Author : vitaMINElf
Tittle : Welcome To My Live
Genre : Romance, drama, sedikit Humor
Rating : T
Disclaimer : mereka bukan punya saya, saya cuma pinjem nama saja.
Warning : YAOI , EYD berantakan , tidak nyambung
Cast : Sungmin, Kyuhyun, Siwon, Kibum, Hechul. Hyukjae. Dll
Chapter 3
Saat sungmin membuka pintu depan
"Hallo Sungmin" sapa seorang wanita kepada sungmin
"K...kau...?"
"Apa kabar? Lama tidak bertemu, kau semakin manis saja" puji wanita tersebut
"Terima kasih Hechul ssi, ada perlu apa sampai pagi-pagi kau berkunjung kerumahku?" wanita ini adalah Hechul, teman wanita ayah Sungmin. Sungmin merasa heran melihat keberadaan wanita ini, tumben-tumbennya pagi-pagi sudah bertamu
"Tentu saja aku ingin bertemu ayahmu, tidak mungkin aku ingin bertemu denganmu" jawaban logis diberikan atas pertanyaan Sungmin barusan
"Iya kalau itu aku tau, tapi apa tujuanmu?" Sungmin cukup dibuat kesal oleh jawaban yang diberikan wanita satu ini.
"Aku ada urusan dengan ayahmu, masalah kantor, dan kau tidak perlu tau. Oh iya kau ingin pergi sekolah kan! Silahkan pergi, aku melihat tadi ada pemuda yang mnegenakan seraga sepertimu di bawah sana" jawab cuek wanita tersebut sambil mendorong tubuh Sungmin untuk mulai berjalan, lebih tepatnya menyingkarkan dari pintu yang menghalangi jalannya.
Dengan terpaksa atau memang sudah seharusnya , akhirnya Sungmin pun melangkah menuruni tangga rumahnya. Dia juga ingin tau siapa yang berbaik hati menjemputnya pagi ini.
"Selamat pagi Minnie chagi" ternyata orang itu Kyuhyun, sepertinya semenjak insiden mnegantar Sungmin kemarin, Kyuhyun seperti mendapatkan sebuah izin bahwa ia boleh menjemput dan mengantar Sungmin.
" Ternyata kau ya yang menjemputku" sapaan selamat pagi Kyuhyun dijawab seperti itu oleh Sungmin.
"Memang ada siapa lagi yang menjemputmu Chagi, Cuma aku kan. Ayo masuk nanti kita terlambat"
Sungmin pun memutuskan masuk kedalam mobil Kyuhyun, memangnya ia mau jalan jika sudah ada yang berbaik hati memjemputnya. Selama perjalanan didalam mobil tersebut diisi oleh pembicaraan satu arah, siapa lagi kalau bukan dari Kyuhyun. Sungmin memang menjawab tapi tidak sepanjang jawaban Kyuhyun. Setelahnya mereka sampai disekolah. Sungmin langsung berniat membuka pintu mobil tersebut sampai sebuah tangan mengentika rencana tersebut.
"Ada apa Kyu?" tanya Sungmin melihat Kyuhyun memegang tangannya tapi wajah Kyuhyun masih menghadap kedepan.
" Saranghae... Aku mencintaimu Sungmin" pernyataan cinta dari Kyuhyun sudah beberapa kali Sungmin dengar, tapi yang ini terlihat berbeda. Benar-benar tulus, Sungmin bisa melihat hal itu dari mata Kyuhyun. Hei Sungmin dari dulu Kyuhyun sudah tulus mencintaimu.
"Mungkin kau akan bosan mendengarnya, tapi aku tidak akan pernah bosan untuk mengucapkannya" ucapan yang benar-benar serius ditambah dengan tatapan yang mematikan. Sungmin seperti sedang berlari puluhan kilometer, jantungnya berdebar cepat, jika saat ini Sungmin memeriksakan tekanan darahnya, mungkin akan tertera angka 200/200 mmHg.
"A...Aku...i..tu.." kehilangan kata-kata, itu yang Sungmin rasakan, entah kemana kata-kata penolakan yang sering ia lontarkan untuk Kyuhyun. Apa ini bertanda Sungmin sudah mulai terjatuh kedalam pesona seorang Kyuhyun.
" Aku tau kau tidak mencintaiku, tapi izinkan aku untuk mencintaimu"
"Bukan begitu" Sungmin memberi tanggapan cepat atas pernyataan Kyuhyun yang bilang ia tidak mencintainya.
"Sudahlah, kau tidak usah merasa bersalah, aku mungkin akan patah hati dan mengalami sakit, tapi itu tidak akan merubah perasaanku. Sudah hampir bell masuk, ayo kita keluar" Kyuhyun keluar mobil terlebih dahulu meninggalkan Sungmin yang masih termenung, sepertinya sedang memikirkan sesuatu.
"Aku bukannya tidak mencintaimu, hanya saja...aish, Kyuhyun kau mengacaukan hidupku. Jantungku jadi tidak karuan begini gara-gara kau, haah...tenang Lee Sungmin, kau harus bisa menghadapi setan kecil itu" sesudahnya Sungmin pun berjalan kearah kelasnya, walaupun ia yakin bisa menghadapi tingkah Kyuhyun tapi selama pelajaran pertama otak Sungmin seperti sudah terkontaminasi virus jam pertama ini tidak ada pelajaran yang menuntut konsentrasi penuh.
Jam pelajaran pertama terlewati dengan lancar. Waktu istirahat yang diberikan digunaan untuk mengisi perut mereka yang memang sedang lapar. Tidak terkecuali bagi Sungmin, ia menuju kekantin, membeli makanan dan mencari tempat yang kosong. Ada satu tempat kosong didekat jendela kantin ini, namun sayang pemandangan yang ada didekatnya membuat Sungmin membatalkan rencananya. Disana ada Kyuhyun sedang makan bersama teman-temannya dan ada juga gadis-gadis teman sekelasnya . Sungmin merasa tidak enak, bukan merasa tidak enak terhadap Kyuhyun tapi hatinya yang merasa tidak enak. Akhirnya ia memutuskan makan dengan cara menyempil dengan anak-anak kelas lain dimeja dekat penjual.
.
.
.
Waktu sudah menunjukan pukul 14.00, waktu yang ditunggu-tunggu bagi remaja yang berstatus pelajar, Jam pulang sekolah. Sungmin saat ini sudah berjalan di depan gerbang sekolahnya, rencananya ia akan langsung pulang kerumah. Tidak mengungjungi seseorang seperti biasanya.
Tin...tin..tin...
Sebuah klakson mobil menghentikan langkah Sungmin, ia melihat siapa yang menghadang perjalannya tersebut
"Sungmin hyung, ayo masuk, biar aku antar pulang" ternyata orang tersebut adalah Kyuhyun. Sungmin merasa sedikit tidak suka, lebih tepatnya merasa tidak enak mendengar Kyuhyun memanggilnya Sungmin, rasanya gendang telingan Sungmin menolak panggilan itu. Tanpa perdebatan seperti biasa Sungmin langsung masuk kedalam mobil itu. Selama perjalanan mereka hanya diam saja, biasanya Kyuhyun yang akan banyak bercerita.
Tak terasa tujuan mereka telah sampai, rumah Sungmin. Tapi Sungmin tidak langsung keluar, ia masih berdiam diri sambil menundukan kepalanya, sedangkan tangan memilin-milin ujung blazer yang dipakainya, tingkah yang sangat manis. Kyuhyun saja sedang berusaha untuk menahan diri agar tidak langsung memeluk si kelinci imut ini.
"Emmm...Kyu, a..aku...ada...yang ingin...a...aku sampaikan" kalimat sederhada yang harusnya dapat dengan lancar diucapkan tiba-tiba menjadi sulit untuk diungkapkan, seperti membaca 1 paragraf saja.
" Apa yang ingin kau sampaikan Hyung?" jawab Kyuhyun sedikit, biasanya ia akan senang jika Sungmin sudah mau menanggapi omongannya, apalagi saat ini Sungmin yang mulai berbicara duluan.
"I...tu, ma..sa...lah..tadi..pa..gi..." sulit sekali mengungkapkan apa yang ada dikepala Sungmin, apa yang sudah disusun tadi menjadi buyar.
"Ada apa dengan yang tadi pagi Hyung" sebenarnya Kyuhyun sudah tau arah membicaraan Sungmin, namun ia mau Sungmin yang memulai duluan
"A..aku..bu...kan..nya..ti..dak..men..cintia..mu.." Sungmin menarik nafasnya yang banyak untuk melanjutkan kata-kata yang akan ia ucapkan "ha...nya..sa..ja..a..aku ma..sih .." Sungmin menarik nafas lagi " , jadiakutidakmenerimamusaatitu, tapisekarangakumaumenerimanya" beberapa kalimat diucapkan dalam satu tarikan nafas saja. Sekarang lihatlah kelinci manis satu ini, wajah memerah dengan sampai ketelinga, kepala menunduk, pipi digembungkan, benar-benar minta dimakan.
Kyuhyun mendengarkan apa yang diucapkan Sungmin, Cuma mungkin karena terlalu cepat ia malah jadi bengong sendiri. "Hyung bisa diulangi lagi?"pinta Kyuhyun kepada Sungmin
"Aish...sudah tidak bisa lagi, kalau kau tidak dengar ya su..."kalimat Sungmin terpotong oleh pelukan yang diberikan oleh Kyuhyun "dah"
"Apa bilang 'Kyuhyun aku sebenarnya menyukaimu juga' sangat sulit" bisik Kyuhyun tepat ditelingan Sungmin. Sedangkan Sungmin sendiri hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Kyuhyun tadi
"Kau ini terlalu mementingkan gengsimu Hyung, tapi aku sangat senang karena sekarang kau sudah bisa membuka hatimu" pelukan yang semakin erat, membawa Sungmin dapat mendengar detak jantung Kyuhyun
'Seperti yang punya penyakit jantung bukan aku saja, detak jantung Kyuhyun juga aneh' begitulah pikiran Sungmin, ternyata ia masih sempat memikirkan hal-hal tidak penting.
Pelukan itu terlepas juga, sebenarnya Kyuhyun tidak mau melepasnya, ia mau memeluk Sungmin terus jika perlu membawanya pulang. Tangan Kyuhyun menangkup pipi chubby Sungmin, menatap mata indah dan imut itu, hal itu juga dilakukan Sungmin, menatap mata Kyuhyun yang beriris coklat dan tajam.
"Karena kau bilang malu waktu aku menyatakan cinta dulu sekarang akan aku ulangi, Saranghae Lee Sungmin, aku sungguh-sungguh mencintaimu"
"Nado Kyu" cinta itu akhirnya terbalas juga, dan satu kecupan pada bibir Sungmin menjadi petanda hubungan baru yang akan mereka jalani.
Setelah Sungmin masuk kedalam rumah, Kyuhyun mengeluarkan seringainya ' Jika kau menyukai wanita yang keras kepala ada satu tips yang patut dicoba, jika biasanya kau yang mengejar-ngejarnya cobalah untuk sedikit melepasnya, aku yakin dia yang akan mencarimu' begitulah tips yang didapat Kyuhyun dari sebuah situs di Internet, walaupun untuk wanita tidak ada salahnya kan dicoba pada laki-laki juga.
.
.
.
Entah karena hari yang cerah atau memang suasana hati Sungmin yang sedang cerah. Semenjak kejadian dimobil tadi Sungmin selalu tersenyum, Siwon sendiri jadi sedikit merasa cemas 'Ya Tuhan, ada apa denangan anakku' pikiran pikiran bapak satu anak ini
"Minnie, apa kau mendapat nilai 100 untuk pelajaran matematika?" tanya ayah Sungmin, Siwon tau anaknya ini tidak pernah mendapat nilai bagus dalam pelajar itu, jadi siapa tau karena hal itu Sungmin menjadi senang.
"Tidak Appa"
"Lalu kenapa kau senyum-senyum terus?"
"Aku sedang senang apa, hehehe" efek jatuh cinta memang sangat dahsyat. Orang lapar saja bisa jadi kenyang
"Senang kenapa?" Siwon ingin tau apa yang membuat anaknya senang
"Itu rahasia, oh iya appa ada yang minnie ingin katakan, tapi appa janji jangan marah" bukan bermaksud mencoba mengalihkan perhatian ayahnya, tapi sebenarnya memang ada hal penting yang ingin disampaikan
"Apa itu, Appa janji tidak akan marah"
"Sebenarnya Minnie sudah tau dimana Umma berada, dia tinggal dikota ini juga" jelas Sungmin sedikit takut, bagaimana bisa Sungmin mengetahui keberadaan ibunya? itu semua karena nomor telepon yang didapatnya dikamar Siwon, secara diam-diam Sungmin menyimpannya dan menghubunginya. Maka dari itu ia bisa tau kalau ibunya ternyata tinggal 1 daerah dengannya.
"Appa tidak marah, Minnie berhak tau tentang Umma. Minnie pernah menemuinya?"
"Belum Appa, Minnie tidak berani, lagipula Minnie tidak ada niat untuk menemuinya"
"Jika Minnie mau menemuinya juga tidak apa-apa" sebenarnya Siwon sudah tau jika mantan istrinya tinggal disini namun ia tidak mau mengungkit masa lalu lagi. Biarlah berjalan seperti tidak terjadi apa-apa
"Entalah appa, Minnie tidak masih bingung"
"Sudahlah tidak usah Minie pikirkan, sekarang Minnie istirahat ya, besok kan Minne sekolah"
'Iya Appa, selamat malam Appa"
"Selamat malam Minne"
.
.
Keesokan paginya dikediaman keluarga Cho
"Pagi Umma" sapa anak semata wayang keluarga Cho tersebut. Terlihat sangat ceria dan bersinar
"Pagi Kyu. Kau menang main game lagi yah?"
"Tidak Umma, ini lebih dari sekedar game" jawab Kyuhyun sambil tetap tersenyum sangat ceria
"Apa yang lebih penting dari seorang Cho Kyuhyun selain game?"
"Aku mendapatkannya Umma. beri aku selamat Umma"
"Selamat untuk apa?" seingatnya hari ini bukan ulang tahun anaknya
"Aku sudah mendapatkan hati orang yang kusukai Umma, hehehehe"
"Wah..kau hebat nak, kapan-kapan bawa lah dia kemari. Umma ingin melihat seperti apa orang yang bisa membuat anak Umma jadi bahagia begini"
"Baiklah Umma, tapi mungkin belum dalam waktu dekat ini"
"Kapanpun kau siap anakku, sekarang habiskan sarapanmu, lalu berangkatlah sekolah"
Seperti dijemput seorang kekasih harus menjadi kebiasaan baru bagi seorang Lee Sungmin, seperti pagi ini, Kyuhyun sudah siap menunggunya didepan rumah.
"Pagi chagi" sapa Kyuhyun ditambah dengan satu kecupan lembut bibir Sungmin
"Kyu..." Sungmin hanya bisa menunduk dengan wajah yang memerah. Dia malu diperlakuakan seperti itu
"Kenapa? Minnie kan sekarang pacarku" Goda Kyuhyun yang semakin menambah warna merah ampai ketelinga Sungmin
"Aku kan malu Kyu"
"Jika sedang malu kau manis sekali chagi, aku jadi ingin memakanmu, bagaimana kalau kita tidak usah ke sekolah saja, kita cari tempat dimana kita hanya berdua saja" bisik Kyuhyun ditelinga Sungmin
"Yah Kyuhyun, jangan berpikir yang macam-macam" Sungmin sudah malu setengah mati dibuatnya. Ternyata walaupun gengsinya besar tapi sangat pemalu sekali.
"Aku tidak macam-macam chagi, hanya minta satu macam"
"Aish...sudahlah Cho Kyuhyun, ayo kita berangkat sekolah, aku tidak mau terlambat gara-gara kau ya"
"Baiklah tuan putri"
"Jangan panggil aku tuan putri, aku ini tampan tau seperti pangeran" amuk Sungmin sambil menggembungkan pipinya. Apa ada pangeran yang seperti itu tingkahnya
Merekapun akhirnya berangkat setelah mengalami perdebatan –apakah Sungmin cocok jadi pangeran-. Setelah sampai sekolah Kyuhyun mengantarkan Sungmin ke kelasnya, lalu kemudian Kyuhyun menuju ke kelasnya.
"Katanya tidak mau diterima, tapi apa yang kulihat barusan?" ejek salah satu teman dekat Sungmin.
"Kau bicara padaku, Hyuk?" tanya Sungmin polos
"Bukan, pada Kelinci. Kau akhirnya menerima Kyuhyun menjadi kekasihmu juga akhirnya Minnie?"
"Itu aku karena kasihan padanya jadi lebih baik kutreima saja, dari pada Kyuhyun bunuh diri" jawab Sungmin berbohong.
"Benarkah, kok aku tidak percaya ya?"balas Hyukjae menanggapi perkataan Sungmin barusan.
" Kalau kau tidak percaya ya sudah" Sungmin duduk dibangkunya didepan Hyukjae. Untung posisinya membelakangi Hyukjae, jika tidak akan terlihat bahwa wajahnya kini sudah seperti tomat matang.
Bell berbunyi menandakan mulainya waktu belajar bagi para siswa ini. Semua bersiap kembali ke temat duduk masing-masing menunggu guru mereka datang
Disuatu tempat dimana ada seorang laki-laki setengah baya sedang menelpon sambil mengendarai sebuah mobil, tanpa melihat jalan dengan baik ia terus mengemudi. Tak taukah dirinya itu bisa menyebabkan kecelakaan, dan hal tersebut memang hampir terjadi jika saja ia tidak mengerem dengan tepat
Ciiitttt...
Korban yang ditabrak atau hampir ditabrak tadi langsung terlihat pucat, Siwon pun langsung keluar dari mobil untuk melihat siapa korban atas kelalaiannya ini.
"Maafkan aku...sungguh aku tidak sengaja..maafkan aku...Siwon meminta maaf kepada sang korban yang ternyata seorang wanita"
"I..iya..tidak apa-apa, aku tidak terluka kok, hanya sedikit terkejut"
"Sekali lagi aku minta maaf" lama Siwon menunduk samapai akhirnya ia mengangkat kepalanya dan betapa terkejutnya ia ketika tau siapa yang hampir ditabraknya
"Bummie..."
"Wonnie..."
TBC
Setelah seharian bermain dengan spss, Aku coba untuk melanjutkan cerita ini lagi, mudah-mudahan masih ada pembaca yang berniat membaca cerita tidak jelas ini.
Untuk reviewnya yang di chap sebelumnya aku ucapkan terima kasih. Semoga kesalahannya sudah berkurang.
Hehehe
Han-RJ
Terima kasih atas coment nya, aku ngaku salah untuk penulis nama, tempat yg harusnya huruf kapital (kebiasaan menulis asal) hehehe
Tetep coment yah
Choi sila
Masa sih gak nyambung, padahal udah aku sambung pakai tali tambang loh
Hihihi
Sebenernya di chap kemarin aku pengen nyeritaiin tentang keluarga Sungmin yg nanti ada sangkut pautnya untuk cerita selanjutnya. Mudah-mudahan yg ini udah sedikt nyambung yah
Law gak ngambung juga entar aku panggil tukang las, biar disambung pake besi
Makasih atas comentnya, tetep coment lagi yah
mitade13
tebakan kamu ada yg betul loh...(ketauan cerita aku mudah ketebak)
sibum ada tapi akan bersatu atau enggak tergantung diriku hahahaha(tertawa bonamana, dilempar readers)
makasih comentnya, tetep coment yah
Cho Rai Sa
Emang sih, rencana aku akan ada pernikah di cerita selanjutnya. Tapi yg nikah siapa?itu rahasia
Makasih comentnya, tetep coment yah
ayachi casey
aku belum bisa bikin yang panjang-panjang teman, entar aku panjangin deh pakai tali.
Aku gak punya parang teman, punyanya golok
Udah kejawab di cahp ini siapa yg datang itu
Bakal nikah gak yah?rahasia
Hehehe
Makasih comentnya, tetep coment yah
Bagi readers yg belum kebalas review nya, maaf bgt yah
Akhir kata
Tolong berikan review pembaca kepada diriku
