Vocaloid (c) Yamaha

Enjoy

Nama, merek, titel dll yang disebutkan di sini bukan milik saya—

.

.


Tak ada yang namanya cinta sejati. Itu yang Lily percayai.

Namun...

... kenapa pria ini bersikeras bahwa cinta sejati itu ada? Konyol, pikir Lily.

Pria itu tidak spesial. Lily akui, wajahnya tampan mirip para seleb Hollywood, dan rambut ungu panjangnya selalu tampak halus dan lembut bagai habis di-shampoo setiap hari.

Tapi, hei. Apa dia harus percaya omong kosong yang dikatakan teman kerjanya itu?

"Lily-san~"

Ah, pria itu datang. Pekerjaan Lily terganggu lagi, pasti.

"... Apa?" oh, Lily. Kau dingin sekali.

"Eh~ aku hanya menyapa, kok!"

"Jangan membuang waktuku dengan sapaanmu itu, Kamui. Pergilah."

Greek.

Lily menaikkan sebelah alisnya saat pria yang ia panggil Kamui itu menarik kursi di sebelahnya, lalu mulai memandangi wanita berambut pirang itu.

"Bukankah kau punya pekerjaan yang harus kau selesaikan, Kamui?" tanya Lily heran.

"Oh, aku baru menyelesaikan pekerjaanku," pria itu menjawab seraya tersenyum.

"Ini baru awal hari, Kamui. Kita bahkan baru memulai pekerjaan kantor sekitar..."—lirikan ke arah jam dinding—"... tiga puluh menit yang lalu,"

"Oh, aku sudah datang sebelum kita mulai kerja, dan menyelesaikan dokumenku,"

"Oh, kau rajin juga rupanya."

Hening.

Lily bekerja, Kamui—yang bernama asli Gakupo Kamui—memerhatikannya. Lily mungkin agak terganggu karena tak dapat terlalu leluasa bergerak, diakibatkan oleh pria berwajah model profesional di sebelahnya. Tetapi, Lily tidak terlalu keberatan.

Tak terlalu dekat bukan berarti tak suka. Itu prinsip Lily.

"Hei," Gakupo memecah keheningan "Nikah yuk."

"Uhuk-uhuk!"

Lily tersedak air yang tengah diminumnya, lalu memandang Gakupo aneh "... Apa kau bilang?" tanyanya.

"Aku bilang, ayo nikah," Gakupo menatapnya serius "... nggak mau, ya?"

Ah, entah kenapa Lily merasa agak sedih mendengarnya. Ia menatap balik Gakupo "Maaf, Kamui. Kita tidak kenal dekat,"

Gakupo mengangkat sebelah alisnya "Kita bisa mengenal setelah menikah,"

"Apa? Oh, tidak, tidak—" mata Lily melebar "—tidak, tidak perlu. Maaf, Kamui, aku menolak."

"Tapi—" Gakupo berhenti saat melihat tatapan Lily. Tak ada yang perlu kita bicarakan, tatapan wanita itu berkata.

"Kumohon," Gakupo berbisik lirih "Aku bukan pria itu. Aku tidak akan menceraikan, bahkan aku tak akan meninggalkanmu seperti dia. Beri aku kesempatan, Lily."

Keduanya terdiam.

Sesaat, Lily merasa bahwa cinta sejati itu benar-benar ada.

Mungkin untuk hari ini, esok, juga untuk hari-hari setelahnya... Lily dapat belajar untuk percaya akan cinta sejati.

"Aku mungkin tak bisa menjadi isterimu sekarang, Kamui... namun, kumohon, ajari aku cara untuk mencintaimu seperti engkau mencintaiku..."

Pirang bertemu ungu. Senyum bertemu senyum. Pria yang tepat bertemu dengan wanita yang tepat.

Untuk hari ini, juga seterusnya. Mereka akan melengkapi satu sama lain.


[End]


[A/N]

GakuLily. Crack abis :'33

Lily ceritanya janda muda(?), punya anak, dan ditinggal mantan suaminya abis cerai. Gakupo kenal sama mantan suaminya Lily, dan suka sama Lily. Yaa kronologisnya gitu lah :'3#gaje

Saya minta maaf atas segala kekurangan fict ini. Feel free to left review and/or flame, it makes me happy. Please don't be silent reader :))