Hollaaaaaa, reader-deul~
Saya bawain chapter 4 nih, tapi sebelum ke cerita, saya mau jawab pertanyaan readers yang disertakan di kotak review kemarin.
Q: Kenapa Jongin yang jadi stripper, padahal di couple lain, si uke yang jadi stripper?
A: Mungkin Kyungsoo terlalu polos buat jadi stripper kali XD, di FF aslinya memang begitu soalnya.
Q:Kris itu dasarnya langganan sama Zitao?
A: Bukan, sebenernya nanti di jelasin di cerita, tapi saya bongkar aja yah XD. Jadi, Kris itu udah berbulan-bulan ngejar-ngejar Zitao, tapi baru keturutan kemaren LOL
Q: Chanbaek bakal lebih dari sekedar sex-partner kan?
A: Gimana ya? Jawab apa ya? Enaknya gimana? LOL. You'll find it soon!
Q: Mana moment sweet romance-nya?
A: Jadi gini, di chapter kemarin, belum ada moment ya, soalnya mereka kan cuma ngelakuin 'itu' bukan atas dasar cinta, tapi nanti setelah kalian baca beberapa chapter di depan, you'll find it.
Q: Penasaran kapan KaiSoo saling kenal?
A: Emang nggak disebutin sama author aslinya kapan mereka kenalan, tapi kalo dipikir-pikir, si Kai pasti nanya namanya Kyungsoo, sama kaya Chanyeol nanya nama Baekhyun pas dia nge-strip, ya kan?
Q: Dari sananya emang beberapa couple? Nggak satu pair?
A: Iya, ini emang di design begini sama author aslinya.
Q: Author ini ngepublishnya satu chapter sesuai yang asli atau dipotong? Author ini nerjemahinnya satu hari satu chapter apa emang udah author terjemahin sebelumnya?
A: Ya nerjemahinnya satu-satu tiap ada kesempatan, satu chapter sekalian. Kalo nge-publish ya langsung satu chapter nggak ada yang dipotong kok.
Q: Chanyeol itu gimana sih, kok frustasi banget?
A: Iya, Chanyeol habis diputusin sama pacarnya, makanya Kris ngajak dia buat 'refreshing' LOL. And yeah, he met Baekhyun finally.
Udah yah, kayaknya banyak banget omongan saya, langsung aja deh ke cerita. Yuuk~
THIS STORY BELONGS TO SLEEPLESSBEAUTY9
DO NOT RE-UPLOAD THE TRANSLATION
The EXOtic Dancer
Chapter 4: Run To My Rescue
Warning: Contains typos everywhere.
Chanyeol terbangun dalam keadaan pusing dan bingung. Ia mengedipkan matanya beberapa kali kemudian melihat ke sekelilingnya. Ia sedang berada di kamar tidur di apartemen yang ia tinggali bersama Kris. Bagaimana bisa aku berada disini? Ia berbicara pada dirinya sendiri. Mengusap-usap matanya yang masih mengantuk, ia lalu menguap dan berguling ke sebelah mencoba untuk melihat waktu pada jam weker yang terletak di meja seberang.
12:48pm
Hal terakhir yang aku ingat… Chanyeol mencoba mengingat kejadian semalam. Ia terduduk di atas kasurnya, ia bisa merasakan perutnya tiba-tiba sangat sakit. Ia merasa seperti akan muntah. Ia terburu-buru dan berlari menuju kamar mandi disudut koridor. Ia membungkuk di depan kloset sedetik sebelum memuntahkan cairan bening dari mulutnya. Ia begitu terus-menerus sampai tidak ada lagi yang tersisa. Ia lalu menyiram kloset dan terduduk di lantai ubin yang dingin, mengistirahatkan kepalanya pada dinding berwarna beige-antara cokelat dan abu-abu- berusaha untuk mengambil nafas saat beberapa butir keringat menuruni dahinya. Chanyeol benci muntah-muntah dan hal itu juga yang menyebabkan dia tidak terlalu suka minum karena ia tidak pernah ingin berurusan dengan hangover-perasaan sakit saat bangun pagi setelah minum minuman keras terlalu banyak- terutama setelah berurusan dengan Kris saat ia mabuk dan merawatnya. Orang mabuk membuatnya iritasi, dan sekarang, ia terlihat memalukan karena menjadi salah satu diantara mereka semalam.
Suara desisan dan bau lezat dari daging babi mengalihkan perhatiannya. Ia menahan sakit kepalanya saat ia berdiri perlahan dari lantai. Ia buru-buru membilas mulutnya yang terkontaminasi oleh rasa menjijikkan bekas muntahan dan membasuh wajahnya sebelum meninggalkan kamar mandi. Ia lalu berjalan menuju dapur, berharap melihat Kris, namun yang ia lihat adalah orang lain yang tidak dikenalnya.
Seorang lelaki dengan rambut hitam legam dan mata yang terlihat lelah sedang berdiri menghadap kompor. Ia mengenakan celana pajama dengan hiasan panda, dan Chanyeol menyadari bahwa Kris sedang menempelkan tubuhnya pada pria itu. Dadanya yang berisi terekspose, tertutup dengan bekas hickeys yang berwarna-warni. Lelaki tersebut menoleh ketika ia melihat Chanyeol dari sudut matanya. "Oh, selamat pagi." Ia tersenyum.
Otak Chanyeol sudah cukup lelah untuk memahami apa yang sedang terjadi. Ia menatap bingung pada lelaki itu, "Uh, siapa kau?"
Lelaki asing itu tertawa ringan. "Aku tidak terkejut kau tidak mengingatku." Ia meletakkan daging babi yang menggoda itu di atas piring lengkap dengan pancakes, telur, dan roti panggang. Setelah menyelesaikan masakannya, ia memberikan piring itu kepada Chanyeol. "Kau benar-benar mabuk ketika kami menemukanmu semalam."
Ia ragu-ragu mengambil piringnya. Tapi aroma dari daging babi membuat perutnya menggerutu. Ia ternyata lebih lapar dari yang ia kira.
"Seseorang sedang mengalami hangover, huh?" tiba-tiba, Kris muncul di belakang Chanyeol, meletakkan lengannya disekitar bahu Chanyeol. Sebuah rokok yang menyala menggantung di bibirnya. "Kau harus makan semuanya," ia menunjuk pada makanan di piring yang masih berada di tangan Chanyeol. "Sepiring makanan enak bagus untuk mengatasi hangovers."
"Kris, apa yang terjadi semalam?" Chanyeol berbisik. "Dan siapa dia?"
"Temanku, dia, Tao." Kris tersenyum saat memandang Tao membuat sepiring makanan lagi, mengamatinya seperti sepotong permen. "He's mine."
"Kay," Chanyeol tidak ingin bertanya lebih jauh lagi. "Apa yang terjadi semalam?" Ia bertanya lagi sambil berjalan menuju ruang tamu. Ia berhenti ketika ia melihat Kyungsoo berada di atas ranjang dalam keadaan terbungkus selimut dan Sehun tergeletak di atas lantai dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya yang tinggi. Chanyeol menghela nafasnya.
"Kami menemukanmu di Champagne Room milik Baekhyun." Tao menyahut, "Kalian berdua meminum setengah botol Tequila dan sedang menggambar sesuatu yang tidak jelas di notebook. Kau menangis ketika kami membawamu menjauh dari Baekhyun." Ia lalu duduk di atas meja makan dengan Kris yang mulai memakan sarapannya. "Kau berteriak jika kau akan menyelamatkan Baekhyun dari penjara itu atau semacamnnya ketika Kris dan Sehun menyeretmu ke dalam mobil. Lalu kau tertidur di pangkuanku sepanjang perjalanan pulang."
Segala memori yang ia punya semalam meledak kembali . Wajahnya seperti disiram sesuatu hingga terlihat sangat merah sampai ke telinganya. Ia menutup rapat bibirnya ketika ia mengingat nafsunya, seksnya, matanya, kehangatannya, sentuhannya, dan keringat dari pria semalam membuat keringat dingin mengaliri punggungnya. "Kami hanya menghabiskan separuhnya..." Ia mengingat kembali.
"Well, kalian berdua melakukan hal yang lebih daripada itu mungkin." Kris berbicara. Ia berdiri dari kursinya dan mendekat kepada Chanyeol lalu berbisik di telinganya, "Nice slut choice by the way."
Chanyeol menjatuhkan piring di tangannya karena ia merasa malu. Suara dari piring yang jatuh mengagetkan Kyungsoo dan Sehun dari tidurnya. "Apa yang terjadi?" Kyungsoo terduduk, mata bulatnya melihat ke sekeliling dalam keadaan panik dan Sehun hanya mengucek mata lelahnya.
"Oh, Aku bekerja keras untuk itu." Tao cemberut.
Chanyeol tiba-tiba berlari menuju kamarnya. Ia melihat ke sekitar kamarnya dalam keadaan yang panik, berusaha mencari-cari sesuatu. Ia menemukan sweatshirt yang ia kenakan semalam dan meraba kantungnya. Mengeluarkan sebuah kertas putih, ia membuka lipatan segiempat yang rapi dan membaca tulisan berantakan didalamnya.
Seharusnya aku mengabaikan perasaan yang tumbuh untukmu,
Menghapusnya seperti air melunturkan pasir, tapi aku tak bisa.
Aku merasakan segalanya ketika menatapmu.
Aku telah lama menunggu seseorang sepertimu datang.
Apakah aku bermimpi? Apakah kau nyata?
Selamatkan aku.
Byun Baekhyun
Wajah Chanyeol memerah. Jantungnya mulai berdetak tak karuan. Tangannya gemetar ketika mengingat wajah Baekhyun saat ia memberikan sebuah note padanya berkelebat di pikirannya. Membawa note tersebut, ia kembali menuju dapur, untuk menemukan Kyungsoo, Sehun, Kris dan Tao duduk di meja makan kecil.
"Kris?"
Pria yang disebut namanya menatap pada Chanyeol dengan tatapan tidak antusias dengan mulut penuh dengan makanan. "Apa?"
"Kita harus kembali ke klub."
Semua mata tertuju pada Chanyeol. Kyungsoo bahkan hampir tersedak daging babi saat ia mengingat malamnya di klub itu. "Kau ingin kembali ke tempat itu?"
"A..Aku harus bertemu Baekhyun lagi." Ia menatap pada note yang berada di tangannya.
Kris melihat jam diatas microwave. "Dude, ini baru pukul satu siang. Tempatnya bahkan belum buka. Tunggulah beberapa jam lagi dan kau bisa melakukan apapun yang kau mau dengan pelacur seksimu itu."
"Aku tidak ingin pergi dengan alasan itu." Ia membuka note itu lalu mengibaskannya dan berbicara "Aku tidak tahu apa maksudnya ini, tapi Baekhyun menuliskanku sebuah surat."
Tao berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju Chanyeol, sangat khawatir. Ia merampas surat itu dari tangan Chanyeol dan membacanya. "Tidak mungkin…" ia berbisik tidak percaya.
"Apa?" Chanyeol bertanya.
"Ikut denganku." Tao menarik tangan Chanyeol.
"Hey!" Kris berdiri dari tempat duduknya. "Apa yang kalian lakukan?"
"Aku tak akan lama." Tao mengedipkan sebelah matanya pada Kris sebelum menghilang dari meja makan menuju kamar Chanyeol. Ia menutup pintu di belakangnya dan mengembalikan note itu kepada Chanyeol. "Kau benar-benar tidak tahu apa maksudnya ini?"ia bertanya dengan nada terkejut.
"Ti-tidak…?" ia duduk di atas ranjangnya.
Tao menghela nafas. Ia membelai rambut hitamnya sambil berkata, "Aku sudah bekerja bersama Baekhyun selama empat tahun, ia memulai karirnya di EXOtic saat ia berusia 19 tahun dan aku 18 tahun. Ia mengatakan padaku ketika ia menemukan seseorang yang ia cinta ia akan berhenti."
Chanyeol hanya mengedip saat mendengar pernyataan Tao. "Tunggu, apa? Kau tidak juga mengerti."
"Apakah ia mengatakan padamu alasan ia menjadi stripper?"
Chanyeol berpikir keras, mencoba mengingat kembali pembicaraan yang ia lakukan bersama sang penari. Ia lalu hanya menggeleng ketika ia tidak mengingat apapun.
"Ia mengatakan padaku, ketika ia bersekolah di high school, ia menjalin hubungan dengan seorang pria yang lebih tua darinya. Pada akhirnya, pria yang lebih tua itu mengatakan pada Baekhyun bahwa tubuhnya saja yang bagus, sebelum menghancurkan hatinya. Ia mengalami masa sulit untuk mempercayai orang lain setelah hal itu. Baekhyun mulai menjadi stripper karena ia pikir hanya hal itulah yang bisa dilakukannya. Suatu malam, ketika klub sedang tidak ramai aku pernah membuatkan minuman untuknya dan ia mengatakan padaku ia ingin mencari seseorang yang membuatnya merasa special, seseorang yang membuatnya merasa berharga lebih dari sekedar stripper murahan."
Chanyeol mencoba untuk memproses segala hal yang Tao ucapkan. Kepalanya masih saja terkena efek hangover dan Tao malah memperburuk keadaan.
"Aku berkata padanya bahwa mustahil mendapatkan seseorang seperti itu di sebuah klub strip," Tao melanjutkan, "Kukatakan padanya bahwa ia benar-benar idiot untuk mencari cinta di tempat terkutuk itu. Kau ingin tahu apa yang ia katakan kepadaku? Ia tersenyum padaku dan berkata 'Usahaku akan membayar semuanya dan membuatku bahagia kembali.' Kupikir seharusnya aku tidak mengatakan bahwa dia idiot karena mungkin aku juga telah menemukan sendiri seseorang seperti itu.." Ia menggaruk belakang kepalanya ketika ia sadar bicaranya sudah mulai melantur. "Lagipula, apa yang ingin kubicarakan adalah, apapun yang terjadi diantara kalian berdua semalam, kupikir Baekhyun telah jatuh cinta padamu."
Chanyeol merasa jantungnya jatuh. Ia baru saja ingin berbicara, tapi telah terdengar pukulan keras di pintu yang mengejutkan mereka berdua.
"Hey, sebaiknya kalian berdua tidak bercinta di dalam." Suara Kris terdengar di balik pintu.
Tao tertawa pada Kris, tapi ia kembali mengalihkan perhatiannya pada Chanyeol. "Baekhyun bekerja lagi malam ini. Pergilah menemuinya. Aku yakin itu akan sangat berarti baginya jika kau mau melakukannya." Setelah itu, Tao membuka pintunya dan berjalan melewati Kris, meninggalkan Chanyeol yang kebingungan terduduk diatas ranjangnya.
Chanyeol melihat note itu lagi. Ia merasakan ada rasa sakit aneh di dadanya saat ia membaca ulang tulisan berantakan Baekhyun. Tidak mungkin. Ia mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri. Tidak mungkin yang dikatakannya itu benar. Ia hanyalah seorang one-night stand, sekedar seks biasa hanya untuk meluapkan rasa frustasiku. Bagaimana bisa berakhir seperti ini?
Rasa sakit yang ia rasakan barusan kembali menghantamnya. Ia meletakkan kepala diatas tangannya dan mengistirahatkan siku diatas lututnya. Kakinya mulai bergetar karena gelisah. Tentu,kupikir dia memang hot, tapi itu saja. Demi Tuhan dia hanya seorang stripper. Siapa yang tahu apa yang ia lakukan demi mendapatkan uang atau berapa banyak pria yang ia tiduri? Ia menggaruk kepala belakangnya dengan kasar dan membentangkan badannya di atas ranjang, memandang bercak noda di langit-langit kamarnya.
Ia bahkan tak tahu apapun tentangku. Bagaimana bisa dia mengatakan dia mencintaiku jika kami hanya menghabiskan beberapa jam bersama? Memangnya apa yang kita bicarakan semalam yang tak kuingat? Tao berkata bahwa aku mengangis dan mengatakan aku akan menyelamatkan Baekhyun.. Pikirannya menerawang sambil melihat note itu sekali lagi, berharap mungkin saja hal itu bisa menggali memorinya semalam.
"Kau cantik."
Chanyeol mengatakan hal itu tanpa diduga. Ia menempatkan surat itu di wajahnya dan menutup matanya saat memorinya semalam terulang di pikirannya.
"Kau cantik."
"Tidak,aku tidak cantik." Baekhyun berkata malu-malu.
"Ya, kau cantik!" Chanyeol membelai wajah pria itu dengan tangannya secara perlahan. "Kau adalah orang tercantik yang pernah kulihat." Kata-katanya keluar begitu saja. "Kau seharusnya tidak melakukan ini, Baek. Kau lebih baik dari sekedar stripper."
Wajah Baekhyun memerah. "Kau serius?"
"Aku sangat serius. Aku belum pernah seserius ini sepanjang hidupku. Kau terlalu baik untuk melakukan hal seperti ini." Jantung Chanyeol berdetak tak karuan ketika Baekhyun menunjukkan senyuman tulusnya untuk yang pertama kali malam itu dan kedua matanya membentuk sebuah bulan sabit.
Baekhyun menarik Chanyeol kedalam sebuah ciuman. Lembut dan menyenangkan, bukan penuh nafsu seperti yang sudah-sudah. Ketika ia memisahkan bibirnya, ia bertanya, "Maukah kau menyelamatkanku dari kehidupan ini?"
"Pasti," Chanyeol menganggukkan kepalanya. "Aku akan menyelamatkanmu."
Chanyeol membuka matanya perlahan saat ia merasakan jantungnya berdetak berlebihan, pipinya memerah, dan pikirannya penuh dengan Baekhyun. Ia berdiri dari kasurnya dan keluar dari kamarnya. Televisi di ruang tamu menyala, menayangkan sebuah variety show. Ia sadar jika Sehun dan Kyungsoo sudah pergi. Ia menemukan Kris duduk di sofa dengan tangan terbentang lebar dibelakang punggung Tao, dan Tao memeluk tubuhnya. Ia berdiri di depan televisi untuk mendapatkan perhatian mereka.
"Singkirkan pantatmu." Si pria blonde mengibaskan tangannya dan mencoba untuk melihat sesuatu di belakang Chanyeol. "Aku tak bisa melihat TV-nya."
"Pukul berapa EXOtic buka?" ia bertanya sambil memandang Tao.
"Pukul sepuluh malam." Ia menjawab.
"Kau bilang Baekhyun bekerja malam ini, kan?"
Tao mengangguk.
"Maukah kau mengantarku menemui Baekhyun?" Ia bertanya sambil menatap Kris.
Tao tersenyum and Kris tertawa. "Kau benar-benar ingin bertemu dengannya separah itu, huh? Sudah kubilang padamu, kau akan berterima kasih kepadaku."
"Dan sudah kubilang padamu, ini tak seperti yang kau pikirkan." Chanyeol menggertakkan jarinya. "Aku akan menemuinya untuk alasan lain." Ia mendudukkan dirinya di sandaran tangan sofa.
"Alasan apalagi untuk pergi ke klub selain dari mencari kesenangan?" Kris megejek.
Chanyeol menghela nafas khawatirnya. "Aku akan menyelamatkannya."
To Be Continue
Gimana chapter ini? Apakah ada yang mau di komentarin? Kalo ada yang nggak jelas, nanya aja, boleh kok. Oh ya, ada yang nanya kemaren kenapa saya tanya NC-nya hot apa nggak? Soalnya, setelah saya terjemahin, trus saya re-read dan bandingkan dengan yang asli, kok terjemahan saya nggak se-hot aslinya gitu, tapi kalian udah pada bilang kalo kemaren itu hot, syukur deh berarti terjemahan saya nyambung XD Soalnya menurut saya kalo NC itu lebih hot pake bahasa inggris LOL.
Saya juga mau minta maaf sama reader yang namanya nggak kesebut kemaren, terus ada juga yang salah nulis nama /LOL/ Nih, saya absen lagi
Guest, cheinnfairy, jinyeoley, Byeolbaek, diamknds, fluffy peach, huang zin, CheartB, AriaSweden88, sillykris, piyopoyo, babogacha, Guest, sehrinn, Fangirl-nim, Rizsasa, devimalik, BabyMinga, FreiderichOfficial, teleportbabies, amalia1993, ByunGhei, Kang Hyena, didinsoo, 91, indaaaaaahhh, sempaxkristao, Majey Jannah 97, Izca RizcassieYJ, Kang Yura, rapbyeon, uhchanbaek, nonapanda, wolfu7, elrachan88, Guest, baekggu, kotakpensil, kkamjongyehet, baekmate, LYS ARRkanghyejin8, chickai, Special bubble, Jung Eunhee, baekmuffy, Yewook Turtle, rossadilla17, Maple fujoshi2309, sycarp, Vioctory, rachel suliss, wendyseokma, kaisooshipper, chanbaek911, KaSooPer, Xioluluu, ChanBaekLuv, tdolvy, chanchan61, mirarose86, Guest.
Thank you guys~
Read the original story:
story/view/601910/1/the-exotic-dancer-romance-smut-exo-hunhan-taoris-baekyeol-kaisoo
Once again, thanks to sleeplessbeauty9 who gave me a permission to translate this awesome fiction.
See ya in the next chapter and don't forget to be a good reader, guys. A good reader, always leave their sign!
Byee~~
