Kyuwook Fanfiction
Disclaimer : Kyuwook sama sekali bukan milik aku :3 tapi mereka milik Tuhan YME , milik SM Entertaiment , dan Orang Tua nya.
Pair : Kyuwook, slight Kyumin
Warning : Crack Pair, GS, Typo(s)
Rated : M
Genre : Romance/ hurt / comfort
Ff pertama jadi harap maklum aja ya kalau banyak kekurangan
Dont copas oke ;)
DLDR~
Chapter 5
Di sebuah ruangan di salah satu rumah sakit terkenal di Seoul. Terdapat dua orang dengan kondisi yang tidak bisa di katakan baik-baik saja.
Di sekelilingnya, berdiri orang-orang yang sangat menyayangi mereka berdua. Menangisi apa yang telah terjadi pada dua orang itu , ada pula yang menahan tangisan dan mulutnya hanya melafalkan doa-doa supaya dua orang itu cepat sadar dan semuanya menjadi baik-baik saja.
Kyuhyun dan Sungmin, mereka berdua lah yang sedang terbaring dengan beberapa alat yang terpasang di tubuhnya. Mereka berdua pula yang membuat tiga yeoja cantik yang berdiri di sebelahnya menangis tersedu.
"Mianhe Kyuhyun-ssi dan Sungmin-ssi mengalami pendarahan yang sangat banyak, itulah yang membuat mereka berdua masih belum sadar sampai saat ini. Saya juga tidak bisa memastikan kapan mereka akan sadar, kita cuma bisa berdo'a pada Tuhan, semoga mereka berdua cepat sadar."
Kalimat itu terucap dari mulut sang dokter yang keluar saat memeriksa Kyuhyun dan Sungmin tadi.
Ini sudah seminggu dari kejadian kecelakaan itu. Tapi dari keadaan Kyuhyun dan Sungmin masih belum ada tanda" yang menunjukkan mereka akan bangun.
Ryeowook selalu berada di rumah sakit untuk menemani mereka berdua. Meskipun Kibum -sang umma- sudah menyuruhnya pulang, tapi dengan alasanya dia bilang -'umma, nanti kalau Wookie pulang tidak ada yang menemani Minnie eonnie, kasihan eonnie' - maka Kibum dengan berat hati mengijin kan anak bungsunya itu tetap di rumah sakit.
"Eonnie, kenapa tidak bangun-bangun? Apa eonnie tidak rindu Wookie?" Tanya Ryeowook pada sosok eonnie yang di sayanginya yang masih betah memejamkan mata.
"Eonnie, apa kau tidak ingat? Setelah ini eonnie akan menikah dengan Kyuhyun. Hiks~ eonnie jebal~ ireona."
Ryeowook tidak bisa menahan air matanya. Selalu saja seperti ini, saat melihat eonnienya yang masih menutup mata, membuat hatinya sakit.
Ryeowook sangat menyayangi Sungmin. Dia sudah bisa melepaskan orang yang sangat di cintainya demi Sungmin. Itu semua dia lakukan semata-mata agar Sungmin bahagia.
"Hikss~, apa eonnie tidak ingin menikah dengan Kyuhyun? Kenapa eonnie tidak bangun? Bangun lah Wookie mohon hiks."
Ryeowook menundukkan kepalanya, membiarkan tetesan air matanya mengenai tangan putih Sungmin.
Yesung sejak tadi berdiri dan hanya membiarkan Ryeowook menangis di sebelah Sungmin.
Tapi saat melihat Ryeowook yang menundukkan kepala, membuat Yesung tidak bisa menahan sakit hatinya saat melihat betapa rapuhnya seorang Choi Ryeowook.
Yesung berjalan menghampiri Ryeowook. Mengelus bahu yeoja mungil itu pelan. Membuatnya menoleh ke arah Yesung.
"Oppahh~" panggil Ryeowook dengan suara agak serak akibat menangis.
Yesung merasa hatinya nyeri saat matanya menatap mata Ryeowook yang bengkak dan terlihat sembab dengan jejak-jejak air mata.
"Wookie-ah, Sungmin akan baik-baik saja. Percayalah, Sungmin adalah yeoja yang kuat dan tegar." Ujar Yesung sambil membawa Ryeowook ke dalam rengkuhanya.
Yesung melepas pelukannya, dan menghpus air mata itu dengan tangan mungilnya.
"Oppa, aku ingin melihat Kyunie. Oppa temani Minnie eonnie dulu ne?" Pinta Ryeowook.
"Ne, pergilah. Dia juga butuh semangatmu Wookie baby." Ujar Yesung di sertai senyuman menawannya.
Ryeowook keluar dari ruang rawat Sungmin , dan berjalan menuju ruang rawat di sebelahnya. Kyuhyun telah di pindah ruangan menjadi di sebelah ruangan milik Sungmin.
Ceklek~
Heechul yang berada di dalam ruangan itu menolehkan kepalanya ke arah pintu yang di buka itu. Tersenyum kecil saat melihat menantu mungilnya yang hanya menyembulkan kepalanya dari luar.
"Masuklah Ryeowookie~, apa kau tidak ingin melihat keadaan Kyunie?"
Mendengar pertanyaan Heechul, Ryeowook pun melangkah kan kaki mungil nya menuju tempat Kyuhyun terbaring dengan keadaan yang sama seperti eonnienya.
"Eomma~." Panggil Ryeowook agak parau, matanya sudah berkaca-kaca dan itu membuat Heechul kasihan lalu memeluknya.
"Ssshh~ tidak apa-apa chagi. Kyunie pasti sadar, dia kan namja kuat sayang." Ucap Heechul dengan mengusap rambut panjang Ryeowook.
"Ne eomma." Ryeowook melepas pelukannya, lalu memilih duduk di kursi di sebelah ranjang Kyuhyun.
"Kyunie, bangunlah.. Bukankah kau akan menikah dengan Minnie eonnie. Dulu kau sangat ingin menikah denganya bukan? Kenapa saat kalian sudah hampir menikah tapi terjadi hal seperti ini?" Ryeowook mengambil nafas, menahan air mata.
"Kyunie~ kau tahu apa yang membuat ku mencintaimu?"
"Saat kau tersenyum dan berbicara dengan lembut padaku dengan mata coklat yang indah saat menatapku. Itu yang membuatku jatuh cinta padamu, sadarlah ku mohon, aku ingin melihat senyummu lagi hiks~."
Ryeowook tidak tahan lagi menahan isakannya. Sakit hatinya saat melihat orang yang sangat berarti di hatinya saat ini terbaring tak berdaya.
Ryeowook membawa tangan besar milik Kyuhyun ke dada sebelah kirinya. Agar Kyuhyun dapat merasakan debaran jantungnya, debaran yang selalu bekerja sangat cepat saat bersamanya.
"Kau tahu Kyu? Bahkan namamu masih tertulis dengan indah di dalam sini, meskipun aku tahu nama ku tak ada di hatimu. Kyu bangun lah hiks~."
Isakan Ryeowook semakin keras kala Kyuhyun tak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan bangun.
Tiba-tiba tangan Kyuhyun yang di genggam oleh Ryeowook bergerak, tapu Ryeowook tidak merasakannya, dan mata dengan warna coklat itu terbuka sedikit demi sedikit, membuat sang umma -Heechul- yang hanya memperhatikan sejak tadi membelalakkan matanya dan langsung memencet tombol untuk memanggil dokter.
Ryeowook menolehkan kepalanya pada Kyuhyun, dia tersenyum dengan air mata yang terus menetes. Hatinya terenyuh saat melihat Kyuhyun membuka matanya.
Ryeowook melepas genggaman tangannya dengan perasaan tidak rela. Saat melihat dokter yang ingin memeriksa keadaa Kyuhyun.
Ryeowook dan Heechul menunggu di luar, dan Heechul langsung menghungi Hanggeng memberi kabar bahwa anaknya telah sadar.
Heechul dan Ryeowook sama-sama meneteskan air matanya. Mereka sangat bahagia melihat orang yang di sayanginya sadar.
"Terima kasih chagi, karena semangatmu dan kau selalu berada di samping Kyuhyun, kyuhyun sekarang sadar. Terima kasih chagi." Ucap Heechul dan memeluk Ryeowook erat sesekali mengecup puncak kepala yeoja manis itu.
Hanggeng datang bersama Siwon dan juga Kibum, mereka bertiga berjalan dengan tergesa menuju ruang rawat Kyuhyun.
"Bagaimana keadaan anak kita yeobo?" Tanya Hanggeng.
"Sekarang dokter masih memeriksanya, kita tunggu kabar dari dokter yeobo." Jawab Heechul.
"Wookie, bagaimana dengan eonniemu?" Sekarang Siwon yang bertanya pada Ryeowook.
"Masih sama appa, tidak ada perkembangan apapun." Jawab Ryeowook lemas, berjalan menuju appanya. Dan memeluk appanya dengan erat.
"Tak apa, mungkin eonnie mu masih butuh waktu untuk istirahat." Ucapa Siwon.
Baru saja Ryeowook akan menjawab, kalau saja dokter yang memeriksa Kyuhyun tidak keluar dari ruangannya.
"Bagaimana keadaan anak saya uilsa?" Tanya Hanggeng pertama kali.
"Kyuhyun-ssi keadaannya sudah membaik, tapi dia butuh banyak istirahat, karena dia baru saja sadar dari tidur lamanya. Dan tidak ada luka serius pada tubuhnya."
"Bolehkah kita masuk?"
"Tentu saja, tapi jangan mengajaknya berbicara terlalu banyak. Baiklah saya permisi dulu."
"Ne, terima kasih banyak uilsa."
Hanggeng serta yang lain masuk ke dalam ruang rawat Kyuhyun. Dan tersenyum saat melihat Kyuhyun yang telah sadar.
"Sayang~ aegya umma~." Ucap Heechul dengan air mata yang menetes saat menghampiri ranjang Kyuhyun.
Heechul mengusap kepala Kyuhyun dengan sayang, lalu menciumnya dengan penuh kelembutan seorang umma.
"Apa yang kau rasakan hm? Apa ada yang sakit?" Tanya Heechul bertubi-tubi.
Kyuhyun hanya menggeleng dan tersenyum lemah pada Heechul, dia menggerakkan tangan kirinya mengusap air mata sang umma.
"Um...m..ma." Lirih Kyuhyun dengan sangat pelan.
"Sshhh sudah sayang, jangan terlalu banyak bergerak dulu dan jangan berbicara ne. Istirahatlah umma disini menemanimu."
Hanggeng sang kepala keluarga menatap putra semata wayangnya dengan penuh rasa sayang. Menggenggam tangan kanan sang anak. Tersenyum karena sang anak telah sadar, setetes air mata jatuh dari matanya.
Kyuhyun menolehkan kepalanya ke arah lain, matanya menangkap seorang yeoja manis yang saat ini menghuni hatinya.
Kyuhyun menatap Ryeowook dengan tatapan yang sendu, dia masih mengingat ucapan Ryeowook saat di kamar Sungmin , bahwa Ryeowook tidak akan merebut dirinya lagi dari Sungmin, dengan begitu berarti Ryeowook telah bisa merelakan dirinya dengan Sungmin dan Kyuhyun sangat kecewa dengan hal itu. Mengingat Sungmin, kyuhyun langsung menolehkan kepalanya kepada Heechul.
"Um...ma... Bagai..ma..na ke..ada..an Minnie?" Tanya Kyuhyun sambil mengeja dengan pelan. Kyuhyun juga khawatir pada Sungmin , bagaimanapun juga dia memiliki tanggung jawab pada yeoja cantik itu.
"Sungminie masih belum sadar, dia berada di ruang rawat di sebelah ruangan mu ini Kyu." Jawab Heechul.
"Bo..leh kah .. Ak..u ber...te..m..u de..,gan..nya?"
"Nanti sayang saat kau sudah benar-benar pulih ne? Sekarang kau istirahat, supaya keadaan mu cepat membaik."
Kyuhyun memejamkan matanya, mengikuti perintah Heechul untuk istirahat. Tapi sebelum matanya benar-benar terpejam, dia menyempatkan menatap Ryeoowok. Menatap dengan penuh kelembutan membuat Ryeowook yang juga menatapnya merasakan tatapan itu. Tatapan mata yang dulu sekali saat mereka masih bersahabat berdua. Tatapan mata yang membuat Ryeowook jatuh cinta padanya.
...
..
Saat ini Ryeowook berada di dalam ruang rawat Sungmin, dengan masih dalam keadaan yang sama, tidak ada yang berubah sama sekali.
"eonnie~ sekarang calon suamimu itu telah sadar, maka dari itu cepat lah eonnie sadar." Ujar Ryeowook.
"Eonnie~ bukankah kau yeoja yang kuat? Saat aku menyakitimu dengan menikah dengan Kyuhyun, eonnie masih bisa bertahan. Harusnya peristiwa seperti ini eonnie juga bisa bertahan."
"Eonnie, cepatlah sadar.. Kalau eonnie tidak sadar aku akan merebut Kyuhyun dari mu lagi." Ujar Ryeowook setengah bercanda.
"Eonnie..."
Tiba-tiba suara nyaring dari alat pendeteksi jantung itu berbunyi sangat nyaring. Membuat Ryeowook tersentak kaget dan membelalakan matanya.
Yesung yang juga ada di dalam kamar itu langsung bergerak cepat memencet tombol untuk memanggil dokter.
Ryeowook menangis melihat hal itu, dan Yesung dengan terpaksa menarik Ryeowook yang menolak keluar dari ruangan Sungmin.
Yesung memeluk tubuh Ryeowook dengan erat, mengelus punggung yeoja itu supaya tenang.
Bukannya apa Ryeowook terus-terusan ingin memaksa masuk ke dalam ruang rawat Sungmin, dia takut terjadi apa-apa pada Sungmin.
Ceklek~
Dokter yang memeriksa Sungmin baru saja keluar dengan wajah sendu.
"Maafkan kami, kami sudah berusaha semampu kami. Tapi Tuhan berkehendak lain. Sungmin-ssi tidak tertolong. Kami permisi."
Deg
Ryeowook mematung dalam pelukan Yesung. Tubuhnya kaku, otaknya berusaha mencerna perkataan dokter yang memeriksa Sungmin.
Hatinya terasa nyeri. Kepalanya sakit, dunianya seakan telah berakhir. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Mencoba menampik kenyataan yang menghampirinya. Air matanya tiba-tiba jatuh tanpa di sadarinya. Masih dengan pandangan kosong Ryeowook melepaskan pelukan Yesung dengan kasar. Berlari masuk ke dalam ruangan Sungmin.
Kaki Ryeowook terasa kaku tak dapat di gerakkan, sakit di hatinya semakin menjadi. Air matanya semakin mengalir dengan deras mendapati tubuh eonnienya yang tertutupi kain putih.
"Eonnie~" Lirih Ryeowook dengan suara parau, matanya terasa berat, lalu semuanya menjadi gelap dalam pandangan Ryeowook dan akhirnya Ryeowook jatuh pasrah di pelukan Yesung.
Choi Siwon dan Choi Kibum berjalan setengah berlari melewati lorong rumah sakit mewah itu.
Setelah mendapat telepon dari Yesung yang mengabarkan putri cantiknya tidak dapat di selamatkan, membuatnya langsung meninggalkan meeting di kantor dan menuju rumah sakit.
"Sungminie~" Panggil Kibum pelan. Masih tidak mempercayai bahwa tubuh yang di tutup dengan kain putih itu anaknya.
"Chagia~ hikss Sungmin ... Tidak, tidak mungkin dia pergi hikss." Kibum histeris sambil memegang tangan Sungmin yang telah mendingin. "Tidak mungkin hiks, oppa katakan pada ku bahwa anak kita masih hidup.. Hikss iya kan?" Kibum menoleh pada suaminya -Siwon- menyuruh Siwon berbicara jika Sungmin masih hidup. "Hikss oppa." Paksa Kibum dengan memukuli dada Siwon. Membuat Siwon menariknya ke dalam pelukan beruang besarnya.
"Mianhe Bummie." Siwon juga tak sanggup membendung air matanya. Melihat anak sulung yang ia banggakan telah tiada.
Kibum melepaskan pelukannya dari Siwon, lalu menatap Sungmin. Mengarahkan tanganya untuk mengusap kepala Sungmin dengan lembut.
Kibum Menyanyikan lagu tidur yang dulu sering di nyanyikannya saat Sungmin masih kecil. Mencium puncak kepala anaknya dengan sayang dengan air mata yang terus menetes.
Kyuhyun sedari tadi menatap ummanya yang bertingkah aneh saat ini. Bukan aneh sih, tapi ummanya kini mungkin lebih terlihat sedih dan tidak terlalu semangat. Tidak tahan melihat tingkah ummanya Kyuhyun memutuskan untuk bertanya.
"Umma.."
Heechul mendongak menatap mata sewarna gelap milik Kyuhyun.
"Hmm..."
"Umma, kenapa? Apa ada sesuatu yang terjadi?"
"Sungmin..."
Mendengar nama Sungmin membuat Kyuhyun langsung menegakkan tubuhnya yang sedari tadi bersandar. Jantung Kyuhyun mulai berdetak tak beraturan, tiba-tiba perasaan takut menyelubungi hatinya.
"Sungmin, dia ... Pergi Kyu, dia meninggal." Heechul berujar sambil mengusap air mata yang tiba-tiba jatuh di pipinya.
Kyuhyun merasak sesak, pasokan udara disana seakan tak mencukupi nya untuk bernafas. Hatinya sakit, 'tidak mungkin, Minnie~' Lirih Kyuhyun dalam hati.
Dengan bergegas Kyuhyun langsung turun dan mencabut infus yang menempel di tangannya. Berjalan dengan agk terseok menuju kamar Sungmin, dan hal itu membuat Heechul kaget, dan mencegah Kyuhyun berbuat hal yang macam-macam.
"Kyu, apa yang kau lakukan nak?" Tanya Heechul panik.
"Umma, aku harus menemui Minnie, dia tidak mungkin meninggalkan ku. Kita akan menikah umma." Jelas Kyuhyun dengan suara agak parau, menahan tangis.
"Iya sayang, tapi jangan seperti ini, lihatlah tanganmu berdarah Kyu."
Kyuhyun berdiri di depan ruang rawat yang di yakini nya itu adalah ruangan Sungmin. Tidak di pedulikannya lagi darah yang terus menerus mengalir dari tanganya, yang di pikirannya saat ini hanya tertuju pada Sungmin, Sungmin, dan Sungmin.
Kyuhyun melangkah pelan menuju ranjang tempat kekasihnya. Kakinya langsung membeku saat matanya menangkap langsung tubuh Sungmin.
Tes
Air mata Kyuhyun jatuh. 'Apa benar ini kau Ming? Kenapa harus kau yang pergi? Kenapa bukan aku saja?' Kyuhyun terus menatap Sungmin, tanganya yang besar memegang tangan Sungmin yang telah mendingin.
Hatinya sakit menghadapi kenyataan ini. Meskipun cintanya pada Sungmin tak sebesar dulu, tetap saja rasa sakit dan kehilangan itu mendominasi hatinya.
...
..
Sore itu matahari yang sudah mulai mengakhiri tugasnya untuk menyinari bumi bersiap-siap untuk menyinari bagian bum yang lainnya dan meninggalkan warna jingga yang sangat indah pada bagian bumi yang hendak di tinggalkannya.
Disana, di sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi di sertai angin sepoi-sepoi yang menerbangkan anak rambut orang-orang yang masih berdiri di tempat makam itu.
Ryeowook salah satu dari tiga orang yang masih betah berdiri di samping pusara milik Sungmin, masih diam menatap gundukan tanah yang masih basah.
"Kenapa eonnie tega meninggalkan Wookie, appa dan umma?" Tanya Ryeowook lirih.
Yesung yang berdiri di samping Ryeowook tidak tahan untuk membawa yeoja mungil itu ke pelukannya.
"Wookie-ah, ini semua sudah menjadi kehendak Tuhan, mungkin Tuhan menjemput Sungmin, karena Tuhan tidak ingin Sungmin tersiksa dalam komanya. Relakan Sungmin pergi, sekarang kau harus berdo'a supaya Sungmin bahagia disana." Jelas Yesung sambil mengelus punggung Ryeowook.
Ryeowook mengeratkan pelukannya pada Yesung. Supaya meredam suara tangisannya.
"Sudah sore, lebih baik kita pulang. Ayo Wook-ah... Kyuhyun ayo." Ajaknya pada Ryeowook dan Kyuhyun.
Kyuhyun menatap makam itu lebih lama, lalu dia memutuskan pulang dengan Yesung dan Ryeowook yang telah berjalan di depannya.
Malam ini terasa sangat dingin, entahlah biasanya udara tak sedingin ini. Mungkin memang akan terjadi perubahan musim.
Kyuhyun sejak kembali dari pemakaman hanya duduk di kursi yang terletak di beranda kamarnya. Menghadap ke arah kolam renang yang sangat tenang.
'Hahhh~'
Menghela nafas pelan, banyak hal yang menggangu pikiran dan hatinya saat ini. Kepergian Sungmin yang sangat cepat membuatnya merasa bersalah 'harusnya saat itu aku yang mati Ming, bukan kau. Aku yang menjadi laki-laki jahat disini.' Monolog Kyuhyun.
Kyuhyun semakin mengeratkan jaketnya saat angin berhembus melewati wajahnya. Dia hanya memandang kosong ke depan. "Apa yang harus aku lakukan Ming?" Ujar Kyuhyun sambil menatap ke arah bintang-bintang di langit.
Saat ini suasana di rumah keluarga Choi sangat sepi. Bukan karena mereka sedang tidak di rumah. Hanya saja dari empat orang yang sedang duduk di ruang santai itu tidak ada yang ingin menyumbangkan suaranya.
Mereka saat ini sedang memutar ulang video saat Sungmin dan Ryeowook masih kecil. Kibum tiba-tiba ingin melihat Sungmin. 'Oppa aku ingin menonton video anak-anak kita. Bolehkah? Aku sangat merindukannya.' Ujar Kibum tadi saat masih di meja makan.
'Eomma... Appa Minnie eonnie menyebalkan, Kiki Wookie di lempal ke kolam.'
Suara Wookie kecil saat mengadukan perbuatan Sungmin ketika menjahilinya.
'Hehe... Wookie kan bial Kiki belsih jadi dia ikut kita mandi hehe.' Sahut Sungmin kecil di video itu.
Kibum tak kuasa menahan air matanya. Begitupun Ryeowook dia menangis tanpa suara. Hanya air mata yang terus berjatuhan di pipinya.
Ryeowook sangat merindukan eonnienya. Merindukan ketika mereka bertengkar, bernyanyi, berebut memeluk Siwon atau Kibum. 'Eonnie, aku merindukanmu.' Ucap Ryeowook dalam hati.
Kibum masih menangis terisak di pelukan Siwon. Dia masih tidak percaya Sungminnya telah pergi. Sungminnya meninggalkannya. Lama menangis dan menonton membuat Kibum tertidur di dada Siwon. Membuat sang suami menggendong istrinya yang masih terlihat cantik itu dan memindahkannya ke dalam kamar mereka.
...
..
Saat ini Kyuhyun sedang sarapan dalam diam dengan umma, appanya. Kyuhyun ingin menyampaikan sesuatu pada kedua orang tuanya. Dia sudah bertekad dalam hatinya. Dia ingin melakukan hal ini.
"Umma.. Appa..."
Panggilan Kyuhyun membuat sepasang suami istri itu memusatkan perhatiannya pada sang anak.
"Aku... Aku ingin ke kanada, melanjutkan pendidikan ku. Sekaligus... Melupakan mereka." Ujar Kyuhyun pelan sambil menatap mata Heechul dan Hanggeng mencoba menyampaikan kesungguhannya.
"Apa kau yakin Kyu?" Tanya Hanggeng.
"Boleh, tapi ingat. Kau garus benar-benar serius dengan pendidikanmu."
Kyuhyun mengembangkan senyumannya saat mendapat persetujuan sang appa. Lalu Kyuhyun menatap ummanya, seakan menanti jawaban pada sang umma tentang kepergiannya.
Dengan berat hati Heechul menganggukkan kepalanya. "Umma yakin kau benar-benar akan melanjutkan pendidikan mu nak, tapi umma tak yakin kau bisa melupakan mereka." Ujar Heechul tenang.
"Kalaupun aku tak dapat melupakannya, setidaknya aku tak ingin mengingatnya dulu untuk saat ini umma."
"Ne, umma mengerti sayang. Kau harus berpamitan pada keluarga Choi, bagaimanapun juga mereka telah menjadi bagian keluarga kita."
"Tentu umma, gomawo." Ujar Kyuhyun di sertai senyumannya yang sangat menawan.
"Kapan kau akan berangkat Kyu?"
"Minggu depan, hanya dua tahun umma. Tidak akan terasa lama. Kecuali kalau umma merindukan ku dan selalu memikirkan ku, itu pasti akan terasa lama hehe." Ujar Kyuhyun di sertai kekehan yang terdengar hambar di telinga sang umma.
"Aishh kau ini, tentu saja umma akan merindukanmu. Kau anak umma satu-satu nya Kyu."
"Hehe tentu saja aku adalah anak umma satu-satu nya dan yang paling tampan." Canda Kyuhyun dengan rasa percaya diri yang berlebihan membuat Hanggeng dan Heechul menggelengkan kepalanya.
lima hari setelah kepergian Sungmin. Semuanya hampir seperti biasa. Meskipun titik kesedihan itu masih ada, tapi mereka mencoba sedikit melupakannya.
Hari ini Yesung harus kembali ke Jepang, waktunya bersenang-senang telah habis. Jadi ayahnya Kim Yunho menghubungi Siwon, menyuruh agar Yesung segera kembali.
"Meskipun oppa tidak bisa menjagamu seperti beberapa minggu yang lalu. Oppa harap kau selalu menjaga kesehatanmu Wookie, jangan bersedih lagi. Dan kalau kau ada waktu bermain lah ke negara Oppa. Oppa akan mengajakmu berkeliling Jepang." Yesung berbicara panjang lebar, sebelum dia masuk ke pesawat dan kembali ke Jepang.
Ryeowook hanya mengangguk dan tersenyum bersama dengan air matanya yang menetes. Ada rasa tak rela saat Yesung harus pergi. Tapi dia tidak bisa berbuat apapun.
Yesung membawa Ryeowook ke pelukannya. Mengecup puncak kepala Ryeowook, membuat sang empu memejamkan mata untuk meresapi bibir Yesung yang menempel di dahinya. Mengarahkan bibirnya ke ke dua mata Ryeowook dan mengecupnya pelan semakin turun menuju bibir merah Ryeowook. Dengan memejamkan kedua matanya yang sipit Yesung mengecup lembut bibir ranum milik Ryeowook. Hanya kecupan tidak lebih. Tapi hal itu membuat pipi Ryeowook merona parah, Yesung hanya tersenyum melihatnya.
"Baiklah oppa pamit. Jaga kesehatan mu ne. Sampai jumpa." Pamit Yesung pada Ryeowook. Dan Yesung beralih pada Siwon dan Kibum untuk berpamitan.
Ryeowook dan umma, appanya kini telah kembali dari airport. Jika Siwon dan Kibum langsung beristirahat, berbeda dengan Ryeowook. Gadis mungil itu kini sedang merendam kakinya di kolam renang yang terdapat di sebelah rumahnya.
Tak jauh dari tempat Ryeowook duduk. Ada seorang namja yang memperhatikannya. Kyuhyun -namja tadi- baru saja datang dan langsung berjalan dengan santai menuju kolam renang yang memang menjadi tempat favorit Ryeowook setelah taman.
Kyuhyun tersenyum lembut ketika melihat Ryeowook yang sedang berbicara sendiri. 'Apa aku bisa meninggalkan mu Wookie?' Tanya Kyuhyun dalam hati.
Ryeowook baru saja berdiri dan membalikkan tubuhnya. Dia memnulatkan matanya saat melihat Kyuhyun sedang menatap ke arahnya.
"Kyuhyun..."
Ryeowook dan Kyuhyun saat ini berjalan berdua, menikmati suasana sore hari yang jarang atau lebih tepatnya tidak pernah mereka rasakan berdua.
"Tumben sekali tadi kau datang ke rumah Kyu?"
"Hmm... Hanya ingin bermain denganmu, apa tidak boleh?" Tanya Kyuhyun sambil menghentikan langkahnya menatap Ryeowook yang berdiri di sebelahnya.
Ryeowook juga ikut menghentikan langkahnya saat Kyuhyun juga berhenti. "Ahh.. Tidak, bukan seperti itu maksudku.. Tapi..."
"Iya, aku mengerti Wookie. Sebenarnya ada suatu hal yang ingin aku sampaikan pada keluarga Choi."
"Apa itu?" Ryeowook menatap lekat mata hitam itu membuat Kyuhyun juga menatap balik Ryeowook.
"Yahh pokoknya ada, dan itu sesuatu yang sangat, sangat penting." Ujar Kyuhyun dengan wajah di buat-buat serius dan hal itu bukannya membuat Ryeowook tertarik malah menahan tawa karena melihat wajah Kyuhyun.
Pfffttt
"Aishh ya sudah, lagi pula aku juga tidak ingin tahu." Ryeowook mengalihkan tatapan nya dari Kyuhyun dan melangkahkan kakinya kembali.
Ohhh sepertinya hubungan mereka saat ini sudah sangat baik. jadi biarkan saja mereka kini menikmati kebahagiaan yang sedang menghampirinya, setelah sakit hati yang selama ii mereka rasakan.
END
..
..
..
TBC ding :D #digetok
Annyeong~ laila comeback nih, dan bawa chapie 9 sebenernya mau di end nin, tapi nanti dulu deh :D
ahh iya , mian buat yang udah nunggu ff my lovely teacher
aku belom sempet lanjut, sebenernya aku pegen end nin ini dulu baru lanjut ff yg itu :D
mianhe aku gak bales ripian kalian ... jeongmal mianhe :(
Bih Thanks To :
Kim Niwook .. Lee Chizumi..Octha..Key Yoshi..
NishaRyeosomnia..Khai Ria..Ryeon9yu..
Byun Hyerin..ryeo ryeong..Guest..
Kimidori to Neido
maaf jika ada salah penulisan :) buat yang belum kesebut langsung ngomong ke saya aja kkkk
lewat fb or twitter juga bisa :D
dan sampai jumpa di chapie depannnnn...
paii paii~
