"Sakura ada apa?" Sasuke membuka pintu kamar Sakura dan terkaget karena tiba-tiba Sakura memeluknya.

"Sasuke ada orang aneh lagi dari buku," Ucap Sakura dan masih tetap memeluk Sasuke.

"Orang aneh?" Tanya Sasuke heran.

"Heh! Dia kan-"

The Book

Disclaimer : Naruto © Master Masashi Kishimoto

The Book © Lyana Boci-Moci

Terinspirasi dari film 'Ink Heart'

Rate : T

Pairing : SasuSaku & other paring

Family, Fantasy, Romance, Comedy

WARNING : TERLALU OOC!, GAJE, GA NYAMBUNG, ANEH, TYPO, EYD ANCUR, SINETRON,OOT, BIKIN BOSAN, GARING ABIS!, DLL

GA SUKA 'THE BOOK'? GA USAH BACA!

KLIK BACK AJA, OK?(^_^)

YANG MAU BACA SILAHKAN BACA! (^_^)

.

~Chapter 8 : Happy Day ~

.

"Kakashi-sensei?!" Ucap Sasuke dan Naruto bersamaan, mereka tidak menyangka pria bermasker yang mereka kenal sebagai guru mereka ada di sini.

"Yo," Pria yang mengenakan masker dan memiliki rambut silver melawan gravitasi itu tersenyum di balik masker. "Kita ada dimana?" tanyanya bingung sambil melihat ke sekitar kamar Sakura. Ketiga anak yang di tanya hanya diam mematung.

"Sakura, sampai kapan kamu mau memelukku?" Tanya Sasuke dengan nada datar tanpa menatap Sakura.

"Maaf," Sakura dengan cepat melepas pelukannya, walaupun ada rasa kecewa di wajah Sakura. Sakura kembali menyadari seseorang menatap intens dirinya. "L-lihat dia menatapku dengan pandangan mesum," Sakura menunjuk ke arah Kakashi yang menatapnya.

"Sensei Mesum," Ucap Naruto dengan pandangan malas ke arah Kakashi.

"Hn, Mesum," Tambah Sasuke.

"Aku tidak mesum, hanya saja dia terlihat cantik," Kakashi menatap muridnya dengan kesal. "Apa dia pacarmu Sasuke?"

"B-bukan bodoh!"

"Tapi kamu yang terlihat begitu kesal," Kakashi menatap mata Onyx Sasuke yang menatapnya dengan tatapan membunuh.

"Aku tidak kesal!" Bantah Sasuke.

"Tidak boleh membentak gurumu ingat? Kalau kamu seperti itu aku malah jadi curiga,"

"Sudahku bilang bukan ya bukan," Sasuke menjambak rambutnya frustasi.

"Muridku yang satu ini memang pemalu, maaf ya gadis manis," Kakashi tersenyum kepada Sakura dan Sakura membalasnya dengan anggukkan.

"Kamu siapa?" Tanya Sakura.

"Aku? Aku Hatake Kakashi, Guru Sasuke dan Naruto," Kakashi tersenyum. "Kamu mau jadi muridku juga?"

"Murid?" Tanya Sakura bingung.

"Kalau mau," Kakashi mengambil buku dari sakunya dan menunjukkannya kepada Sakura. "Kamu baca ini dulu ya," Kakashi menyeringai.

"Sensei jangan meracuni otak Sakura-chan," Ucap Naruto sambil melempar Buku yang dibawa Kakashi.

"Hatake-san adalah guru Ninja Naruto dan Sasuke?"

"Iya itu benar, Panggil saja aku Kakashi dan namamu siapa gadis manis?"

"Sakura, Haruno Sakura," Sakura tersenyum kecil kepada Kakashi.

"Wah dia memang manis Sasuke, pilihan kamu memang tepat,"

"Sudahku bilang dia bukan pacarku," Dia sudah malas meladeni perkataan Kakashi, Sasuke merasa jika bicara dan menggapi omongan orang ini energi kehidupannya akan berkurang.

"Hati-hati Sakura-chan jangan dekat-dekat dengan orang tua itu," Bisik Naruto yang masih bisa di dengar oleh Kakashi.

"Siapa yang tua Naruto? Umurku baru 28 tahun," Kakashi menatap kesal kearah Naruto. "Kalau umur Sakura-chan berapa?"

"Umurku? 15 tahun," Jawab Sakura.

"Sakura-chan umurnya sama denganku! Tapi Teme lebih tua satu tahun," Sakura menatap ke arah Sasuke dan mata mereka bertemu, Sakura mengalihkan pandangannya.

Tiba-tiba saja keadaan menjadi hening dan kaku ketika mendengar suara yang berasal dari luar ruangan, membuat mereka yang berada di dalam ruangan menengok secara bersamaan ke arah pintu.

"Sakura, kamu masih bangun? Sepertinya aku mendengar suara ribut dari kamarmu," Sasori mengetuk pintu kamar Sakura.

"Gawat, Kakaknya Sakura!" Naruto Panik dan berlari-lari ke sembarang arah mencari tempat persembunyian.

"Siapa?" Tanya kakashi polos.

"Kalian Masuk ke dalam lemari," Tanpa menjawab pertanyaan Kakashi yang kebingungan dengan cepat Sakura membuka pintu lemari, Naruto bergegas melesat masuk ke dalam dan di susul oleh Sasuke yang menarik paksa Kakashi.

Sakura mengatur nafasnya dan membuka pintu kamarnya.

"Ada apa Nii-san?" Tanya Sakura sambil tersenyum.

.

.

Di dalam Lemari

Sasuke menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dari awal saat Sasuke dan Naruto datang ke sini dari buku yang Sakura beli dan kemudian dia menjelaskan kalau Sakura sedang mencari cara bagaimana membawa mereka pulang ke Konoha.

Entah kenapa Sasuke merasa dirinya sudah terbiasa dengan keadaan di dunia ini, dia sepertinya sudah sedikit melupakan keinginannya untuk kembali ke dalam buku. Dia sendiri tidak yakin dengan dirinya sendiri, tidak biasanya dia ragu dengan dirinya sendiri.

"Oi…oi Sasuke, ceritakan lagi yang tadi kamu katakan. Aku sama sekali tidak mengerti," Ucap Kakashi sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Sasuke.

"Sensei terlalu bodoh," Ucap Sasuke yang tidak memperdulikan tatapan protes dari Kakashi.

"Ada apa Naruto?" Kakashi bingung dengan Naruto yang dari tadi hanya diam dan menghela nafasnya, "Kamu kekurangan Oksigen?" Tanya Kakashi asal.

"Ini untuk yang kedua kalinya kita masuk kesini, pertama saat baru datang ke dunia ini dan yang keduanya sekarang," Naruto menghela nafasnya lagi dan menyandarkan kepalanya pada dinding lemari sambil terkikik kecil mengingat kejadian itu kembali.

"Oh, jadi ini bukan Konoha ya," Kakashi mengetuk-ngetukkan jarinya kebibirnya di balik masker.

"Tadi kan sudah ku jelaskan!" ucap Sasuke kesal pada Kakashi.

"Tetapi aku heran, kenapa kalian sekarang begitu akur?" Kedua muridnya itu hanya saling bertatapan kemudian mengalihkan wajah mereka ke arah lain dengan kasar, melihat itu Kakashi hanya bisa tertawa kecil. "Baiklah kalau kalian tidak mau cerita. Jadi Naruto apa pendapatmu?" Tanya Kakashi yang tidak memperdulikan tatapan Sasuke yang semakin menajam kearahnya, kenapa? Tentu saja karena kesal, keberadaan Kakashi membuat mood Sasuke menjadi jelek.

"Pendapat tentang apa?"

"Tentang dunia ini dan Konoha,"

"Bagaimana ya…menurutku walaupun ini bukan Konoha, rasanya aku senang di sini walaupun kita baru beberapa hari di sini," Naruto menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil menunjukkkan cengirannya. "Sepertinya aku tidak ingin pulang. Lagipula jika kita berasal dari buku berarti kita hanya buatan manusia dari sini kan? Berarti kita tidak 'Hidup' Benar?,"

"Tumben kau pintar Naruto," Kakashi terlihat tersenyum dari balik maskernya.

"Aku memang pintar," Naruto memanjukan bibirnya. "Walaupun aku ingin di sini tapi aku juga ingin pulang ke Konoha. Aku bingung!" Naruto menjambak rambutnya frustasi. "Bagaimana denganmu Teme? Kamu ingin pulang atau tetap disini?"

"Aku…. tidak tau," Sasuke menggelengkan kepalanya.

"Tentu saja kalian ingin di sini, kalian pasti sudah menemukan seseorang yang special untuk kalian kan?" Goda Kakashi, dia menyikut pelan Naruto.

"Sensei benar, a-aku mau bersama Hinata," Naruto merasakan wajahnya memanas ketika menyebutkan nama Hinata, melihat reaksi muridnya ini Kakashi hanya menyeringai.

"Wah…wah… Naruto rupanya suka dengan gadis di sini," Ucap Kakashi sambil menyeringai. "Jadi Gadis itu seperti apa?" Lanjutnya lagi.

"Di-dia Cantik, baik, dia juga sedikit pemalu," Naruto merasakan wajahnya memanas.

"Muridku sudah besar, tapi sebelum itu kamu harus baca buku ini dulu," Kakashi mengeluarkan buku dari saku celananya.

"S-sensei buku itu kan-"

"Buku ini untuk menambah pengetahuanmu Naruto,"

"Aku tidak mau membacanya!" Naruto mengambil buku itu dengan kasar dan melemparnya ke sembarang arah.

BRUK!

"Suara apa itu Sakura?" Terdengar suara dari luar, membuat mereka menghentikan aktivitas ngobrol di dalam lemari.

"Ah! Bukan apa-apa Nii-san," Suara yang mereka yakini suara Sakura itu berusaha menutupi kesalahan Naruto barusan. "Aku haus, temani aku ke dapur Nii-san," Sudah tidak ada suara yang terdengar lagi, hanya suara langkah kaki yang terdengar menjauh dari kamar.

Bletak!

Pukulan keras dari Sasuke berhasil mendarat di kepala Naruto, Naruto mengerang kesakitan. Naruto yang ingin protes mengurungkan niatnya setelah melihat mata Sasuke yang penuh amarah seperti singa yang siap melahap mangsanya, akhirnya Naruto hanya menundukkan kepalanya dan bergumam meminta maaf.

"Baiklah kalau kamu tidak mau membaca buku ini, aku punya ide Naruto." Kakashi kembali memasukkan bukunya yang Naruto lempar tadi ke dalam saku celannya "Bagaimana kalau bawa saja gadis itu ke Konoha," Kakashi kembali menyeringai.

"Tidak mungkin!" Kakashi tertawa melihat reaksi Naruto.

"Pertemuan Guru dan murid yang bodoh, Kita hampir ketahuan masuk ke kamar perempuan malam-malam gara-gara kalian ribut," Ucap Sasuke datar.

"Teme jangan begitu," Naruto memajukan bibirnya.

"Bagaimana dengan kamu, Sasuke?" Kakashi kembali menyeringai. "Sakura?"

"Sakura apa?" Tanya Sasuke bingung.

"Kamu dengan Sakura?"

"Tidak, bodoh!" Bantah Sasuke dengan nada yang meninggi.

"Tapi kalian terlihat dekat,"

"T-tidak dekat!"

"Teme, wajahmu merah," Sasuke dengan cepat melihat ke arah lain untuk menutupi wajahnya, sepertinya Naruto dan Kakashi sudah tau apa yang ada di pikiran Sasuke.

"Bercanda Sasuke jangan marah begitu." Ujar Kakashi sambil tertawa.

Tiba-tiba keadaan hening, tidak ada yang bicara lagi. Semuanya hanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.

"Aku akan pulang ke dalam buku. Lagi pula tidak ada yang bisa aku lakukan di sini," Ucap Kakashi menghilangkan keheningan. "Kalian pulang atau tidak itu keputusan kalian,"

Menurut Sasuke dan Naruto ini adalah keputusan tersulit yang pernah mereka hadapi, ragu akan keputusan yang akan mereka ambil benar atau salah. Kembali ke Konoha tentu mereka menginginkan hal itu karena Konoha merupakan rumah mereka, tapi apakah mereka kembali ke Konoha adalah keputusan yang benar dan mereka tidak akan menyesali hal itu?

Sakura membuka lemarinya dan melihat ketiga orang yang ada di dalam memasang wajah mereka dengan raut wajah yang serius . "Sudah aman," Sakura tersenyum. "Kalian sepertinya sedang membicarakan hal yang serius," Ucap Sakura penasaran.

"Sakura, tadi Sasuke bilang dia suka denganmu. Aku dan Naruto sangat kaget dengan pernyataan tiba-tibanya itu," Kakashi menepuk-nepuk bahu Sakura.

"E-eh?" Sakura menatap Kakashi tidak percaya.

"Iya Sakura-chan, Teme bilang dia sangat menyukaimu," Naruto menekan kalimatnya.

"Aku tidak mengatakannya!" Sasuke menatap Naruto dengan tajam. Apa maksudnya bocah berambut kuning itu dengan berkata seperti itu, apa dia sudah bosan hidup dan meminta Sasuke untuk mengirimnya ke dunia lain dengan cara membuat Sasuke marah?

"Tapi itu benar kan?" Kakashi kembali menggoda Sasuke.

"Itu tidak benar!"

"Sudahlah Sasuke, lagipula Sakura senang," Kakashi merangkul bahu Sakura.

Sakura terlihat panik tapi sebenarnya dia senang jika itu adalah kenyataannya, tapi melihat Sasuke yang terlihat tidak suka dengan perbincangan ini Sakura ingin menyudahinya "A-aku tidak-"

"Baiklah… baiklah, aku hanya bercanda," Kakashi tersenyum dari balik maskernya.

.

.

Sudah dua hari semenjak kedatangan Sasori dan teman-temannya ke rumah dan sekarang keadaan rumah kembali seperti biasa, lebih tepatnya lebih ramai semenjak kehadiran satu orang dari buku. Semenjak kedatangan Kakashi, Naruto lebih sering marah dan nafsu makannya menurun karena nasib Naruto semakin sial, kenapa? Karena sehabis pulang sekolah Naruto yang ingin istirahat di ganggu oleh gurunya itu. Kakashi sering meminta hal-hal yang aneh seperti meminta Naruto memijat tubuhnya, mengambilkan minuman, membangunkan Naruto dari tidurnya hanya memintanya untuk menyalakan AC dan hal-hal yang lain yang membuat Naruto seperti Pembantu. Jika Naruto menolak, Kakashi akan berkata kalau Naruto adalah murid yang tidak patuh pada Gurunya.

Sakura yang melihat hal itu hanya bisa bicara kepada Naruto untuk bersabar dan berkata 'Saat kamu pertama datang ke sini juga seperti itu, membuat kepalaku pusing dengan pertanyaan-pertannyaan konyolmu'. Sedangkan Sasuke lebih sering mengurung dirinya di dalam perpustakaan, lebih tepatnya menghindari Kakashi yang membuat moodnya bisa menurun drastis.

"Naruto ambilkan minuman untukku," Ucap Kakashi yang sedang duduk di ruang tamu sambil membaca Novel.

"Baiklah," Ucap Naruto pasrah dan berjalan gontai ke arah dapur.

Suara bel rumah Sakura berbunyi dan terdengar suara perempuan yang memanggil Sakura.

"Naruto ada tamu," Panggil Kakashi, Naruto pun kembali dengan wajahnya yang di tekuk.

"Tidak bisakah Sensei yang membuka pintunya, jarak Sensei dan pintunya tidak jauh!" Muncul perempatan di dahi Naruto. Dengan sangat terpaksa setelah menaruh gelas di atas meja, Naruto membuka pintunya.

"Pagi Naruto!" Tamu yang berada di depan Naruto –Yamanaka Ino– tersenyum, dibelakang Ino ada Hinata dan seorang laki-laki.

"Ino?" Naruto sedikit terkejut. "Ah! Hinata," Naruto berlari menyela Ino dan menghampiri Hinata yang berada di belakang Ino.

"H-halo Naruto-kun," Hinata tersenyum simpul dan tersipu melihat Naruto yang berdiri di depannya.

"Halooo! Jangan mengabaikanku Naruto," Ino mencak-mencak melihat Naruto mengabaikannya.

"Oh Naruto, jadi itu gadis yang bernama Hinata?" Ucap Kakashi yang berdiri di depan pintu.

"Wah tampannya!" Ino menjerit kecil melihat sosok Kakashi. "Naruto siapa dia? Siapa?" Ino mengguncang-guncang bahu Naruto dari belakang.

"Dia….siapa ya…." Naruto menggumam, dia bingung alasanapa yang akan di berikan.

"Dia guru Naruto dan Sasuke di sekolah mereka yang dulu." Ucap Sakura yang tiba-tiba berada di situ.

"Sakura-chan," Naruto menghela nafasnya lega.

"Sakura, jadi tidak kita jalan-jalan?" Tanya Ino kepada Sakura. "Aku juga mengajak Sai tidak apa-apa kan?"

"Iya tidak apa-apa," Sakura tersenyum kepada Sai dan Sai juga tersenyum.

"Sakura-chan aku juga ikut," Pinta Naruto dengan semangat dan memohon agar dia bisa pergi dari sini untuk menjauhkan dirinya dari Kakashi.

"Baiklah Naruto, Aku ajak Sasuke juga ya," Ucap Sakura.

"Aku tidak Ikut," Terdengar Suara Sasuke di belakang Kakashi.

"Heh~ Kenapa?" Tanya Sakura dengan wajah kecewa.

"Kalian memangnya mau kemana?" Tanya Sasuke.

"Kita mau ke mall Sasuke, kita mau belanja," Jawab Ino dengan nada manjanya.

"Aku tidak ikut, terlalu ramai." Tolak Sasuke.

"Ayolah Sasuke anggap aja ini seperti triple date," Ino terkikik melihat wajah Sakura yang memerah. "Aku dengan Sai, Naruto dengan Hinata dan Kamu dengan … Sa-ku-ra," Ino menyeringai, dia mendapatkan tatapan protes dari Sakura.

"A-aku dengan Naruto?" Hinata tidak percaya dengan pernyataan Ino. Dia diam-diam melihat kearah Naruto, tanpa sengaja tatapan mereka bertemu membuat mereka menjadi salah tingkah dan wajah mereka bersemu.

"Bagaimana denganku?" Tanya Kakashi yang sejak tadi diam saja dan tidak di ajak.

"Sensei di rumah saja ya," Naruto menunjukkan cengirannya, dia merasa ini kesempatannya bebas dari Gurunya.

.

~The Book~

.

"Ternyata benar kata Sasuke ya, hari ini ramai sekali," Ucap Ino sambil melihat sekeliling mall yang mereka datangi. Mall di Shibuya yang biasanya tidak ramai pengunjung hari ini ramai pengunjung karena hari libur.

"Hei Sakura," Ino merangkul Sakura. "Bagaimana bisa di rumahmu sekarang banyak laki-laki tampan hm?" Tanya Ino dan menatap Sakura dengan tatapan menyelidiki. Sakura hanya tersenyum menunjukkan giginya.

"Kau berhutang cerita padaku forehead," Ino mendengus dan melepas rangkulannya.

"Hei Hinata," Ino menghampiri Hinata dan berbisik kepada Hinata membuat Sakura menjadi penasaran.

"Sekarang kita kemana?" Tanya Sai pada Ino.

"Aku dan Hinata mau ke toilet dulu ya, ayo temani aku," Ino menarik tangan Sai, Naruto dan Hinata. "Kalian berdua tunggu di sini dulu ya," Ucapnya kepada Sakura dan Sasuke.

"Tunggu Ino," Panggil Sakura, tapi telat karena mereka sudah jauh.

.

.

"Yang lain kemana ya? Kok belum datang dari tadi," Sakura terlihat bingung dan panik tiba-tiba Ino, Sai, Naruto dan Hinata tidak ada.

"Entahlah, disini begitu ramai," Sasuke melihat ke segala arah mencari sosok teman-temannya.

"Sepertinya kita terpisah," Sakura menghela nafasnya. "Maaf ya Sasuke mengajakmu ketempat ramai seperti ini," Sakura sedikit merasa bersalah karena dia yang mengajak Sasuke untuk pergi bersama mereka.

"Hn, tidak apa-apa,"Ucap Sasuke singkat. "Sakura apa kamu sudah tau caranya untuk mengembalikan kita ke dalam buku?"

"Iya aku sudah mengetahuinya setelah Kakashi keluar dari buku, kalau kamu ingin pulang katakan saja padaku," Sakura tersenyum lirih.

Dia sudah mengetahui caranya untuk mengembalikan mereka bertiga kembali kedalam buku, tapi entah kenapa dia masih belum bisa menghilangkan keegoisan dirinya sendiri. Dia tidak mau mereka untuk pulang dan dia juga tidak mau kembali ke kehidupannya yang dulu yang di selimuti oleh kesendirian di rumahnya yang besar, kembali dengan kenyataan yang menyedihkan bahwa orang yang dicintainya tidak akan tinggal di rumanya lagi, Sakura tidak akan menyiapkan makanan untuk mereka lagi, tidak akan ribut dengan Naruto lagi, tidak akan berangkat ke sekolah bersama lagi, tidak bisa bertemu dengan Sasuke?

Terlalu banyak kenangan indah yang Sakura alami setelah mereka datang secara tiba-tiba di kamarnya, memang pada awalnya Sakura merasa takut dengan mereka dan berharap mereka bisa pergi, tapi Sekarang Sakura tidak menginginkan itu terjadi. Sakura tertawa lirih dalam hatinya, bukankah dia sudah berjanji dengan dirinya sendiri dia akan mencari caranya dan memenuhi permintaan Sasuke karena dia mencintai Sasuke? Kenyataannya dia hanya membohongi dirinya sendiri dan menyakiti hatinya sendiri.

Keheningan menyelimuti mereka berdua walaupun di sekitar mereka begitu ramai oleh orang-orang yang berada di sana. Sakura merasa kaku dan tidak tau harus berbuat atau bicara apa, sedangkan Sasuke hanya melihat ke arah orang-orang yang lewat. Sekitar sepuluh menit mereka menghabiskan waktu dalam keheningan, Sasuke tiba-tiba bangkit dari duduknya.

"Ayo," Sasuke mengulurkan tangannya kearah Sakura. Sakura yang bingung hanya melihat bergantian kearah Sasuke dan tangan Sasuke, Sasuke yang kesal karena pikiran Sakura yang telat dengan cepat mengambil tangan Sakura.

"Heh?" Sakura kaget dengan perbuatan Sasuke.

"Kita bergandengan agar tidak terpisah." Sakura hanya mengangguk dan mengikuti Sasuke yang berjalan di sampingnya dengan tetap bergandengan.

"Kita seperti sedang kencan saja," Sakura tersenyum, wajahnya bersemu merasakan kehangatan tangan Sasuke dan jarak mereka yang dekat. Mendengar ucapan Sakura, Sasuke menghentikan langkahnya dan menatap wajah Sakura. "Maaf aku tidak bermaksud bicara seperti itu," Sakura menundukkan kepalanya.

"Mungkin ini memang kencan," Sakura menatap Sasuke tidak percaya dengan perkataan yang dia dengar barusan, Sakura juga sedikit terkejut melihat Sasuke tersenyum kepadanya. Hatinya berdebar kencang dan wajahnya memanas, dia begitu malu sekaligus terpesona dengan senyum Sasuke. Dia sangat senang melihat sisi Sasuke yang kali ini baru dia lihat.

"Ke-kencan?" Tanya Sakura tidak percaya.

"Iya Sakura, Sekarang kamu mau kemana?"

"Su-sungguh kencan?"

"Iya Sakura,"

"Be-benarkah?"

"Sakura berhentilah bertanya, kalau kamu tidak berhenti bertanya kita tidak jadi kencan. Ini memalukan," Wajah Sasuke sedikit bersemu, walaupun begitu Sakura menyadarinya. Sasuke merutuki dirinya sendiri yang saat ini bertingkah di luar kepribadiannya, dia ingin membuat Sakura senang hari ini. Menginggat di hari sebelumnya dia selalu membuat Sakura sedih dan tadi dia juga menyinggung permasalahan buku itu, tentu saja membuat Sasuke merasa tidak enak. Setidaknya untuk kali ini… dia akan bertingkah di luar sikap 'Uchiha' nya untuk Sakura.

"Ma-maaf Sasuke, aku hanya tidak percaya," Sakura melihat kearah lain, malu untuk melihat wajah Sasuke. "Bagaimana kita ke tempat yang sepi, taman mungkin?" Usul Sakura.

"Baiklah," Mereka kembali berjalan menuju pintu keluar.

"Sasuke," Panggil Sakura.

"Hn?"

"Tanganmu lebih besar dari pada tanganku ya," Sakura mengangkat lengan mereka dan menunjukkan ke arah Sasuke.

"Tentu saja karena aku ini laki-laki Sakura, memangnya kamu tidak pernah berkencan sebelumnya?" Tanya Sasuke heran.

"Tentu saja belum," Sakura menggembungkan pipinya dan memajukan bibirnya.

"Payah,"

"Apa kau bilang? Memangnya kamu sudah pernah berkencan sebelumnya?" Tanya Sakura dengan nada kesal.

"Belum, ini kencan pertamaku," Jawab Sasuke sambil mengalihkan pandangannya, Sakura hanya terkikik kecil melihat tingkah Sasuke.

"Sama," jawab Sakura singkat dan tersenyum ke arah Sasuke. "Padahal kita sudah pernah berciuman," Rasanya Sakura ingin menjahit mulutnya yang tidak bisa dia kendalikan ini.

"Hn?" Sasuke menatap Sakura. "Mau lagi?" Goda Sasuke dan menunjukkan seringainya.

"Ti-tidak baka!" Sakura menggembungkan pipinya yang merona. "Lagi pula itu hanya kecelakaan,"

"Makannya aku tanya mau lagi?"

"Sasuke berhenti menggodaku," Sakura mencubit tangan Sasuke.

Keheningan menyelimuti mereka lagi, mereka berjalan menuju taman yang berada di dekat mall itu. Sakura tersenyum menyadari Sasuke menggenggam tangannya lebih erat, seakan tidak ingin melepaskan gadis yang berada di sebelahnya ini. Sakura benar-benar merasa bingung dengan perubahan sikap Sasuke, tapi sikap Sasuke kali ini benar-benar membuat dia salah tingkah dan jatungnya berdebar lebih kencang dari biasanya. Sakura kembali memikirkan tentang Sasuke, Naruto dan Kakashi yang akan kembali ke Konoha.

'Apakah ini akan menjadi kencan pertama dan terakhir kita, Sasuke?'

.

.

~The Book~

.

TBC

.

BBA (Basa-Basi Author) TIME~

Yuhuuuu~ Kali ini berhasil Update ga kelamaan nih, ya lumayan cepet sedikit dari pada biasanya. Fanfic ini bentr lagi END loh dan kemungkinan updatenya lama tapi semoga ga lama deh karena sepertinya semester ini kuliah saya banyak tugasnya dan laporan menumpuk TT^TT

Di sini OOC banget Sasukenya, saya ga ngebayangin bakal bikin Sasuke Se-OOC dari biasanya :3

Hayooo penasaran kan endingnya? Semoga ada yang penasaran, kalo gitu review ya review! Biar saya semangat nulisnya :D

Saya baru sadar kalau fanfic ini sudah berjamur Alias udah lamaaaa banget, dari tahun 2011 =A=

Makannya saya mau cepat-cepat selesaiin fanfic ini dan bikin cerita baru lagi..

Semangat! Semangat! :3

.

Balasan Review (^_^)

Guest : Yup benar Kakashi muahahahaha :v tebakannya bener banget, udah update nih terima kasih ya :3

Lhylia Kiryu : Tentang fic ini canonnya cuma saya ambil sedikit untuk keterangan buku yang dibeli oleh Sakura, anggap saja karakter di buku itu cuma ada Naruto, Sasuke dan Kakashi (Gomenasai Master Masashi). Bener Kakashi hehehehe :3 Terima kasih ya~

AN Narra : Siiip lanjuuut :3 Terima kasih~

Ifaharra sasusaky : Hai salam kenal juga ya :3 Orang aneh itu Hatake Kakashi :3 Happy ending ga ya? Liat nanti ya.. sesuai permintaan masalah umur udah aku bahas di chapter ini..Udah update nih.. terima kasih kembali :3

Kakaru S.S : Haloooo apa kabar? Aku baik-baik aja :3 sehat selalu hehehe…. Kyaaa keren ya? *Ikut loncat-loncat* :3 hohohoho udah update sekilat kilatnya :D terima kasih ya Kakaru :3

Nabila Chan BTL : Keren? Terima kasih ya XD Lannnjjuuuttt~

Lyn kuromuno : beeebbb.. salah :3 hehehe itu Kakashi.. terima kasih ya udah review :3

hanazono yuri : udah Update :3 Terima Kasih ya~

chika : Wah terima kasih ya udah baca :3 hehe… iya aku juga sebenernya ngarep kejadian kyk gini beneran terjadi nih :D ke konoha ga ya? Hehehe… Lanjuuuuttt~ Salam kenal ya Chika-chan :3

Alicedark : Hehehe udah lanjut nih ceritanya.. maaf lama ya :3 terima kasih..

Yuuki Edna : udah update Kilat badai topan :3 terima kasih~

Nabilla : Cup cup jangan nangis :3 udah di terusin kok :3 terima kasih ya~

Dhezthy UchihAruno : hehehe emang sengaja pas TBC nya bikin orang kepo hehe… *Dihajar* udah update nih :D terima kasih ya~

yumekawa aka : udah lanjuuut~ Terima kasih ya :D

sasusaku lovers : Udah update :3 Terima Kasih ya :3

Refunny : Happy ending ga ya? :3 Yup yang keluar Kakashi hehehe.. udah update.. Terima kasih ya :3

Sakumori Haruna : Tenang yang muncul bukan Itachi, kalo Itachi yang muncul bisa-bisa rumah Sakura jadi tempat peperangan :v Happy ending ga ya? :3 ada deh hehehe *Plak* Tenang aja walaupun update lama tapi ga discontinue kok :3 Terima Kasih ya :D

Lazuardi Loo : Update dong :3 OK aq jelasin ya sebenernya fic ini canonnya cuma saya ambil sedikit untuk keterangan buku yang dibeli oleh Sakura, anggap saja karakter di buku itu cuma ada Naruto, Sasuke dan Kakashi. Gitu deh pokoknya hehe maaf ya kalo bikin bingung :3 Terima Kasih ya~ XD

sasusaku kira : Itu Kakashi hehehe :3 udah update.. Terima kasih ya :3

.

ARIGATO!

RnR?

.