Embrio

Disclaimer : Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi

Rate : (nyerempet) M

Genre : Humor/Romance

Warning! Yaoi, OOC, typo, M-Preg, garing banget, dll.

.

.

.

9. Bulan Kedelapan

Kagami dan Kuroko duduk bersisian di sofa ruang TV, namun tak ada interaksi sedikit pun di antara keduanya. Mereka sama-sama sibuk dengan benda yang mereka pegang—Kagami dengan ponselnya dan Kuroko dengan sebuah buku kecil.

TV berlayar besar dan tipis di hadapan mereka dibiarkan menyala. Mungkin hanya sekedar untuk mengisi kesunyian.

"Semua di rumah tapi asyik sendiri—"

Kagami langsung mengambil remote dan menekan tombol power. Sial, ia merasa iklan tadi mengejeknya.

"Sudah dapat?" Kagami melirik ke arah Kuroko dari ujung matanya. Ia mengistirahatkan dirinya sejenak dengan meregangkan otot-otot tubuhnya. Ia menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa dan meletakkan ponselnya dalam posisi layar terkunci di sampingnya.

Tatapan mata Kuroko tak kunjung terlepas dari barisan kata-kata yang tercetak dengan tinta hitam di bukunya. Mulutnya bergumam pelan sebelum menjawab, "Belum."

Kagami mengacak surai bak api membaranya frustasi. Memilih nama yang bagus untuk anaknya kelak tak semudah yang ia bayangkan. Jangankan untuk anak-anaknya yang diramalkan banyak, satupun ia belum dapat.

"Harusnya Kagami-kun sudah mendapatkan namanya. Kupikir kakek Kagami-kun tahu segalanya," Kuroko menutup buku berjudul '1001 nama bayi populer' dan menyandarkan tubuhnya di lengan kekar Kagami.

"Hah? Siapa? Mbah Gugel?" Kagami menatap Kuroko tak percaya. "Bahkan anak TK pun tahu kalau itu search engine."

"Aku pernah dengar kalau memilih nama adalah hal yang menyenangkan bagi orang tua. Ternyata ini lebih sulit dari yang kubanyangkan," Kuroko menghela napas.

Kagami kembali mengambil ponselnya dan kembali mencari. Matanya tertuju pada satu artikel yang entah mengapa menarik perhatiannya. "Menggabungkan nama kedua orang tua? Mengapa kita tidak mencobanya?"

Kuroko memandang Kagami dengan tatapan tertarik, dengan caranya sendiri tentu saja. Namun tak lama kemudian ekspresinya mengeras. "Tapi aku tak mau ada kata Tai di nama anak kita. Terdengar menjijikkan."

"Apa salahnya dengan Tai? Aku juga tak mau kalau anak kita memiliki Tetsu di namanya. Nanti hatinya sekeras besi. Bahkan ekspresimu itu terlalu keras," Kagami tentu saja kesal namanya yang menurutnya keren diejek begitu saja tanpa alasan yang jelas.

"Kagami-kun tenang saja. Aku akan membiarkan anak kita bernama Kagami," ucap Kuroko pelan. Wajahnya yang mulai memerah ia sembunyikan di balik buku kecilnya. "Dengan satu syarat."

"Itu sudah jelas, kan? Untuk apa ada syarat?"

"Kagami-kun harus bertanggung jawab," Kuroko menggembungkan pipinya. "Setelah ini kita harus menikah."

.

.

.

Tsuzuku

.

.

.

A/N:Sesuai janji ini update lebih cepat daripada chapter sebelumnya, meskipun ini juga termasuk lama sekali. Tapi lebih baik saya update sekarang daripada nanti semakin banyak masalah yang menghambat. Semoga gak pada kabur gara-gara kelamaan, heheh. Sebentar lagi akhirnya anak mereka akan lahir dan hutang saya lunas.

.

.

.

Balasan review:

Aoki: Gapapa kok, yang penting review, hehe. Silakan dinikmati kelanjutannya.

Network Error: Pengen banget ngeksis sih. :p Tenang aja, ada kok orang yang melahirkan anak kembar sebelas.

yuzuru: Karena Akashi belum pernah hamil, maka saya membuatnya hamil biar greget. XD

lemonade: Sudah. ^^

hyorikazu: Gak usah dibayangin, lihat saja kelanjutannya. ;)

MichaOtakuRaCha: Tergantung sama yang bikin anaknya. Saya tidak punya kuasa atas itu. =))

Hikage Natsuhimiko: Yang jelas anaknya banyak, itu masih rahasia perusahaan. Makasih semangatnya. ' ')9