Judul: The Last Standing (Chapter 3) (Vocaloid CrossOver with BRS (Black Rock Shooter))
Genre: Fantasy, Mistery, Gore
-Chapter sebelumnya (Chapter 2)-
Kaito berhasil menyelesaikan teka-teki ruangan itu dengan teori komplementer warna-nya, yaitu sang pelaku mempunyai sesuatu yang berkaitan dengan wana kuning. Tetapi sayangnya, Rin yang memegang palu kuning pun tersingkirkan dengan sadis oleh "permainan" itu.
Kaito dan Miku keluar dari tempat itu, dan mereka bertekad untuk membalaskan kematian si Rin terhadap Kiyoteru itu...
The Last Standing (Chapter 3)
"Hahaha..." Tertawa Kiyoteru di "Command Room"-nya. "Permainan yang kutunggu-tunggu telah ada di depan mataku. Tapi aku masih belum puas..." Kata Kiyoteru beberapa saat setelah tertawa. "Aku harus membuat mereka lebih menderita lagi dari yang sekarang, dan aku tahu harus melakukan apa.. " Lanjut Kiyoteru diikuti oleh senyuman jahat yang tersimbul dari bibir-nya. Kemudian ia mulai mengutak-atik berbagai "console"-nya dan membuat sesuatu untuk Miku dan Kaito.
Dari pihak Miku dan Kaito, mereka sedang berjalan melewati lorong yang mereka masuki untuk pergi dari ruangan pembunuh Rin, sahabat mereka..
"Sial... Lebih baik aku saja yang mati dari pada dia.. Aku sudah membunuh Rin.." Gumam Kaito yang sangat merasa bersalah karena telah menyelesaikan teka-tekinya, tetapi membuat Rin terbunuh.
"Kaito... Sudahlah.. Yang seharusnya kita salahkan itu adalah si Kiyoteru... Dia yang sudah merencanakan ini semua.. Rin pun tidak akan mau kalau kamu mati, Kaito..." Kata Miku yang berusaha menghiburnya...
"Baiklah... Gomen, Miku... Aku.. Sepertinya aku sangat shock dengan kejadian ini... Kepintaranku... Berhasil membunuh sahabatku sendiri..." Kata Kaito dengan menundukkan kepalanya. Kemudian ia menegakkan kepalanya dan berkata, "Aku akan membunuh Kiyoteru dengan tanganku... Miku, tolong bantulah aku untuk membunuh Kiyoteru.. Aku tak ingin kematian Rin sia-sia..."
Miku pun dengan mantap menjawab, "Tanpa kamu berkata begitu pun, aku pasti akan menemanimu, Kaito.. Kita berdua pasti membunuh si Kiyoteru itu.."
Akhirnya, gang itu menghantar mereka pada satu ruangan kecil lagi, tetapi kali ini ada 2 buah console game lengkap dengan monitornya, letaknya saling membelakangi, tapi ada jarak diantara kedua-nya. Saat mereka masuk ruangan itu, segera saja turun sebuah dinding yang memisahkan kedua console itu beserta Miku dan Kaito.
"Apa?! Terpisah lagi?!" Teriak Kaito dari daerahnya.
"Kaito!" Teriak Miku dari daerahnya.
Tetapi, masing-masing diantara mereka tidak dapat mendengar suara lain selain dari suara mereka sendiri. Kemudian suara Kiyoteru muncul dari masing-masing ruangan mereka.
"Selamat datang di permainan-ku yang kedua! Kali ini aku akan mencoba kemampuan strategi dan kejelian mata kalian. Sekarang, kalian duduk di depan console game itu, jika tidak, aku akan membunuh kalian berdua secara instant..." Kata Kiyoteru entah dari sudut mana dari ruangan mereka.
Kemudian mereka tanpa suara keluar di mulutnya masing-masing, duduk di depan monitor dan memegang controller-nya.
"Sekarang, kalian mainkanlah game itu, dan jika kamu mati, maka kamu pun akan mati. Tak ada "pause" atau semacamnya. Yang ada hanyalah kamu harus terus bermain sampai tamat. Tak boleh kabur karena aku melihat semuanya. Aku mulai permainan kita dan selamat bermain." Akhir dari penjelasan Kiyoteru dan console game itu menyala sendiri. Game bergenre Shooting pun disuguhkan, dan baik Miku ataupun Kaito terpaksa memainkannya.
15 menit kemudian, Miku dan Kaito memainkan game dengan lancar. Wajar saja, mereka memang gamer sejak kecil. Di sela-sela jadwal mereka yang padat pun mereka bermain game. Tapi jika dilihat dari score sekarang, terlihat bahwa Miku lah yang lebih tinggi daripada Kaito.
"LAST STAGE: BOSS"
Layar mereka berdua muncul tulisan itu setelah menyelesaikan beberapa stage. Mereka pun bersiap-siap untuk yang terburuk dari game itu.
Selang beberapa menit, Kaito dan Miku meghadapi lawan yang sulit. Kaito yang menggunakan Sniper kesulitan karena tempat ia menembak selalu diketahui oleh musuh, di pihak Miku sendiri yang menggunakan Dual Pistol kesulitan karena musuhnya menembak dari tempat yang tak terduga.
"Kuso... Hebat sekali lawannya..." Gumam Miku sambil memencet controllernya dengan handal.
"Baru kali ini aku dapat lawan yang sangat susah seperti ini.. " Gumam Kaito sambil memikirkan strategi yang akan dipakainya.
"Duar duar duar duar!" Suara Dual Pistol milik Chara Miku yang berusaha menebak tempat menembak musuh dan menghindari tembakan musuh.
"Duar! Cklik! Duar! Cklik!" Suara Sniper yang ditembakkan dan di-reload oleh Kaito yang berusaha untuk selalu bergerak karena tempat ia menembak selalu ketahuan oleh sang musuh.
2 pertarungan itu sangat sengit sampai...
"Duar duar!" Bunyi Pistol milik Miku yang sepertinya mengenai musuh, karena setelah itu tidak ada tembakan balasan kepadanya.
Di sisi Kaito.. Chara-nya di game itu tertembak oleh musuh, dan seketika itu juga badan Kaito tertembak dari belakang. Kaito mengeluarkan darah dari mulutnya, dan darah segar tercucur dari badannya yang ditembak itu.
Layar monitor mereka muncul kata "GAME OVER" yang diikuti dengan naiknya dinding yang sebelumnya memisahkan mereka berdua. Miku pun kaget melihat keadaan Kaito yang berlumuran darah segar.
"Kaito!" Teriak Miku dengan histeris sambil menangisi sahabatnya itu. Dia tidak ingin kehilangan sahabatnya lagi.
"Tenanglah..." Kata Kaito dengan pelan. Mulutnya berlumuran darah, namun masih sanggup untuk berbicara.
"Bagaimana bisa aku tenang, Kaito! Kamulah sahabatku yang tersisa di sampingku..." Kata Miku dengan setengah menangis.
"Aku akan selalu ada dihatimu, Miku.. Termasuk Rin juga. Ingatlah akan hal itu..." Lanjut Kaito dengan pelan.
"Aku tidak ingin sendiri! Tolong bertahanlah, Kaito! Kita akan keluar dari tempat ini bersama." Miku kembali berteriak dan menangis mendengar kata-kata dari Kaito.
"Aku... Mencintaimu, Miku... Sebenarnya aku ingin menyatakan perasaanku padamu pada saat selesai konser itu. Tapi, apa mau dikata, waktuku hanya sampai disini... Maafkan aku, Miku..." Kaito pun menutup matanya dengan perlahan. Senyum kaku terukir di mukanya dan air mata timbul dari matanya yang terpejam itu.
"Kaito!" Teriak Miku dengan nyaring sesaat setelah kematiannya. Ya, dia sudah pergi meninggalkan Miku. Dan Miku pun sangat terpukul oleh kematiannya.
Sebuah pintu pun muncul dari dinding, membiarkan Miku untuk pergi dari ruangan itu, dan Miku pun tidak dapat berbuat apa-apa selain meninggalkan Kaito yang terbaring kaku di tempat itu. Dan setelah Miku pergi dari ruangan itu, lagi-lagi Kiyoteru kembali menutup ruangan dan seisi ruangan itu, membiarkan Kaito yang terbakar hingga menjadi abu.
Miku keluar dari tempat itu dengan penuh air mata dan balas dendam terhadap Kiyoteru. Apa lagi rencana yang akan dipakai oleh Kiyoteru untuk bersenang-senang dengan hanya tersisa 1 orang itu? Dan apakah dendam Miku akan terbalaskan? Semuanya itu berlanjut pada chapter berikutnya.
