Tokoh saya pinjem dari animonsta dan cerita ini terinspirasi dari manga Nanatsu no Taizai. Tapi ide cerita murni dari saya.
Warning : abal, GaJe, OOC, powernya nggak sama kayak di cartoon, Typo(s) dan berbagai kesalahan lain yang bila dijabarkan akan menjadi buku super tebel.
.
.
.
Selamat membaca
.
.
.
Normal POV.
Pagi menjelang BoBoiBoy, Ying, dan Fang memutuskan untuk berangkat menuju desa selanjutnya. Memang mereka melakukan perjalanan untuk mencari penyihir penyembuh yang bisa menyelamatkan warga desa mereka yang terkena penyakit. Sudah 5 hari, sejak mereka meninggalkan desa. Boboiboy juga baru mengenal mereka setelah ia diminta oleh ketua desa atau biasa mereka panggil tuan Aba, untuk menemani dan melindungi mereka. Sudah 2 desa mereka lewati namun mereka tak menemukan penyihir itu.
5 jam mereka berjalan, dan akhirnya sampailah mereka di sebuah desa yang sangat sepi dan tak terurus. Barang-barang berserakan dimana-mana dan rumah-rumah mengalami kerusakan. Seperti baru saja ada peperangan didesa itu.
"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Ying yang melihat keadaan desa itu.
"Menurut analisaku, 80% kemungkinan desa ini diserang oleh bandit." Ucap BoBoiBoy menganalisa.
"Jika diserang bandit. Ada berapa bandit yang menyerang desa ini. Dan kemana para penduduknya?" tanya Fang sembari berjalan mendekati sebuah rumah dan membuka jendelanya.
"1." ucap BoBoiBoy singkat. Dan masih melihat-lihat keadaan desa itu. keadaan desa ini sama dengan desa yang pernah dilewatinya 10 tahun yang lalu bersama dengan rekannya yang lain. Bekas peperangan dan tak ada darah sama sekali.
"Apa?" tanya Ying tak percaya.
"Zaltras." Ucap BoBoiBoy lagi.
"Penyihir pengendali boneka, Zaltras." Gumam Fang yang masih terus memeriksa keadaan dirumah-rumah penduduk.
"Zaltras? Bagaimana bisa?" ucap Ying tak percaya. Belum selesai mereka memeriksa tempat itu, sebuah teriakan sebuah teriakan memotong pembicaraan mereka.
"Kakak.. kakak... Tolongg..."
BoBoiBoy yang mendengar itu, langsung membalikkan badannya dan berlari kearah sumber suara. Fang dan Ying yang melihat BoBoiBoy pergi, dengan segera mengikutinya. Mereka berlari ke arah suara dan mendapati seorang gadis berkerudung pink yang sedang kewalahan bertarung melawan berpuluh puluh orang. Melindungi seorang anak laki-laki kecil berumur sekitar 8 tahun. Anak itu menangis dan berteriak meminta tolong ketika melihat sang gadis dengan gigih melindunginya.
"Tolong.. kakak.. tolong.." Fang yang melihat mereka langsung berlari dan menangkis pedang yang hampir mengenai gadis itu. Begitu pula dengan Ying, yang langsung menyerang mereka dengan teknik sihirnya. Namun tidak dengan BoBoiBoy, ia hanya berdiri diam melihat teman temannya yang menghadapi orang-orang itu. Yang ada dipikirannya hanyalah kebingungan. Mengapa gadis itu begitu gigihnya melindungi anak kecil itu? Mengapa Fang dan Ying bertarung untuk melindunginya? Dia berlari kemari karena memang dia diciptakan untuk melindungi dan bertarung. Namun mereka? BoBoiBoy sama sekali tak mengerti, apa alasan yang mereka punya hingga mereka mau melindungi gadis tak dikenal itu? kalau dia, memang karena ini adalah tugasnya dari tuan Aba, untuk melindungi rekan perjalanannya itu.
Fang dan Ying bertarung melawan banyak prajurit. Mereka agak kewalahan menghadapi prajurit yang cukup banyak. Sang Gadis yang tadi melindungi adiknya telah jatuh tak sadarkan diri, ketika sebuah pukulan keras mendarat ke perutnya.
"Kakak... kakak.." teriak anak kecil itu panik.
"Jari bayang." Ucap Fang merapal mantra. Disekitar tubuhnya, bayang-bayang bergerak hidup membentuk tangan dan jari-jari berwarna hitam. Bayang-bayang bentukan Fang itu, bergerak gerak dan menyerang lawannya dengan komando dari sang pengendali bayang. Sesuai julukannya 'Pengendali kegelapan', Fang sangat Ahli mengendalikan byangan disekitarnya menjadi senjata baginya. Begitu pula dengan Ying. Ying yang merupakan penyihir waktu, memperlambat waktu disekitarnya selain dirinya dan Fang. Kombinasi serangan mereka sangatlah kompak. Fang dengan kecepatan dan keterampilannya memanipulasi bayang dan menggunakan sejata ditambah dengan pergerakan waktu yang diperlambat oleh Ying, dapat dengan dengan cepat menumbangkan para prajurit.
"Fang kau tak bisa membunuh mereka!" teriak Ying ketika Fang mulai mengubah jari-jari bayangnya dengan sisi yang setajam pedang.
"Cihh.. merepotkan." Kata Fang dan membentuk bayangnya kembali menjadi bayangan bersisi tumpul untuk membuat para prajurit jatuh. Namun serangannya tak terlalu berdampak pada para prajurit.
"Hoyy... BoBoiBoy! Kau ikutlah bertarung!" teriak Fang pada BoBoiBoy yang masih diam berdiri melihat mereka bertarung.
"Biarkan aku memikirkan hal ini sebentar saja." ucap BoBoiBoy yang masih tak berniat bertarung menolong mereka.
"Ha? Berpikir?" ucap Fang sedikit kesal.
"BOBOIBOY?!" teriak Ying ketika melihat sorang prajurit bersiap menebasnya. BoBoiBoy membalikkan badannya, namun terlambat. Pedang itu telah mengayun dan menebas kepalanya.
"BOBOIBOY?!" teriak Ying panik. Air matanya mengalir dari kedua bola matanya. Pengendalian sihirnya kacau dan tak dapat ia pertahankan lagi. Begitu pula Fang, pengendalian bayangnya berantakan ketika dia terlalu berfokus pada BoBoiBoy, yang tergeletak dengan kepalanya yang terputus terjatuh disampingnya, hingga ia tak menyadari sebuah pukulan dilayangkan padanya dan membuatnya mundur beberapa langkah kebelakang. Ying segera menghampiri tubuh BoBoiBoy. Ia takut sekarang, melihat temannya yang mati tepat dihadapannya dan situasi mereka sekarang Ying takut mereka takkan selamat dari serangan prajurit itu. Dan lagi, penyihir Zatras belum mereka temukan.
"Lupakan soal BoBoiBoy dulu! Jika kita terlalu fokus kepadanya kita bisa mati disini!" teriak Fang yang masih tetap menghalau serangan lawan. Ying yang melihat Fang kewalahan segera berdiri dan membantu Fang. Namun mereka tetaplah kalah jumlah, mereka tak bisa membunuh para prajurit itu. Mereka tetaplah prajurit yang terpengaruh oleh sihir dari Zaltras. Akan sangat salah jika mereka membunuh mereka. Ying juga bisa melihat sang anak kecil yang menggenggam pisau yang tadi digunakan gadis itu untuk menyerang musuh, dengan tangan yang bergetar dan air mata yang terus mengalir. Ia tahu perasaan itu. Anak itu ingin melindungi kakaknya, namun ia juga tak bisa melukai prajurit dan penduduk desa.
Pukulan, tendangan, dan serangan menggunakan sihir mereka lancarkan untuk mengalahkan para prajurit. Namun mereka seakan tak ada habisnya. Banyak sekali prajurit yang mengepung mereka dan bila mereka telah berhasil menyerang mereka, mereka dapat dengan cepat bangkit dan menyerang mereka lagi. Fang dan Ying terlihat terengah-engah dan kehabisan energi, namun mereka harus bertahan atau mereka akan mati disini.
"Fang.. kita tak bisa terus begini! Jumlah mereka terlalu banyak dan kekuatan sihir kita sudah menipis" teriak Ying yang masih mencoba menumbangkan para prajurit.
"Cihh... mereppotkan. Mereka tak ada habisnya. Dan kita tak boleh membunuhnya." Ucap fang yang masih tetap menggerakkan bayangnya. Fang dan Ying terpaksa bertahan menggunakan perisai bayang milik Fang yang menyelubungi mereka.
"Bagaimana ini Fang?" ucap Ying kebingungan.
"Entahlah..." sahut Fang bingung.
"Menggunakan caraku adalah yang terbaik." Ucap seseorang dibelakang Fang dan Ying. Reflek Fang dan Ying membalikkan badannya dan mendapati tubuh BoBoiBoy yang berdiri mencoba mencari kepalanya, yang berada didekatnya. Tubuh itu segera mengambil kepala BoBoiBoy. Mata BoBoiBoy mengerjap mencari sesuatu.
"Topiku? Topiku?" ucap BoBoiBoy kebingungan.
"Kau masih hidup?" tanya Fang dan Ying tak percaya. tubuh Ying bergetar ketakutan, melihat kepala BoBoiBoy yang terlepas dari tubuhnya meskipun tidak mengeluarkan darah.
"Fang. Lepaskan perisai bayangnya topiku ada diluar." Perintah BoBoiBoy menghiraukan kekagetan mereka. Fang yang hendak protes langsung terdiam ketika BoBoiBoy dengan mudah membuat celah dalam perisainya dan berlari keluar, dengan kepala yang masih dibawanya. Mau tak mau Fang membuka perisai bayangnya, dan mendapati BoBoiBoy yang berjalan santai, sembari melopat menghindari serangan para prajurit dengan melompat dan dengan lincah mengambil topinya.
"Hupp.. dapat." Seru BoBoiBoy.
"Kyyaaa... cepat pasang kepalamu lagi!" teriak Ying yang ketakutan meliha BoBoiBoy.
"Yokai, Ying." ucap BoBoiBoy sembari memasang kembali kepala dan memakai topinya. Selesai memasang kepalanya BoBoiBoy dengan cepat berlari dan melompat ke depan Fang dan Ying.
"Se-sebenarnya dia itu makhluk apa?" beberapa suara menyuarakan keterkejutan mereka melihat BoBoiBoy.
"Hupp.. bersiaplah untuk menyerang Zaltras. Saat aku membuka jalan." Ucap BoBoiBoy memberi instruksi. Fang dan Ying mengangguk, mematuhi instruksi BoBoiBoy. BoBoiBoy melangkah kedepan beberapa langkah, dan mengangkat tangannya kedepan. Dari tangannya itu, terbentuk sepasang busur cahaya berwarna merah panjang yang bahkan leih tinggi dari tubuhnya sendiri.
"Harta suci. Busur ganda." Ucapnya merapal matra. Ia membentangkan tangannya bagai ditarik oleh seseorang tali pada busur itu bergerak, tertarik kebelakang. BoBoiBoy memejamkan matanya, ketika sebuah anak panah cahaya terbentuk pada masing-masih busurnya.
"Rewrite Light" ucap BoBoiBoy merapal mantra. BoBoiBoy membuka matanya bertepatan dengan kedua busur itu melesat kearah para prajurit. Diudara busur-busur itu, berpecah menjadi ratusan anak panah kecil yang menghujami dahi para prajurit dan warga. Semua prajurit dan warga terdiam dan menatap mereka. Begitu pula BoBoiBoy yang memandang mereka sesaat.
"Selesai." Ucap BoBoiBoy mengumumkan.
"Hoyy... BoBoiBoy seranganmu tidak mem.." belum juga Fang menyelesaikan protesnya, orang-orang yang terkena serangan BoBoiBoy berlari kearah mereka. Fang dan Ying tampak lebih waspada namun tidak dengan BoBoiBoy yang santai dan menatap mereka biasa-biasa saja. Tanpa diduga para prajurit memeluk mereka dan berteriak 'bahwa mereka lama tak berjumpa dengan Ying, Yaya, dan BoBoiBoy.
"Ying, Sahabatku! Kita lama sekali tak berjumpa!"
"Fang kekasihku."
"Ohh... BoBoiBoy sayang."
"Kakak-kakakku, Fang, Ying dan BoBoiBoy. Aku merindukanmu." Dan berbagaim kalimat sayang yang lainnya.
"Hoy.. BoBoiBoy, apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Ying kebingungan.
"Menurut buku yang telah kubaca. Manusia takkan menyakiti orang yang mereka sayang dan mereka rindukan. Dan menurut buku yang kubaca juga. Orang-orang yang disayang adalah anak, kekasih, kakak, dan sahabat. Jadi saat ini mereka sedang berpikir bahwa kita adalah orang yang mereka sayangi." Ucap BoBoiBoy menjelaskan sembari membenarkan letak topinya.
"Jadi kau menulis kembali ingatan mereka?" tanya Ying.
"SSshhh... Kemampuanku hanya berefek pada luarnya saja. dan jika mereka menyadari keanehan dari ingatan mereka, mereka akan kembali seperti semula dan dikendalikan oleh Zaltras. Lalu, ingatan yang dibuat oleh kekuatanku akan menghilang efeknya." Jelas BoBoiBoy sembari meletakkan telunjuknya didepan bibirnya, mengisaratkan untuk diam.
"Apapun yang terjadi jangan pernah gunakan kekuatan itu pada kami, ya!" ucap Fang dan Ying bersamaan.
"Yokai." Ucap BoBoiBoy mematuhi.
"Kalian semua kembalilah ke desa dan jangan keluar dari sana, okay?" ucap BoBoiBoy memberi perintah yang langsung dipatuhi dengan senang hati oleh para penduduk.
"Tentu sayang."
"Jaga dirimu yaa.."
"Aku merindukanmu."
Plak.. plak.. plak.. plak...
"Hebat sekali. Tak kusangka aku akan bertemu denganmu lagi. Kau bahkan sama sekali tak bertambah tua. Sang penyihir pengendali pikiran. BoBoiBoy." Ucap seseorang dengan armor yang cukup besar dan kepala yang ditutupi armor, berwarna emas dengan sebilah pedang bertengger manis dipinggangnya. Tangannya bertepuk pelan, mengiringi suara tawanya yang menggema. Lelaki berbadan besar dan bertubuh tinggi itu, terasa sangat sulit untuk di hadapi dan bahkan mustahil bagi orang-orang biasa.
"Oh.. hay.. lama tak jumpa Zaltras." Ucap BoBoiBoy sembari melambaikan tangannya.
"Kau masig mau bertarung lagi, BoBoiBoy?" ucap Zaltras meremehkan.
"Tentu." Ucap BoBoiBoy yang dengan cepat berlari kearang Zaltras dan melayangkan pukulan. Zaltras menarik pedangnya untuk mengalahkan BoBoiBoy. Ia tahu kekuatannya takkan mempan untuk seseorang yang memliki sihir ditubuhnya. Kekuatannya hanya berfungsi untuk para prajurit dan manusia tanpa sihir.
"Bolehkah aku bertanya satu hal padamu?" ucap Zaltras sembari mengayunkan pedang kearah BoBoiBoy, yang melompat menghindari serangan zaltras.
"Tanyakan Apapun." Ucap BoBoiBoy sembari melangkah mundur.
"Bagaimana kau bisa hidup setelah aku memotongmu menjadi dua dulu?" tanya Zaltras.
"Jawabannya sama dengan mengapa aku masih hidup setelah kepalaku dipenggal." Ucap BoBoiBoy dan melopat kearah Zaltras dan melayangkan pukulan. Zaltras tak sempat lagi menghindar, pukulan BoBoiBoy langsung mengenai perutnya dan membuat armor yang digunakannya hancur pada bagian perutnya.
"Hahaha.. percuma saja. Armor ku yang paling kuat adalah tubuhku sendiri." ucapnya sambil tertawa dan menunjukkan otot-otot perutnya yang terlihat sangat kuat dan berubah warna menjadi silver sewarna besi. BoBoiBoy mundur beberapa langkah dan menatap Zaltras.
"Kalian sudah siap?" teriak BoBoiBoy lantang. Zaltras yang tak mengerti apa yang dikatakan BoBoiBoy, menghentikan tawanya dan merasakan tingkat energi sihir yang sangat besar. Ternyata Fang dan Ying menggabungkan kekuatan sihir mereka untuk membuat serangan kombinasi yang kuat. Udara mendesir dan berkumpul kearah mereka. Memutar bagai tornadi dari tangan mereka berdua yang disatukan, dengan sihir bayang berwarna hitam yang siap ditembakkan. Mereka mengangkat tangan mereka bersamaan dan menghadapkannya kearah BoBoiBoy dan Zaltras.
"Mereka sengaja tak ikut menyerang dan bersiap untuk serangan gabungan setelah kuberi instruksi tadi. Mereka menggabungkan kekuatan memanipulasi waktu dan bayang yang akan membentuk tembakan bayang yang super kuat dan cepat kearah lawannya. Mereka perlu berkonsentrasi dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk memfokuskan kekuataanya. Namun jika mereka melakukan kesalahan sedikit saja, nyawa mereka akan dalam bahaya karena menggunakan energi sihir sebesar itu dalam waktu yang bersamaan. itu adalah serangan andalan mereka. Menurut perhitunganku, kemungkinanmu selamat dari serangan mereka adalah 0,5 persen. Semangat." Jelasnya sembari menunjukkan angka 0 dan 5 menggunakan jarinya. Dan mengacungkan kedua jempolnya kearah Zaltras.
"APAA?" teriak Zaltras tak percaya. ia tahu, ia tak bisa lari sehingga ia hanya memusatkan sihirnya untuk membuat perisai untuk melindungi dirinya dari serangan gabungan mereka berdua. Dari jauh BoBoiBoy bisa melihat penngkatan kekuatan sihir Fang dan Ying, serta kegigihan Zaltras untuk melindungi dirinya.
"Teknik kombinasi. Bayangan pembunuh." Teriak mereka bersamaan dengan peluru yang melesat dengan cepat kearah Zaltras. Benturan antara 2 sihir yang besar, membuat angin bertiup kencang dan guncangan yang cukup keras. Bayangan itu berputar seperti bor yang terus berusaha untuk menembur perisai dari Zaltras. BoBoiBoy hanya memegangi topinya agar tidak terbang terbang terseret angin. Bayangan itu terus berputar, hingga sebuah retakan yang dengan cepat disusul oleh hancurnya perisai Zaltras mengakhiri pertempuran ini. Mereka tahu, zaltras telah dikalahkan. Debu beterbangan membuat mereka kesulitan melihat bagaimanan kondisi dari Zaltras. Hingga mereka melihat sebuah serangan kecil yang ditembakkan dari tempat Zaltras mengarah dingan cepat ke gadis yang pingsan tadi. Ying dan Fang hanya mencoba berlari menolong gadis itu. Namun terlambat kekuatan mereka telah terkuras habis oleh serangan gabungan mereka tadi. Mereka hanya bisa menatap nanar serangan yang mengarah pada gadis itu. Namun belum sampai serangan itu, mengenai gadis itu. Sang anak kecil menggunkan tubuhnya untuk melindungi gadis itu. Darah segar keluar dari dadanya yang terkena serangan itu. Sang gadis membuka perlahan membuka matanya dan mendapat sang tubuh anak kecil itu berdiri didepannya dengan tangan yang merentang melindunginya dan darah yang berjatuhan dari dadanya.
"TOTOITOYYYY..."
To Be Continued
Haiiiii... saya kembali dengan fic GaJe ini. okay... aneh ya? Disini belum ada romanticnya. Sebenernya nggak romantis-romantis amat sih. Saya merasa kalau ini masih friendship.
Ada yang ngira ini kumpulan kata-kata bijak tentang cinta? Nggak terlalu lah... saya bahkan nggak ngerti apa itu cinta? Disini bukan cuma cinta sebagai seorang kekasih. Tapi juga sebagai sahabat dan keluarga. Cinta tidak hanya ditujukan untuk sepasang kekasih lhoo.. itu persepsiku saja sihh..
Ada yang sudah tahu siapa gadi yang bakalan jadi pasangannya BoBoiBoy? Wow cepet banget.
Hahahaha... tebakan kalian benar semua.. (tepuk tangan)
Terimakasih telah membaca, mereview, memfollow, dan memfav fic saya ini.
Saya bakalan ngasih undian berhadiah yang bila bisa menjawab dengan benar kalian akan mendapat hadiah pada 30 April 2015.
Siapa peran BoBoiBoy di nanatsu no taizai?
Okay mind to review?
