The Book
Disclaimer : Naruto © Master Masashi Kishimoto
The Book © Lyana Boci-Moci
Terinspirasi dari film 'Ink Heart'
Rate : T
Pairing : SasuSaku & other paring
Family, Fantasy, Romance, Comedy
WARNING : TERLALU OOC!, GAJE, GA NYAMBUNG, ANEH, TYPO, EYD ANCUR, SINETRON,OOT, BIKIN BOSAN, GARING ABIS!, DLL
GA SUKA 'THE BOOK'? GA USAH BACA!
KLIK BACK AJA, OK?(^_^)
YANG MAU BACA SILAHKAN BACA! (^_^)
.
~Chapter 5 : Tell me~
.
Suara burung bernyanyi menghiasi langit yang sudah dihiasi oleh matahari yang senangtiasa menyinari seluruh muka bumi.
Dikamar yang dihiasi oleh cat berwarna pink, terlihat dua orang diatas tempat tidur berukuran Queen size, cahaya matahari merambat masuk ke dalam kamar melalui celah-celah ventilasi kamar dan jendela.
Mata emerald Sakura terbuka perlahan membiasakan bias cahaya yang masuk kedalam kamarnya. Tubuhnya mulai berusaha bangkit dari posisi tidurnya, tapi-
'Eh? kenapa tubuhku terasa berat,' Sakura melirik ke bagian belakang tubuhnya, dia melihat Sasuke yang memeluknya erat, memeluknya dari belakang.
"Sa-Sasuke!" rona merah menghiasi wajah Sakura. Jantungnya berdebar sangat cepat, sudah berkali-kali Sasuke membuat hal yang tidak terduga seperti ini.
"Sasuke…Sasuke!" Sakura mencubit tangan Sasuke yang melingkar di pinggangnya, tapi bukannya melepas peluknannya Sasuke malah makin mengeratkan pelukannya.
"Kya! Sasuke!" Sakura mengibas-ngibaskan tangannya keudara berusaha untuk duduk, wajahnya memanas, tubuhnya merasa sesak akibat pelukan Sasuke yang semakin erat.
"Ba-baka Sasuke! Lepaskan!" Sakura semakin keras juga mencubit Sasuke.
"Ehhmmhh…" hanya itu respon yang Sasuke berikan, Sakura tersentak kaget karena merasakan tangan Sasuke yang mengelus pinggang Sakura.
"Sasuke BAKA!" Sakura menjitak keras kepala Sasuke.
"Aw!" akhirnya Sakura terlepas dari pelukan Hot Sasuke. "Apa sih yang kamu lakukan," Sasuke memandang dingin Sakura.
"Seharusnya aku yang bertanya denganmu seperti itu!" kejadian ini hampir sama dengan kejadian pertama kali mereka bertemu bukan? Saat kejadian hot lainnya dilakukan Sasuke tanpa sadar, Sasuke sepertinya punya kebiasaan buruk.
"Memang apa yang aku lakukan?" tanya Sasuke innocent, Sakura sweat drop, ya mungkin tadi kelakuan Sasuke itu di luar kesadarannya.
"Sudahlah lupakan," wajah Sakura lagi-lagi memanas mengingat kejadian tadi, Sasuke hanya menjawabnya dengan gumaman tidak tidak begitu peduli tentang apa yang terjadi tadi dan tidak mau tau.
.
~The Book~
.
Kini Sakura, Sasuke dan Naruto telah berada di ruang makan, menikmati masakan yang dibeli Sakura dan menu hari ini adalah Okonomiyaki! yup Sakura membeli tiga porsi untuk mereka, tapi… Sepertinya Naruto tidak cukup untuk satu porsi, dia menambah dua mie ramen instan.
"Sakura-chan, hari ini kenapa kita tidak sekolah?" tanya Naruto sambil mengaduk-ngaduk ramennya.
"Oh! aku lupa memberitahu kalian," Sakura memasukan Okonomiyaki yang sudah di potong kecil kedalam mulutnya. "Hari ini sekolah mengadakan rapat untuk para guru, jadi kita di liburkan," ujar Sakura , Naruto membulatkan mulutnya seperti huruf 'O'.
"Naruto tadi malam kamu sembunyi dimana? saat aku dan Sasori-nii masuk aku tidak melihatmu dimanapun," tanya Sakura penasaran dengan hilangnya Naruto saat Sasori memaksa masuk.
"Oh itu!" Naruto tersenyum menunjukan deretan giginya.
Flash Back On
"Cepat masuk sini dan sembunyi," Sakura menarik tangan Naruto dan menyuruhnya masuk kedalam kamar Sasori.
"Siapa tadi, Sakura?" Naruto mendengar suara lelaki yang memanggil Sakura.
"Ssstt…Sakura-chan," Naruto mencoba memanggil Sakura.
"Heh? Siapa apa?" Sakura menutup pintu kamar Sasori dengan cepat. Sepertinya Sakura tidak mendengar panggilan Naruto.
"Huah! aku harus sembunyi dimana?!" ucap Naruto yang panik entah bicara dengan siapa.
Naruto berlari kesana kemari di kamar itu, bingung harus sembunyi mungkin jika dia sembunyi di kolong kasur, sungguh sial dia tidak bisa menggunakan Ninjutsu atau apapun jurus Ninja untuk menghilangkan dirinya.
"Aku hanya ingin memastikan apa kucing itu masih di dalam atau tidak," Sasori memberikan penekanan pada kata 'kucing'.
'Hah? apa yang dimaksud kucing itu aku ya?' batin Naruto bertanya-tanya. Naruto mengacak-ngacak rambutnya, tidak ada waktu untuk memikirkan hal sepele seperti itu.
'Ting' muncul lampu di atas kepala Naruto (Haha! coba deh bayangin kayak gitu sambil muka Naruto yang lucu hihi…)
Dia mengambil sebuah kain dari kantong celanannya, dibukanya kain itu menjadi lebar. Naruto mendekati dinding kamar di belakangnya dan berdiri dengan posisi kain tersebut di depannya. Menutupi seluruh tubuhnya. Eh? warna kain itu berubah menjadi dinding kamar Sasori! heh! (author kaget (?) Kalau kalian tau kain itu ada di Naruto tapi entahlah episode keberapa aku lupa, yang di gunakan oleh Konohamaru kalau tidak salah *plak*)
Tepat saat Naruto bersembunyi, pintu kamar tebuka.
"Sasori-nii," Naruto mendengar suara Sakura yang memanggil kakaknya. Tapi tidak ada jawaban untuk beberapa saat.
"Sudah waktunya aku pergi Sakura," terdengar suara lagi, kali ini suara laki-laki yang Naruto yakini itu suara kakaknya Sakura. Naruto tidak dapat melihat apa-apa, bergerak saja susah. "Jaga dirimu ya, aku tidak bisa selalu pulang kerumah. Jika ada sesuatu telepon aku," dan setelah itu pintu kembali tertutup, tidak ada suara lagi yang terdengar. Naruto membuka kain yang tadi menutupinya.
"Hahh… akhirnya bebas juga," Naruto duduk diatas lantai dan menghela nafasnya dalam-dalam.
'Teme dimana?' Naturo bangkit dan segera berjalan keluar dari kamar, melihat keadaan sekitanya.
"Hmm.. sepi," dia berjalan menuju kamar di sebelahnya. Kamar Sakura. Dibukannya pintu itu dan dia melihat seseorang yang tertidur di atas tempat tidur.
"Hei teme! enak sekali kau tidur," tidak ada jawaban.
"Oi bangun!" Naruto mengguncang-guncang tubuh Sasuke. tidak ada jawaban lagi.
"Enak sekali kamu di sini dari tadi ya tidur? kalau aku harus bersusah payah sembunyi," gerutu Naruto.
"HAH! TEME MENYEBALKAN!" jerit Naruto frustasi.
Flash Back Off
"Dan setelah itu aku kembali ke kamar kakakmu dan aku tidur di atas sofa, karena aku kira Sakura-chan akan tidur di kamar kakakmu karena Sasuke tidur di kamarmu, ternyata-" Naruto menghentikan ceritanya dan bibirnya membentuk seringaian. "Kau tidur dengan teme," wajah Sakura langsung berubah seperti tomat, sedangkan Sasuke hanya men-death glarenya.
"He..he.. kenapa mukamu seram begitu sih teme?" Naruto cengar-cengir.
"Dia tidur denganku?" tanya Sasuke dengan nada dingin.
"Tentu saja teme kau tidak sadar? dan aku juga melihat kau memeluk Sakura-chan," ucap Naruto melirik kearah Sakura.
"K-kau tau Naruto?" tanya Sakura yang kaget dan wajahnya sudah sangat memerah.
"Yap!" jawab Naruto yang masih terkikik.
"D-dan kau ti-tidak menolongku?" Mata emerald Sakura membulat.
"He..he.. Tidak, hitung-hitung tontonan gratis," Sakura menggerutu tidak jelas dan melihat kearah Sasuke yang masih memakan Okonomiyaki dan wajahnya datar.
'Apa yang ada di dalam pikirannya ya?' batin Sakura.
.
~The Book~
.
Ruang Keluarga 13.17 PM
Matahari begitu terik membuat suasana di siang ini begitu panas, terlihat kipas angin yang bergerak ke kanan dan ke kiri, menghasilkan angin yang tertuju pada tubuh gadis berambut soft pink dan laki-laki berambut blonde yang sedang berbaring di atas karpet.
"Sial, kenapa sih ACnya harus rusak," Sakura bergumam kecil, dia mendengus kesal. Ya walaupun sudah memakai kipas tetap saja panas.
"Hei Sakura-chan," panggil Naruto yang duduk berada di sampingnya.
"Apa?" Tanya Sakura ketus, dia benar-benar tidak mood karena udara panas ini.
"Aku lapar," Naruto memegangi perutnya.
"HAH?! kamu baru saja makan mie ramen, Naruto," Sakura mendudukan dirinya, menatap Naruto dan mengangkat sebelah alisnya. "Dua mie ramen dan jangan lupa Okonomiyaki juga," Sambungnya lagi masih dengan nada ketus.
"Iya tapi aku lapar lagi," Sakura benar-benar heran dengan Naruto, tubuhnya tidak terlalu besar bahkan lebih besar Sasori. Tapi daya tampung makannya sangat besar. Sakura sweat drop.
"Ck, sana kamu renang saja," usul Sakura sekenanya, Sakura sedang tidak ingin dibuat repot oleh siapapun apalagi cuaca panas seperti ini. Rasanya tubuh ingin selalu berbaring diatas lantai yang dingin dan tidak ingin bangkit ataupun melakukan aktifitas yang membuang tenaga.
"Heh? apa hubunganya dengan lapar dan renang," Naruto heran dengan usul Sakura.
"Mendinginkan tubuhmu agar tidak lapar," ucap Sakura sekenanya lagi.
"Bukannya mendinginkan Sakura-chan! kamu ingin membuat tubuhku gosong ya? cuaca sedang panas begini," Naruto mendengus kesal.
"Itu lebih bagus, kamu bisa memakan dirimu sendiri atau lebih bagus aku sebut 'Naruto panggang'," Sakura tertawa mengejek Naruto.
"Aku bukan kanibal!" Kini mereka saling adu tatapan tajam dan tidak ada yang mau mengalah.
"HAA! jangan membuatku pusing Naruto, sana kamu ke perpustakaan di lantai dua, temani Sasuke," Sakura menjerit frustasi.
"Sakura-chan menyebalkan," ucap Naruto sambil mengerucutkan bibirnya dan berjalan pergi meninggalkan Sakura.
'Akhirnya tenang juga,' batin Sakura, Sakura mulai merasa ngantuk dan perlahan memjamkan matanya.
"Dokomademo tsuduku michi ni wa, Ironna koto arunda ne," alunan musik yang berjudul Soba Ni Iru Kara yang menjadi ringtone handphone Sakura khusus dia pasang untuk Hinata membuat Sakura bangun.
Sakura membuka sebuah pesan masuk.
Klik.
From : Hinata
To : Sakura
"Hei Sakura-chan apa kau ada di rumah? (^_^) "
.
From : Sakura
To : Hinata
"Yup! ada apa Hinata?"
.
From : Hinata
To : Sakura
"Ada yang ingin aku bicarakan, aku segera kesana,"
.
"Tumben," gumam Sakura, dia kembali untuk memejamkan matanya.
.
~The Book~
.
Di siang hari yang begitu terik membuat seluruh penduduk di muka bumi merasakan gerah dan bercucuran keringat. Sama halnya dengan Hinata, Hinata melangkahkan kakinya menuju rumah Sakura. Dia menyeka keringatnya. Hinata sudah sampai dan sudah berada di hadapan rumah Sakura, dia menekan tombol bel rumah Sakura. Pikirannya sedang mengolah kembali apa yang baru saja dia ketahui, dia juga masih memikirkan berbagai macam kemungkinan yang sedang terjadi.
Tidak ada yang membuka maupun memberi sautan untuk menunggu, akhirnya Hinata memutuskan untuk menekan tombol bel sekali lagi. Beberapa detik kemudian samar-samar dia mendengar suara dari dalam rumah Sakura.
"Naruto bukakan pintunya!"Terdengar suara perempuan dan sepertinya itu suara Sakura.
"Kenapa tidak kau saja Sakura-chan?" dan kali ini suara laki-laki sepertinya ini suara Naruto.
"Kau tidak melihat aku sedang membuat makan malam untukmu dan Sasuke?"
"Sakura-chan juga tidak melihat aku ingin mengenakan baju?"
"Nanti saja!"
"Ini kan usul darimu Sakura-chan, Kamu menyuruhku untuk berenang,"
"Cerewet! cepat buka atau tidak kuberi ramen nanti!" ancam Sakura.
Hinata terkikik mendengar perdepatan aneh antara Naruto dan Sakura, menerutnya itu hal yang sepele untuk di perdebatkan. Tapi entah kenapa kalau mereka yang rebut terdengar lebih menarik.
"Hah! Iya…iya aku bukakan pintunya," derap langkah kaki semakin terdengar jelas oleh indra pendengaran Hinata.
'Klek
"Hinata?" Naruto kaget mengetahui siapa yang bertamu ke rumah Sakura, begitu juga dengan Hinata. Dia kaget melihat tubuh Naruto tanpa pakaian, membuat wajahnya memerah.
'Kami-sama aku ingin pingsan,' batin Hinata.
"N-Naruto-kun, Ano…Konnichiwa…" Hinata dapat merasakan wajahnya memanas dan nafasnya yang tidak beraturan.
"Hinata kamu baik-baik sa-,"
'Bruk'
"Hinata!" Naruto berteriak panik melihat Hinata yang jatuh di hadapannya secara tiba-tiba. Dengan cepat Naruto menggenong Hinata ala Bridal Stlye menuju kamar Sakura.
"Ada apa Na-, Hah! Hinata!" Sakura pun yang berada di dapur akhirnya berlari mengejar Naruto.
Mereka bergegas menuju kamar Sakura, tanpa diminta Sakura membukakan pintu kamarnya dan Naruto pun segera masuk ke dalam. Naruto meletakan tubuh Hinata di atas kasur Queen Size milik Sakura.
"Na-ruto! bagaimana Hinata bisa seperti ini?" wajah sakura terlihat sangat panik, dia mendekati Naruto yang duduk di sebelah kasur dan masih memandang Hinata yang telah terbaring di kasur Sakura.
"Aku tidak tau Sakura-chan, Tiba-tiba saja Hinata pingsan," Naruto mengacak-acak rambutnya frustasi.
"Ada apa ribut-ribut?" tiba-tiba saja terdengar suara baritone, membuat Sakura dan Naruto tersentak kaget.
"Teme! ah~ kau membuatku kaget," Naruto menyeka keringat yang mengalir di dahinya.
Sasuke mendekati Sakura dan Naruto, dan menjitak kepala Naruto. " Kau yang membuatku kaget dengan teriakanmu di depan rumah," Sasuke men-deathglare Naruto.
"S-sudahlah kalian," Sakura menghela nafasnya dan kembali melirik kearah Hinata. "Mungkin Hinata hanya kelelahan," ucapnya mengambil asal kesimpulan yang ada di otaknya sekarang. Dia berjalan menuju pintu kamarnya dan berdiri di sebelah Sasuke.
"Naruto, jaga Hinata ya, aku mau menyiapkan makan siang," Sakura kembali melangkahkan kakinya, begitupun dengan Sasuke.
"Teme, temani aku di sini," rengek Naruto.
"Bukan urusanku,"
"Hhhh," Naruto menghela nafasnya. "Hinata ada apa denganmu,"
.
~The Book~
.
Hinata menjerap-jerapkan matanya perlahan, dia merasakan kepalanya sedikit pusing, mungkin akibat jatuh lalu kepalanya membentur lantai marmer yang dingin. Dia melihat keadaan sekitar, sepertinya dia sekarang berada di kamar Sakura.
"Hinata kamu sudah sadar!" tiba-tiba muncul laki-laki berambut durian tepat di hadapan Hinata, membuat Hinata tersentak kaget. Hampir saja Hinata menjerit keras, untung Hinata bisa mengendalikan dirinya.
"I-iya aku sudah sadar," Hinata berusaha menahan rasa malunya dan dia menundukan kepalanya untuk menutupi wajahnya yang mulai memerah, itu karena wajah Naruto begitu dekat dengan wajahnya.
"Syukurlah, aku begitu panik saat kamu tiba-tiba pingsan," ucap Naruto sambil mengelus-ngelus dadanya.
Hinata tiba-tiba teringat maksud kedatangan dia kemari, dia harus menanyakan sesuatu kepada Sakura. Hal yang membuatnya bingung.
"Naruto-kun, Sakura ada?" Tanya Hinata.
"Sakura-chan? Tentu saja ada, sebentar ya aku panggilkan," Naruto beranjak keluar dari kamar Sakura.
.
.
"Hinata, kamu sudah sadar?" Sakura muncul dari balik pintu dan kemudian memasuki kamarnya.
"Iya Sakura-chan," Hinata tersenyum pada Sakura. "Sakura-chan, sebenarnya ada yang mau aku tanyakan padamu," wajah Hinata berubah menjadi serius, Sakura yang menyadari perubahan raut wajah Hinata akhirnya memutuskan untuk duduk di pinggir kasurnya.
Keadaan hening sesaat, tidak ada yang memulai pembicaraan. Sampai Hinata menanyakan sesuatu yang membuat Sakura bingung harus menjawab apa.
"Siapa sebenarnya Naruto dan Sasuke?" Tanya Hinata, tapi Sakura belum menjawabnya. Sakura sangat takut akan pertanyaan seperti ini, haruskah dia jujur atau berbohong?
"Apa maksudmu Hinata, tentu saja mereka Saudara jauhku,"
"Jangan berbohong Sakura-chan, aku tau mereka bukan saudara jauhmu. Kemarin Sasori-nii meneleponku, dia memintaku agar menginap di rumahmu untuk beberapa hari karena di sini kamu sendirian. Lalu aku menanyakan soal Naruto dan Sasuke tapi Sasori-nii tidak tau siapa mereka," Hinata menghentikan ceritanya, dia menghela nafasnya. "Untung saja aku bisa menutupinya dan mengalihkan pembicaraan, aku tidak mau Sasori-nii marah denganmu,"
"H-hinata," Sakura benar-benar bingung harus berkata apa kepada Hinata. Jika berkata jujur, apa Hinata akan mempercayainya?
"Sekarang Sakura-chan, kita sudah bersahabat lama sekali. Aku mohon jawablah dengan jujur, siapa mereka?"
"Me-mereka-"
.
TBC
.
BBA (Basa-Basi Author) TIME~
HAH! Aku bener-bener ga puny aide, someone help me T.T
maap atas keterlambatan aku untuk mengupload fanfic ini, saya bener-bener ga punya ide. Dan saya juga sekarang sudah menjadi mahasiswa baru nih anak kuliah gitu loh wkwkwkwkw…
jadi ya akah sibuk sekarang, sebenernya saya udah bikin chapter fanfic ini udah lama tapi bagian terakhir yang susah, jadi ya seperti ini deh. Semoga ga bikin kalian kecewa! Kalau kalian kecewa saya minta maaf dan saya akan mengerjakan yang lebih bagus di chapter berikutnya. Sekian dan terima kasih. Terima Kasih atas dukungan dan review dari para readers! ARIGATOGOZAIMASU!
.
Balasan Review (^_^)
KarinHyuuga : Hahahaha stay cool XD ya untuk NaruHina sedikit demi sedikit saya berusaha memunculkan di chapter-chapter selanjutnya, tapi sepertinya di sini ada hehe…ya walaupun sedikit hehe..
BlueHaruchi Uchiha : Wah terima kasih suah menyukai dan memfav fanfic saya XD ya boleh juga tuh, tapi selama saya menghilang (?) saya sudah dapet endingnya. Terima kasih ya usulnya :3
Lee sica : wah maaf kelamaan updatenya, terima kasih ya dukungannya :D
Kakaru niachinaha : Iya saya berusaha melanjutkan walaupun baru update sekarang, penasaran? Hehehe saya suka orang yang penasaran saat baca fanfic saya XD saya sudah lulus dan nilainya lumayan dan sudah di terima kuliah nih XD *curhat* wkwkwkwkwk..pokoknya saya berusaha menuntaskan fanfic yang saya buat (walaupun lama) Terima Kasih! XD
Dijah-hime : kyaaaa manis ya XD makasih senpai! Yosh tetep semangat!
Hana chan : Bagus? *mata berbinat-binar* ya saya akan lebih cepat mengupload chapter selanjutnya, selanjutnya dan selanjutnya XD makasih ya!
L-The-Masterious : wkwkwkwkwk ya bahaya bahaya XD pengennya kalau ini rate M ada lemon *dihajar masa* udah update nih L Senpai XD maap membuat senpai menunggu.
Cutie Hanny-Chan : Halooo juga :D unik? XD wkwkwkwkwk… yah ketebak deh sad endiingnya tapi emang awalnya mau gitu, pokoknya udah ada endingnya kok hehe..udah update tapi ga kilat hehe.. makasih ya!
Vania uchiharuno : Iya saya bikinnya Sasuke yang cool, jutek tapi polos juga haha.. lucu deh :3 iya saya lanjutin kok doainnya moga lancar XD eh yang bener itu ya tulisannya? Saya jadi bunging tapi makasih XD iya hapy ending kok… Terima kasih banyak XD
Sekali lagi Terima Kasih banyak!
Reviewnya Please! :D
