Judul: The Last Standing (Chapter 6) (Vocaloid CrossOver with BRS (Black Rock Shooter))

Genre: Fantasy, Mistery, Gore

-Chapter sebelumnya (Chapter 5)-

Setelah mengalahkan Rin, BRS pun berhadapan dengan Kiyoteru. Namun yang mengagetkan BRS adalah, Kiyoteru sedang dikuasai oleh musuh bebuyutan BRS, Zaha. Dan BRS diketahui memiliki panggilan "White" pada masanya. Setelah BRS mengalahkan Zaha pada waktu dibulan, Zaha mengimplementasikan dirinya ke dalam diri Kiyoteru. Kemudian, ia mengambil senjata serta kekuatan dari atasannya sendiri, White Rock Shooter.

Kiyoteru pun mendeklarasikan "permainan" terakhirnya, yaitu Kiyoteru melawan BRS. Di mata kiri Kiyoteru, berkobarlah api berwarna pink, sedangkan pada mata kanan BRS, berkobarlah api berwarna biru. Apakah BRS dapat melawan Kiyoteru yang mempunyai kekuatan setara dengannya?

The Last Standing (Chapter 6)

"Apa kamu sudah siap, White?" Kata Kiyoteru dengan nada mengejek. Sepertinya ia bersenang-senang dengan pertarungan yang ada.

"Ha! Justru aku yang harusnya bertanya denganmu. Apa kamu sudah siap untuk dihancurkan, Zaha?" Balas BRS dengan tatapan sinis.

"Bagus... Semangat yang berkobar... Terus! Teruslah membenciku! Aku akan sangat menikmatinya..." Jawab Kiyoteru yang kemudian tertawa layaknya Iblis yang kejam.

"Iksa Blade!"

Mereka berdua mengubah senjatanya menjadi pedang yang identik. Kemudian mereka berdua mulai beradu pedang.

"Krash!"

Dentingan suara pedang mereka bergema sangat keras. Hentakan angin membuat semuanya bertebangan. Mereka pun terpental oleh hentakan pedangnya mereka sendiri.

"Cih... Tak main-main dia..." Keluh BRS melihat kemampuan Kiyoteru. Dia benar-benar mengambil kekuatan dari White Rock Shooter.

"Ah.. Tak kukira... Setelah mengambil kekuatan White Rock Shooter pun, masih merupakan pertarungan sulit..." Kata Kiyoteru yang mengeluh akibat kekuatannya yang kurang.

"White... Kekuatanmu ternyata memang tak main-main.." Kata Kiyoteru seakan memuji BRS.

"Ha... Justru kekuatanmu yang sudah lumayan. Bagaimana jika kupanggil dirimu dengan Kiyoteru saja? Nama Zaha itu tak enak di telingaku..." Puji BRS balik ke Kiyoteru, dan mencoba sedikit basa-basi kepadanya.

"Boleh saja... Lagi pula, nama Zaha itu sudah bosan juga untuk diriku..." Jawab Kiyoteru. Antara Kiyoteru dan BRS saling menikmati "permainan" mereka...

"Rock Cannon!"

Senjata mereka berdua berubah menjadi bentuk aslinya. Mereka pun menembak satu sama lain.

"Duar! Duar! Duar! Duar!"

Masing-masing dari mereka menembakkan bola plasma mereka. BRS menghindar dari peluru milik Kiyoteru, sedangkan Kiyoteru hanya menangkis peluru-peluru itu dengan senjatanya.

BRS melompat ke atas dan menembak lagi.

"Duar! Duar! Duar! Duar!"

Kiyoteru pun segera menghindar dari serangan BRS. Ia berhasil menghindarnya, tapi...

"Duar! Duar!"

2 serangan lagi datang dari samping dirinya. Tak sempat menghindar, Kiyoteru pun terhempas oleh tembakan itu..

"Blegar!" "Sreekk..."

Kiyoteru terseret beberapa meter dari tempat ia tadi. Ia pun langsung mengeluarkan Iksa Blade-nya.

BRS yang tadinya tak menyadari akan serangan Kiyoteru pun tak dapat menangkis ataupun menahan serangan dari Kiyoteru itu.

"Slash!"

Bagian perutn BRS mengeluarkan darah, jahitan yang ada di dekat perutnya pun terbuka.

"Cih... Untung tak banyak keluar... Hiiaat!" Gumam BRS karena lukanya dan kemudian meloncat ke arah samping dan menembakkan Rock Cannon-nya ke arah Kiyoteru.

"Duar! Duar!"

Walau dengan jarak tembakan yang dekat sekalipun, peluru BRS tak berhasil mengenai Kiyoteru. Lalu, BRS mulai mengeluarkan War Hammer dan membuka skill...

"Crimson Thorn!"

War Hammer-nya dipukulkan ke tanah, menghasilkan tanah yang ada disana memunculkan duri-duri tajam yang menyebar dari sekeliling BRS. BRS mulai tersenyum licik melihat kegelisahan Kiyoteru yang tak dapat menghindar dari serangan itu, sampai...

"Angelic Wing"

Kiyoteru mengeluarkan sayapnya, sehingga ia dapat terbang dan menghindar dari serangan itu. "Hahahaha... Kamu lupa ya, bahwa atasanku mempunyai kekuatan untuk memunculkan sayap, White? Hahahaha..." Tawa Kiyoteru yang meremehkan BRS. Senyum licik tersembul dari mulutnya.

"Dengan Rock Cannon, takkan bisa mengenainya. Chaser Gun pun tak cukup untuk mengejar kecepatannya..." BRS mulai kewalahan dengan munculnya sayap itu. BRS mulai mencari cara agar bisa meyerangnya dengan cepat. Setelah beberapa detik, ia sepertinya menemukan sebuah ide. "Mungkin itu bisa..." Gumam BRS yang mengeluarkan senjata lain lagi.

"G-1 Snipe." Kata BRS setelah mengubah senjata War Hammer-nya menjadi senjata seperti Sniper. BRS mulai membidik Kiyoteru. Kiyoteru yang menyadari hal itu segera terbang menghindari dari pandangan BRS. BRS tak berusaha mengejar, ia hanya mengikuti sedikit dari gerakan Kiyoteru, dan saat Kiyoteru melintas di pandangan BRS...

"Duar!"

Bunyi Sniper milik BRS berhasil mengenai badan Kiyoteru. Kiyoteru pun merasa bahwa ia tak dapat bergerak selain mengambang di udara. Dia terkena "stun".

"Sial... Aku begitu bodohnya..."Keluh Kiyoteru yang terlalu meremehkan kekuatan BRS.

BRS pun merubah G-1 Snipe menjadi Iksa Bladen, memegang pedangnya dengan kedua tangan.

"Over Drive!"

BRS berlari ke arah Kiyoteru yang tak berdaya dengan mengangkat pedangnya, dan menebas badan Kiyoteru dengan pedang yang sudah dilipat-gandakan kekuatannya.

"Slash.."

Setelah berhasil menebas Kiyoteru, ia menemukan bahwa Kiyoteru masih dalam kondisi "stun". Segera saja ia mengubah senjatanya menjadi Rock Cannon dan membuka skill akhir.

"Burst Shot!"

Rock Cannon milik BRS mulai mengumpulkan tenaga yang besar, sambil mengumpulkan tenaga ia berkata, "Dengan ini matilah kau, Kiyoteru! Final Turn!"

Rock Cannon milik BRS sudah mengumpulkan cukup tenaga dan menembakkan bola plasma yang besar dan terkonsentrasi itu ke arah belakang Kiyoteru, menimbulkan ledakan yang amat dashyat.

"Kabooom!"

Serangan itu membuat Kiyoteru tak dapat berkutik lagi. Ia tak mempunyai tenaga lagi, sehingga nyawanya... Melayang...

BRS pun berubah lagi menjadi Miku, meninggalkan jasad sahabat-sahabatnya. Melihat mayat mereka, membuat Miku menangis histeris. Suara tangisannya yang nyaring bergema di ruangan itu. Apa mau dikata... Jika tidak membunuh mereka, dia yang akan mati...

Pintu keluar muncul dari salah satu samping sudut dinding. Dari jauh, terlihatlah pemandangan yang tak asing baginya. Di luar sana adalah ruangan ganti milik Miku sendiri..

Dalam diri Miku, Stella yang adalah BRS berkata, "Maaf, Miku... Aku tak dapat menyelamatkan teman-temanmu..."

Miku pun menyadari keterbatasan Stella dan berkata, "Tak apa-apa, Stella... Kita tak dapat menghidupi mereka lagi dan kita takkan mengerti teknologi Kiyoteru yang dapat menghidupkan mereka..." Ia menghapus air matanya, dan berjalan keluar dari ruangan itu. Mulai sekarang, ia tak dapat melihat sahabat-sahabatnya lagi, namun setidaknya ia percaya bahwa mereka akan melindungi ia selamanya dengan kekuatan persahabatan mereka.

Pintu ruangan itu menutup dengan sendirinya setelah Miku keluar dari ruangan itu, dan memunculkan api yang membakar apapun yang ada di dalam ruangan. Termasuk Kiyoteru, senjata, serta Rin dan Kaito. Dan dalam berita, kabar yang beredar adalah Rin dan Kaito masuk dalam kategori orang hilang dan kita semua tahu bahwa takkan ada yang menemukan mereka lagi...

-The End-True Ending-