.

.

.

Title : Naruto : The Next SHINOBI NO KAMI

Genre: Adventure( dengan sisipan Romance, Humor dan Family)

Disclaimer: Naruto bukan Punya saya tetapi milik Mr. Masashi Kishimoto

Rating : T

Pair : Naruto x Mikoto dan Minato x Kushina

Author : Uzumaki-Namikaze Elmas

Warning : gaje, OC, OOC, Typo(mungkin), dan masih banyak lagi.

.

.

.

Summary :

Naruto merupakan prodigy dari 4 klan sekaligus. Anak Dari Yugito Senju-Uzumaki ( Anak Hashirama dan Mito) dengan Rei Uchiha-Namikaze. Pada saat Naruto menyempurnakan Jikkukan Ninjutsu Klan Namikaze ( Hiraisin), Ia terjebak dalam dimensi hiraisin, dan dilatih di dimensi itu oleh RIKUDOU SENNIN. dan terlempar ke MASA DEPAN…

Bagaimana Ceritanya? Dapatkah naruto mendapat Gelar SHINOBI NO KAMI? RnR!

.

.

JAWABAN REVIEWS :

: lanjutkan kawan..

Iya ini lanjut...

.

Altadinata : eh ada season 2 nya yah?
lnjut

hehe.. Iya..

.

Ficnya bagus, seru, Author-san. Kemungkinan melihat waktu latihan NaruMina maka Itachi sudah menyaksikan perang sejak umur 1tahun bukan 4tahun dan jika nanti Naruto yang terpilih jadi Yondaime, dan jika melihat Canon mungkin Kyuubi akan disegel bukan pada anaknya MinaKushi tapi malah akan di segel pada anak NaruMiko mungkin pada Sasuke.
Bener gak?
Sekian :)
16:42 28/6

Kyubi akan disegel di tubuh anak MinaKushi, Klo masalah itachi mungkin akan berbeda dengan manga...

.

Uzumaki21 : Saya sih berharap nama anaknya bukan Itachi. Seolah Naruto disini mengambil peran Fugaku.
Kalo boleh bagaimana kalau namanya mengambil dari chara anime lain? Semisal Ichigo? Yang sedikit mempunyai warna rambut mirip Naruto atau pun Mikoto.
Bagaimana? Keren gak?
Mau tetap lanjut? Oke ditunggu...

Anak NaruMiko tetap Itachi dan sasuke karena saya sudah memikirkan kelanjutannya. Disini Fugaku punya peran sendiri, Tapi terimakasih atas sarannya...

.

Yami uzumaki namikaze : Senpai, saya punya saran, gimana kalo anaknya naruto nanti iyu namanya menma aja. Dan sasuke sama itachi tetap anaknya fugaku sama OC senpai, hanya sekedar saran senpai :D

hm... Anak Naruto tetap Itachi, klo Fugaku punya anak tambah kacau, hehehe... Terimakasih atas sarannya. :D

.

TotokCorePride : Kapan penyerangan Kyubi ?

Mungkin beberapa chapter lagi...

.

Uzumakiberzira : Good! Ditunggu lanjutannya y! tpi cuma ngasi saran penulisannya di benarkan! Arigatou

Ini sudah lumayan penulisannya, Tapi saya usahakan lebih baik...

.

Koga-san : Maaf sebelumnya, saya ingin memberikan beberapa saran untuk author-san. Yang pertama, saat ada kalimat dialog itu sebaiknya kalimat yang akan diucapkan dengan tanda baca dialog digabung dan juga di akhir kalimat diberi satu tanda penutup seperti "Aku sudah menduga kalian akan datang."Kata Sandaime. Yang kedua tanda penghubung untuk menghubungkan nama dengan suffix sesorang sebaiknya digabung dan suffixnya itu nggak usah menggunakan huruf Kapital pada huruf depannya, contohnya "Naruto-sama". Mungkin hanya itu saja yang mau saya katakan, author-san

hm... klo disatuin duhitung satu kata donk, wah jadi tambah lama nih Updatenya. hehe.. Klo suffix tak perlu Kapital saya setuju, Klo untuk menyatukan kalimat dialog seperti diatas jadi dikit ntar Wordnya. Terimakasih atas sarannya...

.

: ch. depan NaruMina menuju medan perang yy?

Yap...

.

Hiruka : Masih ada typo walaupun sedikit,tapi jangan metahkan semangat author-san untuk terus berkarya.
Jangan di hiatus ataupun di discontinued :D

haha... Typo memang kebiasaan.

.

Sepertinya sudah banyak yang saya jawab.

Langsung aja...

Tlong dibaca...

Sebelumnya Di Chapter 8 :

Di Konohagakure, Pintu gerbang….

.

Naruto muncul di depan gerbang desa berlambang Konoha. Tetapi ada yang berbeda di desa konoha, banyak tower penjaga yang didirikan, dan gerbang yang sepertinya dijaga ketat.

" Apa yang terjadi? " Tanya Minato dengan memandang tidak percaya entah pada siapa.

' Ternyata sudah terjadi… " pikir Naruto yang hanya geleng – geleng pasrah.

" Lebih baik kita tanyakan pada Hokage saja, Minato… " Usul Naruto pada Minato sekaligus mengajak Minato memasuki desa mereka yang sekarang sudah menjadi desa militer.

Naruto dan Minato memasuki gerbang namun dicegat oleh seseorang yang muncul dengan shunsin.

" sensei, kemana saja? " Tanya seseorang berambut perak yang rambutnya seakan melawan gravitasi a.k.a. Kakashi Hatake.

" Kau Kakashi… Aku hanya berlatih beberapa tahun… " ucap Minato dengan tersenyum dan mengacak – acak rambut kakashi.

" Eh.. Kukira sensei ikut berperang! " Ucap Kakashi seperti biasa dengan muka datar.

" Perang? " Minato hanya bingung mendengar ucapan Kakashi.

" Ya, perang. Jiraiya – sama sudah berangkat 1 tahun yang lalu. Kukira sensei ikut dengan beliau… " Ucap Kakashi dengan kata kehormatan saat menyebutkan kata 'Jiraiya'.

" Kenapa Kau menyebut si Ero – Sensei begitu? " Tanya Naruto tidak kalah datar dengan kakashi.

" Kau muridnya tidak tahu? " Tanya Kakashi dengan menatap Naruto seakan tidak percaya.

" Ya memang kenapa? " Tanya Naruto bingung dengan mengangkat sebelahg alisnya.

" Jiraiya – sama, Tsuade – sama, dan Orochimaru – Sama sudah terkenal dengan Sannin Konoha setelah melawan ninja hebat seperti Hanzou no salamander.. " Jelas Kakashi yang membuat Naruto dan Minato melongo saat kakashi menjelaskan.

" Karena sensei sudah kembali, mungkin Tim kita akan mendapat misi! " Ucap Kakashi dengan tersenyum dibalik maskernya.

" Ya, Tapi aku bingung Kenapa kau tidak ikut berperang bukannya hanya seorang genin yang tidak boleh berperang? Semsentara kau Kakashi, seorang Chunnin? " Ucap Minato menembakan pertanyaan bertubi – tubi pada Kakashi.

" karena Hokage memerintahkan agar seorang anak dibawah 17 tahun tidak boleh terjun ke medan perang, Namun jika kemampuan Tim itu sudah diakui dan terdapat jounin pembimbing. Tim itu dapat terjun ke medan perang, Dan untuk pertanyaan sensei aku seorang Chunnin kau salah sensei. Aku ini seorang Jounin sekarang… " Jelas Kakashi panjang lebar pada Minato yang membuat Minato tersenyum puas.

" Tetapi, kenapa Hokage memangil sensei? Tapi tidak memanggil kami? " Tanya Naruto entah pada siapa.

" Lebih baik kita menuju kantor Hokage sekarang… " Ucap Minato kepada Naruto yang hanya menjawab anggukan.

"Kita pergi dulu, kakashi … jaa …. " Ucap Minato kepada kakashi. sebelum Minato dan Naruto menghilang meninggalkan kilatan merah.

.

.

Di Konohagakure, Ruangan Hokage…

.

.

" Apa? Iwa ingin menyerang Konoha? Yang benar saja " Teriak Sandaime dengan memijit kepalanya yang terkadang sakit jika mendengar berita buruk

Muncul Kilatan merah didepan Sandaime Hokage.

" Aku sudah menduga kalian akan datang! " Ucap Sandaime Hokage dengan melepas Topi Kagenya.

" Banyak hal yang harus anda jelaskan, Hokage – Sama… " ucap Naruto dengan tatapan mengintimidasi.

.

.

*Naruto : The Next SHINOBI NO KAMI* Chapter 9 : Menjadi pemimpin.

.

Hokage yang mengerti ucapan Naruto menarik nafas dalam – dalam seakan ingin menjelaskannya dengan panjang lebar.

" Seperti yang kau dengar sekarang sedang terjadi Perang Dunia Shinobi Ke – Tiga yang sudah berlangsung sangat lama.. " Ucap Sandaime Hokage dengan mempersilakan Anbu yang tadi melapor meninggalkan ruangannya.

" lalu Kenapa anda tidak memanggil kami? Saat anda memanggil Jiraiya – Sensei! " Tanya Minato dengan muka kesal menghadap ke Sandaime Hokage a.k.a. Hiruzen Sarutobi.

Hiruzen hanya tersenyum dan mendekat kearah Naruto dan Minato. Naruto dan Minato hanya menaikan sebelah alisnya menandakan mereka bingung.

" Kalian ini adalah Ninja Terbaik Konoha, Aku tidak akan membahayakan nyawa Calon hokage dengan menerjunkan kalian ke Medan Perang… " Ucap Hiruzen sambil menepuk pundak kedua Shinobi di depannya.

" Apa anda meremehkan kemampuan kami, Hokage - sama? " Tanya Naruto dengan nada datar.

"Hahahaha….. Kalian jangan bercanda, Semua desa besar shinobi sudah mengetahui Kemampuan kalian… " Ucap Hiruzen dengan tersenyum bangga pada kedua shinobi yang ada di depannya.

" Lalu mengapa anda tidak memanggil kami? " Tanya Minato lagi pada Sandaime hokage.

"Karena kekuatan kalian yang menjadi masalah! Para Shinobi musuh akan terus berdatangan demi membunuh kalian… Dan aku hanya ingin kalian focus untuk latihan… " Ucap Hiruzen dengan lirih. Sementara Naruto dan Minato hanya tertunduk di depan Hiruzen. " Latihan untuk menjadi Hokage, Walaupun Jiraiya sudah memilih diantara kalian! " Lanjutnya.

" Sebenarnya Jiraiya memilih Naruto sebagai Yondaime Hokage. Tetapi ia tahu bahwa Naruto akan menolaknya jadi Ia memutuskan Minato menjadi Yondaime Hokage, Apa kau akan menerima tanggung jawab ini? " Ucap Hiruzen dengan tersenyum bangga kepada Naruto dan Minato.

' Cita – cita Minato adalah menjadi Hokage. Pasti dia akan menerimanya dengan senang hati… ' Pikir Naruto menebak apa yang akan terjadi.

" Tentu, aku akan menerimanya…. " Ucap Minato dengan bersemangat.

" Bagaimana bisa terjadi perang? " Tanya Naruto dengan wajah serius pada Hiruzen.

" Hm… Sebenarnya ini hanya salah paham, Bermula dari pertemuaan para Daimyo dari masing – masing Negara yang saling menyalahkan pada saat pertemuan dan akhirnya salah satu Daimyo yang merasa diremeh memerintahkan desa ninja mereka untuk menyerang Negara lain. Walaupun para Kage tidak ingin terjadi perang, Akhirnya terjadi Perang Dunia SHinobi Ke Tiga yang sebenarnya tidak kami inginkan… " Jawab Hiruzen dengan Panjang lebar pada Kedua Prodigy di depannya.

" Hm… Karena kami ada disini, Apa ada misi yang harus kami laksanakan? " Tanya Naruto menawarkan dirinya untuk menjalankan misi.

" Naruto dan Minato akan memimpin pasukan Konoha menghalangi Iwa menyerang Konoha, Pasukan yang akan kalian pimpin terletak di Camp Konoha yang berada di Perbatasan Iwa dengan Konoha. Pasukan itu dipimpin oleh Sakumo Hatake. Dan Tim Minato akan menjalankan misi, Untuk menghancurkan jembatan yang bernama Jembatan Kannabi yang terletak di kusagakure. Jembatan itu akan akan digunakan untuk mengirimkan pasukan bantuan dan pasokan makanan Shinobi Iwa. " Ucap Hiruzen menjelaskan pada kedua Shinobi penerus kejayaan Konoha.

" Lalu bagaimana dengan Timku? " Tanya Minato kepada Hiruzen.

" Apa Maksudmu, Minato? " Hiruzen bertanya balik kepada Minato.

" Maksudku, Bagaimana dengan Timku? Apa mereka mampu untuk menjalankan misi ini? " Tanya Minato dengan menjelaskan pada Hiruzen.

" Lebih baik, Kau bersama Timmu Minato. Biarkan aku yang memimpin pasukan.. " Ucap Naruto memberikan keringanan kepada Minato.

" Tidak, Aku sudah memikirkan sesuatu untuk hal ini.. " Ucap Minato yang sudah selesai berfikir.

" Apa kalian menerima misi ini? " Tanya Hiruzen pada Naruto dan Minato.

" Kami akan melaksanakannya dengan serius… " Ucap Naruto dengan mengepalkan tangannya kuat – kuat.

' Aku harus menghentikan perang ini… ' Batin Naruto dengan serius memandang ke Minato dan Hiruzen.

Kalau begitu kami pergi dulu… jaa… " Ucap Naruto dan Minato bersamaan dan mereka berdua menghilang meninggalkan ruangan Hokage.

.

.

Di Konohagakure, Suatu Jalan…

.

.

Naruto muncul lagi di sebuah jalan yang dulu banyak dilalui banyak orang sekarang hanya jalan besar yang sepi. Sementara Minato yang melihat melamun hanya geleng – geleng.

" Kita akan kemana, kak? " Tanya Minato pada Naruto yang membuatnya membuyarkan lamunannya.

" Aku akan menemui putraku dan Mikoto – chan! " Ucap Naruto dengan membayangkan dirinya bersama Mikoto dan Putranya.

" Sepertinya aku juga akan bertemu dengan Kushina – chan.. " Ucap Minato ia juga membayangkan Kushina, Apa ada yang berbeda dengan Kushina lama dengan yang sekarang.

" Kalau begitu aku pergi dulu, Minato… " Ucap Naruto kemudian Naruto menghilang meninggalkan kilatan merah.

' Seperti biasa, Kau selalu tidak sabaran, kak… ' Ucap Minato dalam hati dengan geleng – geleng.

Minato bejalan menuju rumahnya yang lumayan jauh, setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya Minato sampai. Tetapi ada suara yang memanggil namanya dan menyuruhnya berhenti.

" Tunggu, Minato.. " Ucap seseorang dibelakang Minato yang menghentikan Minato yang akan masuk ke rumahnya.

Minato menengok dan menemukan kakaknya yang tengah mengatur nafas..

" Cepat sekali, Memang ada apa, kak? " Tanya Minato dengan santai walaupun dirinya penasaran dengan apa yang ingin Naruto katakan.

" Mikoto – chan… Ia tidak ada dirumah… " Ucap Naruto dengan nafas yang masih memburu.

" Tentu saja, Mikoto – chan dan Kushina – chan itu seorang Chunnin atau mungkin sekarang sudah menjadi seorang Jounin. Pasti mereka ikut berperang.. " Ucap Minato dengan santai pada Naruto.

" Apa? Tidak mungkin, Mikoto – chan itu sudah mempunyai anak. Jadi tidak mungkin Mikoto – chan ikut berperang… " Ucap Naruto dengan nada seakan tidak percaya.

" Kalau begitu, Aku akan pergi ke Camp Shinobi konoha yang ada di perbatasan Iwa dan Konoha… " Ucap Naruto dengan menyentuh pundak Minato dan mereka menghilang meninggalkan kilatan merah.

.

.

Di Perbatasan Konoha dan Iwa, Champ Shinobi Konoha….

.

.

Naruto muncul kembali di depan sebuah tenda yang berlambang Klan Uchiha. Naruto hanya menatap tenda itu dengan tatapan datar.

" Kau benar, Minato… " Ucap Naruto dengan tertunduk sehingga wajahnya tidak terlihat karena ditutupi poninya yang panjang. " Ia ada disini… " Lanjut naruto…

Beberapa saat kemudian keluarlah seorang anak berambut hitam, dan berumur sekitar 3 tahunan keluar dari tenda itu. Anak itu keluar dari tenda dan tidak sengaja menabrak Naruto. Naruto yang dari tertunduk tersadar dan melihat kearah anak yang tidak sengaja menabraknya.

Naruto langsung membantu anak itu untuk berdiri.

" Siapa namamu? " Tanya Naruto pada anak itu dengan tersenyum.

Anak itu hanya menatap bingung pada Naruto.

" Itachi… " Ucap seseorang yang sangat Naruto kenal dari dalam tenda.

Beberapa saat kemudian keluar seorang wanita yang sangat familiar untuk Naruto. Naruto hanya memandang orang yang sangat ingin ia temui dengan tatapan datar.

" Naruto – kun? " Ucap Wanita tersebut a.k.a. Mikoto Uchiha.

" Apa benar itu kau? " Tanya Mikoto seakan menatap ke arah Naruto dengan tatapan tidak percaya.

.

" GGRREEPP "

.

Mikoto langsung memeluk Naruto dengan erat. Naruto hanya diam tidak membalas pelukan Mikoto, hingga setelah Mikoto melepas pelukannya Naruto hanya diam dan menatap semua itu dengan datar dengan kata lain tidak ada senyum yang tersungging diwajahnya..

" Kenapa? Mikoto – chan? " Tanya Naruto yang masih dengan wajah tertunduk di depan Mikoto.

Mikoto hanya diam, tidak mengerti apa yang dimaksud Naruto. Naruto masih diam menunggu jawaban dari Mikoto.

" Kenapa? KENAPA KAU MEMBESARKAN ANAK KITA DISINI? " Tanya Naruto dengan menggentak pada Mikoto yang sepertinya sudah menyadari kesalahannya.

Mikoto hanya terdiam termenung dengan apa yang naruto bicarakan. Minato yang ada disebelah naruto hanya memandang khawatir pada Naruto.

" APA KAU TAHU? JIKA KAU MEBESARKANNYA DISINI, DIA BISA SAJA MENJADI SENJATA PERANG. TIDAK MEMILIKI RASA KASIHAN, DAN MENJADI SEORANG YANG KEJAM… " Gentak Naruto kepada Mikoto yang mulai menitihkan Air mata...

Kemudian Naruto menengok pada Itachi yang nampaknya ketakutan. Dan mulai mendekati Itachi dan mengacak – acak rambut hitamnya.

" Apa kau tidak rindu pada Tou – sanmu ini, itachi? " Tanya Naruto dengan tersenyum.

" Tou – san… " Ucap Itachi dengan lancar dan nampaknya bingung.

" Ya, kemarilah… " Ucap Naruto. Dengan cepat Itachi langsung berlari dan memeluk Tou – san yang selama ini diatanyakan.

Naruto kemudian menggendong itachi di punggungnya. Dan melihat kembali pada Mikoto.

" Kau tidak tahu betapa aku menghawatirkan kalian! " Ucap Naruto dan mulai mendekat pada Mikoto Uchiha.

Naruto kemudian Memeluk Mikoto dan Itachi. Mikoto yang sedari tadi menangis kini sudah berhenti menangis.

" Aku akan selalu melindungi kalian… " Ucap Naruto dengan memper – erat pelukannya.

" hm… Naruto – kun ada hal yang inginku biacarakan… " Ucap Mikoto dengan lirih, sementara Naruto hanya mengangguk dan mereka berdua menjauh dari kerumunan…

" Ada apa, Mikoto – chan? Aku ingin meminta maaf karena kekasaranku… " Ucap Naruto dengan lirih pertanda ia menyesal.

" Bukan masalah itu, aku juga minta maaf karena aku mengajak itachi untuk tinggal disini… " Ucap Mikoto juga nampaknya juga menyesal. " Tou – san sudah meninggal, Naruto – kun… " Lanjut Mikoto dengan lirih pada kata ' Meninggal '.

" Ba..ba..gaimana bisa? " Tanya Naruto yang nampaknya syok.

" Tou – san mengorbankan dirinya untuk melindungi Uchiha lainya dalam peperangan… " Ucap Mikoto dengan sedikit sedih. " Dan sebelum Tou – san meninggal, Tou – san ingin kau menggantikannya Naruto – kun… " Lanjut Mikoto.

" Apa Maksudmu? " Tanya Naruto.

" Tou – san ingin kau menggantikannya sebagai Ketua Klan.. " Jawab Mikoto dengan tenang.

Naruto hanya termenung mendengar berita buruk yang diberikan mikoto selama ia berlatih. Naruto menengok kea rah Minato yang teryata tengah bermain dengan Itachi.

" Baik, aku akan menggantikannya. " Ucap Naruto sambil tersenyum dan Mikoto membalasnya juga dengan senyum.

.

" MINATO – KUN… "

.

Teriak seseorang dari kejauhan.

Minato menengok ke asal suara yang memanggil namanya dan ia hanya tersenyum ketika mengetahui siapa yang memanggilnya.

" Minato – kun… " Sahut seseorang yang sangat tidak asing bagi Minato.

" Aku sudah menunggumu, Kushina – chan… " Ucap Minato dengan menggandeng seseorang berambut merah. " Kulihtat ada perbedaan darimu… " Lanjut Minato.

" Perbedaan? Perbedaan apa? " Tanya Kushina yang sedikit bingung.

" Rambutmu sekarang terlihat lebih indah karena rambutmu sudah memanjang, Kushina – Chan… " Rayu Minato dengan tersenyum yang membuat Kushina blushing.

Minato menatap ke arah Naruto dengan mengacungkan jempol .

' Terimakasih atas saranmu, kak… ' Ucap Minato dalam hati kepada naruto.

Sementara Naruto hanya tersenyum seolah bisa membaca pikiran Minato.

.

" HMMMM…. "

.

Seseorang mencoba mencari perhatian dari 2 pasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu, Dengan reflex semua orang langsung menatap seseorang yang bedehem dengan kerasnya tadi. Alangkah kaget Minato yang bersuara adalah Timnya sendiri, Yaitu Kakashi yang nampaknya tidak peduli dengan senseinya, Obito yang memandang kesal kepada Minato, Dan Rin yang nampaknya sedang asik melirik ke kakashi.

" hehehe… Kalian apa sudah lama menungguku disini ? " Tanya Minato dengan menggaruk – garuk kepalannya yang tidak gatal.

" Sangat lama kami menunggumu… " Ucap Obito dengan menatap kesal pada Minato.

" Misi apa yang diberikan Hokage – sama, sensei? " Tanya Kakashi dengan muka datar.

" Memang apa yang kalian lakukan disini? " Tanya balik Minato yang membuat Obito betambah kesal.

" Hokage mengumpulkan tim kita, Hokage menyuruh Aku, Obito, dan Rin untuk menemuimu… " Jelas Kakashi yang menghentikan Obito yang mau menjelaskan.

" Tentang misi akanku jelaskan diperjalanan. Dan yang pasti kita akan ke medan perang, tetapi kuharap kalian saling melindungi… " Ucap Minato memberikan sarannya kepada Timnya.

" Persiapkan keperluan kalian di Medan Perang. Sepertinya aku tidak akan melaksanakan misi ini bersama kalian… " Ucap Minato dengan sedikit menyesal.

" MENUNDUKLAH MIKOTO – CHAN…. " Teriak Naruto yang mengagetkan semua orang dan Mikoto langsung menunduk mengikuti perintahnya.

.

"JJJJJLLLEEEEEBBBB "

.

Kunai Naruto menusuk seorang shinobi yang menggunakan ikat kepala Iwagakure yang akan menikam Mikoto dari belakang. Sementara Semua orang termasuk Tim Minato bersiap memasang posisi bertarung.

" Iwagakure No Jutsu, mereka bersembunyi dibawah tanah agar kita tidak dapat mendeteksi cakra mereka… " Ucap Minato mulai mengambil sesuatu di kantong di pahanya.

Naruto yang masih menggendong Itachi hanya memandang Khawatir dengan Itachi yang memadang pembunuhan di depannya dengan pandangan kosong.

" Itachi… " Ucap Naruto khawatir dengan memanggil Itachi yang sedang digendongnya.

Naruto langsung menurunkan Itachi yang tubuhnya bergetar. Ia juga membersihkan darah yang Shinobi tadi yang ada di wajah Itachi dengan tangannya.

" Itachi… " Ucap Mikoto dan mendekat pada Itachi dan memeluknya.

Sementara Itachi hanya terus memandangi mayat Shinobi yang ada di depannya. Naruto memberikan kode pada Kushina, Minato dan Timnya untuk tetap waspada.

" Kau dan Itachi harus kembali ke Konoha… " Kata Naruto pada Mikoto yang masih berusaha untuk menenangkan Itachi yang tubuhnya masih gemeteran hebat.

" Hiraisin. " Ucap Naruto yang sebelumnya sudah merapal segel, Naruto, Mikoto, dan Itachi menghilang meninggalkan Kilatan merah.

.

.

Di Konohagakure, Rumah Naruto.

.

.

Naruto muncul dengan menggendong Itachi ala Bridal style dan Mikoto berada di sampingnya.

" Bagaimana dengan Itachi, Naruto – kun? " Tanya Mikoto yang nampaknya sangat khawatir dengan keadaan Itachi.

" Ia hanya Pingsan. " Ucap Naruto mencoba menenangkan Mikoto.

Naruto langsung menidurkan Itachi di ranjang tidur, Sementara Naruto hanya menggeram kesal saat melihat Itachi mengigau ketakutan.

Naruto membuka sebuah lemari dan mengambil jubah bermotif api putih yang terdapat di lemari itu.

" Aku akan pergi, Dan menghentikan perang ini secepatnya… " Ucap Naruto yang mulai berdiri. " Kuharap kau bisa menjaga Itachi, Mikoto – chan… " lanjut Naruto kemudian ia mulai merapal segel tangan.

Naruto memakai jubahnya.

" Aku pergi dulu…jaa… " Ucap Naruto menghilang meninggalkan kilatan merah.

.

.

Di Perbatasan Konoha dan Iwa, Champ Shinobi Konoha….

.

.

Naruto muncul lagi di tempat ia menghilang. Naruto hanya menatap Minato mengisyaratkan segera melaksanakan misi yang diberikan Hokage pada Mereka.

" Kakashi, Dimana ayahmu Sakumo Hatake? " Tanya Minato pada Kakashi yang sedari tadi diam.

" Dia sudah mati… " Ucap Kakashi dengan dingin pada senseinya, Minato sempat kaget dengan ucapan kakashi walau ia sudah menenangkan diri.

" Kenapa hokage tidak memberitahukan berita itu? " Tanya Minato entah pada siapa.

" Mungkin, Beliau belum menerima beritanya… " jawab Rin kepada senseinya.

" Kalau begitu Pasukan Konoha ini tanpa dipimpin? Baiklah sekarang kumpulkan mereka disini… " Ucap Naruto memperintahkan Minato dan Timnya untuk mengumpulkan semua Ninja Konoha yang berada di Champ ini.

.

.

Time Skip Beberapa menit kemudian…

.

.

Sekarang terdapat ratusan orang, dan terjadi keramaian di tempat Naruto berada tadi, Banyak Shinobi yang berkumpul tepat di depan Naruto dan Minato berada. Sementara semua Shinobi itu mulai diam ketika mendengar seseorang berbicara di depan.

" Perkenalkan Namaku Namikaze Naruto, Dan disampingku adalah adiku sendiri, Namikaze Minato. Sebentar lagi kita akan berangkat ke Medan Perang membela Konoha tercinta dan Kalian akan membawa Tekad Api Konoha ke dalam Medan Perang jadi Kuharap Tekad Api itu akan selalu menyertai kalian. " Ucap Naruto dengan penuh wibawa pada Semua Shinobi Konoha yang berada di depannya.

" Aku akan memimpin Kalian menuju Kemenangan… " Ucap Naruto dengan mengepalkan tangannya ke atas.

" YAAAAAA….. " Teriak ratusan Shinobi Konoha dengan sangat yakin mereka akan menang.

" Minato, Berapa jumlah Shinobi yang ada disini? " Tanya Naruto kepada Minato yang berada di sebelahnya.

" Sekitar 500 orang, Dan Sepertinya mereka sudah siap ke Medan Perang… " Jawab Minato dengan mantap.

" Baiklah sekarang kita berangkat… " Ucap Naruto kepada Minato.

" Apa kita tidak membutuhkan Strategi, kak? " Tanya Minato dengan bingung kepada Naruto.

" Kita berdua saja sudah cukup, Minato… " Jawab Naruto santai dan memimpin semua pasukan untuk mengikutinya.

Minato hanya tersenyum dengan ucapan Naruto tadi dan Minato akhirnya menemui Timnya Untuk membahas Strategi. Naruto dan Tim Minato berangkat menuju Medan Perangnya sendiri.

.

.

Time Skip di Perbatasan Konoha – Iwa…

.

.

Naruto tengah berjalan di belakangnya terlihat ratusan orang yang mengikutinya. Sementara Minato tengah berbicara dengan Timnya.

" Minato, Bagikan satu per satu Kunaimu untuk mereka bawa… " Ucap Naruto kepada Minato yang tengah mempersiapkan Strategi untuk Timnya.

" Haii… " Ucap Minato tanpa membantah ucapan Naruto. Minato mendekat pada Naruto bersiap untuk membisikkan sesuatu pada Naruto.

" Sebenarnya apa yang kau lakukan, kak? Bagaimana kita bisa menyelamatkan ratusan Shinobi Konoha hanya dengan bermodalkan Hiraisin? " Tanya Minato yang sepertinya sudah mengerti niatan Naruto yang sepertinya ingin menyelamatkan nyawa semua Shinobi Konoha yang dipimpinnya.

" hahaha… kau ini tidak mengerti juga, Aku bukan menyelamatkan nyawa mereka… " Jawab Naruto pada Minato dengan santai.

" Lalu apa yang kau lakukan? " Tanya Minato yang semakin bingung dengan tingkah naruto.

" Aku hanya membuat mereka bersemangat, Karena mereka merasa akan selamat jika sudah diberi Kunaimu… " Jelas Naruto yang membuat Minato hanya memandang Naruto dengan kesal.

" Untuk menyelamatkan nyawa mereka akan aku usahakan… " Lanjut Naruto dengan tersenyum.

" Kau ini Memberi Harapan palsu pada mereka… " Ucap Minato dengan memandang tidak suka dengan apa yang Naruto lakukan.

Minato langsung membagikan ratusan Kunai Hiraisin ke Semua Shinobi Konoha yang akan terjun ke Medan Perang. Dan Terlihat dari semua Wajah Shinobi Konoha yang nampaknya bersemangat dengan memegang Kunai Hiraisin Minato.

' Tidak Kusangka Ide seperti itu berhasil … ' Pikir Minato dengan geleng – geleng ketika melihat rencana Naruto untuk membuat semua Shinobi Konoha bersemangat ternyata berhasil.

" Kita berpisah disini, kak… " Ucap Minato memadang pada Naruto dan Kembali melihat ke Kakashi, Obito, dan Rin.

" Aku akan menahan mereka sampai kau datang Minato… " Ucap Naruto kepada Minato yang nampaknya sedikit bingung…

" Baik, aku berangkat.. " Ucap Minato dengan meloncati pohon demi pohon diikuti dengan Kakashi, Oito, Dan Rin dengan wajah masi bingung dengan apa yang Naruto katakan.

Tim Minato dan Naruto berpisah untuk menyelesaikan misi mereka masing – masing.

.

.

With Naruto…

.

.

Naruto tengah berjalan diiringi pasukan yang dipimpinya tengah memandang ke depannya yang sudah melihat banyak orang berikat kepala Iwagakure. Dan sepertinya para Shinobi Iwa sudah siap untuk bertempur disini.

" Barisan mereka seperti bertahan… Apa mereka sudah mengetahui aku akan ikut berperang disini? " Tanya Naruto pada dirinya sendiri dan Naruto mulai memandang dengan lekat ke depannya.

" Berapa jumlah mereka? " Tanya Naruto kepada seseorang pria berambut pirang yang sepertinya seorang dari Klan Yamanaka.

" Sepertinya 3 kali lipat dari jumlah kita sekarang Naruto – sama… " Ucap Yamanaka itu kepada Naruto dengan penghormatan, sementara Naruto hanya tersenyum.

" Apa kau takut? " Tanya Naruto pada Yamanaka yang ada di depannya.

" Ten.. TENTU TIDAK… " Ucap Yamanaka itu dengan tegas walaupun sempat tergagap.

" Kau adalah Shinobi yang hebat.. " Puji Naruto ke Yamanaka yang ada di depannya, sementara yang di puji sepertinya merasa sangat senang.

Naruto hanya tersenyum pada Yamanaka itu, Naruto kembali memandang serius ke pasukannya sekarang.

" UCHIHA.. " Ucap Naruto dengan keras yang membuat semua orang berdarah Uchiha menengok padanya.

" Aku memerlukan bantuan kalian, serang mereka dengan genjutsu kalian… " Perintah Naruto pada semua Uchiha yang sekarang ikut bersamanya untuk berperang, Sementara semua Uchiha itu hanya diam seakan enggan menuruti perintah Naruto.

' Ini sifat yang harus kuhilangkan… " Pikir Naruto yang memandang datar pada semua Uchiha didepannya, Walaupun di dalam lubuk hatinya dia merasa sangat kesal dengan seorang Uchiha.

" Aku akan menjadi Ketua kalian, Jadi jangan menolakku… " Ucap Naruto dengan memandang dingin pada semua Uchiha yang ada di depannya.

Semua Uchiha hanya menaikan alisnya ketika Naruto mengucapkan itu, Walaupun sempat ragu dengan ucapan Naruto semua Uchiha itu akhirnya menuruti ucapan Naruto dengan mengaktifkan Sharingan mereka.

" Serang Lapisan pertama… " Ucap Naruto menunjuk arah pasukan iwa.

Semua Uchiha itu merapal segel tangan dan menyerang pasukan Iwa dengan genjutsu dari Rank B, A, sampai S. Kemudian Naruto hanya tersenyum melihat hasil dari pimpinannya semua Shinobi Iwa Lapisan pertama langsung tergeletak. Shinobi Iwa yang tidak terkena genjutsu langsung memberikan Komando bahwa sekarang mereka diserang.

" Kita Maju, jangan biarkan satupun Shinobi Iwa masuk ke wilayah Konoha… " Ucap Naruto kemudian Ia menghilang meninggalkan kilatan merah diiringi pasukannya yang juga menghilang dengan menggunakan Shunsin.

.

.

With Minato…

.

.

Minato sekarang tengah berada di semak – semak bersama Kakashi, Obito dan Rin untuk memulai misinya. Minato merasakan firasat bahwa Naruto dan pasukannya tengah berjuang di medan perang yang sesungguhnya.

" Kakashi… " Ucap Minato memanggil kakashi yang berada di dekatnya, Kakashi langsung menengok ke arah senseinya.

" Kau yang akan memimpin misi ini… " Ucap Mnato dengan tersenyum dan menepuk pundak kakashi.

" Ini adalah hadiah karena kau sudah mejadi Jounin… " Lanjut Minato dengan tersenyum tulus ke kakashi sementara kakashi hanya memandang bingung pada Senseinya.

" Kau mau pergi kemana, sensei? " Tanya Kakashi kepada senseinya.

" Aku akan membantu Nii – sanku… " Ucap Minato dengan mantap, Dan sambil mengeluarkan sesuatu dari kantong ninjanya.

" Untuk apa sensei? Kau juga bagian dari Tim inikan sensei? " Tanya Obito pada Senseinya, semsentara Minato yang mendengar itu hanya tersenyum.

" Karena aku adalah Yondaime Hokage… " Ucap Minato yang membuat Obito dan Rin terkejut, sementara Kakashi nampaknya sudah mengetahuinya.

" Kenapa kau tak terkejut, Kakashi? " Tanya Minato yang merasa ada yang aneh dengan Kakashi, Kakashi hanya tersenyum dibalik maskernya.

" Aku sudah tahu, Pasti sensei menjadi Yondaime karena aku tidak akan salah memutuskan tujuanku… " Ucap Kakashi sambil menyeringai dibalik Maskernya.

" Memang apa tujuanmu? " Tanya Minato yang semakin bingung dengan muridnya yang ini.

" Mengalahkanmu… " Jawab kakashi dengan sungguh – sungguh.

Obito yang mendengar itu berusaha menahan tawanya yang akan meledak.

" HAHAHAHA…. Kau ini payah Kakashi! Coba lihat mukamu yang sok Cool itu! " Kata Obito dengan tertawa terbahak – bahak karena melihat muka kakashi yang seperti itu.

" Sudah – Sudah aku akan segera berangkat.. Dan ini masing – masing menyimpan satu… " Ucap Minato dengan memberikan 3 Kunai Hirisin.

" Mungkin, kita tidak membutuhkan ini… " Ucap Kakashi dengan arrogantnya.

" Perlu tak perlu kalian harus menyimpannya di kantong ninja kalian… Dan jika kalian dalam bahaya tinggal goyang – goyankan kunai itu… " Ucap Minato memberikan sarannya.

" Aku akan melindungi kalian…. " LanjuT Minato kepada ke tiga murid didiknya.

" Kalau begitu aku pergi dulu…. " Ucap Minato dan Ia menghilang meninggalkan kilatan kuning.

.

.

With Naruto…

.

.

" BBBLLLAAARRR… "

.

Terjadi ledakan dimana – mana, sekarang hutan yang menghiasi perbatasan Konoha – Iwa sudah menjadi lautan api. Naruto tengah berdiri di cabang pohon yang sudah setengah hangus terbakar.

" Huufftt… Huufftt.. Huufftt.. SEMUA MUNDUR….. " Teriak Naruto keras, walaupun dirinya kelelahan..

Muncul Kilatan kuning tepat di samping Naruto, Naruto hanya tersenyum dengan memandang ke Minato. Semua Shinobi Konoha hanya bisa patuh akan perintah Naruto, mereka mundur atau melakukan Shunshin ke belakang Naruto.

" Kau ini payah, kak… Baru kutinggal beberapa menit sudah kelelahan seperti ini… " Ejek Minato kepada Naruto yang sangat kelelahan.

" Kenapa lama sekali? " Tanya Naruto yang kelelahan.

" Mungkin kau yang terlalu cepat, kak!... " Ucap Minato mencoba membuat lelucon.

" Hah… Aku harus beristirahat dulu… " Ucap Naruto, Lalu ia duduk sila sambil menyatukan jari telunjuk dan ibu jarinya untuk memulihkan cakranya.

" Apa masih tetap 500 orang? " Tanya Minato pada Naruto yang hanya mengeluarkan seyumnya.

" Aku lihat itu sebagai jawaban ' Iya '… " Ucap Minato kemudian ia melihat kesemua Shinobi konoha yang ada didekatnya.

Terlihat hampir semua shinobi tidak terlihat kelelahan, bahkan tidak ada yang terluka. Semua Shinobi di depan Minato terlihat sangat bersemangat.

" Kalau begitu, Aku yang akan memimpin kalian… " Ucap Minato kepada semua Shinobi Konoha yang semuanya masih bertahan.

" Aku akan berusaha seperti Naruto – nii, Untuk berjuang dengan melindungi kalian… " Ucap Minato kepada 500 Shinobi Konoha yang berhasil dilindungi Naruto.

" Kalian tunggu disini… Biar aku yang menuntaskannya… " Ucap Minato dengan melempar Kunai Hiraisinnya dan Ia menghilang meninggalkan kilatan kuning.

.

.

Di Pihak Iwagakure…

.

.

Pihak Iwa sekarang berada di sebuah padang rumput yang sangat luas.

Semua shinobi Iwa hanya bingung dengan apa yang dilakukan Naruto dengan menarik mundur pasukannya. Sementara Tsuchikage yang memimpin langsung pasukannya juga sedikit bingung.

" Aku merasakan firasat buruk… " Ucap Tsuchikage kepada 2 Anbu yang mengawalnya..

" Apa maksud anda? " Tanya salah satu Anbu di dekat Tsuchikage.

.

" AAAARRRRRGGGGGHHHHH "

.

Teriak seseorang dengan kerasnya yang membuat semua Shinobi Iwagakure bergetar. Sementara Tsuchikage Oonoki yang di depan pasukannya hanya menggeram kesal.

" Ia akan membantai pasukan kita! " Ucap Oonoki dengan muka yang sepertinya sangat kesal pada Musuhnya saat ini.

" SEMUA TETAP WASPADA… " Lanjut Oonoki dengan memberi perintah pada Pasukannya agar membentuk barikade.

Kunai bercabang tiga melesat dengan cepat ke depan barikade ratusan Shinobi Iwa. Muncul Kilatan kuning dan menampakan Minato yang sekarang berdiri di depan ratusan Shinobi Iwa.

" Apa kau tetap akan menyerang Konoha, Tsuchikage? " Tanya Minato pada Tsuchikage yang berada di depannya.

Muncul Kilatan merah di dekat Minato yang mengagetkan semua Shinobi Iwa sekaligus menambah kewaspadaan Shinobi Iwa, Naruto langsung menatap Tsuchikage.

Seseorang datang mendekat ke arah Tsuchikage dengan membisikan sesuatu kepadanya.

" Kumohon jangan menyerah, Harga diri Iwagakure berada di pertempuran ini. Pasukan bantuan akan segera membantu kita, Tsuchikage – sama… " Bisik Shinobi itu pada Oonoki.

Oonoki hanya memejamkan matanya untuk berfikir sejenak untuk memutuskan masalah ini, Oonoki akhirnya membuka matanya dan langsung menatap Minato.

" Aku tidak akan menyerah semudah itu, Kita buat kesepakatan… " Ucap Tsuchikage yang membuat semua orang disana penaaran apa yang akan dijadikan kesepakatan.

" Aku akan bertarung dengan salah datu dari kalian, Jika aku menang biarkan pasukanku untuk pergi ke Konoha, dan Jika kau menang aku dan Pasukanku akan mundur kembali ke Iwagakure. " Lanjut Tsuchikage pada Naruto dan Minato yang berada disana.

" Tsuchikage… " panggil Shinobi yang tadi berbisik pada Ohnoki, Ia sepertinya tidak setuju.

" Aku setuju, Minato kau bisa mengalahkannya? " Tanya Naruto pada Minato yang mengangguk tanda ia mampu mengalahkan Tsuchikage.

" Kalau begitu sepakat, Kita akan bertarung disini, Kiiroi Senko? " Ucap Oonoki dengan muka mengejek.

" Kita lihat saja… " Jawab Minato dengan muka serius.

.

.

.

Semua pasukan Iwa diinstruksikan oleh Tsuchikage untuk mundur. Sementara naruto hanya mempersiapkan diri untuk melihat pertarungan antara para kage dari Iwagakure dengan calon Kage dari Konoha

" Seperti perkataanku dulu, kita pasti akan bertarung. Apa kau sudah siap? " Tanya Minato pada Oonoki yang hanya menggeram kesal pada Minato.

" Aku selalu siap! " Jawab Tsuchikage Oonoki tanpa rasa ragu.

Kemudian Minato melemparkan Kunai Hiraisinya kesembarang arah, Ia seperti membuat perangkap untuk Oonoki, sementara Oonoki hanya diam berkonsentrasi pada pertarungan.

.

" Doton : kajogan no jutsu "

.

Tsuchikage Oonoki tanpa menunggu lagi langsung menembakan bongkahan batu runcing yang dengan cepat melesat kepada Minato, Minato masih berfikir untuk mengalahkan Tsuchikage.

Minato langsung melemparkan kunai hiraisinnya ke arah Tsuchikage, Kunai itu melesat melewati bongkahan batu Runcing dan sekarang berada di depan Tsuchikage Oonoki. Sementara semua pasukan hanya diam memandang pertarungan tingkat kage yang jarang melihatnya di Perang Dunia Shinobi Ke Tiga.

' Dia akan menghilang, di Kunai yang melesat ke arahku… ' Pikir Tsuchikage mencoba membaca situasi yang akan terjadi.

Seperti dugaan Tsuchikage, Minato menghilang meningalkan kilatan kuning dan muncul di kunai yang melesat ke arahnya. Tetapi tidak seperti diperhitungkan Tsuchikage, Minato membawa bola spiral berwarna biru di tangan kanannya.

.

" RASENGAN… "

.

Minato menghantamkan bola spiral itu tepat di perut Tsuchikage. Tsuchikage pun terlempar beberapa meter akibat jutsu minato, Semua pasukan iwa berniat membantu Tsuchikage tetapi semua keinginan itu tidak dapat dipenuhi ketika Oonoki berdiri.

" Kau sangat cepat… " Puji Oonoki dengan mengusap darah yang berada di mulutnya.

Oonoki menyeringai dan merapal segel dengan cepat dan mengucapkan.

.

" Doton: Chidokaku "

.

Tanah di bawah minato dengan cepat naik dan mendorong tubuh minato untuk mendekat ke Tsuchikage, Minato hanya bisa pasrah, ia tidak dapat menghindari serangan Tsuchikage.

.

" Jinton : Genkai Hakuri No Jutsu "

.

Muncul prisma dan sekarang Minato terkurung oleh prisma buatan Tsuchikage, Minato sekarang merasa dirinya dalam bahaya berusaha menghancurkan jutsu Tsuchikage.

' Sial, terus terkurung begini aku bisa mati.. Berpikir, ayo berfikir… ' Pikir Minato mencoba berfikir dengan sangat keras untuk keluar dari jutsu Oonoki.

" Kau akan kalah… " Ucap Tsuchikage Oonoki merasa ia telah menang, Oonoki langsung menggenggamkan tangannya, dan prisma itu menciut setelah itu prisma itu meledak.

.

" DDDUUUAAARRR "

.

Ledakan terjadi karena jutsu andalan Tsuchikage Oonoki berhasil dilakukan. Semua shinobi yang ada disitu melihat asap ledakan yang berangsur menghilang, Semua shinobi itu tersenyum puas ketika melihat pimpinan mereka, Tsuchikage Oonoki masih berdiri ditempat pertarungan. Sementara Minato entah mati atau hidup.

Oonoki turun berjalan mendekat pada Naruto, sementara Naruto masih tetap diam duduk di bawah sebuah pohon.

" Seperti kesepakatan kita, Aku telah mengalahkannya. Jadi kau harus mundur! " Ucap Tsuchikage dengan tersenyum puas karena merasa telah mengalahkan Minato.

" Kau salah, lihat itu.. " Ucap Naruto sambil menujuk ke belakang Oonoki yang sekarang Minato tengah berdiri di bawahnya terdapat kunai Hiraisin.

.

" Doton :: Kengan No Jutsu "

.

Setelah mengucapan itu tangan Oonoki langsung dilapisi dengan batu. Ia hanya menggeram kesal karena Jutsu andalannya dapat dihindari lagi Olah Minato. Oonoki berbalik dan ia terbang, entah menggunakan jutsu atau tidak.

" Aku adalah Yondaime. Aku tidak akan kalah dengan mudah, setidaknya sampai kau sekarat… " Ucap Minato kepada Oonoki yang sekarang berada di depannya.

Tanpa menjawab Oonoki langsung memukul perut Minato dengan tangannya yang sudah dilapisi oleh batu. Minato menahan pukulan Oonoki agar ia tidak terpental, Minato menyentuh perut Oonoki untuk menandainya tanpa sepengetahuan Oonoki.

" Rasakan ini… " Ucap Oonoki dengan memperkuat hantamannya pada Minato yang membuat Minato terlempar.

Minato dapat menyeimbangkan dirinya dengan berteleportasi pada kunai yang dilemparkannya saat pertarungan dimulai.

" Aku tidak akan main – main lagi. Cobalah tahan seranganku ini… " Ucap Minato kemudian ia menghilang meninggalkan kilatan kuning dan muncul di depan Oonoki yang nampaknya terkejut.

Minato muncul didepan Oonoki dengan membawa dua bola spiral rasengan. Oonoki yang tidak mempersiapkan untuk menahan serangan, memilih menahan serangan dengan tangannya yang sekeras batu untuk melindungi dirinya.

" Ini untuk Nii – Sanku… " Ucap Minato dengan menghantamkan Rasengan ditangan kananya pada perut Oonoki yang masih bisa ditahan oleh tangan batunya.

Muncul gesekan hebat antara rasengan dan tangan batu yang melindungi Tsuchikage Oonoki, akhirnya tangan batu Oonoki mulai retak dan Akhirnya hancur oleh rasengan minato.

" Dan ini Untuk Konoha… " Ucap Minato dengan menghantamkan rasengan yang berada di tangan kirinya. Serangan ini terkena telak pada Tsuchikage, Yang mengakibatkan Tsuchikage terlempar ke atas.

Minato dengan cepat mengambil kunai hirasin dari kantong peralatan ninjanya dan Ia melemparkannya, sehingga kunai itu melesat ke Tsuchikage yang sedang terlempar. Ternyata kunai itu hanya melewati Tsuchikage bahkan tidak melukainya. Minato kembali tersenyum dan ia kembali menghilang dan muncul di kunai yang tadi ia lemparkan.

" Dan Ini demi perdamaian... " Ucap Minato dengan menyodorkan rasengan yang tiba – tiba muncul di tangan kanannya, Akhirnya Tsuchikage terkena rasengan Minato dan kembali terlempar hanya sekarang ia terlempar ke tanah dengan cepat.

.

" DDUUUUAAARRR "

.

Terjadi ledakan di tempat Tsuchikage Oonoki jatuh, Naruto berdiri dan melihat pertarungan saudaranya.

Asap menghilang dan sekarang terlihat Tsuchikage yang tengah terkapar dengan banyak luka ditubuhnya. Sementara Shinobi yang tadi memperingati Tsuchikage langsung berteriak histeris.

" TSUCHIKAGE – SAMA…. " Teriak Shinobi Iwa itu yang nampaknya penasihatnya.

" BANGUNLAH… PASUKAN BANTUAN AKAN SEGERA KEMARI…. " Ucap Shinobi Iwa itu yang membuat Minato jantung Minato seakan berhenti berdetak.

" Apa maksudmu? " Tanya Minato pada Shinobi Iwa yang berteriak tadi, Shinobi Iwa itu memandang dengan tatapan membunuh pada Minato.

" Pasukan bantuan… Pasukan bantuan itu akan meratakan konoha… " Ucap Shinobi itu dengan penuh amarah pada Minato.

" Bukan itu. Maksudku, Bagaimana pasukan itu kemari? " Tanya Minato yang hatinya sudah tidak karuan.

" Jembatan Kannabi, Kusagakure… " Ucap Shinobi Iwa itu kepada Minato yang nampaknya kaget.

" Kakashi, Obito, Rin… " Ucap Minato dengan lirih….

.

To be Continued

.

Huh, akhirnya selesai juga….

Updatenya jadi 2 minggu sekali, haha.. jadi gk konsisten nih Author…

Bagaimana bagus? Gomen, kalau banyak yang berbeda dengan di manga. Masalahnya pengin uji kreatifitas. Bagaimana dengan keadaan Kakashi, Obito, dan Rin tunggu di Chap Depan….

Chapter depan mungkin akan banyak Skip Time karena bagian Perang Dunia Shinobi ke Tiga tidak terlalu dijelaskan dimanga. Dan Author gk janji bakal Update dalam waktu dekat karena lagi sibuk di REAL WORLD..hehehe

Tunggu NEXT CHAP…. JAAA….

.

Terimakasih buat para READERS sekalian yang telah memberikan KRITIK, DAN SARANnya. Dan untuk waktunya untuk membaca FIC YANG GAJE. Dan Tunggu chapter depan. Klik FAVORITE bagi yang suka dengan FIC ini, Klik FOLLOWS buat yang ingin tahu perkembangan FIC ini dari Chapter ke Chapter, Dan Jangan Lupa REVIEWS nya. KRITIK DAN SARAN YANG MEMBANGUN akan sangat bermanfaat untuk saya.

.

ARIGATOU GOZAIMASU

.

R

.
E

.

V

.
I

.
E

.
W

.
S

.