THE MINT HEART (REMAKE)

-ayuwidya-

.

Cast : Kim Jongin | Do Kyungsoo | etc

Warn!

Genderswitch (GS),

.

Saya hanya meremake, yang artinya adalah saya tidak mengubah jalan cerita apapun, dan saya hanya mangubah tatanan bahasa sesuai dengan kebanyakan fanfic yang pernah saya baca dibeberapa situs. Happy reading^^

.

.

'Mencintaimu seperti menikmati seporsi mint ice cream. Kebekuan hatimu, dingin menyentuku. Tak cukup satu sendok untuk merasamu. Butir yang melebur di dalamnya justru membuatku menyedok lagi dan lagi'

.

BAGIAN DUA ( Raja Es dan Ratu Drama )

.

'Mencairkan hatinya bukan untuk kumiliki sendiri, Aku ingin ia bisa merasakan cinta yang hangat dari orang-orang disekelilingnya.' –D.O Kyungsoo

.

.

Sejak tadi malam, Jongin sudah mulai tidak suka dengan suara telepon. Suaranya seperti hantu yang sedang menerornya. Sebenarnya….sedikit tidak adil sih, setelah Jongin melihat record panggilan yang masuk tadi malam, yang menelponnya berkali-kali adalah Mrs. Patricia bukan Kyungsoo. Ternyata Kyungsoo baru sekali menghubunginya dan gadis itu langsung mendapat bentakan dari Jongin, Tapi ada yang aneh menurut Jongin, mengapa ia baru mengangkat panggilan saat yang menelponnya adalah Kyungsoo? Padahal sebelumnya Jongin hanya membiarkan ponselnya berbunyi terus.

Ponsel Jongin berbunyi lagi, sepagi ini. Sambil mengoles selai pada roti sarapannya, ia menjawab panggilan dengan malas.

"Jongin! Kenapa panggilanku tidak kau angkat? Aku sudah menghubungimu dari tadi!" Suara Kyungsoo memekakan telinganya. Jongin hanya berdecak sebal.

"Kau ada dimana sekarang? Aku sudah berada di bandara, kita check-in bersama ya? Agar kita bisa duduk bersebelahan, hihihi…" Kyungsoo terkekeh disebelah sana

"Check-in bersama? Duduk bersebelahan? Kau bicara sih?!"

"Jongin…..jangan bilang kau masih ada didalam rumah?"

"A-aku memang masih ada didalam rumah," Jawab Jongin polos.

"Dan tidak tahu bahwa kita harus menuju Gangneung, sekarang juga?"

"Gangneung apa?"

"Kau serius tidak tahu?!" Kyungsoo berteriak histeris diseberang telepon.

"Serius," Jongin mulai merasa tidak tenang, seperti ada sesuatu yang ia lupakan…

"Ya Tuhan! Wherever You Want! Kyungsooo, kita flight pukul berapa?"

"Satu jam lagi…." Kyungsoo menjawab pertanyaan Jongin dengan lemas.

"Aku berangkat sekarang!" Jongin langsug terbang ke kemarnya, Mengambil kamera dan segala perlengkapannya. Dalam beberapa detik saja, urusan kamera selesai. Kemudian Jongin mengambil travel bag yang berada diatas lemari dan memasukan semua pakaian dan perlengkapannya. Sepuluh menuit sudah terlewati, ia mengumpat karena merasa waktu berjalan sangat cepat. Sembari menunggu taksi datang, Jongin membereskan beberapa sepatu yang mungkin akan ia gunakan saat berada di Gangneung.

"Paman antarkan saya menuju bandara," Ucap Jongin ketika ia memasuki taksi dan kemudian meminta untuk lebih mempercepat kemudi.

"Kau sampai mana?" Kyungsoo menelpon Jongin untuk keseribu kalinya, "Aku sudah check-in, sepertinya sedang ada razia, aku tidak bisa memberikan dua tiket sekaligus, cepatlah sedikit!"

"Iya akan aku usahakan,"

Lain waktu , saat supir taksi sedang menyetir, Kyungsoo menelpon Jongin lagi. "Sudah ada panggilan Boarding, kau sampai mana Jongin?"

"Aku sudah sampai di Jalan Tol bandara, jalanan sangat ramai,"

"Lalu bagaimana?"

"Ya sudah kau terbang saja, aku akan menyusulmu nanti,"

"Tidak! Aku tidak mau! Aku harus pergi bersamamu, kalau kau tidak terbang maka aku juga tidak akan terbang!" Kyungsoo menjerit yang membuat Jongin harus menjauhkan ponselnya beberapa centi dari telinganya.

"Kyungsoo please," Kata Jongin datar, "Kau kekanakan sekali sih?! kita tidak berangkat untuk berbulan madu. Kita berangkat untuk bekerja. Kita bertemu di bandara Gangneung!" Jongin sama sekali tidak mengerti mengapa wanita suka sekali bermain drama.

"Aku akan menunggumu disini dan aku tidak akan kemana-mana!" Telepon kemudian ditutup sepihak oleh Kyungsoo. Jongin baru tahu bahwa ada perempuan keras kepala selain Mrs. Patricia dan Baekhyun yaitu Kyungsoo.

Sampai di bandara, Jongin segera masuk dan berlari mencari Kyungsoo. Selagi menunggu barang bawaannya memasuki lorong scanner Jongin menyadari rupanya pagi ini penuh dengan drama. Pertama Kyungsoo, kemudian sekarang, dibandara juga sedang ada drama.

Tampak beberapa petugas mengelilingi seorang gadis yang merajuk dilantai, mungkin dia tertinggal pesawat rombongannya. Sama seperti Jongin, tapi sampai kapanpun Jongin tidak akan melakukan hal yang sangat memalukan tersebut. Jongin mempercepat langkahnya ketika pemeriksaan selesai. Lelaki itu akan menghubungi Kyungsoo, dan menanyakan dimana dia dan keberadaan tiketnya.

"Hallo….Jongin, aku ada disini, arah pukul sembilan!" Kata Kyungsoo lemah, tidak seperti sebelumnya. Jongin menoleh. Gadis yang sedang merajuk dilantai itu melambaikan tangannya. Oh, ternyata dia Kyungsoo! Mengapa Kyungsoo menangis? Mengapa orang-orang mengerubungi Kyungsoo? Beragai macam pertanyaan mucul dibenak Jongin, Ia kemudian berjalan cepat, menerobos banyak orang untuk segera sampai pada Kyungsoo.

"Jongin!" Kyungsoo menjerit ketika Jongin datang

Kyungsoo betul-betul duduk di lantai sembari memeluk lututnya. Ia terlihat sangat kacau. Pipinya basah, bekas menangis. Jongin segera berjongkok dan memegang lengan Kyungsoo yang melingkari lututnya. Kyungsoo menatap Jongin dengan mata yang berkaca-kaca.

"Jongin akhirnya kau datang!" Kyungsoo langsung memeluk Jongin sambil berteriak histeris. Jongin melongo.

"Paman lihatlah! Jongin 'saya' sudah datang, bisakah anda memperlambt take off nya? Kami bisa berlari dengan cepat, ahjussi. Kami janji!" Teriak Kyungsoo sambil mendekatkan dirinya kepada petugas yang membawa walkie talkie. "Aku mohon ahjussi. Jebal?"

"Kyungsoo apa yang—"

"Jongin, paman ini tidak membiarkan kita pergi, lalu kita bagaimana? Paman kumohon?" Pegawai yang jumlahnya sekitar 6 orang tersebut tampaknya sedang bermusyawarah, sesekali terdengar intonasi tidak setuju ataupun sebaliknya.

"Hanya karena check-in ditutup kau melakukan ini? Dasar sinting!" Jongin mengumpat tepat dihadapan Kyungsoo, dengan kekesalan yang sudah mencapai puncaknya.

"Ini cara tepat satu-satunya, Jongin!"

Kemudian keenam petugas tersebut menatap Jongin dan Kyungsoo dengan tatapan iba. Melihat kyungsoo tepatnya. Salah satunya seperti atasan mereka dan kemudian membuka suara.

"Maafkan saya nona, sekarang para penumpang sudah selesai melakukan boarding dan mereka bersiap untuk take-off " Jongin melepaskan pelukan Kyungsoo dan berdiri, namun Kyungsoo malah ikut berdiri dan melingkarkan tangannya pada pinggang Jongin.

"Jonginn…..Kita tidak jadi menikah!" Kyungsoo meracau kembali diikuti dengan air matanya yang menetes.

Menikah? Jongin melongo lagi. Memangnya siapa yang akan menikah?

"Kalian akan menikah?" Salah satu pegawai buka suara.

"Kami tidak—"

"Gagal sudah rencana pernikahan dan bulan madu kita. Seumur hidup aku akan mengingat hari pernikahan kita adalah hari tersial! Dan aku akan menceritakan kepada anak cucuku bahwa maskapai ini payah. Tidak mengerti perasaan orang!" Kyungsoo masih memeluk Jongin sambil meracau tidak jelas.

"Kita harus menulis berita bahwa maskapai ini tidak berperikemanusiaan!" Kata Kyungsoo, sekarang mereka menjadi tontonan gratis se-bandara

Jongin hanya melongo, tidak tahu bagaimana menangani perempuan yang ada dipelukannya tersebut. Dihadapan banyak orang, Jongin tidak mungkin menjauhkan diri dari Kyungsoo dan mengkhianati skenario yang sudah gadis itu buat. Jongin berdiri kaku, berusaha menenangkan Kyungsoo dan menepuk-nepuk pundak gadis itu. Berusaha tidak terlihat janggal.

"Baiklah…Baiklah…" Akhirnya petugas berseragam tadi membuka suara, sambil menghela nafas berat. "Kalian bisa boarding. Saya akan berkoordinasi dengan awak kabin. Tapi saya hanya memberikan kalian waktu tiga menit untuk berlari, anggap saja ini kado pernikahan dari kami,"

Jongin dan Kyungsoo berpandangan. Bersama-sama meyakinkan diri.

"Tiga menit dimulai dari…sekarang!" Kata petugas dengan berwibawa.

"Terimakasih banyak paman!" Jongin langsung melesat masuk. Sementara Kyungoo, gadis itu mengekori Jongin. Dari belakang ia berteriak kepada pegawai yang baik hati itu. "Terimakasih paman! Kami akan berkata kepada anak cucu kami kalau ini adalah maskapai terbaik yang pernah ada didunia!"

Anak cucu? Kami? Gila!

.

.

Menurut Kyungsoo, ini akan menjadi perjalanan terbaik seumur hidupnya, karena ia akan melewatinya bersama Jongin. Kyungsoo sangat menyukai ide 'Wherever You Want', Dan mungkin itu adalah satu-satunya ide gila Mrs. Patricia yang Kyungsoo suka. Senyum dibibir Kyungsoo tidak bisa hilang semenjak duduk dalam pesawat. Tentu saja, saat mereka masuk pesawat., keduanya disambut oleh gerutuan penumpang yang harus menunggu mereka selama lima menit. Sepanjang lorong Jongin dan Kyungsoo juga terus membungkuk dan meminta maaf kepada setiap penumpang yang menyoraki mereka dengan kesal.

"Aku perlu penjelasan," Suara Jongin yang berat mengalihkan perhatian Kyungsoo. Ia duduk disamping Kyungsoo dan memandang perempuan itu dengan wajah serius.

"Penjelasan apa?" Kyungsoo mengedipakan matanya dan membetulakan letak poninya. Bukannya Kyungsoo tidak mengerti….tapi dia mencoba menghindar dari penjelasan yang dimaksud oleh Jongin.

"Masalah pernikahan….bulan madu…anak cucu…apa-apaan itu?" Jongin tidak bercanda, pandangannya tajam mengunci mata Kyungsoo. Wajah Jongin terlihat kesal, seperti tidak setuju dengan ide Kyungsoo yang telah berhasil tadi.

"Aku tidak bisa memikirkan hal lain, supaya kita bisa terbang…" Jelas Kyungsoo tenang. Mata Jongin membesar. " Rasanya hanya itu alasan yang terdengar….hmm…pantas?"

Jongin makin melotot.

Kyungsoo jadi kecewa. Apa Jongin tidak bisa mengucapkan terimakasih padanya? Kyungsoo sudah rela menjadi tontonan orang-orang dibandara hanya demi menunggu Jongin. Sekarang, lelaki itu marah hanya karena masalah sepele.

"Lain kali kalau sudah waktunya untuk berangkat dan aku tidak ada ditempat, kau pergi duluan saja," Kata Jongin serius, tatapannya kesal. Ya, Kyungsoo tahu, ungkin Jongin malu menjadi tontonan banyak orang tadi.

"Maka dari itu, kau jangan sampai tidak ada, karena aku tidak akan pergi kemana-mana sebelum kau datang!" Kata Kungsoo.

Kyungsoo telah menunggunya lama. Lalu mengapa sekarang ia harus meninggalkannya? Kyungsoo menantinya sejak berbulan-bulan sejak kali pertama perempuan itu mengenalnya, berharap hatinya yang beku akan mencair. Seperti mint ice cream yang lupa dimasukkan kedalam lemari pendingin. Ia mencair….dan yang tertinggal hanyalah sensasi dingin. Karakternya yang kuat itu tak mungkin hilang menurut Kyungsoo

Mencairkan hatinya bukan untuk Kyungsoo miliki sendiri, tentu saja, namun ia ingin Jongin merasakan cinta yang hangat dari orang-orang disekelilingnya.

"Hah! Kita lihat saja, seberapa kuat kau menungguku," Kata Jongin. "Kalau aku berada diposisimu, pasti aku sudah pergi duluan." Kedinginan kata-kata Jongin membuat Kyungsoo membeku. Seperti ada es yang masuk kedalam aliran darah gadis itu dan menyakitinya. Kyungsoo mengalihkan pandangannya keluar jendela. Mencoba mengalihkan sakit hatinya dengan memperhatikan awan-awan putih yang bergelung lembut dihadapannya.

"Kyungsoo," Terdengar suara Jongin melembut. Kyungsoo menoleh "Terimakasih," Kata Jongin singkat tapi mampu membuat Kyungsoo melongo. Satu kata yang membuat Kyungsoo bahagia bukan main, dan berhasil menghilangkan rasa kecewanya kepada Jongi beberapa detik yang lalu. Kalau saja Kyungsoo tidak memakai sabuk pengaman, ia pasti sudah memeluk Jongin.

"Tidak masalah," Kyungsoo tersenyum tipis. Jongin mengangguk lalu membetulkan posisi duduknya.

"Emm…Jongin?"

Jongin menoleh sambil mengangkat alis, wajahnya terlihat lebih ramah sekarang.

"Bagaimana jika pesawat ini sudah landing kita foto berdua didepan pesawat? Ini 'kan pesawat kenangan kita. Bagaimana?" Jongin melengos, menautkan kedua alisnya, lalu menggeleng-geleng, seolah Kyungsoo mengusulkan untuk melompat dari pesawat bersama-sama.

"Aku tidak berjanji," Jawab Jongin tanpa nada. Rahang Jongin kembali kaku dan tatapan matanya kembali tidak ramah.

"Aku ingin tidur!" Tak lama setelah itu, terdengar dengkuran halus dari mulut Jongin yang membuat Kyungsoo tersenyum kecil "Tidak apa-apa, silahkan tidur saja, jadi aku bebas melihatmu selama satu jam dalam perjalanan menuju Gangneung,"

Mata tajamnya terpejam. Kyungsoo bisa melihat deretan bulu pendek di kelopaknya. Oh…Kyungsoo menyukai alisnya yang tebal, meski agak berantakan. Dari jarak sedekat ini, Kyungsoo bisa melihat tulang hidungnya yang panjang dan agak mancung. Kemudian, bibirnya mempunyai ukuran yang pas. Pahatan rahangnya yang tegas sungguh mengagumkan. Di dahinya jatuh beberapa helai rambutnya. Rambut lurus yang sudah agak panjang, dipotong tipis bagian bawahnya. Kesimpulannya, Kyungsoo menyukainya. Wajahnya lebih enak dipandang daripada gumpalan awan diluar sana.

Mencintainya seperti menikmati seporsi mint ice cream. Kebekuan hantinya dingin menyentuh Kyungsoo, tak cukup satu sendok merasakannya. Bulir pahit yang melebur didalamnya justru membuat gadis itu menyendok lagi, dan lagi….[]

.

.

TBC

.

Teaser For Next Chapter! (Satu kamar Berdua?!)

.

.

"Jongin…aku memiliki sesuatu untukmu!"

.

"Ini kamar milikku! Ladies first!"

.

"Mr. Kim, apakah ini teman anda?"

..

"Jongin, A-apa yang akan kau lakukan?"

.

"Kyungsoo…kau yakin akan tidur sekamar denganku?"

.

"Mundur atau aku akan berteriak!"

.

"Jongin jangan!"

.

.

Hi! Saya bawa Chapter 2 dibulan puasa hehehe, berhubung novel ini ber-rated aman, jadi saya tidak ada hambatan untuk melanjutkan dibulan puasa^^ Bagaimana dengan Chapter ini? Apakah kurang panjang? Atau kurang memuaskan? Terimakasih untuk yang sudah me-review di chapter pertama dan Alhamdulillah ff ini lumayan disukai para readers. Memang novel ini serunya minta ampun. Bedanya kalau di novel menggunakan sudut padang orang pertama pelaku utama tapi yang saya remake ini saya ubah menjadi sudut pandang orang ketiga serba tahu agar mudah membacanya. Semoga kedepannya yang review makin banyak ya agar saya jadi semangat ngelanjutin^^

.

.

BIG THANKS TO :

Baby CrongKim YeHyunViraaHee 9493Kaisoo32restifinamcdyonalTamtamieAhyoungSooyixingcom| wiwidya | kim fany | Shun AkiraNopwillineKaiSoo| kaisooo1288 | Domi12dejong13kysmpppprtwenandareghitalee kaisoochocohazelnut07didinsooDyOnly Onexoxo0293vionaaaHMs. Do12

.

.

Mind To review?