Kyuwook Fanfiction

Disclaimer : Kyuwook sama sekali bukan milik aku :3 tapi mereka milik Tuhan YME , milik SM Entertaiment , dan Orang Tua nya.

Pair : Kyuwook, slight Kyumin

Warning : Crack Pair, GS, Typo(s)

Rated : M

Genre : Romance/ hurt / comfort

Ff pertama jadi harap maklum aja ya kalau banyak kekurangan

Dont copas oke ;)

DLDR~

Chapter 7

Happy Reading chingu~

Donghae menghela nafas lelah, seharian ini pekerjaannya semakin menumpuk, belum lagi yang otaknya memikirkan yeoja bernama Kim Ryeowook membuatnya semakin lelah, dia tahu dan cukup mengerti jika dia tidak akan bisa memilikki Ryeowook, maka dari itu sedikit demi sedikit dia akan melupakan perasaan itu.

Hahhhh~

Entah sudah ke berapa kalinya nafas kasar itu keluat dari rongga hidungnya. Dia berdiri dari duduknya, memutuskan untuk ke kantin 'membeli beberapa cemilan tidak buruk juga' begitulah pikirnya.

Saat sampai di kantin langkahnya tiba-tiba berhenti, tidak dapat bergerak sama sekali deperti tertempel lem. Matanya yang tajam menatap satu objek, yaitu yeoja manis dengan kulit seputih susu, yeoja yang masih tersenyum dengan manisnya pada pelanggan yang sedang membayar pesanannya.

Yeoja yang menjadi objek tatapan tidak menyadari sama sekali bahwa ada seorang namja tampan yang terpaku melihat kecantikannya.

Donghae melangkah mendekati kasir tempat yeoja itu berdiri.

"Anda ingin memesan apa tuan?" Tanya yeoja bernamtag Lee Hyukjae itu ramah.

Donghae tidak segera menjawab, dia hanya menatap Eunhyuk dengan intens, membuat yeoja berkulit putih itu sedikit risih karena di tatapi namja yang ehhem -tampan- menurutnya.

"Tuan.." Panggil Eunhyuk sekali lagi.

"Aku ingin kau." Ujar Donghae pelan.

"Apa?" Tanya Eunhyuk, karena tidak mendengar perkataan Donghae yang sangat pelan.

Donghae spontan menggeleng, dia menyadari perkataannya itu.
'Aighoo, apa yang kau pikirkan Lee Donghae' Rutuk Donghae dalam hati.

"Ahh, tidak.. Aku pesan beberapa makanan kecil."

"Ne tuan."

'Aku akan mendapatkanmu Lee Hyukjae' Tekad Donghae.

Ohh sepertinya pangeran kita yang satu ini sudah dapat melupakan Ryeowook, hanya karena melihat yeoja yang bernama Lee Hyukjae itu.

Kyuhyun memijat pelipisnya. Kepalanya pusing memikirkan kisah cintanya. Hahhh~ sungguh jika di tanya dia masih mencintai Sungmin, maka dia akan menjawab iya. Tapi Ryeowook juga mulai mengambil sedikit demi sedikit tempat di hati Kyuhyun yang dulu hanya milik Sungmin.

'Aku akan memastikan sendiri perasaan ini, Ryeowook atau Sungmin' Monolog Kyuhyun.

"Dasar Kyuhyun bodoh, seharusnya yang dia cintai hanya aku bukan adikku."

Sungmin menangis terisak sendiri di dalam kamar. Dia sudah sampai sejauh ini melangkah dengan Kyuhyun. Membayangkan akan menjadi keluarga mungil yang bahagia dengan anak-anak mereka kelak. Tapi saat melihat Kyuhyun yang sekarang membuat impian itu dapat terwujud atau tidak.

Mata Sungmin memerah menahan amarah, kecewa pada namja yang di cintainya.

'Tidak, Kyuhyun adalah milikku. Jika aku tidak bisa memilikinya, maka Wookie pun tidak boleh memilikinya.' Monolog Sungmin. Jangan lupakan seringai mengerikan di bibirnya.

"Yesung oppa, umma dan appa kemana?" Tanya Ryeowook.

Sekarang Ryeowook dan Yesung sedang duduk di sofa di ruang tengah yang memang menjadi tempat bersantai. Dengan posisi Ryeowook yang duduk sambil menyandarkan kepalanya pada pundak lebar lelaki tampan itu.

"Ahjumma ikut Siwon ahjussi ke acara kantor Wookie, mangkanya kalau di rumah jangan tidur terus seperti kerbau. Apa kau tidak mengecek ponsel mu? Siwon ahjussi pasti sudah memberitahumu."

"Aish~ oppa aku ini bukan kerbau." Rajuk Ryeowook.

"Memang siapa yang bilang kau ini kerbau Wookie?"

"Oppa..." Dengan tidak sopannya Ryeowook menunjuk Yesung dengan jari mungilnya tepat di hidung Yesung.

Yesung menatap jari mungil itu, lalu...

"Akhh" Ryeowook memekik sakit.

Yesung menggigit jari Ryeowook dengan jahilnya. Membuat sang empu melototkan matanya pada Yesung. Membuat Yesung semakin terkekeh melihatnya.

"Oppa~"

Mata Ryeowook mulai berkaca-kaca. Ohh sepertinya uri Ryeowookie akan menangis. Dan benar saja air mata itu menetes. Membuat Yesung kelabakan dan merasa bersalah.

"Apa itu sangat sakit Wook-ah?"

"Wookie, mianhe oppa benar-benar tidak sengaja."

Ryeowook tetap diam tidak menjawab pernyataan maaf Yesung.

Yesung yang tidak mendapat jawaban dari Ryeowook. Menagkupkan kedua tangannya pada pipi Ryeowook, membuat Ryeowook menatapnya dengan mata yang agak memerah dan berkaca-kaca.

"Aighoo~ mianheyo Wookie."

Yesung menatap Ryeowook dengan mata sipitnya serta muka memelasnya, jangan lupakan bibir tipis yang agak di majukan pertanda dia merasa bersalah telah menggigit jari mungil Ryeowook.

Ryeowook yang sebenarnya hanya mengerjai Yesung, dengan sekuat tenga menahan tawanya agar tidak meledak di hadapan Yesung. Ryeowook terus menatap Yesung yang sedari tadi meminta maaf padanya. 'Kalau dilihat dari dekat Yesung oppa terlihat tampan' Pikir Ryeowook, mukanya agak memerah.

"Wookie~ kau memafkan oppa kan? Apa jarimu masih sakit? Apa perlu kita bawa ke rumah sakit?" Tanya Yesung beruntun dan agak berlebihan.

"Pffttt~ hahahahaha..."

Ryeowook sudah tidak bisa menahan tawanya mendengar ucapan Yesung yang berkesan sangat berlebihan.

Melihat Ryeowook tertawa selepas itu membuat Yesung terpana menatapnya. 'Dia sangat cantik' Pikir Yesung.

"Oppa hahaha, oppa sangat berlebihan. Untuk apa sampai ke rumah sakit hanya karena jariku yang oppa gigit? Hahaha oppa-oppa." Ryeowook masih saja tertawa.

"Jadi itu tidak sakit? Lalu kenapa kau sampai menangis?"

"Aku tidak menangis, hanya ingin membohongi oppa saja , kkk ternyata oppa sangat mudah di bohongi."

"Ohh... Jadi putri mungil ini mengerjai oppa hmm?" Kata Tesung sambil mendekati Ryeowook dengan seringai mengerikan miliknya.

Ryeowook merasa dalam keadaan bahaya pun menghentikan tawanya, menatap Yesung waspada, lalu agak memundurkan badanya menjaga jarak dari Yesung.

Yesung yang tahu gelagat Ryeowook akan menghindar, dengan cepat meraih tangan Ryeowook, menariknya mendekat, lalu menggelitiki pinggang yeoja manis itu, membuat Ryeowook tertawa sambil menghentak-hentakan kakinya ke udara karena menahan geli.

Di saat yang bersamaan, Kyuhyun baru saja memasuki rumah Choi. Dia bisa Mendengar suara tawa yeoja yang mulai mengisi hatinya. Dengan agak cepat dia melangkah menuju asal suara karena ingin memastikan dugaanya.

Deg

Deg

Deg

Kyuhyun berhenti melangkah melihat Ryeowook dan Yesung yang bersenda gurau berdua. Melihat Ryeowook tertawa seperti itu, membuat hatinya nyeri karena tawa Ryeowook bukan karenanya.

Kyuhyun meremas dada kirinya yang mulai menjadi sesak. Membuatnya susah untuk bernafas. 'Kenapa sesakit ini saat melihatmu tertawa bersama orang lain Wookie? Harusnya aku tidak begini Wookie, apa aku benar-benar mencintaimu' Monolog Kyuhyun.

Tak tahan melihat Yesung dan Ryeowook, Kyuhyun memutuskan menghampiri mereka berdua.

"Apa yang sedang kalian lakukan?" Suara dingin Kyuhyun membuat Yesung dan Ryeowook menghentikan kegiatan mereka.

Ryeowook merubah posisinya yang awalnya tidur di sofa, lalu duduk. Begitupun Yesung. Yesung tau jika mantan suami yeoja mungil yang di cintainya itu sedang cemburu. Dia pun memasang smirk pada Kyuhyun.

"Menurutmu kami sedang apa?" Tanya Yesung.

"Harusnya kau menjawab pertanyaan ku, bukan malah menanyakan sesuatu yang bahkan tidak aku tahu." Ketus Lyuhyun.

"Kau benar-benar ingin tahu apa yang sedang aku lakukan dengan Wookie?"

"Kalau kau tidak ingin memberitahu juga tak apa, lagi pula itu bukan sesuatu yang penting untukku."

Ucapan Kyuhyun membuat Ryeowook menundukkan kepalanya. 'Bahkan dia tidak cemburu sama sekali' Iner Ryeowook. Ryeowook menahan air mata yang rasanya ingin keluar. Dia tidak ingin terlihat rapuh di depan Kyuhyun.

Kyuhyun menatap Ryeowook yang menundukan kepalanya, dia merasa bersalah dengan kata-kata yang seenak kepalanya tiba-tiba berbicara seperti itu. 'Dasar Kyuhyun bodoh' Umpat Kyuhyun pada dirinya sendiri.

"Oke, jadi sedang apa kau disini Cho Kyuhyun-ssi?" Tanya Yesung membuat Kyuhyun mengalihkan tatapan matanya dari Ryeowook dan menatapnya.

"Aku ingin bertemu dengan calon istriku."

"Lalu, kenapa kau masih disini?"

"Permisi, maaf menganggu acara kalian." Ketus Kyuhyun, lalu melangkah meninggalkan Yesung dan Ryeowook menuju kamar Sungmin.

Kyuhyun kini sedang di kamar Sungmin, mereka berdua masih betah dalam keheningan. Masih tidak ada yang ingin menyumbangkan suaranya.

"Jadi apa yang membuatmu malam-malam datang ke rumahku Kyunie?" Tanya Sungmin mengawali pembicaraan.

"Bukankah aku sudah sering kemari Ming? Apa ada yang aneh jika aku kemari?"

"Tidak, hanya saja menurutku ada hal yang ingin kau sampaikan padaku. Benar bukan?"

Kyuhyun masih menimbang-nimbang hal yang sedari tadi mengganggu pikirannya.

"Iya, aku datang kesini karena ada beberapa hal yang ingin ku katakan padamu Ming."

"Apa itu?"

Kyuhyun tidak segera mengeluarkan suaranya. Dan itu membuat Sungmin yang sedari tadi bersikap tenang menjadi tidak tenang lagi.

"Apa yang ingin kau sampaikan Kyunie?" Sungmin bertanya dengan penuh kelembutan. Dia melangkah mendekati Kyuhyun yang masih berdiri di dekat ranjang kasurnya.

"Ini tentang kita Ming." Kyuhyun mulai berkata, Sungmin masih diam tidak berniat menyahuti. Dia tahu Kyuhyun masih akan melanjutkan omongannya.

"Ming... Aku, aku ingin meminta maaf tentang hal tadi saat kita di kantor. Dan juga, aku... " Kyuhyun menjeda kalimatnya begitu lama, dia merasa tenggorokannya kering. "Aku, ingin kau memberiku waktu."

"Waktu? Waktu untuk apa Kyu?" Tanya Sungmin memotong omongan Kyuhyun.

"Waktu dengan hubungan kita berdua. Aku.. Kau tahu perasaan ku sekarang, aku masih bingung dengan siapa yang ada di hatiku Ming. Kau atau Wookie, kalian berdua membuatku bingung. Aku.. Aku mohon Ming berikan aku waktu untuk berpikir lagi, aku tidak ingin menyesal lagi Ming." Suara Kyuhyun melemah.

"Tidak Kyu." Tegas Sungmin matanya menatap tajam Kyuhyun, seolah menyiratkan dia menolak mentah-mentah permintaan calon suaminya itu.

Kyuhyun menatap kedalam mata Sungmin, dia tahu Sungmin sedang menahan emosinya, kecewa dan sakit hati karena ucapannya.

"Ming~."

"Kau tahu Kyu, kita sudah melangkah sejauh ini. Hingga kau bercerai dengan Wookie. Aku tidak bisa Kyu, aku tidak ingin kebodohanku terulang lagi sperti beberapa waktu lalu saat kau menikah dengan adikku sendiri. Biarkan kali ini aku egois, bisa menikah dan memilikimu."

"Tapi Ming."

"KYU!" Bentak Sungmin.

Tes

Air mata Sungmin turun perlahan membasahi pipi putihnya. Tidak, dia tidak bisa lagi kehilangan Kyuhyunnya. Biarkan saja dia memiliki Kyuhyun meskipun tidak dengan cintanya.
Sungmin tahu dia jahat, sangat jahat malah. Dia tahu Kyuhyun sudah memberikan separuh hatinya pada Ryeowook, mungkin malah hampir seluruh hatinya.

Teriakan Sungmin terdengar hingga kamar Ryeowook yang berada di sebelah kamarnya. Hal itu membuat Ryeowook kaget dan langsung berlari menuju kamar Sungmin.

Sedangkan di dalam kamar Sungmin. Sungmin masih menangis terisak di pelukan Kyuhyun. Membuat Kyuhyun merasa bersalah telah menyakiti yeoja yang dulu sangat dicintainya.

"Hiks~ Kyu, tidak hiks jangan tinggalkan aku, aku hiks mencintaimu."

"Ming, aku juga mencintaimu, tapi perasaan ini, maaf aku.. Aku juga mulai mencintai Wookie, aku tidak bisa menghentikan perasaan ini Ming."
Kyuhyun berkata lembut sambil mengusap bahu sempit Sungmin yang bergetar karena menangis.

Perkataan Kyuhyun, membuat yeoja yang sedang berdiri di depan kamar itu melebarkan matanya dan menutup mulutnya sendiri dengan tangan mungilnya. Ryeowook-yeoja tadi- menggeleng-gelengkan kepalanya. 'Tidak, ini tidak mungkin. Kyunie tidak boleh mencintaiku.' Pikir Ryeowook.

"HENTIKAN SEMUA INI." Teriak Ryeowook dari arah pintu. Membuat Sungmin dan Kyuhyun menolehkan kepalanya ke arah pintu.

"Wookie~" Lirih mereka berdua.

Ryeowook melangkah mendekati Sungmin dan Kyuhyun yang kini telah melepaskan pelukan mereka.

"Tidak eonnie, Kyuhyun hanya mencintaimu. Tidak ada Wookie, tapi hanya Sungmin." Ujar Wookie sambil tersenyum di tengah tangisnya.

"Wook.." Ucapan Kyuhyun terputus karena Wookie menatapnya dengan tajam.

"Cukup kau sakiti aku Kyu, tapi jangan sakiti eonnieku."

"Wookie, aku sungguh tidak bermaksud seperti itu."

"Sudahlah Kyu, bukankah kita telah sepakat bersahabat seperti dulu? Kini aku hanya sahabatmu begitupun kau untukku."

"Wookie, eonnie..."

Ryeowook langsung memeluk Sungmin erat. Dia menangis di bahu eonnienya. Mereka berdua menangis bersama.

"Eonnie, aku tidak akan merebut Kyuhyun lagi darimu. Maafkan aku atas keegoisan ku waktu itu. Sekarang Kyuhyun adalah milikmu, hanya milikmu." Ryeowook berkata dengan menahan mati-matian tangisannya agar tidak meledak.

"Gomawo saengi~." Sungmin melepas pelukannya , lalu mencium kedua pipi Ryeowook yang memerah akibat menangis.

"Untuk pertama kalinya kau membuatku sakit karena ucapanmu Wookie-ah." Ucap Kyuhyun dengan nada datar. Lalu pergi melangkah meninggalkan Ryeowook dan Sungmin yang masih berdiri mematung akibat ucapan Kyuhyun.

"Hiks~ sakit.." Lirih Ryeowook.

Masih menangis sejak memutuskan keluar dari kamar Sungmin.
Memukul dada sebelah kirinya dengan kepalan tangan mungilnya. Berharap sesak yang bersarang di hatinya menguap.

"Hiks~ Kyunie.. Maaf~ aku juga mencintaimu hiks~." Lirih Ryeowook pelan. "Apa yang hiks~ harus ku perbuat Kyu?."

"Arghhhttt~."

Pranggg~

Bunyi lampu tidur yang jatuh saat Kyuhyun melemparnya sembarangan. Kyuhyun tidak bisa menahan emosinya, dia sakit hati dengan ucapan Ryeowook, tapi dia juga tak bisa berbuat apapun. Selama ini Ryeowook telah tersakiti karena perbuatannya.

"Hiks~ bodoh! Dasar laki-laki bodoh, tega sekali kau membuat dua yeoja sakit karenamu Kyu! Dasar bodoh-bodoh."

Kyuhyun mengata-ngatai dirinya sendiri, yahh dia merasa bodoh saat ini. Mengapa dulu menyia-nyiakan Ryeowook dan memutuskan bermain api dengan Sungmin. Kenapa dulu dia tidak mencoba belajar membuka saja hati untuk Ryeowook. Kyuhyun menyesal perbuatannya dan yang lebih membuatnya menyesal kini dia tidak tahu cara memperbaiki masalah yang telah di buatnya.

"Argghhttt~"

Teriakan Kyuhyun terdengar sampai telinga ummanya yang sedang berada di dapur, dan membuat sang umma berjalan tergesa-gesa menuju kamar sang anak.

Heechul kaget melihat kamar Kyuhyun yang berantakan, dan Kyuhyun yang menangis sambil duduk bersandar di lemari kamarnya.

"Apa yang terjadi Kyu? Kenapa kau seperti ini sayang?" Tanya Heechul saat menghampiri Kyuhyun dan memeluk anaknya itu.

"Hiks~ umma... Apa yang harus aku lakukan?" Lirih Kyuhyun.

"Apa yang terjadi Kyu? Ceritakan pada umma, umma akan membantumu chagi."
Tak di pungkiri hati Heechul juga sakit melihat sang anak seperti orang putus asa. Dia tidak menyangka ke labilan sang anak akan berujung seperti ini.

Heechul mendengarkan semua cerita Kyuhyun, tentang yang terjadi pada perasaannya, sampai kebimbangannya dan apa yang terjadi saat di rumah Cho.

Heechul menangkupkan kedua tangannya pada wajah Kyuhyun, memaksa Kyuhyun menoleh padanya. Tersenyum lembut dan mengusap air mata sang anak. Kini dia mengerti jika Kyuhyun memang sudah jatuh cinta pada Wookie, dan cintanya pada Sungmin hanya cinta semu. Tapi semuanya sudah terlambat, perbuatan Kyuhyun dan Sungmin sudah keterlaluan , langkah yang mereka ambil telah jauh.

"Chagi, umma tahu kini hatimu mencintai Wookie nak. Tapi bagaimanapun juga perbuatan mu dengan Sungminie juga sudah melampaui batas sayang, jika saja kau tidak melakukan hal itu dengan Sungmin, mungkin masalahnya tidak akan serumit ini." Ucap Heechul sambil mengelus rambut anaknya yang agak lembab karena keringat. "Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu pada Sungmin Kyu. Dan sekarang biarkan Wookie bahagia dengan hidup yang di jalaninya."

Kyuhyun hanya diam dan mendengarkan perkataan Heechul, iya semua itu benar meskipun kini cintanya pada Sungmin tak sebesar dulu, tapi dia harus mempertanggung jawabkan perbuatanya waktu itu pada Sungmin. Dia tidak bisa lari begitu saja.

Kyuhyun memikirkan baik-baik saran ummanya. Ahh dia benar-benar harus melepas Ryeowook.

Eoh Kyu, bukannya Ryeowook memang bukan milikmu lagi?

Drrt

Drrt

Getaran ponsel di meja itu membuat Sungmin menghentikan pekerjaanya. Sebenarnya bukan benar-benar pekerjaan, karena sejak tadi yeoja cantik itu hanya melamun.

Sungmin melihat nama "My Kyunie baby" tertera di pemanggil ponselnya.

"Yeoboseyo~ , wae Kyu?"

"Saat jam makan siang saja, hari ini aku sangat sibuk."

"Ne, baiklah. Ku tutup telponnya, sarangahe Kyunie~."

Sungmin menggenggam ponselnya dengan erat, dia sudah yakin dengan keputusan yang di ambilnya semalam.

Sungmin telah memikirkan dengan baik-baik. Mungkin dia tidak akan pernah di maafkan oleh keluarganya, jika mereka tahu tentang rencana gilanya. 'Mianhe Kyunie~, aku melakukan ini demi kita." Lirih Sungmin pelan. Setetes air mata mengalir di pipi putihnya.

Sesuai janjinya Kyuhyun dan Sungmin bertemu di salah satu restaurant yang biasa mereka kunjungi setiap makan siang.

Sungmin menghampiri Kyuhyun yang sudah menunggunya dengan senyum yang membuat jantungnya berdebar-debar.

"Kyunie, apa sudah lama menunggu? Kenapa tidak pesan makanan?" Tanya Sungmin pada Kyuhyun yang masih menatapnya dengan intens.

"Wa...wae Kyu? Apa ada yang salah dengan penampilan ku?"

"Tidak, kau terlihat cantik Ming." Puji Kyuhyun tulus, membuat pipi Sungmin memerah.

Setelah memesan makanan, mereka berdua saling mengobrol, terkadang Kyuhyun menggoda Sungmin, dan membuat pipi Sungmin memerah.

'Apa benar aku harus melakukan ini Kyu?' Sungmin menatap mata Kyuhyun dalam, mencoba mencari seberkas cinta untuknya dari mata Kyuhyun, hatinya sakit saat mata itu menatapnya berbeda tidak seperti dulu.

Sungmin benar-benar membulatkan tekadnya. Dia tak ingin kehilangan namja tampan di depannya ini, apapun yang terjadi Kyuhyun harus tetap bersamanya.

"Ming~" panggil Kyuhyun.

"Emm... Ak.. Aku mencintaimudankitaakantetapmenikah2minggulagi." Ucap Kyuhyun cepat supaya tidak tersendat ketika membicarakan tentang pernikahanya.

"Ne Kyu, aku jadi tidak sabar menjadi nyonya Cho muda hahaha." Jawab sungmin dengan tawa hambar di akhir kalimatnya. Dan Kyuhyun menyadari itu, membuat hatinya semakin merasa bersalah.

Kini Kyuhyun dan Sungmin sedang berada di dalam mobil.

Setelah makan siang Kyuhyun memutuskan mengantarkan Sungmin kembali ke kantornya.

Mereka melewati jalan yang agak sepi karena Sungmin yang tiba-tiba meminta melewati jalan itu, bukan jalan yang biasa di lewati mereka berdua.

"Kyu~, bagaimana jika kita..." Sungmin menjeda agak lama kalimatnya, menatap Kyuhyun yang masih konsentrasi menghadap ke depan pada jalanan sepi yang di lewatinya. "Bagaimana jika kita mati bersama?".

Kyuhyun langsung menatap Sungmin kaget, dan sebelum Kyuhyun menanyakan apa maksudnya. Sungmin menarik tengkuk Kyuhyun dan menciumnya dengan ganas, membuat Kyuhyun kaget, Kyuhyun mencoba melepaskan tautan bibirnya dengan tangan kanan nya, tapi siapa sangka Kyuhyun yang masih bingung tidak bisa mengendalikan stirnya dan akhirnya mobil tak berdosa itu menabrak pohon besar di sebelah kanannya.

Mobil bagian depan itu hancur dengan asap yang mengepul.
Dua orang penghuni mobil -Sungmin dan Kyuhyun- tergeletak tak berdaya di dalam mobil, dengan keadaan yang sangat mengenaskan darah yang terus mengalir dari kepala mereka.

~TBC~

Annyeong chingu-dul :D laila hadir bawa dua chap nih ...

Ahhh mianhe atas keterlambatan nya ne...

#reader : lebih dai telat kali

#laila : maaf yeeeeeee~ hehehe

Ahh iya , aku juga mnta maaf karena mungkin nih ff di chap ini agak pendek atau malah agak panjang #apasih?

Dan gak mungkin kurang menarik , ahh tapi aku udh berusaha semamku :')

Dan aku ucapin makasih ya buat si hyun yang selalu ngomel-ngomel nyuruh update

Wkwkwk makasih ya hyun ... haha

Aku ucapin makasih banyak juga buat redaer and riviewver

Aku sangat menghargai kalian ...

Aku juga udah baca coment" kalian hukss...

Makasih bnyak ya...

Tapi maaf aku ga bisa bales ... soalnya sekarng aku lagi buru" ini aja nyolong waktu kkk

Ahhh akhiru kalam #plakkk

Riview lagi ne ... paiii paiii #lambaibarengwook