TRUST MY LOVE
"NAE SARANG EUL-MIDYEO"
Present
Main Pairing : Kyuhyun X Sungmin/KYUMIN/
Slight : Yesung X Ryeowook/YEWOOK/
Rated : M
Genre : Romance, Friendship
Warn : Boy X Boy, Yaoi, Boys Love, Typo(s), Boring
Disclaim : This Cast isn't Mine. But This plot is mine!
~Don't Like Don't read~
Annyeong~~!
Mianhae baru update, kemarin Hye tak bisa online.. hehehe
Ayo… Ayo.. KyuMin juga YeWook Shipper merapat..
Akhirnya Hye menaikkan ratednya juga., jadi siap-siap ya.. *kenapa?*
Yesungdah… Silahkan di nikmati… ^^
Enjoy Reading~!
TMŁ
Seorang namja imut tengah terduduk manis di ruang makannya di temani dengan secangkir hot choco. Namja itu memandangi luar jendela Apartemen, memandangi langit kota Seoul yang terlihat murung bahkan menangis, tak ada cahaya sedikit pun yang memancar. Kota Seoul memang hujan lebat sore ini, hujan yang terkadang di sertai angin yang cukup kencang tersebut membuat udara semakin mendingin.
Lee Sungmin tengah terdiam menatapi langit yang mendung itu, mungkin langit itu tidak jauh beda dengan situasi hatinya akhir-akhir ini, Gelap, tak ada cahaya dan bahkan menangis. Sudah 3 minggu perasaannya kacau dan bingung. Ia menjadi lebih diam dan selalu memikirkan sesuatu.
"Haaahhh…" Sungmin menghela nafas panjang entah sudah yang sekian kali. Ia meminum hot choco yang mulai mendingin itu.
"Sepi.." gumam Sungmin saat memperhatikan Apartemennya saat ini. Sudah 2 hari ia sendirian di Apartemen ini, Ryeowook meminta izin untuk menginap di rumah temannya untuk menyelesaikan tugas. Sungmin memejamkan matanya, Ia pernah berfikir kenapa hidupnya jadi berubah? Ia merasa sendirian saat ini. Tak ada seorang pun disampingnya, tak ada seorang pun yang mendengar ceritanya. Ia tak pernah merasakan seperti ini, dulu walau selalu hidup sendiri ia masih bisa tertawa dan tidak merasa kesepian seperti sekarang. Lagi, Sungmin hanya bisa menghela nafas lelah dengan semuanya.
"Kyunie~, bogoshipo…" Gumam Sungmin sangat lirih. Ia memandang cangkir yang tengah ia genggam dengan tatapan kosong. Sungmin mengingat kembali kejadian 2 minggu lalu, kejadian yang selalu membuatnya tidak bisa tidur dengan tenang.
"Fikirkan baik-baik kenapa aku bisa marah Hyung. Setelah kau sadar, aku akan memberitahumu semuanya."
Kata-kata itu terus terngiang dalam telinganya. Kata-kata yang membuatnya cemas dan sangat bingung. Seorang yang telah mendominasi warna dalam hidup Sungmin sekarang seakan menghilang. Sejak Kyuhyun yang marah tanpa sebab dan meninggalkan Sungmin begitu saja, namja itu tak pernah menghubungi Sungmin lagi, tak ada telfon maupun pesan. Sudah biasa, sebenarnya tidak bertemu dengan Kyuhyun adalah hal yang biasa bagi Sungmin namun saat ini berbeda. Sungmin merasa benar-benar kehilangan sosok itu saat ini. Setiap malam ia ketakutan dan cemas. Ia selalu berfikir apa sebenarnya yang ia lakukan sehingga Kyuhyun bisa membentaknya dan bahkan seakan menghilang saat ini.
"Kyuu~ hiks.." Isakan Sungmin kembali keluar. Bulir air mata kembali membasahi pipi chubby nya yang putih. Ia ingin menemui Kyuhyun saat ini, ia ingin Kyuhyun menjelaskan perbuatan apa yang membuat Kyuhyun marah. Ia ingin Kyuhyun menemani nya lagi seperti dulu, seperti sebelum Kyuhyun memulai trainee dan debutnya. Kyuhyun yang selalu ada untuknya kapan pun Sungmin mau, Kyuhyun yang selalu bisa membuat Sungmin tertawa dan tak kan pernah membiarkan satu tetes air mata jatuh dari mata indah Sungmin.
Sebenarnya ia bisa saja menemui Kyuhyun saat ini, Leeteuk sudah sering membujuk Sungmin untuk melihat kondisi syutting drama itu, namun Sungmin selalu menolaknya. Ia tidak ingin bertemu dengan Kyuhyun ditempat itu. Ia tak mau melihat Kyuhyun yang sedang beracting, Itu bukan Kyuhyun nya. Kyuhyun saat beracting adalah Kyuhyun yang lain. Ia ingin Kyuhyun yang mengenalnya dan selalu tersenyum bahkan bermanja padanya dimanapun mereka berada.
Sungmin menghapus air mata yang semakin membasahi pipinya. Ia mulai bangkit dari duduknya. Membereskan cangkir hot choconya, dan mulai beranjak meninggalkan dapur. Ia mengambil jaket dan kunci mobilnya. Sungmin meninggalkan Apartemenya, menuju entah kemana, Ia hanya membutuhkan udara segar saat ini, tidak peduli di luar sedang hujan lebat.
TMŁ
"Mashita~!" Pekik seorang namja yang langsung memenuhi ruangan dapur yang cukup besar ini. Seorang namja yang tengah menikmati beberapa makanan yang telah tersaji di depan matanya di temani oleh namja mungil yang tersenyum senang dan puas.
"Wookie-ah.. masakan mu yang paling enak.." Ucap namja kepala besar nan tampan dan imut itu sambil menunjukkan 2 jempolnya. Ya, Seorang penyanyi soloist kita, Yesung tengah asyik menikmati masakan dari namjachingu tercintanya.
"Jinja Hyung? Kau menyukai nya?" Tanya Ryeowook sambil tertawa senang.
"Tentu saja, aku sangat sangat menyukainya.." Yesung memberikan sebuah senyuman lebar kemudian mulai memasukan makanan-makanan lezat itu kedalam mulutnya.
"Aku ingin kau menjadi koki ku chagy~" Ucap Yesung lagi di tengah acara makannya.
"Mwo? Hanya seorang koki? Huh…" decak kesal keluar dari mulut mungil seorang Ryeowook sambil mengerucutkan bibirnya. Melihat itu Yesung justru tertawa renyah.
"Anii.. aku ingin menjadikan mu koki tercinta ku sekaligus istri ku chagy-ah.." ucap Yesung manja sambil mencubit sayang pipi tirus Ryeowook yang bersemu merah.
"Hyung.. jangan menggoda ku.." Ryeowook melepaskan cubitan Yesung dan mengenggam tangan mungil itu.
"Siapa yang menggoda.. Aku serius…" Ucap Yesung lagi membuat Ryeowook semakin bersemu merah, Yesung pun mengelus lembut rambur dark brown Ryeowook.
"Chagy.. mulai sekarang aku hanya mau makan masakan mu…" Yesung kembali melanjutkan acara makannya yang hampir selesai itu.
"Mwo?" Tanya Ryeowook sambil memiringkan kepalanya tidak mengerti.
"Ne, kau harus memasakan makanan untukku setiap hari atau aku tidak akan makan." Jelas Yesung.
"Yak Hyung! Mana bisa begitu.." ucap Ryeowook bingung dan kesal
"Kenapa? Kau tidak mau?" Ucap Yesung dengan nada di buat kesal dan marah.
"Bu-bukan begitu.. Kau kan sibuk hyung. Kalau kau dirumah aku bisa membuatkan masakan untukmu. Tapi jika kau sedang ada jadwal aku tidak mungkin bisa, jadi kau harus tetap makan walau bukan masakanku…" Jelas Ryeowook.
"Anii.. Aku hanya ingin masakan mu.," Yesung masih tetap pada pendiriannya membuat Ryeowook memajukan bibirnya kesal.
"Kalau aku ada jadwal, kau datang saja ke tempatku. Antarkan masakanmu untukku. Kecuali aku sedang berada di luar Seoul.." perintah Yesung muthlak.
"Aissh., kau merepotkan Hyung. Aku juga tak bisa seenaknya masuk ke dalam waiting room, pabbo.." ucap Ryeowook kesal.
"Hei, kau lupa status mu? Kau namjachingu ku. Kau bebas berkeliaran di mana pun saat aku berada di tempat itu.." Ucap Yesung riang sambil menunjukan sesuatu di depan wajah Ryeowook. Ryeowook hanya mengernyit bingung tapi tetap mengambil sebuah kartu yang Yesung tunjukan.
"Free pass?" Ryeowook membaca tulisan di kartu itu sambil memiringkan kepalanya bingung lalu menatap Yesung meminta penjelasan.
"Tunjukan kartu itu pada petugas saat kau akan menemuiku, dan petugas itu akan membiarkanmu masuk dan mencari waiting roomku.. " Jelas Yesung sambil tersenyum lembut. Ryeowook masih bingung dengan penjelasan itu namun sedetik kemudian sebuah senyuman terukir di wajahnya. Ia teringat bahwa Sungmin juga pernah menunjukan kartu seperti ini padanya. Intinya, dengan kartu ini dia bisa masuk kedalam waiting room artis dengan bebas.
"A-ah, ini hanya alasanmu saja agar aku mau menemuimu kan hyung?" Tanya Ryeowook penuh selidik
"Haha, nae chagy sangat pintar ne?" Yesung hanya tertawa riang akhirnya muslihatnya terbongkar.
Setelah menyelesaikan acara makan mereka, Ryeowook membersihkan ruang makan yang cukup besar di Apartemen mewah milik Yesung ini. Hari ini Yesung memang free jadwal sehingga ia bisa bebas bersantai di sini bersama sang namjachingu. Ryeowook masih berkutat dengan piring-piring yang Ia cuci sedangkan Yesung, entah ia pergi kemana meninggalkan Ryeowook mencuci alat makan ini sendiri.
TMŁ
Ryeowook pun menyelesaikan acara cuci piringnya, dan langsung meninggalkan dapur. Mata Ryeowook terus mencari dimana sosok namja kepala besar yang dengan seenaknya meninggalkan dirinya sendiri. Akhirnya ia menemukan Yesung yang tengah terbaring di sofa panjang ruang tengah sambil menutup kedua matanya dan menikmati suara rintikan hujan yang terdengar. Ryeowook mendekati sofa itu dan duduk di pinggiran sofa yang masih cukup lebar. Ia tersenyum memperhatikan wajah tampan yang terlihat lelah itu. Dengan perlahan Ryeowook menjulurkan tangannya, mengelus lembut surai red brown Yesung.
"Sudah selesai Chagy-ah?" Ucap Yesung lirih masih menutup matanya.
"ne, kau terlihat sangat lelah Hyung.." jawab Ryeowook masih setia mengelus lembut pucuk kepala Yesung. Yesung tak menanggapi ucapan Ryeowook itu, ia justru menarik tangan Ryeowook sehingga Ryeowook harus tertidur di sampingnya. Yesung memeluk Ryeowook dengan sangat posesif.
"Wookie chagy.." panggil Yesung lirih sambil menenggelamkan kepalanya dalam curuk leher Ryeowook yang hanya di jawab dengan gumaman pelan dari namja mungil itu.
"Akhir-akhir ini aku melihatmu sedih.. Waeyo?" Tanya Yesung pelan
"Sedih? Anii Hyung.." Ryeowook menggelengkan kepalanya, tidak setuju.
"Aku bisa melihatnya chagya.. ada apa eoh?" Tanya Yesung lagi sambil menatap wajah Ryeowook yang mulai terlihat berfikir. Yesung mengelus lembut pucuk kepala Ryeowook berusaha membuat namja dalam pelukannya itu nyaman.
"Anii Hyung.. Aku.. hanya khawatir pada Minnie Hyung.." Ryeowook akhirnya membuka suara nya dengan sangat pelan.
"Sungminnie? Ada apa dengannya?" Saat ini Yesung sedang berusaha menjadi tempat bagi namjachingu nya untuk menceritakan segala hal yang mengganjal hatinya. Yesung tak ingin orang yang dicintainya sedih seorang diri.
"Minnie Hyung terlihat lebih murung dan diam akhir-akhir ini Hyung.." Ryeowook bercerita sambil menghela nafas panjang. Yesung terdiam masih mengelus lembut surai rambut Ryeowook, ia ingin membiarkan Ryeowook untuk bercerita terlebih dahulu.
"Aku juga sering melihat Minnie Hyung menangis di kamarnya, tapi saat aku Tanya kenapa dia hanya menggelengkan kepalanya lalu tersenyum seakan tidak terjadi apa-apa.. Sungmin Hyung selalu menyimpan semuanya sendiri. Aku jadi khawatir hyung…" cerita Ryeowook panjang lebar kemudian terdiam.
"Lalu, menurutmu kenapa ia begitu chagy?" Yesung akhirnya melontarkan pertanyaannya setelah Ryeowook menghentikan ceritanya.
"entahlah hyung.. Tapi aku yakin itu pasti ada hubungannya dengan bocah evil itu… " decak kesal Ryeowook
"bocah evil? Kyuhyun-ah?" Tanya Yesung memastikan.
"Siapa lagi.. Cuma dia yang selalu membuat hyungku sedih walau ia tidak menunjukkannya selama ini. Sungmin hyung selalu berusaha untuk senang di depan anak itu, tapi anak itu tidak pernah mengerti kesedihan Minnie hyung. Aku kesal padanya Hyung.." cerita Ryeowook lagi namun kali ini Yesung justru tertawa kecil mendengar cerita itu.
"Yak woonie hyung! Kenapa tertawa?" Tanya Ryeowook kesal sambil memukul pelan dada bidang Yesung.
"Kau mengatakan itu seakan-akan Kyuhyun sangat jahat chagy.." ucap Yesung ditengah tawa kecilnya.
"dia memang jahat hyung.." dengan cepat Ryeowook langsung menimpali perkataan Yesung.
"Jinja? Kau membencinya?" Tanya Yesung setelah menghentikan tawanya.
"Anii.. aku hanya kesal padanya. Dia itu terlalu sibuk, tidak pernah punya waktu untuk Minnie hyung. Tidak seperti kau yang masih bisa mengosongkan jadwal untukku hyung.." ucap Ryeowook dengan nada manjanya lalu mengeratkan pelukan mereka. Mendengar itu Yesung hanya tersenyum lega.
"Itu karena Kyuhyun menjalani 2 dunia sekaligus chagy, makanya jadwalnya sangat padat." Ucap Yesung. Ryeowook hanya membalas dengan anggukan mengerti.
"Tetap saja Kyuhyun seakan lupa pada Minnie Hyung.." ucap kesal Ryeowook lagi.
"Dia tidak lupa chagy.. Aku bisa jamin itu.." balas Yesung.
"Hyung.. daritadi kau membelanya terus.. " protes Ryeowook seraya mendongakkan kepalanya menatap mata Yesung, memperlihatkan raut kesalnya.
"Aku tidak membelanya.. Aku hanya memberitahu mu yang sebenarnya.." Yesung tersenyum lalu mengecup lembut pipi tirus Ryeowook.
"beritahu apa hyung? Aku tidak mengerti.." Tanya Ryeowook sambil memainkan jarinya di dada Yesung bersikap manja.
"ehm.. nanti kau akan tau chagy.. yang pasti aku sedikit kagum pada bocah itu.." Ucap Yesung membuat Ryeowook semakin mengernyit bingung.
"Kagum pada Kyuhyun? Aku tidak mengerti Woonie hyung.." Ryeowook mengerucutkan bibirnya kesal dengan ucapan Yesung yang berputar-putar.
Bukannya menanggapi ucapan kesal Ryeowook, Yesung justru merubah posisi mereka, sekarang Yesung tengah berada di atas Ryeowook sambil menyeringai. Ryeowook hanya bisa terkaget namun tak bisa berbuat apa pun.
"Aish chagy.. tidak usah membicarakan mereka lagi ne?" Ucap Yesung masih dengan seringaian mengerikan bagi Ryeowook.
"N-ne Hyung.. k-kau mau.. apa hyung?" Ucap Ryeowook terbata, perasaannya tidak enak saat ini.
"Menurutmu chagy? Hujan ini membuat udara dingin.." ucap Yesung dengan nada menggodanya.
"e-eum Hyung.. sepertinya aku harus pulang..Aku sudah janji akan pulang cepat hari ini.." elak Ryeowook mengalihkan pembicaraan sambil berusaha melepaskan pelukan Yesung.
"Jinja? Tapi di luar masih hujan.. Nanti saja setelah hujan berhenti ne?" ucap Yesung lagi masih dengan seringaian penuh arti sambil mendekatkan wajahnya pada Ryeowook yang telah ketakutan hingga menutup matanya. Ia sangat tahu apa yang di fikirkan namja kepala besar ini.
"Hy-Hyung a.. aku… …" Ryeowook masih berusaha menghindar tetapi Yesung tetap tak membiarkan namja mungil di depannya untuk kabur. Yesung langsung mengunci bibir mungil yang terasa sedikit dingin itu sebelum Ryeowook mulai mengeluarkan ucapan menghindar lagi. Lumatan halus diberikan sebagai pembuka ciuman hangat seorang Yesung. Melumat bibir bagian atas dan bawah itu secara bergantian, menekannya dan menghisapkan sehingga bibir yang tadi nya dingin itu sudah menghangat. Tangan Yesung masih setia melingkar di pinggang Ryeowook, masih berfokus pada bibir mungil itu.
Ryeowook yang tadinya merasa sedikit takut dan tak membalas setiap lumatan Yesung akhirnya terjatuh dalam permainan tersebut. Ryeowook mulai membalas melumat bibir Yesung terkadang menggigit pelan, membuat Yesung tersenyum dalam ciumannya, ia berhasil menciptakan permainan tanpa penolakan. Tangan Ryeowook mulai mengalung pada leher Yesung seakan menyuruh Yesung untuk memperdalam ciumannya. Mereka pun mulai bermain lidah dan bertukar saliva.
Tangan Yesung mulai bermain setelah terdiam cukup lama. Ia mulai membuka kemeja baby blue yang Ryeowook kenakan. Membuka seluruh kancingnya, dan melepaskannya lalu melemparnya ke sembarang tempat. Setelah puas dengan bibir mungil itu, Yesung mulai menurunkan bibirnya pada leher putih Ryeowook, menjilatinya dengan sangat nikmat.
"Hyuu..eungghh.." desah Ryeowook saat Yesung mulai menggigit dan menghisap spot dilehernya meninggalkan banyak kissmark di tempat itu. Yesung bermain dengan sangat lembut dan inilah yang membuat Ryeowook senang dan terkadang sangat menikmati setiap sentuhan namjachingu nya.
Yesung kembali menurunkan ciumannya pada dada putih mulus Ryeowook, menjilati setiap lekukan di dada itu, kemudian mulai menyerang nipple Ryeowook yang telah memerah dan menegang. Ryeowook masih berusaha menahan setiap desahan dan geli.
"Aakhh., hyungiieeungh…" desah Ryeowook tak tertahan saat Yesung menggigit nipple itu dan tangan kirinya mulai memilin nipple kiri Ryeowook. Tangan Ryeowook hanya melingkar di pinggang Yesung membiarkan Yesung mendominasi permainan ini.
Setelah puas dengan nipple kanan Ryeowook, Yesung berpindah menghisap nipple kiri Ryeowook. Tangan Yesung mulai mencoba membuka length pants Ryeowook, ia tau bahwa junior Ryeowook saat pasti telah menegang sama seperti junior miliknya. Tak butuh waktu lama bagi Yesung untuk melepaskan pants Ryeowook yang lentur itu. Tangan Yesung mulai meremas junior Ryeowook yang masih terbalut underwear tersebut.
"euungg sungiie hyung…" desah Ryeowook lagi saat merasakan juniornya mulai di kocok dengan pelan dan lembut. Yesung kembali melahap bibir mungil Ryeowook, menghisap lebih dalam.
"Chagy.. boleh aku melakukannya?" Ucap Yesung menghentikan segala kegiatannya dan menatap ke dalam manic hitam Ryeowook seakan meminta izin. Ryeowook hanya menganggukan kepalanya memberi izin dan membuat Yesung tersenyum lalu kembali mencium bibir mungil itu.
Tangan Yesung mulai membuka underwear Ryeowook sehingga junior yang menegang itu sudah terbebas sempurna. Yesung kembali meremas junior itu membuat Ryeowook semakin menggeliat dan mendesah.
Yesung mulai menurunkan ciumannya pada perut Ryeowook lalu menuju ke selangkangannya..
"Eunghh hyungghh…" desah Ryeowook sambil mencengkram kuat pinggiran sofa itu.
Tanpa buang waktu Yesung langsung menggulum dan menghisap junior Ryeowook yang telah menegang sempurna. Hisapan itu semakin dalam dan lidah nya sudah bermain dengan ujung junior Ryeowook memuat namja mungil ini semakin menggeliat hebat.
Ryeowook hanya menjambak rambut Yesung, menikmati setiap servis yang di berikan namjachingunya itu. Yesung merasakan junior dalam mulutnya itu mulai berkedut menandakan namja mungil itu siap untuk cum.
"Akhh.. hyunng..aku..akkh.." Ryeowook semakin melenguh saat Yesung mulai menghisap dalam dan akhirnya Ryeowook cum dalam mulut Yesung. Yesung melepaskan kulumannya pada junior Ryeowook dan langsung menyerang bibir mungil itu. Membagi cairan Ryeowook untuk dinikmati bersama.
"kau manis chagya…" Ucap Yesung sambil mengelap bibirnya dengan jarinya. Ryeowook hanya tersenyum.
"Kau mau mencobanya chagya?" Tanya Yesung sambil menjilati leher Ryeowook namun tangannya masih setia memberikan servis pada junior Ryeowook.
"eungh.. bo-boleh hyung?" ucap Ryeowook ditengah desahannya.
Yesung pun mengangkat tubuh mungil Ryeowook sehingga posisi mereka terbalik sekarang.
"tentu chagya, bermainlah.." Yesung tersenyum seakan membiarkan Ryeowook untuk mencoba bermain.
Ryeowook pun mulai melumat bibir Yesung. Tangannya langsung merobek kaus super tipis yang Yesung gunakan.
"Aish chagy.. ternyata kau tidak sabaran., akhh.." lenguh Yesung saat Ryeowook tengah menikmati nipple nya. Yesung hanya meremas pinggang Ryeowook membuat mereka semakin menempel.
"good chagyah.." Yesung mengelinjang saat Ryeowook memainkan lidahnya di perut sixpack Yesung. Ryeowook pun mulai menurunkan celana Yesung, membebaskan junior yang sudah sangat menegang itu.
"manjakan dia chagy.. Dia sudah tidar sabar.."
Mendengar itu Ryeowook pun tersenyum dan langsung menggulum junior Yesung yang cukup besar itu, memainkan lidahnya memutari ujung junior, dan memainkan tangannya pada twinsball Yesung membuat Yesung melenguh nikmat. Ryeowook semakin menghisap kuat..
"lagii chagyah.. terus..eunghh..ahhh.."
Setelah puas, Ryeowook kembali keatas menjilati dada bidang Yesung. Namun, Yesung kembali memutar posisi mereka, kembali pada posisinya sebagai seme. Yesung kembali melumat bibir itu dan menghisapnya. Tangan kirinya memilin nipple Ryeowook dan tangan kanannya memberikan servis kembali pada junior Ryeowook.
"eunggh.. hyunghh.." Ryeowook kembali melenguh saat Yesung kembali memberikan banyak kissmark di sekitar bahu dan dada Ryeowook.
"Chagyah.. aku ingin melakukannya sekarang.."
Ucapan Yesung membuat Ryeowook melotot kaget, Ia masih takut untuk melakukan itu. Ryeowook hanya menunduk. Yesung yang melihat itu memegang dagu Ryeowook membiarkan tatapan mata itu bertemu berusaha meyakinkan.
"Aku akan melakukan dengan lembut chagy.. Jebal.. Aku sudah tidak tahan.." mohon Yesung, akhirnya Ryeowook pun menganggukan kepalanya setuju.
Yesung kembali melumat bibir yang telah membengkak itu. Tanpa fikir panjang Yesung mulai membuka kaki Ryeowook lalu memasukkan satu jarinya pada single hole Ryeowook, menusuknya pelan.
"eunghh…hyung…sakitt… aakh" pekik Ryeowook sambil menjambak rambut sambil memejamkan matanya menahan rasa sakit itu. Yesung langsung menjilati leher Ryeowook lalu kembali melumat bibir mungil itu mengalihkan perhatian Ryeowook mencoba mengurangi rasa sakitnya. Setelah Ryeowook cukup tenang, Yesung kembali memasukkan jarinya sehingga 3 jarinya telah berada dalam hole Ryeowook lalu menggerakkannya.
"Akkhh.. hyunggiie… Ah.." pekik Ryeowook kembali, air mata telah meluncur dengan indahnya dari mata Ryeowook yang terpejam. Yesung mencium kelopak mata itu
"Sabarlah chagy, kau akan menikmatinya nanti.."
Setelah merasa cukup longgar, Yesung pun mengeluarkan jarinya dan langsung menggantinya dengan juniornya yang cukup besar itu.
"Aahh… euungghh…" lenguh Ryeowook saat merasakan junior Yesung mulai memasuki holenya.
"sstt.. uljima wookie baby, sedikit lagi ne?" Yesung terus menjilati leher Ryeowook untuk mengalihkan perhatian Ryeowook.
Setelah junior Yesung telah masuk sempurna dalam hole Ryeowook, Yesung pun mulai menyentaknya sehingga mengenai prostate Ryeowook. Ryeowook hanya bisa menggigit bibir bawahnya, melihat itu Yesung menjilat bibir bawah yang sudah di gigiti itu, membiarkan juniornya merasa nyaman di dalam sana terlebih dahulu.
Melihat Ryeowook mulai terbiasa dan juniornya juga telah nyaman, Yesung mulai menggerakan pinggulnya, menggerakkan juniornya in dan out dengan pelan.
"Eungh.." lenguh nikmat Ryeowook yang membuat Yesung dengan teratur mempercepat gerakannya.
"eumm hyungiie… ituhh.. disanahh.. ah.."
Lenguh Ryeowook lagi saat junior Yesung menemukan sweet spot nya.
"Eeum… terus hyung..eunghhh…"
Lenguhan Ryeowook seakan memerintah Yesung untuk semakin mempercepat gerakannya dan membuat Ryeowook semakin mendesah nikmat. Tangan Yesung juga tak diam, ia tengah mengocok junior Ryeowook yang mulai berkedut lagi.
"eunggh,,, hyung.. aku mau.. keluaarhh…" desah Ryeowook menikmati kocokan pada juniornya yang semakin berkedut.
"Hei chagy, kau curang, aku belum cum sama sekali baby…" Yesung mulai menutup ujung junior Ryeowook dengan jempolnya tak membiarkan namja itu cum lagi.
"Hyungiiehh.. jeball..eung…" lenguh ryeowook yang sudah tak sabar untuk cum
"sabar chagya, sebentar lagi..ah.." Yesung semakin mempercepat gerakan juniornya dalam hole Ryeowook, ia mulai merasakan juniornya juga tengah berkedut.
"eunghhh woonnie hyungg… jeball.. ahh.." Ryeowook semakin menggelinjang hebat sambil menggigit bibir nya,
"arra.. kita keluarkan bersama ne.." Ryeowook hanya mengangguk, ia sudah sangat lemas saat ini
"aahhh…." Pekik Yesung dan Ryeowook bersamaan saat mereka mengeluarkan sperma mereka bersamaan. Cairan Yesung telah memenuhi hole Ryeowook dan membuatnya semakin hangat, sedangkan cairan Ryeowook tertumpah di perut Yesung. Yesung menjilat jarinya yang juga terkena cairan Ryeowook.
"Kau hebat wookie baby.." UcapYesung sambil mengecup singkat bibir Ryeowook. Sedangkan namja mungil itu hanya mengangguk dan menstabilkan nafasnya yang memburu. Secara perlahan Yesung mulai mengeluarkan juniornya, kemudian bisa bernafas lega. Yesung kembali menidurkan dirinya di sebelah Ryeowook, masih dengan nafas terengah dan peluh yang memenuhi tubuhnya.
Yesung menarik tubuh mungil yang telah lemas itu dalam pelukannya kembali, mengelus lembut surai dark brown Ryeowook.
"Gomawo chagya.." bisik Yesung tepat disamping telinga Ryeowook.
"aku ingin tidur hyung.." ucap Ryeowook lirih.
"Ne, tidurlah…" Yesung semakin mengeratkan pelukannya membuat namja mungil itu nyaman dan mulai tertidur di sofa itu.
TMŁ
Seorang namja imut bermata kelinci –Sungmin- tengah menikmati Mocca floatnya di sebuah restoran di daerah Jung-gu ini. Ia baru menyelesaikan meetingnya dengan seorang sutradara yang ingin mengangkat karya terbaru Sungmin dalam layar lebar.
"Minnie…" panggil Leeteuk yang sedaritadi sibuk dengan berkas-berkas ditangannya,
"eum?" gumam Sungmin.
"Gwenchana?" Tanya Leeteuk sambil menatap mata sendu Sungmin.
"Gwenchana hyung.. kenapa bertanya seperti itu?" Sungmin menjawab sambil mengalihkan tatapannya pada jendela di samping meja mereka.
"Apa aku perlu memberikan kaca agar kau bisa melihat matamu yang bengkak itu?" Cibir Leeteuk membuat Sungmin hanya bisa menghela nafas panjang.
"Minnie, ceritalah padaku.. Apa yang kau rasakan. Walau aku tak bisa membantu tapi itu bisa meringankan fikiranmu.." ucap Leeteuk penuh perhatian.
Sungmin hanya terdiam, masih memperhatikan suasana riuh di luar restoran. Melihat itu Leeteuk hanya menghela nafas pasrah. Penulis kesayangannya ini selalu menyimpan semuanya sendiri, dia lebih sering menceritakan perasaannya pada selembar kertas daripada padanya.
"lusa.. lokasi syutting 'one night love' akan pindah ke pulau Jeju.. Sutradara menawariku untuk mengajakmu kesana.." ucap Leeteuk setelah mereka terdiam cukup lama.
"Aku tidak ikut hyung.." balas Sungmin singkat.
"Waeyo?" Tanya Leeteuk penuh selidik. Sungmin hanya menundukkan kepalanya.
"Minnie.." panggil Leeteuk setelah pertanyaannya di abaikan begitu saja oleh Sungmin.
"Aku tidak bisa hyung.. Aku tidak bisa melihatnya…" Sungmin membuka suaranya dengan sangat lirih masih menundukan wajahnya.
"Sebenarnya ada apa Minnie? Kau tidak pernah bersikap seperti ini.. Aku sudah sering mengatakan Kyuhyun hanya beracting.." Ucap Leeteuk sambil mengelus lembut rambut Sungmin.
"Hyung.. kau tidak mengerti perasaanku.." ucap Sungmin setengah merengek pada namja yang telah ia anggap hyung sendiri di hadapannya itu.
" Bagaimana aku mengerti perasaanmu jika kau tidak pernah memberitahukannya padaku eoh?" Ucap Leeteuk tajam membuat Sungmin semakin menunduk menyembunyikan wajahnya.
Kata-kata Leeteuk sedikit menusuk hatinya. Setelah terjun dalam dunia tulis menulis ini, Sungmin semakin jarang mengungkapkan perasaannya pada siapapun, ia lebih senang menggambarkan semua perasaannya dalam tulisannya dan itu memang membuat karya nya semakin hebat. Sejak dulu ia memang tak pernah ingin membagi kisah sedihnya pada orang lain, ia tak mau orang yang mendengarnya akan ikut sedih. Lebih baik hanya ia yang bersedih, itulah yang selalu di fikirkan namja imut ini.
Sedikit berbeda saat Ia bersama Kyuhyun dulu, ia selalu bisa mencurahkan semua perasaannya tanpa beban dan itu yang membuatnya semakin mencintai namja ikal itu. Namun sejak Kyuhyun sibuk dengan jadwal nya saat trainee dan setelah debutnya, membuat Sungmin lebih memilih menceritakan semua perasaan sedihnya dalam bentuk tulisan, Ia tak mau membuat Kyuhyun yang selalu khawatir saat ia sedih.
Sungmin meremas pants blue sea nya. Rasa sakit kembali menyeruak saat mengingat kebersamaannya dengan Kyuhyun. Ia sangat merindukan itu.
"Minnie.." panggil Leeteuk lembut.
"Berusahalah membuka dirimu.. Kau tidak harus membagi semua kesenanganmu padaku, kau juga bisa membagi kesedihanmu Minnie.." ucap Leeteuk lagi.
"Hyung… Aku.. Aku pergi duluan.. " ucap Sungmin seraya berdiri, membungkuk memberi salam lalu mulai beranjak pergi.
"Minnie.." panggil Leeteuk saat Sungmin telah melewatinya. Namun panggilannya tak di hiraukan Sungmin. Ia terus melangkahkan kakinya menuju mobilnya, dan langsung melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi.
Sungmin memijit pelan pelipisnya yang berdenyut dengan tangan kirinya. Tatapannya masih tetap focus pada jalan di depannya, tangan kanan masih sempurna mengemudikan mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi tersebut.
Drrtttt…. Drrrtttt…..
Smartphone Sungmin bergetar hebat di atas dashboard mobil. Dengan malas Sungmin menerima in calling itu setelah melihat nama callernya.
"yeoboseyo.." ucap Sungmin.
"Hyung.. eodisoyo?" Tanya suara di sebrang.
"aku dijalan wookie-ah.. waeyo?" jawab Sungmin seraya bertanya,
"Apa kau sibuk hyung?" Tanya Ryeowook lagi
"Anii.. waeyo eum?"
"Hyung.. temani aku ne?"
"Temani? Kemana?"
"ke Mnet Hyung… Aku ingin menemui Yesung hyung, tapi tadi Yesung menyuruhku untuk mengajakmu, ada yang ingin ia bicarakan denganmu katanya.." Jelas Ryeowook panjang lebar membuat Sungmin mengernyit bingung
"Aku?" gumam Sungmin
"Ne hyung.," Jawab Ryeowook pasti
"Arrasso., aku kesana.. Tunggu aku.." Jawab Sungmin lalu memutuskan sambungan telfon itu. Sungmin mulai memutar arah menuju ke Mnet building.
TMŁ
2 namja imut dan manis tengah memutari sebuah gedung yang terlihat besar dan tak berujung ini. Sungmin dan Ryeowook telah berputar-putar dalam Mnet building ini hanya untuk mencari 1 ruangan yang tak kunjung ditemui.
"Aish hyung.. Aku lelah.." keluh Ryeowook sambil menyenderkan tubuhnya pada dinding di sebelahnya. Sungmin hanya bisa menghela nafas. Ini pertama kalinya ia kemari dan ia tak mengerti kenapa gedung ini seakan memutar.
"Wookie, sebaiknya kau hubungi Yesung hyung lagi…" perintah Sungmin. Ryeowook mengangguk lalu mulai mendial smartphone nya. Sudah 3 kali ia menghubungi Yesung namun tidak ada jawaban dan itulah yang menyebabkan 2 namja ini tersesat.
Ryeowook menghela nafas kesal lalu menggelengkan kepalanya dan itu menjadi tanda bagi Sungmin bahwa panggilan itu kembali tak dijawab. Mereka kembali melangkahkan kaki mencari waiting room.
Setelah bertanya beberapa kali, akhirnya mereka menemukan beberapa waiting room para artis dan itu membuat keduanya terlonjak senang.
"Sekarang hanya mencari waiting room namja menyebalkan itu.." ucap kesal Ryeowook. Sungmin hanya tersenyum melihat tingkah kesal dongsaengnya itu.
Mereka menyelusuri lorong dan melihat setiap ruangan yang telah dipasangkan nama artis yang menempati waiting room tersebut.
Ryeowook melangkahkan kakinya cepat, ia benar-benar kesal pada namja yang sudah seenaknya menyuruhnya datang membawakan makanan dengan ancaman mogok makan itu. Sungmin hanya mengekor di belakang Ryeowook, pandangannya berkeliling ke setiap pintu mencari nama 'Yesung'.
Namun langkah Sungmin terhenti tepat di depan pintu sebuah waiting room bertuliskan 'Cho Kyuhyun' itu. Jantungnya serasa memompa darah lebih cepat. Ia tak tau jika namja yang ia rindukan itu juga berada dalam gedung ini. Ia memandang pintu yang tidak tertutup sempurna itu. Hatinya menyuruh untuk masuk namun kakinya masih terasa kaku. Tangan Sungmin sudah menjulur ingin membuka pintu tersebut.
"Ah oppa~ jangan begitu.."
Namun sebuah suara terdengar sangat jelas dari dalam ruangan itu, membuat tubuh Sungmin semakin membeku. Suara yeoja yang sangat familiar di telinganya.
"Kyu oppa~ geli.. hahhaa"
"Wae? Kau tidak suka eoh?"
"Anii.. Ini enak.. Aku suka.. sangat manis.."
"Jinja? Kalau begitu nikmati saja.."
"Kau benar-benar baik oppa.."
"hahaha, tentu saja. Ini special untukmu"
"Gomawo oppa…"
DEG
DEG
Jantung Sungmin benar-benar bisa meledak saat ini juga. Percakapan dengan nada manja dan tawa riang itu membuat hatinya seperti di tusuk ribuan pisau.
TES
Air mata jatuh kembali dari mata bunny Sungmin. Air mata terus meluncur dengan sangat indahnya, membasahi kedua pipi putihnya dengan sempurna. Isakan kecil yang tak tertahankan mulai keluar dari bibir pulm nya itu.
'Kenapa bisa begini? Kenapa? Kyuniie~' kata-kata itu terus terucap dalam batinnya.
"Hyung!" Pekik nyaring seorang Ryeowook dengan nada kesal.
"Hyung! Apa yang kau lakukan disana? Kajja…" Panggil Ryeowook lagi yang harus kembali saat ia menyadari Hyungnya itu tak berada di belakangnya dan ia justru menemukan sang hyung berdiri mematung di depan sebuah pintu.
Ryeowook mulai mendekati Sungmin saat panggilannya tidak di tanggapi sedikit pun. Dengan langkah kesal Ryeowook berjalan kearah Sungmin. Namun Ryeowook harus terlonjak kaget saat melihat Hyungnya tengah menangis dashyat dalam diam. Wajah Sungmin memerah dan telah basah oleh air mata. Mata merah Sungmin masih menatap kosong pintu didepannya.
"Hy-Hyung.." panggil Ryeowook hati-hati sambil menyentuh pundak Sungmin.
"Wookie.. aku.. aku pulang duluan.." Ucap Sungmin sambil terisak membuat Ryeowook semakin khawatir. Setelah mengatakan itu Sungmin mulai melangkahkan kakinya cepat dan pergi dari tempat itu.
"Hyung!" Teriak Ryeowook mulai melangkahkan kakinya mengejar langkah Sungmin. Namun ia menghentikan langkahnya dan niatnya untuk mengejar Sungmin saat ia tak melihat bayangan Sungmin lagi. Ryeowook menoleh dan kembali ke depan pintu itu dengan tatapan marah. Ia melihat nama yang tertulis di depan ruangan itu, amarahnya semakin memuncak.
BRRAAKKKK
Dengan sangat kasar Ryeowook membanting pintu di hadapannya itu.
"YAK! CHO KYUHYUN!" Teriak Ryeowook penuh emosi dan mata yang sudah berair, membuat beberapa orang di dalam ruangan itu terlonjak kaget. Namun itu tidak berlaku bagi Kyuhyun yang tengah menyenderkan kepalanya pada senderan sofa sambil memejamkan matanya, berusaha menstabilkan hatinya yang juga terasa berdenyut.
Dengan langkah kesal Ryeowook menghampiri Kyuhyun dan bersiap memukulnya jika seseorang tidak memeluknya dari belakang sambil mencengkram tangannya.
"Ssst Chagya.. tenanglah.." Sebuah suara tepat di samping telinganya membuat sedikit tenang, suara Art of Voice itu.
"Tenanglah Wookie baby.." Ucap Yesung lagi berusaha menenangkan namjachingunya yang tengah dalam amarah besar saat ini.
"Yak Kyuhyun! Apa yang kau lakukan sampai Minnie Hyung menangis seperti itu?" Pekik Ryeowook lagi dengan isakan yang tidak bisa ditahan lagi.
Kyuhyun mulai membuka matanya dan menegakan posisi duduknya, menatap seorang Ryeowook yang tengah menangis dan menatapnya marah.
"Tenanglah Wookie Hyung.. Aku hanya melakukan apa yang Minnie inginkan.." Ucap Kyuhyun tenang.
"Mwo? Kau gila eoh!" Bentak Ryeowook lagi sambil menghentakkan tangannya dari cengkraman Yesung. Ia sungguh ingin memukul namja yang berada di depannya ini. Pelukan Yesung terlepas, namun Yesung kembali menarik Ryeowook kembali dalam pelukannya. Mengelus surai rambut Ryeowook.
"Woonie Hyung lepaskan aku.. hiks.. " Isak Ryeowook dalam pelukan Yesung.
"Anii.. Tenangkan dulu fikiranmu, baru ku lepaskan.." Ucap Yesung pelan dan tenang.
Selama beberapa saat ryeowook menangis dalam pelukan Yesung, membasahi costume yang akan di kenakan Yesung saat tampil nanti.
Setelah merasa Ryeowook tenang, Yesung pun melepaskan pelukannya. Menghapus jejak air mata di wajah mungil ini.
"Sudah tenang? Bicara kan baik-baik., Arra?" Ucap Yesung sambil tersenyum lembut membuat Ryeowook mengangguk patuh.
"Oke Kyu.. Aku sudah menyelesaikan tugasku.." Ucap Yesung lagi kepada Kyuhyun yang menatap mereka dengan tatapan lembut.
"Ne.. Gomawo Sungie Hyung.." Balas Kyuhyun sambil tersenyum manis.
"Mwo? Tugas?" Pekik Ryeowook kaget.
"Yak! Sebenarnya ada apa? Cho Kyuhyun jelaskan padaku!" Bentak Ryeowook lagi
"Aish Hyung, bisakah kau tidak membentakku terus?" Tanya kyuhyun malas.
"Tidak! Karena kau pantas di bentak!" Pekik Ryeowook lagi. Kyuhyun hanya menghela nafas pasrah.
"Yak, Woonie hyung.. Tugas apa? Kenapa kau ada disini? Apa yang terjadi?" Ryeowook balik membombardir Yesung dengan pertanyaannya, Yesung hanya menjawab dengan senyuman lembut nan penuh arti membuat Ryeowook semakin kesal sambil menggembungkan pipinya.
"Sudah ku bilang Hyung, aku hanya melakukan apa yang Sungmin inginkan pada akhirnya.." Kyuhyun kembali membuka suaranya.
"Maksudnya?" Tanya Ryeowook sambil memiringkan kepalanya bingung.
"Tanyakan saja pada Minnie Hyung apa yang ia inginkan di masa depan." Jawab Kyuhyun santai.
"Yak bocah! Kau membuatku pusing! Dan.. Siapa dia?" Ucap Ryeowook frustasi lalu kembali membentak sambil menunjuk seorang Yeoja yang sedang santai menikmati beberapa chocolate cake nya.
"Yak! Jangan menatapku begitu oppa! Aish Kyu oppa,, sekarang satu orang lagi membenciku.." keluh kesal MinJi karena ditatap marah oleh Ryeowook.
"Dia Han MinJi… sepupuku.." ucap Kyuhyun menjelaskan tanpa menjawab keluh kesah MinJi yang kembali menikmati cake nya.
"Mwo?" pekik Ryeowook lagi. Ia masih mengernyit bingung.
"Aish chagya, hari ini kau banyak sekali berteriak.." protes Yesung sambil melangkahkan kaki lalu mendudukan dirinya di samping Kyuhyun.
"Tenang.. em.. wookie oppa ne? Aku dan Kyu oppa hanya sebatas saudara.. Jadi berhenti menatapku dengan tatapan membunuhmu.. ne?" ucap MinJi sambil tersenyum menampilkan gigi putihnya yang tersusun rapi.
"Lalu.. Kenapa beberapa hari ini Minnie Hyung menangis? Jawab aku!" Perintah Ryeowook lagi.
"Sudah ku bilang wookie hyung.. Aku hanya ingin Minnie Hyung menyadari dan jujur akan sesuatu hal padaku dan aku juga akan memberikan semua yang ia impikan di masa depan.." ucap Kyuhyun pasrah dan lelah memberitahu namja mungil di depannya ini.
"Apa yang di inginkan?" Tanya Ryeowook penuh selidik.
"lihat saja di laptopnya.." Jawab Kyuhyun malas sambil menyenderkan punggungnya kembali di sandaran sofa.
"Laptop? Apa hubungannya?" Ryeowook semakin kebingungan dengan jawaban Kyuhyun yang tidak langsung to the point tersebut.
"Aku menemukan sebuah rahasia besar di laptopnya, dan itu membuatku sedikit kesal dan sakit.." Ucap Kyuhyun sambil memejamkan matanya kembali.
"Rahasia?" gumam Ryeowook pelan. Tak ada yang membuka suara lagi, membiarkan tanda Tanya di kepala Ryeowook semakin membesar.
Ryeowook pun hanya terdiam, berusaha mencerna sebenarnya apa yang terjadi, Ia masih tak mengerti sedikit pun. Ia tak mendapat jawaban apapun dari pertanyaannya namun mendapat sebuah jawaban-jawaban aneh yang semakin membuatnya bingung.
"Jadi besok last stage dan konfrensi pers mu Kyu?" Tanya Yesung memecah keheningan yang terjadi, Kyuhyun hanya mengangguk mengiyakan.
"Ne hyung… dan semuanya akan segera berakhir." Ucap Kyuhyun lirih, Yesung pun membalasnya dengan senyuman manis.
"last stage?" Tanya Ryeowook lagi dengan sangat bingung.
"ne., aku… akan berhenti dari dunia hiburan hyung.." Kyuhyun hanya menjawab santai sambil mengeluarkan PSP nya, berniat memainkannya untuk menenangkan fikiran dan hatinya saat ini.
"MWO? BERHENTI DARI DUNIA HIBURAN?" Teriak Ryeowook dengan nada tinggi 10 oktafnya, membuat Yesung dan MinJi langsung menutup matanya kaget, dan Kyuhyun yang hampir membanting PSP kesayangannya itu hanya mendelik horror kearah Ryeowook yang tengah melotot kaget meminta penjelasan.
~TBC~
Selesai~! Hahaha
Plotnya semakin cepat, okeesip.. Hye ingin segera menyelesaikannya ceritanya.. XD
Apa YeWook Shipper sudah puas? Apa masih kurang? -_-
Di chap ini YeWook lebih mendominasi.. Bersabarlah untuk para KMS #dikeroyokKMS
Dan lagi-lagi Kyu membuat Ming nangis, fuuh… Hye tak bisa membuat Kyu lebih tersiksa lagi dari ini, dia uda tersiksa kok… Hahaha
Jeongmal gomawo untuk semua Readerdeul yang masih setia menunggu Fic ini~^^
Ohya, untuk para readerdeul yang menanyakan kelanjutan FF Hye yang lainnya, Jeongmal Mianhae, Hye belum bisa update dalam waktu dekat ini. Hanya Fic ini yang ada dalam FD Hye, yang lainnya ada di rumah dan Hye lagi gak dirumah, so.. Jeongmal Mianhae.. T^T
And the last…
Mind to Riview again for this Chap? ^^
Gomawo *Bow
RnR Please~!
Special Thanks to :
hyuknie, WieLoveWolfBunnySelamanyah, Day KyuMin's Fujoshi, Guets -Ryeosung Couple YeWook, Kim Soo Hyun, Ms. KMS, olive1315, kyumin forever, sha, mitade13, triple3r, vina8402, winecoup134, kyurin Minnie, Chikyumin, lee kyuzha, 0203, shin ah gi, Evilkyu Vee, Eunnida, Tomy, BbuingBbuing137, Finda Bunnyhee, is0live89, key-kouru, RirinYeWooKyuMin, niyalaw, dhianelf4ever, ayachi casey, Evil Thieves, Rima KyuMin Elf, Princess kyumin and All who call 'Guest'
