So that there won't be any misunderstanding again, I re-upload this chapter. Sorry for the uncomfortable occassion last few months.
THIS STORY BELONGS TO SLEEPLESSBEAUTY9
DO NOT RE-UPLOAD THE TRANSLATION
The EXOtic Dancer
Chapter 3: Incredible
Mengambil botol Tequila yang berada di sebelahnya, Baekhyun segera meminum isinya dan menempelkan bibirnya yang basah ke milik Chanyeol.
Chanyeol menelan alkohol yang memaksa masuk ke dalam mulutnya. Ciuman paksaan dari Baekhyun yang berasa Tequila benar-benar memabukkan. Ketika bibirnya berpisah dari bibir sang penari, tatapannya yang kabur mencoba untuk fokus pada Baekhyun yang masih saja duduk di atasnya. Pipinya yang merah merasa lega ketika Baekhyun menempatkan jemari indah di atasnya.
"Kau ingin lagi?"
Chanyeol menggelengkan kepalanya yang sudah mabuk.
Baekhyun terkikik melihat reaksi Chanyeol. "Kupikir kita berdua sudah benar-benar mabuk, huh?" Ia berbicara sambil melihat botol Tequila yang berada di genggamannya, menyadari hal itu, mereka berdua sudah menghabiskan separuh isinya. Ia mencoba meletakkan botol itu ke lantai. Ia merasa seperti kehilangan keseimbangan atas tubuhnya, lalu dengan cepat berpegangan pada baju Chanyeol, mencoba mempertahankan dirinya sendiri.
Tubuh Chanyeol ditarik ke depan dan jatuh dari kursi kulit ke lantai tepat di atas Baekhyun. Mereka saling memandang satu sama lain selama beberapa saat sebelum akhirnya mereka tenggelam dalam tawa dan botol Tequila itu lepas dari genggaman Baekhyun. Chanyeol berusaha mendudukkan dirinya di lantai, berhati-hati ia mendudukkan dirinya di depan kursi kulit untuk menopang tubuhnya. Menyingkirkan rambut berantakan dari matanya, ia lalu menatap Baekhyun.
Baekhyun menopang tubuhnya dengan kedua sikunya, kakinya menekuk dan terbuka lebar, ia lalu menjilat bibirnya.
Chanyeol menatap pada kedua mata yang memikat nafsunya, memandang tubuh yang mempesona, dan memandang pada bibir yang mengisyaratkan untuk di tangkap lagi. Merangkak ke atas tubuh sang penari, suaranya yang dalam berbicara dengan sangat sensual. "Kau adalah hal terseksi yang pernah ku lihat."
"Oh?" Baekhyun meletakkan lengannya mengitari leher Chanyeol, membawa wajahnya mendekat. "Apa yang membuatmu berkata begitu?"
"Entahlah, hanya saja caramu bergerak sungguh luar biasa."
Baekhyun tersenyum seksi pada Chanyeol. Ia menarik Chanyeol untuk menyentuhnya, mencoba untuk mengabaikan keadaannya yang sedikit mabuk. Tangannya bergentayangan di penis Chanyeol yang masih berada di dalam jeans, membuatnya mengeluarkan desahan pelan. "Kalau begitu biarkan aku menunjukkanmu betapa luar biasanya aku."
-The EXOtic Dancer-
Kris mendorong Tao ke dinding logam kamar mandi yang dingin. Tangannya yang besar menyerang penis Tao dengan kasar selagi ia mengisap dan menjilat tengkuknya.
Tao menundukkan kepalanya, nafasnya memberat seiring dengan kenikmatan yang melanda sekujur tubuhnya. Desahannya menggema di kamar mandi yang kecil. Ia berusaha untuk tidak menjatuhkan tubuhnya dan berpegangan dengan dinding logam kamar mandi sekuat yang ia bisa saat ia merasa sudah berada di ujung.
Kris memegang batang penis Tao dan mengocoknya kuat. "Jangan dikeluarkan sebelum aku mengijinkannya untukmu."
"P-please, Kris," Tubuh Tao bergetar saat ia melihat mata sang pria blonde melalui bahunya "Aku ingin…kau untuk…"
"Fuck me?" Kris menyelesaikan kalimatnya, berbisik di telinganya.
Tao mengangguk dan menjilat bibirnya sendiri.
Kris memegang pinggang Tao dan mendekatkan pantatnya.
Tao membuka bibirnya ketika ia merasa Kris memasuki tubuhnya. Matanya terpejam erat lalu ia menggigit bibirnya. Ia memfokuskan pada pingganggnya dan menggunakan tangannya sebagai pegangan di dinding yang dingin. "Sial…"
Kris menggenjot Tao dari belakang. Suara dari kulit yang saling bertabrakan dan desahan memenuhi seisi kamar mandi.
Tao menatap lapar mata Kris. Ia memegang leher Kris dari belakang dan memaksa bibir mereka bersentuhan. Ia mendesah dalam ciumannya saat kedua lidah mereka saling berdansa.
Tangan Kris mengarah ke bawah dan mempermainkan penis Tao lagi. Beberapa gerakan dari tangannya bisa membuat Tao datang dengan cepat. "Berlutut." Perintah Kris.
Dengan senang hati Tao melakukannya. Ia menatap wajah Kris. Memegang penisnya dan mengocoknya. "I want it all over me."
Kris mendesah saat Tao mempercepat gerakan tangannya
Tao membuka mulutnya saat Kris menyemprot di wajahnya. Menjilat sperm Kris yang berceceran di bibirnya, ia menelan sebanyak yang ia bisa dan menjilat sisanya.
"Jangan kau pikir aku sudah selesai denganmu." Kris menyeringai. Ia mendorong Tao kembali ke dinding logam yang dingin, mencabuli bibirnya dengan ciuman yang penuh nafsu.
-The EXOtic Dancer-
"Luhan," Sehun mendesah saat bibir lembut yang ia inginkan menjauh dari miliknya.
Luhan meninggalkan ciuman mengambang menuruni dada Sehun. Ia berdiri dengan lututnya diantara kedua kaki Sehun. Tangannya membelai-belai penis yang sudah menegang dan berdenyut-denyut menginginkan dirinya. Mata doe-nya menatap lapar pada mata Sehun yang terlihat pasrah. "You're so hard already."
"Kau yang membuatku-" ia mulai berbicara, tapi kemudian mendesah ketika ia merasa bibir sang penari mengitari ujung penisnya.
Luhan tersenyum sambil menjilat dari pangkal hingga ujung penis Sehun. Ia memutar-mutar lidahnya disekitar ujungnya, merasakan cairan pre-cum sebelum meletakkan bibirnya disana dan menghisap milik Sehun.
"Jangan menggodaku…" Sehun mendesah. Ia meletakkan jarinya diatas rambut cokelat terang Luhan, menyadari betapa seksinya Luhan berlutut dihadapannya dengan penis miliknya di dalam mulut Luhan, mata doe-nya memandang Sehun dengan intens. "Kau membuatku gila ketika kau menatapku seperti itu dengan penisku di mulutmu."
Tanpa memutuskan kontak mata, Luhan membawa penis Sehun lebih dalam ke mulutnya, membuatnya mendesah lebih keras ketika ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Luhan lalu menutup mata dan memfokuskan gerakannya pada batang Sehun. Tangan dan mulutnya nya bekerja dengan sangat handal, sesuai dengan irama yang seimbang. Ia lalu menambah kecepatannya, membawa batang Sehun lebih dan lebih ke dalam mulutnya. Ia membawa Sehun hingga menyentuh kerongkongannya. Ia lalu menghisap dengan keras sebelum mengeluarkan dari mulutnya, lalu mengambil nafas. Luhan menatap Sehun, ia berkata, "Aku ingin kau melepaskannya di mulutku."
Sehun menganggukkan kepalanya seperti orang linglung.
Luhan menjilat bibirnya sebelum membawa Sehun kembali ke dalam mulutnya. Ia bekerja dengan sangat bernafsu, mulutnya menghisap lebih kencang, dan lidahnya berputar-putar di batangnya. Tidak butuh waktu lama bagi Luhan untuk merasakan cairan hangat menyentuh kerongkongannya. Ia memastikan untuk tidak melewatkan setiap tetesnya, ia menempelkan bibirnya pada penis Sehun dan menghisap lebih kuat lalu melepaskannya. Luhan lalu menelan segala yang Sehun keluarkan.
Sehun tersenyum sambil menyibakkan rambutnya. "Kau luar biasa."
"Aku tahu." Ia tersenyum dan menjilat bibirnya.
-The EXOtic Dancer-
Kyungsoo gemetaran di sudut ruangan Champagne Room yang kecil. Kedua tangannya diborgol, ia gemetar saat sang penculik bergerak dengan pelan ke arahnya.
"Ada apa, hm?" Jongin menyeringai, ia pikir wajah ketakutan Kyungsoo sangat menggemaskan. "Kau sendiri yang bilang bahwa aku bisa menjadikanmu mainanku." Mata cokelat gelapnya mengerling pada tubuh telanjang pucat Kyungsoo. "Aku ingin main."
"A-aku berubah pikiran."
Jongin tertawa. "Kau tidak bisa menarik kembali ucapanmu." Ia berkata sambil memegang pergelangan kaki Kyungsoo, menariknya mendekat. "Aku selalu mendapatkan apa yang kuinginkan dan sekarang-" Ia mengeluarkan penisnya dan merasakan kulit pucat itu di bagian leher. "-Aku menginginkanmu."
Kyungsoo menjadi ngeri ketika ia merasa tangan sang penari menggerayangi borgolnya bergemerincing ketika ia meletakkan tangannya dimulut, berusaha dengan keras untuk menelan segala desahan yang ingin di keluarkan. "J-Jongin…Aku tidak…"
"Tidak tahan? Tapi aku baru saja mulai." Ia mempercepat pergerakan tangannya, naik dan turun di penis Kyungsoo.
Tubuh Kyungsoo menghianatinya. Ia mencoba untuk tidak menyerah pada godaan Jongin, tapi tubuhnya malah menginginkan sebaliknya. Desahannya semakin keras pada setiap sentuhan yang Jongin berikan. Ketika Jongin menjilat nipple-nya, ia tidak bisa melakukan apapun selain menggigit bibirnya. Tubuh Kyungsoo bergetar penuh kenikmatan. Ia meletakkan kedua tangan yang terborgol ke atas kepalanya dan perlahan pikiran sehatnya meluntur bersama sensasi.
Jongin menangkap bibir yang bergetar di bawahnya ke dalam ciuman penuh nafsu. Ia memasukkan lidahnya ke dalam mulut Kyungsoo dengan paksa, mengeksplor setiap celah. Tangannya semakin cepat bergerak di penis Kungsoo.
Kyungsoo tenggelam dalam cumbuan yang diberikan kepadanya.
Jongin menjilat sisa cairan Kyungsoo di tangannya sambil menatap Kyungsoo penuh nafsu. Melihat senyuman dari bibir yang berbentuk hati dari pria dihadapannya yang dia harap adalah senyuman kepuasan, Jongin tidak bisa menahan untuk tidak tersenyum juga.
-The EXOtic Dancer-
Chanyeol ingin lebih. Ia menginkan sang penari lebih dari ini, lebih dari ciuman lezatnya, lebih dari sentuhan menggodanya, lebih dari tatapan menggairahkannya, lebih dari kesenangannya, Chanyeol ingin segalanya. Ia seperti menatap sebuah bintang pertunjukan sedang melepaskan sisa pakaian yang melekat di tubuhnya, menunjukkan tubuh sempurnanya, dan merangkak menaikinya.
Baekhyun menjilat bibirnya lalu merendahkan tubuhnya sendiri menuju penis Chanyeol. Ia melepaskan desahan pelan ketika ia merasa Chanyeol memenuhi seluruh tubuhnya. Ia menempatkan lengannya pada dada Chanyeol untuk menopang tubuhnya sendiri, dan mulai bergerak naik turun.
"Sialan Baek…" ia menggeram. Sensasi dari Baekhyun yang menaikinya membuat dirinya menjadi lebih liar. Ia memegang pinggang Baekhyun dan ikut bergerak mengikuti irama yang Baekhyun ciptakan. Ia manatap mata Baekhyun setengah tertutup, mendongakkan kepalanya ke atas dan menggerakkan pinggangnya lebih cepat. Chanyeol bangkit dari lantai. Ia membingkai wajah indah Baekhyun dan meraih bibir merah ruby-nya. Ia memajukan tubuhnya, mendorong Baekhyun untuk terbaring tanpa memutuskan ciuman mereka. Chanyeol meletakkan siku disamping wajah Baekhyun untuk menahan berat badannya dan mulai mendorong penisnya ke dalam Baekhyun, ia lalu mendesah saat ciuman mereka terputus.
Baekhyun mengeluarkan desahan nafasnya dan melingkarkan tangannya disekitar punggung Chanyeol, merasakan betapa panas tubuhnya sekarang. Ia mencengkeram punggung Chanyeol dan meninggalkan bekas goresan merah disana."M-more, Chanyeol!" ia berbisik di telinga Chanyeol.
Chanyeol melakukan apa yang diperintahkan. Ia meletakkan satu tangannya dibawah kaki Baekhyun, mengangkatnya menuju dadanya dan mendorong lebih kuat ke dalam sang penari. Ia mendengar desahan kenikmatan si rambut brunette yang sangat menarik lalu menatapnya. Ketika ia melihat hanya ada nafsu dan gairah dimata Baekhyun, Chanyeol ikut tenggelam kedalamnya. Gerakannya bertambah agresif dan menambah kecepatannya, sadar jika ia juga sudah di ujung.
Ia meletakkan tangannya disekitar bahu Chanyeol, menatap lurus pada mata cokelat dihadapannya. "Cum for me, baby." Baekhyun mendesah, menarik Chanyeol untuk mendekat. "Aku ingin kau memenuhiku." Lalu mengunci bibir mereka dalam ciuman berantakan yang memabukkan. Tangannya menuju kebawah untuk mengocok penisnya sendiri, menyamakan ritme gerak Chanyeol. Saat ia meraih puncak, Baekhyun mengeluarkan suara desahan yang seksi dan ia merasa lega.
Gerakan Chanyeol menjadi brutal. Pikirannya dipenuhi oleh nafsu terhadap pria yang berada di bawahnya. Chanyeol mengistirahatkan kepalanya di dahi Baekhyun, dan setelah beberapa dorongan, ia mengeluarkan miliknya di dalam tubuh sang penari. Chanyeol lalu jatuh di atas tubuh Baekhyun yang berada di bawahnya. "Incredible…" ia menggumam. Setelah itu pandangannya menjadi kabur.
-To Be Continue-
Jadi, gimana menurut kalian chapter ini? Hot nggak NC-nya? Double-double lagi. Haha XD
Read the original story:
story/view/601910/1/the-exotic-dancer-romance-smut-exo-hunhan-taoris-baekyeol-kaisoo
Once again, thanks to sleeplessbeauty9 who gave me a permission to translate this awesome fiction.
See ya in the next chapter and don't forget to be a good reader, guys. A good reader, always leave their sign!
Byee~~
