Hallo, readers-deul.
It's been a very-very long time. I really did sorry, I'm sucks at update. Recently, I'm very busy. Maaf ya, saya ngospekin maba nih, sebenernya ospek yang dulu 3-4 hari sekarang dipanjangin jadi satu semester. Jadinya ya, saya agak nggak ada waktu selama satu semester. Ini aja juga nyuri-nyuri waktu ditengah rapat dan uts. Maaf ya, minggu depan saya usahakan untuk update kok. Semoga kalian masih sanggup nunggu translate-an ini lagi yaa. Happy read~
THIS STORY BELONGS TO SLEEPLESSBEAUTY9
DO NOT RE-UPLOAD THE TRANSLATION
The EXOtic Dancer
Chapter 9: At Dawn
Warning: Contain typos everywhere and confusing words, also, mature content!
Mobil itu membawa Kris dan Chanyeol ke sebuah tempat yang disebut apartemen milik mereka berdua, dengan suasana yang kikuk. Semua orang sangat kelelahan. Kris masih tak habis pikir tentang "pertunjukan" penyelamatan Chanyeol atas Baekhyun. Tao sedang berbicara dengan Baekhyun melalui bahunya untuk melihat teman se-pekerjaannya yang duduk di kursi belakang, kedinginan karena terguyur oleh air hujan.
Tenggelam dalam pikirannya sendiri, Chanyeol mengistirahatkan sikunya pada sandaran lengan di kursi belakang. Ia meletakkan kepalanya di lengannya dan setengah rokok yang belum habis juga menggantung di antara bibirnya, ia menatapi jalanan dan lampu-lampu kota yang ia lewati begitu saja seiring dengan kecepatan mobil yang menggesek jalanan dan membuatnya mengingat kembali apa yang baru saja terjadi..
-The EXOtic Dancer-
Fuck. Adalah satu-satunya kata yang berputar-putar di pikiran Chanyeol. Dalam kepanikan, matanya menatap keseluruh pemandangan disekitarnya; menatap mana saja asal bukan Baekhyun.
"A-apa yang tadi ingin kau bicarakan?" Baekhyun bertanya dengan penuh waspada saat ia ingin memancing sebuah jawaban dari Chanyeol. "Apa kau ingin mengatakan kau mencintaiku?"
Fuck. Chanyeol merasa seperti ingin menendang pantatnya sendiri atas kebodohannya. 'Sialan, ada apa denganku? Tatapanku hanya membuatku terlihat menyesal.' Pikirnya. 'Apakah baru saja aku akan mengatakan padanya jika aku mencintainya? Aku baru mengenalnya dua-puluh-empat jam yang lalu. Itu bukan waktu yang cukup wajar untuk jatuh cinta, bukan? Tapi aku sudah mengatakan padanya jika dia milikku.. itu adalah hal yang mengerikan dan aku terlalu posesif? Fuck, calm down. Tidak akan mungkin aku jatuh cinta pada Baekhyun. Tidak mungkin, kan?' Ia menjadi lebih khawatir saat pikirannya memenuhi dirinya lebih dari alam sadarnya.
"Chanyeol," ucap Baekhyun dan menempatkan tangannya pada pinggangnya, menjadi tidak sabar atas Chanyeol.
Mendengar suara panggilan dari hasrat ketidaksabaran Baekhyun membuat jantungnya meneriakkan sorakan. Mendengar cara Baekhyun mengucapkan namanya membuat jantungnya mengirimkan getaran kebahagiaan dalam darahnya. Ia menjadi semakin khawatir, matanya menatap pada wajah ramping nan terlihat seperti malaikat di bawahnya. Ia mencoba untuk meredam detak jantungnya yang tidak karuan, Chanyeol mencoba untuk berkata, "Y-yeah…?" untuk menanggapinya.
"Apa kau mencintaiku?"
'Yeah, I do.' Chanyeol tak bisa menyangkalnya lagi. Tak peduli berapa kali akal sehatnya berkata padanya bahwa ia tidak sedang jatuh cinta pada Baekhyun, hatinya dengan keras menentangnya. Sebelum ia bisa mengatakannya, ada satu hal yang harus Chanyeol tahu terlebih dahulu. "Jika kukatakan padamu aku mencintaimu," Ia dengan perlahan mengusapkan punggung tangannya pada pipi kemerahan Baekhyun. "Apakah kau akan mencintaiku juga?"
Baekhyun menampik tangan Chanyeol.
Chanyeol benar-benar terkejut .Itu bukanlah sebuah respon yang ia harapkan.
"Kau benar-benar lebih dari tidak peka, Chanyeol. Aku menyukainya." Mengalungkan kedua lengannya disekeliling leher Chanyeol, Baekhyun tersenyum nakal lalu ia berjinjit dengan jari kaki sebagai tumpuannya demi menyejajarkan posisinya dengan Chanyeol. Ia mendaratkan bibirnya kepada bibir Chanyeol, dan berbisik, "Jika kau masih tak mengerti juga sekarang, akan kuberitahu sat fajar."
-The EXOtic Dancer-
Chanyeol mengerling pada jam di dashboard mobil Kris.
5:15am
Matahari akan segera terbit dalam waktu sekitar satu jam lagi.
Kris melempar kunci mobilnya pada meja makan saat ia memasuki apartemennya. Dengan Tao mengekor dibelakangnya, Kris berjalan menyusuri ruang tengah menuju ke kamar tidurnya yang paling ujung tanpa mengucap 'good night' pada Chanyeol dan langsung menutup pintunya seketika setelah Tao memasuki ruangannya.
Baekhyun memasuki apartemennya. Ia berjalan-jalan mengitari ruang tengah untuk menginspeksi rumah barunya, ia dapat melihat botol minuman bersoda, kaleng bir, kardus pizza, video game consoles and controllers bercecer disekitar ruang tamu. Terdapat beberapa foto menggantung di dinding, tapi sebagian besar ruangan itu tidak di dekorasi. Ia lalu berjalan menuju dapur yang berhadapan dengan ruang tamu, tumpukan piring kotor tergeletak di dapur. Mesin pencuci piring perlu untuk dikosongkan. Kulkasnya tak berisi makanan apapun dan lemari makan hanya sebagai hiasan. Hal ini mengingatkannya dengan kehidupan ala perjaka.
Ketika Baekhyun berkeliling apartemennya, Chanyeol mengekorinya dibelakang seperti anak anjing. "Maaf soal kekacauannya." Ia mengatakannya sambil mengusap-usap pipinya sendiri malu-malu. "Kris dan aku berencana untuk membersihkan tempat ini dan pergi ke toko bahan makanan akhir minggu ini." Ketika Baekhyun tidak mengucapkan apapun, Chanyeol menjadi gugup. "Ah, aku yakin kau lelah. Kamarku disebelah sini." Kepalanya menunjuk ke sebuah lorong, memberi Baekhyun sinyal agar mengikutinya. Ia membuka pintu kayu itu, menyalakan lampunya, dan melangkah ke samping agar sang penari bisa masuk.
Baekhyun berhati-hati memasuki ruangan yang jauh dari kata rapi tersebut. Ia melangkah menghindari pakaian kotor Chanyeol yang berserakan di lantai kamar dan berdiri di sebelah tempat tidur yang tidak terdapat benda tercecer.
"Oh, kau akan membutuhkan sebuah baju…" Chanyeol berucap pada dirinya sendiri saat ia mencari-cari disekitar ruangannya demi menemukan sebuah kaus bersih dan celana piama yang bisa Baekhyun pinjam untuk semalam. Akhirnya, ia menemukan juga apa yang ia cari, ia berjalan ke arah Baekhyun dan memberikan benda yang kebesaran untuk ukuran Baekhyun. "Kuharap baju ini bukan masalah untuk satu malam. Aku yakin ini akan kebesaran bagimu. Kita akan pergi dan mengambil barang-barangmu besok…um,"
Baekhyun mengambil alih baju itu ke lengannya. Ia menatap Chanyeol lalu ia menutup bibir atas dan bawahnya, sebuah kebiasaan yang ia lakukan saat Baekhyun sedang nervous.
"K-kau bisa madi dulu jika kau m-mau. Aku tahu kau pasti kedinginan akibat hujan dan itu semua adalah salahku bahwa kau kedinginan jadi kau harus segera pergi dan menghangatkan tubuhmu dengan mandi karena hal terakhir yang kau inginkan pasti kedinginan dan wow sekarang aku sedang bertele-tele jadi aku akan segera pergi keruang tengah dan menonton TV atau melakukan sesuatu yang lainnya." Ia berbalik memutar tubuhnya, tapi ia merasakan tangannya di tahan oleh seseorang.
"Ayo mandi bersamaku." Baekhyun mengucapkan kalimat tersebut dengan emosi penuh gairah terlukis diwajahnya dan ia membuang baju yang Chanyeol berikan ke atas tempat tidur.
Chanyeol sekarang sudah terlalu familiar dengan tatapan itu. Tatapan Baekhyun barusan adalah tatapan yang pertama kali Baekhyun tunjukkan saat ia melakukan tarian di klub, tatapan yang Baekhyun berikan padanya di Champagne Room; tatapan I-want-to-fuck-you-right-now. Dengan kesusahan ia menelan salivanya, Chanyeol berkata, "Aku, um, tidak berpikir b-bahwa itu adalah ide bagus sementara Kris-"
"Fine," Baekhyun meletakkan kedua tangannya di dada Chanyeol dan mendorongnya keatas tempat tidur, "kalau begitu kau bisa menghangatkanku disini." Ia mengatakannya sambil merangkak diatas Chanyeol.
"Kau ingin melakukannya sekarang?" Chanyeol bertanya dalam posisi dibawah Baekhyun, yang wajahnya sudah terlalu dekat dengan wajah Chanyeol.
"Aku sudah mengatakannya padamu bahwa aku ingin mematahkan ranjang baruku ketika aku sampai, iya kan?" Baekhyun mengatakannya dengan menggoda bersamaan dengan tangannya yang bermain-main dengan hoodie Chanyeol. "I want you to fuck me, Chanyeol."
Tak butuh waktu lama bagi Baekhyun untuk memberi nyawa pada sesuatu diantara kedua paha Chanyeol. Ia harus berusaha keras untuk mengontrol dirinya sendiri. "Y-yeah, tapi, Kris-"
"Dia itu bajingan." Baekhyun menggigit kecil daun telinga Chanyeol dan berbisik nakal, "Aku ingin dia mendengar. Aku ingin dia untuk tahu ekstasi yang kurasakan ketika kau merasukiku. Faktanya, aku ingin semua orang yang tinggal di bangunan ini tahu betapa hebatnya perlakuanmu terhadapku." Tangannya sudah mulai bekerja pada kancing jeans Chanyeol. "Sudah kukatakan padamu kan, aku punya obsesi terhadap seks," Sang penari menyeringai jahat ketika kancing jeans Chanyeol sudah terbuka dan dengan cepat menurunkan resletingnya. "Dan kau adalah satu-satunya yang dapat memuaskanku." Ia menarik jeans sekaligus boxers Chanyeol dengan tidak sabar dan membuangnya ke lantai bersama dengan baju-baju yang lainnya.
Chanyeol hanya dapat melihat, terlalu lemah untuk menghentikan Baekhyun yang mengambil keuntungan darinya. Tapi ia juga tidak merasa keberatan.
Baekhyun tak lagi membuang-buang waktu dan langsung menggerakkan lidahnya dari dasar penis Chanyeol yang sudah mengeras, hingga keujungnya, dan memutar lidahnya disekitar kepala penisnya. Ia menutup kepala penis Chanyeol dengan kedua bibirnya, menghisap perlahan untuk menggodanya. Lalu dengan cepat ia memasukkan penis Chanyeol kedalam mulutnya, merasakan rasa asin tetapi juga manis darinya, dan mulai memompanya dengan mudah.
Chanyeol mendesah saat badannya dipenuhi dengan kenikmatan. Ia mencengkeram seprei tempat tidurnya saat akal sehatnya sudah tak mampu merasakan apapun.
Setelah beberapa menit menghisapi penis Chanyeol, Baekhyun melepaskan benda yang sudah menegang itu dan berdiri diatas tempat tidur. Sebesar apapun ia menginginkan untuk melepaskan pakaiannya sendiri secepat mungkin, menggoda sedikit tak akan menyakitkan, ia pikir. Baekhyun menggapai bagian bawah kausnya dan perlahan-lahan melepaskan melalui kepalanya, perlahan menampakkan abs-nya yang indah dan juga dadanya kepada Chanyeol. Ia mengacak-acak rambutnya tidak beraturan, lalu membuang kausnya ke sudut ruangan.
Chanyeol mmengubah posisinya menjadi bertumpu pada kedua sikunya dan memandang private strip show yang ia dapatkan.
Baekhyun melarikan tangannya menuruni dadanya dan seluruh sisi tubuhnya. Menggoyangkan pinggulnya perlahan dan menggigit bibir bawahnya, ia mulai perlahan-lahan melucuti celana kulitnya. Menggoda pria yang berada dibawahnya, ia menurunkan celananya sebatas pinggul. Ia menatap pandangan Chanyeol yang berubah menjadi penuh dengan keserakahan. Merasa puas dengan penampilannya sendiri, Baekhyun menurunkan celananya dan menendangnya ke lantai.
Saat ia mendekat ke tempat tidur, Chanyeol mencengkeram pinggangnya dan memutar posisinya diatas tempat tidur hingga Chanyeol berada diatasnya. Menangkap bibirnya dalam ciuman panas penuh nafsu, tangan besarnya mengeksplorasi kulit lembut dan seputih susu Baekhyun. Ia memutus ciumannya dan tanpa menunggu lama, Chanyeol menghisap kedua jarinya, meletakannya pada opening Baekhyun dan memasukannya.
Baekhyun mendesah dan menyatukan bibir mereka kembali. Selagi merasakan isi mulut Chanyeol, Baekhyun menggerakkan pinggulnya seirama dengan jari-jari Chanyeol, dan mengeluarkan erangan yang menggoda. Ketika ia menginginkan yang lebih, ia berpindah posisi, jadi ia bertumpu pada lengan dan lutunya.
Chanyeol dengan cepat menyingkirkan hoodie-nya. Mencondongkan badannya kearah meja disamping tempat tidurnya, ia membuka laci yang paling atas dan menemukan sebotol pelumas. Ia menekan pada botol itu dan mendapatkan cairan yang bening dan lengket di telapak tangannya, ia mengusapkan di sepanjang penisnya dan melemparkan botol itu di suatu tempat diatas tempat tidur. Ia memposisikan dirinya sendiri dibelakang Baekhyun dan memasukinya perlahan.
Baekhyun mengeluarkan erangan penuh dosa ketika penis besar Chanyeol memenuhi Baekhyun sepenuhnya. Beberapa gerakan kuat yang dilakukan Chanyeol mampu membuat Baekhyun jatuh dan bertumpu dengan sikunya. Ia merendahkan dadanya dan menaikkan punggungnya, ia lalu memutar pinggulnya saat Chanyeol menusuknya. "Oh fuck, Chan…right there." Ia mendesah saat sweet spot-nya di tusuk dengan paksa dan berulang-ulang.
Chanyeol membungkuk diatas tubuh Baekhyun yang ramping, tangannya mengarah kebawah, dan menggenggam penis Baekhyun. Hanya perlu beberapa sentuhan dari jari-jarinya sudah membuat Baekhyun semakin melemah dibawahnya. Ia menghentikan invasinya didalam tubuh Baekhyun dan berkonsentrasi pada pelepasannya.
Cengkeraman kuat pada seprei tempat tidur di genggamannya, kepuasan Baekhyun memuncak dan ia datang sesuai dengan perintah Chanyeol. Ia terjatuh diatas tempat tidur, terengah-engah dan berusaha memutar balik tubuhnya. Ia lalu menatap Chanyeol yang berada di antara kedua kakinya.
"Aku belum mengatakan selesai kan?" Chanyeol menyeringai.
Baekhyun tertawa. "Hell no, tadi itu hanya pemanasan."
Bersamaan dengan dirinya yang merangkak diatas pria yang lebih kecil dibawahnya; ia kembali memasukkan penisnya kedalam Baekhyun dan menggeram, "Bagus, karena aku belum selesai." Ia mencengekram pinggang Baekhyun, berdiri dengan lutut sebagai tumpuannya, dan mulai melakukan hal-hal yang belum ia lakukan beberapa menit yang lalu.
Baekhyun melengkungkan tubuhnya tepat saat Chanyeol menemukan sweet spot-nya sekali lagi. Ia mengeluarkan teriakan penuh kenikamatan yang bisa saja membangunkan teman se-apartemennya.
Chanyeol membungkuk dan menyegel bibir mereka berdua untuk menghentikan teriakan Baekhyun yang tak tertahankan karena takut akan membangunkan Kris. Ia mendesah dan mempercepat gerakannya saat Baekhyun melingkarkan kedua kakinya disekitar pinggangnya, membuat Chanyeol masuk lebih dalam dan lebih dalam lagi ke dalam tubuh Baekhyun. "Fuck…Aku akan-" tak sanggup untuk menahan lebih lama lagi, Chanyeol keluar didalam tubuh Baekhyun dan terjatuh diatas tubuh Baekhyun.
Baekhyun menyukai perasaan terpenuhi di dalam tetapi terlihat kepayahan diluar. Saat ia berbaring dibawah Chanyeol, ia melihat setitik warna orange-kemerahan yang bersinar disepanjang tirai yang menutupi jendela kamar Chanyeol. "Chanyeol," ucapannya masih seperti orang yang kehabisan nafas sambil menepuk punggung Chanyeol.
Chanyeol sudah tewas.
Baekhyun melihat ke arah jam diatas meja diseberang tempat tidur Chanyeol.
6:46am
Baekhyun menghela nafas dan mendorong giant yang tertidur diatas tubuhnya. Berusaha untuk menarik selimut dibawah Chanyeol, ia menutupkannya diatas tubuh mereka yang telanjang. Ia tersenyum menatap betapa damainya Chanyeol saat tertidur. "Sudah kubilang padamu aku akan mengatakan perasaanku saat fajar, tapi sekarang kau bahkan tidak dalam keadaan sadar untuk mendengarkannya. Sejujurnya aku juga senang kau tidak sedang terbangun. Aku pikir aku tak bisa mengatakannya padamu jika kau terbangun." Ia mengucapkannya dengan jelas, menyandarkan kepalanya pada dada bidang Chanyeol. Mendengar detak jantungnya yang beraturan, itu menenangkan Baekhyun. "Kau adalah orang pertama yang benar-benar peduli padaku. Aku benar-benar bahagia ketika kau hampir saja mengatakan padaku kau mencintaiku. Kau benar mencintaiku, kan?"
Tanpa sadar, Chanyeol melingkarkan lengannya ditubuh Baekhyun.
Baekhyun sedikit tersipu dan menutup matanya. "Kupikir aku juga mencintaimu, Chanyeol." Ia berbisik selembut yang ia bisa sebelum ia kemudian tertidur.
-To Be Continued-
/usap keringet/ /elap mimisan/
Gimanaa? Puaskah kalian semua, haha. Next chapter updated soon, so jangan sampai ketinggalan loo. Oh ya, for those who have messaging me all this time, makasih banyak ya udah ngingetin saya soal tanggungan ff ini. Juga buat readers yang sudah komen di setiap chapter, apalagi yang nggak punya akun, saya nggak sempat untuk me-moderate komentar kalian, tapi bukan berarti saya nggak baca, saya baca kok by email. Jadi kalian nggak usah khawatir yaa, dan ya saya sebenernya pengen balesin komenan kalian satu-satu, but, I just can't hehe. Dan kalau masih ada yang dibingungkan, silahkan feel free to ask :)
Thank you guys~
Read the original story:
story/view/601910/1/the-exotic-dancer-romance-smut-exo-hunhan-taoris-baekyeol-kaisoo
Once again, thanks to sleeplessbeauty9 who gave me a permission to translate this awesome fiction.
See ya in the next chapter and don't forget to be a good reader, guys. A good reader, always leave their sign!
Byee~~
