The Book
Disclaimer : Naruto © Master Masashi Kishimoto
The Book © Lyana Boci-Moci
Terinspirasi dari film 'Ink Heart'
Rate : T
Pairing : SasuSaku & other paring
Family, Fantasy, Romance, Comedy
WARNING : OOC, GAJE, GA NYAMBUNG, ANEH, TYPO, SINETRON,OOT, BIKIN BOSAN, DLL
.
~Chapter 3 : I trust them ~
.
'Krek,' Sakura membuka pintu, seketika mata Sakura membulat melihat siapa yang ternyata datang. Sedangkan Sasuke menatap orang tersebut dengan tatapan datar dan Naruto dengan cengirannya.
"SIAPA MEREKA SAKURA!"
"Ino? Hinata?" Sakura terkejut dengan kedatangan temannya secara tiba-tiba.
"Ko-konbanwa Sakura-chan," ucap Hinata kepada Sakura.
"Kenapa ada dua lelaki di rumah? Siapa mereka? Apa yang mereka lakukan disini? Ini sudah malam Sakura!" tanya Ino bertubi-tubi membuat Sakura kebingungan untuk menjawab.
"Kau seperti Sasori-nii san,Ino-Pig!" ucap Sakura yang menohok Ino, Ino sangat tidak suka jika disamakan dengan Sasori kakaknya Sakura yang Sister complex itu. Tapi dia akui kalau pertannyaan dan jeritan tadi itu terlalu Ber-le-bi-han. Ino menghela nafasnya, dia benar-benar khawatir dengan Sakura. Sahabatnya dan Hinata sejak kecil.
"Tapi aku serius Sakura, siapa mereka?" Ino menunjuk ke arah Sasuke dan Naruto.
"Mereka um- mereka…" Sakura tidak bisa melanjutkan perkataannya, dia bukanlah seorang penulis yang pandai mencari kata-kata dan bukan seorang puitis yang bisa merangkai kata-kata indah apa lagi ini keadaan yang mendadak! Sakura tidak memikirkan apa yang akan dia katakan pada orang-orang di sekitarnya tentang dua lelaki ini.
"Mereka saudara jauh," ucap Sakura. Urgh rasanya dia ingin sekali memukul dirinya sendiri dengan palu karena alasan yang aneh itu, tapi dia tidak bisa menjelaskan dari mana Sasuke dan Naruto berasal. Bisa-bisa dia dicap sebagai orang gila kalau mengatakan mereka keluar dari buku, bagaimana caranya mereka keluar dari buku? Sakura pun tidak tau jawabannya.
"Owh aku kira mereka orang asing," Ino menggaruk rambut blondenya yang tidak gatal. Sakura bisa bernafas lega untuk sementara ini, untunglah Ino dan Hinata tidak suka dengan buku-buku atau hal apapun tentang ninja.
"Boleh kami masuk Sakura-chan?" tanya Hinata yang berada di belakang Ino.
"Tentu Hinata," Sakura mempersilahkan Hinata dan Ino masuk dan mereka duduk disofa yang berada di ruang tamu begitu juga dengan Sasuke dan Naruto yang sejak tadi diam.
"Sakura-chan kami kesini membawakan seragam ini untukmu karena tadi pagi Sakura-chan tidak datang ke Sekolah untuk mengambil seragam," jelas Hinata dan memberikan sepasang seragam sekolah kepada Sakura.
"Hah! iya aku lupa, summimasen," Sakura mengambil seragam yang diberikan oleh Hinata. "Arigato Hinata," ucap Sakura tersenyum lembut.
"Hei bagaimana denganku?" Ino mendengus kesal karena tidak mendapat ucapan terima kasih dari Sakura.
"Arigato Ino-nii san," Sakura terkikik kecil melihat perubahan wajah Ino yang menjadi kecut karena di panggil 'nii-san', panggilan yang sama untuk Sasori.
"Hai, siapa namamu?" tanya Ino kepada Naruto.
Naruto dan Sasuke diam mematung, entah apa yang membuat mereka diam seperti itu. Sasuke hanya memandang kearah lain sedangkan Naruto duduk tegang menatap Sakura, membuat Sakura bingung.
"Hm? ada apa?" tanya Ino heran dengan tingkah laku kedua lelaki itu. Naruto hanya menggeleng dengan cepat dan keringat yang bercucuran di keningnya.
"Aku hanya bertanya siapa namamu?" Ino menyipitkan matanya kerarah Naruto.
"Namanya Uzumaki Naruto dan yang satunya Uchiha Sasuke," Sakura akhirnya mengambil alih untuk menjawab pertanyaan Ino, sedangkan Ino dan Hinata hanya ber'oh' ria.
"Baiklah kami pulang dulu Sakura-forehead!" ejek Ino balasan ejekan Sakura tadi.
"Ya sana huss," desis Sakura sambil mendorong Ino dan Hinata keluar dari rumahnya.
"Konbanwa Sakura-chan," ucap Hinata dan dengan cepat Sakura menutup pintu rumahnya.
"Akhirnya sepi," gumamnya.
"HIAH!" tiba-tiba saja Naruto menjerit dengan kencang membuat Sakura tersentak kaget.
"TEME KURANG AJAR KAU!" Bentak Naruto yang sedang melotot kearah Sasuke yang duduk dengan santai.
"A-ada apa Naruto?" tanya Sakura panik.
"Teme menusuk bokongku dengan kunai!" Naruto menunjukan sebuah kunai yang dia pegang. " Untung saja tidak berdarah," Naruto meringis memegangi bokongnya.
"Pantas saja kau bertingkah aneh tadi, untung mereka tidak menyadarinya," Sakura menghela nafas, Sakura mendelik ke arah Sasuke yang diam duduk disofa. "Mana?" Sakura mengulurkan tangannya kearah Sasuke, Sasuke pun akhirnya menatap mata emerald Sakura.
"Apa?" tatapan Sasuke berubah menjadi tajam.
"Kunai yang lainnya," jawab Sakura sama dingin.
"Tidak ada," Sasuke berusaha mengelak, dia mengalihkan pandangannya. Sedangkan Naruto kembali keringat dingin melihat mereka yang saling berdebat walaupun dengan kata-kata yang singkat. Sakura yang lama-lama kesal dengan kebohongan Sasuke akhirnya mendekati Sasuke dan mengambil sebuah tas berukuran kecil dari belakang Sasuke.
"Ini apa?" tanya Sakura berpura-pura memasang wajah innocent padahal dia tau itu tempat untuk menyimpan senjata-senjata ninja yang berukuran kecil, dari mana dia tau? Dia kan penggemar buku-buku ninja ,ingat? Sakura membuka tas itu dan dia tersentak kaget melihat isinya yang berisi 4 kunai dan beberapa lembar kertas yang bertuliskan mantra yang Sakura yakini itu adalah peledak.
"Heh! banyak sekali isinya," Sakura berdecak kagum dengan isi dari tas itu, jujur saja dia ingin sekali memiliki benda-benda ninja seperti ini dan tentu saja yang asli bukan yang palsu yang di jual di toko-toko yang terbuat dari besi bekas bahkan plastik. Memangnya Sakura anak kecil yang mau membeli mainan itu?
"Baiklah sekarang ini milikku," ucap Sakura seenak jidatnya memutuskan benda-benda itu menjadi miliknya.
"Kembalikan," Sasuke bangkit dari duduknya dan berdiri tepat di hadapan Sakura, jarak mereka sangat dekat. Sakura dapat merasakan hembusan demi hembusan nafas Sasuke.
"Tidak," Sakura menyembunyikan tas tersebut di belakang tubuhnya.
"Itu milikku,"
"Sekarang milikku,"
"Kembalikan!"
"Tidak!"
"Aku bilang kembalikan!"
"Aku bilang TIDAK!"
"Kau tuli!"
"Aku tidak Tuli!"
"Cepat kembalikan!"
"Tidak Mau!"
"Sudahlah teme, Sakura-chan," Naruto berlari menghampiri mereka yang sedang beradu mulut, tapi sayangnya kaki Naruto tersandung kaki sofa dan mengakibatkan dia menabrak Sakura.
Cup.
Sasuke kembali duduk disofa tapi kali ini berbeda, bedanya karena Sakura berada di atasnya dan bibir mereka menempel!
Hening.
Naruto cengo menatap mereka yang tidak bergeming sedikit pun, mata Naruto berkedip-kedip dengan cepat dan Author muncul dibalik jendela (?)
1 detik.
2 detik.
5 detik.
10 detik.
"KYAAA!" akhirnya Sakura tersadar dari kejadian yang mengambil ciuman pertamanya, sedangkan Author menghilang kembali setelah adegan itu selesai dengan perasaan yang kecewa (Mulai mesum deh hehe *digampar readers*). Sakura mundur beberapa langkah menjauhi Sasuke, wajahnya sudah berubah seperti kepiting rebus dan Sasuke berusaha menyembunyikan semburat merah yang muncul di wajahnya.
"Go-Gomen Sakura-chan, a-aku tidak sengaja," Naruto menempelkan kedua telapak tangannya dan menggunakan Puppy eyes no justu-nya.
"Naruto," geram Sakura, muncul perempatan di kepala Sakura. "MENYEBALKAN!"
Brug.
"Aww!" Sakura sukses menghajar perut Naruto, membuat Naruto meringis kesakitan dan memegangi perutnya.
"Malam ini kalian tidur di sini, Konbanwa," Sakura dengan cepat membalikan badannya dan berlari menaiki tangga yang menghubungkan lantai dasar dan lantai dua rumahnya, membawa .
"Ini gara-gara kau dobe," ucap Sasuke menyalahkan Naruto yang tengah memasang wajah innocent-nya walaupun habis terkena pukulan dari Sakura yang dia akui kalau tenaga Sakura sangatlah besar.
"Heh aku? teme yang salah! coba saja teme tidak menusuk bokongku dengan kunaimu itu!" Naruto mendengus kesal dan pernyataan Naruto benar akhirnya Sasuke diam dan merebahkan tubuhnya di atas sofa yang panjang.
"Kau mau apa teme?" tanya Naruto.
"Tidur baka," jawab Sasuke ketus dan mulai memejamkan matanya. Naruto pun tidur di sofa yang bersebrangan dengan Sasuke.
"Konbanwa teme,"
.
.
"My first kiss, my first kiss, my first kiss-" terlihat Sakura yang sedang terduduk di atas kasurnya yang berukuran queen size-nya. Dia menekuk lututnya dan memeluknya, menenggelamkan wajahnya diantara pahanya yang putih.
"-first kiss-" dia terus menerus mengumamkan kata-kata itu, semburat merah dipipinya kembali keluar setelah ia menyelesaikan gumaman itu lalu kembali mengulangnya lagi tanpa henti-henti. Ya mungkin dia shock dengan kejadian tadi. Sepertinya dalam hati Sakura tidak menyesali ciuman pertamanya, dan pada akhirnya dia terlelap dalam mimpi indahnya malam itu.
.
~The Book~
.
Keesokan Harinya
Di pagi hari rumah kediaman Haruno sudah dapat tercium aroma masakan hanya dengan mencium aroma campuran bumbu-bumbu yang melayang di udara sudah di pastikan masakan itu begitu lezat, gadis berambut pink-Haruno Sakura- yang bengenakan seragam sekolahnya yang baru sedang asik di dapur rumahnya yang telah menciptakan aroma itu.
.
.
Di ruang tamu yang dihuni oleh dua orang lelaki yang sedang tertidur di atas sofa, lelaki berambut raven membuka matanya karena aroma masakan tersebut.
'Krruuk' lelaki itu-Uchiha Sasuke- memgangi perutnya yang mengeluarkan suara aneh, sepertinya dia merasa kelaparan. Dia pun berjalan gontai menuju dapur dan melihat Sakura yang sedang memasak. Merasa ada sepasang mata yang mengawasi gerak-geriknya, Sakura membalikan tubuhnya. Dia sedikit kaget mengetahui siapa yang tengah berdiri dua meter di belakangnya.
"Sa-sasuke, Ohayo," ucap Sakura sedikit gugup dan muncul semburat merah diwajahnya.
"Ohayo," jawab Sasuke singkat.
"Kebetulan kamu sudah bangun, aku menyiapkan sarapan untukmu dan Naruto," Sakura kembali fokus keacara memasaknya. "Bisa kau bangunkan Naruto?" pintanya kepada Sasuke.
"Hn," Sasuke membalikan badannya dan kembali ke ruang tamu.
.
.
"Yaaaawn~" Naruto kini telah berada di dapur dan duduk di kursi meja makan bersebelahan dengan Sasuke.
"Tutup mulutmu dobe," Sasuke menatap Naruto jijik karena menguap dan membuka mulutnya cukup lebar.
"Gomen ne teme he..he.." Naruto menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sakura," panggil Sasuke.
"I-iya Sasuke?" Sakura masih saja merasa gugup dan jantungnya berdebar dengan kencang jika Sasuke bicara padanya, apa dia takut atau malu? atau falling in lo- *author di hajar Sakura* *author tutup mulut* Baiklah kembali ke cerita hehe…
"Aku ingin tomat dimakananku," ucap Sasuke atau bisa di bilang request Sasuke.
"I-iya," Sakura mengambil sebuah tomat di dalam kulkas dan memotong-motongnya kecil menjadi dadu-dadu lalu mencampurkan kedalam masakannya.
"Sakura-chan aku sudah lapar," rengek Naruto.
"Sabarlah sedikit Naruto," ucap Sakura yang sedang menyiapkan piring.
"Tapi aku sudah lapar,"rengeknya lagi.
"Kalau kau mengeluh terus tidak akan kuberi makanan!" ucap Sakura mengancam Naruto, membuat Naruto diam membeku. "Nah sudah selesai," Sakura tersenyum lembut mengantarkan dua piring berisi beef teriyaki kehadapan Naruto dan Sasuke, Beef teriyaki untuk Sasuke diberi banyak tomat.
"Itadakimasu!" Naruto langsung menyambar beef teriyakinya dengan sumpit.
"Itadakimasu," ucap Sasuke datar dan mulai memakan beef teriyaki extra tomatnya.
"Yam..yam.. ini enak sekali Sakura-chan! yam-" ucap Naruto memuji masakan Sakura disela-sela mengunyah makanannya.
"Yokkata," Sakura tersenyum.
"Sasuke bagaimana menurutmu?" Sakura meminta pendapat kepada Sasuke tentang masakannya.
"Lumayan," jawabnya singkat dan masih terus memasukan potongan demi potongan beef teriyaki ke dalam mulutnya. Sebenarnya kata-kata 'lumayan' tidak cukup menggambarkan perasaan Sasuke yang sebenarnya, Sasuke sangat kagum dengan masakan yang di buat oleh Sakura yang extra tomat itu. Tapi entah apa yang menahan Sasuke untuk memuji masakan Sakura, mungkin dia gengsi.
Sakura hanya tersenyum lagi, baru kali ini ada yang memakan masakannya selain Sasori yang menjadi juri untuk mencicipi masakannya setiap Sakura belajar memasak dan saat pertama kali Sasori mencicipi masakan pertama Sakura dia harus bolak-balik kamar mandi karena masakan Sakura yang begitu pedas. Tapi kali ini Sakura merasa sangat senang hasil belajarnya tidak sia-sia.
"Astaga aku harus segera berangkat sekolah!" Sakura menepuk jidatnya.
"Sekolah?" tanya Naruto heran.
"Iya aku harus berangkat. Naruto, Sasuke kalian jaga rumah ya dan jangan buka pintu jika ada tamu," ucap Sakura yang langsung melesat mengambil tasnya dan pergi keluar dari rumahnya.
.
~The Book~
.
Tokyo High School adalah sekolah yang terkenal dan populer di kota Tokyo, banyak sekali yang ingin masuk ke THS. Gedung THS sangatlah besar karena berlantai 4, memiliki Aula yang luas, kantin yang luas dan lapangan basket, Volly, foot ball, kolam renang dan fasilitas lainnya yang sangat lengkap.
Sakura, Ino dan Hinata yang telah berhasil menjadi siswi di THS, mereka bertiga adalah sahabat sejak mereka di Tokyo Junior School. Mereka selalu bersama dan memutuskan untuk masuk ke KHS bersama, bisa di bilang sahabat yang tdiak bisa dipisahkan. Tapi sayang kali ini mereka berbeda kelas. Tokyo High School memiliki lima kelas untuk kelas X, XI, dan XII, Sakura berada di kelas X-A, Hinata dan Ino di kelas X-B. Kepala Sekolah sekaligus pemilik THS adalah Tsunade yaitu Kakak dari Ibu Sakura, wanita yang sama suksesnya sepertinya keluarga mereka memang ditakdirkan untuk sukses.
Hari penyambutan Siswa dan Siswi baru di THS berlangsung cukup lama diadakan di Aula THS dan yang membuatnya lama adalah sambutan-sambutan dari Tsunade dan wakil guru, setelah acara selesai mereka memiliki waktu bebas karena ini hari pertama masuk sekolah jadi pelajaran belum dimulai.
Sakura berlari di koridor lantai dasar THS, berlari mengejar kedua sahabatnya yang sedang asik berbincang dan mereka menuju pintu keluar THS.
"Ino, Hinata!" Sapa Sakura.
"Konnichiwa Sakura-chan," Hinata tersenyum melihat Sakura yang menghampiri mereka.
"Hai forehead, kau mau pulang?" tanya Ino yang tengah terkikik melihat Sakura ngos-ngosan.
"Hoss hoss, Iya Ino-pig-nii-san," sindir Sakura.
"Sayang ya Sakura-chan kita tidak sekelas,"ucap Hinata dengan wajah sedih.
"Hei tidak apa-apa Hinata, lagi pula aku bosan bertemu si Forehead ini," Ino membalas sindiran Sakura.
"Ino Pig!" Sakura mulai emosi dengan ejekan Ino, tapi dia ingat dia harus segera pulang karena ada dua lelaki yang berada di rumahnya. "Aku pulang dulu Jaa~" Sakura beralari meninggalkan kedua sahabatnya.
.
.
Sakura masih berada di dalam bus yang selalu setia mengantarkan dia jika pergi ke sekolah dan pulang ke rumah, dia duduk di salah satu kursi kosong. Pikirannya melayang memikirkan kedua lelaki itu, dia masih memikirkan siapa sebenarnya mereka?
Tapi kali ini Sakura yakin mereka adalah ninja yang keluar dari buku yang dia beli tiga hari yang lalu. Yang membuat Sakura yakin yaitu Naruto yang kagum terhadap kolam yang dia sebut danau, Sasuke yang tidak mengerti cara menggunakan hoodie, kunai dan kertas peledak milik Sasuke yang sekarang milik Sakura, dan terakhir dugaan Sakura selama ini yang mengira mereka maling yang akan menculiknya serta mengambil harta mereka tidak terbukti karena wajah Naruto yang terlalu polos untuk jadi maling.
'I Trust them' batin Sakura.
Dan Sakura pikir apakah mereka juga harus sekolah di THS? ya setidaknya agar mereka tidak di rumahnya dan selalu bersama Sakura, bagaimana jika saat Sakura sekolah tiba-tiba Sasori atau orang tuanya datang secara mendadak dan mengetahui ada orang asing di rumahnya, haaa~ Sakura bisa mati berdiri (?)
.
~The Book~
.
Sakura turun di halte bus dekat rumahnya, oh iya kalian pasti bertanya-tanya Sakura bisa di bilang sangat berkecukupan tapi kenapa tidak membawa kendaraan saja ke sekolahnya? Karena dia tidak bisa mengendarai Motor, Mobil bahkan sepeda. Sebenarnya dulu dia bisa menggunakan sepeda, hanya saja karena trauma dia tidak bisa menggunakannya lagi, entahlah trauma apa dia tidak mau memberitahu siapapun termasuk keluarganya.
Sakura berjalan menuju rumahnya dan masuk kedalam rumahnya.
"Aku pulang," ucap Sakura saat membuka pintu rumahnya.
Sepi.
'Kemana mereka?' batin Sakura.
Sakura mencari-cari dari ruang tamu, dapur, kamarnya dan kamar Sasori tapi tidak ketemu.
"HAYO!"
Byuur.
Sakura mendengar suara Naruto yang berasal dari kolam dan dengan cepat Sakura berlari menuju kolam renang yang berada dibelakang rumahnya.
"Sasuke, Naru-TO!" Sakura terkejut melihat Naruto itu tidak memakai baju, hanya celana pendek saja yang mereka pakai dan Sakura mengenali celana itu, celana milik SASORI!
"I-Itu celana Nii-san!" ucap Sakura dengan wajah semerah tomat.
"Iya saat tadi aku dan teme sedang melihat-lihat dan masuk kedalam kamar Nii-san Sakura, kami tidak sengaja memukannya dan aku meminjamnya, hehe… sepertinya," Naruto menggaruk rambut pirangnya.
"Haa~ Dasar kau ini," Sakura menghela nafasnya dan duduk di salah satu kursi ala pantai di sebelah Sasuke dan Naruto kembali ke aktivitas bermain airnya.
Hening.
"Ada yang mau kau katakan?" tanya Sasuke to the point.
"Heh? T-tidak, um-" Sakura terkejut dengan pertanyaan Sasuke yang tepat pada sasaran, sebenarnya dia masih memikirkan rencananya tadi. "Sebenarnya ada, apa kalian mau sekolah seperti aku?" tawar Sakura.
"Sekolah?" tiba-tiba saja Naruto muncul dari air dan berada di pinggir kolam, Sakura mengangguk tegas dan tersenyum.
"Tapi bukankah kita terlalu tua? Di konoha kami bersekolah sampai academik saja lalu kami lulus menjadi Genin dan setelah itu kami hanya mengikuti ujian untuk menjadi cunin, jonin dan lainnya," Naruto menjelaskan tentang pendidikan di Konoha, desanya. Sakura hanya ber'oh' ria.
"Tapi aku mau sekolah seperti Sakura-chan," ucapnya bersemangat," Teme kau juga ya?" tanya Naruto kepada Sasuke yang sendari tadi diam.
"Hn," gumam Sasuke.
"Mulai deh penyakitnya, 'Hn' iya atau tidak?" tanya Naruto yang sebal dengan gumaman Sasuke yang tidak jelas itu.
"Iya," jawab Sasuke singkat.
"Asik!" Naruto mengepalkan sebelah tangannya dan meniju udara.
"Baiklah aku hanya perlu mencarikan seragam dan mendaftarkan kalian masuk," Sakura mengetuk-ngetuk jarinya kebibirnya. "Ah, Kurasa Nii-san punya seragam yang sudah tidak muat," Sakura berjalan menuju kamar Sasori.
"Teme, temani Sakura-chan," ucap Narto dengan nada sedikit menggoda.
"Hn," Sasuke bangkit dari duduknya dan berjalan menyusul Sakura.
"Wah tumben dia mau," Naruto bingung dengan sifat Sasuke, biasanya dia akan menolak mentah-mentah jika di minta bantuannya seperti saat dia di minta untuk menemani Sakura membeli pakaian untuk Naruto dan dirinya.
.
TBC
.
BBA (Basa-Basi Author) TIME~
Selesai chapter ke 3 the book~ haha… saya lega bisa menyelesaikan dua chapter selama liburan. Maaf membuat para readers menunggu. Saya mengetik fic ini saat malam minggu terakhir liburan (ga ada yang tanya) dan telat untuk publish karena berbagai alasan (T.T)
Mungkin cerita ini makin garing dan garing dan garing saja (T.T) dan membuat para readers kecewa dan bingung karena alurnya berantakan.
Dan masalah Hinata yang biasanya kalau ngomong seperti ini "Ha-halo S-sakura-chan," saya ga mau bikin gitu kesannya Hinata kayak aziz gagap *digampar Hinata* INI MENURUT SAYA~ Tapi kalau dia malu baru saya buat seperti itu, terutama malu karena Naruto hehe…
Maaf juga kalau penjelasan di fic saya terlalu banyak atau bertele-tele atau ngebingungin atau *plak* atau romancenya kurang kerasa *mojok*
Oh iya pemenang 'penebak siapa yang dateng' adalah~ treeeett treeett…
Darkflash
MemelSasuSakuLove
Naomi azurania belle
Fiyui-chan
Hadiah cari sendiri di paman google soalnya saya ga punya wakwak *digampar readers*
.
.
Balesan Review!
Fiyui-chan : Yakk! Fuyui-chan benar! ya 50% aja soalnya kan tamunya sama Hinata juga hehe… wah kasian kalo Saku yang masuk ke dalam cerita bisa-bisa mati di bantai Ninja wakwak.. yup silahkan saja fav saya senang sekali hihi… (^_^)
Naomi azurania belle : Hola Zura-san salam kenal, Yup benar tapi ada Hinatanya juga.. anda tidak dapat hadiah poster Sasuke tanpa baju hihihi..
Untung saja Zura-san suka ke OOC-annya soalnya saya takut OOCnya terlalu berlebihan hehe… Udah UPDATE! (^_^)
Darkflash : Yak! yang tereak" terakhir itu Ino wakwak ihh dia kayak Sasori aja hihihi…Yup udah UPDATE selamat membaca hehe…
MemelSasuSakuLove : Benar! anda dapet hadiahnya wakwak *plak* Ino dan Hinata yang benar hihi… Salam kenal juga~ Iya udah UPDATE (^_^)
Puding-tan : Huaahh~ makasih ya~ saya juga tegang bikin bagian itu and senyum-senyum sendiri hehe.. Yup udah UPDATE…
L-The-Mysterious : Iya lah pasti yang di kenal Sakura (=.=) senpai nih… terima kasih senpai atas kritik typonya ya… saya akan memperbaikinya lagi hehe.. terima kasih juga udah membaca fic saya dan setia menunggu #lebay
TheblueSSangel : Wah! terima kasih hehe… saya udah UPDATE secepat mungkin (menurut saya) terima kasih sudah Review (^_^)
