Judul: The Last Standing (Chapter 5) (Vocaloid CrossOver with BRS (Black Rock Shooter))

Genre: Fantasy, Mistery, Gore

-Chapter sebelumnya (Chapter 4 B)-

Miku yang menerima kekuatan dari Stella, membuat dirinya berubah menjadi Black Rock Shooter. Dengan kekuatannya itu, ia dapat mengalahkan Kaito yang sudah dikendalikan oleh Kiyoteru sebelumnya.

Kemudian Rin berjalan menuju mayat Kaito, mengambil senjatanya dan mengangkatnya ke arah BRS tanda tantangan adu senjata dengannya. BRS pun menerima tantangan itu dengan mengangkat senjatanya ke arah Rin

The Last Standing (Chapter 5)

"Cih... Satu dari pelayanku sudah dikalahkan olehnya. Rin, bunuh dia..." Kata Kiyoteru dan memerintah Rin agar membunuh BRS. Senjata Rin pun berubah menjadi sebuah kartu. Kartu itu kemudian melayang-layang dan akhirnya mengeluarkan sinar yang sangat terang.

Seketika, tempat dimana mereka berdua bediri pun berubah, menjadi sebuah arena bermain kartu. Tetapi bukan tempat bermain kartu biasa, karena kaki mereka berdua diikatkan pada rantai, sedangkan di samping kiri dan kanan mereka masing-masing muncul gergaji listrik yang amat tajam bergerak seakan ingin menangkap mangsanya.

"Aku menantangmu duel kartu. Apa kamu berani?" Kata Rin menantang BRS. BRS pun tidak punya pilihan karena ia baru menyadari kalau di tangannya, tidak ada lagi senjata, melainkan sebuah deck kartu beserta pegangannya yang ada di tangan BRS.

"Baiklah... " Kata BRS kepada Rin dengan terdengar pasrah. "Tapi..." Lanjut BRS dengan memasukkan tangannya ke dalam kantong, kemudian ia mengeluarkan sebuah bom asap yang seharusnya dipakai Miku untuk konsernya, dihempaskanlah bom itu ke lantai menyebabkan asap yang sangat mengepul.

"Hah... Untuk apa kamu menyimpan bom ini, Miku? Tapi setidaknya itu merupakan momen yang bagus bagiku.." Gumam BRS seakan berbicara pada Miku. Lalu ia memaksakan kartu-kartu di tangannya itu agar berubah menjadi senjata lagi dengan pikirannya. Beberapa saat kemudian, kartu-kartu itu pun berubah kembali menjadi senjatanya, Iksha Blade. Segera saja ia mengubah senjatanya menjadi...

"Sring..."

"War Hammer..." Begitulah nama yang diucapkan Miku setelah mengubahnya menjadi sebuah palu besar.

Kemudian ia menghantam lantai tempat ia berdiri, menimbulkan bunyi yang sangat keras.

"Krash!"

Dan seketika itu juga, muncul dinding dari lantai di tempat itu, dinding-dinding itu memisahkan mereka berdua. Tidak hanya memisahkan mereka berdua, ruangan itu pun menjadi sebuah labirin.

"Kamu akan mati, Miku!" Teriak Rin dengan suara parau, seperti suara bukan manusia normal...

BRS pun segera mencari cara agar dapat mengalahkan Rin dalam labirin itu. BRS mulai berpikir keras, "Jika aku mendatanginya, maka aku akan bertarung lagi dengannya, semua ini akan sia-sia. Namun untuk menyerangnya dari jauh, aku tidak bisa melihatnya..." BRS sepertinya mulai kehabisan akal.

"Kulihat kamu mempunyai banyak senjata. Apa kamu punya senjata yang seperti roket?" Tanya Miku dalam diri BRS.

"Tentu saja... Aku ada senjata yang seperti itu, Miku.. Apa yang kamu inginkan?" Jawab BRS kepada Miku. BRS sepertinya tampak bingung dengan apa yang ingin dilakukan oleh Miku.

"Boleh aku memakai senjata itu? Ada yang ingin kulakukan..." Jelas Miku kepadanya.

"Baiklah.. Hati-hati ya..." Kata BRS menyerahkan badan Miku ke pemiliknya serta meminjamkan sejatanya kepada Miku.

"Saasssh..."

BRS berubah kembali menjadi Miku. Senjata Rock Cannon berada ditangannya. Ia mengubah senjata itu menjadi...

"Sring.."

"Star Chaser... Nama yang bagus." Gumam Miku melihat senjata BRS yang menjadi seperti rocket launcher itu. Kemudian ia mulai membidik ke atas Star Chaser, mencoba membidiknya ke arah Rin.

"Miku!" Teriak Rin yang sepertinya mulai menemukan jalan menuju Miku dari labirin itu.

Mendengar teriakan Rin, Miku tersenyum licik dan berkata, "Gotcha...", segera ia menembakkan ke arah suara Rin dengan mengarahkannya ke langit.

"Duar! Duar! Duar! Duar!"

Suara Star Chaser yang menembakkan 4 peluru plasma, peluru-peluru itu mengejar Rin yang sedang mengejar Miku. Rin pun menyadari tembakan-tembakan itu.

"Slash! Slash! Slash!"

Rin loncat dengan tinggi dan berhasil membelah peluru-peluru itu dengan cepat dengan katana milik Kaito. Ledakan besar pun tercipta. Saat Rin mendarat, ia sedikit bingung. Ia mendengar 4 suara tembakan. Kenapa yang ada hanya 3 peluru? Kemana yang satu lagi? Rin pun mulai mencari-cari sampai...

"Duaaarrrr!"

Peluru yang ke-4 datang dari belakang Rin pun berhasil kena. Ledakan yang cukup besar, membuat Rin terlempar beberapa meter dan membuatnya meninggal. Yang mengejutkan, Rin tergeletak pas di depan Miku..

Mata Miku tak kuasa menahan air mata, melihat sahabatnya yang meninggal karena tangannya sendiri. Dan dengan matinya Rin, tempat itu kembali menjadi tempat semula, dimana Kiyoteru telah menunggu hasil pertarungan mereka berdua.

"Ah... Ternyata kamu yang menang, Miku... Selamat.." Kata Kiyoteru menyambut Miku dengan nada mengejek. Ia sepertinya merendahkan Miku, tetapi dalam hatinyaia tak bisa menganggap remeh kekuatan Miku saat menjadi BRS.

Segera saja BRS mengambil alih tubuh Miku dan berkata. "Kau... Kau akan membayar semuanya!" dengan tegas. Mata kanan BRS pun muncul api biru, tanda bahwa ia tak main-dengan tindakannya.

"Hahaha! Ternyata kamu, White. Ya, itulah panggilanmu bagi kami para alien... Aku sudah lama menunggumu... Dulu kita pernah bertemu di bulan. Kamu ingat bukan pada waktu itu bahwa manusia sudah punah?" Kata Kiyoteru seakan mengenal BRS.

"Zaha? Apa itu kamu? Tidak mungkin... Bagaimana bisa?!" Kata BRS dengan bertanya-tanya. Zaha, musuh bebuyutannya, bawahan White Rock Shooter. BRS seharusnya sudah membunuhnya di Bulan..

"Tentu saja... Aku ini Alien. Aku mengimplementasikan sedikit dari diriku ke tubuh anak ini setelah aku dibunuh olehmu, White... Tubuh ini sangat mendukung bagiku, karena ia juga ingin mendapatkan Miku. Jadi bisa dibilang, tujuan kami ini sama... Menyerahlah..." Jelas Kiyoteru yang ternyata adalah Zaha.

"Kamu... Akan kubunuh dirimu satu kali lagi, Zaha!" Teriak BRS dengan suara kerasnya. Ia bersiap dengan senjatanya, Rock Cannon. Sedangkan Kiyoteru yang adalah Zaha mengeluarkan senjata yang identik dengannya.

"Apa?! Itu... Senjata si White Rock Shooter kan?! Bagaimana bisa ada ditanganmu?!" Tanya BRS dengan kaget. Ia terlihat shock sekali.

"Tentu saja. Dengan senjataku yang dulu takkan bisa melawanmu. Maka dari itu, aku mengambil senjata dari White Rock Shooter... Dengan senjata ini, aku setara denganmu." Kata Kiyoteru yang kemudian mengeluarkan api berwarna pink di mata sebelah kirinya... Sangat jelas bahwa ia telah mengambil kekuatan dari White Rock Shooter.

"Kamu akan kubunuh atas nama orang-orang yang sudah kamu bunuh!" Kata BRS dengan tegas lalu mengeluarkan api berwarna biru dari mata sebelah kanannya.

"The Last Standing! Last Game!" Ucap Kiyoteru dengat kencang, menandakan permainannya sudah mencapai puncaknya.

Apakah BRS dapat membunuh Kiyoteru yang dikuasai oleh Zaha? Atau mungkin jalan cerita akan menjadi lain? Yang pastinya adalah, "Permainan" terakhir telah dideklarasikan. Dan "permainan" ini akan berlanjut pada chapter berikutnya..