TRUST MY LOVE

"NAE SARANG EUL-MIDYEO"

Present

Main Pairing : Kyuhyun X Sungmin/KYUMIN/

Slight : Yesung X Ryeowook/YEWOOK/

Rated : T to M

Genre : Romance, Friendship

Warn : Boy X Boy, Yaoi, Boys Love, Typo(s), Boring

Disclaim : This Cast isn't Mine. But This plot is mine!

~Don't Like Don't read~


Annyeong~! ^^

Okee, sudah Ch 6 aja,.. Hehe

Wah, di chap ini akan memberikan clue untuk readerdeul yang penasaran. Jadi ayo tebak lagi~! Hahaha

Yesungdah….

Enjoy Reading~!


TMŁ

Suara indah mengalun lembut di sebuah Apartemen. Suara lembut nan pelan yang keluar dari petikan gitar itu mampu membuat ruangan ini menjadi lebih tenang dan nyaman. Seorang namja imut tengah menarikan jari-jari indahnya pada sebuah gitar dan terkadang ikut bernyanyi kecil. Lee Sungmin, namja itu tengah menikmati semilir angin dari balkon Apartemennya sambil memainkan sebuah gitar. Memetiknya hingga mengeluarkan nada-nada yang indah.

Jarinya terus menari dengan indah walau matanya tengah terpejam. Suara indah dan menenangkan juga terkadang ia keluarkan dari mulut mungilnya itu. Setelah menyelesaikan beberapa lagu, ia menghentikan tarian jarinya pada senar gitar dan mulai membuka matanya, mendongakkan wajahnya memandang langit biru yang di hiasi awan putih yang berjalan tenang. Sungmin tersenyum kecil melihat awan-awan tenang itu.

"Neomu Yeopo.."

Tiba-tiba seorang namja memeluknya dari belakang, membisikan sesuatu tepat di samping telinga Sungmin lalu meletakkan dagunya pada pundak Sungmin. Sungmin hanya tersenyum lembut mendapatkan pelukan hangat itu.

"Kajja, kita bernyanyi bersama BunnyMin.." ucap namja itu lembut sambil mengecup pipi chubby Sungmin, Sungmin tertawa renyah.

"Bernyanyi? Kau mau lagu apa Kyunnie?" Tanya Sungminsambil mulai mengetes nada di gitarnya lagi

"eum., apa ya?" gumam Kyuhyun.

"Minnie Hyung…" panggil Kyuhyun lagi sambil mengeratkan pelukannya dan mengecup pipi Sungmin lagi.

"Wae kyunnie-ah.. Kau manja sekali eoh?" Sungmin hanya tersenyum masih focus pada gitarnya.

"biarkan saja,.. Aku mau bermanja terus pada BunnyMin ku seorang…" Ucap Kyuhyun lagi membuat Sungmin tertawa kecil.

"BunnyMin hanya milik Kyu selamanya.. Kita akan menjadi satu nantinya, dan tidak akan ada rahasia di antara kita. Arrasso?" Lanjut Kyuhyun lagi sambil menggoyangkan badannya membuat Sungmin pun ikut bergoyang. Sungmin tersenyum mendengar semua penuturan Kyuhyun itu.

"Saranghae.." bisik Kyuhyun sangat lembut tepat di samping telinga kanan Sungmin, membuat namja kelinci itu bersemu merah.

Kyuhyun melepaskan pelukannya, lalu melangkah menuju depan Sungmin dan menatap mata bunny yang sangat indah itu sambil tersenyum manis dan childish.

"nado babyKyunie.." Balas Sungmin menunjukan senyumannya. Kyuhyun pun mendekatkan wajahnya pada Sungmin, mendaratkan bibirnya pada bibir pulm Sungmin. Ciuman yang hangat dan lembut dengan sedikit lumatan yang nikmat, ciuman yang ditemani dengan angin sejuk yang terus berhembus dan menerpa tubuh keduanya, suasana yang nyaman dan tenang.

TMŁ

Lee Sungmin terduduk di atas ranjang empuknya, nafanya memburu, dan matanya membulat. Ia baru saja terbangun dari mimpinya yang indah namun juga menyakitkan entah karena apa. Setelah kejadian di Mnet building itu, Sungmin langsung kembali ke Apartemen. Mengunci dirinya di kamar, menangis dan mengeluarkan semua kesedihannya sehingga akhirnya ia tertidur karena lelah.

Namun sekarang ia harus terbangun karena sebuah mimpi, ah tidak.. Mimpi itu pernah terjadi dulu, dan sekarang memory itu muncul kembali dalam mimpinya. Ia terlalu merindukan sosok yang tengah muncul di mimpinya tadi.

"hiks.. Kyunnie… hiks.." gumamnya sambil meremas selimaut yang ia gunakan.

Sungmin segera menghapus air matanya saat pintu kamarnya mulai terbuka dan menampilkan sosok namja mungil dengan raut wajah cemas dan khawatir.

"Hyung, kau sudah bangun?" Tanya Ryeowook masih berdiri di ambang pintu kamar Sungmin.

"Ne, Wookie.." Jawab Sungmin singkat sambil menunjukkan senyuman yang sangat ia paksakan. Ia tahu Ryeowook sudah sangat khawatir pada dirinya saat ini dan ia tak ingin menambah kekhawatiran itu lagi. Ryeowook mulai berjalan mendekati ranjang Sungmin dan duduk di pinggirannya.

"Minnie Hyung, gwenchana?" Tanya Ryeowook hati-hati. Ia tak tau apa yang terjadi pada Hyung nya ini kemarin, ia sampai di Apartemen pada malam hari dan Sungmin sudah tertidur dikamarnya.

"Ne, gwenchana…" Jawab Sungmin sambil mengelus lembut surai rambut Ryeowook.

"Jangan memasang wajah seperti itu lagi. Aku baik-baik saja Wookie.. Kajja senyum…" Ucap Sungmin riang, tangannya menjulur pada wajah Ryeowook membuat sebuah ukiran senyuman disana. Ryeowook hanya terdiam namun sedetik kemudian ia langsung memeluk erat tubuh Sungmin. Sungmin yang telah terbiasa dengan sikap dongsaengnya ini hanya tersenyum kecil masih sambil kembali mengelus rambut dark brown Ryeowook.

"Hyung.." panggil Ryeowook lirihyang dijawab dengan gumaman keil dari Sungmin.

"Jangan memaksa untuk tersenyum jika kau sedang tak menginginkannya Hyung…" Ryeowook semakin mengeratkan tubuh Sungmin yang rapuh saat ini, Ia tahu seberapa sakitnya Sungmin saat ini dan hanya ini yang bisa ia berikan.

"Haha, kau ini bicara apa wookie-ah.." Sungmin hanya tertawa kecil mendengar ucapan Ryeowook. Ryeowook melepaskan pelukannya dan menatap kesal Sungmin yang tak mau terbuka itu.

"Yak! Aku memang sedih kemarin tapi sekarang aku baik-baik saja jadi aku bisa tersenyum.. Arra?" Jelas Sungmin saat melihat ekspresi kekesalan dari Ryeowook.

"Jinja?" Tanya Ryeowook meyakinkan dib alas dengan anggukan mantap oleh Sungmin, Ryeowook mau tak mau ikut tersenyum melihatnya walau ia yakin Sungmin hanya sedang menenangkannya.

"Ah Hyung, Aku yakin kemarin kau tidak makan malam kan?" Tanya Ryeowook yang kembali dibalas dengan anggukan Sungmin.

"Kajja,, Aku sudah memasakkan banyak makanan untukmu.. Ppalli.. Ppalli…" Ryeowook menarik-narik tangan Sungmin untuk berdiri dari ranjangnya dan mengikutinya kedapur untuk menyantap berbagai masakan yang memang sepsial Ryeowook masakan untuk Hyungnya ini. Mau tak mau Sungmin pun bangkit dan mengikuti Ryeowook.

Setelah mencuci mukanya, Sungmin masuk kedapur yang disambut dengan seorang Ryeowook yang sedang tersenyum senang persis seperti anak kecil tengah duduk di meja makan sambil melambaikan tangannya.

"Kajja, makanlah Minnie Hyung.." Ucap Ryeowook sambil memberikan sumpir kepada Sungmin untuk mulai memakan masakannya. Ada beberapa masakan yang telah tersaji di meja makan, nasi goring kimchi, bulgogi, samgyetang dan japche.

Sungmin mengernyit heran saat melihat banyaknya masakan yang Ryeowook sajikan untuk sarapan pagi ini.

"Wookie., tumben kau masak sebanyak ini?"Tanya Sungmin heran.

"Ne, Hyung.. Aku sudah mulai liburan semester, jadi daripada aku bosan lebih baik aku memasak ini semua.. Kajja. Makan yang banyak ne?" Ucap Ryeowook senang. Sungmin hanya menggelengkan kepalanya tak habis fikir.

"Kita tidak mungkin menghabiskan makanan sebanyak ini wookie-ah.." ucap Sungmin memulai memakan beberapa potong bulgogi nya.

"emm, ne, nanti aku akan mengantarkan makanan ini untuk woonie hyung juga, jadi kau tenang saja Hyung.." Ryeowook pun mulai memakan samgyetangnya. Sungmin hanya mengangguk mengerti masih terus menikmati berbagai masakan lezat dihadapannya ini.

"Hyung…" panggil Ryeowook.

"Wae?" Tanya Sungmin singkat

"emm, bagaimana kalau kita liburan, kita sudah lama tidak liburan Hyung.. sekarang aku sedang libur., jadi kita liburan ne?" Rengek Ryeowook meminta untuk liburan.

"kemana eum?" Tanya Sungmin masih menikmati kimchi nya.

"Kita ke Jeju-do saja.., Yesung Hyung mengajakku kesana besok, tapi aku juga ingin Hyung ikut.. ne? ne?" Ryeowook kembali membujuk sambil menggunakan jurus aegyo nya.

Mendengar itu, Sungmin menghentikan acara makannya. Ia menatap mangkuk nasi yang Ia pegang seakan memikirkan satu hal. Ya, ia teringat akan ucapan Leeteuk yang mengajaknya ke Jeju esok untuk melihat syutting 'One Night Love' yang berpindah lokasi kesana.

"Hyung!" Panggil Ryeowook saat melihat Sungmin tidak menanggapinya tetapi melamun.

"eh?"gumam Sungmin yang kembali kedalam dunia nyata.

"Ish Hyung melamun…" decak kesal Ryeowook sambil mengerucutkan bibirnya

"A-ah.. Mianhae Wookie-ah.." Sungmin kembali melanjutkan acara makannya.

"Hyung, bagaimana? Kau ikut kan?" Tanya Ryeowook riang.

"Eh.. em.., Mianhae Wookie-ah.. Aku tidak bisa.. Kau saja yang pergi ne?" Tolak Sungmin lembut namun membuat Ryeowook menekuk wajahnya lagi.

"Hyung.. Jebal.. Ikut ya.. Minnie Hyung…." Rengek Ryeowook sambil menautkan kedua tangannya di dada seakan memohon. Sungmin hanya tersenyum lalu berdiri dari kursinya, membereskan alat makan yang baru saja ia gunakan. Ryeowook terus merengek agar Hyungnya ini bisa ikut.

"Mianhae.. Aku tidak bisa.." Ucap Sungmin lagi sambil mengacak rambut Ryeowook lalu berjalan meninggalkan dapur masuk kembali ke kamar tak mempedulikan tatapan kesal dari Ryeowook.

"huh.. kau memang keras kepala Minnie Hyung,.." gumam Ryeowook pelan.

Setelah itu, ia mengambil smartphone miliknya dari dalam saku celana, lalu mendial beberapa nomor.

"Kyu.." panggil Ryeowook saat terdengar suara disebrang

"Aku gagal. Mianhae…" desah pasrah Ryeowook. Beberapa detik kemudian ia memutuskan sambungan ponselnya sambil menatap pintu kamar Sungmin seraya tersenyum senang.

Sungmin merebahkan tubuhnya secara kasar pada ranjangnya. Memejamkan matanya dan memijit pelan pelipisnya. Ini adalah bulan yang sangat melelahkan baginya.

Liburan…

Sepertinya ia memang membutuhkannya saat ini, apalagi ke Jeju-do. Itu adalah tempat favorite Sungmin, pemandangan yang luar biasa, tempat yang tenang dan nyaman. Sungguh ia ingin ke tempat itu, namun apa day keegoisan memenuhi dirinya saat ini. Ia bersi kekeuh tidak ingin ketempat itu saat ini. Ia justru takut hatinya semakin sakit jika pergi ke tempat itu.

Drrtt… ddrrrttt….

Ranjang Sungmin serasa bergetar saat smartphone yang Sungmin letakkan di bawah bantal itu bergetar.

Dengan malas Sungmin menerima panggilan itu tanpa melihat incaller name.

"yeoboseyo?" Ucap Sungmin masih menutup matanya. Beberapa detik tidak ada jawaban dari sebrang membuat Sungmin mengernyit bingung.

"BunnyMin" Akhirnya setelah beberapa saat tak ada suara sedikit pun, sebuah suara muncul dan langsung membuat Sungmin terlonjak kaget hingga terduduk. Sungmin kaget dengan suara yang memanggilnya barusan, untuk memastikan Sungmin melihat layar ponselnya, Sungmin pun menghela nafas senang dan kaget bersamaan

"Kyu.." panggil Sungmin saat tak ada suara dari sebrang lagi.

"datanglah ke taman. Aku tunggu ne?" Ucap Kyuhyun seraya memerintah.

"Mwo? Kyu…" Ucapan Sungmin terhenti begitu saja saat sambungan mereka di putus secara sepihak membuat Sungmin mendengus kesal. Namun, Sungmin tetap bangkit dari ranjangnya mulai bersiap untuk pergi ke tempat yang di perintahkan oleh sang namjachingu nya itu.

TMŁ

Dengan tergesa-gesa Sungmin melangkahkan kakinya memasuki kawasan taman. Ia tahu saat ini ia sangat telat untuk datang. Salahkan seseorang yang datang ke Apartemennya untuk melakukan servis bulanan sehingga Sungmin harus menunggu orang itu menyelesaikan tugasnya.

Taman yang indah namun selalu tenang dan nyaman, itulah yang selalu terjadi pada taman ini. Bukan karena sepi pengunjung, namun taman ini memang di khususkan untuk seseorang yang mencari ketenangan sehingga tak ada keributan yang terdengar.

Sungmin melewati beberapa blok taman, melangkahkan kakinya pada tempat yang biasa mereka kunjungi. Gazebo putih yang terletak di tengah taman lumayan luas ini. Sungmin terdiam saat Ia sampai di depan gazebo tersebut. Sungmin mulai mengontrol detak jantungnya yang berdetak kencang akibat berlari dan nafasnya yang memburu. Ia hanya terdiam menatap punggung namja yang tengah berdiri di dalam gazebo itu. Seorang namja yang sangat ia rindukan, ingin sekali ia langsung berhambur memeluknya namun entah mengapa kaki nya serasa membeku saat ini.

Saat merasakan kehadiran orang lain, namja yang tengah berdiri membelakangi Sungmin itu pun mulai menoleh. Ia tersenyum lembut sambil menatap namja imut yang masih berdiri di luar gazebo.

"Minnie Hyung, apa yang kau lakukan disana?" Tanya nya masih dengan senyum lembutnya

"Kyunie.." gumam Sungmin sangat pelan.

"Yak nae Bunny! Kajja, kemarilah.." ucap Kyuhyun lembut.

Mendengar itu, Sungmin mulai melangkahkan kakinya masuk ke gazebo putih itu. Kyuhyun kembali memutar badannya membelakangi Sungmin, memandang kearah air mancur.

Hening..

Tidak satu pun di antara mereka yang mengeluarkan suara indahnya. Keadaan menjadi canggung. Kyuhyun yang terus memperhatikan entah apa yang berada di depannya, sedangkan Sungmin hanya memandang focus kepada punggung namja itu.

"Minnie Hyung…" Akhirnya Kyuhyun mengeluarkan suaranya dengan sangat lirih. Sungmin hanya bergumam kecil menanggapi panggilan itu.

"Aku merindukan tempat ini.." Ucap Kyuhyun masih dengan lirihnya seraya memejamkan matanya menikmati angin yang menerpa wajah tampannya.

"Sudah 1 tahun lebih aku tidak kemari.." lanjut Kyuhyun lagi sambil menyenderkan tubuhnya pada pembatas gazebo ini. Sungmin masih terdiam membiarkan namja itu untuk mengeluarkan semua yang ingin ia katakan.

"Apa kau masih sering kemari Hyung?" Tanya Kyuhyun

Sungmin mulai berjalan mendekati namja itu, berdiri tepat di samping Kyuhyun lalu meletakan kedua tangannya di pembatas gazebo, ikut menikmati angin yang berhembus kencang itu.

"Ne, beberapa kali aku kemari.." ucap Sungmin singkat.

"Sendiri?" Kyuhyun kembali bertanya, menghilangkan suasana canggung yang terjadi tadi.

"Eumm.." gumam Sungmin sambil menganggukan kepalanya.

Kyuhyun tersenyum tipis melihat itu, namun ada perasaan sedih yang menyelusup dalam hatinya. Membiarkan seseorang yang sangat di cintainya itu melakukan semua hal sendiri, tak ada yang bisa ia lakukan bahkan untuk selalu berada disampingnya pun ia tak mampu.

"Kyunnie~" Panggil Sungmin sambil melambaikan tangannya di depan wajah Kyuhyun untuk menyadarkan Kyuhyun yang tengah melamun.

"Hyung.." gumam hanya tersenyum manis sambil memiringkan kepalanya seakan bertanya ada apa.

"Apa ada yang ingin kau katakan padaku?"Tanya Kyuhyun sambil menatap tajam namun lembut kedalam manic hitam Sungmin. Sungmin yang melihat itu hanya terdiam, ia tak tau harus mengatakan apa.

"Kyunnie.." Mata Sungmin berubah menjadi sendu. Ia takut Kyuhyun masih marah padanya, Ia masih tak mengerti mengapa Kyuhyun marah saat itu.

"Apa kau masih marah?" Tanya Sungmin sangat lirih sambil mengalihkan tatapannya menjadi menatap lantai kayu gazebo ini.

"Hyung.. matamu sembab.." Bukannya menjawab Kyuhyun justru menjulurkan tangannya menyentuh mata Sungmin yang sedikit bengkak. Sungmin hanya menundukan kepalanya.

Melihat itu, Kyuhyun memutar tubuhnya menghadap Sungmin lalu menarik Sungmin dalam pelukannya.

"Hyung, katakan apa yang ingin kau katakan padaku sekarang.. Semuanya Hyung.. Jebal.." Ucap Kyuhyun lirih.

"Mwo? Apa maksudmu Kyu?" Tanya Sungmin tidak mengerti dengan ucapan Kyuhyun.

"Hyung… Kau tau apa yang ku rasakan? Aku merasa hubungan kita merenggang Hyung.. Aku dan kau sama-sama sibuk dengan dunia kita masing-masing" Kyuhyun melepaskan pelukannya lalu kembali mengalihkan tatapannya pada air mancur di depan sana. Mendengar kata-kata Kyuhyun, Sungmin hanya menundukan kepalanya.

"Kita tak pernah pergi bersama lagi., bahkan aku sudah jarang mendengar cerita-cerita mu Hyung.. Apa keputusan ku menjadi artis salah ya Hyung?" Lanjut Kyuhyun lagi dengan wajah sendu.

"Kyu~" gumam Sungmin saat memperhatikan wajah Kyuhyun yang berubah sedih.

"Apa kau tidak sedih saat kita tak bertemu beberapa bulan Hyung?" Tak mempedulikan gumaman Sungmin, Kyuhyun terus mengeluarkan suara indahnya, entah apa yang ia fikirkan saat ini.

"Tentu saja aku sedih.." Sungmin langsung menjawab sebelum Kyuhyun akan berbicara lagi. Kyuhyun hanya diam namun bisa terlihat senyuman tipis terukir diwajahnya.

"Apa kau akan tetap mendukung karirku walau setelah ini kita semakin tidak bisa bertemu karena jadwalku akan semakin padat?" Tanya Kyuhyun sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan melihat reaksi Sungmin hanya dengan ekor matanya.

"Sekitar 1 tahun aku tidak akan berada di Seoul Hyung, entah kapan aku akan kembali. Walaupun kembali, aku tak yakin memiliki waktu bebas.." Ucap Kyuhyun dengan santainya.

Sungmin membelalakan matanya saat Kyuhyun mengucapkan hal itu. 1 tahun? Kyuhyun tak pernah pergi selama itu, paling lama 2 bulan mereka tidak bertemu dan itu sudah membuat Sungmin harus mendesah kesal setiap hari, bagaimana dengan 1 tahun?

"Bagaimana Hyung?" Tanya Kyuhyun sambil menolehkan wajahnya melihat lebih dalam raut muka Sungmin. Sungmin hanya mendudukan kepalanya, wajahnya sudah mulai memucat, tangannya hanya bisa meremas kaos yang ia gunakan. Ia bingung harus menjawab apa.

"BunnyMin.." Panggil Kyuhyun lirih

"Kajja, katakan apa yang ingin kau katakan sebenarnya Hyung.. eum?" Lanjut Kyuhyun lagi. Sungmin hanya menggelengkan kepalanya, ia bingung harus mengatakan apa. Sungmin ingin mencegah Kyuhyun tapi apa daya? Dia tak mau Kyuhyun sedih dan ia tidak ingin menjadi egois sendiri.

Melihat itu Kyuhyun hanya menghela nafas pasrah, ia tidak bisa berbicara apapun lagi saat ini.

"Nanti malam aku akan ke Jeju.. Apa kau akan ikut kesana?" Tanya Kyuhyun lagi

Sungmin lagi-lagi hanya menjawab dengan gelengan kepalanya. Mulutnya terasa terkunci saat ini, suaranya menghilang tak bisa dikeluarkan.

"Arrasso.." jawab Kyuhyun singkat. Kyuhyun menatap intens Sungmin yang masih menundukkan kepalanya, ia tak mau seperti ini. Ia tak mau melihat Sungmin yang kembali tertutup padanya. Kyuhyun mendekat kearah Sungmin. Tanganya kanannya melingkar ke pinggang Sungmin, tangan kirinya ia masukan kedalam saku jaket panjangnya. Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada wajah Sungmin, dan menempelkan bibirnya pada bibir pulm Sungmin. Hanya menempel, tidak ada lumatan sedikitpun dan hanya dalam waktu singkat.

"Jadilah BunnyMin ku yang dulu.. Jangan seperti ini Hyung.." bisik Kyuhyun tepat disamping telinga kanan Sungmin.

"Aku pergi dulu.." bisiknya lagi kemudian melangkahkan kakinya melewati Sungmin, keluar dari gazebo itu, meninggalkan Sungmin yang masih membeku. Ia masih berusaha mencerna setiap perkataan Kyuhyun. Ia masih tak mengerti sepenuhnya apa maksud semua ucapan Kyuhyun.

"Kyunnie, maksudmu apa?" gumam Sungmin pelan.

TMŁ

Beberapa wartawan telah memenuhi Ballroom yang cukup besar di sebuah hotel ternama Seoul. Mereka tengah menunggu seorang Idol Seoul yang akan melakukan konfrensi pers hari ini. Selama menunggu mereka menyiapkan berbagai macam pertanyaan dan mengecek kamera mereka. Wartawan ini tak hanya dari daerah Seoul bahkan Korea, ada beberapa yang datang dari Tokyo, Taiwan, dan China hanya ingin meliput berita tentang konfrensi pers yang akan dilakukan.

Ballroom tersebut mulai hening, perhatian para wartawan mulai terfokus pada beberapa orang yang mulai memasuki stage dan duduk menghadap para wartawan yang terus mengabadikan moment itu dengan kamera mereka. Ada sekitar 4 namja yang tengah duduk di atas stage itu.

Setelah memberikan waktu bagi para wartawan untuk mengabadikan moment kehadiran mereka, seorang namja tegap yang duduk di paling pinggir bagian kanan mulai bangkit dari duduknya. Ia mengambil mic dan mulai berkata-kata.

"Annyeong Yeorobun.. Terimakasih untuk para wartawan yang telah menyediakan waktunya untuk menghadiri konfrensi pers ini." Ucap namja itu.

"Kami selaku CEO SM Entertainment akan mengkonfirmasikan sebuah berita yang telah tersebar beberapa hari ini mengenai salah satu Singer sekaligus Actor yang berada dalam naungan SM Ent."

Para kameramen terus membidikkan kamera mereka pada 4 namja yang berada di stage itu dan para notulis mulai mencatat semua yang dikatakan oleh namja tegap itu.

"Mulai hari ini, artis kami Cho Kyuhyun akan menghentikan segala aktivitasnya di dunia hiburan. Hal ini berdasarkan permintaan dari pihak Kyuhyun-sshi sendiri dan pihak SME telah menyetujui permintaan tersebut." Namja itu mengatakan dengan nada tegas dan penuh kesungguhan. Setelah mengatakan hal itu, namja tegap tersebut kembali mendudukan dirinya.

"Silahkan bagi para wartawan untuk mengajukan pertanyaannya." Ucap Heechul selaku manager Kyuhyun yang memang duduk tepat disebelah Kyuhyun.

"Kyuhyun-sshi, apa kau yakin dengan keputusanmu ini? Setelah konfrensi ini, maka status artis mu akan langsung dicabut." Seorang mulai membuka pertanyaannya.

Kyuhyun mulai mengambil mic yang berada didepannya,

"Ne, saya yakin dengan keputusan yang saya buat." Jawab Kyuhyun mantap dengan senyuman manis terukir diwajah tampannya.

"Tahun ini adalah tahun keemasanmu, banyak tawaran yang membanjiri job mu, Apa kau tidak menyesal dengan keputusanmu ini?" Tanya seorang namja lagi.

"Anii., saya tidak akan menyesal." Jawab Kyuhyun kembali dengan nada mantap dan tanpa keraguan.

"Sebelumnya saya meminta maaf.. Apa kau tau keputusanmu ini membuat beberapa pihak kecewa dan para SparKYU selaku fans mu yang setia mendukung juga kecewa dan sangat sedih? Bagaimana pendapatmu?" Ujar seorang wartawan lagi dengan nada tajam dan dingin.

"Saya mengerti akan hal itu, dan oleh karena itu, saya sangat meminta maaf kepada semua pihak yang saya kecewakan dan semua SparKYU yang sedih akan keputusan ini. Namun ini telah menjadi keputusan bulat saya, dan saya harap SparKYU mampu menerimanya dan akan tetap mendukung segala keputusan yang saya buat." Ucap Kyuhyun panjang lebar kemudian membungkukan badannya meminta maaf.

" Apa kau tidak sayang dengan waktu sulit sewaktu trainee dan saat tiba di popularitas tertinggimu kau justru melepaskannya Kyuhyun-sshi?"

"Anii.. Semua moment disaat trainee adalah moment berharga saya dan hal itu adalah moment bagi saya untuk belajar dan mengasah seluruh skill saya baik di dunia singer maupun acting" Jawab Kyuhyun lagi masih dengan senyumannya.

Hei, tidak taukah para wartawan itu jika seorang Kyuhyun sudah ingin menangis saat ini? Semua pertanyaan yang di ajukan membuat memory sulit dan menyakitkan saat ia tempuh untuk mencapai hasil seperti sekarang berputar kembali, semua cacian dari para antifans dan dukungan besar dari para sparKYU juga berputar dalam otaknya. Hatinya sangat sakit saat ini, matanya sudah berair namun dengan sangat seluruh tenaga ia menahan air itu agar tidak meluncur indah. Ia harus menjadi sosok yang kuat saat ini. Semua ini ia lakukan hanya untuk satu orang dan satu nama.. Lee Sungmin.

"Apa kau tau bahwa sudah banyak tanggapan buruk tentang keputusanmu ini, kau sudah di anggap sebagai seorang yang tidak Professional Kyuhyun-sshi. Bagaimana kau menanggapinya?" Sebuah pertanyaan nan tajam dan pedas di lontarkan kembali. Kyuhyun masih terdiam, tangannya meremas mic yang Ia pegang saat ini.

"Ne.. Itu adalah kebebasan dari setiap orang untuk berpendapat, saya tidak akan menyalahkan mereka. Namun saya hanya ingin memberitahu bahwa ke Professionalitas seseorang tidak hanya dilihat dalam satu sisi, banyak sisi yang masih berperan untuk mempengaruhinya." Ucap Kyuhyun bijak yang disambut dengan anggukan setuju dari beberapa orang.

"Lalu, sebenarnya apa alasan mu sehingga mengambil keputusan untuk berhenti dalam dunia hiburan?" Tanya seseorang lagi. Kyuhyun terdiam sejenak, ia terlihat sedang berfikir namun sedetik kemudian Ia tersenyum.

"Tidak ada alasan khusus, Mungkin saya adalah orang yang egois namun saya hanya menginginkan kehidupan yang dulu, kehidupan yang tenang dan bebas, hidup bersama orang-orang yang saya cintai, banyak waktu untuk berbagi kasih dengan orang lain, dan tidak ada sesuatu yang harus saya tutupi lagi kepada semua orang." Jelas Kyuhyun dengan senyuman yang lebar. Beberapa orang sempat terdiam mendengar jawaban Kyuhyun tersebut.

"Oke, Silahkan ajukan pertanyaan terakhir pada konfrensi ini" Heechul langsung berbicara saat para wartawan akan kembali membombardir Kyuhyun mengenai jawabannya itu. Mendengar ucapan Heechul, wartawan itu pun hanya menghela nafas pasrah dan mulai memikirkan pertanyaan terakhir untuk mereka ajukan.

"Baiklah jika ini telah menjadi keputusan Kyuhyun-sshi, kami hanya bisa mendukung anda. Kami sebagai wartawan yang selalu mengikuti semua berita tentang Anda ingin mengucapkan terimakasih atas semua kerjasama selama ini, dan kami meminta maaf jika terkadang tindakan kami berlebihan bahkan mengganggu privasi anda Kyuhyun-sshi. Lalu pesan terakhir apa yang ingin kau katakan ?" Ucap seorang leader netizen kepada Kyuhyun.

"Ne.. Begitu pun saya. Saya meminta maaf kepada semua netizen jika selama ini sikap saya membuat kesal dan terkesan tertutup. Saya meminta maaf kepada semua yang telah saya kecewakan saat ini. Lalu, saya sangat berterimakasih untuk SME yang telah menaungi dan memberikan banyak pelajaran juga pengalaman kepada saya selama beberapa tahun ini. Saya berterimakasih untuk Kim Heechul selaku Manager yang telah menemani dan mengatur semua jadwal saya. Saya berterimakasih kepada semua sparKYU yang selalu mendukung apa pun kegiatan saya. Jeongmal Kamsahamnida.." Ucap Kyuhyun panjang lebar kemudian bangkit dari duduknya dan membungkukan badannya seakan member salam perpisahan.

Setelah menyelesaikan acara photosession, Kyuhyun dan Heechul pun mulai keluar dari ballroom. Namun baru satu langkah mereka keluar dari pintu besar itu, langkah mereka langsung terhenti karena seseorang dengan sengaja melemparkan beberapa telur kearah Kyuhyun. Dengan reflect Kyuhyun menepis telur itu, sehingga telur itu tidak mengenai wajahnya. Telur itu mengenai lengan Kyuhyun, membuat jas yang ia kenakan basah dan berbau amis. Kyuhyun hanya memejamkan matanya, menstabilkan emosi yang telah memuncak dalam hatinya.

"Yak! Apa yang kau lakukan?" Bentak Heechul saat melihat itu.

Kyuhyun mulai membuka matanya, menoleh dan menemukan beberapa orang tengah menatapnya dengan tatapan marah dan benci. Mereka masih memegang beberapa butir telur dan bersiap melemparkannya lagi.

"Kyuhyun bodoh!"

"Artis tak professional!"

"Dasar Egois!"

"Tak punya perasaan! Lemah! Pabbonika!"

Ucapan-ucapan itu terlontar dari beberapa orang yang melemparinya dengan telur itu.

Sakit..

Hanya itu yang Kyuhyun rasakan saat ini. Ia memang pernah mendapat perlakuan seperti ini saat pertama kali debut namun rasa sakitnya tidak sesakit sekarang.

Heechul kembali setelah memanggil beberapa security dan bodyguard untuk mengamankan orang-orang itu.

"Kyu~ Gwenchana?" Tanya Heechul dengan nada khawatir. Kyuhyun hanya terdiam memperhatikan orang-orang yang tengah berontak meminta di lepaskan dari para bodyguard itu. Kyuhyun mulai melangkah maju mendekati mereka.

"Lepaskan mereka!" Perintah Kyuhyun membuat para bodyguard melepaskan mereka.

Kyuhyun semakin mendekati mereka, namun satu butir telur kembali terlempar dan mengenai pundak Kyuhyun. Bodyguard sudah akan menangkap orang lagi namun Kyuhyun mencegahnya.

"Mau apa kau artis tidak tau diri?" Teriak marah seorang dari mereka.

Kyuhyun menatap mereka satu persatu, dan sedetik kemudian ia membungkukkan badannya, membuat semua orang itu tercengang dan melotot kaget.

"Jeongmal Mianhamnida.."

Satu kata singkat yang tulus keluar dari mulut Kyuhyun. Setelah mengatakan itu, Kyuhyun membalikan badannya, melangkah pergi meninggalkan orang-orang yang masih tercengang.

TMŁ

Seorang namja tinggi, berkulit pucat dengan rambut ikal coklat brunette nya tengah terduduk sendiri di sebuah restoran yang cukup mewah. Ia memilih meja di sudut ruangan tersebut karena tidak ingin menjadi pusat perhatian. Ya, Kyuhyun tengah duduk menikmati alunan music dan pemandangan kota Seoul di sore hari dari jendela di restoran itu.

"Aish, lama sekali.." gumam Kyuhyun kesal.

Sepertinya saat ini ia tengah menunggu seseorang. Namun moodnya benar-benar buruk saat orang yang dinanti tak kunjung menunjukkan batang hidungnya padahal sudah hampir 1 jam ia duduk disini sendirian.

Kyuhyun memejamkan matanya sambil menyanggah dagunya dengan tangan. Jujur ia mengantuk, beberapa hari ini Ia sibuk menyiapkan beberapa hal dan menyebabkan waktu tidurnya kembali menghilang. Entah mengapa, fikiran kembali terbawa pada kejadian beberapa jam lalu, kejadian di konfrensi persnya. Kyuhyun menghela nafas panjang.

Matanya kembali terbuka saat ia melihat bayangan duduk di sebrang tempat duduknya, dan benar saja, orang yang ia tunggu selama 1 jam itu akhirnya muncul. Orang itu langsung duduk dengan santai tanpa member salam.

"Kau datang sangat cepat Jungmo Hyung.." cibir Kyuhyun kesal.

"Sudah ku bilang aku malas datang apalagi membuang waktu berharga ku untuk bertemu orang seperti mu." Ucap Jungmo dingin membuat Kyuhyun tambah mendelik kesal.

"Lalu kenapa kau datang juga eoh?" balas Kyuhyun lagi.

"Aish, sudahlah.. kau mau apa? Aku sudah bilang tidak akan membantu mu, kenapa kau masih saja menggangguku?" Tanya Jungmo setelah memesan secangkir ekspresso pada pelayan.

" Yak Hyung.. Jebal… bantu aku… Hyung…" Rengek Kyuhyun persis anak kecil membuat Jungmo memutar bola matanya malas.

"Shireo! Kau seperti ini jika ada maunya saja.." Jungmo hanya menyenderkan tubuhnya pada senderan sofa.

"Kau memang jahat Hyung.. Ayolah, apa kau mau ku benci seumur hidupku?" Ucap Kyuhyun melebih-lebihkan.

"Itu lebih baik daripada aku mengorbankan perasaanku." Ucap Jungmo santai membuat Kyuhyun menghela nafas kesal dan pasrah.

"Bagaimana rasanya di lempar telur-telur itu? Hahaa" Jungmo mulai mencibir setelah terjadi keheningan di keduanya. Kyuhyun yang mendengar itu semakin menekuk wajahnya cemberut.

"Kau benar-benar serius bocah?" Ucap Jungmo lagi

"Menurutmu aku sedang bercanda eoh? Aku bukan bocah lagi jadi berhenti memanggilku bocah!" Kyuhyun menjawab dengan tatapan kesal sambil mengaduk-aduk kasar coffe nya.

"Kapan kau berangkat?" Tanya Jungmo lagi lalu mulai menyesap ekspresso nya.

"Malam ini.." Kyuhyun menjawab singkat, lalu mengeluarkan sebuah amplop putih dan meletakkannya di meja depan Jungmo.

"Itu tiket untuk penerbangan esok hari.." ucap Kyuhyun kemudian

"Kenapa memberikan padaku? Berikan sendiri." Balas Jungmo dingin.

"Jangan banyak mengelak Hyung… Lakukan saja yang ku minta.. em., lakukan demi Sungmin Hyung ne?" Kyuhyun kembali mengatakan namun kali ini ia mengucapkannya dengan senyuman manis dan puppy eyes yang dibuat-buat. -_-

"Cih.." cibir Jungmo setelah memperhatikan amplop itu dan Kyuhyun secara bergantian.

"Oke, aku harus siap-siap. Masih banyak yang harus ku siapkan disana.. Aku serahkan urusan disini padamu Hyung, hanya kau yang bisa melakukannya Hyung.."

Setelah mengucapkan itu Kyuhyun pun memberi salam dan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Jungmo yang masih memperhatikan amplop putih tak berdosa itu.

"Aissh.." desah Jungmo sambil mengacak rambutnya kesal. Namun beberapa detik kemudian ia mengambil amplop itu dan bangkit dari duduknya juga melangkah pergi meninggalkan restoran ini.

TMŁ

Malam telah melarut. Banyak orang telah terlelap dalam tidurnya, namun tidak berlaku bagi namja imut kita. Sungmin masih saja berguling-guling tidak jelas di atas ranjang dengan selimut soft pink nya. Sudah 2 jam ia berusaha untuk tidur, namun matanya tak mau menutup sehingga berakhirlah ia hanya berguling-guling santai sambil mengerucutkan bibirnya.

"Huwee~ Aku tidak bisa tidur lagi…" teriak Sungmin sambil mendudukan tubuhnya dan menggembungkan pipinya.

Sungmin mengalihkan tatapannya mengitari ruangan kamar ini, mencari sesuau hal yang menarik namun tak dapat ia temukan. Akhirnya ia menjulurkan tangannya meraih smartphone yang tergeletak begitu saja di meja nakasnya.

Ia memainkan smartphone nya itu. Ia memperhatikan foto-foto yang baru ia abadikan tadi sore. Foto beberapa anak kecil yang tengah bermain dengan senangnya.

Setelah menemui Kyuhyun tadi siang, Sungmin langsung menuju kesebuah panti asuhan di pinggir kota Seoul. Ia sering melakukan ini. Ia hanya mencari sebuah hiburan yang bisa membuatnya melupakan semua beban dan fikirannya dan panti asuhan adalah salah satunya. Aneh? Mungkin iya bagi sebagian orang. Namun bagi Sungmin, hanya melihat anak-anak kecil yang senang melihat kedatangan dirinya, tersenyum saat menerima hadiah dan makanan yang Sungmin berikan, dan saat tertawa riang saat mereka bermain, sudah mampu membuat Sungmin tersenyum lega dan senang. Moodnya bisa berubah menjadi baik saat melihat kelakuan dan wajah polos anak-anak itu. Sungmin memang sangat menyukai anak kecil.

Sungmin tertawa kecil saat melihat foto-foto itu. Ia kembali merebahkan tubuhnya pada ranjang. Menghela nafas lega.

"Kyu~ sudah lama kita tidak bermain dengan mereka…" gumam Sungmin masih memperhatikan setiap foto di ponselnya. Dulu, Sungmin memang sering meminta Kyuhyun untuk menemaninya ke panti.

Saat sedang asyik, tiba-tiba ponselnya bergetar dan menampilkan incaller name pada layar ponselnya. Sungmin mengernyit bingung melihat name tersebut.

"Yeoboseyo?" Ucap Sungmin saat menerima incalling tersebut.

"Ming.." balas suara disebrang.

"Jungiie.. waeyo? Kenapa menghubungi tengah malam begini?" Tanya Sungmin bingung.

"hehe.. Mianhae.. Apa kau sudah tidur Ming?" Tanya Jungmo sambil tertawa kecil

"Belum.. waeyo?" balas Sungmin lagi.

"Apa besok kau ada acara?" Tanya Jungmo lagi

"eumm.. aniyo,.. Ada apa? Cepat beritahu~!" Sungmin yang sedikit kesal dengan basa basi Jungmo.

"Ne.. eumm.. aku ingin mengajakmu bermain…" ucap Jungmo

"Bermain? Kemana?" Tanya Sungmin mulai tertarik. Jujur, ia sangat membutuhkan rekreasi saat ini. Sungmin sudah tidak ingin memaksa otaknya untuk terus berfikir.

"Bagaimana kalau Lotte World?" Jungmo member saran dan membuat Sungmin semakin tersenyum senang, sudah lama ia tidak kesana..

"Jinja? Ne.. Sudah lama aku tidak kesana Jungiie…" ucap riang Sungmin.

"Baiklah, besok ku jemput ne?"

"Ne.. eum.. Jaljayo.."

Sungmin mengakhiri percakapan mereka. Sekarang ia menatap langit-langit kamarnya yang berkelip bintang saat lampu di padamkan. Senyuman mulai terukir saat membayangkan apa saja yang akan Ia lakukan esok. Sungmin sedang tidak ingin memikirkan apa pun, ia hanya ingin melepaskan semua kesedihan dan beban dulu saat ini, dan Lotte World sepertinya akan menjadi tempat yang cocok.

"Kyu~ Jangan marah padaku.. Kau juga sudah membuatku menangis akhir-akhir ini dan sekarang… Aku hanya ingin sedikit bersenang-senang… Arrasso?" Sungmin menunjuk-nunjuk layar ponselnya yang menampilkan foto Kyuhyun yang tengah tertawa manis itu sambil menggembungkan pipinya. Setelah itu ia pun memejamkan matanya, sambil menggenggam erat sang smartphone.

TMŁ

Keesokan harinya

Hari yang cerah untuk liburan menyenangkan. Itulah yang di fikirkan oleh namja imut yang saat ini tengah tertawa riang setelah menikmati wahana big roller coaster.

"Ming.. Istirahatlah sebentar…" bujuk Jungmo entah untuk sekian kalinya sejak mereka sampai di tempat ini.

Sungmin terlalu antusias dan senang mengunjungi tempat ini sehingga ia melupakan semua kelelahannya. Sudah lebih dari 8 wahana yang mengadu adrenalin yang ia naiki dan Sungmin terus berlari seperti anak kecil ke wahana lain yang ingin ia nikmati. Jungmo hanya bisa mengikutinya, namun sekarang ia harus terduduk lemas setelah menaikki big roller coaster tersebut.

"Aish, Kajja Jungie.. Masih banyak wahana yang ingin ku nikmati.." Rengek Sungmin sambil menarik-narik tangan Jungmo. Jungmo hanya menatap heran.

'Berapa umur anak ini sebenarnya' Mungkin seperti itulah batin Jungmo saat melihat tingkah kekanakan Sungmin.

"Istirahat sebentar ne? Jebal.." pohon Jungmo yang membuat Sungmin mengerucutkan bibirnya dan mendudukan dirinya secara kasar di samping Jungmo.

"Yak! Jangan seperti itu.. haha" Ucap Jungmo sambil tertawa riang dan mengelus surai blonde Sungmin.

"Jungie menyebalkan.. Kalo Kyunnie pasti akan menuruti perkataanku.." Ucap sebal keluar dari bibir pulm Sungmin.

"Mwo? Kyu?" Tanya Jungmo dengan nada dibuat kesal. Sungminyang sepertinya baru menyadari ucapannya barusan hanya menyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Bocah itu tidak ada disini.." ucap Jungmo lagi membuat Sungmin hanya tersenyum getir.

"Aish, Kajja.. Lakukan apa pun yang kau mau.." Jungmo akhirnya berdiri dan langsung menarik tangan Sungmin.

Mereka pun kembali melanjutkan acara bermain nya. Berbagai wahana kembali di naikki.

Sungmin tiada hentinya tersenyum bahkan tertawa senang, Jungmo mengikuti semua wahana yang Sungmin inginkan, walaupun akhirnya Ia harus merasa pusing ataupun mual.

'Mungkin ini akan menjadi perpisahan kita' Seperti itulah batin Jungmo sekarang. Apapun yang di inginkan Sungmin, ia hanya bisa menuruti dan ikut tertawa. Mengingat kembali masa-masa mereka dahulu.

Sudah sekitar 5 jam mereka berada di tempat menyenangkan ini. Akhirnya Sungmin merasa kelelahan juga, sehingga mereka memutuskan untuk beristirahat di kursi sebuah taman bunga.

Sungmin duduk sendiri setelah Jungmo pergi entah kemana dan hanya menyuruh Sungmin untuk menunggu nya disini. Sungmin mengalihkan pandangannya pada beberapa bunga mawar dengan berbagai warna dan kupu-kupu yang mengitarinya.

"Tenang.." gumam Sungmin sambil tersenyum lembut.

"Kyu~ Apa kau sudah sampai di Jeju? Apa yang sedang kau lakukan? Apa kau sedang bermain dengan yeoja genit itu?" gumam Sungmin terus menerus sambil mengerucutkan bibirnya. Tatapannya masih kearah bunga-bunga itu namun tatapan itu hanyalah tatapan kosong. Sungmin menghela nafas berat.

Sungmin Mind On

"Kyu Oppa~"

"MinJi-ah.."

"Pantai ini begitu indah ya.. Aku menyukainya.." ucap Minji sambil memeluk tubuh kekar Kyuhyun.

"Ne, kau juga begitu indah saat ini Minji-ah.." Ucap Kyuhyun sambil memperhatikan penampilan Minji yang hanya mengenakan sebuah bikini sangat minim, menunjukan seberapa indahnya tubuh Minji. Kyuhyun menyeringai penuh maksud sambil mengedipkan matanya.

"Ah oppa~ Kau juga begitu tampan.." ucap Minji sambil tersipu malu..

"Bagaimana kalau kita bermain eoh?" Goda Kyuhyun sambil mendekati wajah Minji lalu menjilat pipi putihnya dan…..

Sungmin Mind Off

"Aissh.. Lee Sungmin pabbo-ya!" Teriak Sungmin frustasi sambil menggelengkan kepalanya membuang semua fikiran bodohnya.

"Oh ayolah.. Jangan merusak liburanmu juga.." ucap Sungmin penuh kesal.

PUK

Sebuah botol mineral dingin menempel dipipi chubby Sungmin membuat empunya terlonjak kaget.

"Yak., Jungmo-ah.. Kau mengagetkanku…" bentak Sungmin. Jungmo hanya tertawa renyah.

"Salah sendiri, kenapa menggelengkan kepala seperti itu eoh?" Tanya Jungmo sambil mendudukan dirinya di sebelah Sungmin.

"A-ah., aniyo.." Jawab Sungmin gelagapan karena fikiran bodoh itu muncul kembali.

"Ini.. Special chicken hamburger…" Jungmo memberikan sebuah hamburger kepada Sungmin

"waahh., kau masih ingat kesukaan ku eum?" Sungmin langsung menerimanya dengan senyuman senang.

Mereka pun memakan hamburger masing-masing dengan tenang tanpa adanya pembicaraan sedikit pun.

"Ming…" panggil Jungmo setelah terjadi keheningan yang cukup lama. Sungmin hanya menanggapi nya dengan gumaman pelan.

"Kau masih sedih?" Tanya Jungmo. Sungmin menoleh sambil memiringkan wajahnya.

"Anii.." jawab Sungmin singkat sambil menggelengkan kepalanya.

"Jangan berbohong padaku.. Aku bisa melihatnya pabboya.." Jungmopun mencubit pipi putih chubby Sungmin yang sangat menggodanya itu. Sungmin mengalihkan pandangannya dan tersenyum tipis dan sendu.

"Waeyo? Ayolah ceritakan padaku.. jebal.." Tanya Jungmo lagi setengah memaksa sambil merapatkan duduknya pada Sungmin.

"eum.. entahlah.. aku sendiri tidak mengerti.." desah Sungmin pasrah.

"Kyunnie.. dia mengatakan beberapa hal yang membuatku bingung akhir-akhir ini.." Lanjut Sungmin lagi.

"apa yang bocah itu katakan ?" Tanya Jungmo saat Sungmin kembali terdiam.

"dia.. dia ingin aku menjadi seperti dulu… lalu dia.. selalu bertanya padaku apa yang ingin aku katakan… Aku tidak mengerti.." cerita Sungmin akhirnya.

"Bukankah itu mudah? Kau hanya katakan apa yang ingin katakan padanya…" Ucap Jungmo santai.

"Apa? Tidak ada yang ingin aku katakan.. Justru banyak yang ingin ku tanyakan." Ucap Sungmin sambil menggembungkan pipinya. Jungmo hanya tertawa kecil melihat itu.

"Tidak ada? Jinja… Kalau aku jadi kau.. akan banyak hal yang ingin ku ceritakan dan ku katakan padanya.."Ucap Jungmo membuat Sungmin mengernyit bingung,

"Aku rasa dengan kegiatan bocah itu sekarang, kalian jadi jarang bertemu kan? Mana mungkin tidak ada yang ingin kau katakan padanya." Lanjut Jungmo lagi.

DEG

Mata Sungmin membulat mendengar ucapan demi ucapan Jungmo. Apa mungkin ini maksudnya? Seperti itulah batin Sungmin.

"Bagaimana?" Tanya Jungmo sambil tersenyum kearah Sungmin. Sungmin hanya menundukkan kepalanya. Fikirannya seakan berputar saat ini.

"Aku sedikit bingung denganmu saat ini Ming… Kau ingat saat kita pacaran dulu? Saat aku pergi selama 2 minggu ke mokpo dan tak menghubungimu sedikitpun.. Kau marah besar, bahkan kau mendiamkanku. Kenapa kau tidak marah pada bocah itu? Kau pilih kasih…" cerita Jungmo panjang lebar.

"Itu beda pabboya…" pekik Sungmin kesal.

"Apa yang beda?" Tanya Jungmo

"aish., dia bekerja.. dan kau…"

"Aku juga bekerja… aku harus tampil bersama band ku waktu itu…" Jungmo langsung memotong ucapan Sungmin yang membuat namja imut itu mendelik kesal.

"Mwo? Itu yang membuat mu sedih kan?" ucap Jungmo lagi

"Anii… aku hanya.. sedikit kesal jika kyu…."

"melupakanmu, tidak menghubungimu sedikit pun, kesal saat waktu bocah itu lebih banyak dihabiskan bersama lawan mainnya daripada bersama mu, dan saat bocah itu tidak mengakui mu sebagai namjachingu nya di depam layar kaca… Apa tebakanku benar?" Lagi-lagi Jungmo memotong perkataan Sungmin yang membuat Sungmin hanya terdiam, menundukkan kepalanya sambil mengigit bibir bawahnya.

"Jungie~" gumam Sungmin

"Kenapa kau tidak katakan semua itu pada bocah setan itu eoh?" Ucap Jungmo tajam

"Aku.. aku tidak bisa.. Aku tidak mau Kyu sedih dan khawatir… Aku tidak mau egois Jungie~" ucap Sungmin lirih.

"Lalu sampai kapan kau bertahan seperti ini eoh? Menyakiti dirimu sendiri dan membuat hubunganmu dengannya menjadi semakin renggang?" Jungmo kembali berkata dengan nada dinginnya.

Tidak ada jawaban, Sungmin tetap terdiam. Jungmo mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Sungmin yang masih menunduk.

"Tinggalkan dia… kalau kau tidak ingin merubah apapun.." bisik Jungmo

"MWO?" Pekik Sungmin sambil membelalakan matanya kearah Jungmo.

"Ne, kembali padaku., Aku tidak akan pernah membiarkanmu sendiri lagi Ming. Aku tidak akan pernah membuatmu sedih." Ucap Jungmo lirih. Nafas Sungmin semakin memburu mendengar ucapan Jungmo.

Tanpa menunggu jawaban Jungmo semakin mendekatkan wajahnya pada Sungmin, ia sangat merindukan satu titik yang membuatnya selalu tergoda. Ya, bibir pulm cherry Sungmin. Jungmo ingin kembali merasakan bibir melotot melihat Jungmo yang semakin mendekat, ia ingin kabur namun pergerakannya terkunci di kursi taman ini.

Hanya satu hal yang terfikirkan oleh Sungmin, Ia memalingkan wajahnya sedetik sebelum bibir Jungmo menempel pada bibir pulm nya. Jungmo hanya tersenyum getir melihat itu, nafasnya hangatnya masih menerpa pipi chubby Sungmin.

"Hentikan Jungmo-ah.." Ucap Sungmin dingin dengan wajah memerah antara malu dan menahan marah.

"Wae Ming? Bukankah hubunganmu dan bocah itu juga sudah renggang? Untuk apa mempertahankannya lagi?" Jungmo mengucapkan itu setengah berbisik membuat Sungmin semakin bergidik. Tangan Sungmin masih menahan dada bidang Jungmo agar tidak mendekat lagi. Namun Jungmo justru tersenyum saat melihat leher putih Sungmin. Ia pun mendaratkan bibirnya pada leher putih itu. Tangannya melingkar di pinggang Sungmin.

"Jungie.. hentikan.. eungh.." Pekik Sungmin saat Jungmo mulai menjilat dan menghisap dalam spot di lehernya. Jungmo tidak menanggapi ucapan Sungmin, ia masih merindukan leher putih ini, merindukan aroma tubuh Sungmin.

Dengan kesal, Sungmin menghentakan tubuh Jungmo sehingga Jungmo harus mundur ke belakang dan menghentikan kegiatannya. Sungmin berdiri dan menatap marah Jungmo, nafasnya memburu. Jungmo hanya tersenyum getir.

"Apa yang kau lakukan eoh? Dengar, walaupun hubungan ku dan Kyu merenggang, aku akan mempertahankan hubungan ini, jadi jangan mengharapkanku lagi. Arrasso?" Ucap marah Sungmin.

"Terimakasih untuk jalan-jalan ini dan terimakasih untuk semua kata-katamu, itu membuatku sedikit tersadar akan kesalahanku.. Aku pulang dulu.." Lanjut Sungmin tajam, lalu langsung melangkahkan kakinya.

Namun baru beberapa langkah, ia terhenti. Matanya menyipit pada sebuah tempat sampah. Ah tidak.. ia sedang memperhatikan sesuatu di dalam tempat sampah itu. Sebuah majalah.. Ada yang membuatnya penasaran dengan majalah yang telah dibuang tersebut.

Dengan penuh penasaran, Sungmin pun mengambil majalah itu.

Matanya sukses membulat kaget dan sedetik kemudian air mata meluncur indah dari kedua pucuk matanya. Nafasnya kembali memburu, Otaknya serasa berputar mencerna kata-kata yang dijadikan main artikel di majalah itu.

Idol Star 'Cho Kyuhyun' resmi berhenti dari dunia hiburan

"Apa.. apa maksudnya?" gumam Sungmin pelan dengan isakan kecil yang mulai keluar.

"B-bagaimana mungkin? Kyu.. Kyu sedang syutting saat ini.. Mana mungkin?" racau Sungmin lagi.

"Kyunnie…. Apa yang terjadi?" isak Sungmin lagi.

Tubuh Sungmin seakan melayang saat ini. Kakinya terasa sangat lemas dan tak kuat untuk berdiri.

"Kyuhyun tidak sedang syutting saat ini.."

Sebuah suara menginterupsi semua fikiran Sungmin. Sungmin menoleh masih dengan tangisannya.

"Jungie~ Apa yang terjadi?" isak Sungmin.

Sungmin menatap Jungmo dengan mata berairnya seakan meminta semua penjelasan akan hal yang baru saja ia ketahui. Jungmo hanya menatap Sungmin dengan lembut sambil tersenyum tipis.

"Kajja.. Ikut aku jika ingin tahu semuanya…" Jungmo mengulurkan tangannya sambil tersenyum lebar kepada Sungmin yang menatapnya bingung.

~TBC~


Ch 6 Finished~!

Lebih panjang dari kemarin.. fuuhh… *ambil nafas*

Oke.. kurang 1 atau 2 chapter lagi tergantung otak Hye mau memunculkan ide apa lagi… Hahaha XD #digampar

NC Kyumin? Mungkin chapter selanjutnya.. jadi KMS bersiaplah… *evillaugh*

Bagaimana? Apa sudah terungkap maksud Kyunnie? Dan Apa yang akan di rencanain Kyu abis ini? Silahkan tebak :D

And the last…

Mind to Riview this Chap again? ^^

Gomawo *Bow

RnR please~!

Special Thanks to :

hyuknie, is0live89, sparkyu, Kim Soo Hyun, kim nana, olive1315, WieLoveWolfBunnySelamanyah, niyalaw, storm, sha, Princess kyumin, Tia Matsuri, winecoup134, kyurin Minnie, kyumin forever, reaRelf, RirinYeWooKyumin, Chikyumin, Rima KyuMin Elf, Eunnida, irandinas, Guets -Ryeosung Couple YeWook, lee kyuzha, Riyu, MINGswife, Chely, Tsukishima Kirara, Sitara1083, dhianelf4ever, KMS, All who call 'Guest'