für elise
disclaimer
hetalia series © himaruya hidekazu
fanfiction © pindanglicious
saya tidak mengambil sedikit pun keuntungan dari pembuatan karya ini.
warning: human names / au / drabble / fictogemino
sum: pagi itu roderich mengawali harinya seperti biasa. bermain piano untuk membawakan musik klasik, dan menyambut hangat ratunya tercinta.
"Ah, selamat pagi, Roderich …"
Elizaveta melempar seuntai sapa yang nyaris dilupa, lengkap dengan kuluman senyum manis yang terpatri di wajah ayunya, mengawali paginya yang biasa.
Alunan melodi Für Elise yang dibawakan Roderich pagi ini merengkuhnya dari geliat kegundahan.
Musik klasik populer gubahan Beethoven itu kerap dimainkan oleh sang aristokrat berdarah Austria tersebut. Setiap waktu. Berulang-ulang, dalam tempo tak menentu. Dan Elizaveta tak pernah bosan mendengarnya. Elizaveta tak pernah bosan memerhatikan jemari lentik suaminya yang bergerak piawai memainkan tuts piano. Ia tak pernah bosan mendengar denting piano yang membawa kesejukan dalam kalbunya.
"Permainanmu indah seperti biasanya," ungkap Elizaveta, jujur. Matanya tak akan bersirat takjub kalau ia berbohong.
Wanita berdarah Hongaria tersebut menghampiri sang pianis andal, menikmati permainan melodi klasikalnya agar lebih khidmat didengar. Tangan anggunnya bergerak menyematkan anak rambut ke belakang telinga.
"Aku tak pernah bosan mendengar melodi Für Elise yang kamu mainkan setiap hari."
Roderich menjeda permainan pianonya sejenak untuk sekadar menatap kedua netra istrinya yang sehijau rumput di padang tempatnya dulu bermain dan menikmati sepoi angin. Ia melanjutkannya kemudian setelah meninggalkan seulas senyum yang sangat tipis.
"Selamat pagi, Eliza." Sapanya singkat. Elizaveta tertawa kecil.
Pagi itu Roderich mengawali harinya seperti biasa. Bermain piano untuk membawakan musik klasik, dan menyambut hangat ratunya tercinta.
.
fin
