Author : vitaMINElf
Tittle : Welcome To My Live
Genre : Romance, drama
Rating : T
Disclaimer : mereka bukan punya saya, saya cuma pinjem nama saja.
Warning : YAOI , EYD berantakan , tidak nyambung
Cast : Sungmin, Kyuhyun, Siwon, Kibum, Hechul. Hyukjae. Dll
Chapter 4
"Bummie..."
"Wonnie..."
Chapter 4
Siwon Pov
Karena sebuah tragedi kecil dapat mempertemukan dua orang yang sudah lama tidak bertemu. Dan sinilah aku dan orang yang nyaris aku tabrak tadi berakhir, disebuah cafe yang bernama Kona Beans. Kami terlibat percakapan ringan
" Lama tidak bertemu dengan mu Bummie, bagaimana kabarmu?" tanya ku kepada seseorang yang ada dihadapanku
"kabarku baik, kau sendiri? Bagaimana hubungan mu dengan Stella? Aku dengar kalian menikah?" Kibum memang mengenal mantan istri ku namun ia tidak tau jika aku sudah berpisah dengan Stella.
"Iya kami memang menikah, namun sekarang kami sudah bercerai. Sekarang aku hidup berdua dengan anak laki-lakiku" jelas ku menanggapi pertanyaan Kibum barusan
"Emmm...maaf wonnie aku tidak tau kalau seperti itu kejadiannya" sepertinya kibum merasa tidak enak telah menyinggung masalah ku.
"Tidak apa-apa, itu sudah masa lalu bummie, kau sudah lama tinggal disini?" aku mencoba mencairkan suasana yang tadi sempat kaku
" Cukup lama, semenjak anakku masuk SMA. Aku sudah pindah kemari" jelas Kibum
" Kau sudah punya anak?" aku cukup terkejut, masalahnnya aku tidak pernah mendengar kabar Kibum menikah atau dekat dengan laki-laki setelah kami berpisah. Ya, aku dan Kibum memang pernah menjalin hubungan sewaktu kami masih berkuliah, namun kami berpisah karena merasa tidak cocok lagi, setelah itu aku menjalin hubungan dengan Stella dan akhirnya menikah. Sedangkan Kibum sendiri memutuskan melanjutkan kuliahnya diluar negeri untuk memperdalam pengetahuannya.
"Iya aku sudah punya anak, sewaktu aku berkuliah di Jepang aku bertemu dengan laki-laki yang menjadi suamiku, lalu kami menikah dan tinggal kembali ke Seoul". Cerita Kibum mengenai masa lalunya
"Lalu kenapa kau pindah dari Seoul?" Sepertinya aku makin penasaran tentang hidup mantan kekasihnya ini.
"Semenjak suamiku meninggal aku mengurus perusahaan yang ada di daerah ini, sekaligus untuk menyembuhkan luka" aku menatap ada kesedihan diwajah Kibum saat menceritakan tentang suaminya yang telah tiada. Tangan ku secara refleks menyentuh pundak Kibum bermaksud untuk mengurangi perasaan sedih Kibum
"Aku tidak apa-apa Wonnie, ada anak laki-lakiku yang selalu membuatku bahagia" Kibum memberikan seulas senyum yang menyatakan bahwa ia baik-baik saja.
"Wonnie maaf sepertinya aku harus pergi, ada urusan kantor yang perlu aku selesaikan"
"Aku juga akan kembali kekantor, boleh aku mengantarmu, kau tidak bawa mobilkan?" tawar ku kepada Kibum, sebenarnya Kibum ingin menolak namun setelah melihat tatapan memelas ku akhirnya Kibum menganggukan kepalanya
"Ayo Bummie" tanpa sadar kini tangan ku menggandeng tangan Kibum. Kibum yang merasa sentuhan di tangannya hanya bisa tersenyum melihat kebiasaan yang tidak berubah dari ku, mantan kekasihnya dulu.
.
.
.
Sungmin pov
Semenjak berstatus menjadi kekasih seorang Cho Kyuhyun hidup ku sedikit berubah. Jika dulu hanya aku hanya menerima tatapan tidak suka dari gadis-gadis yang menyukai Kyuhyun namun sekarang aku mendengar sendiri penolakan yang diutarakan oleh gadis-gadis itu.
"Hei Sungmin ssi, kau ini tidak tau malu ya. Dulu kau menolak Kyuhyun oppa, sekarang kau menjadi kekasihnya. Apa kau sudah tidak laku lagi?"
"Kau itu tidak ada menarik-menariknya, aku heran kenapa Kyuhyun oppa bisa suka pada mu, kau pasti pakai jimat"
"Sungmin ssi, disekolah ini banyak gadis-gadis, kenapa kau berpacaran dengan laki-laki. Kau abnormal ya?"
Aku sebenarnya ingin sekali memberikan beberapa pelajaran gratis tentang martial art namun aku masih ingat bahwa yang ada dihadapa ku ini hanya kumpulan gadis-gadis ini yang tidak punya kerjaan selain berdandan, bergosip dan mengejar Kyuhyunku. Jadi aku urungkan niatku tadi. Ketika aku ingin membalas dengan kata-kata namun aku kalah cepat dengan seseorang yang sekarang memeluk pinggangn ku dari belakang dan menumpukan kepalanya dibahu ku.
"Yang tidak tau malu itu kalian, aku ini sudah punya kekasih tapi kalian masih saja mengejar-ngejarku. Apa kalian sudah tidak laku lagi"
"Kau bilang My Minnie tidak menarik, justru kau yang tidak menarik. Kau tidak lihat Sungmin itu imut, manis, dan cantik tanpa polesan bedak seperti kalian itu"
"Ya, Sungmin memang abnormal dan karena aku yang membuatnya seperti itu, jadi jika kalian menghina Sungmin sama saja dengan kalian menghina ku. Orang yang berani menghinaku, hidupnya tidak akan pernah tenang". Untuk yang terakhir aku melihat Kyuhyun memberikan sedikit senyum menakutkan yang dapat membuat gadis-gadis ini melarikan diri.
Setelahnya Kyuhyun mengalihkan pandangannya kewajah ku yang menunduk akibat ucapan Kyuhyun tadi.
"Chagi, kau baik-baik saja, kenapa wajahmu memerah" tangan Kyuhyun mengangkat dagu ku yang sebelumnya menunduk. Entah kemana perginya otak pintar Kyuhyun saat ini, apa ia tidak tau bahwa aku sedang menahan malu.
"Aku tidak apa-apa Kyu" bisik ku sambil menggigit bibir bawahnya.
Cup...
"Kyu...ini masih disekolah, jangan menciumku sembarangan, nanti dilihat orang" kesal ku mendapatkan perlakuan seperti itu, walau dalam hati aku sangat senang.
"Dari pada digigit lebih baik di cium, dan aku tidak peduli jika ada yang melihat kita. Biar semua orang tau bahwa kau adalah MILIKKU" ucap Kyuhyun memberikan penegasan pada kata milikku
"Kau ini, Kyu sepulang sekolah nanti bisa temani aku mencari buku?"
"Tentu saja bisa chagi, apapun untukmu" bisik Kyuhyun ditelinga ku, membuat ku bergidik sekaligus deg-degan.
"Ayo sekarang masuk ke kelasmu chagi, jam pelajaran terakhir akan dimulai" setelahnya Kyuhyun mengantar ku kekelasnya agar tidak ada lagi orang-orang yang berani menggangu ku, itu sih katanya , aku tau itu hanya alasannya saja agar bisa lebih berlama-lama denganku.
.
.
.
Saat malam hari aku yang sedang makan bersama appa terlihat sangat kompak, aku dan appa terlihat sama-sama tersenyum dengan penyebab yang berbeda.
"Appa" panggil ku kepada appa, aku sudah memutuskan sesuatu tentang percakapan kemarin dengan appa mengenai ummaku
"Apa sayang" appa seperti tampak senang sehingga memanggil dengan sebutan yang sangat manis. Bukannya tidak pernah
"Aku sudah memutuskan bahwa aku tidak akan menemui umma. aku sudah bahagia tinggal bersama appa. Lagi pula umma sudah bahagia dengan kehidupannya sekarang. Biar kita menjalani hidup masing-masing saja. Bagaimana appa?" aku sudah memutuskan bahwa aku tidak akan mendatangi rumah ummaku secara diam-diam lagi. Aku tidak ingin menyakiti hati appa
"Semua keputusan ada ditanganmu Minnie, appa akan mendukungnya"
"Terima kasih appa... appa sepertinya sedang senang, apa appa mendapat bonus dari kantor?" aku sedikit bercanda dengan appa. aku senang melihat appa bahagia
"Kau ini, memang appa senang hanya karena mendapatkan bonus saja, appa senang setiap hari karena memiliki anak sepertimu"
"Aku sayang appa" ucap ku yang kemudian memeluk appa. Terima kasih Tuhan telah memberikanku appa sebaik dia.
"Appa juga sangat menyayangi Minnie"
Sedangkan keadaan dirumah keluarga Cho
Kibum pov
" Kyu, minggu besok mau menemani umma ke tempat appamu?" ajak ku kepada Kyuhyun untuk menemani ke tempat peristrirahatan terakhir suamiku. aku memang sudah lama belum mengunjungi makam suamiku, bukan ingin melupakan nya yang telah tiada. Hanya aku masih terlalu sedih jika mengingat tentang suamiku
"Tentu umma, aku juga sudah lama tidak mengunjungi appa" jawab Kyuhyun sambil tersenyum
"Kau senang sekali Kyu, pasti ada hubungannya dengan seseorang yang kau suka itu ya?" tebak ku melihat ekspresi anakku yang selalu tersenyum
"Hehehe...umma tau saja"
"Ajak dia main kesini Kyu, umma ingin melihat seperti apa wajahnya"aku penasaran seperti apa seseorang yang sanggup merubah anakku yang seperti es ini menjadi orang yang sedikit autis
"Yang pasti dia manis dan imut umma" jawab Kyuhyun sambil membayangkan menerawang pikirannya, aku yakin ia sedang membayangkan wajah kekasihnya
" Apa dia lebih manis dari pada umma" aku pura-pura merajuk mendengar anakku memuji orang lain yang katanya sangat manis dan imut itu.
"Bukan seperti itu umma, umma tentu saja yang paling manis didunia ini, tapi dia itu berbeda umma" jelas Kyuhyun yang tidak ingin aku salah paham.
"Iya umma mengerti, umma hanya bercanda" aku tidak ingin raut wajah senangnya hilang gara-gara bercandaanku tadi.
"Umma ini " cemberut Kyuhyun mendengar aku yang mencoba mempermainkan dirinya. Entah dari mana datangnya ide itu tiba-tiba saja anakku ini menyuruhku mneikah lagi
"Umma, bagaimana kalau umma menikah saja, kalau aku nanti menikah dengan lalu kami tinggal bersama, umma akan kesepian"
"Umma kan bisa ikut tinggal denganmu, umma yakin calon menantu umma nanti orang yang baik. Kecuali kalau kau tidak boleh" ucapan ku membuat Kyuhyun menggeleng cepat
"Tentu saja boleh umma, tapi apa umma tidak kesepian"
"Tidak, selama umma punya Kyu, umma tidak akan pernah kesepian" ucapku setulus hati kepada anakku ini
"Umma memang umma yang terbaik"
"Tentu saja".
.
Dua keluarga yang terlihat bahagia dengan kehidupannya masing-masing.
.
.
Waktu terus berjalan tanpa ada yang bisa menghentikannya. banyak rencana yang telah dipikirkan, tapi manusia hanya bisa berencana, untuk hasilnya semua harus ada campur tangan Tuhan
Kisah percintaan Kyuhyun dan Sungmin terlihat semakin harmonis saja. Tidak ada lagi gadis-gadis yang mengganggu Sungmin, mungkin mereka sudah menyerah untuk mendapatkan Kyuhyun. Namun bukan hanya kisah mereka saja yang tampak semakin baik, ada pasangan lain yang juga sedang memadu kasih, Siwon dan Kibum. Setelah pertemuan-pertemuan yang diadakan oleh keduanya, mereka bersepakat untuk mencoba membangunmasa depan bersama dengan anak-anak mereka nanti. Memang belum ada yang mnegetahui hubungan mereka, mereka masih takut untuk mengutarakan kepada anak mereka masing-masing. Namun alangkah lebih baik jika semua dibicarakan bersama. Toh anak-anak mereka sudah dewasa dan berpikiran terbuka. Tanpa mereka tau bahwa tidak semua berjalan sesuai dengan keinginan kita, akan ada pengorbanan dalam setiap langkah yang kita ambil
Siwon pov
"Wonnie, sebaiknya kita memberi tau hubungan kita kepada anak-anak kita" usul Kibum kepada ku, aku sendiri pun setuju dengan ide yang Kibum berikan.
"Aku setuju dengan mu Bummie, kita sudah cukup lama menjalin kasih tapi belum ada yang mengetahuinya"
"Tapi apa anak-anak bisa menerima hubungan kita Wonnie" aku tau Kibum merasa takut bahwa anak-anak tidak bisa menerima keadaan kami
"Kau tenang saja, mereka anak-anak yang pintar, mereka pasti bisa mengerti Bummie"
"Bagaimana kalau malam ini kita pertemukan mereka, aku ingin saling mengenal satu sama lain, kau bilang anakmu laki-laki kan, anakku juga laki-laki mereka pasti bisa cepat akrab"
"Oke, aku akan mengajak anakku, kita bertemu di sini jam 8 malam nanti"
"Semoga semua berjalan lancar Wonnie"
.
.
.
Sungmin pov
"Appa sudah pulang, cepat sekali. Biasanya juga sore" pikir ku melihat ada sepatu appa dipintu depan
"Minnie kau sudah pulang" aku mendengar suara appa didalam ruang tengah
" Iya appa, tumben appa pulang cepat" aku mengutarakan apa yang aku dipikiran tadi
"Ada yang ingin appa bicarakan Minnie?. Appa harap Minnie jangan marah" appa kelihatan sangat serius, sebenarnya apa yang akan appa bicaraka
"Minnie tidak akan marah appa, bicara saja" appa terlihat menghembuskan nafasnya secara perlahan kemudia memulai untuk berbicara
"Appa ingin Minnie ikut bersama appa untuk menemui seseorang nanti malam" hanya menemani appa bertemu dengan temannya tentu saja aku bisa, lalu kenapa appa terlihat sulit sekali untuk mnegatakannya
"Tentu appa, Minnie mau."
"Orang yang akan Minnie temui nanti adalah...kekasih appa" appa mencoba menjelaskan kembali, aku cukup terkejut mendengar bahwa appa memiliki kekasih, kenapa appa tidka pernah cerita, apa appa takut aku tidak setuju. Aku setuju saja jika itu yang trebaik untuk appa.
"Kenapa appa tidak pernah cerita pada Minnie?"
"Appa hanya belun siap Minnie, maafkan appa Min" rerlihat raut wajah appa yang sedikit cemas akan respon yang aku berikan
"Appa, Minnie bahagia jika itu bisa membuat appa bahagia. Asalkan dia orang yang baik Minnie sutuju appa menikah lagi.
"Yang benar Minnie? Minnie setuju appa menikah lagi?"appa terlihat sangat senang dengan keputusan ku ini.
"Tentu appa"
"Terima kasih Minnie"
.
.
.
Kyuhyun pov
"APA!MENIKAH"
Aku terkejut saat umma bilang ia ingin menikah lagi. Aku tau umma masih cantik dan terlihat awet muda, tapi nanti jika umma menikah lagi lalu aku punya saudara aku tidak akan disayang lagi. Hei..jangan pandangi aku seperti itu, aku kan hanya melihat dari tv bahwa jika punya saudara tiri kita akan tersingkirkan.
"Apa Kyu tidak setuju, kalau kyu tidak setuju umma akan memutuskan hubungan umma ini" terlihat diwajah umma kesedihan, aku tentu tidak tega melihatnya
"Bukan tidak setuju umma, aku hanya takut setelah menikah umma jadi tidak sayang pada ku lagi dan lebih sayang anak umma kelak" akhirnya aku mengutarakan ketakutanku juga. Umma yang mendengarnya hanya tersenyum saja
"Tentu saja tidak sayang, kau tetap anak umma yang umma sayangi. Tidak ada yang bisa merubah itu" aku lega setelah umma bilang begitu.
"Baiklah, aku ikut pertemuan nanti malam" aku anak yang baik kan menyetujui ummanya menikah lagi.
"Kyu, jika nanti kau setuju kau akan memiliki seorang kakak laki-laki yang 2 tahun lebih tua darimu" aku punya kakak laki-laki? Apa bisa diajak main psp?
"Asal umma lebih lebih sayang denganku saja, dari pada dengan calon kakakku nanti..hehehe"
.
.
.
Malam yang ditentukan pun akhirnya tiba. Terlihat seorang anak laki-laki dengan seorang ayahnya sedang menunggu seseorang. Tak lama orang yang ditunggupun akhirnya tiba
Siwon pov
"Bummie..." malam ini Kibum terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna biru muda, tapi aku tidak melihat ia datang bersama anaknya, apa anak Kibum tidak setuju
"Wonnie, sudah lama menunggu? "
"Belumm kami juga baru sampai. Kenalkan ini anaku namanya Sungmin" aku memcoba memperkenalkan Sungmin kepada Kibum
"Salam kenal, aku Sungmin" sepertinya Sungmin terlihat senang
"Kau datang sendirian Bummie, mana anakmu?"
"Sebetar lagi dia masuk, tadi ada yang menelponnya...itu dia anakku" anak Kibum terlihat tampan, postur tubuhnya juga tinggi
"Kyu, perkenalkan ini mereka yang umma ceritakan namanya Siwon dan ini anaknya namanya Sungmin" Kibum meperkenalkan aku dan Sungmin kepada anaknya
"Minnie..."
"Kyu..."
"Dia yang akan menjadi kakakmu Kyu"
Tbc
Aku baru nyadar ternyata cara penulisan aku yang sebelumnya membuat aku kesulitan sendiri. Jujur sih awal bikin ff ini aku belum punya konsep ceritanya, jadi dengan sangat menyesal..hiks..hikk...aku akui..hiks..tidak nyambung dengan prolog (AMATIRAN)
Huwaaaaaaa...
Kalau bisa mungkin prolognya akan aku perbaiki.
Untuk yang udah review aku ucapkan terima kasih banyak (salamin readers satu-satu)
Apa alur cerita ini kecepatan atau kelambatan atau makin tidak jelas, tolong beri aku kritik, saran dan idenya yah
Semoga masih ada yang berkenan untuk membaca ff yang kacau ini
Akhir kata
Berikan review pembaca kepadaku
