Gara – gara Kamu!

Naruto masih punya Masashi Kishimoto. Dan sampe kiamat pun, gak akan jadi punya aku.

Keterangan :

AuthorPOV* : Narator

NormalPOV* : Sakura Haruno

.

Di chapter ini banyak nampilin/lebih ke sisi Indonesia. Jadi jagan kaget ya, readers tercinta! *digaplok readers*

.

Jika ada kesamaan adegan, alur cerita, tokoh, dll, adalah sesuatu yang tak disengaja.

^^ Arigatou! ^^

.

OK, cekidot!

~Cerita Sebelumnya~

"Ehm .."

suara Sasuke memecah keheningan, ia mendekatkan diri padaku. Aku jadi salah tingkah dibuatnya, tapi aku berusaha tetap santai, dengan masih mengerucutkan bibirku dan masih melipat tangan didepan dada, seolah masih marah pada Naruto

"Maukah kau jadi pacarku ..."

Sasuke memberikan jeda, aku merasa ia mengatakan itu pada Ino disebelahku, jujur aku sedikit murung, ingin kuteriak sekencangnya dan mengatakan cintaku padanya. Tapi bukankah itu memalukan?

" ... Sakura?"

lanjutnya, Ya ampun aku pasti sedang bermimpi. Keheningan menghampiri kami semua, aku memandang mata Sasuke seolah tak percaya, sedangkan dirinya memandangku dengan pandangan yang sulit dijelaskan. Sungguh aku ingin berteriak bahwa aku mencintainya, dan memeluknya sekarang. Tolong, seseorang! tampar aku sekarang untuk membuktikan kalau ini mimpi indah semalaman.

~Cerita Selanjutnya~

"Kau .. kau bercanda?" ujarku sambil menunjuknya dengan lemah,

"Tidak Sakura, aku tidak bercanda!" aku menunduk sejenak lalu memandangnya kembali,

"Sasuke, aku butuh .."

"Kalau kau perlu waktu untuk memberi jawabanmu, kutunggu saat prom night, 9 Oktober. Kuharap kau mengerti kalau aku serius" ujarnya memotong ucapanku lalu berbalik, aku dan Ino mematung ditempat.

"Sampai besok, Sakura" tambah Sasuke sebelum ia benar – benar pergi.

"Ino .." ujarku masih dengan tatapan menghadap kedepan,

"Tadi itu benar – benar ... LUAR BIASA! Sakura, kau harus menerimanya!" ujar Ino kegirangan dan mengguncang – guncangkan tubuhku,

"Tapi, bagaimana dengan Matsuri? Aku sedikit, ragu. Takut kalau dibilang PHO, padahal aku sama sekali belum menyatakan perasaanku padanya" ujarku dengan muka murung, Ino berdecak sebal,

"Ck, itu urusan kecil! Yang jelas, ayo kita pulang" ucapnya, aku langsung menepuk jidatku agak kencang, sementara Ino tertawa.

Sampai dirumah, aku segera ganti baju dan makan. Aku langsung menghamburkan diriku keatas kasur king sizeku. Aku langsung membuka twitter. Aku membaca setiap tulisan yang tertera di timeline, hingga sebuah tulisan bisa membuatku membelalakan mataku seperti kejadian saat penembakan Sasuke. Aku langsung tersenyum lebar, dan beralih on di facebook. Aku langsung membuat status,

Just Sakura Haruno

Bentar lagi bakalan ada Meet And Greet Mahabharata! KYAAA! MAU TIKETNYA!

2 minute ago . 3 likes . 7 comment

Tenten Mitarashi :

Yang bener kamu!?

57 second ago . 1 like

Just Sakura Haruno :

Serius! Kamu belum liat beritanya? Haaah? Update dikit dong! Masa ngefans gak update sama sekali?

2 second ago . 0 likes

Teten Mitarashi :

Kyaaaah! *loncat – loncat gaje + teriak histeris* kapan?! Pengen ketemu shaheer sheikh / arjuna, aham sharma / karna, Vin Rana / Nakula, yah ... semuanya deh! ^.^

4 second ago . 3 likes

Just Sakura Haruno :

Yosh! Setuju! Tanggal 3 Oktober, tp .. katanya tiketnya habis!

1 minute ago . 2 likes

The Yamanaka Ino :

Kalian Mahabharata lovers? Ck ck ck ... segitunya mau ketemu idola?

15 second ago . 2 likes

Just Sakura Haruno

Kamu gak tau rasanya sih, Ino! Mau tau? Tp susah dijelasin! Ya gak, Ten? Tenten Mitarashi

Tagged : Tenten Mitarashi

23 second ago . 1 likes

Tenten Mitarashi

Hm! Iya! Aku mau boci dulu ya! bye cewe ... #ngek

50 second ago . 2 likes

Aku menutup flip ponselku, lalu meloncat – loncat diatas tempat tidurku sambil berteriak

"Shaheer Sheikh! Mau ketemu kamu!" lalu aku menidurkan tubuhku dalam sekali loncatan, agak sakit sih.

"Gandhiv dhari Arjuna!" kunyanyikan song themenya arjuna dengan keras sambil meregangkan kedua tanganku keatas, lalu menelentangkannya. Aku mengatur nafasku yang sedikit ngos – ngosan, lalu memejamkan mataku dan tersenyum,

"Eh stress! Gila. Kehabisan obat kamu?" ujar Nii-san yang sudah sampai diambang pintu kamarku, sambil menaikan sebelah alisnya,

"MAU ADA MEET AND GREET MAHABHARATA! Nii-san belikan tiketnya dong!" ("Tunggu, M&G Mahabharata kan di JKT? Masa iya dari Konoha ke JKT?" "Hahaha ... ceritanya aja, Konoha ada di Indo!" #ceritanya author kan paling hebat! Kota dari jepang pake dipindah ke Indo segala! *dihajar readers*) ok, back to story.

"Heh? Enak aja! Makanya nabung dong!"

"Waktunya mepet! Lagian mana bisa dalam waktu 2 minggu bisa nabung uang sampe beratus – ratus ribu. Haaaaaah?"

"Huh, dasar maniak"

"Apaaaah? Nii-san kira, nii-san bukan maniak?" ujarku lalu dengan kecepatan flashgorden, (ok, itu berlebihan) bangkit dari tidurku,

"Nggak tuh"

"Heeeh, terus siapa yang masangin poster – poster Twilight, Kristen Stewart, sama Robert Pattinson sebanyak itu dikamar Nii-san? Siapa? Setan?" ujarku menekuk kedua tanganku ke pinggang,

"Ah .. itu sih, anu ..."

"Mau bohong? Hahaha ... jangan harap!"

"Ok, FIX! awas aja kamu"

"Wleee ... icikiwir!" ujarku dengan senyum kemenangan, sedangkan Nii-san pergi meninggalkan kamarku. Tapi, dia balik lagi -_-

"Ada apaan lagi sih?"

"Cuma mau ngasih tau imoutoku tercintong, kalo mahabharat team tercintongmu akan sampai di bandara tgl 29 September. Nanti tanggal 30 September pasti banyak acara yang menampilkan mereka"

"YANG BENER?!"

"Gak usah pake teriak – teriak segala keleuzz ...!"

"Sebagai mabers sejati, aku harus histeris dong!"

"Ya udah, sana tidur!"

"Yeee ... Mata, mata gue ... tempat tidur, tempat tidur gue ... kenapa elo yang kuasain?!" ujarku lebay, Nii-san menyipitkan matanya sejenak lalu melenggang pergi,

"I love you Shaheer Shiekh!" seruku lagi dari dalam kamar. Mungkin kalian bisa bilang aku gila sekarang.

-3 hari kemudian-

"Tenten!" aku berlari kedalam kelas, dan menyerukan nama Tenten,

"Buset .. apaan sih?"

"Kamu nonton acara mahabharata kemaren gak? Ih, sumpah ... arjunanya keren! Terus nakula ngedancenya kece tau! Apa lagi sadewa, catwalknya .. mantep!"

"Kamu gak bilang – bilang sih!"

"Eh? Jadi kamu gak tau? Hahaha ... kecian!" aku tertawa sedangkan Tenten mengerucutkan bibirnya. Aku menaruh tas dan pergi ke beranda kelas. Aku menghirup udara dalam – dalam dan menghembuskannya perlahan.

Wuuss ...

Eh? Siapa yang lewat?, oh .. itu si Sasuke. Ngomong – ngomong soal Sasuke, kayaknya 3 hari sebelum ini dia ngomong sesuatu deh tapi apaan ya? Oh, iya! Dia kan nembak aku, terus dia ngasih waktu sampe prom night kan? Yah, kepikiran lagi deh -,-

"Hey"

"Eh copot ... copot!" kutengok kebelakang, ternyata itu si Sasuke!

"Duh, apa – apaan sih? Pake ngagetin segala. Ngeganggu acaraku aja"

"Emangnya kamu lagi ngapain? Mikirin aku ya?"

"Ih, GR! Aku lagi mbayangin mukanya Shaheer Sheikh tau! Aww ... kece max! Ganteng, single pula! Tapi, udah 30 tahun, hihihi .."

"Oh, gitu. Kalo sama aku gantengan siapa?"

"Secara teknis, dia lebih ganteng kalo dia masuk ke sini. Kalo dia nggak masuk sini ya ... pasti ada lah yang nyaingin kamu, kayak Gaara tuh"

"Yeiy, mana bisa kali! Siapa tuh? Shaheer Sheikh, masuk ke sini, udah gak boleh" ujarnya lalu beranjak pergi,

"Umm .. Sas," dia menoleh, dan menaikan sebelah alisnya seolah mengatakan 'apa?'. Aku memanyunkan bibirku, dan melanjutkan omonganku,

"Sejak kapan kita jadi deket gini?"

"Sejak aku jatuh cinta padamu" ujarnya sambil tersenyum, aku sepertinya blushing berat nih -_-

"Yee ... gombal kamu! Dah lah! Aku mau masuk kelas. Oh iya, by the way, kamu dapet nomer berapa rollingnya?"

"9"

"Sama aku dong?"

"Iya dong!" ujarnya sok lebay, aku tertawa dan langsung masuk ke kelas.

Teng teng teng ...

Yah, bel masuk pun bunyi. Para siswa langsung duduk dengan manis, karena pelajaran yang pertama adalah IPA, dan Shizune-sensei orang yang paling gasik, jadi persiapan aja. Tiba – tiba, ada seorang gadis berambut merah menyala dan berkacamata yang datang masuk ke kelasku. Salam enggak, permisi enggak, main masuk aja! Dia langsung ngambil tempat duduk didepanku.

"Hai ganteng! Namaku Karin, kamu siapa?" tanyanya sok manis didepan Sasuke, sedangkan Sasuke mengacuhkannya. Aku bersorak senang didalam hati, yess! Sukurin tuh!

"Hmph .. pffft ... Hahaha ..." aku yang tidak bisa menahan tawa, langsung ketawa, sedangkan cewek itu, maksudku Karin memandangku tak senang,

"Dia siapa sih? Sok deket aja sama kamu!" ujarnya kepada Sasuke,

"Hahaha ... heh, lagian kamu ya, masuk kelas permisi kagak ... salam kagak .. orang ilang kamu?!" ucapanku membuat seisi kelas mau tak mau pun tertawa,

"Lagian kamu siapanya dia, hah?!" ujarnya membentakku,

"Santai mba bro ... mau tau? Aku itu te-"

"Dia pacar aku" ujar Sasuke memotong omonganku dengan sedikit keras, membuat seisi kelas bersiul – siul menggoda. Dan secara teknis, Sasuke salah mengucapkan. Yang bener adalah calon pacar, okey?

"Hahaha ... cewek kaya dia kok dipacarin! Yang ada kamu sengsara! Mendingan sama aku aja, yang jauh lebih pantes" ujarnya menyombongkan diri,

"Heeeh ... hati, hati dia! Perasaan, perasaan dia! Kenapa kamu yang kuasain?!" ujarku dengan lebay, sedangkan Sasuke tersenyum meremehkan Karin, dan sekelas menyorakan 'Huuu!' padanya. Sedangkan dia mengerucutkan bibirnya dan membalik kedepan. Sementara aku dan Sasuke melakukan high five atau tos dibelakangnya.

"Ok, kali ini. Sensei bagikan hasil ulangan matematika kalian. Dan sesuai janji, 2 orang yang mendapatkan nilai tertinggi akan mendapatkan coklat ini. Dan untuk Karin, kau kerjakan nomer 15 dipapan tulis" ujar Asuma-sensei sambil memamerkan 2 batang coklat ukuran besar ditangannya,

"Whoooo ..." semua anak bertepuk tangan, sembari Asuma-sensei membagikan hasil ulangan dengan kondisi tertutup.

"Kita buka bersama dalam hitungan ketiga. 1 ... 2 ... 3 ...!" jeng jeng jeng ... semuanya pun membuka, atau lebih tepatnya membalik kertas ulangan.

"YEAY! Dapet 100!" sorakku senang, dan semuanya bertepuk tangan.

"Aku dapet 100 juga nih," sahut Sasuke sambil memamerkan kertas ulangannya kedepan mataku,

"Cieeee ... suit suit!" goda semua anak dikelas,

"Haruno, Uchiha, ayo maju kedepan" kami berdua langsung maju ke depan, tepatnya ke arah meja guru Asuma-sensei.

"This, is your reward" ujar Asuma-sensei, kami menerima coklat itu dengan senang hati dan berucap,

"Arigatou sensei!" ucap kami berdua lalu beranjak pergi, tapi Karin pun berpolah. Biasa, modus. Maklum lah, cewek genit!

"Sensei, aku gak bisa!" ujar Karin memelas, berharap sensei memanggil Sasuke untuk membantunya,

"Kalo gitu, kau kuberi PR tambahan. Tadi, halaman 28, ditambah halaman 30" semua siswa langsung meneriakinya dengan 'Huuu!', malahan ada yang berteriak 'Modus!', dan Karin langsung menoleh kearahku, kubalas dengan juluran lidah.

Aku membawa setumpuk buku paket matematika yang tadi dipakai untuk pelajaran Asuma-sensei untuk dikembalikan ke perpustakaan. Lagian Asuma-sensei gimana sih? Aku badannya kecil kek gini, suruh ngangkat barang segunung. Karena penglihatanku tertutupi oleh buku, aku hanya bisa menoleh ke samping, dan ..

BRUKK!

"Aww!" aku meringis pelan, dan memegangi pantatku yang barusan terbentur lantai.

"Siapa sih yang jahil? Aku hajar tuh orang!" gerutuku sambil memunguti buku yang berserakan. Aku menata ulang buku itu agar terlihat rapi, dan kembali melanjutkan perjalanan hijrah (?) ke perpustakaan. Sesampainya disana, aku langsung menaruh buku di rak, dan bersandar ke tembok, mengelap peluhku yang bercucuran.

"Ternyata kau disini, forehead!"

"Karin? Apa sih? Ya iyalah, aku disini! Masa mau dibulan? Dah lah! Buang – buang waktu aja" ujarku mendorong Karin paksa,

"Mau kemana, hah?!"

AuthorPOV*

"Mau kemana, hah?!" Karin lalu menjambak surai pink sepinggang milik Sakura,

"Aduuuh! Apa – apaan sih? Lepasin, Karin! Sakit!" Sakura mengerang didalam perpustakaan. Beruntung, eh ralat- sialnya, disitu tidak ada siapa – siapa. 'Mati lah aku!' batin Sakura, ia memejamkan matanya erat – erat. Entah jurus apa yang Karin salurkan (?) pada tubuh Sakura sehingga dia pingsan.

"Sakura ... Sakura ..." suara itu terus memasuki indra pendengaran Sakura, ia perlahan – lahan membuka matanya.

"Ngh ... di – dimana aku?" Sakura mencoba mendudukan dirinya, dibantu oleh Sasuke yang sedari tadi menungguinya,

"Kau pingsan di perpustakaan, lalu aku membawamu ke UKS. Dan rambutmu ..."

"Rambutku?" Sakura meraba – raba rambutnya, dari ujung kulit kepala sampai ... tengkuknya,

"HAAH? Rambutku kok jadi pendek?! Gimana nih, aku pasti kena marah Tou-san, mencukur rambut sembarangan. Lagian siapa yang mencukur ..." Sakura menghentikan ucapannya sejenak, seolah berfikir apa yang ia alami di perpustakaan.

"Karin cabe sialan! Kuhajar dia!" gerutu Sakura lalu menyeret Sasuke keluar UKS.

NormalPOV*

BRAAK!

"Mana Karin?!" bentakku, sudah pasti semua anak dikelas mematung dan menunjuk kearah yang sama. Meja pojok belakang kiri. Aku langsung berjalan dengan emosiku yang meletup – letup (ok, itu berlebihan) menghampiri Karin dan mencengkram kerah bajunya, lalu menampar Karin hingga terjungkal,

"Maksudmu apa hah? Emangnya aku salah apa sama kamu? HAH?!" Hinata, Tenten dan Ino langsung mendekatiku untuk menenangkan.

"Kamu, gara – gara kamu aku jadi gini!" balasnya,

"Hah, gara – gara aku?"

"Kamu udah ngerebut Sasuke dari a-"

"Siapa yang ngerebut? SIAPA?!" kupotong omongannya,

"Siapa yang ngerebut? Kamu yang bego! Orang dia yang nembak aku, 5 hari yang lalu! Hidup, hidup aku. KENAPA KAMU YANG KUASAIN?!" ujarku lalu meninggalkan kelas.

AuthorPOV*

"Sasuke, sebenarnya ada apa? Sakura kenapa sih?" tanya Ino memelas, Sasuke yang masih berdiam diambang pintu menjawab,

"Karin memingsankannya diperpustakaan, dan memotong rambutnya" ucap Sasuke agak keras, sontak membuat seisi kelas membelalakan matanya.

"Karin, kena skorsing!", "Laporin aja keguru!", "Perpustakaan kan ada CCTV-nya" ujar semua murid yang ada didalam kelas.

"Duh, gimana nih? ayo Sasuke! Kita susul Sakura" usul Tenten, lalu mereka berempat berlari turun kebawah.

Ditaman belakang sekolah lama, Sakura berdiri, menangis dan bersender ke kayu pohon sakura besar yang kelihatan sedikit, ngeri?

"Sakura! Sakura!"

Teriak seseorang membuat Sakura mendongak, ia menajamkan pendengarannya dan segera menghapus jejak air matanya. Ia segera berlari dan mengambil tas selempangnya lalu pergi pulang.

NormalPOV*

-4 hari kemudian, pukul 18.15-

"YEAY! MAHABHARATA SHOW MULAI!"

Teriakku lalu membesarkan volume TV. Aku serius menonton, terkadang tertawa kecil melihat adegan yang lucu. Ah, segment ini yang kutunggu – tunggu! Munculah sosok (lo kira hantu apa? -_-) manusia yang nyaris sempurna, SHAHEER SHEIKH! Kece gila!

"Ghandiva dhari arjuna! Aaaa ..."

Nyanyiku, dan kemudian ... arjuna lagi pose kaya memanah! Omg, ok fix .. itu emang bener – bener kece! Andai aja bisa nonton livenya, senyumnya itu lho .. kece max! bikin aku klepek – klepek.

Segment selanjutnya, game sama Shaheer! Yeay! Dan ... oh may got! Ya ampyun! (alay -_-) 2 cewek yang main game, dirangkul terus pucuk kepalanya dicium! Mimpi apa, tuh 2 orang semalem! Terus, abis selesai nge-game, salam pipi sama shaheer! Omg, ya ampun! Pengen rasanya jadi orang itu! Tapi ... segment 8 aku gak nonton, huaaaa ...! :'( soalnya udah disuruh bobo sama kaa-san, jahat banget kaa-san

-The next day-

Aku berangkat dengan senyum menyungging diwajahku. Aku tak sabar menceritakan ini pada Tenten dan Ino! Aku ingin melihat reaksi mereka.

"Ino! Tenten!"

Panggilku saat masuk ke kelas, mereka menoleh dan tebar senyuman. Aku pun membalas dan segera berlari kearah mereka,

"Ino, Tenten! Ya ampun, semalem shaheer sheikh, vin, sama aham sharma, kece max! Ya ampun! Terus, katane semalem segment terakhir nge – dance ya? haaaaa ... aku gak nonton! Chaiya chaiya kan lagune? OMG!"

"Iya sakura! Ih buset ... nakula kece! Hah ... coba kalo nonton live! Aku bisa pingsan langsung!" timpal Tenten,

"Sakura, aku udah liat yang jadi arjuna, tapi aneh ko! Cakepan yang putih itu siapa? Yang rambute pendek?" sambung Ino

"Sadewa?"

"Iya, itu! Itu lah, ganteng!" sambung Ino sambil berseri – seri,

"Eh, kalian tau gak? Karin di skors 2 hari!" tiba – tiba Shion, nyerudug pembicaraan kami,

"Ah? Serius?! Yess! Rasain loh Karin! Emang enak? Hahaha ..." ujarku sok evil, membuat 3 orang itu sweatdrop,

Aku berlari riang ke beranda depan. Saat akan keluar kelas, tiba – tiba ..

BUGH!

Aku menabrak seseorang dan tidak bisa mengatur keseimbangan, akhirnya ...

"Eh eh eh ... Aaaa!" aku sepertinya akan jatuh, dan memang sepertinya akan terjatuh lalu aku menutup mataku rapat – rapat.

HAP

Eh? Kok, jatuhnya lama banget sih? Kayak dari ketinggian beribu – ribu meter diatas permukaan laut? (#Ngelawak haha .. lucu lucu lucu ... lucu!) Aku liat aja deh! HAH? Sasuke lagi .. me – me ...

"Sa – suke .. lepasin – lepasin ..!" aku melepaskan diri dari pelukan Sasuke, dan merapikan bajuku,

"Ehm .. thanks" ujarku lalu transit (?) ke beranda depan kelas. Ngeri amat ya, mbayangin kejadian tadi. Dipeluk Sasuke? Lubang buaya! Hiii ... lebih serem dari pochong! #Eh? (alay -_-)

-2 hari kemudian-

Teng teng teng ..

Bel pulang berbunyi, semua murid langsung berhamburan keluar kelas, tak terkecuali aku, Ino, Tenten, dan Hinata,

"Kalian sudah dapat undangan untuk prom night 2 hari lagi?" tanya Tenten,

"Sudah dong!" ujar kami bertiga serempak sambil menunjukan undangan berwarna ungu muda mengkilap.

"Yah, lebih baik kita belanja bersama di Victoria Mall sebelum semua baju bagus terjual" usul Ino, disusul anggukan dari kami bertiga.

Setelah berjam – jam milih gaun, akhirnya kita berempat pulang. Untungnya besok hari Sabtu, sehingga sekolah libur (^0^)/

Welcome to Facebook!

Email : .com

Password : *******

.

Just Sakura Haruno

Messages :

Just Sakura Haruno :

Ino, bagaimana nih? Aku harus nyiapin jawaban apa ke Saskey ayam?

[Send]

The Yamanaka Ino :

Yah, sesuai hati nuranimu aja sih. Katanya kamu suka sama dia. Apapun jawabanmu, aku dukung kok.

Just Sakura Haruno :

Hmm ... apa ya? menurutmu?

[Send]

The Yamanaka Ino :

Iya-in aja sih! Lagian kalian berdua, cocok 1.000.000 persen! Serius! Tigarius malah.

Just Sakura Haruno :

Huft, ok deh.

[Send]

Duh, aku harus ngomong apa besok? Iya, atau enggak? Kalo iya, aku harus siap mental ngadepin semua bully-an dari si Karin cabe sialan itu. Mana sekarang dia punya genk atau lebih tepatnya fans club beranggotakan 3 orang. Kalo enggak, Sasuke bakalan di permaluin sama dia, disuru ini .. disuru itu ... bisa – bisa, dia diajak jalan sama Karin, buseeet! Dan aku, gak tau ini perasaan masih bayang – bayang atau udah real dihatiku (weseleh ...) ya, mbuh lah! #BahasaJawa?

"Ciee ... yang mau prom nih" tiba – tiba ada pocong nongol, eh? Nii-san maksudku *dihajar Nii-san* (Ngelawak .. lucu banget koh! Hahaha ..)

"Terus? Maunya gimana? Aku harus teriak "wow" 5 kali sambil loncat – loncat gaje, gitu?"

"Haaa ... betul banget tuh! Sana buruan, lakukan apa yang kau ucap, my lovely imouto tercintong"

Terpaksa deh, aku harus loncat – loncat gaje sambil teriak "wow" 5 kali, sampe – sampe dikatain obatnya habis sama tou-san -_- mana Nii-san ngetawain aku lagi! Hadeh ...

"Seneng seneng seneng seneng? Seneng?!" omelku pada nii-san

"Hahaha ... puas abis! Hahaha ...! bye imoutoku tercentong nasi, eh? Imouto tercintong!"

"OH GETOH!" sahutku dari dalam kamar. Tanpa basa – basi langsung kututup mataku untuk selamanya, eh? Untuk sementara jika Tuhan menghendaki (udah tidur aja lo! Gak udah pake dramatis segala! *peace readers!*)

Drrrt ... Drrrrt ...

"Halo?"

"Hai. Sakura, ini aku Sasuke"

"Ah, ya .. Sasuke, ada apa?"

"Hehehe, gak pa – pa. Cuma kurang kerjaan aja"

"Sejak kapan kamu kurang kerjaan? hoaaam!"

"Yah, masih ngantuk ternyata. Kalau begitu, nanti malam aku jemput, ya?"

"Ah, hehehe. Ga usah, aku berangkat sendiri saja nanti malam"

"Ok-lah kalau begitu. Jangan tidur lagi! Udah jam 7"

"Ya, sudah ya. Aku gak bakal tidur lagi, kan mau ke salon sama Ino, Tenten dan Hinata, hoaaaam ... OH IYA! MAU KE SALON! Ya Tuhan, aku lupa! Bye Sasuke!"

-Tut-

Kuputuskan sambungan telfon secara sepihak. Langsung ku sambar handuk dan melesat ke kamar mandi. Soalnya janjian jam 8. Aku memakai celana jeans dan kemeja motif kotak – kotak warna biru putih, serta sepatu flat warna biru cerah. Tak lupa tas kecil untuk tempat dompet, handphone, dan headset ^^. Aku berlari kedapur dan mencomot sepotong roti bakar buatan kaa-san, melahapnya dalam 3 gigitan lalu menyambar air mineral entah punya siapa diatas meja. Kaa-san, Nii-san dan Tou-san sampe melongo liat tingkahku (awas kemasukan laler! #bletak! lupakan),

"Kaa-san aku mau ke salon sama Ino, Tenten, dan Hinata buat prom nanti malam, pulang agak sore. Bye!" ujarku secepat kilat lalu pergi, belum juga di ijinin.

Di salon, kami berempat memesan 4 paket pedicure dan manicure (tulisan author bener kan?) serta facial mask. Juga creambath. Seselesainya, kami langsung mem-booking make up untuk prom jam 7 nanti. Setelah itu kita mampir ke cafe "Teenage Style", setelah puas makan, kami langsung pulang.

"Tadaima"

"Okaeri! Eh, Imouto tercintong udah pulang"

"Sifat lebaynya Nii-san tersayong gak ilang – ilang ya?" jawabku menyindir,

"Sifat bocah ciliknya imouto juga gak ilang – ilang. Yuk masuk!" ujar Nii-san mempersilahkanku masuk.

Aku melempar tas selempangku ke atas spring bed, dan kemudian aku melemparkan diriku (?) katas spring bed. Aku menghela nafas lalu membuka flip ponselku, lalu menyetel alarm jam 6 malam. Setelah itu aku tertidur sebentar. Sekitar 2 jam kemudian, aku terbangun dan langsung mengambil mantel handukku dan mandi.

TOK TOK TOK ..

"Siapa?" tanyaku dari dalam kamar mandi,

"Aku!" ternyata Nii-san

"Kenapa?" tanyaku lagi,

"Duh .. pake nanya! Mau boker!"

"Idih! Ngapain boker di kamar mandiku? Kenapa gak pake kamar mandi bawah aja, sih?"

"Dipake Tou-san!"

"Kamar mandinya Nii-san?"

"Kerannya kagak nyala! Bak mandinya lagi kosong!"

"Kamar mandi yang dikamarnya Tou-san ma Kaa-san?"

"Dipake Kaa-san oneng! Cepetan! Bukannya ngehargain yang diluar, malah nanya mulu"

"Ugh, ya ya ya ... 3 menit. Lagian ini juga kamar mandi aku, kelezz!"

CKLEK ..

Begitu aku buka pintu kamar mandi, Nii-san langsung masuk dan mendorongku untuk keluar.

"Ck .. Nii-san rempong!"

Aku segera menonton TV diruang keluarga sambil makan jajan yang barusan kubeli diwarung sebelah,

"Nanti prom jam berapa?" tanya Kaa-san,

"Jam 7 mau ke salon, kaa-san" sahutku,

"Hati – hati ya nak, sama siapa aja ke salonnya?"

"Ino, Hinata dan Tenten" jawabku,

"Ya sudah, sana siap - siap. Sudah jam 6" tambah kaa-san, dan 1 detik setelahnya, alarm ponselku berbunyi. Aku langsung naik ke atas dan bersiap – siap.

"Hahaha ... jadi begitu? Terus – terus?" tanyaku lagi, sambil merapikan gaunku dan merapikan rambutku yang diwavy didepan cermin (rambutku sudah panjang sampai bawah pundak). bagaimana tidak? habisnya, Ino baru saja ditembak sama Sai. OMG!

"Terus, aku ngomong gini. Kamu tuh jadi cowok gak romantis banget ya? masa nembak cewek cuma gini? Tapi, aku terima" sambung Ino lalu memutar dirinya didepan cermin.

"Ciee ... so sweet banget koh" sahut Tenten lalu berkaca didepan cermin, merapikan tatanan rambutnya yang diwavy oleh petugas salon.

"Iya! Naaah .. sekarang yang masih jones tinggal Tenten" timpal Hinata yang masih saja meratakan poni lurusnya.

"Eh? O iya! Hahaha ... tapi, single is free!" ujar Tenten sok -_-

"Hahaha ... ya udah, ayo berangkat" usulku, lalu kami berempat berangkat menggunakan mobil honda jazz silver milik Ino.

"Waaah ... ini bener – bener sweet romance benget! Liat dekorasinya!" komentar Ino

"Iya, kelopak bunga mawarnya yang diatas dance floor, menambah kesan romantis!" kagum Hinata, sedangkan aku dan Tenten hanya manggut – manggut.

AuthorPOV*

"Aku ambil cupcake dulu ya. laper nih! Belum makan" ijin Sakura kepada ketiga temannya, lalu mereka mengiyakan.

Saat, mengambil kue cupcake, Sakura dihadang oleh Karin, Fiona, dan Lula.

"Ayo, ikut aku!" ujar Karin dengan geram,

"M – mau kemana?" tanya Sakura balik, entah kenapa kali ini nyalinya jadi ciut. Tak ada niat sama sekali untuk melawan Karin. Apa mungkin ini tempat umum? Karena gaunnya dan high heels? Takut dandannya rusak sebelum Sasuke datang? Atau karena belum makan?

"Ikut aja!" lalu Karin menjambak rambut Sakura dan menyeretnya, (OK, sepertinya terlalu kejam -_-)

"Argh! Lepasin Karin! Aduh!" Sakura memukul – mukul badan Karin, meskipun Karin mengaduh kesakitan, dia tetap menjambak rambut Sakura.

Dan sampailah mereka disamping sekolah. Dengan kondisi gaun dan make up Sakura yang masih utuh, tapi rambutnya sudah acak – acakan karena Karin.

"Hmm .. sepertinya kau butuh renovasi. Ah, kain yang bagus! Kau beli dimana?" ujar Karin meledek lalu merobek kain gaun Sakura dengan sengaja,

"Tidak!"

"Wah! Sepertinya kain ini halus sekali, aku harus memilikinya!" Lula menggunting bagian rok Sakura hingga robek sebelah (robek hingga lutut)

"Jangan! Kumohon!" Sakura terisak, dan ia menutupi mukanya. Ia tak sanggup melihat apa yang Karin dan genk-nya lakukan.

SREEET ...

PLAAAK ...

SREEET ...

"Wah, renovasi yang bagus!" ujar Fiona meremehkan, kini Sakura membuka matanya. Seketika ia belalakan matanya.

Gaun yang sudah tak beraturan modelnya, ada yang sebetis, selutut, dan sepaha, zig zag tak beraturan gitu. Lalu gaunnya juga berlumuran lumpur dan tanah yang menjijikan.

"Apa yang kalian lakukan?!" pekik Sakura sambil memegangi gaunnya, kini matanya sudah berkaca – kaca.

"Aku hanya ingin balas dendam atas tamparan yang kau berikan tempo hari" ujar Karin lalu disusul ejekan lainnya dari Fiona dan Lula.

"Kau tak berperi kemanusiaan, Karin! Kau mau tau apa? KAU BER-PERIKEHEWANAN!" bentak Sakura lalu lari menuju rumahnya yang sekitar 500 m ke timur dari KHS.

BRAAK!

Tanpa peduli Kaa-san, Tou-san dan Nii-sannya yang sedang seriusnya menonton Urban Legend (hingga tak tahu kalau Sakura datang dan bertampang seperti gembel), Sakura langsung lari keatas dan mengurung diri di kamar.

"Hiks ... Hiks ..." Sakura menangis diatas kasur king sizenya itu, tentu saja telah berganti baju dan mandi lagi.

"Sas .. hik .. Sasuke-kun .. hik hik"

SasukePOV*

Disinilah aku, diruangan pesta. Aku mengarahkan pandanganku ke segala penjuru di ruangan. Tak ada sosok yang kucari. Sosok gadis bersurai merah muda. Ah, bukankah itu Ino, Tenten, dan Hinata? Kutanyakan saja pada mereka.

"Ino, apa kau melihat Sakura?"

"Ah, Sasuke! Kami juga sedang mencarinya. Dia sudah izin sekitar 30 menit yang lalu pada kami, katanya mau ambil makanan, tapi .. tak kunjung kembali" jelas Ino, yang lain manggut – manggut dengan ekspresi khawatir,

"Hai, Sasuke-kun!" suara centil dan genit itu muncul lagi, mengapit lenganku pula

"Apa – apaan kau ini?!" ujarku sambil melepas paksa apitan lengannya,

"Hai gadis norak dan Sasuke-kun! Kalian semua sedang mencari apa?" tanya Fiona, kulirik Ino, Tenten, dan Hinata yang mukanya memerah menahan emosi karena Fiona.

"Kami sedang mencari Sakura" sahutku

"Ah, bukannya kita mengacaukannya tadi? Kita robek gaunnya, dan kacaukan dandanannya, hahaha ... puas rasanya! Eh? Ups ..." Bingo! Lula sepertinya keceplosan bicara. Ingin kucincang mereka bertiga sekarang juga!

"APA?!" pekik Ino, Tenten dan Hinata serempak

"Dasar mulut bocor!" Karin menjitak kepala Lula,

"Kau .." aku hampir saja menampar Karin jika Ino tidak menyeretku keluar sekolah.

"Kenapa sih? Gak usah pake nyeret – nyeret segala kali!" ujarku sewot sambil membetulkan jas hitamku,

"Eh, gak usah sok bego deh. mendingan kamu beli atau cari gaun baru buat Sakura, dan ajak dia ke salon atau kemana gitu. Jadi cowok gak peka banget sih, udah sana .. sana sana sana ..." Tenten mendorongku kearah mobil BMW Hitam milikku,

"Iya, dasar perempuan!"

"UDAH SANA CEPETAN!" kali ini mereka bertiga mendorongku, terpaksa aku berlari.

Beruntung aku hari ini membawa kado untuk Sakura. Yah, hanya sebuah kado bukan dalam rangka apa – apa. Sebuah gaun yang elegan namun simple pilihan Kaa-san dibungkus dengan kotak berwarna putih.

Teng tong .. teng tong ...

"Tunggu sebentar"

Eh? Kok suaranya kayak anak kecil? Apakah saudaranya Sakura ada disini? Setahuku hanya ada Sasori-nii disini.

"Silahkan ma ... suk," anak itu melongo melihatku, aku menaikan sebelah alisku dan langsung bertanya.

"Ada Sa.." belum selesai ngomong udah disamber,

"Lebih ganteng dari Robert Pattinson!" Heh? Robert Pattinson? Bukannya itu yang main jadi Edward Cullen di The Twilight Saga? Heleh .. bodo amat. Aku mau ketemu sama Sakura.

"Ada Sakura?"

"Gan, eh!-" anak itu meringis kecil, aku mendongak. Ternyata Sasori-nii

"Sakura ada tuh dikamar, lagi ngambek. Cila! Jangan nakal, ayo masuk" Sasori-nii mengajak masuk anak itu, yang bernama Cila. Aku pun mengikuti dan langsung naik ke lantai dua, sesuai petunjuk dari Sasori-nii

"Sakura, buka pintumu"

"Sasuke-kuuuuun!" seketika pintu membuka dan Sakura langsung memelukku erat.

"Hn?"

"Hik .. maaf ... aku tak bisa berangkat ke prom. Gaunku hik .. sudah"

"Hey, lihat apa yang kubawakan untukmu" aku menjembreng atau membuka, atau .. apalah itu (?) gaunnya, dan dalam sekejap mata Sakura langsung berbinar – binar.

"Ini .. untukku?"

"Ya, cepat bergantilah dan berdandan secantik mungkin"

"Arigatou Sasuke! Oh, dan soal jawabanku itu .. kuberitahu nanti" ucap Sakura lalu masuk kedalam kamar.

45 menit kemudian~

"Ayo berangkat Sasuke" aku langsung tersenyum dan mengangguk. Lalu mengandeng tangan Sakura masuk kedalam mobil.

"Sepertinya disini terlalu ramai, bagaimana kalau ditaman?" usulku,

"OK" lalu kami berdua berjalan ke taman.

"Hmm ... Sasuke, sepertinya aku akan menerima tembakanmu tempo hari" ujar Sakura sambil memainkan jemarinya,

"Sungguh?"

"Iya"

"Kalau begitu, ayo berdansa" aku bertekuk lutut dan mengulurkan tanganku dan Sakura pun menerima tawaranku. Aku menyetel lagu Take Me To Your Heart – Michael Learns To Rock. Lalu kami berdua berdansa dibawah sinar rembulan.

AuthorPOV*

Lalu mereka berdua berdansa dibawah sinar rembulan. Tak disangka, sepasang mata jade melihat mereka dengan tatapan tak suka. Tangan si empunya itu ditinjukan ke pohon lalu pergi meninggalkan sepasang kekasih baru itu.