kyuhyun lagi dengan lembut.

"aku tidak mau kyu.. aku tidak mau kau memainkan drama itu.. Jebal tolak tawaran itu ne?" ucap Sungmin memohon lagi sambil merangkul lengan Kyuhyun.

"Tapi jelaskan alasannya padaku. Kau tau? Ku rasa karakter di peran itu sangat cocok dengan diriku, mungkin ini akan menjadi drama yang hebat. Apalagi ini karya mu, aku akan memainkannya dengan sangat baik my bunny.." ucap Kyuhyun panjang lebar sambil mengelus lembut pucuk kepala Sungmin.

Namun mendengar perkataan Kyuhyun tersebut, Sungmin justru mendongakkan kepalanya. Ia menggembungkan pipinya dan mulai mengerucutkan bibirnya kesal.

'Aish, jangan memasang tampang seperti itu, kau justru menggodaku pabboya' batin seorang Kyuhyun yang di tatap seperti itu oleh Sungmin.

"Kau sudah membaca skrip nya?" Tanya Sungmin penuh selidik

"Mw-mwo? Ne?" Tanya Kyuhyun yang baru tersadar dari lamunan bodohnya.

"Kau sudah membaca skrip nya eoh?" Tanya Sungmin lagi.

"Ne, sudah.. itu cerita tentang black mafia kan?" ujar Kyuhyun

"Sudah semuanya? Sampai selesai?" Tanya Sungmin lagi masih penuh dengan selidik.

"e-eh? Eumm.. aku sudah membacanya hingga halaman 3.. hehe" ucap Kyuhyun sambil menunjukan cengirannya.

Pletak

Satu jitakan 'sayang' justru Kyuhyun dapatkan dari bunnyMin nya. Sungmin telah menduga hal bodoh yang selalu di lakukan oleh evil ini.

"Yak.. Appo Minnie… Aissh.." ringis Kyuhyun kesakitan sambil mengelus hasil jitakan sungmin di pucuk kepalanya.

"Aku sudah menduganya." Ucap Sungmin pasrah.

Sungmin pun kembali menghadap laptopnya, jarinya mulai menari kembali di atas keyboard itu.

"Aiish Minnie… Jangan mulai selingkuh dengan laptopmu itu." Ucap Kyuhyun sambil menarik-narik tangan Sungmin.

"Siapa pemeran yeoja utama nya?" Tanya Sungmin acuh.

"eum? Han Min Ji.." jawab Kyuhyun santai. (Nama ini hanya OC, Hye tak mau mengundang Fanwar. Haha *cari aman*)

Mendengar jawabannya santai itu, Sungmin mendelik horror menatap Kyuhyun tajam. Seorang Yeoja yang tengah di gosipkan dengan Kyuhyun saat ini, seorang yeoja yang sering di pasangkan oleh Kyuhyun dalam beberapa drama sehingga banyak yang memasangkan mereka sebagai pasangan yang serasi.

Sungmin cemburu? Oh tentu saja, siapa yang mau melihat sang namjachingu nya di pasangkan dengan orang lain.

"Aku benar-benar tak setuju kau memainkan drama itu Cho Kyuhyun." Ucap sungmin tajam.

"Wae?" Tanya Kyuhyun tambah bingung.

"Baca ini!" Ucap Sungmin sambil menunjukan layar laptopnya kepada Kyuhyun. Sungmin mulai bangkit dari tempat duduknya, lalu mendudukan Kyuhyun di kursi tersebut.

Hening…. Kyuhyun masih setia membaca sebuah naskah dalam laptop seungmin.

"Hard Action? Hard Romance?" Tanya Kyuhyun sambil mengernyit bingung kea rah Sungmin.

"Itu adalah sebuah dram hard action. Banyak adegan berbahaya yang akan kau lakukan. Mulai dari racing, fighting, shoot, boom, dan banyak lagi adegan berbahaya. Kau tak akan kuat mengikuti action itu Kyu.. Aku tidak mau kau terluka pabbo.." jelas Sungmin panjang lebar.

"Lalu?" Tanya Kyuhyun santai. Sungmin hanya menatap kesal mendengar jawaban Kyuhyun.

"Kau bisa drop bodoh., Aku tau bagaimana fisikmu.. Kau tidak akan kuat." Ucap Sungmin lagi.

"Ne, lalu?" lagi-lagi jawaban singkat nan santai keluar dari bibir tebal Kyuhyun

"Aish., Kyuunnie.." Rengek Sungmin bingung harus berbicara apa lagi pada bosah evil itu. Mendengar rengekan manja Sungmin, Kyuhyun tertawa kecil sambil memeluk pinggang Sungmin.

"Jangan berbohong.. Katakan yang sebenarnya.." Ucap Kyuhyun lirih sambil menenggelamkan kepalanya dalam lekukan pinggang Sungmin masih dalam posisi terduduknya.

"Bohong? Aku tidak bohong. Kau bisa melihatnya di skrip itu.." bantha Sungmin tak terima di tuduh berbohong

"Pabboya, Kau bahkan tau aku bisa menggunakan Stallman –pemeran pengganti- untuk memerankan adegan-adegan berbahaya tersebut, ne? Lalu apa yang membuatmu khawatir eoh?" Tanya Kyuhyun penuh selidik

"em, I-itu…" jawab Sungmin terbata sambil menundukan kepalanya.

"Apa eoh?" Tanya Kyuhyun lagi. Kyuhyun melepas pelukannya, dan mulai berdiri. Memegang pucuk dagu Sungmin agar bisa memandang mata bunny itu.

""Kyu.." panggil Sungmin lirih.

"Wae? Apa karena hard romance itu eoh?" Tanya Kyuhyun sambil menyeringai licik. Sebenarnya Kyuhyun sudah mengerti arah pembicaraan ini mulai dari ia membaca genre di skrip itu. Tapi ia ingin melihat ekspresi Sungmin yang seperti ini. Ekspresi yang jarang sekali ia lihat. Ekspresi yang menurut Kyuhyun sangat manis dan lucu.

"Nae Bunny.. Wae? Kenapa diam eum?" Ucap Kyuhyun lagi dengan nada menggoda. Sungmin masih diam tak bergeming. Kyuhyun mulai memainkan poni blonde Sungmin sambil terus menatap mata bunny yang tengah berfikir itu.

"Jebal, Jangan terima tawaran itu. Aku tak mau melihatmu bermain dengan yeoja-yeoja genit itu. Jebal Kyu.." Rengek Sungmin lagi.

Yap, Apa yang di fikirkan seorang Cho Kyuhyun tepat, seorang BunnyMin nya sedang cemburu. Kyuhyun mulai menunjukan seringaiannya. Kyuhyun harus akui adegan romance di drama ini cukup complex. Apalagi hingga membuat seorang BunnyMin nya ini cemburu, selama ini Sungmin hanya tidak peduli jika ia harus beradegan romantic di depan kamera dengan banyak yeoja tapi kali ini berbeda, ini menarik. Mungkin seperti itu batin Kyuhyun.

"Aku sudah biasa beracting seperti itu Minnie,, Kau tak perlu cemburu seperti ini.." ucap Kyuhyun dengan nada sangat menggoda sambil memeluk Sungmin, meletakkan kepalanya di pundak Sungmin, mengecup lembut keher putih Sungmin membuat empunya harus menahan geli.

"c-cemburu? Anii.. Aku tidak cemburu.. Aku hanya tidak mau kau memainkan peran di naskah yang ku buat." Bantah Sungmin sambil menyembunyikan wajahnya yang mulai bersemu merah, namun Kyuhyun masih bisa melihatnya dengan jelas.

"Jinja? " Tanya Kyuhyun retoris. Kyuhyun mulai memegang pucuk dagu Sungmin lagi dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kiri telah melingkar sempurna di pinggang Sungmin. Mendekatkan wajahnya ke wajah putih susu tersebut, menyapu jarak di antara mereka. Sebuah ciuman hangat di berikan oleh Kyuhyun. Awalnya hanya sebuah ciuman lembut, namun Kyuhyun mulai melumat bibir pulm cherry Sungmin. Menggigit bibir bawah Sungmin agar memberikannya akses untuk bermain lebih dalam. Kyuhyun mulai memainkan lidahnya dengan lidah Sungmin, memeriksa seluruh rongga mulut Sungmin. Setelah puas bermain lidah, Kyuhyun kembali melumat bibir cherry itu lagi, bibir yang manis, bibir yang sangat ia rindukan. Namun ada yang ganjil, Sungmin tidak seperti biasanya, Ia sama sekali tak membalas ciuman itu. Ia hanya terdiam membiarkan Kyuhyun melakukannya secara sepihak. Setelah sadar ada yang aneh, Kyuhyun melepas tautan bibir mereka. Memandang Sungmin dengan tatapan intens.

"Wae BunnyMin? Kau tidak merindukanku eoh?" Tanya Kyuhyun sambil mengelus lembut pipi lembut Sungmin.

"Jebal Kyu… Tolak tawaran itu ne?" pinta Sungmin kembali dengan mata mulai berkaca-kaca.

"Aish Jinja.. Minnie.. Tak perlu fikirkan hal itu lagi. Kau tau aku tak pernah melakukan hal-hal bodoh dengan yeoja genit itu. Bahkan mencium pun tidak. Semua pure acting. Kau tidak perlu khawatir ne?" Jelas Kyuhyun berusaha meyakinkan.

"Tapi aku tak mau kyu.. Kau akan membuatku menyalahkan diriku sendiri." Ucap Sungmin lirih.

"Minnie Hyung jangan seperti ini.. Kau justru akan mempersulit semuanya." Ucap Kyuhyun frustasi pada Sungmin yang benar-benar keras kepala. Sungmin hanya bisa menundukkan kepalanya.

"Minnie Hyung.. Aku tak mungkin menolaknya. Semua sudah di atur oleh chulli Hyung.." ucap Kyuhyun lembut.

"Tapi kau belum menandatangani kontrak kan?" jawab Sungmin lirih.

"Ne, Tapi semua sudah di siapkan, bahkan berita pun sudah ada yang meliputnya.. Mengerti lah Hyung.." Ucap Kyuhyun lagi sambil merengkuh tubuh Sungmin. Namun Sungmin justru menjauhkan tubuhnya, mundur beberapa langkah.

"Kau yang tak pernah mengerti perasaan ku Kyu…" ucap Sungmin pelan. Kyuhyun hanya termenung mendengar pernyataan nya tersebut.

"Pulanglah, sudah malam. Aku lelah." Ucap Sungmin lagi berjalan menuju pintu.

"Hyung.. Minnie Hyung…" panggil kyuhyun

BLAM

Namun sia-sia, Sungmin tak mendengarnya dan meninggalkan Kyuhyun begitu saja di ruangan tersebut.

Kyuhyun hanya menghela nafas panjang sambil mengacak rambutnya, tak tau harus melakukan apa.

Kau yang tak pernah mengerti perasaan ku Kyu

Entah mengapa kata-kata sungmin terus terngiang di dalam fikiran Kyuhyun. Sungmin tak pernah mengeluh tentang apa pun yang Kyuhyun lakukan selama ini. Sungmin yang selalu mendukung semua yang ia lakukan. Tapi sekarang…. Kenapa? Mungkin seperti itulah batin Kyuhyun saat ini.

Sungmin POV

Aku melangkah gontai memasuki kamarku. Dadaku sesak saat ini. Aku terduduk lemas di ranjang empukku.

Semua perasaan marah dan kesal yang ku pendam serasa keluar saat ini. Air mata yang sedaritadi ku tahan melucur begitu indah dari kedua pucuk mata ku. Tsk. Aku benar-benar seperti yeoja saat ini, bahkan melebihi yeoja. Menangisi sesuatu yang tak jelas alasannya. Biarlah, seorang Sungmin yang kuat ini menangis karena satu hal bodoh. Cinta? Ya, aku menangisi semua kebodohan ku. Harusnya dari awal aku melarang Kyuhyun untuk terjun ke dunia acting. Jujur, perasaan ku sungguh sakit saat Kyuhyun mulai melakukan acting apalagi jika adegan romance dengan orang lain.

Hei., Apakah salah jika aku cemburu? Melihat seorang namjachingu mu berperan begitu mesra dengan lawan jenis nya walau itu hanya acting? Itu menyakitkan. Selama ini, aku selalu memendam kekesalan dan kesakitan ku saat melihatnya bersama orang lain atau bahkan di gosipkan bersama dengan seseorang. Apalagi saat ia selalu mengatakan bahwa ia masih single, dan tak memiliki yeojachingu maupun namjachingu. Sakit. Tapi aku selalu memendamnya. Asal aku dapat melihat senyuman bahagia dari wajah tampannya biarlah aku menangis sendiri setiap malam tanpa di ketahui olehnya.

Tapi berbeda untuk saat ini. Drama yang akan ia mainkan berikutnya berasal dari karya ku. Karya yang memang khusus ku buat dari permintaan seorang sutradara ternama Korea. Aku sendiri tak mengetahui jika sutradara itu akan memainkan drama tersebut secepat ini. Apalagi aku sama sekali tak tau jika Kyuhyun yang akan ia pilih untuk memerankan main castnya. Jika aku mengetahuinya aku tidak akan menerima tawaran sutradara tersebut. Ya, One Night Love adalah sebuah drama bergenre hard action dengan sedikit hard romance. Main castnya adalah seorang anak black mafia yang ingin membalas dendam kepada kelompok mafia lainnya karena telah membunuh keluarganya. Sejak kematian kedua orang tuannya anak ini merubah sikapnya. Berubah menjadi dingin dan menyukai dunia malam, dan tentu saja bermain dengan banyak yeoja untuk menghilangkan semua fikirannya. Tidak hanya sekali maupun 2 kali, tapi berkali-kali melakukan berbagai hard romance.

Bagaimana menurut kalian?

Jika namjachingu mu harus melakukan peran seperti itu? Dan lebih parah itu adalah kau penyebabnya! Jika Kyuhyun menerima tawaran ini, maka aku akan terus menyalahkan diri ku sendiri yang telah membuat skrip seperti itu. Ini sama saja seperti kau menyakiti hati mu sendiri.

Aku menghela nafas panjang. Ku tenggelamkan wajahku dalam bantalku. Berusaha menenangkan diri, hingga akhirnya aku kehilangan kesadaranku dan pergi ke dunia mimpi.

Sungmin POV End

TMŁ

Hari yang sangat tidak di harapkan seorang Sungmin akhirnya tiba. Saat ini Sungmin tengah dalam perjalanan menuju gedund SBS bersama dengan editornya. Hari ini sang Sutradara ingin bertemu dengan Sungmin untuk memberitahu beberapa hal dalam drama One Night Love yang akan segera di produksi. Ada beberapa skrip yang ingin sutradara rubah, dan ia memanghil Sungmin untuk kembali membantunya.

Sebenarnya Sungmin juga ingin membicarakan sesuatu dengan Sutradara itu, bahkan jika Sutradara itu mengijinkan ia ingin agar Skrip itu di rombak ulang.

"Yak Minnie, wajahmu itu jelek sekali eoh?" ucap Leeteuk yang memang editor setia Sungmin.

Sungmin tidak menjawab pertanyaan Leeteuk, ia tetap berdiam sambil menekuk wajahnya masam. Ia kesal, benar-benar kesal. Dan yang membuat nya seperti ini, oh tentu saja bocah setan itu. Seorang Kyuhyun kembali menghilang begitu saja, tak memberi kabar sedikit pun kepada Sungmin. Bahkan ia tak menanyakan kabar Sungmin sejak 2 hari lalu mereka bertemu di Apartemen Sungmin.

'Apa Kyunnie marah?' batin Sungmin.

"Aisshh.." teriak Sungmin frustasi.

"Yak Yak.. Gwenchana? Waeyo Minnie-ah?" ucap Leeteuk yang masih focus pada kemudinya.

"gwenchana hyung.." jawab Sungmin singkat.

"Waeyo? Sejak kemarin kau seperti tengah memikirkan sesuatu?" Tanya Leeteuk lagi.

"Anii hyung… Hyung.. Tidak bisakah aku mencabut Skrip itu saja? Aku ingin menolak mereka untuk memproduksinya hyung.." ucap Sungmin memelas.

"Yak, kau membicarakan ini lagi? Tidak.. Kau bahkan telah menerima bayaran dari Sutradara itu.." ucap Leeteuk

"Aku bisa mengembalikannya Hyung.. Ayolah bantu aku.." pinta Sungmin lagi.

"Shireo! Ini kesempatanmu pabbo.. Nama mu akan lebih bersinar lagi karena drama ini. Kau bisa pegang ucapanku.." ucap Leeteuk bangga

"Aku tidak peduli itu.. hyungg…." Ucap Sungmin lagi menunjukan aegyo nya.

"Hentikan itu Minnie, aku bilang tidak ya tidak.." Ucap Leeteuk yang sukses membuat seorang Lee Sungmin kembali menekuk wajahnya dan mengerucutkan bibirnya kesal.

Akhirnya mereka tiba di gedung SBS. Sungmin hanya berjalan gontai mengekor di belakang sang editor sekaligus managernya itu. Ruangan demi ruangan di lewatinya hingga mereka berada di sebuah pintu coklat eboni dengan tulisan "Kim's Director". Leeteuk mengetuk pintu terlebih dahulu lalu masuk ke dalam. Sungmin pun masih setia mengekor di belakang Leeteuk sambil menundukkan kepalanya. Saat telah sampai di tengah ruangan, Sungmin mulai mendongakkan kepalanya. Ada beberapa orang di situ, namun ada 1 orang yang mampu membuatnya membeku saat ini.

TMŁ

Seorang namja mungil terlihat sibuk menyusuri setiap sudut kampusnya. Mulai dari kelas, setiap lorong dan sekarang ia di taman. Pandangan matanya terus mencari. Ya, seorang Ryeowook tengah menyusuri seluruh gedung fakultas seni ini, hanya untuk mencari sebuah kartu yang akan menentukan nilainya esok hari. Kemarin ia telah menangis begitu banyak dan sekarang ia tak ingin menangis lagi. Ia akan berusaha mencari kartu itu sampai dapat.

"Aissh., dimana aku menjatuhkannya?" gumamnya. Matanya dengan lincah terus melihat ke tanah.

Sudah hampir setengah jam ia menyusuri taman ini. Taman ini adalah tempat terakhir yang belum ia cari namun sekarang hasilnya tetap sama. Nihil. Ryeowook mulai berjongkok pasrah. Ia tak tau harus bagaimana lagi. Satu-satunya cara adalah membujuk kim songsaeng itu esok agar ia di ijinkan untuk mengikuti test.

"Haaahh.." Ryeowook menghela nafas panjang. Pandangan matanya melihat angin di depannya, pandangan kosong. Kegiatannya terhenti saat sebuah tangan menjulur di depannya. Ryeowook mengernyit bingung lalu mulai mendongakkan kepalanya. Ia menemukan sosok namja yang tengah tersenyum padanya sambil mengulurkan tangannya.

"Kenapa terduduk di situ? Ayo berdiri.." Ucap namja itu. Walau ragu Ryeowook menerima uluran tangan itu.

"Go-gomawo.." Ucap Ryeowook terbata sambil menundukan tubuhnya berterima kasih.

"Apa yang kau lakukan tadi?" Tanya namja itu lagi.

"Ne? A-ah.. Aku hanya mencari sesuatu.." Jawab Ryeowook tanpa sadar kembali menunjukan wajah sendu nya.

"Ini yang kau cari?" Ucap namja itu sambil menunjukan sebuah kartu di tangannya. Ryeowook memperhatikan kartu itu dengan seksama.

"Ah! Kartu ku!" Ucap Ryeowook senang dan langsung mengambil kartu mahasiswa nya.

"Gomawo.. Gomawo.. Gomapseumnida…" Ucap Ryeowook lagi dengan nada senang sambil membungkukkan tubuhnya berkali-kali.

"Ne,tidak perlu seperti.. Cheonma.." Ucap namja itu.

"Ah., aku sudah mencari ini berhari-hari. Tanpa ini aku tak akan bisa mengikuti test esok hari" cerita Ryeowook.

"Ne, Mianhae baru mengembalikannya sekarang.." ucap namja itu sambil tersenyum lembut

"Ne., gwenchana.. Tunggu, kau menemukannya dimana?" Tanya Ryeowook

"Itu terjatuh saat kita bertabrakan beberapa hari yang lalu." Jelas namja itu. Mendengar itu, Ryeowook mengernyit bingung, berusaha memutar memory nya. Ah! Dia ingat. Seorang namja misterius yang ia kira sebagai teroris itu.

"A-ah Kau!" Ucap Ryeowook seakan mendapat sebuah petunjuk harta karun.

"Ne, kau ingat?" Tanya Namja itu.

"eum., aku ingat.. Kau juga anak seni?" Tanya Ryeowook senang. Ryeowook memperhatikan tampilan namja yang di hadapan nya ini sekilas. Tidak semisterius waktu itu. Tapi tetap saja masih setia menggunakan sunglasses dan topi sehingga Ryeowook yang jelas melihat wajahnya.

"Ye, aku anak vocal music modern semester 3.." ucap namja itu

"Jinja? Omo, ternyata kau sunbae ku.. Mianhae.. Aku masih semester 1.. Mianhae.." ucap Ryeowook.

"Gwenchana.. tidak usah terlalu formal begitu.." ucap namja itu sambil tertawa kecil membuat Ryeowook ikut tersenyum.

"Tapi, aku sepertinya jarang melihat Sunbae di sini?" Tanya Ryeowook penasaran.

"Ne.. Begitulah.." ucap namja itu sambil terkekeh pelan membuat Ryeowook memiringkan kepalanya bingung.

"A-ah.. Kim Ryeowook Imnida.. bangapseumnida Sunbae.." Ucap Ryeowook sambil mengulurkan tangannya. Namja itu membalas, dan menjabat tangan Ryeowook.

"Kim Jong Woon imnida.." ucap namja itu sambil tersenyum lembut.

Sedangkan Ryeowook sedikit mengernyit bingung. Nama itu rasanya tidak asing di telinga nya, Ia seperti mendengar nama itu. Ryeowook mulai memperhatikan dengan seksama namja di hadapannya ini kembali.

1 detik…

2 detik…

5 detik…

"MW-MWWOOO?YE-YESUNG?" Teriak Ryeowook terlonjak kaget.

TMŁ

Di sebuah ruangan yang lumayan luas terdapat beberapa orang yang tengah duduk seakan melakukan sebuah rapat.

"Sungmin-ssi bagaimana menurutmu ideku?" Tanya seseorang dengan name tag Kim's Director itu. Sungmin tak menjawab apa pun. Ia hanya diam menatap lurus kearah namja tampan memakai sunglasses yang tengah duduk santai di depannya.

"Sungmin-ssi?" Panggil kim's Director lagi. Leeteuk yang menyadari Sungmin tengah melamun, sedikit menyikut lengan Sungmin dengan tangannya.

"A-ah. Ne Kim-ssi?" Tanya Sungmin gelagapan. Ia masih belum sadar sepenuhnya.

"Bagaimana menurutmu ide ini? Ini akan membuat drama ini lebih hebat.." Ulang Kim's Director dengan nada riang.

"eum.. Ne,." Jawab Sungmin singkat.

"Baiklah.. Ah, Kyuhyun-ssi, Min ji-ssi.. Lebih baik kita lakukan penandatanganan nya sekarang uga. Akan lebih baik jika Sungmin-ssi juga melihatnya. Bagaimana?" Tanya Kim Director pada 2 orang yang duduk bersebrangan dengan Sungmin dan Leeteuk.

"Ne, Director.. Aku sudah tak sabar memainkan drama ini, Iya kan Oppa?" Ucap Min Ji dengan sangat manja sambil merangkul lengan Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya terdiam menatap kearah Sungmin dengan tatapan sulit di artikan. Sebuah seringaian, senyuman lembut namun ada raut kecemasan di dalamnya.

"Ne, Baiklah.. Ini.. silahkan kalian tandatangani ini.." Ucap Kim Director sambil memberikan sebuah map berisi surat lembar kontrak. Min ji langsung menandatangani kontrak itu dengan cepat. Tapi Kyuhyun masih diam tak bergeming. Ia hanya menatap kontrak tersebut bergantian denganmata Sungmin yang tengah berkaca-kaca. Kyuhyun bimbang.

Sungmin hanya memperhatikan setiap gerak gerik Kyuhyun sedari tadi. Jujur ia benar-benar kesal pada Yeoja di samping Kyuhyun, Kalau memungkinkan ia ingin melempar yeoja genit itu dari tempat ini sekarang juga.

Gluk

Sungmin menelan sulit ludahnya saat Kyuhyun mulai mengambil bolpoin di depannya.

'jangan kyunnie.. Jebal.. Kyunniie..' Kata-kata it uterus muncul dalam batin Sungmin. Ia hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan tangannya meremas celana yang ia kenakan. Sungmin masih berusaha memberikan tatapan memohon pada Kyuhyun yang juga tengah menatapnya.

"Kyuhyun-ssi?" Panggil Director Kim

"A-ah.. Mianhae.." Ucap Kyuhyun lirih.

DEG

Jantung Sungmin serasa berhenti sekarang. Kyuhyun mulai menggerakan tangannya di atas kontrak itu. Ia mulai menandatangani nya di depan mata Sungmin. Dan itu benar-benar membuat hati Sungmin kecewa saat ini. Sungmin berusaha untuk menahan air yang telah menggenang di pucuk matanya, menahannya agar tidak meluncur saat ini. Sungmin menatap Kyuhyun kembali dengan tatapan kesal dan kecewa, tapi Kyuhyun justru menatapnya dengan santai.

"Ah., oke,. Drama ini akan kita mulai 1 minggu lagi.. Sungmin-ssi, kau bisa datang kapan pun untuk melihat proses syutting kami. Jika ada yang membuatmu tidak puas, kau bisa memberitahu ku.." Jelas Kim's Director.

"Ne., Director-ssi. Apa masih ada yang ingin di bicarakan saat ini?" Tanya Sungmin lirih

"N-ne? Ah, kurasa tidak ada, kita sudah menyelesaikannya sekarang.." Ucap Director tersebut sambil menunjukan senyumannya.

"Kalau begitu. Aku harus pergi sekarang. Kamsahamnida.. Mianhae.. permisi." Ucap Sungmin cepat sambil membungkukka badannya kea rah Director yang menatapnya dengan tatapan bingung, Setelah itu Sungmin langsung pergi meninggalkan ruangan tidak mempedulikan panggilan berkali-kali dari Leeteuk.

"Kyu.. Jahat,, Kau benar-benar jahat Kyunnie.." gumam Sungmin sambil berjalan bahkan berlari kecil hendak menuju parkiran.

BRAAK..

Sungmin yang memang berjalan sambil menunduk akhirnya menabrak seseorang di depannya. Untung ia tidak sampai terjatuh , hanya sedikit limbung.

"Sungminnie…" Ucap seseorang di hadapannya ini dengan riang. Sungmin menghapus sedikit jejak air matanya dan mulai mendongakkan kepalanya.

"A-ah Heechulli Hyung.." ucap Sungmin sedikit serak.

"Wah, sudah lama kita tidak bertemu.. Kau sudah ke ruang Kim's Director? Tadi kami menunggu mu.." Ucap Heechul lagi.

"Ne, sudah Hyung.. mian hyung, aku harus pergi sekarang.. Mianhae.." Ucap Sungmin kembali membungkukkan tubuhnya lalu langsung berlari begitu saja.

TMŁ

Krriiieett….

Sebuah pintu terbuka dengan sempurna, memperlihatkan beberapa orang yang tengah berbincang dengan santai.

"Yak bocah setan.. Tingkah mu kali ini tidak bisa di tolerir." Ucap Heechul kesal sambil mendudukan tubuhnya secara kasar di sofa bekas Sungmin tadi.

"Tadi aku bertemu dengan Minnie di luar, Ia sampai menangis pabbo-ya.." ucap Heechul lagi.

"Ne, Kyuhyun-ah.. Kau harus tanggung jika Sungmin sampai mogok menulis!" Sekarang giliran Leeteuk yang memprotesnya.

"Aku juga oppa.. Kau harus tanggung jawab jika Minnie oppa sampai membenciku.." ucap yeoja di samping Kyuhyun yang kita tau sebagai Min Ji dengan tatapan kesal sambil mengerucutkan bibirnya.

Sedangkan Kyuhyun yang telah mendapat protes dari berbagai pihak hanya tersenyum kecil kemudian mulai menyeringai penuh arti.

"Ne.. kalian tidak usah khawatir, aku yang tanggung.. Ini menyenangkan.." Ucap Kyuhyun singkat kemudian tertawa kecil.

~TBC~


Jjang~!

Chapter 2 selesai.. Hahaa

Bagaimana? Masih adakah yang penasaran dengan kelanjutannya? ^^

Oiya, Readerdeul, Hye ingin minta pendapat.. Hehe

Yah, seperti Rated yang Hye cantumkan di atas.. Fic ini rated T to M.., Mungkin ch berikutnya akan lebih 'you know lah'.. #Plaak.. Tapi, mulai besok sudah ada yang berpuasa ryt? Kalian mengerti maksud Hye kan? =')

Jadi, Apakah Hye harus menghiatuskan FF ini sampai 1 bulan ke depan? Atau tetap melanjutkannya saja? Hye tak ingin ada Flame yang membahas tentang hal ini nantinya, jadinya Hye bertanya pada Readerdeul terlebih dahulu mau bagaimana? Hehe

Okeelah., Jeongmal Gomawo untuk Readerdeul yang telah menyempatkan waktu untuk meRipiu.. Ripiu kalian adalah semangat dan oksigen bagi Hye #Plaakk XDD

Gomawo *Bow

RnR please~!

Special Thanks to :

Kim Soo HyunSyubidubidu | Minoru | winecoup134 | sha | ayachi caseyBaby-yareaRelf | Cho jeonghwa | lee kyuzha | Tsukishima Kirara | Chikyumin | vina8402 | 137joy | mitade13Katerina SparKyu | 1412 | WieLoveWolfBunnySelamanyah | KimShippo | And All Guest |