The Book
Disclaimer : Naruto © Master Masashi Kishimoto
The Book © Lyana Boci-Moci
Terinspirasi dari film 'Ink Heart'
Rate : T
Pairing : SasuSaku & other paring
Family, Fantasy, Romance, Comedy
WARNING : TERLALU OOC!, GAJE, GA NYAMBUNG, ANEH, TYPO, EYD ANCUR, SINETRON,OOT, BIKIN BOSAN, GARING ABIS!, DLL
GA SUKA 'THE BOOK'? GA USAH BACA!
KLIK BACK AJA, OK?(^_^)
YANG MAU BACA SILAHKAN BACA! (^_^)
.
~Chapter 9 : With you ~
.
'Apakah ini akan menjadi kencan pertama dan terakhir kita, Sasuke?'
.
.
Sinar matahari sudah mulai meredup, sore hari ini cuaca terasa dingin bagi semua orang yang berada di luar rumah mereka. Cuaca ini tidak berpengaruh untuk Sakura dan Sasuke, tangan mereka masih saling bertautan membuat tangan mereka menjadi hangat. Sakura yang berjalan di sebelah Sasuke sering kali mencuri-curi pandang ke arah Sasuke melalui ekor matanya, dia menatap Sasuke tidak percaya. Tentu saja dia masih berpikir apa yang membuat laki-laki dingin disebelahnya ini tiba-tiba sifatnya berubah menjadi lebih hangat dari pada biasanya, terlebih lagi Sasuke menggodanya dan bertanya prihal 'Ciuman' yang tentu saja membuat Sakura malu dan salah tingkah.
Kini mereka terduduk di ayunan taman dengan tangan mereka yang masih bertautan, seperti enggan untuk di lepaskan. Taman ini tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa anak yang sedang bermain. Angin berhembus menggerakkan rambut Sasuke dan Sakura. Sasuke melihat ke arah Sakura, entah kenapa hatinya berdesir melihat wajah sakura yang dekat di sebelahnya. Dia tidak bisa berhenti menatap Sakura, ini bertama kalinya dia sadar kalau Sakura begitu cantik di matanya.
"Sakura,"
"Ada apa Sasuke?" Sakura melihat ke arah Sasuke, mata Sakura menatap mata onyx Sasuke. Mata onyx Sasuke memang membuat Sakura terpesona dengan dia pada saat awal bertemu dengannya, mata Sasuke tajam tetapi terlihat indah menurut Sakura mampu membuatnya terpikat.
Tidak ada suara di sekeliling mereka, hanya suara angin yang dapat terdengar sayup-sayup di telinga, Sasuke tidak berkata apa-apa kepada Sakura, mereka hanya saling menatap. Lama kelamaan Sakura grogi bertatapan terlalu lama dengan Sasuke, Sakura memalingkan wajahnya ke arah lain, dia merasakan wajahnya sedikit memanas.
Sakura melihat ke arah tangan mereka, tangan mereka masih bertautan. Sakura senang dengan keadaan seperti ini, dia ingin waktu berhenti sebentar agar dia bisa merasakan kenyamanan berada dekat dengan Sasuke. Dia penasaran dengan apa yang Sasuke pikirkan sekarang, apa Sasuke sudah berubah pikiran tentang dirinya? apa Sasuke mulai membuka hati untuk menerima Sakura?
"Sakura," Sasuke kembali memanggil Sakura.
"Hm?"
"Kemari sebentar," Sasuke menarik lengan Sakura, memuatnya bangkit dari duduknya.
.
~The Book~
.
"Argh! Apa sih yang mereka lakukan!" Suara terdengar dari balik semak-semak di samping taman. Ino pemilik suara itu menjambak rambutnya frustasi. "Kenapa diam saja!"
"Ino tenanglah," Ucap Hinata sembari mengelus-ngelus punggung Ino.
"Jangan terlalu ribut Ino-chan, nanti kita ketahuan," Ucap Hinata.
Ino, Sai, Hinata dan Naruto berada di balik semak-semak taman, mereka sedang berjongkok dan mengamati atau lebih tepatnya memata-matai Sasuke dan Sakura. Sebenarnya mereka sudah sengaja meninggalkan Sasuke dan Sakura saat di mall dan mengikuti mereka sampai kesini, awalnya mereka benar-benar terkejut dengan Sasuke yang mengambil langkah awal menggandeng tangan Sakura dan Ino sangat bersorak gembira, tetapi lama kelamaan Ino makin kesal karena tidak ada kemajuan sejak tadi.
"Aku ingin pulang," Ucap Sai datar, dia menatap ke arah teman-temannya dengan tatapan bosan. Apa asiknya melihat pasangan sedang berduaan, dia lebih memilih untuk pulang dan melukis di rumahnya.
"Ayolah Sai, sebentar lagi." Ino mencium pipi Sai yang berada di sampingnya. Naruto dan Hinata hanya bisa sweat drop melihat sepasang kekasih ini.
"Teme dari tadi hanya melihat Sakura saja, kenapa tidak melakukan sesuatu yang lain?"
"Sesuatu yang lain maksudmu itu berciuman? Berpelukkan?" Tanya Ino sambil mengetuk-ngetukkan jari telunjuk di bibirnya.
"Apa kalian tidak bosan?" Tanya Sai sambil menghela nafas.
"Sai, ini merupakan kejadian langka dalam kamus sejarah Haruno Sakura selama aku menjadi sahabatnya, dia belum pernah dekat dengan laki-laki seperti ini kecuali Sasori." Ino memajukan bibirnya. "Lagi pula yang ku tau Sasuke adalah cinta pertama Sakura,"
"Sakura suka dengan teme?" Tanya Naruto heran.
"Aduh! Naruto dari tadi memangnya kita ngapain sih?" Ino menatap Naruto sebal.
Naruto memang tau kalau mereka sedang berusaha mendekatkan Sasuke dan Sakura, tapi sebenarnya dia tidak tau kalau Sakura benar-benar suka dengan Sasuke. Naruto takut Sakura akan sakit hati nantinya, dia takut Sakura akan sedih kalau Sasuke kembali ke Konoha dan meninggalkan Sakura. Tapi di sisi lain Naruto juga senang melihat Sasuke dan Sakura dekat, dia senang karena selama ini yang dia tau Sasuke tidak pernah dekat dan baik terhadap gadis manapun.
"Naruto-kun ada apa?" Hinata sedikit khawatir melihat raut wajah Naruto yang tiba-tiba berubah menjadi sedih.
"Bagaimana ini Hinata? Bagaimana kalau teme meninggalkan Sakura?" Gumam Naruto yang masih bisa di dengar Hinata. Hinata tidak perlu bertanya kepada Naruto apa maksudnya 'meninggalkan Sakura' tentu dia tau, Sasuke dan Naruto bukan berasal dari sini dan mereka akan kembali ke dunia mereka.
"Naruto-kun," Hinata hanya bisa ikut terdiam dan berpikir bagaimana jadinya dia dan Sakura jika Naruto dan Sasuke pergi, Dia? Ya dia juga menaruh perasaannya kepada pemuda di sampingnya ini, Hinata merasa nyaman ketika berada di dekat Naruto dan dia juga merasa ingin selalu bersama Naruto. Tapi dia tidak ingin mengatakan kepada Naruto kalau dia menyukai Naruto, dia tidak ingin masuk lebih dalam ke kehidupan Naruto, dia tidak ingin merasakkan sedih ketika Naruto akhirnya memutuskan pergi dari sini dan kembali ke dunianya.
"Apa sih yang kalian bicarakan," Tanya Ino curiga, kemudian Ino menyeringai. "Apakah di sini juga ada yang jatuh cinta, hm?" dia melihat Hinata yang mulai salah tingkah.
"T-tidak seperti yang kamu bpikirkan,Ino." Hinata menundukkan wajahnya.
"Ino, mereka hilang," Sai menunjuk ke depan.
"Heh, mereka pergi?!" Ino berdiri dan berlari ke arah taman. "Ini gara-gara kita ngobrol sendiri sih," Ino mendesah kecewa, dia mengacak-ngacak rambutnya.
"Aku ingin pulang," Ucap Sai sambil menatap kekasihnya yang sedang kecewa.
"Baiklah…Baiklah kita pulang," Ino berjalan gontai meninggalkan taman dan disusul dengan yang lain.
.
~The Book~
.
"Benarkan?" Tanya Sasuke kepada Sakura.
"Iya benar, rupanya mereka bersembunyi," Sakura bangkit dari duduknya di dalam semak-semak.
"Seperti dugaanku ada orang yang mengikuti kita,"
"Bagaimana kamu bisa tau Sasuke?"
"Tentu saja aku tau, apa kamu sudah lupa siapa aku?" Sasuke menatap malas ke arah Sakura.
Sebelumnya saat Sasuke dan Sakura duduk di taman di ayunan, Sasuke merasa seperti ada seseorang yang memperhatikannya. Jangan lupa kalau dia seorang ninja tentu saja memiliki kepekaan yang tajam. Sebenarnya sejak dia dan Sakura meninggalkan mall dia merasa ada yang mengikuti mereka, akhirnya Sasuke menarik Sakura untuk bersembunyi di semak-semak yang berada di belakang mereka. Benar saja setelah menunggu sebentar orang-orang yang mengikuti mereka keluar dari persembunyiannya.
"Mereka benar-benar menyebalkan," Ucap Sakura ketus. Sakura kembali memalingkan wajahnya melihat Sasuke. "Maafkan aku Sasuke membuat kamu tidak nyaman, aku tidak tau kalau mereka merencanakan hal ini," Sakura menunduk. Sakura merasa tidak enak dengan Sasuke, tentu saja dia tidak ingin Sasuke mengira bahwa ini rencananya untuk dekat dengan Sasuke. Meminta teman-temannya pergi dan meninggalkan mereka berdua, sungguh tidak pernah dia berpikir seperti itu.
Keheningan menyelimuti mereka, Sasuke hanya diam berdiri di sebelah Sakura. Matanya menatap ke depan, ke arah keramaian anak-anak yang bermain di dalam taman itu. Sakura tidak tau apa yang sekarang Sasuke pikirkan, sepertinya sekarang Sasuke kembali seperti semula. kembali ke dirinya yang dingin, Sakura memutukan untuk pulang.
"Se-sepertinya kita lebih baik pulang," Sakura melangkah terlebih dahulu meninggalkan Sasuke.
"Kenapa pulang?" Tanya Sasuke dengan nada datar, dia tetap berdiri di tempat.
"He-heh?" Sakura berbalik menghadap Sasuke.
"Kencan kita belum selesai bukan?" Sasuke tersenyum kepada Sakura. Senyum itu membuat Sakura berhenti tidak bergerak, hatinya begitu tenang melihat senyum Sasuke. "Apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi?" Sasuke mendekati Sakura dan kembali menggandeng tangan Sakura dan kembali melangkah menjauh dari taman.
"Tapi apa Sasuke sungguh ingin berkencan denganku?" Sasuke tidak berkomentar, dia hanya mengangguk.
Sakura mendesah kecewa "Sungguh? sepertinya kamu terpaksa," Sahutnya kemudian.
"Sekarang Sakura... Siapa yang mengajakmu berkencan?"
"Siapa? aku tidak-"
"Aku yang mengajakmu," Sasuke menekan setiap kata-katanya. "Jadi aku tidak terpaksa, mengerti?"
"Aku mengerti," Sakura mengangguk. "Kita sedang kecan," Gumam Sakura pada dirinya sendiri.
"Sekarang kita kemana?" Tanya Sasuke.
"Kemana saja boleh, asalkan bersamamu Sasuke," Sakura menundukkan kepalanya, wajahnya bersemu merah. "Boleh aku bicara seperti itu? kita sedang kencan benarkan?" Entah apa yang ada di kepala Sakura sekarang, tetapi dia tidak ingin menyia-nyiakan kencan bersama Sasuke.
"Tentu saja, tapi aku tidak tau tempat di dunia ini," Sasuke menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Baiklah kalau begitu aku akan menjadi tour guide untuk Sasuke," Sakura tersenyum lebar memperlihatkan giginya. "Baiklah, bagaimana kalau kita ke sini dulu," Sakura menunjuk ke arah depan. " Di sini ada mesin penjual minuman," Sakura kembali tersenyum.
Sasuke menganggukan kepalanya, dia senang melihat Sakura yang kembali ceria. Sebenarnya dia tadi diam hanya berpikir sejenak, terlintas kembali di kepalanya tentang dunianya, tentang Konoha. Tetapi untuk kali ini dia ingin melupakan permasalahan pribadinya dan ingin menikmati waktu berdua dengan Sakura, entah kenapa dia mulai menyukai berada di dekat Sakura.
"Kamu mau yang mana Sasuke?"
"Aku tidak begitu mengerti," Sasuke menatap mesin yang berada di depannya, banyak pilihan minuman, hanya saja dia tidak tau mana yang enak. "Aku tidak suka yang manis-manis,"
"Baiklah kalau begitu kopi saja ya," Sakura memasukkan koin dan menekan tombol."Ini," Sakura memberikan minuman kaleng kepada Sasuke.
"Apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi lagi?" Tanya Sasuke sembari meminum minumannya. Sakura menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak tau, aku tidak pernah kencan sebelumnya jadi aku tidak tau," Sakura mengetuk-ngetuk jarinya dibibirnya. "Sebenarnya ada satu hal yang ingin aku lakukan," Sakura menatap kaleng minuman miliknya.
"Hn?"
"Foto," ucap Sakura singkat, dia mengeratkan tangannya dan tangan Sasuke. "Aku ingin punya foto Sasuke, jadi saat Sasuke pergi ke Konoha lagi setidaknya aku punya fotomu. Aku ingin pertemuan ini tidak pernah terlupakan, aku juga tidak ingin pertemuan kita ini seperti mimpi bagiku. Jadi, setidaknya aku punya fotomu, tentu saja kita foto bersama." Sahutnya lagi.
"Jangan membuatnya terdengar menyedihkan Sakura," Sasuke menghela nafas.
"Ini tidak menyedihkan Sasuke, ini memang kenyatan. Suatu saat pasti kamu akan kembali bukan? suatu saat pasti aku akan sendirian, tidak bisa melihatmu, Naruto dan Kakashi-san lagi. Jadi aku ingin-"
"Baiklah Sakura, tidak perlu di perpanjang lagi pembicaraan ini, aku tau bagaimana akhir pembicaraan ini." Sasuke mendengus kesal, memutar bola matanya. "Kita sedang kencan, jadi jangan pikirkan masalah itu dulu,"
Sakura mendongakkan wajahnya menatap Sasuke, "Maaf," Ucap Sakura dengan nada sedih. "Sungguh, aku ingin memiliki foto Sasuke,"
"Baiklah Sakura," Sasuke mengacak rambut Sakura dengan pelan.
Senyum Sakura mengembang, "Boleh?"
"Tentu saja," Sasuke mengangguk. Sakura dengan cepat merogoh kantung celananya, mencari ponselnya.
"Kita foto menggunakan ponselku saja," wajah Sakura bersemu merah. "Sasuke, bisakah kita sedikit berdekatan," Tanpa komentar, Sasuke mendekatkan diri. Sakura dapat merasakan hangat tubuh Sasuke, tentu saja karena mereka begitu dekat seperti berpelukkan, hanya saja tidak berpelukan. "Baiklah akan aku hitung sampai tiga,"
"Satu..." Sasuke mendekatkan wajahnya ke wajah Sakura.
"Dua... Tiga,"
Klik.
Terlihat di layar ponsel Sakura foto mereka berdua, mereka berdua tersenyum. Sakura begitu senang bisa berfoto dengan Sasuke, apalagi jarak mereka begitu dekat.
"Cukup satu foto?" Tanya Sasuke.
"Iya cukup," Sakura kembali tersenyum, "Terima kasih Sasuke, akan kusimpan foto ini baik-baik," Sasuke mengamati tingkah laku Sakura, Sakura tersenyum tanpa henti menatap layar ponselnya. Sasuke merasakan perasaan yang aneh saat mengamati Sakura.
"Sakura," Panggil Sasuke.
"Hm? kenapa Sasuke? apa kamu juga mau melihat foto ini juga?" Sakura terkikik kecil. "Ini lihat-"
Sakura jatuh kepelukan Sasuke, Sakura begitu kaget karena tanpa sadar Sasuke menariknya. Tubuh Sakura membeku seketika dan dia tercengang, begitu terkecut dengan perlakuan yang diberikan Sasuke kepadanya. Mendadak, Sakura tidak bisa bernapas karena napasnya tercekat di dada. Dan, dia bisa mendengar debar jantungnya yang begitu kencang. Sakura tidak melakukan apapun, hanya menunggu Sasuke bicara, tetapi Sasuke hanya diam saja.
"S-Sasuke?" Sakura bisa merasakan hangat nafas Sasuke.
"Diam," Sasuke mengeratkan pelukannya.
Hening. Sakura dapat merasakan deru napas Sasuke yang menerpa permukaan kulit wajahnya.
"Sakura," Sasuke menarik nafasnya dalam. "Aku ingin mencoba sesuatu,"
"Mencoba apa Sasuke?" Ucap Sakura, mencoba untuk bicara sewajarnya.
"Yang harus kamu lakukan hanya diam dan jangan memberontak,"
"Heh?" Sedetik kemudian Sakura dapat merasakan permukaan bibirnya terasa basah dan merasakan sesuatu yang kenyal, mata Sakura membulat melihat wajah Sasuke dekat dengan wajahnya. Sakura berusaha untuk melepaskan pelukan Sasuke.
"Sudah kubilang diam dan jangan memberontak," Tegas Sasuke.
"Tapi Sasuke-"
Kembali Sasuke mendekatkan bibirnya, dia melumat kecil bibir Sakura. Lidahnya berusaha untuk masuk ke dalam mulut Sakura, Sakura mulai menyesuaikan diri, memberikan lumatan ke bibir Sasuke. Napas mereka mulai berhembus lebih cepat, entah berapa lama Sasuke dan Sakura saling berciuman. Sasuke menghentikan ciumannya, dia menatap Sakura, wajah Sakura memerah.
"Sasuke menyebalkan," Ucap Sakura dengan tersipu dan di balas dengan seringai dari Sasuke.
"Jangan berkata seperti itu, kamu juga menikmatinya bukan," Sasuke kembali menyeringai.
Sakura hanya diam saja, dia berusaha agar wajahnya tidak kembali merah, atau bahkan lebih memerah. Sakura menunduk ke bawah melihat ke ujung kakinya.
"Kenapa diam saja? kamu mau lagi?" Goda Sasuke, tangan Sasuke mengangkat dagu Sakura.
"T-tidak," Dengan cepat Sakura menepis tangannya.
"Baiklah kalau tidak mau," Sasuke tersenyum kecil. "Kita harus pulang sekarang, di rumah pasti ada dua orang yang kelaparan," Sasuke menggandeng tangan Sakura.
"Aku lupa," Sakura menepuk dahinya. "Sasuke terima kasih untuk hari ini," Sakura kembali tersenyum.
.
~The Book~
.
"Kami pulang," Teriak Sakura dari ruang tamu.
"Ehm, sepertinya ada yang sedang berbunga-bunga nih," Naruto tiba-tiba muncul dan berlari kecil ke arah mereka.
"Dan ehm, sepertinya ada yang merencanakan sesuatu dan memata-matai seseorang," Sakura menjitak keras ke kepala Naruto.
Naruto meringis kesakitan, "Apa salahku?"
"Jangan berpura-pura tidak tau Naruto, atau jatah makan malammu tidak ada," Ucap Sakura dengan nada tinggi. "Siapa yang merencanakan itu,hm?" Sakura menatap Naruto tajam.
"Itu ulah Ino-chan, dia yang mengajak kami untuk bersembunyi," Dahi naruto berkeringat merasakan aura marah di sekitar Sakura.
Sebenarnya dia tidak terlalu marah dengan Naruto, dia malah senang. Kalau hari ini mereka tidak melakukan hal 'Meninggalkan Sakura dan Sasuke', foto, berpegangan tangan, berbicara dengan Sasuke dan berciuman tidak akan pernah terjadi. Justru Sakura sangat bersyukur dan seharusnya dia berterima kasih dengan teman-temannya. Hanya saja dia tidak ingin Sasuke menganggapnya aneh, jika dia pulang ke rumah memanggil Naruto lalu memeluk Naruto sambil menangis bahagia. Tunggu dulu, dia bersyukur tentang ciuman itu? Wajah Sakura kembali memerah.
"Sakura-chan wajahmu merah tuh," Naruto terkikik melihat Sakura.
"Tidak, tidak memerah!" Sakura menutupi wajahnya.
"Dobe, berhentilah menggoda Sakura," Ucap Sasuke datar.
"Iya teme, aku tidak bermaksud mengambil dia darimu kok," Naruto kembali terkikik.
"Kakashi-sensei, dobe bilang jatah makan malam untukmu,"
"Hiiaah! maafkan aku teme, aku hanya bercanda," Naruto mengambil kantung belanjaan dari tangan Sasuke. "Oh iya, teme, Sakura-chan. Aku dan Kakashi-sensei punya suatu rencana tentang bagaimana caranya kembali ke Konoha,"
"Rencana?" Tanya Sasuke.
"Sakura-chan sudah tau caranya bagaimana kita kembali ke Konoha kan?" Sakura mengangguk menanggapi pertanyaan Naruto.
"Rencanaku dan Naruto adalah mencoba mengembalikan salah satu dari kita," Kakashi berjalan mendekati Naruto, Sasuke dan Sakura.
"Kenapa harus seperti itu?" Tanya Sakura bingung.
"Entahlah, aku hanya punya firasat yang tidak enak," Kakashi mengangkat bahunya. "Mungkin saja Sakura-chan hanya kebetulan berhasil saat membawaku ke dunia ini,"
"Jadi salah satu dari kita akan menjadi tumbal begitu?" Tanya Naruto menatap malas kearah Kakashi.
"Ya singkatnya seperti itu,"
"Ada benarnya juga Kakashi-sensei," Sasuke membenarkan perkataan Kakashi.
"Aku juga punya usul," Naruto mengangkat tangan kanannya. "Karena ini ide Sensei, bagaimana kalau Sensei saja yang menjadi tumbalnya,"
"Tunggu dulu kenapa harus-"
"Yang setuju angkat tangan," Perintah Naruto. Sasuke dan Sakura mengangkat tangan mereka, Sakura membuang wajahnya ke arah lain sedangkan Sasuke berpura-pura bersiul.
"Sejak kapan murid-muridku ini tega dengan guru mereka sendiri," Kakashi memandang pasrah ke arah mereka.
"Aku bukan muridmu Kakashi-san," Sakura terkikik.
"Baiklah aku kalah, setidaknya aku tidak punya urusan disini jadi aku arus pergi duluan," Kakashi menggaruk kepalanya.
"Sebelum itu," Naruto memegangi perutnya. "Aku ingin makan dulu."
"Sudahku bilang tidak ada jatah untukmu," Ucap Sakura kesal.
.
~The Book~
.
Ruang Keluarga 20.32 PM
Sasuke, Naruto, Kakashi dan Sakura duduk melingkar di atas karpet ruang keluarga, mereka menatap serius ke arah Sakura yang sedang memegang buku Naruto. Sakura membuka halaman demi halaman buku itu, berusaha mengingat kembali apa yang dia ucapkan.
"Seingatku saat itu aku membaca yang memiliki kalimat 'Kakashi datang', aku tidak begitu ingat karena banyak kalimat yang aku baca." Sakura membuka buku Naruto.
"Mungkin kalimat itu membuat Sensei datang ke sini," Naruto mengelus dagunya."Berarti kita harus mencari kalimat sebaliknya, seperti pulang mungkin? atau pergi?" Sahutnya lagi.
"Aku rasa ini bukan rencana yang bagus, sebaiknya kita lupakan saja," Ucap Kakashi.
"Sensei ini aneh, bukankah ini ide dari sensei?" Naruto menatap heran gurunya.
"Iya, tapi bagaimana jika sesuatu terjadi padaku,"
"Itu bukan urusanku," Ucap Sasuke dan Naruto kompak. Kakashi hanya penatap sedih kearah mereka.
"Aku menemukannya," Sakura tersenyum. "Aku mulai sekarang?"
"Sensei punya kata-kata terakhir?" Tanya Sasuke.
"Seperti ingin meninggalkan dunia selamanya saja," Kakashi terkikik kecil. "Sasuke, Naruto. Pikirkan matang-matang apa yang aku bicarakan saat pertama kali aku ke sini,"
"Sensei," Naruto tersenyum.
"Dan Sakura, tolong jaga murid-muridku yang menyebalkan ini," Kakashi tersenyum ke arah Sakura dari balik maskernya. Sakura mengangguk membalas senyuman Kakashi.
"Baiklah aku mulai," Sakura menarik napasnya dalam. "Kakashi kembali ke Konoha setelah misinya berjalan lancar, dia menuju ke kantor Hokage untuk melaporkan-" Tiba-tiba saja cahaya putih menyelimuti Kakashi dan sedikit demi sedikit Kakashi menghilang.
"Sensei?!" Naruto berdiri, dia masih tidak percaya Kakashi menghilang.
"Ternyata berhasil Sakura," Ucap Sasuke.
"Berhasil?" Tanya Sakura bingung, dia menatap heran kearah Naruto dan Sasuke secara bergantian. "Berhasil apanya?" Tanyanya lagi.
"Kamu berhasil mengembalikan Kakashi-sensei, Sakura-chan," Naruto tersenyum lebar.
"Siapa Kakashi?"
"Sakura-chan? ada apa?" Senyum Naruto menghilang, digantikan dengan raut wajah kecemasan.
"Sakura jangan bercanda, kamu baru saja mengembalikan Kakashi-sensei," Ucap Sasuke kesal.
"Siapa yang bercanda Sasuke," Sakura berkacak pinggang, mengalihkan padangannya. "Aku tidak kenal dengan siapapun yang bernama Kakashi," Ucap Sakura mempertegas.
"Sakura apa kau lupa dengan Kakashi-sensei?"
.
.
~The Book~
.
TBC
.
BBA (Basa-Basi Author) TIME~
Ini dia The Book Chapter 9! :D
Bagaimana menurut para reader? semoga tidak mengecewakan ya. Gomen, baru update sekarang *dikeroyok readers* Pasti udah pada nunggu ya? (Siapa yang nunggu -_-)
Entah kenapa aku suka sama Chapter ini, Sasuke lagi agresif banget, OOC BANGET! :3 *Di chidori*
Sesuai Requestnya Runa-chan Kiss scene ada di chapter ini, ya walaupun aku ga tau bagus atau ga, ga bisa bikin kiss scene :3
Di tunggu ya Reviewnya, yang mau Fav silahkan..silahkan :D
Sekian dari saya, di mohon bersabar menunggu update selanjutnya, di usahakan secepatnya :3
.
Balasan Review (^_^)
Candra Uchiha : wkwkwk kocak dan so sweet ya :3 makasih ya, udah update ini..
.7 : Saran yang bagus kok :3 makasih ya sarannya..Yup tetep semangat makasih banyak :D
Cha uciHAruno : Maaf telat banget, tapi udah update :D
kasih hazumi : Liat nanti ya happy ending atau ga :3 hehehehe
Sakumori Haruna : Jangan lupain aku Runa-chan :'3 Iya Kakashi hehehe tadinya aku mau yang lain cuma Kakashi yang lebih cocok buat ceritanya :D
Iya tuh mereka sengaja biar SasuSaku bisa berduaan hehehe.. Sasuke mah mau ikut khawatir Sakura di godain orang di mall *dihajar Sasu*
Next chapnya di tunggu lagi ya :D hehehe
Yosh :3 *peluk cium* hahahaha XD
chika : ya sepertinya chapter sebelumnya lebih pendek, ku usahakan deh biar chapter 9 ini agak panjang hehehe :3 gimana kalau Sakura di bawa ke Konoha aja? :D Salam kenal juga Chika-chan :3
Dhezthy UchihAruno : Sakura punya kekuatan yang dia ga sadari, caranya membaca baris kata-kata dari buku :3 Chapter ini lebih romantis lagi :D kayaknya sih hehehe... Ganbatte! XD
Kakaru S.S : Halo Kakaru-san :3 iya kelamaan ya hehehe :3 Habis tatapannya itu loh kayak gitu jadinya dia aneh :D Ok siap update kilat Kakaru-san hehehe XD *peluk cium* *plak*
Tsurugi De Lelouch : Iya tuh kasian :'D moga Sasuke ga kembali ke Konoha (loh?) tunggu chap selanjutnya ya :3
Lhylia Kiryu : Udah ketebak ya bakal Kakashi yang keluar? hehehe :3 Ok sipp aku usahain update kilat :3
Sasusaku kira : Iya Kakashi, kakashi agak aneh menurutku hehehe :3
Iya setuju cinta emang menyakitkan walau terkadang ada bahagianya juga :'D ga apa-apa curhat juga :3 dengan senang hati aku mendengarkan hehe.. Siiip XD
anatasyer : Iya aku juga suka sama filmnya :D aku sampe nonton berkali kali ga bosen :3
Ifaharra sasusaku : balik ke konoha dan berapa chapter itu di tunggu aja ya :3 soalnya itu rahasia negara (?) Makasih ya :D Yosh Semangat :D
hanazono yuri : Hehehe kok pada mau Itachi ya yang keluar :3 Jangan Itachi ga boleh ganggu cinta Sasuke dan Sakura *dihajar* hehehe makasih ya :3
AN Narra : Siip aku ga bakal discontinue, doain aja ya :D hehehehe makasih ya :3
Aozora Straw : hehehe sama kalo gitu, aku ga bisa bikin romance, aku masih kurang banyak dalam hal romance :3 hehehe maksih ya
khoirunnisa740 : Siip udah lanjut :D
.
ARIGATO!
RnR?
.
