I Can't Leaving You
[Capter 3]

Disclaimer : This story is mine. Dan para tokoh didalam sini hanya milik TUHAN!

Title : I Can't Leaving You!

Cast : Kim Kibum | Choi Siwon | Lee Donghae| Other Cast, See and Wait ^^

PG : +15

Genre : TG, Chapter, Romance (?), Angst (?) And whatever you think.

Siwon POV

Aku terdiam tanpa kata, aku bahkan tidak dapat menggerakkan bibirku. Mataku juga enggan berkedip tatkala ayahku tengah berbicara serius dihadapanku.

Sebelumnya ayah memintaku datang kekantornya hari ini, oh tuhan maafkan aku karena telah meninggalkan Kibum dirumah sakit. Aku terpaksa, ayahku ingin membicarakan hal penting, begitu pesannya saat ia menelfonku.

"Siwon-ah…"

Suara berat itu menginterupsiku, aku mengerjapkan mata dan tersadar.

"kau mengerti apa yang aku ucapkan, kan? Dan kau tahu kalau kau tidak bisa menolak keputusanku." Ujarnya lagi, aku menunduk menahan sesak yang mulai merangkak menggerayangi ronga dadaku. Dan perlaha air mataku mengalir.

"tidak bisakah kau menunggu Kibum sadar, abeoji? Aku mohon, aku hanya ingin menikah dengannya. Aku hanya mencintai Kibum. Kumohon."

Terdengar ayahku tengah menghela nafasnya, ia telah bersikap lembut selama beberapa manit tadi. Kurasa ia menahannya, dan mengerti tentang kondisiku. Namun sekarang, sepertinya ia akan bersikap seperti biasanya, seorang ayah yang penuntut dan tidak bisa dibantah.

"Choi Siwon!" geramnya dengan nada yang mulai meninggi. Benar kan.

"kau tahu bahwa kabar pernikahanmu sudah terdengar ke semua teman-teman bisnisku. Betama terhinanya aku jika mereka mengetahui kalau anakku tidak jadi menikah karena calon menantuku tengah terbaring koma saat ini. Bisa kau bayangkan Siwon-ah?!"

Aku menatap ayahku geram.

"Abeoji! Kibum akan segera bangun!"

"kapan!?" ayah memotong ucapanku cepat. "apa kau bisa memastikannya?"

Aku bungkam tak percaya, ayahku sendiri berbicara seperti itu kepadaku. Dimana perasaannya sebagai seorang ayah!?

"kau tidak bisa memastikannya kan?" ia menatapku intens kemudian menarik nafasnya lagi lalu menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi kebesarannya.

"jemput calon pengantinmu di bandara, besok pagi. Dan jangan coba-coba untuk bertindak bodoh Siwon-ah!"

Ayah menutup pembicarannya dengan diriku yang masih terdiam pasrah. Aku tahu aku pengecut, dan bahkan aku seorang brengsek yang akan menikah dengan wanita lain disaat kekasihku terbaring lemah diranjang pesakitan. Kibum-ah..

Author POV

Wanita paruh baya -yang masih terlihat muda- itu menatap sang putri yang masih menutup matanya. Ia menyeka air matanya yang bahkan terus keluar, menatap putrinya tak berdaya sungguh membuat jiwanya teriris.

"aigoo~ putriku. Tidakkah kau lelah dua hari ini tertidur terus. Apa kau tidak merindukan eomma, hm?" kim Heechul mengelus tangan Kibum, tubuhnya mulai bergetar dan menangis lagi.

"Kibum-ah…. Kibum-ah…" ia menangis memanggil-manggil nama putrinya. Dan pada saat itu pintu ruangan terbuka.

"Yeobo!" Kim Hankyung buru-buru menghampiri istrerinya, ia memeluk erat sang isteri yang mulai histeris –lagi- menangis.

"aigoo~ sudah kubilang kau tidak boleh seperti ini. Putri kita akan baik-baik saja." Ia mengelus bahu Heechul, memberinya ketenangan dan kehangatan.

Keduanya begitu terpukul ketika putri satu-satunya mengalami kecelakaan yang begitu membuat orang-orang yang menyayanginya terlihat menyedihkan atas kejadian tersebut.

Sementara dibalik pintu ruangan, Siwon terdiam setelah mendengar tangisan Kim Heechul. Sungguh itu sangat membuatnya merasa bersalah mengingat sikap ayahnya padanya dan Kibum yang benar-benar tidak memiliki perasaan. Begitu kejam. Dan besok, calon isteri penggantinya akan datang? Ia harap semoga besok ia mati saja.

Keesokan harinya…

09.00 a.m(KST)
Incheon Airpot

Gadis itu manaikkan kaca mata hitamnya, berjalan dengan begitu sempurna menggunakan baju terusan sejengkal diatas yang begitu pas ditubuh rampingnya. Tangannya menggeret koper besar dibelakangnya, rambutnya terurai tertiup angin, begitu seksi dengan lipstick oranye yang menghiasi bibirnya. Suara sepatunya terdengar begitu tegas menghentak lantai.

Ia berdiri ditengah keramaian menatap kesekeliling mencari seseorang yang mungkin membawa papan nama bertuliskan namanya. Namun nihil, ia tidak melihatnya sama sekali.

Ia menyilangkan kedua tangannya, sambil sesekali menghela nafasnya sebal. Ayahnya bilang, ia akan dijemput oleh calon suaminya.

Suami? Ia bahkan mual membayangkannya. Oh apakah tidak ada hal konyol lain selain perjodohan, itu yang terus ia keluhkan saat perjalanan.

"permisi." Gadis itu terhentak ketika sebuah tangan menepuk bahunya, ia reflek membalik tubuhnya, melihat sosok itu.

"apa kau Lee Eunhyuk?"

Gadis itu menurunkan kacamanya, mengintip dari balik kaca hitam itu. Menilai seorang pria dihapannya dari kaki hingga kepala.

Untuk ukuran seorang pria, dia begitu tinggi. Lumayan. Dia.. calon suamiku?. Ucapnya dalam hati.

Sementara di rumah sakit, pintu ruangan Kibum terbuka. Masih sama seperti sebelumnya, Kibum belum ada perkembangan. Sosok itu menghampiri Kibum, mendekatinya dengan langkah yang pelan hingga tangannya kini terulur menyentuh wajah gadis itu dan turun hinga menyentuh alat pernafasan Kibum. Entah apa maksud dari sosok itu, yang jelas kini dia tengah menatap kibum dengan tangan yang masih berada di alat pernafasan Kibum yang menempel menutupi hidung dan bibirnya.

To Be Continue…

aku comeback setelah begitu lama menghilang,
hanya melanjutkan FF SIBUM ku yang belum kelar.
untuk awal comeback, sedikit aja kali ya gak bisa banyak2 kkk~

see ya~~