Judul: The Last Standing (Chapter 4) (Vocaloid CrossOver with BRS (Black Rock Shooter))
Genre: Fantasy, Mistery, Gore
-Chapter sebelumnya (Chapter 3)-
Kaito terbunuh dalam game yang dibuat oleh Kiyoteru kepada Miku dan Kaito. Miku berhasil menglahkan karakter Kaito dalam game yang menyebabkan Kaito ditembak dari belakang. Dan sekarang, Miku sedang menuju ke tempat yang sudah ditentukan oleh Kiyoteru. Apa yang akan terjadi?
The Last Standing (Chapter 4)
Miku menyusuri lorong yang dipersiapkan oleh Kiyoteru, sedangkan dalam hatinya sedang bergumul tentang sesuatu..
"Apa ya yang akan dilakukannya lagi? Apa ia akan membunuhku? Atau mungkin saja ia akan menyiksaku terlebih dahulu? Pasti lorong ini yang dipersiapkan olehnya..." Kata-katanya dalam hati. Ia merasa kesepian, mengingat kedua orang sahabatnya telah meninggalkan dirinya...
Sambil berjalan, kemudian ia berkata, "Aku pasti akan membunuhnya... Kiyoteru, tunggulah aku... Aku akan membunuhmmu, Kiyoteru... Tunggulah..." sambil membangun kepercayaannya.
Setelah beberapa lama, ia sampai di suatu ruangan, dimana ada seseorang yang sudah menunggunya... Tidak... Ada 2 orang lagi dibelakangnya dalam bayangan siluet...
"Selamat datang, Miku... Aku dan 2 orang dibelakangku sudah menunggumu..." Sambut Kiyoteru dengan senyum liciknya sambil menunjuk kepada 2 orang yang berada dalam bayangan.
"Kau... Masih juga kamu mau menunjukkan muka busukmu itu setelah membunuh kedua sahabatku?!" Bentak Miku kepada Kiyoteru. Rasa dendam tersirat dari keagresifan tatapan matanya terhadap Kiyoteru. Dendam ia semakin lama semakin memuncak seiring berjalannya waktu.
"Bagus.. Tatapan mata yang sempurna..." Kata Kiyoteru kemudian ia tertawa... Tertawanya seperti tertawa iblis yang sering ada di kebanyakan game ataupun film.
Lanjut Kiyoteru, "Memang sudah seharusnya kamu dendam padaku... Dendamlah! Dendamlah sepuasmu dan bunuhlah aku! Whahahahaha!" Tertawanya... Mengerikan, seperti orang gila saja..
"Akan kubunuh kau, Kiyoteru!" Teriak Miku yang kemudian mulai berlari untuk menghajar Kiyoteru.
"Sebelum itu, ada yang ingin menemuimu..." Kata Kiyoteru. 2 orang yang dalam bayangan itu seketika di depan Kiyoteru guna menghalangi Miku.
"A... Apa?! Rin?! Kaito?! Ka-Kalian masih... Hidup?!" Kata Miku dengan kaget melihat kedua sahabatnya yang masih hidup, padahal mereka mati di hadapan mereka. Mata Miku berkaca-kaca dan menangis dengan bahagia melihat sahabat-sahabatnya itu.
Miku ingin memeluk mereka. Miku berjalan ke arah Rin dan Kaito, dan Miku memeluk mereka sekaligus. Tetapi muka mereka seperti orang yang tidak punya ekspresi, dan saat Miku memeluk mereka, mereka berdua langsung mendorong Miku sehingga ia terjatuh.
Miku seakan tidak percaya saat mereka mendorong dirinya. Muka Rin dan Kaito tanpa ekspresi, tatapan mereka kosong. Kemudian Miku bertanya pada Kiyoteru, "Apa yang kamu lakukan pada mereka?! Mereka kan seharusnya sudah mati?!"
Jawab Kiyoteru, "Hahahaha... Aku membangkitkan mereka dari abu bekas mayat mereka. Dengan penemuanku, aku dapat membangkitkan mereka dari abu dan memerintah mereka." Kemudian Kiyoteru tertawa lagi dengan keras, membuat Miku beramarah besar.
"Sialan kau, Kiyoteru!" Bentak Miku dalam amarahnya yang meledak. Kiyoteru hanya tertawa dengan kencang melihat ekspresi Miku yang sedang marah itu.
"Bunuh... Bunuh... Bunuh..." Gumam Kaito dan Rin dalam kekosongan mereka. Mereka kemudian mengambil senjata dekat tempat mereka berdiri tadi dan mencoba untuk membunuh Miku. Mau tak mau, Miku harus melawan mereka dan mengambil senjata yang ada di dekatnya dan entah dari mana datangnya.
Miku bertarung dengan mereka berdua. Kaito memakai Katana, Rin memakai Kunai, sedangkan Miku memakai Dual Pistol. "Duar duar duar duar!" Miku mencoba untuk menembak mereka, namun mereka berdua tidak dapat dilukai karena saat Miku menembak mereka, mereka berhasil menghindar ataupun menangkis peluru-peluru itu. "Slash slash!" Mereka menyerang Miku dengan senjata mereka, tetapi Miku masih bisa menghalaunya.
Selang beberapa lama, baik Rin ataupun Kaito tidak dapat dilukai oleh Miku, sedangkan Miku mempunyai beberapa goresan dan robekan di badannya. Darah segar mengalir dari luka badan Miku. "Sial... Aku tidak dapat melukainya..." Keluh Miku dengan peluh yang menetes deras dari badannya. Kekuatannya sudah banyak berkurang.
"Miku... Hey... Apa kamu lelah?" Kata seseorang yang ada di dalam Miku. Suasana tempat itu redup, seperti reruntuhan, dan orang itu duduk di reruntuhan dalam bayangan. Miku pun menjawab, "Iya.. Kenapa kamu bisa tahu? Kamu ini siapa? Dan tempat apa ini?" Miku bingung dengan tempat itu serta orang itu.
"Di sini adalah dalam dirimu. Kamu tidak perlu mengetahui siapa diriku. Yang pastinya, aku disini ingin membantumu. Ambillah senjata yang didekatmu itu, maka kekuatanku akan membantumu melawan orang jahat itu." Kata orang misterius itu sambil menunjuk senjata yag didekatnya itu. Senjatanya mirip sebuah Cannon Portable. Miku pun bingung dengan tawaran dari orang misterus itu.
Apakah ia akan menolak tawaran itu dan melawan Kiyoteru dengan tangannya sendiri? Atau Miku akan mengambil tawaran itu? Itu adalah sebuah pilihan yang harus dipilih dan akan mempengaruhi segalanya...
