Embrio

Disclaimer : Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi

Rate : (nyerempet) M

Genre : Humor/Romance

Warning! Yaoi, OOC, typo, M-Preg, biologis, drabble, garing banget, dll.

.

.

.

6. Bulan Kelima

"Ah," Kuroko merasakan sesuatu bergerak di dalam perutnya. Ia menggerakkan tangannya untuk mengusap perutnya pelan. Tangannya berhenti saat ia kembali merasakan adanya pergerakan. Kedua iris biru mudanya menatap Kagami yang sedang asyik menonton TV. "Kagami-kun."

"Hmm?" Kagami menjawab panggilan Kuroko dengan gumaman tak jelas. Ia sebenarnya sedang malas meladeni Kuroko. Film yang sedang ditontonnya terlalu seru untuk ditinggalkan.

"Kagami-kun?" panggil Kuroko sekali lagi. Ia sudah mulai kesal karena panggilannya sama sekali tak diacuhkan oleh Kagami.

Kagami tetap diam. pandangan kedua iris merahnya masih terfokus pada layar di depannya. Panggilan Kuroko bagai dipantulkan oleh daun telinganya. Panggilan tersebut bahkan tak memiliki kesempatan untuk sekedar meneruskan getarannya ke dalam telinga Kagami.

Kesal, Kuroko beranjak dari tempatnya, melangkah mendekati Kagami. Ia menepuk pundak Kagami demi mendapatkan perhatian sang calon ayah. Tapi sayangnya Kagami tak kunjung meresponnya.

Kuroko bukanlah tipe orang yang mudah menyerah. Ia kembali melangkahkan kakinya dan kali ini ia menghentikan langkahnya tepat di hadapan Kagami. Ia mencoba untuk menghalangi pandangan Kagami dari layar TV. Tapi Kagami juga bukan seseorang yang mudah menyerah. Ia menggeser posisi duduknya agar dapat menatap layar kembali.

Kuroko kembali mencari cara untuk mendapatkan perhatian Kagami. Ia menatap sekelilingnya untuk mencari remote TV. Pandangannya ia edarkan ke seluruh penjuru ruangan. Meja, sofa, karpet, di dekat TV, di mana pun, hasilnya nihil. Ia tak dapat menemukan remote TV. Tunggu—

—Kagami. Ia belum mencarinya di dekat Kagami. Betul saja, remote TVnya ada di sana. Di genggaman sang pemuda berambut merah. Kuroko tak mungkin merebutnya begitu saja. Genggamannya pasti kuat.

Ah—

Bagai ada lampu yang menyala terang yang muncul entah dari mana di atas kepala Kuroko.

matikan saja dari TVnya. Kalau perlu cabut saja kabelnya.

Kuroko mengangguk mengiyakan idenya sendiri. Ia melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah TV yang duduk manis di atas meja. Dengan sekali tekan pada tombol power, Kuroko berhasil mematikan TV tersebut.

"Kuroko, apa yang kau lakukan? Film-nya sedang seru-serunya," Kagami marah-marah tak jelas. Kuroko tak peduli dengan segala omelan tak jelas yang dilontarkan Kagami padanya. Ia tetap melangkah ke arah Kagami kemudian memposisikan dirinya di pangkuan Kagami.

"H-hei, apa yang kau lakukan?" ucap Kagami saat Kuroko menarik tangannya dan memposisikannya di perut Kuroko. Kagami bisa merasakan sesuatu yang bergerak di dalam sana. "Eh?"

"Kagami-kun harus jadi ayah yang baik dan memperhatikan anaknya. Jangan terus-terusan menonton TV," Kuroko mengangkat kepalanya menatap Kagami yang tetap saja lebih tinggi dari dirinya meskipun ia duduk di atas Kagami.

"Oh, jadi kau cemburu pada TV?" ucap Kagami sambil mengacak helaian baby blue milik Kuroko dengan gemas. Kagami sudah tidak peduli dengan film yang sedang ditontonnya lagi. Toh ia bisa membeli DVDnya nanti. Tidak punya uang? Beli saja yang bajakan atau download menggunakan wi-fi gratis milik tetangga. Itu masalah mudah.

.

.

.

Tsuzuku

.

.

.

A/N : Lama ya? Saya kebanyakan nonton anime sampai mabok jadi susah dapet ide. Ditambah lagi akhir-akhir ini internetnya suka ngadat. Ah, jadi curcol.

Makasih yang udah nge-review, fav, sama follow. Yang login review-nya saya bales lewat PM, yang gak login saya bales di bawah ini.

Berhubung besok udah mulai daftar sekolah, saya minta doanya lagi. Nilai saya agak horor soalnya. Maaf kalo saya kebanyakan minta doa. Saya doain kalian yang baru lulus bisa dapet sekolah yang diinginkan. Amin.

.

.

.

Balasan review :

tanpanama : Makasih review-nya. ^^ Sudah saya lanjutkan.

Mary chan : Sama-sama. Makasih review-nya ya. ^^