Kyuwook Fanfiction

Disclaimer : Kyuwook sama sekali bukan milik aku :3 tapi mereka milik Tuhan YME , milik SM Entertaiment , dan Orang Tua nya.

Pair : Kyuwook, slight Kyumin

Warning : Crack Pair, GS, Typo(s)

Rated : M

Genre : Romance/ hurt / comfort

Ff pertama jadi harap maklum aja ya kalau banyak kekurangan

Dont copas oke ;)

DLDR~

Chapter 6

Tap~

Tap~

Tap~

Suara derap langkah yang menggema di sebuah rumah yang sangat mewah tersebut terdengar sangat teratur.

Namja tampan dengan rambut ikal itu berjalan dengan santai melewati ruangan demi ruangan di rumah itu. Satu tujuan utamanya yaitu kamar miliknya.

Ceklek~

Pintu dengan warna putih itu di buka oleh namja tampan tadi.
Melangkahkan kakinya menuju ranjang, lalu menidurkan tubuhnya yang lelah di atas kasur empuk itu.

Hahhhh~

Kyuhyun -namja tampan tadi- menghembuskan nafasnya lelah. Seharian ini dia kencan bersama kekasih yang akan menjadi istrinya.

Memikirkan hal yang tadi, membuatnya mengingat sesuatu yang sampai saat ini membuatnya pusing.

"Hahhh~, aku lelah dengan semua ini. Ini terlalu rumit." Monolog Kyuhyun sambil memijit pelipisnya.

Kyuhyun berdiri dari kasur dengan sprei warna biru itu, lalu memutuskan membersihkan diri dan tidur.

..
.

"Bangun Kyu~ apa kau tidak ingin berangkat bekerja?"

"Kyu, kau mau sarapan dulu? Aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita."

"Kyu, kau pulang larut sekali, kau pasti lelah. Aku akan menyiapkan air hangat untukmu, tunggulah sebentar."

"Kyu~ hikss sakit kyu~."

"Kyu..."

"Kyu..."

"Kyu..."

Kyuhyun langsung terbangun dari mimpinya, mimpi buruk tentang perbuatan yang selama ini di perbuatnya pada Ryeowook mantan istri mungilnya.

Nafasnya memburu, keringat menetes dari kepala menuju lehernya. Menandakan jika dia masih terbayang tentang mimpi itu.

"Wookie~." Lirih Kyuhyun

Terdengar dari suaranya yang sangat pelan, menyiratkan penyesalan.

"Kenapa kau selalu hadir di mimpiku? Dan kenapa kau selalu menangis?" Kyuhyun bermonolog sendiri.

"Wookie~ mianhe~."

Kyuhyun melirik jam yang terletak di meja nakasnya, menunjukkan pukul 5 pagi. Dan itu waktu yang masih benar-benar terlalu pagi untuk bangun.

Kyuhyun memutuskan mandi guna untuk menyegarkan pikirannya yang selalu mengarah pada Ryeowook yeoja yang selama ini di sakitinya.

"Wookie tolong ambilkan buah Apel di kulkas, lalu cuci dan kupas ne." Suruh Kibum pada Ryeowook.

"Minnie, coba kau cicipi sup itu, apa ada bahan yang kurang pas?" Suruh Kibum pada anak sulungnya itu.

Keadaan yang sangat ramai di dapur keluarga Choi, suasana hangat yang baru pertama kali di rasakannya. Kibum yang membimbing anak-anaknya memasak. Ryeowook dan Sungmin yang saling menyalahkan ketika ada bahan masakan yang ketinggalan saat memasak ataupun yang lain, tapi mereka juga kadang saling menjahili satu sama lain, membuat sang umma semakin melebarkan senyumnya.

"Yak eonnie jangan menggangguku, aishh bisa-bisa buah ini tidak bersih." Suara cempreng Ryeowook saat mengomeli Sungmin, melihat buah yang telah di kupas malah di pegang-pegang.

"Ne ne eonnie minta maaf Wookie hihihi." Ujar Sungmin.

"Minnie, Wookie, aighoo sudahlah jangan bermain terus, kita harus menyiapkan sarapan sebelum appamu berangkat chagiya." Lerai Kibum pada dua anaknya yang sangat nakal itu.

"Ne umma." Jawab mereka.

Yeoja manis bermata foxy yang sangat indah itu sedang berjalan dengan anggun di perusahaan Cho corporation.
Mengarahkan kakinya menuju ruangan yang telah di hafalnya di luar kepala.

"Anyeong Donghae-ssi." Sungmin menyapa Donghae yang kebetulan berada di depan ruangan Kyuhyun.

"Anyeong."

"Apa Kyuhyun ada di dalam?"

"Maaf, tapi presdir sedang ada rapat, apa presdir tidak memberitahu Sungmin-ssi"

"Ahh, aniyo. Tapi kenapa kau tidak ikut bersamanya? Bukankah kau sekertarisnya?."

"Tidak, saya sudah di pindah tugaskan menjadi pemegang keuangan di kantor ini."

"Ohh, baiklah. Ghamsahamnida Donghae-ssi."

Sungmin melangkahkan kakinya dengan kesal meninggalkan Donghae. Padahal sejak awal dia sudah berencana makan siang bersama dengan kekasihnya itu, tapi kini Kyuhyun malah mementingkan rapat bodohnya itu.

"Huh... Bosannnnnn~~." Ryeowook menghembuskan nafasnya. Berharap rasa bosannya akan hilang.

"Ahhh~ aku bingung harus melakukan apa. Kenapa di rumah ini yang tidak memiliki pekerjaan hanya aku. Aishh~ Yesung oppa juga pergi mengantar umma." Ujar Ryeowook berbicara pada dirinya sendiri.

"Harusnya appa membiarkan aku bekerja, daripada menjadi pengangguran seperti ini. Huhf~." Sebal Ryeowook.

Tinggg~

Seakan mendapat pencerahan, dia tahu apa yang akan membuat harinya tidak bosan.

"Kyaaaa~ kenapa tidak terfikirkan sejak tadi. Ckck dasar pabboya Choi Ryeowook."

Ryeowook lalu memutuskan bangun dari posisi tidurnya dan membersihkan diri mengganti pakaiannya. Lalu melangkah keluar rumah, menuju rumah yang dulu sering di singgahinya, rumah mantan suaminya.

Sampainya di depan pagar, Ryeowook ragu-ragu ingin masuk atau tidak.
Ryeowook takut jika Kyuhyun ada di rumah. Tapi dia sangat ingin bertemu dengan Heechul. setelah berpikir lama dia memutuskan untuk pergi saja meninggalkan rumah keluarga Cho itu. Dia berjalan tak tentu arah, kakinya terua melangkah hingga dia tak sadar jika sudah sampai di pasar besar di seoul.

'Hah~ aku berjalan sangat jauh. Sudah terlanjur sampai disini. Aku bersenang-senang sajalah."

Ryeowook kini sedang berjalan dengan santai di salah satu pasar modern di seoul. Dia memperhatikan pernak-pernik yang di jual di kiri-kanannya.

"Kyaaaaa~ bando itu sangat lucu." Ryeowook memekik lumayan keras saat melihat sebuah bando dengan hiasan jerapah di atasnya.

"Agashi, berapa harga benda ini?"

"mianhe noona, barang itu tidak di jual, tapi untuk hadiah."

"Ugh? Hadiah? Hadiah apa?."

"ne, noona harus bisa melemparkan bola-bola kecil ini pada kaleng-kaleng disana, jika noona dapat menjatuhkan 5 buah kaleng, noona bisa mendapat benda itu." Jelas penjaga stand permainan itu.

"Ahh? Jinjja? Baiklah aku mau."

Ryeowook telah menghabiskan lebih dari 20 bola, tapi tidak satupun bolanya dapat menjatuhkan 5 kaleng. Dan itu membuat Ryeowook mengerang frustasi.

"Aishh ada apa dengan kaleng-kaleng itu." Keluh Ryeowook dengan memajukan bibirnya.

Dengan kesal, dia pergi dari stand itu dengan langkah yang di hentak-hentakan, membuat beberapa orang menatap aneh ke arahnya.

Ryeowook menggerutu sepanjang perjalanannya. Setelah lelah menggerutu hal-hal yang tidak jelas, dia memutuskan masuk ke salah satu cafe untuk sekedar membeli minum dan duduk di salah satu kursi di cafe tersebut.

(di tempat yang sama dan di waktu yang sama)

"Baiklah sampai disini rapat kita, jadi tinggal menunggu persetujuan untuk peresmian salah satu cabangnya." Suara agak berat mengakhiri acara meeting yang membosankan itu.

"Baiklah, terima kasih untuk semuanya karena telah menghadiri meeting kali ini." Lanjut orang tersebut.

"Ahh Tuan Cho, sering-seringlah mengadakan rapat cafe seperti ini, supaya kita tidak bosan rapat di falam ruangan terus menerus hahaha." Canda rekan Kyuhyun.

"Haha ne tentu saja." Jawab Kyuhyun seadanya.

Ya Kyuhyun dan rekan-rekannya sedang mengadakan meeting di salah satu cafe di pasar modern Seoul itu. Setelah rapat usai satu persatu pembisnis itu pergi meninggalkan Kyuhyun di cafe itu.

Kyuhyun mengedarkan pandangannya dan tidak sengaja melihat Ryeowook, yeoja yang selalu menggaggu mimpi-mimpinya.

Deg~

Dua pasang mata itu saling bertubrukan dan menatap satu sama lain, membuat kinerja jantung mereka menjadi lebih cepat dari sebelumnya.

"Wookie~." Lirih Kyuhyun.

"Kyunie~." Lirih Ryeowook.

Dengan terpaksa Ryeowook memutus pandangan mereka, dia melihat ke arah minuman yang kini tinggal setengah dari tempatnya.

Dengan perlahan Kyuhyun berdiri, dan berjalan ke arah Ryeowook. Membuat jantung Ryeowook semakin berpacu dengan cepat.

"Wookie-ah." Suara bass itu membuat Ryeowook salah tingkah dan tidak berani menoleh pada Kyuhyun.

"Sebenci itukah kau padaku Wookie? Sampai-sampai menatap ku saja kau enggan?"

Ryeowook langsung menengadahkan kepalanya kala suara itu menjadi lemah. Dan dia menggelengkan kepalanya.

"Aniya kyu, bukan seperti itu maksudku..."

"Lalu kenapa kau tidak menjawabku?"

Ryeowook hanya diam menatap Kyuhyun dengan mata agak bulat yang menggemaskan, dan dia tidak tahu harus menjawab apa.

Melihat Ryeowook yang sangat terlihat lucu di mata Kyuhyun, membuat Kyuhyun menahan mati-matian tanganya agar tidak mencubit pipi gembul yang di lapisi rona agak kemerah-merahan milik Ryeowook.

"Kau sedang apa disini Wookie?"

"Emm, aku hanya jalan-jalan. Kau sendiri? Kenapa tidak di kantor? Bukannya ino jam kantor?"

"Aku baru saja selesai meeting..."

"Meeting?" Ryeowook memiringkan kepalnya menatap Kyuhyun dengan dahi berkerut.

Ahhh Wookie kau benar-benar menguji Kyuhun ehh. Ohh lihat lah dia tidak tahan melihatmu bertingkah seperti itu.

Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Ryeowook, malah mengarahkan tangan kanannya pada pipi Ryeowook, lalu mencubit pipi itu dengan pelan.

"Ahhh..."

Ryeowook memekik kaget akibat ulah Kyuhyun, dia menatap Kyuhyun aneh dengan pipi yang dihiasi rona pink.

"Kau tahu Wookie, kau sangat terlihat lucu saat berpose seperti itu."

"Huh?"

Ryeowook meloading ucapan Kyuhyun, dia masih tidak mengerti maksudnya.

Ohh itu mungkin efek dari perbuatan Kyuhyun padanya.

Sungmin berjalan dengan langkah gontai memasuki rumah mewah Choi, membuat Siwon, Kibum dan Yesung yang sedang asik menonton televisi itu bertanya-tanya.

Siwon mengisyaratkan pada Kibum untuk menghampiri Sungmin. Dan Kibum mengganggukan kepalanya.

Kibum menghampiri anak sulungnya yang cantik itu. Rasa khawatir melingkupi hatinya, ketika melihat wajah putri sulungnya yang sedikit pucat dan kusut.

"Minnie, kau kenapa chagi?"

Sungmin menggeleng dan menatap ummanya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

Dengan gerakan pelan Sungmin memeluk erat umma yang paling di sayanginya itu. Sambil memejamkan matanya dan menghirup dalam-dalam aroma yang sangat menenangkan dari bahu ummanya agar masalah yang membuatnya pusing menghilang.

Sungmin melepas pelukannya, dan tersenyum manis pada Kibum.

"Gweanchanayo umma... Umma, aku tidur dulu selamat malam."

Sungmin berjalan menuju kamar, setelah mengecup pipi kanan dan kiri sang umma.

Brukkk~

Sungmin menjatuhkan tubuhnya di atas kasur empuknya. Memijit pelipisnya guna mengurangi rasa pusing yang melandanya.

Bayangan dua orang yang tadi tidak sengaja di lihatnya tiba-tiba terlintas di pikirannya. Membuat hatinya sakit dan air matanya menetes perlahan.

"Kenapa kalian berbuat seperti ini di belakang ku?."

Tes

Lagi air mata menyakitkan itu menetes, di sertai isakan-isakan kecil dari bibir sexy nya. Lama Sungmin menangis hingga dia tertidur karena kelelahan menangis.

Kyuhyun menggendong Ryeowook yang ketiduran karena kelelahan. Seharian ini mereka bermain dan bersenang-senang di pasar. Kyuhyun mengajak Ryeowook berbelanja apapun yang dia mau, dan Kyuhyun juga mendapatkan bando berhiaskan jerapah sesuai dengan yang Ryeowook inginkan, karena Kyuhyun bisa menjatuhkan 5 bola sekaligus.

FLASHBACK ON~

"Kyu, kita akan kemana?" Teriak Ryeowook saat Kyuhyun menariknya berkeliling pasar modern itu.

"Kita akan berbelanja Wook, apa yang ingin kau beli Wook?"

"Tidak ada, kau ingin apa Kyu?"

"Sama aku juga tidak menginginkan apapun." Jawab Kyuhyun di sertai cengiran tidak jelasnya.

Ryeowook mendengus kecil mendengar jawaban Kyuhyun.

"Kyu bagaimana kalau kita bermain itu?"
Ryeowook menunjuk salah satu stand permainan yang tadi sempat di mainkanya.

"Tentu, apapun untukmu Wookie."

Jawaban Kyuhyun membuat wajah Ryeowook memerah kembali, dan membuat Ryeowook mengalihkan pandangannya ke arah lain supaya Kyuhyun tidak melihat wajahnya.

Kyuhyun dan Ryeowook telah memutuskan bersahabat seperti dulu, dan melupakan masalah yang mereka beberapa waktu lalu. Kyuhyun bersyukur dalam hati karena Ryeowook bisa memaafkanya dan memulai hubungan mereka dari awal lagi.

FLASHBACK OFF~

Kyuhyun meletakkan Ryeowook di atas ranjang di salah satu kamar tamu rumahnya dengan hati-hati. Dengan setelah menyuruh sang umma memberi tahu kika Ryeowook menginap di rumah keluarga Cho.

"Wookie, terimakasih kau telah memaafkan ku. Kau orang yang sangat baik. Mungkin ini sangat terlambat tapi...Aku mulai mencintaimu Wookie. Maaf~"

Cuppp~

Di kecupnya pelan kening Ryeowook supaya tidak mengganggu tidurnya. Lalu menyelimutinya.

Kyuhyun tidak mengetahui bahwa ummanya -Cho Heechul- sedari tadi memperhatikannya dan mendengar semua ucapannya.

"Kau harus memutuskan siapa yang terbaik untukmu Kyu. Jangan sampai kau menyesal saat pilihan itu tidak sesuai dengan hatimu." Ujar Heechul pelan dan tidak terdengar oleh siapapun disana.

...

...

..

.

"Eughh~."

Lengguh Ryeowook tiba-tiba. Dia mencoba mengambil ponsel yang biasa di letakkan di atas nakas.

"Dimana ponselku..." Lirih Ryeowook dengan suara yang agak serak.

Ryeowook melihat sekelilingnya, dia merasa aneh dengan kamarnya.
"Sejak kapan kamarku berubah menjadi warna biru seperti ini?" Pikirnya

"Ommo!" Ryeowook langsung memekik dengan keras. Ahh dia baru ingat jika ini bukan kamarnya. Ini adalah kamar yang dulu pernah di tempatinya saat menginap di rumah Kyuhyun.

Ryeowook keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur. Tepat saat dia baru ingin mengagetkan Heechul, ternyata mantan mertuanya itu sudah lebih dulu mengetahui keberadaannya.

"Selamat pagi Wookie.." Sapa Heechul tanpa menoleh ke belakang tempat Ryeowook berdiri.

Ryeowook mempoutkan bibirnya, karena Heechul tidak menghadap padanya.
Ohh mencoba merajuk eoh? Dasar yeoja manja -_- kkkk

Heechul merasa sapaannya tidak di balas membalikkan badannya, mengahadap Ryeowook yang masih betah memanyunkan bibirnya itu.

"Aighoo~, kenapa sapaan umma tidak di balas hmm? Apa umma berbuat salah sampai-sampai kau mengabaikan sapaan umma Wookie?" Tanya Heechul.

"Umma tidak menyambutku dengan baik, ughh."

"Apanya yang tidak baik hm?" Heechul menghampiri Ryeowook, dan membawa yeoja imut itu kepelukannya yang hangat. Menciumi pucuk kepalnya dengan sayang, menganggap seperti anaknya sendiri. Yah memang karena Heechul sangat menyayangi yeoja mungil itu.

"Umma menyapaku tapi tidak menoleh padaku, malah memperhatikan masakan umma itu." Rajuk Ryeowook.

"Kau ini, hal kecil seperti iru saja di permasalahkan, ck." Decak Heechul gemas.

"Ummaaa!" Teriak Ryeowook dengan bibie yang semakin maju, membuat wanita yang sudah berkepala 4 itu terkekeh.

"Sudah-sudah, hei umma merindukan mu sayang."

"Aku juga merindukan umma."

"Kenapa kau tidak pernah kesini Wookie?" Tanya Heechul sambil mengusap rambut Ryeowook dengan sayang. Heechul benar-benar menyayangi yeoja mungil ini.

"Maaf umma, hanya belum sempat hehehe." Jawab Ryeowook sambil menyengir.

"Iya tidak apa-apa, tapi sering-seringlah bermain kemari. Kau tahu umma bisa mati kalau menahan rindu pada menantu mungil umma ini." Ujar Heechul tidak sadar mengatakan Ryeowook sebagai menantunya.

"Umma, aku..."

"Bagi umma, cuma kau menantu umma. Meskipun Kyuhyun bukan lagi suami mu, tapi kau akan tetap menjadi menantu kesayangan umma chagi" Putus Heechul dengan menatap mata bulat Ryeowook yang lucu.

Hahhhhh~

Kalau sudah seperti ini Ryeowook hanya menghela nafas pasrah. Menghadapi Heechul yang keras kepala hanya akan membuat nya pusing.

Sungmin kini sedang duduk di salah satu kursi di ruangan presdir Cho itu. Dia terus saja melihat apapun yang di lakukan calon suaminya itu. Entah sedang serius membaca atau tanda tangan dan lain-lainnya. Membuatnya tersenyum tipis menyadari bahwa namja tampan ini akan segera menikah dengannya. Tapi saat bayangan Kyuhyun dan Ryeowook sedang tertawa kemarin membuat nya ragu akan Kyuhyun dan dirinya.

Sungmin berdiri dari duduknya, dan melangkah ke arah Kyuhyun. Mulai menggoda Kyuhyun yang sejak tadi serius dengan pekerjaannya, dengan duduk di pangkuannya.

"Kyu~ kenapa kau mengabaikan ku?" Rajuk Sungmin dengan memainkan dasi Kyuhyun. "Biasanya kau lebih mementingkan ku dari pada kertas-kertas itu."

"Siapa yang mengabaikan mu Ming? Ini adalah laporan hasil ku rapat kemarin, jadi aku harus serius mengurusnya. Maaf jika kau merasa terabaikan."

Sungmin menggeleng, dia mengarahkan wajah Kyuhyun padanya. Sedikit demi sedikit mengikis jarak antara keduanya.

Sungmin memejamkan matanya menikmati ciuman itu, begitupun Kyuhyun dia juga memejamkan mata mencoba merasakan rasa yang biasa hadir saat dia merasakan bibir sexy kekasihnya. Tapi entahlah kenapa tiba-tiba bayangan bibir mungil Ryeowook yang melintas di kepalanya. Membuat dia memutuskan ciuman itu secara sepihak. Dan hal itu membuat Sungmin kaget.

"Kenapa Kyu?"

"Aniyo Ming, hanya saja..."

Sungmin diam dia menatap manik Kyuhyun, yang sejak tadi terlihat gelisah.

"Kau berubah Kyu." Lirih Sungmin pelan.

"Aku..."

"Jangan mencintainya Kyu, cukup cintai aku."

Sungmin sudah menangis sejak tadi, dan Kyuhyun hanya diam tanpa tahu harus berbuat apa. Dia bingung dengan hatinya sendiri.

"Maaf Ming, aki sudah berusaha menghindari perasaan ini. Tapi.."

"CUKUP KYU! KAU HANYA MERASA BERSALAH PADANYA BUKAN MENCINTAINYA." Teriak Sungmin marah.

"Maaf Ming..."

"Aku pergi, mungkin kita perlu mendinginkan dulu pikiran kita masing-masing Kyu."

Tap~ tap~ tap~

Sungmin pergi dengan langkah cepat meninggalkan Kyuhyun yang masih mematung.

Kyu kau benar-benar laki-laki yang sangat jahat. Teganya membuat orang yang mencintaimu menangis karenamu ckckck.

~TBC~

lanjuttt di chapter 7 ==== :D