THIS STORY BELONGS TO SLEEPLESSBEAUTY9
DO NOT RE-UPLOAD THE TRANSLATION
The EXOtic Dancer
Chapter 1: Hit The Strip Club
"Chanyeol, you need to fuck something."
Chanyeol mengalihkan wajahnya dari majalah yang dibacanya, menatap kaget pada pria berambut blonde yang baru saja mengeluarkan komentarnya
"Maksudmu?"
"Hanya sekedar bicara," Kris mengangkat bahu sambil meraih rokok di saku belakangnya
"Kau belum melakukan apapun sejak pria mainanmu yang baru membuangmu."
"Itu terjadi seminggu yang lalu." Ia berdiri dari lantai kamar membela dirinya sendiri.
"Menurutku, kau butuh hal baru." Kris menempatkan rokok di mulut dan menyalakannya.
Chanyeol memutar mata pada roomate-nya "No, Aku tidak butuh hal baru."
"Seriously, Kris" Kyungsoo memulai. "Dia bukan dirimu." Ia menempatkan tangannya di bahu Chanyeol dari belakang.
"He's not a player, he's a lover."
Kris mengejek "Dan lihat apa yang didapatnya dari cinta? Terbuang. Tidak ada yang salah dengan menjadi player"
"Ya, tentu saja ada."
"Kau mungkin hanya marah karena aku mendapatkan lebih banyak pria daripada kau" Kris menghirup tembakau itu hingga memenuhi paru-parunya, dan meniup asap yang tersisa ke wajah Kyungsoo.
"Tetap tidak merubah fakta bahwa dia harus segera move on."
Kyungsoo tersedak dan mengibaskan tangannya untuk mengusir asap dari wajahnya "Sial, itu menjijikkan."
"Kris benar." Sehun berbicara dengan posisi terbaring diatas kasur Chanyeol. Ia lalu duduk dan menyilakan kakinya. "Kau tidak akan pernah bisa move on hanya dengan bermuram durja. Having sex dengan seseorang akan membantumu."
Kris menatap balik Sehun. "Terima kasih sudah melihat dari sudut pandangku." Mereka saling ber-high five ria.
Chanyeol menunjuk rokok milik Kris "Fine, kau punya ide bagus?" Ia menghisap rokok tadi.
"Kau harus pergi ke klub strip." Kris mengatakannya dengan sangat biasa.
Kyungsoo memutar matanya hingga matanya hampir keluar dari kepalanya "Apa kau sedang bercanda?" ia menjeda "Itu adalah tempat terakhir yang dituju untuk menyembuhkan patah hati."
"Kau punya ide lain yang lebih bagus, lover-boy?" Kris menyeringai.
Kyungsoo menatap Kris tajam "Ya, tidak menuruti nasehatmu."
"Aku setuju dengan Kyungsoo," Chanyeol menghembuskan asap rokok ke udara dan memberikannya kembali kepada Kris. "Klub strip tidak akan membantuku."
"Bagaimana bisa itu tidak membantumu?" Sehun tertawa kecil dan mengambil tempat diantara Chanyeol dan Kyungsoo yang duduk di lantai. Ia meletakkan lengannya di bahu Chanyeol. "Kau bisa mengeluarkan segala perasaan frustasimu secara sekaligus disana."
"Klub strip adalah tempat terbaik untuk dituju." Kris mengetukkan rokok di tangannya ke asbak yang berada di atas meja Chanyeol. "Kau temukan seorang pelacur, mabuk, penismu digosok, bercinta, dan menjadi pria yang bahagia. Apa yang salah dengan itu?"
"Nah, itu terdengar tidak menyenangkan. Aku lebih baik dirumah dan bermain games." Chanyeol mengangkat bahunya. "Lagipula, kau tahu aku tidak terlalu suka minum."
"Apa kau sudah pernah ke klub strip sebelumnya?" Sehun bertanya.
"Tidak dan lagipula aku tidak punya uang hanya untuk sekedar diberikan kepada para strippers."
Kris dan Sehun bertukar pandangan, lalu menatap balik pada Chanyeol. Dengan gerakan cepat , mereka berdua berdiri dan memegang kedua lengan Chanyeol.
"Kau tidak bisa membuat opini tentang suatu hal yang belum pernah kau coba." kata Sehun.
"Apa yang kalian lakukan?" Chanyeol terlihat bingung.
"Kami akan membawamu ke klub." Kris menyeringai. "Akan kutraktir sebuah tarian erotis bersama seorang pelacur."
"Aku tidak menginginkannya."
"Kris, lepaskan dia." Kyungsoo mencoba menggapai lengan temannya dan menyingkirkannya, tapi Kris dengan mudah menyingkirkannya lebih dulu.
"Ayolah," Sehun tersenyum pada Chanyeol. "Ini tak seburuk kedengarannya."
"Minggir, kubilang tidak!" Chanyeol berteriak dan mencoba melepaskan diri dari kedua temannya yang memegangnya dengan kuat.
Kris dan Sehun mendorong Chanyeol keluar dari apartemen dengan paksa dan menuruni tangga dengan cepat. Menyeret Chanyeol yang berada di belakang mereka saat tengah malam, Sehun membuka pintu mobil Mercedes hitam di tempat parkir dan kris mendorong Chanyeol masuk ke dalamnya.
"Kris, lepaskan dia!" Kyungsoo berteriak dan akan memukul Kris, tapi tangannya sudah ditangkap oleh tangan besar Kris.
"Jangan kau pikir kau bisa lepas dari semua ini, pendek." Kris menyeringai. Ia mendorong Kyungsoo masuk ke kursi penumpang. Sehun bergabung dengan Kyungsoo di kursi belakang, sedangkan Kris duduk di kursi kemudi.
"Sialan kau, Kris." Chanyeol menghantam bahu Kris. "Sudah kubilang kan, aku tidak ingin pergi."
Kris tertawa dan mempercepat laju mobilnya. "Kau akan berterima kasih padaku nanti. Sekarang, berhentilah mengomel."
"Kenapa aku juga ikut?" Kyungsoo bertanya dari kursi penumpang.
"Karena kau juga mengomel terus soal ini." Kris berbicara sambil melihat Kyungsoo dari kaca mobilnya.
Sehun tertawa. "Kau terlalu polos, Kyungie. Kita harus mempengaruhimu lagi."
"Ini lebih mirip cara terburuk untuk mempengaruhi seseorang."
Kris mengemudi menuju sebuah ATM dan menarik jumlah uang yang sangat besar.
Mata Chanyeol melebar ketika melihat pada sejumlah uang yang banyak saat Kris menyodorkan ke dadanya. "Berapa banyak yang kau ambil, man?"
"$2000." Ia mengemudikan mobilnya menuju jalanan.
"Holy shit."
"Sudah kubilang aku yang traktir. Diantara kita berempat, masing-masing mendapat $500."
"Memangnya berapa harga tariannya?"
"Tergantung dari dancer yang kau pesan." Kris menyeringai di bibirnya.
"Kris, kau adalah seorang teman baik yang harus dimiliki setiap pria." Sehun meletakkan tangannya di pundak Kris saat ia berbicara. "Ketika kau mentraktirku tarian Luhan, makes you the best motherfucker around."
"Apapun yang membuatmu bahagia, my friend."
"Tunggu, kalian mengenal mereka?" Chanyeol menganga sambil menatap Sehun yang duduk di belakangnya sambil memberikan uang bagian Sehun. "Seberapa sering kau pergi ke tempat ini?"
"Setiap akhir minggu." Sehun tersenyum. "Aku memesan private dance dengan Luhan di malam dia bekerja. Pantatnya benar-benar bagus."
"Seberapa sering kau pergi ke tempat ini?" Chanyeol mengalihkan pertanyaannya kepada sang pengemudi.
"Mungkin sama dengannya." Kris mengangkat bahu. "Aku punya kebiasaan rutin sendiri, ketika kita masuk ke klub kalian urus urusan kalian masing-masing."
Chanyeol keluar dari mobil, lalu memperhatikan bangunan yang terbuat dari batu-bata itu. Sebuah tanda menyala di atas bangunan itu dengan warna neon pink dengan kaca berwarna hijau martini (sejenis cocktail) bertuliskan EXOtic. Terdapat dua orang pria tinggi dan berbadan kekar berdiri di depan pintu masuk. Ia bisa mendengar dentuman musik yang kencang dibalik bangunan batu-bata itu. Semakin mereka berjalan mendekat, semakin terdengar pula dentuman musik, suara dan tawa di dalam bangunan itu.
Kris tersenyum kepada dua penjaga di depan pintu masuk. "'Sup, man?"
"Kris, my man," salah satu penjaga menjabat tangan Kris dan melakukan handshake yang aneh.
Chanyeol mengetahui Kris menyelipkan sesuatu kepada si penjaga, zat bubuk berwarna putih yang dibungkus dengan kantung plastik bening.
"Aku punya beberapa orang baru disini." Kris menunjuk Chanyeol dan Kyungsoo dengan kepalanya. Kyungsoo yang ketakutan berdiri dibalik Giant."Kau bisa memasukkan mereka dengan gratis, untukku?"
Si penjaga memasukkan benda itu ke dalam saku belakangnya. "Mereka cukup umur?"
"Tentu saja."
"Tidak masalah kalau begitu." Ia tertawa dengan keras. Penjaga lainnya mengangguk setuju.
Kris tersenyum, berterima kasih kepada si penjaga, dan menuju pintu masuk. "Chanyeol, selamat datang di EXOtic!" Ia membuka pintu untuk menunjukkan seluruh isi klub.
Chanyeol melebarkan matanya saat melihat ke dalam. Suara dentuman musik hampir saja merusak gendang telinganya. Ia berjalan pelan memasuki ruangan gelap yang diterangi dengan cahaya dari lampu strobo. Ia butuh beberapa menit untuk menyesuaikan pandangannya dengan sinar yang terdapat disana. Asap rokok membekas di udara. Banyak orang beramai-ramai menghamburkan uangnya secara sukarela kepada lelaki yang berputar-putar di tiang tarian yang berada ditengah panggung. Meja-meja penuh dengan orang asing yang mabuk dan bersenang-senang dengan sexy waiter yang melayani mereka. Desahan dan suara seksual dari tiap sudut ruangan dapat terdengar jika kau mendengarnya dengan seksama.
Chanyeol menganga. "Tempat ini benar-benar menggelikan."
Sehun menaruh lengannya di bahu Chanyeol dan Kyungsoo. "Ini surga, boys."
Kyungsoo mengedarkan pandangannya. "Kemana perginya Kris?"
Sehun menunjuk ke arah bar dan mereka semua mengikuti arah yang ditunjuk Sehun.
Kris sedang duduk di kursi bar, kedua tangannya terletak santai diatas meja bar sambil memandangi seorang bartender dari atas ke bawah dengan tatapan seksual. Sang bartender menjilat bibirnya sambil menuangkan minuman untuk Kris.
"Dia Tao, mungkin kalian penasaran." kata Sehun "Dia adalah kegiatan rutin yang Kris bicarakan di dalam mobil tadi. Kegiatan rutin Kris adalah untuk menggoda Tao, bartender itu, dan lihat jika dia bisa membuatnya cukup mabuk untuk ditiduri. Sepertinya Kris akan melancarkan serangannya malam ini." Ia tertawa ringan. "Satu nasehat untuk kalian," Sehun berdiri di depan mereka "Jangan biarkan seorang pria menarik lewat begitu saja, tapi pastikan kalian mengeceknya karena lampu strobo bisa menipu pandangan. Gunakan uang kalian dengan bijak." Ia tersenyum sebelum meninggalkan kedua pria yang berdiri kikuk di depan pintu masuk.
Sebelum salah satu dari mereka berdua ada yang berbicara, Kyungsoo tiba-tiba ditarik oleh seorang pria. Dia secara otomatis jatuh ke pelukan sang pria. Ia melihat dengan mata bulatnya, Kyungsoo sedang bertatapan dengan seorang pria sexy. Rambut cokelat gelapnya dipenuhi oleh keringat, kulit yang sering terkena cahaya matahari itu sangat mulus untuk disentuh dan perutnya yang terpahat abs membuat wajah Kyungsoo memerah.
"Hey, there." Pria itu berkata dengan nada yang seksi.
"H-Hey," Kyungsoo tergagap.
"Kau terlihat membutuhkan seorang teman. Bagaimana jika menghabiskan waktu bersamaku?" pria itu menyentuh pipi Kyungsoo dengan lembut.
"Aku, uh-" Ia menatap Chanyeol dengan tatapan 'selamatkan aku'
Chanyeol tertawa. "Bersenang-senanglah."
Tanpa kata lain, Kyungsoo sudah dibawa pergi oleh sang penari dibalik tirai merah.
Rasa penasaran Chanyeol membuatnya tidak tahan dan ia mulai berjalan-jalan disekitar klub. Ia menemukan sebuah jalan menuju ke tirai merah lainnya, menyibakkannya di atas kepala dan mengintip ke dalam ruangan misterius itu. Ia merasa perutnya di aduk ketika ia menatap kepada sang penari.
Penari itu mengenakan celana kulit hitam yang ketat di sekitar pinggulnya dan ia bergerak menurunkan punggungnya di sebuah tiang tarian berwarna silver. Kaus jaring-jaring yang ia pakai membuat abs-nya terlihat, menggoda orang-orang dikerumunan itu. Ia menekan pantatnya ke tiang itu saat ia berdiri, tangannya menyentuh paha dalamnya secara menggoda. Ia menatap lapar pada penonton sambil menggoyangkan pantatnya. Uang berhamburan menuju ke arahnya sedangkan para penonton menginginkannya melakukan hal lebih.
Chanyeol menatap sang penari seperti orang yang lupa daratan. Ia tidak sadar mendudukkan dirinya di sebuah kursi disamping panggung. Ia merasakan tubuhnya memanas ketika ia melihat sang penari memutar di tiang tarian.
Lampu strobo menyala diseluruh ruangan yang ramai dan gelap. Sang penari menggerakkan badannya disekitar tiang tarian.
Ia menyibakkan rambutnya yang berwarna cokelat terang kebelakang kepalanya, mata yang berhias eye liner memandang lurus kepada Chanyeol.
Chanyeol kesusahan menelan ludahnya, tatapannya tidak pernah lepas dari pria itu.
Sang penari mencapai segala sudut ruangan dan berjalan dengan sangat pelan dan penuh gairah ke sisi panggung menuju kearah Chanyeol. Pria itu menaiki Chanyeol yang duduk diatas kursi. Menyentuh belakang kepalanya, lalu ia mulai memutar pinggulnya diatas Chanyeol.
Uang berhamburan di udara dan menari-nari disekitar mereka seiring dengan sorakan dan teriakan yang ramai ditujukan pada sang penari.
Sang penari terus saja melanjutkan kegiatannya di atas Chanyeol seirama dengan kerasnya musik.
"Sial.." Chanyeol menggumam disela nafasnya yang menderu cepat.
"Kau menyukainya?" sang penari berbisik ditelinganya main-main, menggigit cuping telinganya. Tangannya yang ramping dan elegan menggoda Chanyeol, menjelajah turun mengitari dadanya, sambil menatap lurus matanya.
"Kau ingin kehilangan kendali?"
"Kupikir aku sidah kehilangan kendali" Chanyeol tertawa kecil sambil menggigit bibirnya. Tenggelam dalam candu yang diciptakan oleh pria yang berada di pangkuannya.
"Siapa namamu?"
Sang penari meletakkan jemari rampingnya di bibir Chanyeol dan tersenyum.
"Buy a dance with me, then I'll tell you, sexy."
To Be Continued
Hallo, readers-deul! Sebenernya chapter satu udah selesai translate dari kemaren XD. Yah, cuma pengen nge-check respon kalian dulu aja gimana /LOL/. Ternyata semuanya bilang kalau ini keren! Serius emang, ini fiksi emang keren!
Chapter satu end disini dulu, ya. Jangan khawatir, setiap couple pasti dapat bagiannya masing-masing. Tapi ngga sebanyak punya ChanBaek. Terus, yang minta KaiSoo jadi pemeran utama, maaf ya, ini bukan FF saya, jadi saya nggak bisa ngerubah seenak jidat. Lagian kan, udah disebutin di foreword-nya kalau Chanbaek jadi main-pairing-nya kan?
Okelah, segitu aja dulu dari saya. Well last, give me your opinion, okay? A good readers always leave their sign!
Have a good day, and see ya in the chapter 2
Read the original story:
story/view/601910/the-exotic-dancer-romance-smut-exo-hunhan-taoris-baekyeol-kaisoo
