Hika kembali dengan chapter 2! Kali ini Hika bikin one-shot request dari Kurotori Rei~ Untuk yang request Rin x Len, dan Rei x Rui, mohon dimaklumi ya... Sebenarnya Hika sudah punya ide, tapi takutnya nanti readers bosan mengingat Rin Len sudah ditampilkan di chapter lalu. Tapi untuk request rositarinjani dan neko-neko kawaii Hika sudah punya bayangan ceritanya kok, cuma detailnya belum dipikirkan xD

Seperti biasa, balesan review:

Kiriko Alicia: tapi Hika gak terlalu bisa bikin multi-chap *eh* semoga Alice-san puas deh dengan chapter 2 ini.

neko-neko kawaii: maaf ya, Rin Len nya ditunda dulu ^^" semoga chapter baru ini bisa memuaskan neko-san juga

Kurotori Rei: Len diusir karena dia pulangnya malem banget xD oh ya, ini chapter request Rei-san, semoga puas ya

rositarinjani: arigatou! :'D Rui Rei nya nanti dulu ya, gomenasai

Enjoy~


Ah, sudah entah berapa bulan berlalu sejak kejadian yang mengubah hidupku itu. Ya, apa lagi kalau bukan kejadian taman bermain Pactheland itu? Teman-teman ku pun mulai kembali satu persatu. Oh, kau ingin tahu ya, bagaimana aku dan Len bertemu mereka semua setelah kami semua keluar dari dunia itu? Baiklah, akan kuceritakan empat hari yang unik itu. Jadi begini...


Numbers: Encore

an original fanfiction by hikari-lenlen

Vocaloid (c)YAMAHA and Crypton Future Media

Number Days (c)Pacthesis


Normal P.O.V

21 Maret 2014, 10.29 AM, Crypton High

Jam istirahat, tidak heran melihat anak-anak bertaburan di setiap sudut sekolah ini. Namun, hari ini ada yang berbeda. Apa itu? Yuk, kita intip bersama.

Sumber keributan yang menghiasi suasana Crypton High ini ada di gerbang utama. Banyak sekali anak perempuan yang berkerumun disana. Sebenarnya ada apa ini? Oh! Lihat itu! Seorang lelaki yang lumayan tampan berdiri di antara mereka semua, dengan seragam yang berbeda, sehingga ia terlihat sebagai orang luar. Yah, dia memang orang luar 'sih.

Kita lihat penampilannya, saya akan mulai dengan kemeja putih bersih, dengan dasi merah berlambang perisai di bagian bawahnya. Dilengkapi dengan blazer hitam yang tidak dikancing, juga celana panjang yang sewarna. Bisa dibayangkan, bukan?

Sekarang, kita intip juga wajah si lelaki ini. Rambutnya agak berantakan dengan surai hitam, dan iris berwarna emas yang berkilau. Oh? Pasti kalian bisa menebak identitas lelaki ini, bukan?

Ya, dia Rei Kagene dari Utopia High.

"Waah, itu 'kan anak Utopia?!"

"Rei-samaa, lihat sini!"

"Sial, cowok itu merebut perhatian semua cewek."

"Rei-kuun mau cari siapaa?"

"Iih, kotak bekalnya lucu!"

Yah, kira-kira begitulah respon dari murid-muridbaik kaum adam maupun hawa di Crypton High. Sementara, orang yang disinggung hanya memandang risih ke arah semua pengagumnya itu. Mungkin kalian bingung tentang 'kotak bekal' yang disebut-sebut barusan. Baiklah, akan saya jelaskan. Kotak makan itu sebenarnya sederhana, hanya saja, kain pembungkusnya agak... tidak wajar. Ya, tidak wajar untuk kaum adam.

Kotak bekal itu dibungkus dengan kain warna kuning, dengan motif bunga-bunga dan kelinci yang sangat... imut.

'Uugh, sebaiknya aku cepat menemukan mereka sebelum aku jadi gila' batin Rei. Tangan kanannya mengacak rambut hitamnyayang semakin berantakan itu, sementara tangan kirinya meremas kain pembungkus kotak bekalnya.

Sementara itu, kita lihat dulu keadaan kedua karakter favorit kita, Rin dan Len. Tidak ada yang spesial, keduanya sedang makan siangeh, nggak keduanya sih. Hanya Rin yang sedang makan, sementara Len sibuk membuka dan menutup kotak pensilnya yang baru. Aduh katro amat.

"HEI KAU YANG DISANA!"

Sontak, kedua insan itu menoleh ke arah pintu kelas. Tampaklah Rei Kageneyang kelihatannya berhasil keluar dari kerumunan itu, dan sampai ke tempat tujuannya.

"Aku?" tanya Rin geer.

Tanpa basa basi lagi, Rei membanting kotak bekal imut itu di meja mereka. "Nih ambil!"

.

.

.

.

.

.

.

"Aaah! Aku lupa bawa kotak bekalku! Makasih ya Rei!"

Satu kelas sweatdrop berjamaah.

Telah diketahui, ternyata kotak makan aneh tersebut milik Len Kagamine.

.

"Ne, Len?" sanggah Rin. "Kenapa Rei bisa repot-repot mengantarkan kotak bekal padamu?"

"Tentu saja! Aku dan Rei 'kan tinggal bersama!"

"Len, apa kau yaoi sama Rei?"

"He? Apa itu Yaoi?"


22 Maret 2014, 06.12 AM, Crypton High

SREEEK

Terdengar suara pintu terbuka, menampilkan seorang Rin Kagami.

"RINNY-CHAAAN!"

Ups? siapa itu yang berteriak? Siapa lagi kalau bukan oh, itu bukan Len, ia tidak mungkin sudah datang ke sekolah jam segini. Malah mungkin masih tidur dan Rin mengetahui itu. Itu adalah...

.

Miki Furukawa. Masih ingat? Itu loh, salah satu teman akrab Rin.

"Hai Miki-chan!"

Miki memang selalu datang pagi, begitu pula dengan Rin.

"Ne, Rin, kau tahu? Katanya hari ini ada murid baru loh!" Miki mulai bergosip ria.

"Eh? Tahu dari mana?" respon Rin semangat.

"Aku cuma dengar dari guru-guru sih kemarin." katanya sambil menopang dagu dengan telapak tangannya. "Tapi dia nggak bakal masuk kelas kita, karena murid kelas kita udah nggak bisa ditambah lagi."

Tap tap tap

"Tunggu, Miki-chan! Siapa itu di luar?" kata Rin sambil menutup mulut sahabatnya itu.

"Heh? Memang ada orang lain yang datang sepagi ini selain kita?"

"Nah itu dia. Coba kita lihat dulu."

.

.

Kedua orang itu pun melirik ke lorong sekolah melalui jendela kelas. Di sana, tampaklah seorang gadis mungil, dengan rambut hijau toska yang sangat panjang dan diikat ponytail. Ia mondar mandir di sekitar lorong dengan canggung, sambil celingak celinguk, seperti mencari sesuatu.

Dan saat matanya bertemu dengan iris biru milik Rin...

"...R-Rin?"

"Miku-chan?"

.

.

Tanpa basa-basi, Rin langsung membuka pintu kelas dengan kasar, dan menerjang gadis (malang) tersebut.

"MIKU-CHAAAAN!"

"Ukh.. R-Rin... s-sesak..."

Mohon tunggu beberapa saat, ada kesalahan teknis.

.

.

Oke, kembali ke cerita.

Kesimpulannya, gadis mungil tersebut bernama Miku Hatsune, salah satu orang yang pernah terjebak bersama-sama Rin di Pactheland.

"Jadi Miku pindah ke sekolah ini?"

Miku meremas bagian bawah rok nya dengan gugup. "Iya... Tuntutan pekerjaan ayahku... A-aku datang kesini lebih awal supaya aku b-bisa menghafal denah sekolah i-ini..." katanya gugup sambil melirik ke arah Miki.

"Oh, hai! Aku Miki Furukawa, salam kenal!"

"Ah, iya..." kata Miku sambil berjabat tangan dengan Miki.

"Nama kita mirip ya, hehe" sanggah Miki, dibalas senyuman kecil Miku.

.

"MIKUUUUUUU!"

Dari kejauhan, tampaklah seorang lelaki hiperaktif yang berlari ke arah tiga temannya yang berbeda gender itu.

"LEN KANGENNN!"

"Ah, L-Len... Lama tidak bertemu..."

"Waah, sekarang model rambut Miku-chan berubah, jadi tambah cakep!"

"A-Arigatou..." jawab Miku canggung.

"Len..." Miki menginterupsi. "Kenalanmu?"

"Iya! Aku dan Miku itu teman akrab! Oh iya, Rin juga kok!"

Miku dan Rin tersenyum ceria. 'Sekarang Miku sudah bisa tersenyum seperti ini...' batin Rin bahagia.


23 Maret 2014, 12.56 P.M, Crypton High

Jam pulang sekolah di Crypton High, tak heran melihat banyak siswa berhamburan ke luar kelas. Tapi, ada yang berbedabukan, ini bukannya ada lelaki tampan lagi yang datang ke sekolah satu ini. Mari kita lihat.

.

Terlihat orang berseragam warna warni membagikan pamflet, ada juga yang berkostum kelinci dan membagikan balon kepada anak-anak. Oh, ternyata mereka sedang melakukan promosi taman bermain Pactheland!

Seperti biasa, Rin, Len, dan Mku sedang menyusuri halaman sekolah, ingin segera pulang. Namun, niat mereka musnah begitu saja ketika mereka mendapati sosok yang... begitu familiar.

Sosok yang dimaksud sedang membagikan pamflet, sama seperti rekan-rekannya. Ia mengenakan seragam dan topi berwarna merah. Berambut coklat dengan kacamata berbingkai putih. Siapa lagi kalau bukan...

"KIYOTERU! SINI!"

Yap, Kiyoteru Hiyama.

Mendengar namanya dipanggil, Kiyoteru merespon cepat. Betapa terkejutnya ia, menjumpai tiga orang yang ia kenal.

"Oh, ternyata kalian sekolah disini ya." kata Kiyoteru, menghampiri tiga temannya itu.

"Hueee, aku kangeeen! Rasanya sudah beribu abad-windu-tahun-caturwulan-triwulan-hari-jam-menit-detik aku tidak bertemu Kiyoteru!" cerocos Len banjir air mata.

Rin sweatdrop. "Alah, belum juga 1 tahun kita pisah."

"Tapi 'kan aku kangen, Rinny-chan"

"Iya, iya... Dan darimana kau tahu seluruh istilah abad windu blablabla itu?"

"Tentu saja aku belajar!"

.

Kiyoteru kembali membuka suara setelah melepas rindu sejenak. "Ini ada tiket gratis jus buah di Pactheland, kalau kalian ada waktu datang ya!"

"Pasti kami datang." kata Miku sambil menerima tiket tersebut.

"Besok kami datang!" Len begitu semangat.

"Jangan sembarang ngomong, besok kita ada kerja kelompok! Minggu aja!" tukas Rin.

Kiyoteru hanya bisa tersenyum melihat pemandangan itu.


24 Maret 2014, 11.00 A.M, Crypton High

Hari yang indah di Crypton High. Tak perlu dikatakan lagi, sekarang Rin dan Len sedang berjalan menuju kelas mereka, setelah memuaskan diri mereka di kantin.

"Lihat! Bukankah itu Miku?' tanya Len.

"Ah iya! Dia lagi ngobrol sama siapa?" karena penasaran, Rin langsung menghampiri Miku dan lelaki di depannya.

"Wah, sekarang kalau aku mengobrol sama Miku tidak perlu berlutut lagi ya, jadi praktis deh!"

"Haha... iya."

.

Kenal orang itu? Ya, kalau kalian menjawab Kaito Shion, nilai 100 untuk kalian!

"Kaitoooo!" seperti biasa, Len-lah yang lebih dulu menyapa.

"Ah, Rin! Len!" sapa Kaito sambil melempar senyumannya yang khas.

"Lama tidak bertemu!" Rin ikut bersapa ria.

"Haha... banyak tugas nih! Aku saja datang kesini untuk tugas!" balas Kaito, yang merupakan seorang mahasiswa jurusan jurnalistik.

"Tugas apa?"

"Aku akan mengulas tentang Crypton High!"

"Wah, menarik sekali! Kalau gitu mau kubantu?" tawar Len.

"Boleh nih? Kalau tidak merepotkan aku mau deh!" Kaito tertawa kecil.

Baru saja Len dan Kaito beranjak pergi

"Tunggu! Kaito, kalau kau mau, Kiyoteru memberikan lima tiket gratis jus buah di Pactheland untuk kita semua! Kau mau ikut 'kan? Hari Minggu jam sepuluh."

Kaito tertawa lagi. "Kenapa tidak?"


30 Maret 2014, 10.00 A.M, Pactheland

"Itu Rin sudah datang!" sahut Len ceria.

"Lama sekali." tukas Rei.

"Rin, ayo sini..." sanggah Miku.

"Jus buahnya cuma bisa diambil sampai jam satu lho." Kiyoteruyang sedang cuti mengingatkan.

"Cepat Rin!" seru Kaito.

."Ahahaha, iya!" teriak Rin senang sambil berlari ke arah teman-temannya.


Omake

Sementara itu, di kediaman Kagami, seorang wanita yang kita ketahui sebagai Lenka Kagami memasuki kamar anaknya (lagi)

"Hum? Ada foto disini..." katanya sambil mengambil foto yang menampilkan Rin, Len, dan teman-temannya.

"Iih, kok mukanya orang ini kayak pedofil banget ya." celotehnya sambil menunjuk-nunjuk wajah Kiyoteru. "Tunggu! Bukankah kata Rin hari ini dia pergi ke Pactheland bersama orang-orang di foto ini? Ooh, tidak, jangan sampai Rin menjadi korban kekerasan seksual, seperti yang di berita-berita itu!"

.

OWARI


Semoga readers puas dengan chapter 2 ya! Enaknya chapter 3 jadi apa nih?

1. Rin x Len

2. Rei x Rui

Kalau mau nge-vote, silahkan vote di poll Hika ya! Hika tunggu lho!

Oh iya, readers boleh request characters untuk one-shot selanjutnya lho! Tapi ada kemungkinan Hika tidak mengerjakan request readers, entah karena kurang waktu atau kurang ide._.

Akhir kata...

Review, please?