TRUST MY LOVE
"NAE SARANG EUL-MIDYEO"
Present
Main Pairing : Kyuhyun X Sungmin/KYUMIN/
Slight : Yesung X Ryeowook/YEWOOK/
Rated : T to M
Genre : Romance, Friendship
Warn : Boy X Boy, Yaoi, Boys Love, Typo(s), Boring
Disclaim : This Cast isn't Mine. But This plot is mine!
~Don't Like Don't read~
Annyeeoonnnggg~~! Hahhaha
Hye kembaliiii~XD
Waah, ternyata banyak Readerdeul yang tak memperbolehkan Hye hiatuskan FF ini..,
Karena itu, Hye memutuskan untuk Lanjuuutt~! ^^
Seperti saran Readerdeul Hye akan post ini di malam hari.. Jadi itu kebebasan Readerdul mau membacanya atau tidak #Plaakk
Dan Sepertinya Hye akan memanjangkan cerita ini sediikiit.. Tidak apa kan? Hehe
Okelaa.. Silahkan bagi yang ingin membacanya…. *sodorin FF*
Enjoy Reading~!
TMŁ
Awan hitam mulai menghiasi kota Seoul. Rintikan hujan pun mulai turun membasahi kota yang sibuk ini. Orang-orang terlihat panic dan berlari menghindari hujan yang akan membuat mereka basah. Namun itu tidak berlaku bagi namja imut yang dengan santainya berjalan menembus hujan Lee SUngmin berjalan dengan pandangan kosong sehingga tak jarang ia menabrak orang-orang yang berjalan di dekatnya. Bajunya telah basah total , Seluruh tubuhnya telah basah terkena air hujan ini. Matanya memerah dan sembab. Perasaan nya saat ini sangat kacau.
Ia telah berjalan sejak keluar dari gedung SBS itu, awalnya ia ingin mengambil mobilnya yang terparkir di basement namun naas karena kunci mobilnya berada di tangan sang editor sehingga ia memutuskan untuk meninggalkan mobilnya begitu saja dan dengan santainya ia berjalan menembus hujan.
"hiks.. Kyu.. kau jahat.. hiks.." Isak Sungmin sambil terus melangkahkan kakinya lemas.
Sebenarnya Sungmin tidak hanya kesal karena Kyuhyun menerima tawaran itu, Ia juga kesal saat namja pucat itu duduk santai seakan tak mengenalnya dan hanya tadilah ia mampu melihat secara langsung dengan mata kepalanya sendiri seorang yeoja bermanja-manja ria pada Kyuhyun dan namja itu hanya tersenyum menanggapi itu. Itu menyakitkan.
Air mata terus mengalir dari pucuk mata Sungmin, tersamarkan oleh hujan yang semakin deras ini.
Tak sadarkah Sungmin jika sejak ia keluar dari gedung SBS itu ada sepasang mata yang terus memperhatikannya dari belakang? Ada seseorang yang terus mengikutinya dari belakang, mengikutinya berjalan menembus sang hujan. Ya, seorang Cho Kyuhyun terus saja mengikuti setiap langkah sang namjachingu yang tengah berjalan gontai di depan sana.
Kyuhyun pun hanya menggunakan sebuah topi dan sunglasses sebagai penyamaran, tanpa adanya payung yang melindungi dari air hujan. Tidak mungkin ia tega membiarkan sang kekasih berjalan seperti itu dengan langkah gontai. Melihat Sungmin dalam keadaan sekarang pun telah membuat hati nya teriri sakit. Rasanya ia ingin langsung merengkuh tubuh mungil Sungmin dalam pelukannya, menghangatkan tubuhnya yang sangat Kyuhyun tau pasti sangat kedinginan.
Namun ia menahan dirinya, Ia tak ingin semua yang telah rencanakan itu hancur seketika dan ia tidak akan mendapatkan hasil dan jawaban apapun.
Sungmin telah sampai di depan gedung apartemennya. Dengan gontai Sungmin masuk ke dalam Apartemennya itu. Sedangkan Kyuhyun? Ia hanya berdiri di luar gedung dengan senyuman getir namun sangat lega bisa mengantar Sungmin sampai di Apartemennya. Selama beberapa saat, ia masih berdiri menatap ke atas, menatap sebuah jendela yang ia yakini sebagai jendela apartemen Sungmin, senyuman lembut terukir di wajah tampannya.
"Minnie Hyung.. Mianhae.. Jeongmal Mianhae… Tapi aku harus tetap melakukan ini Hyung.. Aku sangat ingin mengetahui perasaanmu yang sebenarnya nae BunnyMin.." Gumam Kyuhyun lirih. Setelah itu, Kyuhyun melangkahkan kakinya pergi kembali menembus derasnya hujan ini.
TMŁ
Sebuah mobil masuk ke dalam area Apartemen, berhenti tepat di depan pintu utama Apartemen tersebut. Terlihat 2 namja masih terduduk di dalam mobil tersebut.
"Gomawo Sunbae telah mengantarku pulang" ucap Ryeowook
Ya, Ryeowook lah yang berada dalam mobil tersebut di antar oleh sunbae sekaligus penyanyi solo terkenal Korea. Sungguh ini serasa mimpi bagi Ryeowook. Walaupun ia sempat terjatuh saat berlari menghindari kejaran para fans dari seorang Yesung.
Saat Ryeowook berteriak kaget di taman tersebut, ternyata ada beberapa orang tengah terduduk dan berjalan santai di taman yang tadinya sepi itu. Dan teriakan Ryeowook membuat para yeoja semakin berteriak histeris memanggil nama sang Sunbae yang memang telah terkenal di fakultas tersebut. Para Yeoja tersebut langsung berlari menghampiri mereka, namun dengan cepat Yesung menarik tangan Ryeowook dan menyeretnya untuk pergi. Setelah berlari cukup jauh para yeoja itu tetap gencar mengejar sang idola membuat Yesung harus mempercepat larinya, namun naas bagi Ryeowook yang memang tak siap berlari setengah di seret itu tersandung dan membuatnya terjatuh begitu saja di tanah. Lututnya berdarah dan membuatnya meringis kesakitan. Yesung yang panic dengan keadaan Ryeowook dan teriakan para fans yang semakin mendekat membuatnya tak fikir panjang da langsung menggendong Ryewook ala bridal style. Ryeowook berontak saat menyadari ia telah berada dalam gendongan seorang Yesung, namun ia tak bisa berbuat banyak untuk melepaskan diri. Yesung pun kembali ke mobilnya, memasukkan Ryeowook ke mobil dan langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan para fans yang tetap setia mengejarnya.
"Ne, kakimu masih sakit?" Tanya Yesung sambil tersenyum lembut.
"Sedikit sunbae, tapi aku baik-baik saja.." ucap Ryeowook sambil menundukkan wajahnya.
"Mianhae gara-gara aku kau jadi terluka.." Ucap Yesung lagi.
"A-ah, harusnya aku yang minta maaf, karena aku berteriak terlalu keras kau jadi harus melarikan diri.. Mianhae Sunbae.." ucap Ryeowook sambil membungkukkan tubuhnya.
"Haha., sudahlah wooki-ah, jangan terlalu formal jika bersama ku.." Ucap Yesung sambil tertawa renyah.
"Eh?" gumam Ryeowook kaget saat menyadari seorang Yesung tengah memanggil nama kecilnya. Melihat Ryeowook yang terkaget membuat seorang Yesung semakin terkekeh geli.
"Tidak apa-apa kan jika memanggilmu seperti itu?" Tanya Yesung sambil tersenyum sangat manis membuat Ryeowool kembali menundukkan kepalanya.
"Ah ne sunbae.." jawab Ryeowook singkat.
"Wooki-ah.." panggil Yesung membuat Ryeowook menoleh ke wajah tampan Yesung.
"Apa aku menakutkan?" Tanya Yesung dengan nada sedih.
"Mwo? Anii.. Sunbae tidak menakutkan.." Jawab Ryeowook sambil menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu kenapa ka uterus menunduk? Aku tidak akan memakanmu wooki.." Ucap Yesung membuat Ryeowook semakin menenggelamkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu,.
"Mianhae sunbae.." ucap Ryeowook lirih.
"Kalau begitu jangan menunduk lagi ne?" ucap Yesung sambil menjulurkan tangannya mengambil pucuk dagu Ryeowook membuat wajahnya kembali tegak.
"Begini lebih baik. Kau terlihat lebih manis." Ucap Yesung lagi saat ia berhasil melihat wajah Ryeowook yang terangkat sempurna dan menatap manic mata hitam Ryeowook yang terlihat indah.
"N-ne Sunbae.." Jawab Ryeowook terbata. Yesung melepaskan tangannya dari dagu Ryeowook lalu mengacak surai hitam rambut Ryeowook.
"Good boy.." ucap Yesung.
"Ah! , satu lagi.. panggil aku Hyung, jangan panggil Sunbae, tidak terlalu enak di dengar ne?" Tambah Yesung lagi yang di jawab dengan anggukan patuh dari Yesung.
"Baiklah, aku turun ya sun.. ah Hyung.." Ucap Ryeowook.
"Ne., masuklah.." ucap Yesung sambil tersenyum lembut.
"Hyung, hati-hati.. Gomawo…" Ucap Ryeowook member salam lalu turun dari mobil itu, melambaikan tangannya lalu langsung masuk kedalam Apartemen.
"manis.." Gumam Yesung masih sambil tersenyum memperhatikan bayangan Ryeowook yang tengah menghilang. Kemudian mulai mengemudikan mobilnya.
TMŁ
Ryeowook masuk ke dalam Apartemen milik Sungmin ini dengan wajah bersinar. Senyuman bahkan tawa kecil menemaninya saat berjalan menuju Apartemen ini. Sungguh jika ini mimpi, ini adalah mimpi indah, merasakan hangatnya tangan seorang Kim Yesung salah satu idolannya secara langsung.
"Aish, Apa yang kau fikirkan pabboya.." gumam Ryeowook masih tersenyum senang sambil memukul kepalanya sendiri, berusaha melenyapkan fikiran-fikiran bodoh nan mustahil yang terlintas begitu saja.
"Aahh.. Aku lapaarr~!" Teriak Ryeowook seraya melangkahkan kakinya menuju kamar namun langkahnya terhenti saat melihat pintu kamar Sungmin yang sedikit terbuka. Yang Ryeowook tau, Hyung nya yang satu itu tidak pernah lupa menutup pintu kamarnya. Ryeowook mengernyit bingung tapi tetap melangkahkan kakinya hendak menutup pintu kamar Sungmin. Namun matanya terbelalak saat melihat Hyung tersayangnya itu terkapar begitu saja di lantai kamar yang dingin.
"HYUUNG!" Teriak ryeowook langsung berhambur memasuki kamar Sungmin, mengangkat tubuh Sungmin dari lantai, memapahnya menuju ranjang. Ryeowook terkaget saat baju Sungmin basah total.
"Aish Hyung, Apa kau kehujanan?" gumam Ryeowook langsung mengambil baju Sungmin di lemarinya dan berniat menggantikan baju basah Sungmin.
"Lihat, kau sudah demam sekarang.. Kenapa bisa kehujanan?" Gumam Ryeowook tak jelas pada siapa sambil mulai menggantikan baju , saat Sungmin sampai di Apartemennya, tubuhnya sudah terasa lemas dan akhirnya ia terjatuh pingsan di kamarnya.
Setelah mengganti baju Sungmin, Ryeowook berhambur ke dapur mengambil beberapa alat untuk mengkompres Sungmin. Ia kembali dan mulai mengecek suhu tubuh sungmin.
"39.. lumayan tinggi.." gumamnya lagi. Dengan gesit Ryeowook kembali mengkompres Sungmin berharap agar suhu tubuh Sungmin bisa menurun dengan cepat. Ryeowook memperhatikan wajah Sungmin, sedetik kemudian raut mukanya berubah menjadi sendu, saat melihat mata sembab Sungmin dan wajah yang tidak seceria biasanya.
"Hyung.. Ada apa? Apa ada masalah? Kenapa tidak menceritakannya padaku…" Gumam Ryeowook sambil mengelus pipi dan kelopak mata Sungmin yang tertutup itu.
"Kyu.." racau Sungmin dalam tidurnya membuat Ryeowook mengernyit bingung namun sedetik kemudian ia sadar siapa yang membuat hyung kesayangannya ini seperti ini. Walaupun ia tak tau pastinya, tapi ia tau masalah hyungnya ada hubungannya dengan nama itu.
"Aahh., apa lagi yang anak itu lakukan hyung?" gumam Ryeowook lagi.
Ryeowook pun langsung mengambil ponsel Sungmin, mencari kontak list, lalu mendial sebuah nomor.
"Minnie Hyung.." ucap suara di sebrang.
"Kyu.." ucap ryeowook sedikit malas.
"Eh? Wooki hyung?" Tanya Kyuhyun bingung.
"Ne." jawab Ryeowook singkat.
"Ada apa hyung menelfonku menggunakan nomor Sungmin?" Tanya Kyuhyun
"Apa yang kau lakukan?" Bukannya menjawab Ryeowook justru balik bertanya.
"Mwo?" ucap Kyuhyun
"Apa yang kau lakukan pada Hyung ku sehingga hyungku seperti ini huh?" Tanya Ryeowook menahan emosinya
"Seperti apa?Aish hyung.. katakan apa yang ingin kau katakana, jangan membuat ku bingung." Ucap Kyuhyun.
"Tadi aku menemukan Sungmin Hyung pingsan di kamarnya, dan sekarang ia demam cukup tinggi.. jadi…" Jelas Ryeowook terhenti saat sambungan di telfon itu terputus begitu saja.
"Yak! Cho Kyuhyun! Aish.. tidak sopan.." umpat Ryeowook kesal. Ryeowook terlalu malas untuk kembali menelfon anak tak sopan itu. Ia pun meletakan kembali smartphone Sungmin di meja nakas,lalu melangkahkan kakinya keluar kamar setelah mengganti kompresan Sungmin.
Ryeowook kembali ke dapur, ia mulai memasak sesuatu untuk perutnya sendiri karena telah meraung-raung minta di isi. Ia akan membuatkan bubur untuk Sungmin nanti agar buburnya tidak menjadi dingin.
Setengah jam Ryeowook berkutat di dapur itu, membuat sebuah pasta yang terlihat sangat enak dengan lelehan keju di atasnya.
"Kyaa, akhirnya.. Saatnya makan.." ucap ryeowook senang lalu mendudukan dirinya di kursi meja makan, mengambil sumpitnya.
"Mari makann.."
BRAAKKK
UcapanRyeowook terinterupsi oleh sebuah pintu yang terbuka dengan tidak berkepri-pintu-an, membuat Ryeowook hampir terjatuh dari kursinya.
"Minnie Hyung.." Teriak seseorang langsung berhambur masuk
"Yak! Bisakah kau lebih sopan memasuki apartemen orang Kyuhyun!" Bentak Ryeowook saat melihat sosok Kyuhyun telah masuk begitu saja ke Apartemen ini. Kyuhyun memang mengetahui password dari Apartemen ini sehingga ia bebas masuk kapanpun yang ia inginkan namun tidak membuat orang terkaget seperti ini, dan itu sangat membuat Ryeowook kesal.
Ryeowook semakin kesal karena ucapan nya hanya sebagai angin lalu, Kyuhyun tidak menoleh sedikit pun kearah Ryeowook dan langsung berhambur masuk ke kamar Sungmin. Melihat itu ryeowook hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Ryeowook tau seberapa dalamnya hubungan antara Sungmin dan Kyuhyun namun terkadang ia juga kesal terhadap Kyuhyun yang lebih sering mementingkan urusan shownya daripada Hyung kesayangannya itu.
Tanpa ambil pusing, Ryeowook pun kembali melanjutkan acara makannya yang tertunda.
TMŁ
Kyuhyun menatap sendu sosok yang tengah terbaring lemah di ranjang empuk itu. Dengan hati-hati ia mendudukan dirinya di pinggiran ranjang itu, mengelus lembut pipi putih Sungmin yang terasa panas.
"Hyung.." gumam Kyuhyun pelan.
Sakit, sungguh hati Kyuhyun terasa berdenyut sakit saat melihat Sungmin terbaring lemah seperti ini. Sungmin yang ceria harus jatuh sakit, dan itu penyebabnya adalah dirinya sendiri.
"Mianhae hyung.. Mianhae.." ucap Kyuhyun sambil menggenggam tangan Sungmin, mengecupnya lembut.
"Aku tak bermaksud seperti ini Hyung.. Aku sama sekali tidak ingin kau sakit seperti ini.. Minnie Hyung bangunlah.." racau Kyuhyun lagi seraya mengelus lembut surai blonde Sungmin yang terasa sangat lembut.
Selama beberapa saat Kyuhyun terus berdiam, memperhatikan wajah Sungmin yang terlelap namun raut cemas terukir jelas di wajah itu.
Drrtt… ddrrrttt…
Getaran ponsel menginterupsi kegiatan Kyuhyun. Ponsel di dalam jaketnya bergetar hebat. Dengan malas Kyuhyun mengambil smartphone itu, melihat nama caller lalu menghela nafas panjang.
"ne Chulli Hyung.." ucap Kyuhyun menerima panggilan itu
"aku tidak bisa datang Hyung, mianhae.. Anii, aku tetap tidak bisa… Mianhae.." ucap Kyuhyun menanggapi setiap ucapan marah Heechul sang manager. Ya, Heechul marah besar karena lagi-lagi Kyuhyun kabur dari jadwalnya. Kyuhyun tidak peduli tanggapan para netizen yang akan menge capnya buruk dan tidak professional, namun saat ini fikirannya hanya berada di sini, ia tidak bisa membiarkan Sungmin sendiri. Ia sudah terlalu sering meninggalkan Sungmin sendiri dengan jadwal yang menggunung itu, ia sadar akan itu.
"eunggh..'" gumam Sungmin menggeliat pelan dari tidurnya.
"Hyung? Minnie Hyung.." panggil Kyuhyun sambil mendekatkan wajahnya tepat di atas wajah Sungmin, berharap Sungmin terbangun tetapi tidak. Sungmin kembali terdiam dalam tidurnya.
"Kyu… Kyunnie.." racau Sungmin lagi dalam tidurnya membuat Kyuhyun terlonjak kaget dan senang. Tentu saja senang, di dalam tidurpun Sungmin masih menyebutkan namanya dan itu sudah menjadi salah satu bukti seberapa rasa cinta Sungmin.
"ne hyung.. Aku disini nae Bunny.. bangunlah,.." ucap Kyuhyun sambil mengelus lembut pipi Sungmin
"Kyuu…" racau Sungmin kembali.. Namun kali ini Kyuhyun membelalakan matanya saat cairan bening meluncur dengan indahnya dari pucuk mata Sungmin yang masih tertutup itu.
"Minnie.." gumam Kyuhyun pelan.
Tanpa fikir panjang, Kyuhyun mulai menyibakan selimut Sungmin, menggeser sedikit tubuh Sungmin dengan sangat halus, lalu menidurkan tubuhnya di sebelah tubuh Sungmin. Kembali menarik Selimut menutupi keduanya agar Sungmin tidak kedinginan. Kyuhyun pun merengkuh tubuh mungil Sungmin dalam pelukannya, memberikan kehangatan dan ketenangan.
"Mianhae Hyung.. Uljima.." ucap kyuhyun sambil mencium kedua kelopak mata Sungmin yang masih tertutup. Lalu beralih mencium bibir pulm Sungmin yang terasa panas itu dengan sangat lembut.
Dan ciuman Kyuhyun itu sukses membuat Sungmin membuka matanya yang terasa begitu berat.
"Kyu" gumam Sungmin pelan. Kyuhyun hanya tersenyum manis saat Sungmin membuka matanya, memperlihatkan manic hitamnya yang indah walau mata itu terlihat sembab dan sendu.
"Ne, Hyung.." Ucap Kyuhyun seraya mencium pucuk kepala Sungmin.
"k-kenapa disini?" Tanya Sungmin lirih dan sangat pelan namun masih dapat di tangkap oleh pendengaran Kyuhyun.
"Tentu menemanimu,, Kau membuatku khawatir BunnyMin.."ucap Kyuhyun dengan nada cemas.
"kau jahat kyu.." ucap Sungmin masih sangat lirih. Kyuhyun hanya tersenyum menatap manic hitam itu.
"Kau benar-benar jahat pabbo-ya.. Aku benci kau Kyu.. Kau sangat menyebalkan.." Ucap Sungmin panjang lebar sambil memukul pelan dada bidang Kyuhyun dengan kekuatannya yang masih lemah itu. Kyuhyun hanya terdiam menerima semua perkataan itu, membiarkan Sungmin mengeluarkan semua yang di rasakan.
"Wae hyung? Bukannya kau selalu mendukung apapun yang kulakukan? Apa kau cemburu hyung? Kau tidak senang aku bermain dengan yeoja itu?" Ucap Kyuhyun tajam membuat Sungmin semakin gencar memukulnya, Andai saat ini Sungmin dalam keadaan sehat, sudah di pastikan Kyuhyun akan babak belur oleh martial art yang Sungmin kuasai sejak kecil.
"Kau jahat.. kau jahat kyu.." Sungmin masih terus mengatakan kata yang sama berulang kali tak mempedulikan pertanyaan Kyuhyun padanya.
Kyuhyun hanya bisa menghela nafas panjang. Lalu merengkuh kembali tubuh Sungmin, mengeratkan pelukannya sehingga mau tak mau Sungmin berhenti memukulinya.
"Hyung, larang aku beracting lagi.. Katakan padaku jika kau ingin aku menghentikan dunia actingku.." ucap Kyuhyun sambil menenggelamkan kepalanya dalam curuk leher Sungmin.
"Anii pabbo.. Aku hanya tidak ingin kau memainkan drama dari naskah yang ku buat. Kau akan membuatku menyalahkan diriku.." ucap Sungmin parau.
"Tapi, aku bisa memainkan drama seperti itu lagi nanti, jadi katakan kau ingin aku berhenti dari dunia acting hyung.." ujar Kyuhyun lagi.
Sungmin hanya bisa menggelengkan kepalanya dalam pelukan Kyuhyun. Ia tak ingin membuat Kyuhyun meninggalkan dunia yang di inginkan oleh Kyuhyun. Tidak mau.. Kyuhyun hanya menghela nafas panjang, melepaskan pelukannya dan kembali menatap manic hitam sendu milik Sungmin
"Jangan bohongi perasaanmu Hyung.." seru Kyuhyun.
"Aku.. Aku ti-mmpht" Ucapan Sungmin terhenti saat bibir tebal Kyuhyun telah mengunci bibir pulm Sungmin, tidak membiarkan Sungmin menyelesaikan kata-katanya. Ciuman yang sangat lembut. Kyuhyun terus melumat bibir pulm yang manis dan agak hangat itu. Mulai menggigit bibir bawah Sungmin agar memberikannya akses masuk dan menikmati ciuman itu lebih dalam. Sungmin hanya bisa menurut, tangan Sungmin menjulur ke leher Kyuhyun seakan member perintah untuk melakukannya lebih dalam dan lembut lagi. Kyuhyun terus melumat bibir atas dan bawah Sungmn secara bergantian, memasukkan lidahnya agar bermain bersama lidah Sungmin, mengabsen seluruh rongga mulut sang kekasihnya ini. Melumat dan menghisapnya dengan sangat kuat. Ciuman panas yang berlangsung dalam waktu cukup lama, tidak mempedulikan saliva yang telah keluar dari sudut bibir keduanya.
Serasa belum puas, Tangan Kyuhyun mulai bermain. Membuka kancing piyama Sungmin satu persatu hingga membuat Sungmin half naked dan menunjukan dada putih Sungmin yang begitu halus. Tangan Kyuhyun mengelus dada putih tersebut, Tangannya mulai nakal mengarah pada nipple Sungmin lalu memilintirnya . Membuat Sungmin harus mendesah pelan masih dalam ciuman panas mereka. Sungmin memukul dada bidang Kyuhyun saat ia merasa kehabisan oksigen. Kyuhyun pun melepaskan tautan bibir mereka. Sungmin bisa menghirup oksigen sebanyak-banyaknya sekarang.
"Eunghh.." Namun tak lama Sungmin harus mendesah pelan saat Kyuhyun mulai menjilati leher putih Sungmin lalu menghisap spot yang memang menjadi kelemahan Sungmin. Kyuhyun masih setia menjilati leher putih itu membuat Sungmin harus menggigit bibir bawahnya menahan setiap desahan yang keluar.
Setelah merasa bosan, ciuman Kyuhyun mulai turun ke bahu Sungmin menyingkirkan piyama yang memang masih Sungmin kenakan. Menjilati dan menghisap dalam bahu putih itu, membuat Sungmin menggeliat pelan menahan geli. Merasa puas dengan bahu putih itu, Kyuhyun mulai menuruni dada halus Sungmin, dan langsung saja menyerang nipple bagian kiri Sungmin, sedangkan tangannya setia memainkan nipple kanan Sungmin. Kyuhyun mulai melahap nipple yang telah kemerahan itu, menggigitnya kecil.
"Kyuuhh.. eunghh.." Desah Sungmin saat mendapatkan gigitan di nipplenya. Tangan Sungmin tanpa sadar menjambak rambut Kyuhyun. Menerima jambakan itu Kyuhyun semakin gencar menjilatinya. Tangannya pun kembali beraksi, berusaha masuk kedalam celana piyama Sungmin, mencari sang junior kecil yang telah menegang itu.
"Kyuhh., henhh..tikanh.. eungh.. " ucap Sungmin masih menahan desahannya. Namun Kyuhyun tak menghiraukan ucapan Sungmin dan terus melakukan kegiatannya.
"Kyuhh.. sa.. kitt.. eugh…" desah Sungmin lagi.
Entah karena apa, Kyuhyun pun menghentikan perbuatannya seketika saat mendengar ucapan terakhir Sungmin. Kyuhyun menatap mata sendu Sungmin, dan ia pun sadar bahwa saat ini Sungmin sedang dalam keadaan tidak sehat. Kyuhyun menghela nafasnya. Kemudian mencium bibir Sungmin sekilas, dan membawa Sungmin kembali dalam pelukannya.
"Mianhae nae Bunny.. Tidurlah.." Ucap Kyuhyun lembut sambil mengelus rambut lembut Sungmin. Sungmin pun menenggelamkan wajahnya dalam dada bidang Kyuhyun yang terasa hangat,melingkarkan tangannya pada pinggang Kyuhyun, menghirup aroma yang selalu ia rindukan, lalu mulai menutup matanya.
"BunnyMin.., kenapa kau tidak mau jujur akan perasaanmu,.. bersabarlah dan nikmati permainanku nanti ne? Aku hanya ingin kau jujur akan perasaanmu, hanya itu.." ucap Kyuhyun lembut saat Sungmin telah kembali terjatuh dalam dunia mimpinya.
"Jaljayo nae Bunny…."ucap Kyuhyun sambil mencium pucuk kepala Sungmin, lalu mulai menutup matanya sendiri.
TMŁ
1 minggu telah berlalu sejak Sungmin sakit, dan dalam 1 minggu juga Sungmin harus kembali menahan amarah dan rasa sakit saat sesekali Ia mengunjungi lokasi syutting "One Night Love" itu. Rasa sakit saat melihat Kyuhyun beradegan mesra tidak pada 1 yeoja melainkan beberapa yeoja yang terkadang hanya mengenakan kemeja putih tipis, memperlihatkan bra dan celana nya pada Kyuhyun. Saat melihat semua itu, Sungmin hanya menangis dalam diam. Mengapa? Karena sudah 1 minggu pula Sungmin dan Kyuhyun kembali tak berkomunikasi berang sedetik pun.
Walau mereka sering bertemu di lokasi syutting, namun seperti biasa, Kyuhyun selalu beracting tak pernah mengenal Sungmin. Beracting tidak peduli dengan kehadiran Sungmin dan dengan mudahnya ia melakukan adegan demi adegan yang semakin membuat dada Sungmin semakin sesak.
"Hyung. Aku ke kamar mandi dulu ne?" ucap Sungmin pada Leeteuk yang masih membicarakan sesuatu dengan sang sutradara. Leeteuk hanya mengangguk dan Sungmin pun langsung pergi, ia tak kuat harus melihat adegan kiss yang sedang di lakukan oleh Kyuhyun. Sungmin tak tau apakah scence itu nyata atau hanya tipuan mata yang di buat oleh Kyuhyun namun apapun itu sudah membuat hati Sungmin meraung-raung kesakitan.
"Haaahh.." Sungmin menghela nafas setelah membasuh mukanya dengan air. Ia memperhatikan wajahnya dari cermin. Kacau.. Tidak seceria dulu, dan selalu terlihat sembab akhir-akhir ini. Tanpa ambil pusing, Sungmin pun melangkah pergi dari kamar mandi ini. Ia mulai berjalan kembali ke lokasi syutting dengan langkah malas.
"Sungmin-ssi.." panggil seseorang dari arah belakang membuat Sungmin menghentikan langkahnya lalu menoleh, dan dalam seketika Sungmin mendelik tidak suka pada orang yang ada di hadapannya saat ini.
Seorang yeoja genit yang selalu membuatnya sakit hati.
"ne? kau memanggilku?" Tanya Sungmin dengan nada ketus.
"ne.. aku memanggilmu.." ucap Min Ji dengan suara riangnya.
"ada apa min ji-ssi?" Tanya Sungmin dengan sangat malas.
"Ada yang ingin ku tanyakan." Ucap Min ji sambil bermanja ria
"mwo?" Tanya sungmin semakin bingung dengan tingkah yeoja ini.
"Ku dengar Sungmin-ssi adalah kakak kelas Kyuhyun oppa saat di SHS ya?" Tanya Min Ji. Sungmin mengernyit bingung tapi menganggukan kepalanya.
"Ku dengar dulu kau juga sempat dengannya ne?" Tanya MinJi lagi dan di jawab dengan anggukan dari Sungmin.
"Apa kau masih ingat apa saja kesukaan Kyuhyun oppa? Apa Kyuhyun oppa sudah punya yeojachingu? Sungmin-ssi bantu aku ne? Aku ingin mencari tahu segala sesuatu yang di sukai Kyuhyun oppa.. ku rasa aku sudah menyukainya.." Tanya MinJi panjang lebar dengan wajah tersipu malu
DEG
Mendengar semua pernyataan Min Ji, Sungmin serasa membeku seketika. Apa yang ia takutkan benar-benar terjadi. Yeoja genit ini benar-benar menyukai namjachingunya. Dadanya bergemuruh dashyat. Matanya pun mulai memanas.
"Bagaimana Sungmin-ssi?" Tanya Min Ji sambil menggoncangkan tubuh Sungmin
"n-ne?" ucap Sungmin dengan suara mulai bergetar
"Iyaa, aku menyukai Kyuhyun oppa sejak aku merasakan bibir lembut Kyuhyun oppa.. Aku benar-benar ketagihan dengan ciuman itu.. Kau mau membantuku kan?" Ucap MinJi dengan manjanya.
DEG DEG
Sungguh jantung Sungmin seakan ingin meledak mendengar semua kata dan kalimat yang keluar dari mulut yeoja ini. Ciuman? Ciuman itu… nyata?
"Maaf Minji-ssi.. aku harus pergi.." ucap Sungmin cepat lalu langsung membalikkan tubuhnya dan berlari kencang meninggalkan MinJi yang tersenyum sedih menatap punggung Sungmin
"Mianhae oppa, aku tak bermaksud menyakitimu.." gumam Min ji pelan.
TMŁ
"Eummpphh,.." suara desahan pelan memenuhi sebuah apartemen yang terkesan mewah ini.
"Hyung.,eunghh.. " ucap sebuah suara lagi.
"Wae wooki?" Tanya suara lain menanggapi.
"Yesung hyungg.. " ucap suara itu lagi sambil menahan desahannya.
Ya, Yesung dan Ryeowook tengah melakukan ciuman panasnya di sebuah sofa panjang berwarna cream yang sangat empuk tersebut. Saat ini Ryeowook tengah berada di Apartemen mewah milik seorang Kim Jong Woon.
Selama 1 minggu sejak mereka bertemu, dan menjadi akrab. Sosok Yesung yang telah tergila-gila akan namja mungil yang tengah di peluk dan di ciumnya ini, membuat nya gencar mendekati seorang Kim Ryeowook selama 1 minggu penuh. Ia rajin mengantar jemput Ryeowook untuk kuliah di tempat jadwalnya yang menggunung tersebut. Ryeowook pun tidak menolak pendekatan dari Yesung namun ia seakan menolak untuk melakukan hubungan lebih dari sekedar kakak adik, hingga sekarang Yesung ingin membuktikan rasa cintanya pada namja mungil ini.
"Hyumph.. hyung.." ucap Ryeowook sambil memukul dada Yesung adar Yesung melepaskan ciumannya.
Yesung yang menyadari Ryeowooknya telah kehabisan nafas pun melepaskan ciuman dari bibirnya, namun tetap gencar menciumi leher Ryeowook.
"Yesung Hyung.. henti..eunghh.. hentikan hyung.." mohon Ryeowook lagi.
Yesung pun menyerah. Ia melepaskan ciumannya lalu mulai merubah posisinya menjadi terduduk. Yesung hanya terdiam memandangi lantai. Ia tak tau harus berbuat apa lagi. Sudah berulang kali ia menyatakan perasaannya namun namja mungil ini tidak mau menjawab atau menolaknya.
"Hyung.." Panggil Ryeowook, Yesung hanya melirik Ryeowook yang terduduk di sampingnya menggunakan ekor matanya.
"Mianhae.." Ucap Ryeowook dengan nada menyesal.
"Aku harus bagaimana Wooki-ah? Aku harus bagaimana agar kau mau menjawab perasaanku?" Tanya Yesung pasrah
"hiks.. Mianhae hyung.. hiks.." ucap Ryeowook dengan isakan kecil membuat Yesung membelalakan matanya. Ia kesal namun ia tak mau membuat namja kecil ini menagis karena dirinya.
"sstt.. uljima.." ucap Yesung seraya merengkuh tubuh Ryeowook dalam pelukannya. Mengelus surai hitam Ryeowook dengan halus berusaha menenangkannya.
"Mianhae hyung.." ucap Ryeowook lagi sambil menenggelamkan wajahnya dalam dada Yesung
"Ne.. Arrasso.. Sudahlah, sampai kapanpun aku akan terus menunggumu agar bisa menerima ku wooki.." ucap Yesung lembut,
"aku takut hyung.. aku takut,," ucap Ryeowook lirih.
"Ne, aku tau.." balas Yesung masih mengelus punggung Ryeowook.
"Aku takut seperti Minnie Hyung.. Aku takut saat kau akan meninggalkanku karena kesibukanmu. Aku takut kau melupakanku disaat jadwalmu padat.. Aku takut,," cerita Ryeowook.
Yesung melepaskan pelukannya. Ia mengambil dagu Ryeowook sehingga ia bisa menatap mata Ryeowook yang masih berair,
"Itu alasanmu tak memberiku jawaban eoh?" Tanya Yesung memastikan. Ryeowook hanya bisa menganggukan kepalanya. Melihat itu Yesung hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak habis fikir lalu tertawa kecil.
"Yak wooki-ah.. bagaimana bisa aku melupakanmu hanya karena jadwal.. Itu tak akan pernah.." Jelas Yesung. Ryeowook hanya bisa menundukkan kepalanya kembali.
"Mungkin jadwalku akan padat dan waktu kita bertemu tidak banyak. Tapi percaya padaku.. Aku tidak akan pernah melupakanmu. Aku janji.." ucap Yesung panjang lebar. Mendengar itu Ryeowook pun mulai menegakkan kepalanya, menatap mata indah Yesung yang tengah meyakinkan dirinya,
"Jinja Hyung?" Tanya Ryeowook memastikan.
"Ne chagya.. percayalah.." ucap Yesung lagi sambil menelungkupkan tangan kecil pada kedua pipi tirus Ryeowook, membuat Ryeowook mulai bisa mengukir senyuman manisnya.
"Saranghae nae Ryeowookkie…." Ucap Yesung dengan penuh kesungguhan.
Hening sejenak, Ryeowook masih menatap mata Yesung berusaha meyakinkan dirinya. Sedetik kemudian senyuman kembali terukir di wajah mungilnya.
"nado hyung.. Nado Saranghae…" ucap Ryeowook dengan penuh keyakinan membuat Yesung tertawa senang lalu langsung merengkuh kembali tubuh mungil Ryeowook dalam pelukannya.
"Gomawo.. Gomawo Wookie.." Ujarnya berulang kali. Ryeowook hanya bisa menganggukan kepalanya. Menenggelamkan wajahnya dalam pelukan lembut Yesung, memejamkan matanya, merasakan kehangatan yang menjalar dalam hatinya saat ini.
~TBC~
Selesaiii~! ^^
Hahaha.. Bagaimana? Kurang hot? Tenang,ini masih awal, jangan terburu-buru ne? #ditimpukReader
Jeongmal Gomawo buat semua Readerdeul yang telah membaca Fic ini, esp yang telah meriviewnya.. hehe
Yesungdah…
Mind to Riview this Chap?
Gomawo *Bow
RnR please~!
Special Thanks to :
Kim Soo Hyun, dewi90, Tia Matsuri, JoBel13ve, cha, cottoncandyme, SSungMine, Cho Kyuri Mappanyukki, ranie nanda elf, 0203, reaRelf, lee kyuzha, WieLoveWolfBunnySelamanyah, winecoup134, Lyasari'Snowers, KMS, kyumin forever, zhr, abesly, jira, BbuingBbuing137, Princess kyumin, Evil Thieves, Ms. KMS, Cho Michelle, dhianelf4ever, Tika, GaemGyunie, olive1315, ayachi casey, and all who call 'Guest'
