TRUST MY LOVE
"NAE SARANG EUL-MIDYEO"
Present
Main Pairing : Kyuhyun X Sungmin/KYUMIN/
Slight : Yesung X Ryeowook/YEWOOK/
Rated : T to M
Genre : Romance, Friendship
Warn : Boy X Boy, Yaoi, Boys Love, Typo(s), Boring
Disclaim : This Cast isn't Mine. But This plot is mine!
~Don't Like Don't read~
TMŁ
Langit telah berubah menjadi memerah. Burung-burung tengah berterbangan untuk kembali ke rumahnya. Matahari akan segera kembali tertidur dan sang bulan dan bintang akan segera bermain mata menghiasi malam.
Sebuah mobil audi A4 berwarna hitam metalik tengah melaju menembus suasana sore di kawasan Jejungnum. Kawasan yang rame oleh banyak wisatawan namun tetap tenang, sejuk dan nyaman.
2 namja berada di dalam mobil tersebut. Namja tampan dan namja imut dengan raut muka yang berbeda. Sang namja tampan tampak tenang dan santai saat mengemudikan mobil itu sedangkan namja imut di sebelahnya terlihat sangat khawatir dan cemas dan tak jarang ia menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa cemas dalam dadanya.
"Kyu~" gumam Sungmin dengan nada penuh kekhawatiran, tangan meremas smartphone yang memang ada di genggamannya.
Jungmo dan Sungmin memang telah sampai di Jeju-do setengah jam yang lalu. Setelah dari Lotte World, Jungmo langsung menarik Sungmin ke bandara, dan mereka menaiki pesawat yang memang telah di jadwalkan oleh Kyuhyun. Jungmo telah memberitahu sedikit informasi yang bisa membuat Sungmin tenang. Mulai dari penjelasan tentang konfrensi kemarin yang memang tak Sungmin ketahui dan mengenai drama 'one night love' yang sebenarnya tidak pernah Kyuhyun mainkan. Walaupun begitu masih banyak yang mengganjal fikiran Sungmin, namun saat ini hanya rasa ke khawatiran saja yang ada dalam fikiran Sungmin, ia ingin segera menemui Kyuhyun dan meminta namja itu yang menjelaskan semuanya.
"Kyunnie pabboya…" Gumam Sungmin lagi. Ia sudah menghubungi namja tampan itu puluhan kali namun tak ada satu pun jawaban dan itu semakin membuat namja imut ini khawatir dan cemas.
"Ming.." Jungmo telah gerah melihat semua gerak gerik cemas Sungmin dari kaca spion akhirnya kembali mengeluarkan suaranya.
"Jungie.. Kenapa belum sampai juga? Jeju itu kecil, kenapa belum lama sekali?" Ujar Sungmin panjang lebar yang membuat Jungmo menghela nafas.
"Jangan khawatir seperti itu.. Tenanglah.." Ucap Jungmo berusaha menenangkan.
Sungmin tidak menanggapi ucapan Jungmo lagi. Ia sudah malas mendengar ucapan itu, kata-kata yang telah keluar dari mulut Jungmo puluhan kali tapi tetap tak dapat membuat nya tenang.
"Haaahhh…" Sungmin kembali menghela nafas berat, tangannya semakin meremas, kakinya ia goyangkan tidak tenang dan terus menggigit bibir bawahnya.
Jungmo yang melihatnya hanya tersenyum bahkan tertawa kecil, ia pun tak ingin ambil pusing dengan kegelisahan Sungmin dan memutuskan untuk kembali focus mengemudi.
TMŁ
Akhirnya mobil tersebut memasuki sebuah kawasan gedung dengan pekarangan yang sangat luas. Gedung yang lumayan besar dengan warna mendominasi biru, putih dan soft pink. Gedung itu terlihat sepi bahkan tak terlihat tanda-tanda kehidupan.
Sungmin mengernyit bingung sambil memperhatikan sekeliling gedung tersebut. Jungmo yang melihat raut kebingungan Sungmin hanya tersenyum tipis lalu langsung keluar dari mobilnya.
"Kajja.." Ajak Jungmo
Sungmin hanya terdiam tapi ia tetap keluar dari mobil tersebut.
Sejuk… Indah…..
Itulah yang di rasakan saat keluar dari mobil mewah itu. Bukan hanya karena alasan udara di tempat ini sangat sejuk, tetapi juga karena perkarangan luas yang bisa disebut seperti taman bunga ini. Banyak bunga-bunga berbagai warna yang menyegarkan mata. Mulai dari mawar berbagai warna, lily putih, anggrek, dan banyak lagi. Belum lagi aroma air laut yang terbawa angin sangat tercium oleh penciuman, bisa di pastikan tempat ini pun dekat dengan laut.
Sungguh Sungmin terpukau akan tempat ini. Senyuman kagum terukir di wajah imutnya membuat nya semakin manis dan cantik bagi Jungmo yang saat ini tengah memperhatikan wajah imut itu secara intens.
Tanpa membuang waktu, Jungmo langsung menarik tangan Sungmin. Mereka melangkahkan kaki ke gedung utama yang terlihat besar dan megah itu.
"Yak! Yak Jungmo apa yang kau lakukan?" Pekik Sungmin saat matanya di tutup oleh sehelai kain berwarna baby blue oleh Jungmo. Sungmin berusaha melepaskan ikatan tersebut namun Jungmo telah mencengkram tangannya dan kembali menuntunnya masuk kedalam gedung tersebut.
"Tenanglah… Hanya ikuti langkahku,.. Arrasso?" Bisik Jungmo, Sungmin pun akhirnya hanya bisa menuruti nya.
"Jungie.. Apa Kyu ada didalam?" Tanya Sungmin pelan namun tak ada jawaban sedikit pun membuat Sungmin menggembungkan pipinya kesal.
Setelah melangkah cukup jauh, mereka pun berhenti. Sungmin masih terdiam dengan mata tertutup.
Aneh…
Hening…..
Itulah yang di rasakan Sungmin. Sudah sekitar 2 menit ia berdiri dalam keadaan mata tertutup ditempat ini. Sungmin mulai mengernyit bingung.
"Jungie~" panggil Sungmin.
Tidak ada jawaban membuat Sungmin harus menelan ludahnya susah.
"Jungie~! Jangan bercanda! Aku buka penutup ini ne?" Ucap Sungmin lagi dengan nada tinggi sambil meraba-raba mencari tangan Jungmo yang tadi menuntunnya.
"Aissh.." desah Sungmin karena tetap tak mendapat jawaban apa pun. Dengan kesal, Sungmin pun membuka penutup mata itu. Sungmin menyipitkan matanya berusaha beradaptasi dengan cahaya yang mulai masuk kedalam kornea matanya. Setelah beberapa saat beradaptasi, Sungmin pun dapat membuka matanya secara sempurna.
JRENG JRENG….
Sepi….
Tidak ada orang…
Sungmin semakin mengernyit bingung saat melihat di depan matanya tidak ada seorang pun, hanya ada beberapa rak buku yang tersusun begitu rapi dan indah. Sungmin pun hanya bisa celingak celinguk sendiri dalam ruangan bermotif soft pink tersebut dengan banyak sekali buku yang tersusun.
"Jungie~" panggil Sungmin dengan nada cemas.
"Jungmo-ah.. eodisseo?" gumam Sungmin lagi
"Yak Jungmo! Keluar kau pabboya!" Teriak Sungmin sehingga membuat gema di ruangan ini. Cemas dan takut. Tentu saja, kau berada di sebuah ruangan yang besar seorang diri mampu membuatmu bergidik ngeri walaupun dengan cahaya yang sangat terang, suasana yang fresh dan sangat nyaman.
Sungmin mulai melangkahkan kakinya, ia takut tapi ia juga penasaran dengan 5 rak buku menjulang dan tersusun dengan sangat rapi.
"wuaahhh…" Sungmin tak mampu menahan kekagumannya pada pemandangan di depan matanya ini. Buku. Banyak sekali buku. Bisa ia pastikan jumlah buku yang tersusun dalam rak itu ada ratusan jumlahnya. Matanya mulai berbinar. Mungkin bagi orang itu hanya seperti perpustakaan biasa namun bagi Sungmin ini surga buku. Ia selalu memimpikan memiliki buku sebanyak ini.
Sungmin mulai menjulurkan tangannya, menyentuh buku-buku yang tersusun rapi di rak. Ia berjalan menyelusuri rak-rak itu sambil menyentuh singkat setiap buku yang dilewati. Senyuman terukir sangat indah di wajahnya. Ia berhenti, mengambil sebuah buku hanya sekedar melihat buku apa itu.
"Mwo?" Pekik Sungmin saat melihat beberapa buku yang menjadi buku favorite nya, dan penulis dari seluruh dunia yang ia idolakan. Christina Abbey, Hailey Abbott, Dawn Atkins, Harper Allens, Steve Fisher, dan masih banyak lagi penulis dunia yang idolakan olehnya.
DEG
Sungmin pun kembali mengalihkan pandangannya, matanya memutari ruangan luas nan indah ini. Ia merasakan ada yang aneh disini.
"Kyunnie.." gumam Sungmin pelan.
Sungmin meletakan buku kembali pada raknya, kaki nya mulai melangkah mengelilingi ruangan ini. Ia keluar dari ruangan bagaikan perpustakaan tersebut, dan tibalah ia di sebuah ruangan yang luas dengan motif baby blue dan soft pink yang memadu. Sebuah ruangan yang masih terdapat beberapa rak buku yang lebih minimalis.
Mata Sungmin menyipit memperhatikan beberapa buku yang ia pajang. Matanya semakin gencar memutari ruangan ini.
"Ini semua kan karya ku?" gumam Sungmin saat telah memastikan bahwa semua buku yang berada diruangan ini adalah karya nya sendiri. Entah mengapa, air mata kembali meluncur indah dari pucuk mata Sungmin. Ia merasa sangat senang dengan ruangan ini. Semua hasil kerja kerasnya dapat dilihat di tempat ini.
"Kyunniee…" Isak Sungmin.
Sungmin melangkahkan kakinya menuju sebuah table transparant di tengah ruangan yang menarik perhatiannya sambil menghapus jejak air mata di pipinya. Sungmin memiringkan kepalanya saat menemukan sesuatu di atas table tersebut. Sebuah surat. Dengan hati-hati Sungmin mengambil surat itu dan membukanya. Matanya membulat melihat tulisan di surat tersebut.
My Lovely BunnyMin…
Bunny.., kau sudah sampai? Apa melelahkan perjalanan dari Seoul? Ku harap kau masih memiliki tenaga yang cukup.. Haha
Eum.. Bagaimana? Apa kau sudah berkeliling tempat ini? Apa kau menyukainya?
Sungmin mulai tersenyum melihat sepenggal kata yang sangat ia tahu siapa yang menulis surat ini. Siapa lagi jika bukan namja super babo yang paling berharga baginya, Cho Kyuhyun. Sungmin mulai melangkahkan kakinya kembali, tanpa melepas tatapan matanya pada secarik kertas di tangannya.
Bukankah disini banyak sekali buku Bunny? Aku sampai mengantuk melihat banyaknya buku itu.. -_- Mungkin aku lebih senang jika kau menyukai makanan jadi aku bisa memberikanmu banyak makanan daripada buku ini.. Haha aku bercanda ^^
Kau tahu berapa jumlah buku ditempat ini? Coba kau hitung.. :D
Jumlahnya ada 1132 buku, beberapa buku pasti menjadi buku favorite mu dan beberapa lagi adalah incaranmu Bunny. 1132? Kau tahu kenapa aku memilih jumlah itu? Itu hanya tanggal lahir kita yang kusatukan, benar kan? Haha, Nanti kau bisa menambah buku lain yang kau inginkan.. ^
Nae Bunny, kau tahu bagaimana rasanya mencari dan mengumpulkan buku sebanyak itu? Haaah.. Itu melelahkan, lebih mudah menyelesaikan 30 game dalam satu hari~! Untung ada Teuki Hyung yang kau harus merawat semua buku ini, Arrasso? Hahaha
Tawaan kecil keluar dari bibir pulm Sungmin saat membaca setiap tulisan itu. Dan dari tulisan itu, ia bisa tahu bahwa semua buku yang ia lihat tadi adalah miliknya dan itu membuat Sungmin sedikit tercengang. Darimana bocah itu mendapat buku-buku ini? Sungmin hanya menggelengkan kepalanya tak percaya. Tanpa terasa Sungmin sudah melewati berbagai ruangan. Ia celingak celinguk mencari jalan keluar dari sini. Sungguh gedung ini cukup besar sehingga sejak tadi Sungmin berjalan, Ia belum menemukan jalan keluarnya.
Akhirnya Sungmin melangkahkan kakinya kearah yang menurutnya sangat terang di ujung lorong, mungkin itu akan membawanya ke pintu utama. Dan benar saja, saat ia sampai ditempat itu, ia melihat pintu besar yang telah terbuka lebar, menampilkan pemandangan luar gedung, taman bunga yang tadi Sungmin dan Jungmo lewati. Namun pemandangan itu jauh lebih indah. Langit telah berubah gelap sehingga penerangan yang ada hanyalah cahaya lampu, dan lihatlah taman itu terasa bersinar dengan berbagai lampu menyala untuk menghiasinya. Sebenarnya, ia belum mengelilingi seluruh ruangan ini tapi ia sudah tak sabar ingin menemui sosok yang telah membuat ini semua.
Sungmin hendak melangkahkan kakinya keluar gedung tersebut namun langkahnya terhenti. Ada sesuatu yang kembali membuatnya tertarik. Ia pun menolehkan kepalanya. Matanya terbelalak saat melihat sebuah prasasti peresmian yang tepat berada di dinding menghadap ke pintu utama, sehingga siapa pun yang masuk ke tempat itu akan melihat prasasti peresmian ini. Sebuah tulisan bercorak emas terukir dengan indah diatas batu marmer berwarna hitam metalik. Sangat cantik.
KYUMIN'S GALLERY
Music and Books Gallery
Air mata nan bening itu kembali meluncur indah membasahi pipi putih Sungmin, Tangannya menutup mulutnya yang seakan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Sudah lama, ia memimpikan untuk memilikki sebuah gallery pribadi sendiri. Tapi ini…
Sungmin mendekati prasasti itu dan menyentuhnya dengan lembut, masih tak mempercayai hal ini.
"Kyunnie.. hiks.." Isak Sungmin. Hanya ada satu orang yang pasti menjadi dalang dari semua ini, dan hanya nama dan sosok itulah yang terlintas dalam fikirannya saat ini.
Lagi-lagi sebuah surat tergantung indah di dekat prasasti itu. Sungmin langsung mengambil dan membacanya kembali.
BunnyMin..
Apa ini membuat mu terkejut? Hahaha Aku harap kau menyukainya MinnieMin.
Aku tau sejak dulu kau menginginkan tempat seperti ini bukan? Mianhae, aku baru bisa mewujudkannya saat ini.
Ini adalah Gallery kita, sesuatu yang kita impikan berdua. Tempat penyatuan dari dunia dan hobby kita. Jadi, kita harus merawatnya bersama ne?
Tempat ini memang belum sempurna, tapi akan sempurna dalam minggu ini, Aku janji. Haha
BunnyMin, apa kau ingin menemui ku sekarang? Keluarlah.. Akan ada seseorang yang mengantarmu pada ku.
Kajja, aku menunggu mu My Lovely Bunny..
Tanpa fikir panjang, Sungmin pun langsung berlari menuju keluar gedung sambil menghapus jejak air matanya. Matanya terus mencari seseorang yang akan mengantarkannya pada Kyuhyun. Langkahnya terhenti saat tak menemukan seseorang disini. Nafasnya memburu dan jantung nya berdetak dengan cepat.
"Dimana?" gumam Sungmin masih mengedarkan pandangannya.
"Minnie.."
Sungmin terlonjak kaget saat seseorang menepuk pundaknya dari belakang dan membisikan namanya. Sungmin langsung menolehkan kepalanya dan menemukan seorang namja cantik sedang tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"Chulli Hyung…" ujar Sungmin.
"Ne.. haha Aku membuatmu kaget ne?" Balas Heechul masih dengan senyumannya. Sungmin hanya menganggukan kepalanya member jawaban.
"Mianhae.. Kajja.." Ucap Heechul lagi sambil menarik tangan Sungmin.
"Eh? Kita mau kemana Hyung?" Tanya Sungmin yang merasa bingung dengan penarikan Heechul tersebut.
"Kajja.. masuklah.." Bukannya menjawab pertanyaan Sungmin, Heechul justru memerintahkan Sungmin untuk masuk kedalam sebuah mobil Mercedes hitam yang telah terparkir sempurna. Tanpa bertanya lagi, Sungmin pun masuk kedalam mobil tersebut. Dan Heechul langsung tancap gas meninggalkan gedung tersebut.
TMŁ
"Hyung.." panggil Sungmin setelah terjadi keheningan sesaat. Heechul hanya bergumam kecil menanggapi panggilan Sungmin.
"Kyu.. dia benar-benar keluar dari dunia hiburan? Apa ini karena aku Hyung?" Tanya Sungmin dengan nada lirih dan sendu. Sungmin akan sangat bersalah jika Kyuhyun menghancurkan karrir nya hanya karena dirinya. Membayangkan hal itu Sungmin hanya meremas baju yang ia kenakan. Melihat itu Heechul hanya tersenyum lembut.
"Anii…" ucap Heechul singkat membuat Sungmin menoleh dan memperhatikan Heechul yang focus pada kemudinya.
"Dia melakukan ini untuk dirinya sendiri, jadi jangan menyalahkan dirimu Minnie.." ucap Heechul lagi, membuat Sungmin tersenyum getir masih tak mempercayainya.
"Ah iya, aissh.. Aku lupa.." pekik Heechul sambil mencari sesuatu dari saku jaketnya. Sungmin hanya bisa mengernyit melihat seorang Heechul kebingungan.
"Yap.. Ini… bacalah.." ucap Heechul sambil menyerahkan secarik surat lagi.
'surat lagi?' batin Sungmin sambil memperhatikan surat itu dengan seksama lalu ia mengambil surat itu dan mulai membacanya.
BunnyMin…
Apa kau bosan mendapat surat ini? Haha
Mianhae, aku menulis ini karena aku tak yakin bisa mengatakannya secara langsung.
Ada banyak yang ingin aku bicarakan denganmu Bunny.
Tapi ada banyak kata Maaf yang harus ku katakan padamu juga.
Jeongmal Mianhae.. Aku membohongiku mengenai drama 'one night love' itu. Drama itu tetap berjalan namun bukan aku yang memerankannya. Aku hanya beracting di depanmu agar kau menyadari sesuatu hal. Aku sudah menolak tawaran itu sejak pertama kali kau melarangku.
"Dia benar-benar tak memainkannya?" gumam Sungmin sambil memiringkan kepalanya bingung. Bagaimanapun, saat itu ia melihat Kyuhyun menandatangi kontrak di depan matanya dan yeoja genit itu?
"Itu hanya acting Minnie.." Ucap Heechul saat mendengar gumaman Sungmin dan melihat raut kebingungan di wajah imut itu.
"Kyu ingin kau mengatakan sesuatu padanya dengan cara beracting dalam drama itu dan membuatmu cemburu pada Minji.." Jelas Heechul yang semakin membuat Sungmin memutar otaknya.
"Kim Director adalah paman Kyuhyun jadi Kyu meminta bantuan padanya untuk menjalankan scenario untukmu. Dan Minji adalah anak dari Kim Director, dengan kata lain Minji adalah sepupu Kyu jadi kau tidak perlu cemburu lagi padanya. Arra?" Jelas Heechul lagi.
"MWO?" Pekik Sungmin mendengar penjelasan Heechul. Setidaknya penjelasannya yang tadi mampu menghapus keanehan dalam fikiran Sungmin. Melihat Sungmin yang terkaget, Heechul hanya tertawa kecil.
"Kalian mempermainkan ku.." ucap Sungmin kesal sambil menggembungkan pipinya.
"Haha, jangan seperti itu. Kyu hanya ingin kau jujur akan semua perasaanmu pabbo… " Ucap heechul di tengah tawa kecilnya.
Sungmin menghela nafas pasrah, ia tak bisa memprotes apa pun saat ini. Ia pun kembali pada surat yang ada di tangannya. Masih ada beberapa kalimat yang belum ia baca.
Ku harap kau tidak marah Minnie. Bagaimana pun aku yang harusnya marah dan kesal. Anggap ini sebagai balasanku ne? Hahaha
Jeongmal Mianhae… Aku.. Aku sudah melihat beberapa hal dan membaca beberapa file di laptopmu.
DEG
'L-laptop? Kapan Kyu membuka laptopku? Astaga..' batin Sungmin terbata. Matanya membulat sempurna, ia menelan ludahnya dengan sangat sulit.
Haah,,, Bagaimana kau bisa menyembunyikan semuanya padaku Bunny?
Itu membuatku sakit, sedih dan kesal pabboya Minnie… Bukankah dulu kita sudah berjanji tidak akan ada rahasia eum?
Kenapa kau tidak pernah memberitahuku tentang semua perasaanmu? Kenapa kau tidak katakan bahwa kau sedih dan kesal saat aku tak berada disampingmu? Kenapa kau tidak katakan bahwa kau selalu menangis saat aku tidak mengakui mu di Entertaiment?
Aku tau kau sedih dengan semua itu namun dengan senyuman dan semangat yang kau tunjukan padaku membuat semua rasa cemas ku hilang, dan aku tak pernah memikirkan akan hal lain dalam hatimu.
Jeongmal Mianhae Minnie.. Mianhae.. Aku tak pernah mengerti perasaanmu.. Mianhae.. Aku tak pernah berada disampingmu saat kau sedih dan sakit.
Karena itulah aku memutuskan untuk meninggalkan karirku. Mulai sekarang, aku akan selalu menemanimu dan terus berada disampingmu. Aku Janji.
Jadi, jangan pernah menyembunyikan apa pun lagi padaku, Arrasso?
Saranghae nae BunnyMin
"Kyunnie.. hiks…"
Sungmin hanya bisa menangis dalam diam, terkadang isakan kecil keluar dari mulutnya. Ia tak habis fikir dengan semua yang dilakukan Kyuhyun padanya. Sungmin hanya bisa menggigit bibir bawahnya. Semua rasa sesak dalam dada nya telah menghilang begitu saja. Hanya ada kelegaan dan kebahagian yang memenuhi hatinya saat ini, tangisan haru yang menjadi pelampiasannya. Sungmin tidak percaya semua pengorbanan yang Kyuhyun lakukan baginya.
DEG
Namun seakan mengingat sesuatu, Mata Sungmin kembali membulat dan tangannnya kembali meremas bajunya. Takut…
'tunggu.. kalau Kyu sudah melihat semua file yang ada di laptopku, apa ia juga sudah mengetahui hal itu? Otthoke?'
PUK
"Kajja, kita turun…"
Tangan lembut menyentuh kepala Sungmin membuat lamunannya buyar mengelus lembut rambut blonde Sungmin dan mengajaknya untuk segera turun dari mobil.
Mereka pun segera turun dari mobil. Suasana gelap dan dingin langsung menyambut keduanya saat menginjakan kaki keluar dari mobil. Tidak ada penerangan lampu sedikit pun di kawasan yang bisa di bilang mirip dengan hutan atau entahlah.. Hanya ada pepohonan tinggi di depan sana dengan jalan yang sangat gelap.
"Yak! Kenapa diam…" Heechul menepuk bahu Sungmin yang tengah menatap horror jalanan didepannya.
"Eh? Lalu?" Tanya Sungmin super polos yang membuat Heechul menghela nafas.
"Cepat, pergilah kesana.." perintah Heechul sambil menunjuk jalanan gelap yang dihiasi dengan pepohonan tinggi di sekitarnya.
"Mwo? Kesana?" Sungmin kembali bertanya sambil ikut menunjuk arah depannya.
"Tentu saja.. Kyu sudah menunggumu Minnie.." Ucap Heechul lagi.
"Hyung ikut kan?" Tanya Sungmin hati-hati. Hei., walaupun ia sudah dewasa namun harus berjalan sendirian di jalanan gelap seperti itu akan membuat nya merinding takut.
"Anii.. Aku disini.. Aku tidak mau mengganggu kalian.." Heechul mencubit gemas pipi chubby Sungmin sambil tersenyum lembut namun penuh arti.
"Hyung.. Apa kau tidak bisa menemaniku? Setidaknya sampai aku bertemu dengan Kyu, itu sangat gelap chulli hyung…" rengek Sungmin masih menunjuk jalanan sepi nan gelap itu.
"Anii.. Anii.. Ayo cepatlah…" Heechul pun mendorong punggung Sungmin agar namja itu mulai melangkahkan kakinya.
Akhirnya dengan langkah berat dan ragu-ragu, Sungmin melangkahkan kakinya menuju jalan setapak tersebut sempat menoleh berkali-kali kearah Heechul masih meminta namja cantik itu untuk menemaninya namun hasilnya nihil.
Gelap.. hanya ada suara-suara jangkrik yang menemani perjalanan sunyi seorang Sungmin yang melangkah dengan sangat hati-hati.
"Kyunie.." panggil Sungmin lirih. Bulu kuduknya sudah mulai berdiri saat ini. Angin dingin dari arah depannya semakin kuat menerpa tubuhnya yang hanya memakai kaos yang tidak tebal.
"Aish., apa kau tidak bisa memilih tempat yang layak, pabboya.." umpat Sungmin sambil terus melangkah, berusaha menghilangkan fikiran-fikiran horror dalam otaknya.
Sudah 10 menit Sungmin berjalan sendirian namun ia belum menemukan sesuatu yang bisa menenangkan hatinya. Langkah pun semakin pelan, lelah sudah mulai menerpa kakinya karena tanpa disadari, jalan setapak yang Sungmin lewati semakin menanjak keatas.
"Aish, dimana kau pabboya~!" Ucap Sungmin setengah berteriak kesal karena belum menemukan sosok yang sudah ingin ia peluk dengan erat itu.
Langkah Sungmin terhenti saat ia melihat sebua cahaya kecil namun terang di depan jalannya. Matanya menyipit berusaha menangkah apa yang ada didepan sana. Ia mengernyit bingung sambil memiringkan kepalanya imut.
"lilin?" gumam Sungmin saat mengetahui benda bersinar yang menghiasi pinggiran jalan setapak di depannya.
Ya, jalan di depannya sekarang lebih terang oleh lilin kecil yang diletakkan di pinggir-pinggir jalan setapak ini, menjadikan jalan tersebut terang dan juga menarik. Sebuah senyuman tipis terulas di wajah imut Sungmin, Ia pun kembali melangkahkan kakinya menyelusuri lilin-lilin itu.
"Apa lagi yang kau rencanakan Kyu?" gumam Sungmin selama perjalanannya.
Setelah beberapa lama berjalan, akhirnya Sungmin sampai di ujung jalan setapak tersebut. Tidak ada pohon yang menghiasi, sehingga pemandangan langit dengan banyaknya cahaya kecil yang bertaburan dan bermain mata sangat jelas dan mungkin dekat dengan ketinggian tanah seperti ini. Sungmin terpukau dengan langit Jeju yang terasa dekat dari nya ini dengan bintang yang sangat banyaknya itu.
Setelah puas memandangi langit luas nan indah itu, Sungmin mulai mengedarkan pandangannya pada sekeliling, tak ada apapun disini, hanya tanah kosong yang hampir berstruktur bebatuan pantai ini, mungkin bisa dibilang ini mirip dengan tebing yang tidak terlalu tinggi dan menjorok kearah laut.
TMŁ
"Kau sudah sampai Bunny"
Sebuah suara berat dan lembut menginterupsi kebingungan Sungmin. Sungmin langsung menolehkan kepalanya menuju asal suara, dan ia menemukan sosok namja tinggi tengah berdiri di ujung sebelah kiri tempat tersebut.
Namja yang berdiri tegap itu memakai sebuah tuxedo berwarna putih di hiasi dasi berwarna hitam. Rambut brunette coklatnya di tata sangat rapi membuat namja itu terlihat begitu menawan dan sangat tampan.
"Kyunnie…" gumam Sungmin pelan masih berdiri mematung memperhatikan sosok yang berdiri cukup jauh darinya. Kyuhyun hanya tersenyum lembut menatap wajah imut Sungmin yang sangat ia rindukan.
Kyuhyun sedikit terkaget saat ia melihat air mata kembali meluncur di kedua pucuk mata Sungmin yang masih berdiri terpaku memperhatikan Kyuhyun. Namun sedetik kemudian, Sungmin langsung berlari dan berhambur memeluk namja tegap tersebut. Kyuhyun sampai mundur beberapa langkah karena tak siap menerima pelukan langsung dari Sungmin tapi akhirnya ia hanya bisa tersenyum lega dan puas. Kyuhyun membalas pelukan Sungmin bahkan lebih mengeratkannya.
"Kyunnie pabboya.." isak Sungmin didalam pelukan mereka. Sungmin hanya menenggelamkan wajanya yang telah basah dan memerah pada dada bidang Kyuhyun dan membuat pakaian namja ikal itu menjadi basah.
"Jeongmal pabboya…" isak Sungmin lagi mengeluarkan semua kekesalannya pada namja yang telah membuatnya galau dan menangis setiap malam itu. Kyuhyun hanya tersenyum sambil mengelus lembut rambut blonde Sungmin yang begitu halus.
"Mianhae.." Hanya kata singkat itu yang Kyuhyun keluarkan untuk memberitahu Sungmin bahwa dirinya begitu menyesal dengan semua hal yang ia lakukan dan membuat namja imut itu menangis. Selama beberapa hanya pelukan itu yang seakan melepaskan semua beban, kesedihan, ketakutan bahkan kekesalan di keduanya. Saling menyalurkan perasaan rindu dan cinta yang menumpuk dalam hati mereka.
"Kyu…" Sungmin sudah mulai bisa meredakan tangisannya. Kyuhyun pun mulai melepaskan pelukan mereka, menatap lembut wajah imut yang masih basah tersebut. Tangannya menjulur menyentuh kedua pipi Sungmin dan menghapus jejak air mata disana.
"Jangan pernah menangis lagi…." Ucap Kyuhyun setengah berbisik masih dengan senyuman mautnya yang begitu manis. (Hye blushing sendiri bayanginnya #Plaak XD)
Sungmin hanya menganggukkan kepalanya lalu mulai membalas senyuman itu dengan senyuman yang tak kalah manisnya.
"Mianhae.. Jeongmal Mianhae untuk semua hal bodoh yang kulakukan ne?" Ucap kyuhyun lagi dengan nada menyesalnya, Sungmin hanya menggelengkan kepalanya tak setuju.
"Anii.. Aku yang harus minta maaf, semua karena kesalahanku. Aku begitu egois Kyu… Mianhae.." Sungmin menundukkan kepalanya tanda bahwa dirinya sangat menyesal. Kyuhyun hanya tertawa kecil lalu mengecup pipi chubby Sungmin, membuat namja imut itu kembali mendongakkan kepalanya menatap obsidian dark brown Kyuhyun.
"Ini salah kita berdua.. Itu lebih tepat kan?" Ucap Kyuhyun membuat Sungmin tersenyum lega.
"Mulai sekarang jangan pernah menyembunyikan semua perasaan mu. Katakan apapun yang kau rasakan. Janji?" Ucap kyuhyun lagi sambil mengelus lembut pipi putih namja imut itu.
"Ne, yaksoke.." balas Sungmin sambil tertawa kecil.
Mereka masih saling tatap dan balas senyuman manis, sampai Kyuhyun mulai mendaratkan bibirnya pada bibir pulm itu. Memiringkan wajahnya untuk lebih leluasa memperdalam ciuman mereka, tangannya pun memegang tengkuk Sungmin memaksa ciuman itu untuk lebih dalam dan manis. Lumatan kecil mulai di berikan Kyuhyun pada bibir yang menurutnya jauh lebih manis daripada permen itu. Sungmin hanya memejamkan matanya, menikmati setiap lumatan yang dilakukan Kyuhyun namun akhirnya ia ikut membalas lumatan itu. Menghisap hingga menggigit kecil pada sudut bibir keduanya.
Setelah puas dengan setiap lumatan, Kyuhyun pun melepaskan tautan bibir mereka.
"bogoshipo.." ucap Kyuhyun. Wajah mereka masih terlalu dekat, hanya berbeda beberapa centi membuat hembusan nafas Kyuhyun menerpa wajah imut Sungmin.
"nado babyKyu.." balas Sungmin membuat Kyuhyun semakin tersenyum lebar.
"Kyu…" panggil Sungmin, Kyuhyun hanya bergumam menjawab panggilan itu.
"Apa kau keluar dari dunia hiburan karena aku?" Tanya Sungmin dengan nada sendu. Jujur, Sungmin masih menyimpan rasa bersalah yang begitu besar pada Kyuhyun.
"Anii.. Aku melakukannya demi diriku sendiri.." Jawab Kyuhyun. Sungmin hanya menatap obsidian Kyuhyun yang berusaha meyakinkannya.
"Aku ingin menghabiskan waktuku bersama BunnyMinku, Aku sudah puas menjalani semua jadwal itu, sekarang aku hanya ingin bebas. Kau tidak akan marah kan Hyung?" Jelas Kyuhyun lagi.
"Jinjayo?" Tanya Sungmin memastikan, Kyuhyun mengangguk mantap membuat Sungmin tersenyum senang.
"Gomawo Kyunnie.." Sungmin kembali memeluk Kyuhyun dengan sangat erat. Senang,. Tentu saja, dengan begini ia tak akan pernah sendiri lagi, Kyuhyun akan menjadi Kyuhyunnya yang dulu, yang selalu ada menemaninya setiap saat. Egois? Mungkin… Bukankah cinta itu terkadang egois?
"Tunggu!"
Seakan ingat sesuatu Sungmin melepaskan pelukannya menatap wajah tampan Kyuhyun yang seakan bertanya kenapa.
"Bukankah kemarin kau bilang akan meninggalkan Seoul selama 1 tahun? Apa itu juga acting mu eum?" Tanya Sungmin lagi sambil mengerucutkan bibirnya tanda kesal. Kyuhyun mengecup sekilas bibir yang telah mengerucut itu dengan smirk evilnya.
"Yak! Jawab aku!" Ucap Sungmin setelah mendapat kecupan singkat itu dan belum mendapat jawaban dari pertanyaannya. Kyuhyun menghela nafas lalu mengalihkan pandangannya pada langit luas di atas mereka.
"Ne, aku akan pergi selama 1 tahun.. Aku akan ke Paris.." Jawab Kyuhyun santai. Sungmin kembali menatap Kyuhyun dengan tatapan sendu dan kecewa. Kenapa pergi lagi, bukannya ia sudah berjanji akan menemani ku? Mungkin seperti itulah batin Sungmin saat ini.
Melihat reaksi Sungmin itu, Kyuhyun hanya tersenyum penuh arti.
"Aku harus menemani seseorang untuk mengikuti sebuah kompetisi di Paris." Lanjut Kyuhyun lagi.
"seseorang?" Tanya Sungmin sambil memiringkan kepalanya bingung.
"Writer World Event 2012 in Paris." Jawab Kyuhyun singkat sambil menatap Sungmin yang sedikit terkaget,
"Mwo?" Pekik Sungmin masih dengan nada bingung. Kyuhyun hanya menghela nafas berat.
"Aissh., kepala kau jadi sepolos ini na Bunny…." Ucap Kyuhyun sambil mencubit kedua pipi chubby Sungmin dengan sangat gemas.
"Yak Cho Kyuhyun! Appo…" Sungmin melepaskan cubitan penuh sayang itu lalu mengelus pipinya yang pasti sudah memerah, lalu mendelik kesal ke pelaku penyubitan yang malah nyengir senang sambil menjulurkan tangannya mengacak rambut sungmin.
"Aku akan menemanimu Hyung.. Kau akan mengikuti kompetisi itu di Paris 1 bulan lagi, jadi kita akan kesana." Jelas Kyuhyun
"Mwo? Bagaimana bisa?" Tanya Sungmin tak percaya.
"Tentu saja bisa. Aku dan Teuki Hyung sudah mendaftarkan mu kedalam event itu dan kau lolos tahap penyisihan." Ucap Kyuhyun dengan nada bangga. Sungmin masih terdiam, mencerna setiap perkataan yang baru terlontar dari bibir Kyuhyun.
"Jadi kita akan berada di Paris selama 1 tahun. Untuk mengikuti kompetisi itu dan…" Kyuhyun menggantung kalimatnya membuat Sungmin mengernyit bingung, lalu Kyuhyun mencondongkan tubuhnya kepada Sungmin, mendekatkan mulutnya pada telinga Sungmin hendak membisikan sesuatu.
"dan untuk.. our honey moon baby…" bisik Kyuhyun dengan nada menggodanya.
1 detik..
5 detik..
Butuh 10 detik bagi Sungmin untuk mencerna bisikan Kyuhyun tersebut dan membulatkan matanya sempurna. Kyuhyun yang melihat itu hanya tertawa tertahan.
"MWOO?" Teriak Sungmin kaget sambil mendelik horror kearah Kyuhyun yang justru berjalan kearah belakang Sungmin.
TMŁ
"Yak! Kyu apa yang kau lakukan!" Pekik Sungmin saat Kyuhyun menutup mata Sungmin dengan telapak tangannya.
"Kyunnie.. Lepaskan.." rengek Sungmin sambil berusaha melepaskan telapak tangan Kyuhyun yang dengan sempurna menutup matanya.
"Ssst,.. diamlah Hyung.. Hanya ikuti aku, Arrasso?" Ucap Kyuhyun sambil menuntun Sungmin untuk berjalan menuju pinggiran tebing tersebut. Angin dingin semakin berhembus kencang dari arah laut yang terbentang di bawah sana. Aroma air laut sangat tercium, membuat hati menjadi tenang dan nyaman.
"Kyu.. " panggil Sungmin sambil mengeratkan pegangannya pada tangan Kyuhyun saat melewati batuan yang sedikit terjal dan juga karena merasakan hembusan angin yang lebih kencang membuat Sungmin yakin ia tengah di pinggir dan itu sedikit menakutkan. Kyuhyun masih setia membimbing langkah Sungmin dari belakang.
Langkah mereka pun terhenti, namun Kyuhyun masih belum melepaskan telapak matanya dari mata Sungmin.
"Kyunnie., sebenarnya kau mau apa eoh?" Tanya Sungmin yang sudah tidak sabar.
"Tenanglah Hyung, kalau kau banyak bergerak ku pastikan kau bisa terjatuh dari tebing ini.. Tunggulah sebentar lagi.." Bisik Kyuhyun sambil memperhatikan sesuatu yang telah ia siapkan di hamparan laut biru tersebut. Sungmin akhirnya diam, berusaha menikmati angin yang sebenarnya telah membuat dirinya menggigil dingin.
"Baiklah.. nae Bunny…. Tada~!" Ucap Kyuhyun riang sambil melepaskan telapak tangannya, membuat Sungmin mulai mengerjapkan matanya berusaha menangkap apa yang terjadi. Sungmin sedikit terkaget saat melihat dirinya benar-benar berada di pinggir tebing, namun ada hal yang membuatnya terlebih sangat kaget bahkan tercengang saat melihat ke bawah, melihat ke hamparan laut yang berada dibawah sana.
Mau tau apa yang terjadi?
Cahaya-cahaya kecil memenuhi permukaan lautan tersebut. Cahaya kecil yang di yakini adalah lilin-lilin yang mengambang dalam jumlah yang banyak. Membuat warna kontras putih terang di atas warna dark blue sea yang di susun membentuk sebuah tulisan yang terlihat sangat cantik.
WILL YOU MARRY ME ?
LEE SUNGMIN
"Kyu.." gumam Sungmin dengan suara paraunya. Ia berusaha untuk tidak menangis saat ini, tapi tetap saja air mata telah menggenang di pelupuk matanya dan siap untuk meluncur kapan pun.
"A-Apa maksudnya Kyunnie?" Tanya Sungmin sangat lirih masih terus memandangi sebuah pemandangan menakjuban dan sangat indah yang belum pernah ia lihat sebelumnya, berusaha merekam itu semua dalam memory nya.
Kyuhyun mulai membalikkan tubuh Sungmin membelakangi lautan itu dan menghadap dirinya. Sungmin menatap intens wajah tampan Kyuhyun yang tengah tersenyum lembut saat ini.
"Menikahlah dengan ku BunnyMin…" ucap Kyuhyun lirh namun sangat tegas dan lembut, kemudian ia menunjukkan sebuah cincin yang masih berada dalam sebuah kotak cincin transparan kepada Sungmin. Sebuah cincin berwarna silver dengan beberapa taburan Swarovski di pinggiran cincin tersebut. Cincin yang simple namun begitu cantik.
Sungmin masih terdiam tak percaya. Ia menatap Kyuhyun dan cincin yang berada di tangan Kyuhyun itu secara bergantian.
"Kyu.. k-kau serius?" Tanya Sungmin lagi masih dengan tatapan tak percayanya. Kyuhyun hanya tertawa kecil.
"Apa menurutmu aku bercanda Minnie? Aku tidak pernah bercanda dalam hal seperti ini, kau tahu itu.." ucap Kyuhyun sambil menatap manic hitam Sungmin berusaha meyakinkan namja imut itu.
TES
Akhirnya air mata yang berusaha di tahan Sungmin sejak tadi, meluncur kembali membasahi pipinya. Air mata kebahagian. Sungmin tersenyum senang menatap wajah tampan Kyuhyun namun mulutnya seakan terkunci tak mengeluarkan sepatah kata pun.
"Bagaiman Hyung? Kalau kau tidak mau.. Aku akan langsung melompat dari tebing ini menuju lautan itu.." ucap Kyuhyun menggoda atau mungkin memaksa (?) yang membuat Sungmin langsung mendelik horror Kyuhyun yang tengah tertawa kecil.
"So?" Tanya Kyuhyun lagi.
"Ne, I do…" Jawab Sungmin lirih sambil menganggukan kepalanya mantap.
"Mwo Bunny? Aku tidak mendengarnya?" goda Kyuhyun lagi sambil menunjukkan seringaian evil nya. Sungmin berdecak kesal.
"Aish… Ne, I will marry you EvilKyu~!" Teriak Sungmin membuat Kyuhyun tertawa senang lalu kembali membawa Sungmin kedalam ciuman manisnya, menyalurkan semua perasaan yang mungkin tak bisa diutarakan. Ciuman hangat dan lembut di pinggir tebing yang menjulang tinggi, di temani deburan ombak laut di bawah sana, dan angin kencang yang berhembus, membuat sebuah moment yang tidak akan pernah di lupakan selamanya.
Hey, tidak taukah mereka berdua bahwa para penonton di belakang semak-semak itu tengah mengomentari moment itu?
Ya, Heechul, Leeteuk, Ryeowook, Yesung dan Jungmo tengah bersembunyi menyaksikan moment romantic kedua anak manusia di pinggir tebing tersebut.
"Aish, so romantic.." ucap Heechul dengan penuh kagum.
"Aku tak percaya Kyu bisa melakukan ini semua…" timpal Leeteuk masih dengan mata berbinarnya.
"Wookie baby, apa kau menginginkan hal seperti ini juga?" Tanya Yesung dengan mata masih focus ke depan.
"Ne Hyungie, Ini benar-benar romantic.." Jawab Ryeowook sambil meletakkan kepalanya pada bahu Yesung dan tetap memperhatikan KyuMin.
"Cih, lebih baik bocah setan itu benar-benar jatuh dari tebing itu.." Ucapan tajam dengan begitu santainya keluar dari mulut Jungmo yang sedang menekuk wajahnya kesal, membuat Heechul, Leeteuk dan YeWook langsung mendelik kearah Jungmo.
"Mwo? Aku bebas mengatakan apa pun.." Ucap Jungmo lagi saat ia mendapat tatapan intens dari 4 orang sekaligus membuat 4 orang itu hanya menggelengkan kepalanya. Ternyata masih ada yang belum merestui KyuMin ya.. Seperti itulah batin dari 4 orang tersebut.
TMŁ
Suara gemericik air memenuhi sebuah ruangan yang berukuran cukup luas ini. Sebuah ruangan yang di dominasi dengan warna putih bersih. Seseorang tengah menikmati air yang tengah meluncur, membasahi setiap lekukan tubuhnya.
Ya, seorang Lee Sungmin tengah dengan santai menikmati air hangat yang meluncur dari shower, membuat semua rasa lelah di tubuhnya menghilang. Senyuman senang terus terukir di wajah imutnya saat ia mengingat kejadian yang baru terjadi kurang dari 2 jam yang lalu.
Setelah puas dengan pemandangan dari atas tebing itu, Kyuhyun langsung mengajak Sungmin untuk pulang ke hotel, mengingat udara dan angin yang berhembus lebih kencang dan dingin. Kyuhyun telah menyiapkan kamar bagi Sungmin dan disinilah ia, sedang bermandi ria menhilangkan keringat dan segala penatnya, sedangkan Kyuhyun langsung melangkah menuju kamarnya sendiri.
Sungmin mematikan showernya setelah merasa cukup, ia tidak ingin berlama-lama untuk mandi di malam yang dingin ini. Ia pun mengambil baju handuknya, sambil mengambil handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya, lalu berjalan keluar dari kamar mandi. Ia sudah sangat ingin merebahkan tubuhnya yang terasa berat ini.
"Eh? Kyunnie?" Sungmin yang baru saja keluar dari kamar mandi di kagetkan dengan sosok Kyuhyun yang tengah santai duduk bersandar di bed king size nya sambil memainkan PSP putihnya. Sungmin berjalan mendekati bed itu masih dengan handuk kecil melingkar di lehernya.
"Kenapa disini? Bukannya tadi sudah ke kamar?" Tanya Sungmin sambil merebahkan dirinya di samping Kyuhyun.
Tidak ada jawaban. Sungmin akhirnya bangkit dari tidurnya dan terduduk lalu menatap Kyuhyun yang masih asyik dengan PSPnya. Sungmin memutar bola matanya malas. Omongannya pasti menjadi angin lalu jika bocah ini sudah berada dekat sang PSP.
Namun sedetik kemudian Sungmin tersenyum penuh arti, ia selalu punya cara untuk mengalihkan pandangan Kyuhyun dari PSP itu. Ia mulai mendekati Kyuhyun, lalu dengan sedikit memaksa Sungmin mengalihkan tangan kiri Kyuhyun, lalu meletakkan kepalanya pada dada bidang Kyuhyun membuat suara detak jantung Kyuhyun sangat terdengar di telinganya.
"Kyu~" panggil Sungmin dengan nada manjanya sambil memainkan jari-jarinya pada dada Kyuhyun berusaha menggoda.
"eum.." gumam Kyuhyun pelan. Walaupun hanya gumaman, itu membuat Sungmin tersenyum, berarti keberadaannya sudah dianggap saat ini.
"Kapan kau membuka laptop ku Kyu? Apa kau pernah masuk apartemen tanpa sepengetahuanku?" Sungmin membuka pembicaraan mereka, masih dengan acara manjanya pada Kyuhyun.
"Saat kau melarangku memainkan drama itu,." Ucap Kyuhyun singkat, Sungmin berusaha memutar memory nya kembali
"Saat itu, kau marah dan pergi begitu saja meninggalkanku di ruangan kerjamu. Kau lupa mematikan laptopmu, dan aku berniat membaca skrip itu lagi. Tapi ada yang lebih membuatku tertarik. Sebuah folder 'untittled'." Lanjut Kyuhyun panjang lebar membuat Sungmin menganggukan kepalanya mengerti, Kyuhyun mulai mematikan PSPnya dan menaruhnya di meja nakas.
"File catatan harianmu? Aish, bunnyMin ku ternyata mirip yeoja eoh?" Ucap Kyuhyun lagi sambil terkekeh pelan lalu mengelus pucuk kepala Sungmin.
"Biarkan saja, itu lebih baik daripada ku pendam kan?" Sungmin hanya menggembungkan pipinya kesal di tuduh mirip kelakuan yeoja, walaupun mungkin itu benar.
"Anii.. Akan lebih baik jika kau menceritakannya langsung padaku, bukan menulisnya tanpa ku ketahui.." Ucap Kyuhyun masih memainkan rambut Sungmin yang sedikit basah tersebut.
"Kau susah di hubungi, bagaimana aku bisa menceritakan nya?" Balas Sungmin lagi membuat Kyuhyun hanya tersenyum getir.
"Mianhae…" Kyuhyun mengecup pucuk kepala Sungmin, sedangkan Sungmin mulai memejamkan matanya.
"Aku masih menunggu kau mengatakan sesuatu padaku Min.." ucap Kyuhyun lirih. Tangannya masih setia mengelus lembut rambut Sungmin.
"Apa kau membaca itu juga Kyu~?" Tanya Sungmin memastikan. Sebenarnya Sungmin sudah tau apa yang Kyuhyun dengar saat ini. Sebuah rahasia yang memang disimpan rapat oleh Sungmin.
"eum.. Aku ingin mendengarnya langsung dari mu…" Ucap Kyuhyun lembut sambil memejamkan matanya. Sungmin masih memainkan jarinya pada dada Kyuhyun, kemudian mulai membuka matanya dan menghela nafas berat.
"Mianhae Kyu.. Jeongmal Mianhae…" Sungmin mulai membuka suaranya setelah terdiam mempersiapkan semua kata-kata yang ingin di katakan.
"Ne.. Aku memang hamil 6 bulan yang lalu Kyu.. Kau ingat saat kita melakukan 'itu' di liburan kita di Busan?" Cerita Sungmin. Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya masih dengan mata terpejam.
"2 minggu setelah kita kembali ke Seoul, aku merasakan ada yang aneh pada tubuhku. Tubuhku menjadi lemas, Aku kira aku hanya terkena flu, tapi dugaanku salah.. Saat aku memeriksakan ke dokter, dokter itu mengatakan bahwa aku hamil." Cerita Sungmin lagi dengan nada pelan dan teratur. Kyuhyun mulai menggenggam tangan Sungmin yang sudah mendingin mengingat memory yang sebenarnya tak ingin ia ingat.
"Aku benar-benar tak mempercayai perkataan dokter itu, bagaimana pun aku adalah Namja walaupun aku tau istilah Mpreg tapi itu tetap tak masuk akal. Aku berusaha menyangkal semua perkataan itu, namun tubuhku semakin berubah dan aku merasa berat badanku semakin bertambah dengan cepat hari demi hari. Dan mau tak mau aku harus menerima kenyataan bahwa aku benar-benar hamil." Sungmin terus menceritakan hal yang sangat ingin di dengar Kyuhyun saat ini.
"Jujur aku sangat takut, bahkan frustasi dengan semua itu. Akhirnya aku melampiaskan semua rasa frustasiku dengan bekerja siang dan malam, berusaha tak memikirkan ketakutanku akan itu." Lanjut Sungmin lagi.
"Tapi karena kebodohanku.. Aku terlalu lelah dan akhirnya…." Sungmin menggantung ucapannya, Ia memejamkan matanya. Melihat itu Kyuhyun semakin mengeratkan genggamannya dan mengecup pucuk kepala Sungmin kembali.
"Aku kehilangannya Kyu.. Aku keguguran.. Aku.. Aku membunuh calon aegya kita Kyu…" Ucap Sungmin setengah terisak sembari menenggelamkan wajahnya pada lekukan dada bidang Kyuhyun.
"Mianhae.. Mianhae…" ucap Sungmin lagi.
"sstt.. gwenchana.. tapi.. kenapa kau tidak memberitahu ku eum?" Akhirnya Kyuhyun membuka suaranya setelah terdiam membiarkan Sungmin untuk menceritakan semuanya.
"Saat itu kau baru saja melakukan promo album baru mu, aku tahu kau pasti sangat sibuk. Aku tak mau kau memikirkan hal ini dan justru membuatmu drop.." jawab Sungmin. Kyuhyun mengangkat wajah Sungmin agar ia bisa menatap wajah imut itu.
"Jeongmal pabboya.. Kau tahu? Hal ini yang membuatku sakit dan marah padamu kemarin. Bagaimana bisa kau menyembunyikan itu padaku? Sesibuk apa pun aku, aku tetap harus mengetahuinya.. Mengetahui calon aegya kita Bunny…" Ucap Kyuhyun sambil menatap iris mata Sungmin yang terlihat sendu.
"Mianhae.. Mianhae Kyu…" ucap Sungmin dengan penuh penyesalan. Mendengar ucapan penyesalan Sungmin, Kyuhyun memperlembut tatapannya, lalu mulai mengukir senyuman di wajah tampannya.
"Jangan pernah lakukan ini lagi. Jangan pernah menyembunyikan apa pun lagi dari ku.. Arrasso?" Ucap Kyuhyun lembut.
"Ne, aku janji.." balas Sungmin sambil memberikan senyuman manisnya. Kyuhyun pun menarik Sungmin kedalam pelukan hangatnya. Kyuhyun mulai menghirup kuat aroma cherry yang terkuar dari tubuh Sungmin. Menikmati hangatnya tubuh imut yang tengah berada dalam pelukan selama beberapa saat. Namun beberapa detik kemudian raut wajah Kyuhyun berubah, sebuah senyuman jahil atau lebih tepat seringaian penuh arti mulai terukir di wajah tampannya tersebut.
Dengan sekali gerakan, Kyuhyun menjatuhkan tubuh Sungmin pada bed king size itu, lalu menindihnya dengan tubuhnya sendiri.
"Yak Kyu!" pekik Sungmin yang terkaget dengan gerakan Kyuhyun yang hanya beberapa detik tersebut.
"nae BunnyMin…" bisik Kyuhyun sambil menatap wajah imut Sungmin dan menunjukan senyuman penuh artinya.
"Mw-Mwo?" Ucap Sungmin terbata. Alarm bahaya Sungmin telah berbunyi menandakan adanya bahaya yang akan terjadi saat ini, apalagi dengan seringaian yang muncul di wajah evil yang berada tepat di atas wajah imutnya.
"Bagaimana jika kita buat aegya baru saja ne?" ucap Kyuhyun lagi dengan nada menggodanya masih dengan senyuman penuh artinya, membuat Sungmin membulatkan matanya sempurna.
.
.
.
~TBC~
Eeh? Tebeceee?
Yap, Tebece~! Hahahhaa *KMS Ngamuukk* #Kabuuurrrr
Sabarlaahh… Fic ini sudah selesai Hye buat kok, tapi Hye mau buat penasaran dulu ahh #Plaaak XDD
Tenang, besok akan langsung updet endingan dari Fic ini ne? Khusus di Chapter ini hanya untuk penyelesaian masalahnya. Masih ada beberapa kejutan dari Kyu siapin lagi loh.. Kurang cinta apa coba si Kyu .. Hahaha
Note : Jadi sudah jelas kan kenapa seorang Kyu bisa marah dan tega ngelakuin semua acting ke Ming? Yap, pertama karena Ming nyembunyiin semua perasaannya sebenarnya pada Kyu, perasaan bahwa sebenarnya ia tak mau Kyu selalu sibuk dan tak punya waktu untuk dirinya bahkan tak mengakuinya. Anggap file di laptop Sungmin adalah diary kesedihan Ming.
Kedua, tentu Kyu marah besar saat tau Ming pernah hamil walaupun akhirnya ia keguguran juga, dan Ming sama sekali gak kasih tau Kyu dengan alasan takut dan khawatir Kyu kepikiran.
So.., Problem is Clear.. ^^
Yesungdah, Silahkan menunggu Ending dari TML KyuMin ini~ ^^
Jeongmal Gomawo for all my Lovely readerdeul…. Mianhae gak bisa balas Ripiu kalian satu persatu^^
Dan untuk yang menanyakan twitter Hye itu " LYE346 " , kalau FB Hye sudah tak aktif jadi lebih baik ke twitter yaa~^^
And the last….
Mind to Riview this Chap?
Gomawo *Bow
RnR please~!
Special Thanks to :
Guets -Ryeoswung Couple YeWook, Kim Nuri Shfly, KyuLov, LovelyMin, KyuLoveMin, sha, ammyikmubmik, momomelon, KMS, BbuingBbuing137, Jung Hye Min, kyurin Minnie, WieLoveWolfBunnySelamanyah, Kim Nuri Shfly, Evilkyu Vee, Lee Minnie, Rima KyuMin Elf, JoBel13ve, Kyuminlovelfs, fifian160, kyuminnie05, RirinYeWooKyuMin, Cho Kyuri Mappanyukki, reaRelf, Anonymouss, kyumin forever, Kim Soo Hyun, is0live89, olive1315, winecoup134, hyuknie, Evil Thieves, Chikyumin, dhianelf4ever , imKML, triple3r, MINGswife, kim nana, vicsparkyu4ever, , mitade13, Eunnida, Nurmakyuminelf, SparKyuRahma
