Embrio
Disclaimer : Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi
Rate : (nyerempet) M
Genre : Humor/Romance
Warning! Yaoi, OOC, typo, M-Preg, biologis, drabble, dll.
.
.
.
3. Bulan Kedua
Tok! Tok!
"Tunggu sebentar!" Kagami keluar dari kamarnya dengan kondisi yang masih berantakan. Oh ayolah, sekarang baru jam empat pagi. Ia masih butuh tidur. Dan siapapun yang sekarang sedang berada di depan pintu apartemennya benar-benar mengganggu tidurnya.
Masih dengan keadaan setengah terlelap, ia membuka pintu apartemennya. "Sia—"
"Selamat pagi, Kagami-kun."
"Kuroko?" mata Kagami langsung terbuka sepenuhnya. Rasa kantuknya hilang seketika. Ia menatap Kuroko lekat-lekat sejenak sampai tatapannya beralih ke koper besar di samping Kuroko. "Kau… jangan bilang kau mau tinggal di sini."
Kuroko mengangguk, "Sayangnya iya," ia menarik kopernya masuk meninggalkan Kagami.
Kagami masih terdiam mematung di ambang pintu. Seluruh tubuhnya kaku. Meskipun otaknya memerintahkan tubuhnya untuk bergerak, tubuhnya menolak untuk melakukannya. Jangan-jangan—
—ia terkena stroke.
Mungkin, sih. Dilihat dari makanan yang ia makan, ia memiliki potensi sangat besar terkena stroke. Tapi bukan berarti ia ingin. Ia sama sekali tak ingin. Ia tak ingin mati muda.
"Kagami-kun?" Kuroko yang kini sudah duduk di sofa hanya dapat memandang Kagami bingung. Yang dipanggil akhirnya berhasil menggerakkan lehernya.
"Y-ya, Kuroko?" meskipun gerakannya masuh patah-patah, Kagami tetap berusaha untuk bergerak. Setelah berhasil menutup pintu, Kagami berjalan ke arah sofa dan duduk di samping Kuroko.
"Kagami-kun baik-baik saja?" Kuroko memandang Kagami dengan tatapan khawatir (meskipun tatapannya terlihat tak berubah sedari tadi).
Kagami mengangguk. Ia bersyukur tubuhnya sudah bisa bergerak seperti biasa. Mulai sekarang ia berjanji untuk mengurangi asupan lemak jahat dan memakan makanan 4 sehat 5 sempurna.
Beberapa menit berlalu dan tak satupun dari mereka beranjak dari tempat mereka masing-masing. Keduanya sama-sama diam. Tak ada yang memulai pembicaraan. Mereka berdua terlalu sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
"Umm… Kuroko," setelah cukup lama terdiam, Kagami memutuskan untuk angkat bicara.
"Ada apa, Kagami-kun?" Kuroko memiringkan kepalanya sedikit, menatap Kagami penuh tanya.
"Kau tahu 'kan aku hanya punya satu kamar dan satu tempat tidur? Jadi… err…," ucap Kagami dengan wajah yang memerah.
"Kenapa? Bukannya kita pernah tidur bersama?" Kuroko berbicara layaknya hal itu adalah hal biasa.
Mereka memang pernah tidur bersama. Pertama dan terakhir kali Kagami tidur berdua dengan Kuroko, ia tak bisa menahan dirinya dan langsung 'melahap' Kuroko. Dan lihat saja sekarang, Kuroko hamil karenanya. Kagami tidak mau mengulang hal yang sama. Bisa-bisa Kuroko melahirkan bayi kembar fraternal yang umurnya berbeda dua bulan.
Oke, itu tidak mungkin terjadi.
"Terserah kau saja," Kagami tak tahu lagi harus berkata apa. Apapun yang ia katakan pasti akan disangkal oleh Kuroko. Yang jelas, ia harus benar-benar menahan dirinya selama Kuroko tinggal bersamanya.
.
.
.
Tsuzuku
.
.
.
A/N : Yang ini kayaknya lumayan panjang. Semoga kalian puas. Maaf buat update yang cukup lama. Saya sudah mulai sibuk belakangan ini. Tapi saya janji tetap melanjutkan fic ini sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Doakan saja saya ingat dan bisa meluangkan waktu untuk menulis.
Bagi yang bertanya apa itu Parkinson, Parkinson itu penyakit syaraf. Gejalanya tremor pada tangan, gerakan menjadi lambat, dan otot menjadi kaku. Kalau di soal-soal, biasanya yang kena orang yang umurnya di atas 60 tahun.
Makasih yang kemarin sudah menyempatkan diri untuk membaca dan mereview. Dan kalau masalah ceritanya kependekan, saya gak tau lagi mau diapain. Mohon dimaklumi. Saya memang tidak berniat membuat cerita ini menjadi panjang.
.
.
.
Balasan Review :
Lavender's Violin : Ini dimasukkin ke rate M buat jaga-jaga doing kok. Jangan berharap bakal ada apa-apanya ya.
shikitsu : Soal kata tremor itu menurut saya termasuk ke dalam Bahasa Indonesia juga. Semua buku IPA saya pakai kata tremor tanpa di-italic. Saya sebenarnya tidak percaya M-Preg. Tapi mungkin melihat ada laki-laki hamil itu menyenangkan /heh/. Makasih udah mau nunggu.
. : Sebenarnya ini format-nya drabble. Jadi isinya pendek.
kokochi : Dari awal saya sih pengennya bikin kayak gini. Maaf kalau terlalu pendek dan mengecewakan. Sayangnya saya sudah terlalu malas untuk mengubahnya lagi. /janganditiru/
Ryuuki Ukara : Maaf kalo ceritanya kependekan. Makasih udah mau suka sama cerita gaje kayak gini.
creau : Saya gak bohong kok. Saya rasa Anda yang bohong. Saya sudah menikah dengan Akashi secara sah. /abaikan/ Kalo lagi hamil kan gak boleh nikah dulu. Harus nunggu bayinya lahir baru boleh nikah. Gak usah buru-buru. Kan saya buat ini di tengah-tengah ujian. Kalo lagi stress ujian saya kadang bikin cerita gak jelas. Berhubung yang lain manggil saya 'Anon-san', panggil aja pake itu.
aoshouki : Maaf kalau pendek. Ini udah lanjut.
Hyorikazu : Biarin aja anaknya Kuroko banyak. Kan banyak anak, banyak rezeki. Kalau ngelanjutin sih saya bisa. Tapi kalau lebih panjang, gak bisa jamin.
Authorjelek : Makasih udah mau ngereview. Kalau udah pernah baca di sekolah, harusnya gak kena troll lagi dong. Kan udah tau.
DL-Akevi II : Kalau masalah pacaran atau enggak, tanya aja sama mereka. /gakbertanggungjawab/ Maaf saya gak bisa bikin kejadian 'itu'. Saya masih di bawah umur.
Seicchin : Makasih. Adegan ekstrim kayaknya gak bakal muncul. Kalau yang sedikit di bawah ekstrim mungkin muncul.
