Bleach © Tite Kubo

.

.

.

Warning: Bahasa berantakan, OOC, mungkin ada beberapa typo─karena author ga check ulang, bahasa inggris yang mungkin berat(?)

.

.

.

RnR

.

.

.

"Bagaimana, Ichigo?" tanya Grimmjow langsung.

"Bagaimana apanya?" tanya Ichigo heran.

"Kuchiki Rukiaaa~" Grimmjow meninggikan nadanya seraya menampakkan wajah mesumnya.

"Melelahkan,"

"Eh? Memangnya kenapa? It's impossible for you to be rejected, right?" akhirnya Renji yang sedari tadi hanya mendengarkan mulai angkat bicara.

"That's my line, you idiot," seru Ichigo kesal.

"Memangnya sesusah itu ya, menaklukan Kuchiki Rukia?" Tanya Grimmjow heran seraya mengelus dagunya seolah sedang berpikir.

"You'll see that," gumam Ichigo pasrah.

.

.

.

XxXxXxXxX

.

.

.

"Kuchiki-san! Bagaimana Kurosaki-kun?" tanya Inoue antusias. Bahkan beberapa siswa dikelas Rukia─kelas 2-3─menoleh kearah mereka berdua.

"Bagaimana Kurosaki? Untuk apa kau menanyakan itu, Inoue? Aku sudah lelah dengan laki-laki itu," jawab Rukia memutar bola matanya bosan.

"Eeh? Kenapa kau dingin begitu, Kuchiki-san?" Inoue berpura-pura cemberut dengan sedikit memajukan bibirnya. Rukia hanya tersenyum tipis. Inoue memang manis dan cantik. Hanya dengan tersenyum manis pun semua laki-laki akan jatuh hati padanya.

"Say, Inoue. Apa yang menarik dariku?" tanya Rukia sambil menatap Inoue serius.

"Hmm… Kalau yang kulihat sih… Kuchiki-san itu imut, mungil, manis dan walaupun Kuchiki-san tomboy, para siswa pun takkan bisa menolak pesonamu~" jelas Inoue sambil tersenyum girang.

"Jangan mengada-ada, Inoue. Jelas kau jauh lebih manis dariku,"

"Kamu juga, Kuchiki-san~ Jangan merendah seperti itu! Yang kukatakan itu apa adanya kok!"

"Aku masih tak percaya kalau Kurosaki Ichigo ingin serius denganku,"

"Dia memang playboy, tapi mungkin saja kan kalau dia ingin serius denganmu?"

"It's impossible, Inoue. I think there's something behind this all," seringai Rukia. "And I'll find out no matter what,"

.

.

.

XxXxXxXxX

.

.

.

"Kau jadi mempermainkan Kuchiki Rukia?" seringai Grimmjow sambil membalikkan kursi didepan meja Ichigo hingga menghadap Ichigo.

"Of course I'll do it," balas Ichigo santai. "Ah, kau ada informasi tentangnya?"

"Hmm… Yang aku dengar sih, katanya dia anak yang rajin dan cukup berprestasi. Lalu dia memiliki trauma terhadap cinta akibat mantan kekasihnya itu,"

"Siapa namanya?" tanya Ichigo mulai tertarik.

"Hisagi Shuuhei. Dia dikeluarkan dari sekolah ini setahun yang lalu karena dia─" Grimmjow terlihat ragu tetapi ia kembali melanjutkan kalimatnya yang ia potong tadi. "─menghamili seorang siswi,"

"Apa? Kau serius? Dia benar-benar hebat, Grimm," seringai Ichigo. "Tak kusangka kisah cinta si midget itu begitu menyakitkan,"

"Heh! Bersyukurlah kau masih belum melebihi batas, Ichigo!" seru Renji yang sedari tadi hanya duduk diam disebelah meja Ichigo dan menjadi penonton mulai mengeluarkan apa yang ada dipikirannya.

"Urusai! Walau aku seorang playboy, tapi aku masih ingat batasanku,"

"Yang penting sekarang, kau hanya perlu menaklukan gadis itu saja. Tak perlu memikirkan kisah cintanya!" ingat Grimmjow.

"By the way, how long you'll gonna be her boyfriend, playboy?" seringai Renji sambil menopang dagunya dengan sebelah tangannya.

"Well, mungkin kurang lebih seminggu,"

"What? Are serious, bro? Itu cukup lama untukmu! Bukankah biasanya maksimal empat hari?" kaget Renji.

"Special for her. Karena ia gadis pertama yang bisa menolakku," seringai Ichigo.

Mereka tengah asyik berbincang mengenai Rukia tanpa menyadari bahwa… Kuchiki Rukia tengah mendengarkan percakapan mereka dari awal.

"Aku tahu sekarang. What an idiot playboy!" seringai Rukia penuh kemenangan.

.

,

,

XxXxXxXxX

.

.

.

"Bisa kau bayangkan, Inoue? Dia bilang akan rela berhubungan denganku selama seminggu hanya karena aku membenci laki-laki brengsek itu! Membayangkan aku berpacaran dengannya saja sudah membuatku mual!" Rukia menceritakan segalanya pada Inoue. Inoue Orihime memang sahabat terdekatnya. Bahkan lebih dekat dari saudaranya sendiri.

"Dia benar-benar playboy. Aku salah menerimanya waktu itu." sesal Inoue. "Kau sabar saja ya, Kuchiki-san!"

"Aku sudah─"

Ucapan Rukia terpotong karena panggilan seseorang dan suara itu yang membuat Rukia sangat jengkel.

"Kuchiki! Aku mencarimu!" panggil Ichigo sambil berlari menyusuri koridor kantin menuju meja Rukia dan Inoue berada.

"Argh! Apa lagi, Kurosaki?"

"Aku mau mengajakmu makan malam. Bagaimana?" ajak Ichigo. Walaupun ia seperti sedang mengajak, tapi nada bicaranya seperti sedang memaksa.

"Aku tidak mau," tolak Rukia mentah-mentah.

"Kuchiki~ Ayolah~" bujuk Ichigo dengan suara manja.

"Aku pergi dulu ya, Kuchiki-san~" Inoue pergi. Rukia menghela napasnya dan menghadap kearah Ichigo.

"Aku tidak menyukaimu, playboy!" bentak Rukia hingga mengundang perhatian beberapa siswa-siswi yang berada di sekitar.

"Kejam~" rengek Ichigo manja.

"Oke, aku mau muntah," sindir Rukia ketus.

"Kuchiki~ Kutunggu kau di depan gerbang sekolah sepulang sekolah nanti─" saat Rukia ingin memotong, Ichigo kembali melanjutkan kalimatnya. "─dan tidak ada kalimat penolakan,"

'Idiot, aku bisa kabur sepulang sekolah nanti. Is he always this stupid?' batin Rukia bingung.

"I know what are you thinking, midget. Jangan coba-coba kabur sepulang sekolah nanti!" ancam Ichigo seraya menampakkan seringaiannya.

Rukia menelan ludahnya. Entah kenapa ia merasa takut dengan Ichigo kali ini. Biasanya ia sangat berani menghadapi si idiot playboy ini.

"Oke! Untuk kali ini aku akan mengalah! Asal kau janji tidak akan berbuat apa-apa!" Rukia mengalah. Ichigo tampak senang dengan senyuman tipisnya.

"I'll take my leave, then. See you later, my princess," seringai Ichigo seraya mengecup punggung tangan Rukia.

"Sampai jumpa, Kurosaki Rukia," bisik Ichigo nakal sebelum berlari meninggalkan Rukia yang masih terpaku.

"NAMAKU BUKAN KUROSAKI RUKIA! DASAR PLAYBOY!" teriak Rukia emosi.

"We'll see that later, my princess!"

.

.

.

XxXxXxXxX

.

.

.

"Bagaimana, my princess?" tanya Ichigo seraya mengerling nakal kepada Rukia yang tengah duduk didepannya.

Rukia hanya diam dan menopang dagunya dengan tangan kirinya. Matanya memutar bosan. "Kau sengaja menyiapkan ini? Tidakkah kau sayang uangmu?"

"Uang tidaklah sepenting dirimu, my princess~" rayu Ichigo. Rukia tersenyum meremehkan. "Gombal,"

"Hey, don't be like that, my princess. Aku serius menyayangimu, kau tahu?" Ichigo segera menarik tangan kanan Rukia yang berada diatas meja dan mengecupnya.

"Aku tahu segalanya, playboy! Ini semua─" omongan Rukia terpotong karena omongan seseorang dibelakangnya.

"Dapat gebetan baru, eh, Rukia?" sindir orang dibelakang Rukia itu.

"Hi-Hisagi Shuuhei?" kaget Rukia. Ichigo yang sudah mengetahui tentang Hisagi Shuuhei hanya menyiritkan alisnya.

"Setelah aku, kau memilihnya?" sindir Hisagi ketus.

"Apa maumu, brengsek?" tanya Rukia mulai emosi.

"I wanna be your boyfriend again," pinta Hisagi.

"Apa?" tanya Rukia memastikan pendengarannya tidak salah.

"Kumohon, berikan aku satu kesempatan lagi,"

"Kau berbicara seolah dia single, tuan Hisagi," Ichigo mulai angkat bicara.

"Tak mungkin ia mau dengan laki-laki sepertimu, orange!"

"Aku ini pacarnya!" seru Ichigo menyeringai.

"Stop! Kita selesaikan ini sekarang juga! Hisagi, aku menolak tawaranmu! Don't you believe? Aku benar-benar kekasihnya!" seru Rukia menyeringai. Mereka tak perlu malu atau menjadi perhatian orang-orang karena direstoran tersebut hanya ada mereka bertiga. Ichigo telah menyewa seluruh restoran ini khusus untuk makan malam dengan Rukia. Bahkan ia membelikan Rukia sebuah gaun yang indah dan cocok dengan kulitnya yang putih, violet.

"Pelayan, sebaiknya anda jangan ganggu kencan kami kalau anda masih ingin kerja disini!" ancam Ichigo sekaligus menyindir Hisagi karena Hisagi memang memakai pakaian pelayan restoran itu.

"Diam kau, orange! Aku masih belum percaya kalau laki-laki sepertimu bisa mendapatkan hati Rukia. Bukankah hatinya sudah tertutup?" ejek Hisagi tajam. Tak lama, sebuah tamparan menghampiri wajahnya. Rukia menamparnya.

"Diam kau! Apa yang kau tahu tentang aku? Kau hanya memikirkan dirimu sendiri! Egois!" bentak Rukia kesal.

"Ku tegaskan sekali lagi! Aku kekasih laki-laki ini dan kau tak bisa menghalangiku!" lanjut Rukia seraya memeluk lengan Ichigo erat.

"Proof it!" tantang Hisagi.

"Buktikan kalau kalian memang pacaran!" lanjut Hisagi yang membuat mata Rukia membelalak. Tapi berbeda dengan gadis mungil yang tengah panik disebelahnya, Ichigo malah tersenyum menyeringai mendengar tantangan Hisagi.

"I-Itu… A-Aku… Ichigo… Kami─" ucapan Ichigo memotong kalimat Rukia yang sudah salah tingkah dan malu. "Menarik," seringai Ichigo.

Sebelum Hisagi ataupun Rukia sempat berkata-kata, Ichigo sudah mengunci bibir Rukia dengan bibirnya. Rukia yang tiba-tiba diperlakukan seperti itu─tentu saja─hanya bisa membelalakkan matanya. Hisagi pun hanya bisa diam terpaku menyaksikan kedua insan yang tengah berciuman dengan mesranya.

Sekitar lima menit kemudian, Ichigo melepaskan ciumannya dan menyeringai. "Kau puas, pelayan Hisagi?"

"Tch, lihat saja! Aku tetap akan merebut Rukia darimu, orange!" ancam Hisagi sebelum meninggalkan mereka berdua.

"Dia takkan bisa berpaling dariku," tantang Ichigo kepada Hisagi sebelum Hisagi memasuki dapur restoran.

"A-Apa yang kau lakukan, brengseeeeek! I-Itu…" Rukia menggantungkan kata-katanya karena gugup dan mulai salah tingkah. Bersyukurlah pada dinding kedap suara yang mengelilingi mereka sehingga suara mereka tidak mencapai dapur─dan acting mereka terbongkar oleh Hisagi.

"Ciuman pertamamu, eh?" tebak Ichigo tanpa menghilangkan seringaiannya. Rukia hanya tersentak kaget karena tebakan Ichigo yang tepat.

"Argh! Se-Setidaknya Hisagi sudah percaya kalau kita… se-sepasang kekasih," Rukia kembali berbicara─walaupun nada bicaranya masih gugup.

Seringaian Ichigo semakin melebar dan ia segera menundukkan kepalanya─agar dapat berbisik di telinga gadis manis di depannya ini─dan tangan kirinya mengelus bibir Rukia yang sedikit terbuka. "Bibirmu sungguh nikmat, kau tahu?"

Wajah Rukia kembali memerah karena mendengar kalimat Ichigo yang terkesan… mesum!

"Di-Diam kau, playboy!"

"Lalu, bagaimana dengan hubungan kita sekarang? Kau menerima tawaranku untuk jadi kekasihmu?" bisik Ichigo mesra. Tangan kanannya ia gunakan untuk memeluk pinggang Rukia erat, sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk mengelus pipi kanan Rukia yang semakin memerah.

"…"

"Aku menunggumu, sayang~" goda Ichigo.

"Ba-Baiklah. Aku menerima tawaranmu," jawab Rukia dengan nada yang sangat pelan tapi masih terdengar oleh Ichigo karena kepalanya tengah ia benamkan di leher Rukia yang putih.

"Perfect answer. Let me reward you, my princess…" bisik Ichigo mesra yang membuat gadis mungil dipelukkannya ini mengeluarkan semburat merah di wajahnya yang manis. Tapi tanpa diberi kesempatan berpikir, dengan segera ia mencium gadis yang tengah ia peluk itu. Tentu saja Rukia membelalakkan matanya dan berusaha mendorong Ichigo menjauh. Tapi sayangnya, kekuatan Ichigo terlalu besar untuknya.

"You're mine, my princess," bisik Ichigo pelan setelah melepaskan ciumannya. Tetapi bibirnya masih tepat didepan Rukia. Dengan posisi seperti itu, kapan saja mereka dapat mengulangi tautan manis yang belum lama terjadi.

-TBC-

Wahahahahahaha~ *datang dengan santainya*

Gimana? Gimana? Udah ada kissunya kan~? xD

Jujur, aku pengen ngakak waktu Ichigo bilang, "Uang tidaklah sepenting dirimu, my princess~" rasanya jadi inget fic Searaki Icchy yang di The Last Third~ *promosi*

Maaf ya, Icchy-nee~ Imouto bejadmu ini seenaknya masukin namamu tanpa izin(?) –o-"

Bai de wei, gimana nih tanggapan minna-sama? Makin aneh atau makin ga nyambung? Hiksu~ T^T

Tuangkan semuanya di kotak review ya~ Hohohohohoho~ *plak*

Review box (untuk yg ga log-in):

ika-chan:

Ohohohoho~ itu akan ada, tapi nanti~ tenang saja~ Thanks for review~ Wanna RnR again? :3

Rukia Kurosaki Ichigo:

Makasih~ Makasih~ Maaf ya~ *kluk~* ini udah coba kuperpanjang~ maaf kalau masih pendek~ Thanks for review~ Wanna RnR again? :D

kokota:

Ini udah update~ Thanks reviewnya yah~ Wanna RnR again? xD

Chamber:

Atas nama IchiRuki, saya ucapkan terima kasih~ *ditabok Tite Kubo* ini udah update~ Thanks reviewnya yah~ Wanna RnR again? x3

Taviabeta-Primavera:

Aduuh~ iya lah~ authornya aja ga kuat~ *ga yang nanya* ini udah review~ Thanks for reviewnya yah~ Wanna RnR again?

Untuk yang log-in, balesannya udah menunggu di PM kalian masing-masing~ Thanks for you all~

Thanks for:

Twingwing RuRaKe

Ika-chan

Searaki Icchy

CloudyStrife Hiru15

Nakamura Chiaki

Rukia Kurosaki Ichigo

nenk rukiakate

kokota

Chamber

currio cherry

Kyucchi

Taviabeta-Primavera

Juga para readers yang ga mereview~

Then, last words,

Arigatou gozaimasu & review please~