BY DontPink
Disclaimer © mashasi kishimoto
Rate : T
Gendre : Humor, Friendship, Romance
Pair : SasuHina, GaaIno, NaruSaku
:
:
Chapter 8
Tiga ekor remaja terlihat sedang tengok kiri kanan di depan sebuah Supermarket yang sangat ramai. Mereka saling berpandangan sejenak lalu mengangguk. Gaara lalu berjalan masuk kedalam Supermarket diikuti SasuNaru.
mereka berjalan dengan santai menuju meja kasir. Si penjaga kasir itu tersenyum ramah kepada tiga sahabat itu. Sasuke lalu merogoh sakunya untuk mengambil sebuah kertas lusuh dan di berikan kepada si penjaga kasir.
Penjaga Kasir kebingungan sendiri. "Ini apa.." tanyanya kepada NaruSasuGaara dengan alis mengkerut.
"Hn, baca saja.." Sasuke sangat santai sambil memasukkan kedua tangannya dalam saku clana, membuat nenek-nenek bangkotan berteriak?
Penjaga kasir itu lalu membuka kertas lusuh itu dengan santai, dan mulai membacanya.
'Anda sedang dirampok! Tidak ada triakan atau alarm'
'Jika anda berteriak. Anda mati. masukkan uang kedalam tas yang ada di depan anda'
''kami memiliki senjata api?. Anda memiliki waktu dua menit'
si penjaga kasir langsung kalang kabut, keringat dingin mengucur deras dari jidatnya. Dia memandang tiga remaja yang menyeringai ala setan itu kearahnya. Dan tanpa ba-bi-bu si penjaga kasir langsung memasukkan semua uang kedalam tas yang ada di depannya.
Otak Udang nyengir unta?. "Padahal kami kan tak punya senjata apapun, hehe.." Batinnya ketawa cengengesan.
Setelah uang sudah terisih penuh, mereka lalu keluar dari supermarket dengan seringaian kemenangan. "Kenapa banyak orang bodoh di dunia ini.." Sasuke membatin nista.
Dan tak berapa lama terdengar teriakan membahana dari dalam supermarket itu. Tiga sohib yang mendengar itu langsung ambil langkah seribu mencegat taxi lalu pulang dengan wajah bahagia.
"Indahnya hidup ini.." Batin Gaara sambil menghitung duit dalam taxi. Si supir yang melihat Gaara mengitung duit sangat banyak itu menelan ludah berkali kali Dengan mata yang tiba-tiba jadi ijo?
:
:
Di sebuah apartemen minimalis itu terdengar tawa membahana dari tiga remaja sinting itu. Mereka duduk di karpet sambil menghitung duit dengan gak sabaran. Otak udang berkali kali menepuk jidatnya pake duit hasil ngerampok itu dengan bahagia.
'Tok..tok..tok..
Terdengar ketukan pintu dari luar, membuat tiga sekawan itu menghentikan acara menghitungnya dengan gak rela. "Hn, buka dobe.." Perintah pantat ayam seenak udele?
Naruto langsung nurut sambil membukakan pintu dengan wajah madesu, dan terlihat cewek blonde di kuncir empat bersama pria pemalas yang tak punya semangat hidup. Naruto mengkerutkan kening, dia tidak ingat jika pernah bertemu dengan wanita itu. *kan waktu itu teler*
"Cari siapa.." tanya Naruto sambil menatap cewek pirang itu dengan tatapan mesum.
"Aku mencari Gaara.." Jawabnya sambil tersenyum, Sementara pacarnya menguap bosan.
Naruto langsung manggut manggut (sok) ngerti. "Ayo masuk" ajaknya sambil berjalan menuju SasuGaara yang masih menghitung duit itu. "Gaara ada yang ingin bertemu denganmu"
Gaara menengok dan mendapati wanita yang sangat di kenalnya. "Nee-san.." keringat dingin di jidat Gaara terlihat banjir, dia takut jika di suruh pulang. "ke-kenapa kau bisa sampai disini"
Cewek itu Temari hanya tersenyum sambil duduk di sebelah Otoutonya bersama pacar nanasnya. "Tadi aku tak sengaja melihatmu keluar dari supermarket, dan kami memutuskan untuk mengikuti.." Jelasnya.
"Dan kenapa kau tak pulang Gaara, Nee-san sangat kangen loh". Temari langsung memeluk Gaara paksa. Sementara Gaara keenakan sambil senyam senyum gak jelas.?
'Sial..aku juga ingin' batin Otak Udang sambil menelan ludah paksa?
"Sudahilah pelukan ala spongebob patrik itu.." Shikamaru gak rela pacarnya memeluk lelaki selain dirinya(?)
Temari melepaskan pelukanya sambil mencium pipi Gaara dengan penuh penghayatan, membuat Otak Udang iri setengah mati.?
"Jadi kenapa tak pulang"
"Aku tak bisa Nee-san.." Gaara menatap Nee-sannya sedih, pasalnya dulu hanya dia saja yang di jaga ketat, tak seperti dua kakaknya yang masih punya kebebasan. Dia sangat marah dan sedih jika teringat masa lalunya. "dan jangan paksa aku.."
Temari terdiam, dia menatap sendu kepada adiknya. "Nee-san tak memaksa Gaara, hanya saja, apa kau tak ingin bertemu tou-san.."
Gaara menggeleng, dia kemudian menatap Naruto dan Sasuke yang lagi menghitung duit itu dengan senyum tipis. "Tempatku pulang di sini Nee-san, bersama mereka.."
Temari berkaca-kaca, dia sedih melihat adiknya yang lebih bahagia bersama kedua temannya ketimbang bersama keluarga. "Nee-san mengerti Gaara.." Temari kembali memeluk Gaara dengan mata yang masih berkaca-kaca mau mewek?
"Mendokusai.." Shikamaru menguap bosan, dia lalu memandang Naruto dan Sasuke yang masih menghitung duit itu dengan alis mengkerut. "Uang kalian banyak sekali.."
"Oh..ini hasil nge-
'Grep..' Sasuke langsung mencengram kerah buluk baju Otak Udang sambil menatapnya tajam. "Hn, tadi baru dapat Gajian.." Kata Sasuke ngibul sambil melepaskan Otak Udang yang nyengir tanpa dosa itu.
Shikamaru menatap menyelidik. "Oh..apa tidak ada minuman, aku haus.." Minta Shikamaru seenak udele. Sasuke lalu kedapur buat mengambil minuman untuk tamunya itu.!
Temari memandang sekeliling apartemen minimalis itu dengan seksama, "apa kalian hanya bertiga.." Tanyanya penasaran sambil memandang tiga sahabat itu. Ketiganya hanya mengangguk tanda iya.
"Jadi..kenapa kau di konoha Nee-san". Gaara penasaran sambil menatap Shikamaru dan temari bergantian.
"Berlibur Gaara, sekalian mengunjungi nanas sialan ini.." Sambil menunjuk Shikamaru pake jempol. Gaara hanya manggut manggut mengerti. "Ya sudah, kami mau pulang dulu Gaara, sudah malam.."
Gaara mengangkat satu alisnya yang hilang itu tanda bingung. "Ke suna jam segini.."
"Tidak, aku tinggal di rumah Shika kok.."
"Hah..jadi kalian tingal satu kamar, d-dan i-itu be-berarti ka-ka-
'PLAK..!
Temari langsung menggampar Gaara tanpa dosa. "Jangan berpikiran mesum Gaara. " sambil menatap Gaara tajam. Gaara langsung garuk-garuk tengkuknya malu karena salah faham.?
"Hn, ayo cepat Temari, aku sudah ngantuk.." Ajak Shika gak sabaran sambil berjalan keluar diikuti Temari.
Gaara lalu ikut berjalan untuk mengantar Nee-sannya sampai depan. Setelah Nee-sannya pergi, Gaara kembali ke tempat semula untuk meneruskan menghitung duitnya yang belum kelar tadi..!
:
:
:
Sasuke, Naruto dan Gaara berjalan keluar dari KHS, mereka berjalan dengan santai menuju Helte bus. Otak Udang terlihat sedang membaca majalah bokep yang baru di belinya tadi malam dengan kusyuk dan tak tau tempat,
"Teme, kenapa kau tak suka majalah bokep?". Tanya Otak Udang kepada sohib ayamnya itu.
Sasuke melirik Otak Udang acuh tak acuh. "Hn, apa bagusnya coba.." katanya datar.
Otak Udang langsung menunjukkan gambar yang ada di majalah itu pas di depan wajah Sasuke. "Bagaimana, bagus kan, hehe.."
'-_-
Hening..
:
:
'AMATERASU..KAGUTSUCHI'.
Majalah bokep itu langsung hilang tak tersisa, Otak Udang melongo dengan mata melotot, Sementara Gaara sweatdrop melihat kekuatan ninja di sini.
"TIDAAKKK, MAJALAH KESANGANKU LENYAP SUDAH.." Teriak Naruto sambil jatuh tertunduk dengan wajah drop. Setetes air mata buaya terlihat jatuh dari matanya. *Lebay*
"Hn, entah kenapa jika mataku melihat gambar laknat itu langsung aktif sendiri.." Kata Sasuke gak masuk akal sambil memijit rinnegan kirinya yang berdarah itu. (sekedar info, jika tak tau rinnegan sasuke silahkan baca manga ^_^b)
'Grep..' Otak Udang mencengkram kerah baju Sasuke dengan nafas ngos ngosan,
'PLAK..!
Sasuke langsung mengampar wajah absurd Otak Udang tanpa dosa. "Singkirkan wajah laknatmu itu dobe.."
Naruto langsung misuh misuh gak jelas, padahal dia tadi mau minta ganti rugi?. "Eh siapa itu.." Tunjuk Otak Udang kepada tiga Orang remaja yang berlari menuju kearah mereka.
Gaara dan Sasuke ikut melihat Objek yang berlari kearah mereka itu dengan alis mengkerut, pasalnya tiga orang itu seperti di kejar-kejar orang. 'Kenapa mereka' pikir Sasuke.
Dan saat tiga orang itu akan melewati NaruSasuGaara, mereka melemparkan tas wanita di dekat mereka sambil berlari jauh. Tiga sekawan itu kebingungan. Sasuke angkat bahu sambil memeriksa tas sialan itu bersama dua sohibnya.
"Wah, ada duit banyak bung.."Otak Udang langsung cengengesan.
Sasuke memang yang dasarnya paling jenius itu merasa ganjil. "Ini jangan-jangan-
"ITU COPETNYA-" Teriak Orang-orang sambil berlari kearah NaruSasuGaara yang masih bingung itu.
"Haha, mau kabur kemana lagi anak-anak nakal.." Kata orang orang itu sambil menyeringai dengan nafas ngos-ngosan.
"Eh, apa maksudnya.." Tanya Gaara gak ngerti, Naruto juga mengangguk gak ngerti juga.
"KALIAN MALING SIALAN, JANGAN SOK AMNESIA BAKA". Teriak salah satu dari mereka dengan nafas ngos ngosan. "HAJAR..DAN SERET MEREKA KE POLISI.."
"TUNGGU DULU KALIAN SALAH FAHAM.."
"MALING NGAKU PENJARA PENUH BUNG.." Teriak mereka bersamaan sambil menghajar tiga sekawan yang tak tau apa-apa itu.
'GUBRAKK..
'PRANGG..
'MEONGGG..
'GUK-GUK.. *Apa ini*
'KLONGTANGG...
'HELP MEE..*ini teriakan Otak Udang*
'KYAAHHHH...(WTF)
30 detik kemudian
terlihat tiga remaja itu babak belur dengan baju yang compang camping gak karuan. Mereka lalu menelpon polisi biyar kapok end jerah. Mungkin nasib sial sedang berpihak pada mereka.
Sakura Ino dan Hinata yang juga baru keluar dari gerbang sekolah dan mendengar suara gaduh tadi menghampiri keramaian itu sambil menanyakan apa yang terjadi pada Figuran berkepala botak. "Apa yang terjadi pak botak?.."
"Barusan ada rammmfffoookkkkzzz yang kami hajar.." Jelasnya sambil mucrat-muncrat.
Ino, Sakura dan Hinata langsung mengelap kuah di wajahnya sambil menatap figuran botak itu tajam.
'BLETAK..
'BLETAK..
'BLETAK..
"GAK USAH PAKAI KUAH JUGA KALI.." teriak mereka bertiga marah sambil meninggalkan tiga benjolan di kepala botak figuran sinting itu..
Mereka bertiga melihat ada tiga remaja yang lagi si seret paksa masuk mobil polisi *sejak kapan* Ino, Sakura dan Hinata seperti fameliar dengan tiga remaja itu. 'Rambut kuning jabrik, rambut model pantat ayam, rambut merah'. Mereka berfikir sangat keras sambil memegang dagu masing-masing.
"NARUTO, SASUKE, GAARA" Teriak mereka yang baru sadar itu, bahkan Hinata tak gagap sangking kagetnya.
"Jadi mereka pencuri.." Kata Ino sambil menatap Sakura dan Hinata. Keduanya diam dengan wajah menunduk.
"Ternyata mereka pencuri ya.." Sakura terlihat sangat kecewa, Mereka lalu berjalan pulang dengan wajah sedih, kepala mereka di isi dengan kata 'pencuri'. *duh jangan salah faham-plak*
:
:
:
Di meja instrogasi (?) terlihat seorang polisi sangar dengan wajah codetan. Dia adalah Morino Hibiki, kepala kepolisian konoha, dia menatap tiga remaja yang menurutnya masih hijau itu sambil geleng-geleng.
"Kenapa kalian mencuri.."
"Kami tidak mencuri pak.." Otak Udang terlihat sangat ketakutan.
'BRAK..!
Hibiki menggebrak meja seenak codetnya, membuat tiga remaja itu menjadi was-was. "JIKA KALIAN TIDAK MENGAKU, AKAN KU JEBLOSKAN KE CLOSED WC?.."
Sasuke, Naruto dan Gaara melongo dengan mulut sedikit berbusa. "Emm, maaf pak, seharusnya kan di dalam penjara, kenapa di closed wc.." Otak Udang nampak takut-takut.
"TERSERAH SAYA DONG, WONG SAYA POLISINYA..DAN SAYA TANYA SEKALI LAGI, KENAPA KALIAN MENCURI, KALIAN MASIH PELAJAR.." Sambil pasang wajah codet sangar.
"MAU NGAKU GIMANA, WONG KITA GAK NYOPET BANGSAT.." Teriak Sasuke OOC yang entah sudah keberapa kali. Hibiki langsung melotot mendapat jawaban menantang.
"JIKA KALIAN TIDAK MENGAKU, MAKA AKAN KUSURUH SEMUA TAHANAN 'MENYODOMI' (WTF) KALIAN.." Ancam Hibiki sambil menyeringai.
SasuNaruGaara langsung keringat dingin, pantat mereka langsung nyut-nyutan jika di gilir oleh para tahanan. Mereka membayangkan di grepe-grepe tahanan yang sudah ubunan sambil mentusbol mereka lalu-lalu..
"TIDAAAAKKK...
Teriak mereka bertiga sambil memegangi pantatnya. "KAMI MENGAKU, KAMI MENGAKU, KAMI MENGAKU. "Teriak mereka bertiga nyerah, mereka lebih memilih di jebloskan penjara daripada di gilir tahanan kudisan?
Hibiki menghela nafas berat, dia memandang tiga remaja itu dengan tatapa biasa. "Baiklah, karena kalian masih remaja, saya tidak akan mengkukum kalian.."
"Benarkah.." Kata mereka bertiga dengan mata berkaca-kaca, Bahkan Sasuke kehilangan wajah coolnya karena takut di tusbol.
Hibiki mengangguk. "Hubungi orang tua atau wali kalian, suruh menjemput kesini.."
Sasuke langsung menghubungi abangnya, dia gak sudi menghubungi Fugaku angker Uchiha. Gaara juga langsung menghubungi Temari, untung saja tadi malam dia sempat minta nomer Nee-sannya. Sementara Otak Udang kebingungan sendiri.
"Kau rambut durian, kenapa tak menghubungi keluargamu.." Tanya Hibiki sambil menatap tajam Naruto.
"Saya tak punya Orang tua atau wali pak.." Naruto memelas dengan wajah yang di buat buat sesedih mungkin.
"Hm, kau memang layak di sodomi bergilir oleh para tahanan" Hibiki menyeringai jahat kearah Otak Udang.
Naruto langsung jatuh drop sambil memegangi pantatnya yang makin nyut-nyutan itu. 'Apa salahku kami-sama..' batinnya Galau sambil gigit jari. Sementara Hibiki hanya menatap datar Otak Udang.
:
:
Itachi menatap Sasuke datar, dia tak menyangka Otoutonya seorang pencopet. "Sepertinya kau harus pulang Sasuke.."
"Apa kau tidak percaya padaku baka aniki, aku tak mungkin menjambret tas ibu ibu bangkotan.." kata Sasuke menjelaskan ke Itachi dengan gak masuk akal. 'Kalo ngerampok uang banyak iya' tambahnya dalam hati.
"Hn, kau memang keras kepala.." Sambil mengetuk dahi Sasuke dengan jarinya. "aku percaya.." tambahnya sambil tersenyum tipis. Sasuke sempat terharu sejenak sebelum kembali pasang wajah cool?
Temari geleng geleng kepala. "Ya Nee-san percaya Gaara.." Katanya sambil mencubit pipi Otoutonya Gemas. Gaara langsung tersenyum tipis sambil mengangguk.
Sementara Otak Udang kalang kabut sendiri, pantatnya makin nyeri saat Hibiki menatapnya dengan seringaian setan. "Pak, tolong lepaskan saya juga.." Sambil sembah sujud di kaki Hibiki.
"Haha, bersiaplah di gilir para tahanan.." katanya Nista dengan codet sangar. Naruto langsung menjedukkan kepalanya ke meja dengan air mata buaya.
Dia lalu menengok kearah Gaara dan Sasuke dengan pandangan sendu. 'apakah nasibku akan berahir dengan di gilir' batin Otak Udang tambah Galau dengan pantat makin nyeri abis.
"TIDAAAKKK, AKU TAK MAU DI GILIR, TOLONGG AKU, HUUAAAAAAA Hikz-hikz." Otak Udang nangis sesenggukan Sambil guling-guling?
Sasuke dan Gaara saling berpandangan, kemudian tersenyum. "Nee-san, keluarkan Naru juga.." Gaara meminta Temari untuk mengurus Otak Udang yang menagis meraung raung itu. Temari hanya mengangguk sambil berbicara dengan pak Hibiki.?
Mereka berjalan keluar dari kantor polisi dengan wajah sumringah. Otak Udang berkali-kali mengusap ingusnya karena merasa terharu. "hikz-hikz, hampir saja aku di sodomi bergilir". Katanya yang masih ketakutan akibat efek ancaman sodomi?
'Puk..' Temari menepuk kepala Naruto sambil tersenyum tipis. "Kenapa kau takut di sodomi Naru.." tanya Temari usil.
Naruto menengok kearah Temari dengan mata uang masih berkaca-kaca. "Ya takutlah, masak jeruk makan jeruk.." Temari hanya tertawa kecil melihat Otak Udang yang masih agak mewek itu.
:
:
:
Di mading sekolah KHS terlihat sangat ramai, banyak yang berbisik bisik gak penting. Di mading itu terdapat tulisan ngibul dan juga Foto tiga sahabat yang babak belur di seret masuk mobil polisi.
Naruto, Sasuke dan Gaara yang melihat keramaian di mading itu hanya angkat bahu gak peduli, saat mereka akan melewati kerumunan itu banyak yang makin berbisik-bisik gak penting.
"Hn aku memang tampan.." Batin Sasuke gak nyambung dan Narsis, dia salah mengartikan arti bisik-bisik itu.
Otak udang sepertinya sangat penasaran. "Eh, kita lihat dulu, siapa tau pengumuman apa gitu.." Usulnya yang tumben agak jenius, keduanya mengangguk sambil membelah kerumunan itu.
Dan saat sudah sampai di depan mading, mereka diam dengan mata melotot, pasalnya ada foto pas mereka di ancam di sodomi itu juga, bayangkan wajah mereka yang OOC abis itu.
'-_-
'-_-
'-_-
'CHIDORI..
'RASENGAN..
'ARARE..
'BLUAAARRHHH...
Mading sekolah laknat itu langsung lenyap seketika, tiga sekawan itu langsung berjalan ke kelas mereka sambil siul siul gak jelas. 'Itu Fitnah..' Batin mereka bertiga. Sementara para murid murid cengo dengan mulut menganga lebar.
Di kelas 2-B sudah sangat ramai, mereka lalu berjalan masuk dengan santai. Siswa siswi menatap aneh kearah tiga sekawan itu, mereka hanya cuek sambil menuju bangkunya.
'Sreekk ! ' pintu kelas terbuka, dan masuklah guru mesum kita yang berjalan sambil menatap tiga sekawan itu dengan mata sayu. "Pagi anak-anak.."
"Pagi sensei.." balas murid murid dengan nada gak niat.
"Naruto, Sasuke, Gaara, apa berita kalian mencopet itu benar." Tanya kakashi sensei sambil menyenderkan tubuhnya di papan tulis. *sok cool kau sensei*
"Sumpa, itu fitnah sensei, fitnah lebih kejam dari pada pencabulan?.." Kata Otak Udang tak trima di Fitnah..
Kakashi sweatdrop mendengar kata 'cabul' dia lalu menghela nafas berat. "Apa buktinya.." kakashi masih ngotot.
"Karena kami kan punya uang banyak sensei, buat apa nyopet coba.." Kata Gaara sambil nunjukin uang segebok dari sakunya.
Semuanya melongo mendengar penjelasan gak masuk akal itu. "Apa hubungannya coba". Batin semua siswa siswi.
Sasuke mendesah, dia lalu berjalan kearah kakashi sensei dengan wajah datar, dia lalu merogoh sakunya sambil memberikan buku mencurigakan berwarna Orange kepada kakashi sensei.
"Keluaran terbaru sensei.." bisiknya di telinga kakashi.
Kakashi sensei langsung menyambar buku sesat itu dengan hidung kembang kempis, semua siswa sisiwi langsung cengo. karena kakashi sensei semudah itu di sogok. "Ehem,, anak-anak hari ini bebas belajar.." katanya seenak udele sambil ngibrit keluar dengan hidung kembang kempis.
Sasuke menyeringai ala ayam jago?. "Hn, begini kan gak panjang urusannya.." batinnya sambil berjalan ke bangkunya sambil duduk damai dan tenang. Otak Udang dan Gaara langsung ngacungin jempol.
:
:
Jam pulang sekolah sudah berdering dengan noraknya, tiga sekawan itu langsung berjalan keluar dari kelasnya sambil siul siul gak jelas, entah kenapa dari tadi pagi tatapan-tatapan tak mengenakkan di arahkan kepada mereka, mereka cuman angkat bahu gak peduli. 'Itu fitnah' batin mereka bertiga gak nyambung.
Saat mereka akan melewati kelas 2-A, mereka berhenti sambil menunggu tiga cewek yang sangat mereka kenal itu untuk di ajak bareng, mereka gak rela jika tiga cewek itu di cegat cowok-cowok mesum.
Sakura, Ino dan Hinata yang melihat tiga remaja yang rambutnya hampir mirip lampu lalu lintas itu hanya memandang datar, mereka lalu berjalan dengan santai begitu saja melewati tiga sekawan yang kebingungan sendiri.
"Hey, ada apa dengan kalian.." Tanya Otak Udang sambil ikut berjalan bersama dua sohibnya, mereka hanya diam tak bersuara.
Sasuke mendesah, dia suda menduga bahwa tiga gadis itu akan salah faham. "Jadi kalian percaya berita ngibul itu eh.." Tanya Sasuke sambil memandang punggung tiga gadis yang ada di depanya itu.
Mereka hanya diam, pasalnya kan mereka melihat sendiri jika tiga sekawan itu di seret kedalam mobil polisi. "Maaf.." Hanya itu yang keluar dari mulut tiga gadis itu sambil berjalan menjauh.
Tiga sekawan itu diam, mereka menghentikan jalannya. "Itu Fitnah.." kata mereka bertiga serempak, tapi gadis gadis itu enggan untuk berbalik atau berhenti. *sabar bung-plak*
'Wuussshhh... hanya ada angin yang lewat.
'ku harus lepaskan mu, melupakan senyummu..
'Semua tentangmu tentangku hanya harap..
'Jauh ku jauh mimpiku dengan inginku..
Sebuah lagu mendukung yang entah dari mana datangnya membuat tiga sekawan itu makin galau. "Siapa sih yang memutar lagu laknat ini.." Batin mereka kompak sambil misuh misuh gak jelas.
"DAN KENAPA ADA DRAMANYA JUGA BANGSAT.." Teriak mereka bertiga uring-uringan. Semua siswa siswi yang berlalu lalang memandang hina kearah tiga sekawan itu. Poor you bung?
Mereka berjalan di halaman KHS menuju halte tercinta dengan langka terhuyung-huyung, mereka berfikir, apa salahnya coba, mereka memang perampok ulung, tapi mereka kan gak ngerampok tas sialan itu. Apa ini yang namanya azab illahi.?
Gaara yang melihat ada bola di depannya itu langsung menendang bola laknat itu sekuat tenaga untuk pelampiasan. "MAMPUS KAU BOLA SIALAN.." Teriaknya gak masuk akal.
Bola itu melesat lalu membentur pohon Nagka *kok ada* dan bola laknat itu memantul dan mengara pas di jidat Gaara, alhasih cowok stoic itu langsung nyungsep dengan kepala benjol-benjol.
"Gaara kau OK.." Otak Udang (sok) kawatir.
"Hn, aku rapopo.." Jawabnya pake bahasa jawa dadakan, SasuNaru melongo.
Gaara mengangkat satu alisnya yang hilang itu tanda bingung, dia lalu mengambil majalah bokep? Buat menyadarkan dua sohibnya.
'PLAK. !
'PLAK. !
"KYAAAHHH.." Teriak Otak Udang mulai gila. Sasuke dan Gaara langsung menonjok sohib kuningnya itu tanpa dosa. Naruto langsung menyumpah-nyumpah dua sohibnya yang keterlaluan itu.
:
:
:
Tiga sekawan itu lagi duduk di bangku taman kota, mereka tak jadi pulang karena Galau. Wajah mereka kusut kayak baju yang gak di setrika berbulan-bulan. Mereka mendesah kompak.
Sasuke lalu mengambil ponselnya buat meng-sms tiga gadis itu, dia ingin meluruskan maslah ngibul itu dengan cepat. "Hn, semoga mereka datang.." Gumamnya sambil mengemut buah tomat?
Otak Udang sepertinya sudah kehilangan Nafsu baca bokepnya karena galau, begitu juga Gaara yang berkali-kali komat kamit gak jelas.
"Jika mereka tak percaya, terpaksa aku pergi ke dukun.." Gumam Gaara dengan wajah datar, Naruto langsung manggut manggut setuju dengan ide sesat itu. Sementara Sasuke hanya mendengus.
30 menit kemudian.
Mereka masih setia menunggu, Otak Udang berkali kali menguap karena bosan. "Duh lama banget sih mereka.." Katanya gak sabaran sambil menggaruk pantatnya yang gatal itu.
"Sabar, orang sabar di sayang Tsunade-sama.." Kata Gaara mulai gila, Sasuke lagi lagi mendengus sambil memakan buah tomat yang ke-tiga kreseknya.
2 jam kemudian.
Mereka masih setia menunggu sambil main domino di bangku taman. Mereka judi pake duit masing-masing, dan tentu tak lupa tiga botol anggur yang menemani mereka dengan setianya.
"Aku menang.." Kata Sasuke senang sambil mengantongi duit yang ada di bangku itu, dia kemudian mulai mengucut kartu domino itu untuk ronde berikutnya.
Otak udang dan Gaara meneguk anggur mereka untuk mengurangi rasa stres akibat kalah telak dari pantat ayam.
3 jam kemudian.
Mereka terlihat sedang tiduran di bangku taman sambil memandang langit malam yang indah itu, mereka bertiga menguap bosan, mereka tak akan pergi sampai tiga cewek itu datang.
"Orang sabar di sayang Anko-sensei.." kata Gaara mulai gila lagi. Otak udang mengangguk sambil memasukkan tanganya ke calana buat menggaruk 'anu'nya yang gatal itu.
Jam 12 tengah malam.
'-_-
'-_-
'-_-
"BANGKEEE..." Teriak mereka bersamaan sambil menendang-nendang bangku taman tak berdosa itu penuh hawa nafsu.
"MAMPUS KAU BANGKU SIALAN.." Teriak mereka uring-uringan sambil menendang bangku laknat itu tanpa perasaan.
yah malam yang indah di taman itu diisi dengan lolongan madesu dari tiga sekawan yang galau itu. Lagi lagi bulan diatas nyengir gaje kearah tiga remaja sinting itu.
-TBC-
REVIEW REVIEW REVIEW REVIEW
REVIEW YAAAAAA
